cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Komplek House of Glory Belakang Ruko Eden Park, Taman Baloi, Batam Kota, Batam City, 29432 Kec. Batam Kota, Kotamadaya Batam, Kepulauan Riau.
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Coster
ISSN : -     EISSN : 28076044     DOI : -
Real Coster : Journal of Community Service receives all articles regarding Community Service reports from lecturers, both within the Batam Real Theological College, as well as other Christian religious colleges.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: September 2022" : 7 Documents clear
Pembinaan Karakter Anak melalui Aktivitas Bermain, Drama Fabel dan Kontemplasi di GPIN Bukit Zaitun Bandar Lampung Serepina Yoshika Hasibuan; Setiaman Larosa
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v5i2.178

Abstract

love for God. From the evaluation results of Sunday school teachers and parents, it is known that changes in Character building of children can be done in many ways. However, unfortunately there are still not many servants of God who have succeeded in designing an activity that is fun, not boring, full of entertainment but also teaches spiritual character in depth This paper discusses three methods used in children's character-building activities, namely playing activities, staging fable dramas and nights of contemplation. These three events are packaged in such a way in two days to create a fluid atmosphere, fun but also touching the hearts of every child. This character development of children is manifested in the context of Community Service activities carried out by STTMSL lecturers in collaboration with Sunday school teachers at GPIN Bukit Zaitun Panjang on January 14-15, 2021. Through this series of activities, several characters to be built include: honesty, mutual respect, concern and children's behavior and character are seen that are in line with the target of the activity.Keywords: character building; contemplation; drama; playing  AbstrakPembinaan karakter anak dapat dilakukan dengan banyak cara. Namun, sayangnya masih belum banyak pelayan Tuhan yang berhasil merancang sebuah kegiatan yang menyenangkan, tidak membosankan, penuh hiburan tetapi juga mengajarkan karakter rohani secara mendalam. Tulisan ini membahas tiga cara yang dipakai dalam kegiatan pembinaan karakter anak yakni aktivitas bermain, pementasan drama fabel dan malam kontemplasi. Ketiga acara ini dikemas sedemikian rupa dalam dua hari untuk membuat suasana cair, menyenangkan tetapi juga menyentuh hati setiap anak. Pembinaan karakter anak ini diwujudkan dalam konteks kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh dosen STTMSL bekerja sama dengan guru-guru sekolah minggu di GPIN Bukit Zaitun Panjang pada 14-15 Januari 2021. Melalui rangkaian kegiatan ini, beberapa karakter yang hendak dibangun antara lain: kejujuran, saling menghargai, kepedulian dan kecintaan pada Tuhan. Dari hasil evaluasi guru sekolah minggu dan orang tua, diketahui bahwa nampak perubahan perilaku dan karakter anak yang mengarah sesuai dengan sasaran kegiatan.Kata kunci: bermain; drama; kontemplasi; pembinaan karakter
Pembinaan dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Lingkungan Hidup Sehat di SD Pondok Kasih Batam Moralman Gulo; Putri Jelita Daeli; Elvi Putri Jelita Hia; Sulveni Fritma; Haposan Simanjuntak; Yunardi Kristian Zega; Yusak Hentrias Ferry
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v5i2.237

Abstract

This Community Service activity was carried out at the Pondok Kasih Elementary School  in the Sagulung, Batam City. Based on the survey results, the  Community Service team found that there were several problems that occurred in the area regarding a healthy environment. It can be seen that the school environment is not well maintained and preserved because the garbage is not properly placed and the cleanliness of the school environment is still not optimal. Therefore, the objectives of this activity are: 1) to foster the awareness of elementary school students at Pondok Kasih Batam towards a healthy living environment, 2) increase the knowledge of students in maintaining and preserving a healthy and comfortable living environment, 3) increasing the idea of creativity of students in managing non-organic waste. The methods are: 1) observation as the initial stage, 2) coaching, in which the team provides materials and practices on understanding a healthy environment, and 3) evaluation of the activities that have been carried out. The result of this activity is that the students of SD Pondok Kasih Batam have knowledge about the importance of a healthy living environment and are able to maintain and preserve a healthy environment wherever they are.Keywords: healthy environment; coaching; batam love cottage; primary school AbstrakKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Pondok Kasih kecamatan sagulung kota Batam. Berdasarkan hasil survei, tim PkM menemukan ada beberapa masalah yang terjadi di daerah tersebut mengenai lingkungan hidup sehat. Di mana terlihat lingkungan sekolah kurang terjaga dan terlestarikan dengan baik karena sampah yang belum teratur tempatnya dan kebersihan pada lingkungan sekolah yang masih kurang maksimal. Oleh sebab itu, adapun tujuan dari kegiatan PkM ini, antara lain: 1) untuk membina kepedulian peserta didik SD Pondok Kasih Batam terhadap lingkungan hidup sehat, 2) meningkatkan pengetahuan peserta didik dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup sehat dan nyaman, 3) meningkatkan ide kreativitas peserta didik dalam mengelola sampah non-organik. Metode yang dilakukan tim agar terlaksananya kegiatan PkM ini berjalan dengan baik, yakni: 1) observasi sebagai tahapan awal, 2) pembinaan, di mana tim memberikan materi serta praktik tentang pemahaman lingkungan hidup sehat, dan 3) evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Hasil dari kegiatan PkM ini adalah peserta didik SD Pondok Kasih Batam memiliki pengetahuan tentang pentingnya lingkungan hidup sehat dan mampu menjaga serta melestarikan lingkungan hidup sehat di mana pun mereka berada.Kata kunci: lingkungan sehat; pembinaan; pondok kasih batam; sekolah dasar
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Untuk Pengajar Anak dan Remaja di Jemaat GMIT Bethania Naet-Klasis Amarasi Timur Daud Saleh Luji; Tri Oktavia Oematan; Simon Kase; Dominggus Y. Selan
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v5i2.174

Abstract

The task of a church teacher is not only to carry out professional teaching duties in the church but also to supervise the teachings in the congregation, but the fact is that there are still many teachers who do not have an academic educational background. Therefore, need a training for these teachers. From the problem above, the Community Service team of the Christian Religious Education Study Program was encouraged to carry out these activities at GMIT Bethania Naet. The aim is to provide training and assistance to GMIT Congregation teachers Bethania Naet making media from used goods. The method used is training and mentoring. This activity was carried in two sessions. First, the delivery of material about duties and functions of teachers, the importance of using media in conveying biblical stories to children and adolescents. Second, training with the following stages: 1) examples of making media from used goods, 2) divided participants into four groups with a total of 5 people in each group, 3) participants start to make media using used goods according to the theme provided and assisted by the trainers. The results of this activity all participants can make learning media using used goods.Keywords: learning media; training; accompaniment; child teacher; teenagerAbstrakTugas seorang pengajar jemaat tidak saja melakukan tugas pengajaran secara profesional dalam gereja tetapi juga melakukan pengawasan terhadap ajaran dalam jemaat, namun kenyataan masih banyak pengajar yang tidak memiliki latar belakang pendidikan secara akademis. Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan bagi pengajar-pengajar tersebut. Dari latar belakang masalah di atas, maka tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) terdorong untuk melakukan kegiatan tersebut di GMIT Bethania Naet. Tujuannya adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pengajar Jemaat GMIT Bethania Naet tentang pembuatan media pembelajaran dari barang bekas. Metode yang yang dipakai  adalah pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini dilakukan dalam dua sesi. Pertama, penyampaian materi tentang tugas dan fungsi pengajar, pentingnya penggunaan media pembelajaran dalam menyampaikan cerita-cerita alkitab kepada anak dan remaja. Kedua, pelatihan dengan tahapan sebagai berikut: 1) pemberian contoh pembuatan media pembelajaran dari barang bekas, 2) peserta dibagi ke dalam empat kelompok dengan jumlah setiap kelompok 5 orang, 3) peserta mulai melakukan cara pembuatan media pembelajaran menggunakan barang bekas sesuai dengan tema yang diberikan dan didampingi oleh para pelatih. Hasil dari kegiatan ini semua peserta dapat membuat media pembelajaran dengan menggunakan barang-barang bekas.Kata kunci: media pembelajaran; pelatihan; pendampingan; pengajar anak; remaja
Upaya Pendampingan Belajar Anak Melalui Kegiatan Calistung di Pulau Semukit Galang Roy Damanik; Ely Rahmayanti Ginting; Abel Ninggor Lumbantoruan; Adel Yanti Br Mangunsong; Fitra Jaya Telaumbanua; Master Martias Lumban Toruan; Meykarno Simamora; Purwisasi Yuli; Young Sook Kim; Herto Efendi Simatupang
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v5i2.227

Abstract

Learning mentoring is an activity to provide assistance by a companion to individuals or groups who need help. The children on Semukit Island are the focus of this activity, children are lagging behind in reading, writing, and arithmetic. This is evidenced by the presence of children who cannot distinguish letters, cannot write, and have difficulty working on addition problems that should be done in a short time. When carrying out calistung learning mentoring, the community service team uses a mentoring strategy with an individual approach, namely one teacher accompanies a minimum of 1 child and a maximum of 3 children. This activity aims to help children catch up on lessons due to the pandemic period, where children miss lessons that are held online. Thus, children will be able to improve learning achievement. This writing uses participatory action research, where this research is to examine the educational process carried out in the community, namely Semukit Island located in Galang, Riau Islands. As a result of this assistance, children are able to recognize letters, read, write, do math, read and memorize English vocabulary.Keywords: children; study; calistung; accompaniment; semukit island AbstrakPendampingan belajar merupakan kegiatan memberikan pertolongan oleh seorang pendamping kepada individu ataupun kelompok yang membutuhkan pertolongan. Anak-anak di Pulau Semukit menjadi fokus kegiatan ini, anak-anak mengalami ketertinggalan dalam membaca, menulis, dan berhitung. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya anak-anak yang belum bisa membedakan huruf, tidak bisa menulis, dan kesulitan untuk mengerjakan soal penjumlahan yang seharusnya bisa dikerjakan dalam waktu singkat. Saat melaksanakan pendampingan belajar calistung, tim PkM menggunakan strategi pendampingan dengan pendekatan individual, yakni satu pengajar mendampingi minimal 1 anak dan maksimal 3 anak. Kegiatan ini bertujuan untuk menolong anak-anak dalam mengejar ketertinggalan pelajaran akibat masa pandemi, di mana anak-anak ketinggalan pelajaran yang dilaksanakan secara online. Dengan demikian, anak-anak akan mampu meningkatkan prestasi belajar. Penulisan ini menggunakan penelitian participatory action reseach, di mana penelitian ini adalah untuk meneliti proses pendidikan yang dilaksanakan di tengah masyarakat, yakni Pulau Semukit yang terdapat di Galang Kepualauan Riau. Hasil dari pendampingan ini, anak-anak sudah bisa mengenal huruf, membaca, menulis, mengerjakan matematika, membaca dan menghafal kosakata Bahasa Inggris.Kata kunci: anak; belajar; calistung; pendampingan; pulau semukit
Pendampingan Penggunaan Aplikasi Quizizz dalam Pembelajaran Jarak Jauh Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas Tinggi di SD Negeri Kepatihan Surakarta Jerrymia Heaven; Sarah Andrianti; Sri Wahyuni; Thomas Prajnamitra; Yonatan Alex Arifianto
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v5i2.175

Abstract

The pandemic that has occurred more than a year has left homework for teachers. That is a Christian religious education teacher at the elementary school level, focused on SDN Kepatihan Surakarta. Teachers complain is difficult to determine the right method in learning. At the elementary school level, various kinds of problems, especially in online learning; not all students have cellphones and some rely on their parents' cellphones. In addition, the limited quota also makes it impossible to do virtual learning through the Zoom application every day. Therefore, teacher asks the Community Service’s help to disseminate innovative learning media that students like by using the Quizizz application, which is a form of educational game. The purpose is to equip teachers in innovative and creative learning to increase the achievement of the value of Christian religious education subjects in high grades at SDN Kepatihan. The method applied by Participatory Action Research is to actively involve teachers and students in the service process, through mentoring the use of the Quizizz application. Through this it can be seen that students are very enthusiastic about doing the quiz given by the teacher and follow up on the results of the quiz done by students.Keywords: mentoring; quizizz; distance learning; christian education AbstrakPandemi yang terjadi sudah lebih dari satu tahun menyisakan pekerjaan rumah bagi guru. Salah satunya adalah guru pendidikan agama Kristen pada jenjang Sekolah Dasar yang dalam penelitian ini difokuskan di SDN kepatihan Surakarta. Guru PAK mengeluhkan bahwa kesulitan dalam menentukan metode yang tepat dalam pembelajaran. Karena pada jenjang Sekolah Dasar memiliki berbagai macam problematika terutama dalam pelaksanaan pembelajaran daring dimana belum semua siswa memiliki handphone (HP) sendiri serta masih ada yang mengandalkan HP orang tuanya. Selain itu keterbatasan kuota yang dimiliki siswa sehingga tidak dapat dipaksakan untuk melakukan pembelajaran secara virtual melalui aplikasi zoom setiap hari. Untuk itulah guru meminta bantuan kepada tim Pengabdian kepada Masyarakat guna diseminasi media pembelajaran yang inovatif dan disukai siswa yaitu dengan menggunakan aplikasi Quizizz yang merupakan salah satu bentuk game edukatif. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperlengkapi guru PAK dalam mengemas pembelajaran yang inovatif dan kreatif yang dapat meningkatkan pencapaian nilai mata pelajaran pendidikan agama Kristen pada Kelas tinggi di SDN Kepatihan. Adapun metode yang diterapkan Participatory Action Research adalah dengan melibatkan secara aktif guru dan siswa dalam proses pengabdian yaitu melalui pendampingan penggunaan aplikasi Quizizz. Dari kegiatan ini terlihat bahwa siswa sangat berantusias mengerjakan quiz yang diberikan oleh guru dan guru juga dapat melakukan tindak lanjut atas hasil quiz yang dikerjakan siswa.Kata kunci: pendampingan; quizizz; pembelajaran jarak jauh; pendidikan agama kristen
Pengembangan Aspek Psikomotorik Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Ulunoyo dalam Mengajar Sekolah Minggu Arozatulo Telaumbanua
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v5i2.191

Abstract

Teaching Sunday School needs effective, creative, innovative and dynamic psychomotor to produce a good and quality teaching process. A Sunday School teacher should not underestimate Sunday School children in understanding God's Word. Some Sunday School teachers think children are not critical, the fact they have complex skills. The majority of Sunday School teachers are educated or currently sitting in high school. Thus, the psychomotor aspect really needs to be developed through trainings carried in schools and churches. Because teaching Sunday school cannot be carried like a sermon at Sunday worship in church, but Sunday school activities are full of creations and are colored with a joyful and fun atmosphere for children. The purpose is to improve the skills of State High School 2 Ulunoyo students in teaching creative Sunday schools. A combination of lecture, question and answer and role-playing methods was used. As a result of this community service, students better understand the importance of creation in Sunday school teaching, add experience and give new enthusiasm to be involved in Sunday school activities in their respective churches. They are very enthusiastic about participating in this activity and implementing it in the Sunday school ministry where they serve.Keywords: evelopment; psychomotor; students; teaching; sunday school AbstrakMengajar Sekolah Minggu perlu psikomotorik yang efektif, kreatif, inovatif dan dinamis untuk menghasilkan proses pengajaran yang baik dan berkualitas. Dalam mengajar Sekolah Minggu, seorang guru Sekolah Minggu tidak boleh menganggap remeh anak Sekolah Minggu dalam memahami Firman Tuhan. Sebagian guru Sekolah Minggu beranggapan bahwa anak sekolah minggu tidak kritis. Namun yang benar faktanya ialah anak Sekolah Minggu memiliki keterampilan yang kompleks. Guru Sekolah Minggu mayoritas berpendidikan atau sedang duduk dibangku Sekolah Menengah Atas. Dengan demikian aspek psikomotorik sangat perlu dikembangkan melalui pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan di sekolah maupun di gereja. Sebab mengajar sekolah minggu tidak dapat dilaksanakan seperti khotbah pada ibadah minggu atau ibadah raya di gereja, tetapi kegiatan sekolah minggu penuh dengan kreasi-kreasi dan diwarnai dengan suasana yang sukacita serta menyenangkan bagi anak sekolah minggu. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Ulunoyo dalam mengajar sekolah minggu yang kreatif. Dalam kegiatan tersebut, digunakan metode kombinasi antara ceramah, tanya jawab dan bermain peran. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini, siswa lebih memahami pentingnya kreasi dalam mengajar sekolah minggu, menambah pengalaman dan memberikan semangat baru untuk terlibat dalam kegiatan sekolah minggu di gereja masing-masing. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan menerapkan di pelayanan sekolah minggu di mana mereka melayani.Kata Kunci: pengembangan; psikomotorik; siswa; mengajar; sekolah minggu
Pembelajaran Hermeneutika dan Pelatihan Homiletika di Gereja Kristen Kerasulan Indonesia Purworejo Sunarto Sunarto; Robi Prianto; Dreitsohn Franklyn Purba; Yohanes Hasiholan Tampubolon; Vena Melinda Tiladuru; Aeron Frior Sihombing
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v5i2.226

Abstract

The purpose of this Community Service Team is to train the knowledge and skills of the GKKI congregations in Purworejo in hermeneutics and homiletics. Community Service Team gave lectures, questions and answers and the tasks carried out by the participants. This training is important because the Bible has gulfs (historical, cultural, linguistic, social and so on) that separate the current reader from the Bible writer. Likewise homiletics, because preaching is an important part of worship, as a means of building faith and means of evangelism. The method used is by going directly to the place of activity and conducting face-to-face training. The training process goes through three stages: preparation, implementation and evaluation as well as a follow-up to the results of the training. The results obtained are that the board and congregation are very enthusiastic in developing their knowledge and skills to preach. They also increasingly understand the importance of hermeneutics for interpreting the Bible. Administrators can also outline sermons and deliver sermons according to good interpretive guidelines.Keywords: training; hermeneutics; homiletics AbstrakTujuan kegiatan PkM ini adalah untuk melatih pengetahuan dan keterampilan pengurus jemaat dalam hermeneutika dan homiletika. Tim PkM memberikan ceramah, tanya jawab dan tugas-tugas yang dikerjakan oleh peserta. Pembelajaran ini penting karena Alkitab memiliki jurang (sejarah, budaya, bahasa, sosial dan sebagainya) yang memisahkan pembaca saat ini dan penulis Alkitab. Demikian juga pelatihan homiletika, karena khotbah merupakan bagian penting dalam ibadah sebagai sarana pembinaan iman dan sarana penginjilan. Para pengurus jemaat juga belum pernah mendapatkan pembelajaran hermeneutika dan pelatihan homiletika, bahkan pemimpin jemaat belum pernah mengikuti pendidikan teologi secara formal. Metode yang digunakan dengan mendatangi langsung tempat kegiatan dan melakukan pelatihan secara tatap muka. Proses pelatihan melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan dan evaluasi juga tindak lanjut hasil pelatihan. Adapun hasil yang diperoleh yaitu pengurus jemaat sangat antusias dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka untuk berkhotbah. Mereka juga semakin memahami pentingnya hermeneutika untuk menafsirkan Alkitab. Para pengurus juga dapat menyusun kerangka khotbah dan menyampaikan khotbah sesuai dengan pedoman-pedoman penafsiran yang baik.Kata kunci: pelatihan; hermeneutika; homiletika

Page 1 of 1 | Total Record : 7