cover
Contact Name
Nyokro Mukti Wijaya
Contact Email
nyokromw@fkip.unila.ac.id
Phone
085809937263
Journal Mail Official
jurnalpenelitiangeografi@fkip.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Soemantri Brojonegoro No. 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23020032     EISSN : 2746248X     DOI : http://doi.org/10.23960/jpg
Jurnal Penelitian Geografi merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Jurnal ini berisikan kumpulan karya ilmiah dalam bentuk artikel baik berupa skripsi, tesis, ataupun disertasi, serta hasil-hasil penelitian lain yang berhubungan dengan kajian pendidikan geografi dan geografi.
Articles 642 Documents
Deskripsi Kondisi Sosial Ekonomi Penduduk yang Berkerja di Pulau Pahawang Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran Astuti, Vera Dani; Zulkarnain, Zulkarnain; Nugraheni, Irma Lusi
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v8i2.19236

Abstract

This study aims to describe the socio-economic population who work in Pahawang Besar Tourism Object, with a study point on the type of work, children's education level, income, number of dependents, and fulfillment of basic needs. The research method is descriptive method, the study sample was 25 people. Data retrieval is observation, structured interviews, and documentation. Analysis of percentage data using the spatial bias approach. The results of the study show that: (1) there are 7 types of work, namely motorists, food traders, clothes dealers, mck services, tire rental services, snorkeling services, and beach cleaning services. (2) Average income of Rp. 1,370,000 / month. (3) Education of the majority population at elementary and junior high school levels. (4) (92%) the number of dependents of the majority of the categories is small. (5) (80%) The majority of the fulfillment of basic needs is categorized as prosperous.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sosial ekonomi penduduk yang berkerja di Objek Wisata Pualau Pahawang Besar, dengan titik kajian padajenis pekerjaan, tingkat pendidikan anak, pendapatan, jumlah tanggungan, dan pemenuhan kebutuhan pokok. Metode penelitian yaitu metode deskriptif,sampel penelitian sebanyak 25 orang.Pengambilan data yaituobservasi, wawancara terstruktur,dan dokumentasi.Analisis data pesentase dengan pendekatan kerungangan spasial.Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) ada 7 jenis pekerjaan, yakni motoris, pedagang makanan, pedagang baju, jasa mck, jasa sewa ban, jasa snorkling, dan jasa kebersihan pantai. (2) Rata-rata pendapatan sebesar Rp.1.370.000/bulan. (3) Pendidikan anak penduduk mayoritas pada tingkat SD dan SMP. (4)(92%)jumlah tanggungan penduduk mayoritas kategori kecil. (5) (80%) Tingkat pemenuhan kebutuhan pokokmayoritas dikategorikan sejahtera.Kata kunci: ekonomi, objek wisata, sosial
Analisis Spasial Titik Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Kupang dan Sekitarnya dengan Metode Kernel Density Ballo, Abraham
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v11i2.28371

Abstract

Dampak kebakaran hutan dan lahan membuat aktivitas manusia terganggu dan memunculkan data titik api yang dapat diamati dengan penginderaan jauh dan pengembangan analisis spasial berupa heat map pada peta. Data yang digunakan pada penelitian adalah informasi tentang koordinat geografis titik api, intensitas, dan waktu terjadinya kejadian yang diambil dari website FIRMS (Fire Information for Resource Management System). Tujuan dari penelitian adalah melihat pola spasial dan korelasi spasial kebakaran hutan dan lahan di kota kupang dan kabupaten kupang pada tahun 2010 sampai tahun 2022. Pola spasial akan dianalisa menggunakan kernel density estimation berupa bentuk titik api berdasarkan evaluasi jarak dan kontribusi lokal referensi dalam radius tertentu dengan jumlah titik api tertinggi. Berdasarkan analisis kernel density estimation, analisis menggunakan pemanfaatan kernel density dapat melihat daerah dengan munculnya titik api terbanyak di suatu daerah. Hasil analisis menunjukkan bahwa daerah Rabeka adalah area dengan munculnya titik api terbanyak, sementara daerah di sekitar Amarasi Barat juga tercatat sebagai daerah dengan tingkat kejadian titik api yang signifikan. Informasi ini memberikan wawasan penting mengenai daerah-daerah yang rentan terhadap kebakaran hutan atau sering terjadi munculnya titik api. Kata kunci: analisis spasial; kernel density; kebakaran; titik api; peta panas DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.28371
Site Class dan Upaya Mitigasi Dampak Kegempaan Daerah Bandar Rananda, Eko; Suharno, Suharno; Zaenudin, Ahmad
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v9i2.21342

Abstract

Tanah lapisan dangkal di Bandar Lampung tersusun oleh material sedimen dan produk gunungapi berumur muda. Karakteristik material sedimen dapat menghasilkan getaran besar dan efek lainnya, sehingga dapat menimbulkan bahaya terhadap bangunan dan infrastruktur. Analisa site class batuan dan respon resistensi atas gangguan gempa di daerah penelitian dilakukan melalui  interpretasi kecepatan gelombang geser (Vs dan  VS30), amplifikasi dan frekuensi alamiah  berdasarkan nilai pengukuran SPT sejumlah 7 titik di dua formasi batuan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daerah penelitian memiliki resiko kerusakan akibat gempa dalam skala rendah serta memiliki jenis tanah dari tanah sedang sampai tanah keras dan batuan lunak berupa site class D dan C. Daerah Rajabasa memiliki lapisan tanah keras di kedalaman 2 m, Garuntang di kedalaman lebih dari 6 m, Gunung Sulah di kedalaman lebih dari 2 m. Sedangkan Teluk Betung dan Teluk Betung Selatan, lapisan tanah keras relative dalam di 12 m dan 18 m. Kata Kunci: Jenis tanah, Site Class, SPT, VS30 DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.21342Full Text:PDF ReferencesBowles, J.E. 1997. Foundation Analysis and Design, Fifth Edition. Washinton D.C. Library of Congress Cataloging-in-Publication Data.Haerudin, N. Rustadi, Fitriawan H.,, Siska D.,, and Farid M., (2019) ‘Earthquake Disaster Mitigation  Mapping By Modeling of Land Layer and Site Effect Zone in The Kota Baru of South Lampung', Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 8(1), pp. 53–67. doi: 10.24042/jipfalbiruni.v8i1.3705.Hunt, R.E. 1984. Geotechnical Engineering Investigation Manual. McGrawHill, NewYork.Luzi, L., Puglia R., Pacor F., Gallipoli M.R., Bindi D., and Mucciarelli M., (2011) ‘Proposal for a soil classification based on parameters alternative or complementary to Vs,30’, Bulletin of EarthquakeEngineering, 9(6), pp. 1877–1898. doi: 10.1007/s10518-011-9274-2.Kumar, R., Bhargava, K. dan Choudhury, D. 2016. Estimation of Engineering Properties of Soils from Field SPT Using Random Number Generation. Indian National Academy of Engineering.Mangga, S.A., Amirudin, T., Suwarti, S., Gafoer dan Sidarto. 1993. PetaGeologiLembarTanjungkarang,Sumatra. Bandung: Pusat Penelitian danPengembangan Geologi.Matasovic, N. dan Kavazanjian, E.Jr. 1998. Cyclic Characterisation Of OilLandfill Solid Waste. Journal Geotech Geoenviron Eng ASCE 124(3):197-210.Nakamura, Y. 2000. Clear Identification Of Fundamental Idea Of Nakamura’s Technique And Its Applications. Proc. of the 12th World Congresss on Earthquake Engineering. Aucklland. New Zealand.Peck, R.B., Hanson, W.E. dan Thornburn, T.H. 1974. Foundation Engineering,2nd edn. Wiley & Sons Inc.. New York.Terzaghi, K. dan Peck, R.B. 1967. Soil Mechanics In Engineering Practice, 2nd Edn. Wiley. New York.Usman, K.O. 2014. Analisis Sedimentasi pada Muara Sungai Komering Kota Palembang. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan. 2 (2), hlm. 209 – 215.
Motivasi Wisatawan Berkunjung ke Objek Wisata Pantai Mutun Deneski, Eko Media; Asyik, Buchori; Zulkarnain, Zulkarnain
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v8i1.18728

Abstract

This research aims to examine the motivation of tourists who are visiting Mutun Beach Tourism Object 2018, with the research points of the recreational motivation, dating, visiting family/friend, hobby, and research. This research uses a descriptive method. The populations in this research are all the tourists who visit the Mutun beach. The method of determining the sample is a insidental sampling of 50 respondents. Data collection is carried out by observation, documentation, and structured interviews. Data analysis uses tables and percentage as basis for interpretation and description in giving meaning to the data of this research. The result of this research indicates: (1) tourists motivation for recreation is 32 tourists (64%), (2) tourists motivation for dating is 9 tourists (18%), (3) tourists motivation for visiting family/friend is 2 tourists (4%), (4) tourists motivation for hobby is 6 tourists (12%), (5) tourists motivation for research is 1 tourists (2%).Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang motivasi wisatawan yang berkunjung ke Objek Wisata Pantai Mutun Tahun 2018, dengan titik kajiannya pada motivasi rekreasi, berpacaran, mengunjungi keluarga keluarga/teman, penyaluran hobi, dan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang berkunjung ke Objek Wisata Pantai Mutun. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah insidental sampling sebanyak 50 responden. Pengumpulan data dilakukan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara terstruktur. Analisa data menggunakan tabel dan presentase sebagai dasar untuk interpretasi dan deskripsi dalam memberikan arti data tersebut guna laporan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) motivasi wisatawan untuk rekreasi sejumlah 32 wisatawan (64%), (2) motivasi wisatawan untuk berpacaran sejumlah 9 wisatawan (18%), (3) motivasi wisatawan untuk mengunjungi keluarga/teman 2 wisatawan (4%, (4) penyaluran hobi sejumlah 6 wisatawan (12%), (5%) motivasi wisatawan untuk penelitian sejumlah 1 wisatawan (2%).Kata kunci: motivasi, objek wisata pantai mutun, wisatawan
Kondisi Sosial Ekonomi Penduduk Yang Bekerja Di Objek Wisata Alam Bukit Pangonan Tahun 2019 Trianingrum, Ade Shinta; Sugiyanta, I Gede; Suwarni, Nani
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v9i1.19999

Abstract

This research aims to examine the socio-economic situation of patriarch who works in the pangonan hill natural tourism. This research uses descriptive method. The result of this research indicate that: 1) The education level of patriarch as many as 14 people (elementary school/middle high school), 7 people senior high school graduate, 1 person is college graduate. 2) The natural tourism object of pangonan hill has provided as many as 22 job oppertunitties. 3) Work hours of patriarch as many as 21 people have high rate working hours and 1 people have low rate working hours. 4) The income of the patriarch is 4 people above the average and 18 people below the average. 5) The number of dependents of patriarch that have small category is 17 people, large category is 5 people. 6) The proverty level of patriarch shows that 20 people are on not poor category, 1 person is on poor category, 1 person is on very poor category.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keadaan sosial ekonomi kepala keluarga yang bekerja di Objek Wisata Alam Bukit Pangonan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Tingkat pendidikan kepala keluarga sebanyak 14 orang (SD/SMP), 7 orang (SMA/SMK), 1 orang (PT). (2) Objek Wisata Alam Bukit Pangonan telah memberikan kesempatan kerja sebanyak 22 orang. (3) Jam kerja kepala keluarga sebanyak 21 orang memiliki jam kerja tinggi dan 1 orang memiliki jam kerja rendah. (4) Pendapatan kepala keluarga sebanyak 4 orang di atas UMK dan 18 orang di bawah UMK. (5) Jumlah tanggungan kepala keluarga yang memiliki kategori kecil sebanyak 17 orang, kategori besar sebanyak 5 orang. (6) Tingkat kemiskinan kepala keluarga yang memiliki kategori tidak miskin sebanyak 20 orang, kategori miskin sebanyak 1 orang, kategori miskin sekali sebanyak 1 orang.Kata kunci : sosial, ekonomi, kepala keluarga.
Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan Buruh Di Desa Muarapilu Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan Widodo, Sugeng; Trisnaningsih, Trisnaningsih; Suwarni, Nani
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v10i1.23311

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji umur, besar pendapatan, jumlah tanggungan, pendidikan anak, kepemilikan rumah, dan pengeluaran untuk kebutuhan pangan nelayan buruh di Desa Muarapilu, Kecamatan Bakauheni pada tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi pada penelitian ini adalah 488 nelayan yang ada di Desa Muarapilu, Kecamatan Bakauheni, Provinsi Lampung. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling sebanyak 33 nelayan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) umur nelayan buruh mayoritas berada pada kelompok umur 36 sampai 40 tahun dengan jumlah 12 nelayan atau 36,36%; (2) pendapatan nelayan buruh mayoritas memiliki pendapatan Rp.1.500.000/bulan dengan jumlah sebanyak 22 nelayan atau 66,7%; (3) jumlah tanggungan nelayan buruh mayoritas memiliki tanggungan sebanyak 3 orang dengan jumlah sebanyak 16 nelayan atau 48,48%; (4) pendidikan anak nelayan buruh mayoritas memiliki pendidikan pada jenjang SMP dan SMA dengan jumlah sebanyak 16 anak atau 32,65%; (5) kepemilikan rumah nelayan buruh mayoritas memiliki status rumah milik sendiri dengan jumlah sebanyak 25 nelayan atau 75,76%.; dan (6) pengeluaran untuk kebutuhan pangan mayoritas pengeluaran rumah tangga sebesar Rp.1.500.000 sampai Rp.2.000.000 dengan banyaknya nelayan buruh sebanyak 16 nelayan atau 48,48%.Kata Kunci : Keluarga Berencana, Pasangan Usia Subur Paritas Rendah, Unmet Need KBDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i1.23311
Spatial Distribution Analysis of Land Use, Land Surface Temperature, and Temperature-Humidity Index in Bogor City in 2004, 2014, and 2024 Gustiawan, Ridho; Hermawan, Erwin; Kamilah, Nurul; Primasari, Dewi
Jurnal Penelitian Geografi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v13.i2.33610

Abstract

Rapid urbanization in Bogor City in 2004, 2014, and 2024 caused significant changes in land use, marked by an increase in built-up areas and a decrease in vegetation cover. These changes triggered an increase in Land Surface Temperature (LST) and Temperature Humidity Index (THI), which had an impact on heat stress, health disorders, and a decline in quality of life. This study analyzes the relationship between land use changes and LST and THI and develops an interactive web application for visualization. Land classification was performed using the Random Forest algorithm, LST was calculated from Landsat thermal bands (TM 2004, OLI/TIRS 2014 & 2024), and THI was based on Air Temperature (T(a)  )and Relative Humidity (RH). The results show that built-up land increased by 2,074 ha (from 4,371 ha to 6,445 ha), in line with an increase in average LST from 26.16°C to 27.13°C and THI from 24.30 to 24.90. In conclusion, the increase in built-up area contributed significantly to the rise in LST and THI, emphasizing the importance of sustainable spatial planning, such as optimizing green open spaces to maintain thermal comfort and quality of life.Keywords: 
Spatial Distribution of Macrozoobenthos in Relation toOceanographic Parameters in the Marine Waters Surrounding TundaIsland Ramadhani, Novia; Silaban, Joy Elisabeth; Ramadhani, Tirta Samudera; Minsaris, Ode Alam; Dipura, Raflian Khansa; Silaban, Samuel; Fauzia, Syifa; Puspita, Lingga Diva; Anra, Nur'aini Dwi; Squire, Keelan
Jurnal Penelitian Geografi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v13.i2.33565

Abstract

This study explores the spatial distribution of macrozoobenthos in relation to oceanographic parameters in the waters surrounding Pulau Tunda, Banten. A combination of remote sensing data namely sea surface temperature (SST), salinity, chlorophyll-a concentration, and bathymetry was utilized alongside direct field sampling at three designated stations. Oceanographic data were extracted from Landsat 8 imagery and GEBCO bathymetric sources, processed using ArcGIS Pro and Global Mapper. The Shannon-Wiener and Simpson indices were applied to assess biodiversity and species dominance. Results reveal that areas exhibiting SST between 28–31°C, moderate salinity levels (31–32 ppt), and high chlorophyll-a concentrations tend to support moderately diverse and stable benthic communities, predominantly composed of gastropods. The findings highlight the utility of remote sensing for habitat prediction and emphasize the ecological potential of Pulau Tunda's coastal waters.
The Meaning of Place in Historic Building (Case Study: Three Urban Heritage Tourism Destinations at Kesawan Medan) Permana, Sendi; Lubis, Darwin Parlaungan; Sugiharto; Marbun, Sahala Fransiskus; Amelia, Pidia
Jurnal Penelitian Geografi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v13.i2.33539

Abstract

Based on the Regional Spatial Planning of Medan City for the years 2011-2031, several Cultural Heritage Areas have been established that include various historical buildings, one of which is located in the Old City area of Kesawan. The presence of historical buildings such as the Lonsum Building, Tjong A Fie, and Pos Bloc coexists with the rapid business and culinary activities on Ahmad Yani Street and Balai Kota Street. There are indications that a shift in visitation orientation has occurred where the meaning of tourism is stronger compared to a comprehensive exploration of history. The aim of this research is to analyze the meaning of place at three historical buildings and its implications for regional development. This research is qualitative with a geographical approach. In-depth interviews were conducted with 36 informants selected through purposive sampling. The research results show that the meaning of place in the three historical buildings is more dominated functionally, socially, and emotionally than by regional romanticism. The shift in the meaning of historical buildings is a consequence of the massive development of alternative tourism in urban areas. Therefore, it is necessary to reorganize the cultural heritage area involving elements of the community, government, and private sector, with the hope that the authentic value of historical buildings is not entirely eroded by the modernity of urban development.
The Relationship Between Subdistrict Spatial Development, Agricultural Land Conversion Rate, and Business Investment Growth in Pacitan Regency Maulana, Mohamad Rizki; Kurniawan, Edi; Nayan, Nasir Bin; Nugraha , Satya Budi
Jurnal Penelitian Geografi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v13.i2.33572

Abstract

The regional development of Pacitan Regency is significantly influenced by land-use conversion dynamics and business investment activities based on the KKPR (Conformity of Spatial Utilization Activities), particularly following the construction of strategic infrastructure such as the South Coast Route (JLS). This study aims to analyze the relationship between regional development, the rate of agricultural land conversion, and the rate of KKPR-based investment across 12 subdistricts using a quantitative approach. Data were collected from infrastructure availability, land conversion requests, and KKPR permits, then analyzed using the scalogram method, centrality index, and multiple linear regression via SPSS. The results indicate that Pacitan Subdistrict functions as the primary service center with the highest score (455.59), also recording the highest land conversion rate. The correlation between regional development and land conversion is very strong, whereas the relationship with investment rate is statistically insignificant. Regression analysis shows land-use conversion as the dominant influencing factor (R² = 0.967). This study highlights the urgency of land conversion control and spatially equitable investment strategies to support sustainable and balanced regional development 

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 6 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 5 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) More Issue