Journal of Regional Economics Indonesia
The Journal of Regional Economics Indonesia welcomes studies on the themes of development economics, especially those concerning four main issues, namely: (i) regional finance; (ii) banking; (iii) human resources; and (iv) regional / spatial economics. These four issues are obtained through empirical writing and ideas (literature review). The main objective is to provide a sharp analytical related to efforts to develop development economics. The objectives of the journal are expected to be able to contribute to the literature as well as practically.
Articles
75 Documents
Penguatan Daya Saing UMKM Melalui Model Pemberdayaan Berbasis Sistem Pengendalian Internal
Mersiana Varia Juita
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : University Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.889 KB)
|
DOI: 10.26905/jrei.v2i2.7218
Salah satu problem mendasar bagi penguatan daya saing UMKM terletak pada masih relatif tingginya biaya aksesibilitas. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan efisiensi sistem pembelian (aksesibilitas) bahan baku pada pelaku UMKM. Tujuan tersebut sangat penting untuk mengevaluasi apakah sistem pengendalian internal pada aksesibilitas bahan baku UMKM telah berjalan dengan optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian dengan pendekatan kualitatif menitikberatkan pada pemahaman, pemikiran, atau konsep berpikir dari peneliti untuk mengetahui makna dari suatu peristiwa atau kejadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal dari sistem aksesibilitas pembelian bahan baku pada UMKM masih belum komprehensif. Hal ini dikarenakan adanya disfungsi pengelolaan sistem keuangan perusahaan, oleh sebab itu, diperlukan beberapa perbaikan. Pertama, melalui penguatan tata kelola keuangan dengan memperhatikan struktur biaya perusahaan. Kedua, pentingnya mengoptimalkan fungsi distribusi kewenangan pada masing-masing bagian perusahaan. Perbaikan ini diharapkan dapat mengoptimalkan sistem aksesibilitas bahan baku UMKM yang selama ini mempunyai peranan penting, namun seringkali dilupakan dalam setiap program pemberdayaan UMKM. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya memperhatikan sistem pengendalian internal sebagai bagian integral bagi program pemberdayaan yang berorientasi pada penguatan daya saing UMKM.
Tendensi Forward Looking Behavior Dalam Kredibilitas Bank Indonesia
Juwita PR Suwondo;
Dewi Kusumowati;
Fatima Abdullah
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : University Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (989.404 KB)
|
DOI: 10.26905/jrei.v1i2.5436
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki perilaku kebijakan moneter di Indonesia,melalui variabel kredibilitas Bank Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Bank Sentral Indonesiakarena data sekunder diambil dari Bank Sentral Indonesia, dengan sebagian diperoleh dari BiroPusat Statistik (BPS), dan World Economic Outlook IMF (Dana Moneter Internasional). Datayang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah sekunder, yang diterbitkan secara resmi oleh BankSentral Indonesia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan Biro Pusat Statistik (BPS), dari 2007hingga 2017. Metode estimasi Three Stage Least Squares (3SLS) digunakan dalam penelitian ini.Model (baik inflasi dan persamaan kredibilitas) memberikan bukti yang menunjukkan bahwamemang ada tendensi sifat forward looking pada kebijakan moneter di Indonesia, dilihat darikredibilitas bank Indonesia yang terproyeksi dari ekspektasi inflasi. Ini menunjukkan bahwaperilaku masyarakat Indonesia terhadap kebijakan moneter berdasarkan ekspektasi di masa depan,bukan di masa lalu (backward looking).
Analisis Perbedaan Pendapatan Petani yang Menerima Kredit dengan yang Tidak Menerima Kredit (Studi Petani Jeruk di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu)
Suhartini Suhartini;
Ririn Sudarwati
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : University Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (774.267 KB)
|
DOI: 10.26905/jrei.v1i1.4760
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani jeruk yang menerima kredit dengan petani jeruk yang tidak menerima kredit yang dihitung menggunakan uji beda t. data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuisioner. Dengan populasi yang digunakan adalah petani jeruk yang menerima kredit dengan petani jeruk yang tidak menerima kredit di Dusn Kungkuk Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu.Teknik Pengambilan sampel menggunakan teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan perhitungan t hitung yang di bandingkan dengan t tabel, serta menggunakan uji beda sampel t test. Berdasarkan hasil analisis dengan uji t bahwa pendapatan petani jeruk yang menerima kredit hasilnya lebih besar dibandingkan dengan petani jeruk yang tidak menerima kredit, serta menurut hasil uji beda sample t test pendapatan petani jeruk yang menerima kredit sebesar 0,026 alpha 0,05 maka dinyatakan signifikan yang artinya terdapat perbedaan pendapatan petani jeruk yang menerima kredit dengan yang tidak menerima kredit. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendapatan petani jeruk yang menerima kredit lebih besar dibandingkan dengan pendpaatan petani jeruk yang tidak menerima kredit.https://doi.org/10.26905/jrei.v8i1.
Penguatan Peran Sektor Keuangan bagi Percepatan Pemerataan Kesejahteraan
Lokot Zein Nasution
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 2, No 1 (2021): February 2021
Publisher : University Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.932 KB)
|
DOI: 10.26905/jrei.v2i1.6183
Kebijakan untuk mengoptimalkan peranan sektor keuangan bagi penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan seringkali kurang berhasil. Hal ini diakibatkan oleh lemahnya daya analisis untuk memetakan akar masalah penyebab kemiskinan. Padahal, peranan sektor keuangan sangat dibutuhkan dalam menyediakan aksesibilitas jasa layanan keuangan terutama kepada masyarakat miskin. Mengoptimalkan peran sektor keuangan dalam menciptakan model keuangan yang inklusif diyakini mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan yang bisa bertahan dalam jangka panjang. Berdasarkan latar belakang tersebut, tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana mekanisme untuk mengoptimalkan peranan sektor keuangan dalam mempercepat pemerataan kesejahteraan. Berdasarkan metode literature review, hasil beragam studi empiris menemukan bahwa optimalisasi peranan sektor keuangan harus bisa mengkonstruksi akar masalah penyebab kedalaman dan keparahan kemiskinan. Strategi yang bisa dikembangkan adalah meningkatkan edukasi dan literasi keuangan di perdesaan, menciptakan ekosistem keuangan yang kondusif, dukungan politik, dan perbaikan kelembagaan bagi masing-masing pelaku sektor keuangan, khususnya agar mampu menciptakan skema pemberdayaan pasca aksesibilitas keuangan diberikan. Semua skema tersebut menjadi syarat untuk mendorong inovasi atas produk dan jasa layanan keuangan yang yang sesuai dengan karakteristik masyarakat sasaran, sehingga diharapkan mampu mempercepat pemerataan kesejahteraan dalam jangka panjang.
Pengaruh PDRB, Pertumbuhan Penduduk, dan UMK Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Flores Timur Tahun 2010-2019
Kristina Adventi Koni Geli;
Harsono Harsono;
Diah Widiawati
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 2, No 1 (2021): February 2021
Publisher : University Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.62 KB)
|
DOI: 10.26905/jrei.v2i1.6185
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari PDRB, Pertumbuhan Penduduk dan UMK terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Flores Timur Tahun 2010-2019, serta menganalisis variabel mana yang dominan. Metode penelitian menggunakan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (i) Perkembangan TPT di Kabupaten Flores Timur Tahun 2010–2019 berfluktuasi setiap tahunnya dengan rata-rata perkembangan 8,60%; (ii) Perkembangan PDR di Kabupaten Flores Timur Tahun 2010-2019 meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata perkembangan 9.49%; (iii) Perkembangan Pertumbuhan Penduduk di Kabupaten Flores Timur Tahun 2010-2019 meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata perkembangan 30,27%; (iv) UMK di Kabupaten Flores Timur Tahun 2010-2019 meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata perkembangan 9.42%; (v) Variabel PDRB dan UMK berpengaruh signifikan terhadap TPT, sedangkan variabel Pertumbuhan Penduduk tidak berpengaruh signifikan terhadap TPT; dan (vi) Variabel UMK mempunyai pengaruh yang dominan terhadap TPT di Kabupaten Flores Timur Tahun 2010-2019.
Analisis Shift Share bagi Penguatan Daya Saing Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Timur
Sishidiyati Sishidiyati;
Mohammad Wahed;
Khukuh Aris;
Putra Perdana
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : University Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.753 KB)
|
DOI: 10.26905/jrei.v2i2.7219
Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kinerja sektoral di Jawa Timur mengalami perubahan pada masing-masing daerah kabupaten/kota. Kinerja sektoral mempunyai peranan penting dalam mengakselerasi kesejahteraan masyarakat, sehingga dibutuhkan optimalisasi untuk menciptakan transformasi sektoral. Untuk melihat kinerja sektoral pada kabupaten/kota di Jawa Timur, penelitian ini menggunakan pendekatan Shift Share agar mampu melihat apa yang terjadi di sektor ekonomi Jawa Timur dan sektor ekonomi kabupaten/kota pada periode tahun 2011- 2019. Fokus analisis ditujukan pada daerah aglomerasi, yaitu di Gerbangkertosusilo, Pulau Madura dan wilayah Tapal Kuda (Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Kabupaten Banyuwangi). Hasil analisis menunjukkan bahwa di tingkat provinsi, tidak ada bukti bahwa sektor ekonomi di Jawa Timur telah berubah, tetapi di tingkat wilayah, penelitian ini menemukan bahwa sektor ekonomi di setiap wilayah dapat bervariasi. Salah satu temuan menarik bahwa wilayah atau kabupaten yang memiliki budaya pertanian tradisional mulai bertransformasi ke kawasan industri baru yang sedang berkembang dalam waktu 9 tahun terakhir. Fenomena tersebut dapat menjadi sinyal bagi upaya penguatan daya saing daerah berbasis transformasi sektoral.
Penguatan Industri Halal bagi Daya Saing Wilayah: Tantangan dan Agenda Kebijakan
Lokot Zein Nasution
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : University Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (651.723 KB)
|
DOI: 10.26905/jrei.v1i2.5437
Industri halal di tingkat global terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, tidak hanya dinegara-negara mayoritas muslim, namun juga nonmuslim. Industri halal menawarkan konsepkebaikan untuk dikonsumsi, sehingga menjadi jaminan bahwa produk atau jasa yang dihasilkanmempunyai kualitas terbaik. Indonesia sebenarnya mempunyai potensi yang tinggi dalammenangkap peluang pasar industri halal global, namun masih diperlukan penguatan kebijakan.Tantangan paling besar terletak pada: (i) keberagaman sosial yang mempengaruhi pola konsumsiindustri halal; (ii) relatif masih rendahnya kapasitas pelaku industri khususnya UMKM dalammemahami rantai pasokan halal; (iii) belum adanya integritas hulu hilir dalam industri halal; (iv)belum kuatnya integritas produk industri halal akibat regulasi yang masih parsial; dan (v) masihrendahnya tingkat literasi produk industri halal. Agenda kebijakan yang dianggap penting untukmeminimalisir tantangan tersebut adalah melalui efektivitas kelembagaan dalam menjaminintegritas rantai pasok industri halal. Efektivitas kelembagaan mengacu pada integrasi ekosistemindustri halal yang mencakup regulasi, kebijakan, proses, prosedur, peraturan dan hukum yangmengarahkan pemangku kepentingan, khususnya pelaku industri halal menuju kepatuhan syariah.Proses tersebut sangat penting bagi peningkatan daya saing wilayah karena melibatkan seluruhproses produksi dan layanan, yang terhubung dalam rantai pasokan. Usulan tersebut sangatpenting dalam mengembangkan literatur industri halal sebagai bagian integral dari konseppengembangan ekonomi syariah relevansinya dengan penguatan regional.
Pengaruh Jumlah Uang Beredar dan Tingkat Inflasi Terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia Tahun 2008-2017
Clansina Margareth Warkawani;
Noeke Chrispur;
Diah Widiawati
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : University Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (795.243 KB)
|
DOI: 10.26905/jrei.v1i1.4759
Perkembangan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan pertumbuhan ekonomi, yang menunjukkan pertumbuhan produksi barang dan jasa di suatu wilayah perekonomian dalam rentang waktu tertentu. Produksi tersebut diukur dalam konsep nilai tambah (value added) yang diciptakan oleh sektor–sektor ekonomi di wilayah bersangkutan yang secara total dikenal sebagai Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan demikian, PDB dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk mengukur kinerja perekonomian suatu negara atau sebagai cerminan keberhasilan suatu pemerintahan dalam menggerakan sektor–sektor ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel yang terdiri dari jumlah uang beredar dan tingkat inflasi dan PDB serta menganalisis variabel yang berpengaruh dominan diantara jumlah uang beredar dan tingkat inflasi terhadap PDB. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguatkan hasil penelitian ini adalah dengan menggunakan uji asumsi klasik, analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, uji F, dan uji T. Dari hasil penelitian didapat bahwa tingkat inflasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap PDB langsung di Indonesia, tetapi jumlah uang beredar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap PDB langsung di Indonesia dengan α = 5%.https://doi.org/10.26905/jrei.v8i1.
Peran Pengelolaan Objek Wisata Milkindo Green Farm Terhadap Pengembangan Masyarakat Lokal
Aryntika Cahyantini;
Juwita Purnami Restu Suwondo;
Noeke Chrispur Madiarsih
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 2, No 1 (2021): February 2021
Publisher : University Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.189 KB)
|
DOI: 10.26905/jrei.v2i1.6187
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengelolaan objek wisata milkindo green farm terhadap pengembangan masyarakat lokal. Lokasi penelitian berada di objek wisata milkindo green farm yang terletak di Desa Tegalsari, Kec. Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif, yaitu penelitian kontekstual menjadikan manusia sebagai instrumen, dan disesuaikan dengan situasi yang wajar dalam kaitannya dengan pengumpulan data yang pada umumnya bersifat kualitatif Hasil penelitian menunjukan bahwa Objek Wisata Milkindo Green Farm sangat berperan besar dalam pengembangan masyarakat lokal, dan mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui daya tarik wisata. Objek Wisata Milkindo Green Farm berperan dalam membantu pemerintah desa untuk mengurangi jumlah kemiskinan di DesaTegalsari. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Objek Wisata Milkindo Green Farm yang mampu memberi kesempatan kepada masyarakat mengembangkan diri untuk keluar dari jerat kemiskinan, karena jumlah penduduk yang bekerja atau memiliki penghasilan meningkat. Peran Objek Wisata Milkindo Green Farm dalam penyerapan tenaga kerja sangat dirasakan oleh hampir semua masyarakat setempat, sehingga mampu mengurangi tingkat pengangguran. Hal ini dikarenakan adanya kerjasama pengelola Milkindo dengan masyarakat dalam mengelola potensi yang ada tersebut untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Keberadaan Objek Wisata Milkindo Green Farm selain memberi dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, juga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sosial masyarakat. Hal tersebut disebabkan oleh terjadinya proses asimilasi budaya, yang diakibatkan oleh adanya budaya baru yang masuk dalam lingkungan tersebut.
Efektivitas Penggunaan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat Program KOTAKU dalam Mendukung Inovasi Daerah Kabupaten Banyuwangi
Noor Seto Ananta;
Edi Subiyantoro;
Maxion Sumtaky
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 2, No 1 (2021): February 2021
Publisher : University Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.031 KB)
|
DOI: 10.26905/jrei.v2i1.6178
Pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan, sehingga pola pembangunan yang bersifat top down masih banyak terjadi di beberapa daerah. Pemanfaatan dana bantuan pemerintah yang tidak efektif juga menghambat perkembangan inovasi daerah. Maka dari itu, perlu dideskripsikan maksud dari inovasi daerah, mengevaluasi keterkaitan bantuan pemerintah dalam mendukung inovasi daerah, serta menganalisis efektivitas penggunaannya. Metode analisa yang digunakan dengan metode analisis deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa peran kepala daerah sangat mempengaruhi perwujudan inovasi daerah, penggunaan bantuan pemerintah menjadi efektif dengan adanya peran civil society. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan pembangunan yang berkelanjutan dapat dicapai dengan adanya kolaborasi dari semua pihak.