cover
Contact Name
Budi Dharmawanputra
Contact Email
budidharmawanputra@unesa.ac.id
Phone
+628563651865
Journal Mail Official
jurnalpendidikansendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Gedung T14 Lantai 2 Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan Surabaya 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sendratasik
  • jurnal-pendidikan-sendratasik
  • Website
ISSN : 22529241     EISSN : 28289218     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Sendratasik is a scientific journal that presents research-based articles or literature studies in realm of performing art education, includes theatre, dance, and music. Expert editors receive theatre, dance, or music education manuscripts from students, teachers, lecturers, artists, and other elements of society. This journal includes original research articles, review articles, and performance analysis, including: *Theatre Education *Dance Education *Music Education *Educational Theater *Educational Dance *Educational Music *Performing Arts Education Management (Drama, Dance, and Music) *Performing Arts Education Technology (Drama, Dance, and Music)
Articles 213 Documents
PROSES PEMBELAJARAN GITAR KLASIK GRADE I DI PURWACARAKA MUSIK STUDIO (PCMS) SURABAYA CABANG RUNGKUT ABDUL WAHHAAB; AGUS SUWAHYONO
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

Musik merupakan salah satu seni yang banyak digemari oleh manusia. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua. Salah satu pembelajaran musik yaitu belajar memainkan instrument musik. Salah satu alat sering dijumpai adalah gitar. Purwacaraka Musik Studio (PCMS) merupakan sebuah lembaga musik non formal yang didirikan oleh musisi dan komponis Indonesia yaitu Purwacaraka. Purwacaraka Musik Studio bertujuan untuk menciptakan musisi yang lengkap dan dapat mengekspresikan diri mereka secara terampil, kreatif, artistik. Berdasarkan penyataan diatas dapat diambil beberapa rumusan masalah yaitu bagaimana proses pembelajaran gitar klasik di Purwacaraka Music Studio selama Grade I dan bagaimana hasil pembelajaran gitar klasik di Purwacaraka Music Studio selama Grade I. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan analisis taksonomi. Hasil penelitian yaitu proses pembelajaran (kurikulum, guru, dan materi), metode yang digunakan reading, demonstrasi, bagian, Drill, dan pemberian tugas. Dan kendala-kendala yang dihadapi dalam terlaksananya kegiatan belajar mengajar. Hasil dan pembahasan dari penelitian yang dilgunakan dalam Proses Pembelajaran Gitar Klasik menggunakan beberapa metode yaitu Reading, Demonstrasi, Bagian, Metode Latihan, dan metode pemberian tugas. Proses pembelajaran Gitar Klasik sesuai dengan kurikulum yang telah disediakan. Karena materi yang akan disampaikan telah ditetapkan oleh lembaga. Sehingga guru harus menguasai materi yang telah ditetapkan oleh lembaga dan mencapai target yang telah ditetapkan di dalam kurikulum. Dari berlangsungnya kegiatan belajar mengajar menggunakan metode yang telah diterapkan, siswa masih kesulitan dalam memainkan lagu yang diberikan guru berdasarkan ritme pada lagu. Siswa masih kesulitan dalam membaca partitur dari materi yang diberikan guru. Kata Kunci: Pembelajaran Musik, Gitar Klasik, Grade I
PEMBELAJARAN PIANO MENGGUNAKAN MEDIA 3KW PADA ANAK DOWN SYNDROME DI SFORZANDO MUSIC SCHOOL SIDOARJO NURIDZA SHALEHA DENHAS; AGUS SUWAHYONO
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

Sforzando merupakan lembaga non formal/kursus musik yang menyelengarakan pendidikan inklusi. Banyak ABKyang mengikuti kursus musik di lembaga yang beralamatkan di Jl. Raya Taman Asri D 35 A Waru-Sidoarjo ini. Pada kenyataanya tidak semua kursus musik mampu menyelenggarakan pendidikan inklusi. Hal ini yang mendasari peneliti ingin mengkaji lebih lanjut mengenai proses pembelajaran musik khususnya piano serta apa saja faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian kali ini adalah pembelajaran piano menggunakan media 3KW (Kertas, Karet, danKoin warna). Subjek penelitian adalah siswa ADS yang mengikuti kursus piano di Sforzando. Adapun teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, serta mendokumentasikan proses pembelajaran secara langsung. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Berdasarkan hasil penelitian kali ini dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran piano untuk ABK memiliki beberapa tahap: bernyanyi, menirukan, membaca, mendengarkan, dan mencoba. Secara lebih lanjut, dapat disimpulkan pula bahwa faktor pendukung dalam proses pembelajaran ini antara lain adalah orang tua siswa sangat antusias. Baiknya hubungan guru-wali murid, antarwali murid, antarsiswa, dan pegawai juga merupakan faktor pendukung keberhasilan proses pembelajaran. Sedangkan faktor penghambat meliputi kondisi fisik siswa yang kelelahan dan tidak enak badan sehingga proses pembelajaran kurang maksimal. Kata kunci: Pembelajaran piano, Media 3KW, down syndrome
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER ANGKLUNG DI SDN BANJARAGUNG 1 KABUPATEN MOJOKERTO SIWI RAHAJENG PUSPITA SARI; AGUS SUWAHYONO
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

Pendidikan karakter di SDN Banjaragung 1 Kabupaten Mojokerto terbentuk melalui materi yang diajarkan dan pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan ketika proses pembelajaran ekstrakurikuler angklung berlangsung. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler angklung, 2) Nilai-nilai pendidikan karakter melalui ekstrakurikuler angklung di SDN Banjaragung 1 Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan teori pembelajaran dari Moedjiono dan Dimyati yaitu ada tujuh komponen dalam pembelajaran dimana satu dengan yang lain saling terintegrasi. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini yaitu pembelajaran ekstrakurikuler angklung di SDN Banjaragung 1 Kabupaten Mojokerto. Sumber data dalam penelitian ini adalah narasumber yakni kepala sekolah dan pelatih. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data yang digunakan adalah mengumpulkan data, reduksi data, tahap penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa 1) pembelajaran ekstrakurikuler angklung di SDN Banjaragung 1 Kabupaten Mojokerto dilaksanakan dengan tujuan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengekspresikan diri, serta membentuk karakter dan kepribadian siswa melalui kegiatan berkesenian; 2) Nilai-nilai pendidikan karakter melalui pembelajaran ekstrakurikuler angklung adalah disiplin, bertanggung jawab dan tekun. Kata Kunci: angklung, ekstrakurikuler, pendidikan karakter.
PEMBELAJARAN ANSAMBEL REKORDER DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DI MTS ABDUL QADIR NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG DYAH AYU GARNIS PRAMUDITA; WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

MTs Abdul Qadir merupakan salah satu Madrasah Tsanawiyah yang berada di Ngunut kabupaten Tulungagung. Sekolah ini menyelenggarakan pembelajaran Seni Budaya bidang Seni Musik dengan materi pokok ansambel rekorder. Terkait dengan proses pembelajarannya guru menerapkan model pembelajaran Project Based learning untuk meningkatkan kreativitas, tanggung jawab serta membuat proyek pementasan pada akhir pembelajaran. Berdasarkan fenomena tersebut peneliti merumuskan permasalahan tentang bagaimana proses pembelajaran ansambel rekorder dan bagaimana hasil belajar ansambel rekorder dengan menggunakan model Project Based Learning di MTs Abdul Qadir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Objek penelitian mengenai proses pembelajaran ansambel rekorder memerlukan pendeskripsian kegiatan yang harus diungkap. Guru mapel merupakan subjek penelitian dan sekaligus sumber data primer pada penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi non partisipan, wawancara terstruktur dan tidak terstruktur, serta dokumen dan pendokumentasi yang menggunakan alat bantu handphone. Sebelum data disajikan dan menarik simpulan perlu proses Validitas data melalui Triangulasi sumber,waktu dan metode. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa proses pembelajaran ansambel rekorder dengan Model Project Based Learning di Mts Abdul Qadir sudah berjalan dengan baik. Hal ini terbukti dengan tiap-tiap langkah pembelajarannya tidak terdapat kendala yang berarti. Nilai yang diperoleh siswa sudah mencapai KKM yang ditentukan. Siswa dapat menampilkan hasil proyek dalam pementasan Ansambel rekorder di depan kelas dan acara-acara sekolah. Selain itu dengan model pembelajaran ini menunjukkan adanya sikap bertanggung jawab, siswa lebih kreatif. Hal itu dapat terlihat pada saat mempersiapkan keperluan pementasan ujian akhir semester. Hasil belajar yang dicapai yakni: pemahaman siswa terhadap materi lebih dalam, siswa lebih berani mengutarakan pendapat didepan umum, saling membantu dalam pemecahan suatu masalah pembelajaran, dapat menyelsaikan tugas secara mandiri dan terarah, mental siswa lebih terbangun. Kata kunci: Pembelajaran, Model Project Based Learning, dan Ansambel Rekorder
PENGEMBANGAN MEDIA INSTRUMEN MUSIK BABEDISIK PADA PEMBELAJARAN ANSAMBEL SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 MENGANTI DJADMIKO HERMANU; PENI PUSPITO
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

Pengembangan media sangat diperlukan bagi guru untuk kemudahan proses belajar mengajar supaya materi yang diajarkan dapat tersalurkan dengan kreatif, inovatif, serta mudah dalam hal penyampaian materi kepada peserta didik. Pengembangan juga mengedepankan aspek kelestarian terhadap lingkungan dengan mempertimbangkan potensi dan kekurangan yang dimiliki sekolah. Dalam pengembangan media ini disesuaikan dengan kurikulum yang digunakan yaitu kurikulum nasional/kurikulum 2013. Hal ini yang melatar belakangi disusunnya penelitian pengembangan dengan judul “Pengembangan Media Barang Bekas Pada Pembelajaran Ansambel Siswa Kelas VIII Di Smp Negeri 2 Menganti”. Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah bagaimana proses pengembangan dan kualitas media barang bekas pada pembelajaran ansambel kelas VIII di SMP Negeri 2 Menganti dan untuk mengetahui bagaimana kualitas media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Menggunakan metode pengembangan penelitian “Borg & Gall” dengan menyesuaikan tahapan yang dilaksanakan. Dengan membatasi langkah-langkah disesuaikan jenjang dan cakupan kebutuhan yang ingin dicapai. Sumber data yang dipergunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pengembangan serta untuk mengukur kualitas media diperoleh dari validasi ahli dan uji coba dari media terhadap guru dan peserta didik. Pelaksanaan pengembangan ini terfokus kepada pengembangan media BaBeDiSik (barang bekas jadi musik) untuk mata pelajaran Seni Budaya ansambel musik di kelas VIII F yang secara garis besar berjalan dengan tahapan-tahapan, meliputi: 1) tahap pengumpulan informasi; 2) tahap perencanaan; 3) tahap pengembangan produk; 4) tahap validasi; 5) revisi; 6) ujicoba. Keenam tahapan ini digunakan untuk mengetahui proses dan mengukur kualitas media BaBeDiSik (barang bekas jadi musik). Validasi tahap pertama menunjukan jumlah skor diperoleh 28 instrumen penilaian jumlah skor validasi adalah 71 dan didapat skor rata-rata sebesar 2,36 (C). Berdasarkan hasil validasi tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa pengembangam media barang bekas sebagai pembelajaran ansambel yang dikembangkan memiliki kualitas yang masih cukup dan perlu diadakan revisi produk serta validasi tahap ke dua untuk membuat media lebih baik dan meningkatkan nilai pengembangan media sebagai ukuran keberhasilan pengembangan media. Melalui validasi ke dua diketahui jumlah skor nilai yang dihasilkan bertambah menjadi sebesar 10,36 dari total 36 pertanyaan yang terjawab. Rumus yang digunakan untuk menghitung ialah dengan membagi jumlah skor dengan banyaknya jumlah subjek pernyataan yang terjawab maka diperoleh skor sebesar 3,45 (Baik). Hasil dari pengembangan media ini termasuk kategori baik dengan perolehan nilai alternatif B. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan ini berhasil dengan hasil yang baik dan sesuai dengan kriteria yang ingin dicapai. Kata Kunci: pengembangan media, barang bekas, pembelajaran, ansambel musik.
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN BERMAIN GITAR UNTUK ANAK USIA 8 – 12 TAHUN Muhammad Fahrian Noor; SETYO YANUARTUTI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

Minimnya buku gitar untuk pembelajaran alat musik di Sekolah Dasar membuat guru lebih memilih alat musik pianika dan recorder sebagai media pembelajarannya. Asumsi bahwa gitar sulit untuk dipelajari juga menjadi faktor kurangnya penggunaan gitar dalam pembelajaran. Diperlukan buku yang sesuai dengan karakteristik anak yang dibuat dengan panduan cara memainkan gitar. Model yang digunakan dalam pengembangan ini adalah model ADDIE yakni Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Proses pengembangan dilakukan tahap analisis siswa, analisis konsep, analisis tujuan. Proses perancangan produk, pembuatan desain, perancangan angket validasi dan respon. Dalam proses pengembangan dilakukan pembuatan produk dan tahap validasi. Pada tahap implementasi dilakukan uji coba produk terhadap anak usia 8-12 tahun. Tahap evaluasi untuk mendapatkan persentase penilaian kualitas dan kepraktisan produk. Hasil pengembangan sebagai berikut: pada tahap awal dilakukan analisis kebutuhan, tahap analisis siswa dilanjutkan analisis konsep. Tahap dua perancangan konsep dilanjutkan pembuatan produk. Produk divalidasi ahli materi, kegrafikan, dan bahasa. Hasil validasi didapatkan persentase 80% hasil validasi materi, 71,11% hasil kegrafikan, dan 97,14% hasil bahasa. Berdasarkan ketiga hasil tersebut produk direvisi.Selanjutnya dilakukan ujicoba produk kepada tujuh anak SDN Sidodadi 1 sebagai penggguna. Berdasarkan observasi ujicoba produk, setelah mempelajari buku panduan bermain gitar anak mampu memainkan alat musik gitar lagu Selamat Ulang Tahun dan Naik Delman secara bersama-sama yang didokumentasikan dalam format video. Dengan demikian proses pengembangan produk buku panduan bermain gitar melalui tahap pembuatan produk berdasarkan desain, tahap penilaian kualitas dari tiga validator dengan klasifikasi sudah layak diujicobakan dan nilai kepraktisan produk diukur berdasarkan observasi anak mampu bermain gitar secara bersama-sama. Kata Kunci: Pengembangan, Buku Panduan, Gitar, Usia 8 – 12 tahun
PEMBELAJARAN MUSIK KERONCONG PADA KOMUNITAS KERONCONG ANAK JOMBANGJAWA TIMUR LIA ROVI AMELANI; ENIE WAHYUNING HANDAYANI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v8n1.p%p

Abstract

Pembelajaran seni merupakan salah satu upaya pendukung dalam melestarikan suatu kesenian. Pembelajaran seni dapat menghasilkan prestasi non akademik yang penting dalam pengembangan potensi anak. Salah satunya dengan pembelajaran musik keroncong. Komunitas Keroncong Anak Jombang merupakan salah satu lembaga non formal di Kabupaten Jombang Jawa Timur yang menyelenggarakan pembelajaran musik keroncong. Untuk itu peneliti tertarik untuk mendeskripsikan tentang pembelajaran keroncong pada Komunitas Keroncong Anak Jombang di Kabupaten Jombang yang dikaji dalam tinjauan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pelatih keroncong di Komunitas Keroncong Anak Jombang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi nonpartisipan, wawancara terstruktur dan tidak terstruktur, serta dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses pembelajaran keroncong terdapat beberapa tahap yaitu dimulai dengan tahap awal yaitu pengenalan masing-masing alat keroncong, pembelajaran ritmis keroncong yang dimulai dari irama dasar, irama tunggal atau engkel dan irama rangkap atau dobel. (2) Kendala dalam pembelajaran terbagi menjadi dua yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internal meliputi aspek estetis, waktu, dan materi yang diberikan meliputi tingkat kesulitan pada materi lagu yang diberikan. Kendala eksternal merupakan kendala yang berasal dari luar komunitas tersebut seperti dari pihak pemerintah kota yang kurang memperhatikan keberadaan komunitas ini. Selain itu dengan adanya globalisasi pula berpengaruh pada banyaknya musik-musik yang berkembang sehingga berpengaruh pada jumlah peminat musik keroncong.
PROSES PEMBELAJARAN LAGU RINDU LUKISAN PADA PADUAN SUARA ENHARMONIC SINGERS SMA NEGERI 1 PANDAAN DALAM RANGKA LPS UGM 2019 DINA LOWRENTZA AGUSTIN; ENIE WAHYUNING HANDAYANI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v8n1.p%p

Abstract

SMA Negeri 1 Pandaan mempunyai program ekstrakurikuker paduan suara bernama Enharmonic Singers. Selama 9 tahun didirikan, paduan suara ini dinilai berhasil dalam mengembangkan potensi yang ada. Hal ini dibuktikan dengan prestasi yang diraih para alumni. Tahun 2019, tim lomba dipersiapkan untuk mengikuti LPS UGM 2019 kategori paduan suara muda dengan membawakan lagu wajib berjudul rindu lukisan. Berdasarkan fenomena tersebut peneliti merumuskan permasalahan tentang bagaimana proses pembelajaran dan bagaimana hasil belajar lagu rindu lukisan pada paduan suara Enharmonic Singers dalam rangka LPS UGM 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Objek penelitian mengenai proses pembelajaran lagu rindu lukisan pada paduan suara Enharmonic Singers dalam rangka LPS UGM 2019. Subjek sekaligus data primer ialah pembina, pelatih dan tutor. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi nonpartisipan, dokumentasi, serta wawancara terstruktur. Sebelum data disajikan dan menarik simpulan, dilakukan validitas data melalui teknik triangulasi sumber, dan teknik. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik. Hal ini terbukti dengan tiap-tiap langkah pembelajarannya dapat diatasi dengan kerjasama yang baik antar anggota dan pelatih. Siswa dapat percaya diri tampil dalam acara prakompetisi serta LPS UGM 2019. Sikap mandiri dan kerjasama ditunjukkan dalam berlatih dan pada saat mempersiapkan konser serta keperluan LPS UGM 2019. Hasil pembelajaran latihan sesuai dengan tujuan awal yang mengacu pada 3 ranah, antara lain: (1) ranah afektif, (2) ranah kognitif, dan (3) ranah psikomotorik. Pada ranah afektif ditunjukkan dengan sikap disiplin dan mandiri. Pada ranah kognitif ditunjukkan dengan memahami teknik membaca partitur dan teknik vokal yang tepat. Pada ranah psikomotorik ditunjukkan dengan mampu bernyanyi lagu rindu lukisan dengan teknik vokal yang benar dan tepat. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya juara 2 saat mengikuti LPS UGM 2019 di Jogjakarta pada kategori paduan suara muda dengan total nilai 80,81. Kata kunci: Pembelajaran, Lagu Rindu Lukisan, Paduan Suara.
PENGEMBANGAN APLIKASI TUTORIAL TARI BARIS TUNGGAL BERBASIS ANDROID I MADE MARIASA WASISTHA DHANARESSAKTI; WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v8n1.p%p

Abstract

Tari Baris Tunggal adalah tari Bali putra yang ditarikan oleh satu orang penari. Baris Tunggal ini masuk ke dalam kategori tari balih-balihan sebab tarian ini bersifat-non religious, bentuk sajiannya merupakan jenis tari tontonan. Pembelajaran tari Baris umumnya dilakukan melalui proses belajar mengajar di sebuah sanggar tari. Pembelajaran tari itu melalui media masih belum banyak dikembangkan, apalagi pengembangan berbasis android. Zaman sekarang penggunaan media melalui android sudah merupakan kebutuhan yang biasa dilakukan oleh para siswa remaja baik mereka yang duduk di sekolah dasar maupun di sekolah menengah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi tutorial tari Baris Tunggal berbasis android agar bisa membantu para siswa mudah belajar tari Baris Tunggal secara mandiri. Secara khusus masalah yang diajukan yaitu (1) bagaimana proses pengembangan aplikasi tutorial tari Baris Tunggal berbasis android ? dan (2) bagaimana kualitas pengembangan aplikasi tutorial tari Baris Tunggal berbasis andoid berdasarkan respon penggunanya?Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Ada lima level pengembangan desain instruksional yang dilakukan dengan pendekatan ADDIE, yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Dari lima level hanya tiga level pertama (ADD) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), dan Development (Pengembangan).Hasil penelitian yang diperolah adalah sebagai berikut: (1) Pada tahap analisis adanya sikap antusias yang tinggi dari peserta, selanjutnya disusunlah desain pengembangan. Pengembangan dilakukan sesuai tahapan ADD yang digunakan. Tidak ada kendala yang ditemukan dalan proses pengembangan; 2) Nilai kualitas produk pengembangan skala kecil sebesar 88,09%, dan dalam skala besar 85,5%. Itu berarti produk pengembangan yang dibuat sangat layak digunakan.Kata Kunci: Pengembangan Media, Tari Baris Tunggal, Android.
PENGEMBANGAN APLIKASI TUTORIAL TARI BARIS TUNGGAL BERBASIS ANDROID I MADE MARIASA WASISTHA DHANARESSAKTI; WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v8n1.p%p

Abstract

Tari Baris Tunggal adalah tari Bali putra yang ditarikan oleh satu orang penari. Baris Tunggal ini masuk ke dalam kategori tari balih-balihan sebab tarian ini bersifat-non religious, bentuk sajiannya merupakan jenis tari tontonan. Pembelajaran tari Baris umumnya dilakukan melalui proses belajar mengajar di sebuah sanggar tari. Pembelajaran tari itu melalui media masih belum banyak dikembangkan, apalagi pengembangan berbasis android. Zaman sekarang penggunaan media melalui android sudah merupakan kebutuhan yang biasa dilakukan oleh para siswa remaja baik mereka yang duduk di sekolah dasar maupun di sekolah menengah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi tutorial tari Baris Tunggal berbasis android agar bisa membantu para siswa mudah belajar tari Baris Tunggal secara mandiri. Secara khusus masalah yang diajukan yaitu (1) bagaimana proses pengembangan aplikasi tutorial tari Baris Tunggal berbasis android ? dan (2) bagaimana kualitas pengembangan aplikasi tutorial tari Baris Tunggal berbasis andoid berdasarkan respon penggunanya?Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Ada lima level pengembangan desain instruksional yang dilakukan dengan pendekatan ADDIE, yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Dari lima level hanya tiga level pertama (ADD) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), dan Development (Pengembangan).Hasil penelitian yang diperolah adalah sebagai berikut: (1) Pada tahap analisis adanya sikap antusias yang tinggi dari peserta, selanjutnya disusunlah desain pengembangan. Pengembangan dilakukan sesuai tahapan ADD yang digunakan. Tidak ada kendala yang ditemukan dalan proses pengembangan; 2) Nilai kualitas produk pengembangan skala kecil sebesar 88,09%, dan dalam skala besar 85,5%. Itu berarti produk pengembangan yang dibuat sangat layak digunakan.Kata Kunci: Pengembangan Media, Tari Baris Tunggal, Android.