cover
Contact Name
ANA WIGUNANTININGSIH
Contact Email
jurnalmaternal.mh@gmail.com
Phone
+6285642011114
Journal Mail Official
jurnalmaternal.mh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brigjen Katamso Barat, Gapura Papahan Indah, Papahan, Kec. Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57722
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Maternal
ISSN : 25413120     EISSN : 25415085     DOI : http://dx.doi.org/10.54877
The Journal of Maternal particularly focuses on the main problems in the development of the vocational health areas as follows: - Basic Midwifery - Midwifery science - Maternal Health - Public Maternal Health - Reproduction Health - Mother and child health - Nutrition
Articles 159 Documents
GAMBARAN KECEMASAN PRIMIGRAVIDA PADA KEHAMILAN TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TASIKMADU Anggraini Dewi Lestari; Ana Wigunantiningsih; Hastutik -
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v2i3.647

Abstract

ABSTRACTBaby born at first is the new experience and hard for mother and as a women in usually. Anxiety in women usually comes to the heart because women must have a new adaptation with physic and psychological . According to the observation and first research on Desember 19, 2014 including interview with 10 women in primigravida in Local Government Clinic Tasikmadu any 3 women who have anxiety for baby born Trimester III. This purpose of the research is to know the anxiety picture of primigravida in pregnancy of trimester III in Local Government Clinic Tasikmadu. This research is qualitative descriptive. The research conduct on April 2015 in Local Government Clinic Tasikmadu Karanganyar. Sampling technique  is using purposive sampling in 4 respondents. Research instrument is note, interview and tape recorder. The result of the research is 2 respondents who have soft anxiety in baby born, and 2 respondents in enough anxiety for primigravida trimester III in Local Government Clinic Tasikmadu. The conclusion of the research showed that anxiety in primigravida trimester III is almost women have same anxiety to face baby born.Keywords: Anxiety, Primigravida, Trimester III. ABSTRAKSaat menghadapi persalinan anak pertama merupakan suatu pengalaman baru dan merupakan masa-masa yang sulit bagi seorang wanita. Kecemasan yang terjadi pada wanita yang akan memiliki bayi, umumnya disebabkan karena mereka harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan fisik dan psikologis. Berdasarkan studi pendahuluan yang  dilakukan pada 19 Desember 2014 dengan wawancara 10 orang ibu primigravida di Puskesmas Tasikmadu didapatkan hasil sebanyak 3 orang mengalami kecemasan terhadap kehamilan dan proses persalinan dan 7 orang diantaranya tidak mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecemasan primigravida pada kehamilan trimester III di wilayah kerja puskesmas Tasikmadu. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Waktu penelitian dilakukan pada bulan April 2015 di wilayah kerja Puskesmas Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 4 responden. Instrumen yang digunakan berupa media perekam suara, catatan atau tulisan tangan dan pedoman wawancara. Hasil penelitian gambaran kecemasan primigravida pada kehamilan trimester III di wilayah kerja Puskesmas Tasikmadu dalam kategori kecemasan ringan sebanyak 2 responden sedangkan kategori kecemasan sedang sebanyak 2 responden. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran kecemasan primigravida pada kehamilan trimester III sebagian besar mengalami gejala kecemasan yang sama menjelang persalinan. Kata Kunci : Kecemasan, Primigravida, Trimester III
ANALISIS PERILAKU SADARI PADA REMAJA DI KABUPATEN PATI Dewi Elliana; Sri Mularsih
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 4, No 1 (2020): MATERNAL (JURNAL ILMIAH)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v4i1.766

Abstract

ABSTRACT                     Breast cancer is the second leading cause of death in the world by 13% after cardiovascular disease. Ministry of Health (Ministry of Health) in 2019 stated, the number of breast cancer in Indonesia reached 42.1 people per 100 thousand population. Data for 2017-2018 in starch district there were 4 cases of breast cancer patients died 1 person. In growong lor health center there is one case of breast cancer sufferers.                     Behavior breast self-examination (Breast Self-Examination) is an early detection or prevention of breast cancer that is by doing breast self-examination (Check Breast Self). BSE is an act of early detection of the symptoms of breast cancer.                    This study uses cross sectional according to the nature of the study, this study belongs to the type of correlation analytic research. Population in this study were 30 adolescents in Karang Taruna in Growong Lor Village, Juwana Subdistrict, Pati. Samples in this study were 30 adolescents in Karang Taruna in Growong Village Lor, Juwana District, Pati Regency with total sampling method.                    Results of the study Most respondents had sufficient knowledge of 11 (36.7%) respondents and did realize that as many as 29 (96.7%) respondents.                    The conclusion is that there is a relationship between the level of awareness of adolescents about awareness with awareness behavior in Karang Taruna, Growong Lor Village, Juwana District, Pati Regency, with a p value of 0.01. Health personnel should increase their understanding of BSE through counseling to teenagers.Keywords: Conscious Knowledge, Conscious Behavior ABSTRAKKanker payudara penyebab kematian ke dua di dunia sebesar 13% setelah penyakit kardiovaskuler. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2019  menyatakan, angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk.Data tahun 2017-2018  di Kabupaten pati terdapat 4 kasus penderita kanker payudara meninggal 1 orang . Di puskesmas growong lor terdapat 1 kasus penderita kanker payudara.Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) merupakan upaya deteksi dini atau pencegahan kanker payudara yaitu dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). SADARI adalah tindakan deteksi dini terhadap adanya gejala-gejala kanker payudara.Penelitian ini menggunakan cross sectional  menurut sifat dasar penelitian, penelitian ini termasuk jenis penelitian analitik korelasi .Populasi pada penelitian ini adalah 30 remaja di Karang Taruna Di Desa Growong Lor Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.Sampel dalam penelitian ini adalah 30 remaja di Karang Taruna di Desa  Growong Lor Kecamatan Juwana Kabupaten Pati dengan metode total sampling.Hasil penelitian Sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup 11 (36,7%) responden dan  melakukan Sadari yaitu sebanyak 29  (96,7%) responden.Kesimpulan nya adalah  ada hubungan tingkat pengetahun remaja tentang sadari dengan perilaku sadari di Karang taruna Desa Growong Lor Kecamatan Juwana Kabupaten Pati,dengan p value 0,01.Tenaga kesehatan hendaknya meningkatkan  pemahaman tentang SADARI melalui penyuluhan kepada remaja. Kata Kunci : Pengetahuan Sadari, Perilaku Sadari
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENANGANAN TERSEDAK BENDA ASING PADA BALITA TERHADAP SELF EFFICACY IBU DI POSYANDU DESA PELEM KARANGREJO MAGETAN Yeti Nurhayati; Kartika Dian Listyaningsih; Tresia Umarianti
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 1 (2017): Maternal (Jurnal ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v2i1.621

Abstract

AbstractChoking is a dangerous emergency since general oxygen shortage may happen in a few minutes and this condition may lead to death. Healthcare education for improving moms’ self-efficacy is highly important and this is determined by their ability to perform their duties, reach their goals or cope with obstacles. This study aims at analyzing the effect of healthcare education on treatments for choking in underfive toddlers on mom’s self-efficacy in Integrated Service Post (Posyandu) in Pelem Village Karangrejo Magetan. This study applied quasi-experimental design with one group pretest and posttest. Samples were taken using total sampling technique and the samples consisted of 50 respondents of moms with underfive toddlers. Data were later analyzed using Wilcoxon signed rank test. The research results indicate that score for self-efficacy after pretest is 58% and score for self-efficacy after posttest is 64%. Wilcoxon test results show that healthcare education on treatments for choking in underfive toddlers puts an effect on moms’ self-efficacy. The p value is less than p0.05. Healthcare education using slide power point, demonstration and leaflet influence mom’s self efficacy on treatments for choking. Keywords: Healthcare education, self-efficacy, choking.  Abstrak Tersedak merupakan suatu kegawat daruratan yang berbahaya, karena dalam beberapa menit akan terjadi kekurangan oksigen secara general dan menyebabkan kematian. Pentingnya pendidikan kesehatan untuk meningkatkan self efficacy pada ibu bahwa self efficacy seseorang ditentukan oleh kemampuan untuk melakukan sebuah tugas, mencapai tujuan atau mengatasi hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang penanganan tersedak benda asing pada balita terhadap self efficacy ibu di Posyandu Desa Pelem Karangrejo Magetan. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental design: pretest-posttest one group design. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, sampel penelitian ini berjumlah 50 responden ibu yang mempunyai anak balita. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai self efficacy saat pretest 58 % dan saat posttest 64 %. Hasil uji Wilcoxon didapatkan bahwa ada pengaruh antara pendidikan kesehatan tentang penanganan tersedak benda asing pada balita terhadap self efficacy ibu. Nilai P value 0,000 lebih kecil dari nilai (p 0,05). Pendidikan kesehatan dengan menggunakan media slidepower point, demonstrasi, dan pembagian leafleat mempengaruhi self efficacy ibu tentang penanganan tersedak benda asing.Kata kunci: pendidikan kesehatan, self efficacy,tersedak benda asing
IDENTIFIKASI KEJADIAN BAYI DENGAN BBLR DI PUSKESMAS TASIKMADU KARANGANYAR TAHUN 2016 Suwarnisih -; Anindhita Yudha Cahyaningtyas
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v2i3.630

Abstract

 Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) akan meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian bayi. Berat badan lahir sangat menentukan prognosa dan komplikasi yang terjadi. Hal ini akan bertambah buruk jika berat badan tidak bertambah untuk waktu yang lama (Maryunani, 2013). Indikator kesehatan suatu bangsa masih di lihat dari tinggi atau rendahnya angka kematian bayi dan anak, terjadinya kematian bayi dan anak berkaitan dengan masalah kesehatan bayi dan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian bayi dengan BBLR di puskesmas Tasikmadu, Karanganyar tahun 2016.Metode yang digunakan adalah penelitian observasional deskriptif yaitu dilakukan peneliti pada saat memasuki situasi sosial tertentu sebagai objek penelitian. Penelitian dilakukan di Puskesmas Tasikmadu, Karanganyar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi BBLR yang lahir pada tahun 2016 di wilayah kerja puskesmas Tasikmadu, Karanganyar, Tehnik sampling yang di gunakan dalam penelitian ini adalah “Sampel Jenuh/total sampling” dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kejadian bayi dengan BBLR di Puskesmas Tasikmadu, Karanganyar tahun 2016 yaitu ada 42 orang. Hasil analisis kejadian BBLR yang paling banyak ada di desa Kaling sebanyak 10 orang (23,8 %), sedangkan yang paling sedikit di desa Karangmojo yaitu 2 orang (4,8 %).Simpulan yang didapat dari hasil penelitian diperoleh jumlah kejadian bayi dengan BBLR di puskesmas Tasikmadu, Karanganyar tahun 2016 sebanyak 42 bayi.    Kata Kunci : Bayi,  Berat Badan Lahir Rendah  Low birth weight (LBW) will increase the rate of morbidity and infant mortality rate. Birth weight determines the prognosis and complications that occur. This will get worse if the weight does not increase for a long time. The health indicators of a nation are still seen from the high or low infant and infant mortality rates, infant and child mortality related to infant and child health problems. The aim of this research is to abtain the incidents of infants with LBW at Tasikmadu Public Health Center Karanganyar in 2016.The method that used in this research was observational descriptive that is done by researchers when entering certain social situations as the object of research. The research was conducted at Puskesmas Tasikmadu, Karanganyar. Population in this research was all infants with LBW that was born in 2016 at work area of Tasikmadu Public Health Center Karanganyar. Sampling techniques that used in this research were: Saturated Samples or Total Sampling "where all members of the population sampled.The results of this research indicate the number of infant with LBW incidents at Tasikmadu Public Health Center Karanganyar in 2016 are 42 infants. The most incidents of LBW in Kaling village that was 10 infants (23,8%), whereas the least of LBW in Karangayar village was 2 infants (4,8%).The conclusion of this research shows that the incidents of infants with LBW in Tasikmadu Public Health Center Karanganyar in 2016, that was 42 infants.   Keywords : infants, low birth weight (LBW)
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL TENTANG MENARCHE PADA SISWI KELAS IV, V DAN VI DI SDN 03 JATEN KARANGANYAR Suwarnisih -; Reni Puspita Sari
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 3, No 1 (2019): MATERNAL (Jurnal Ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v3i1.733

Abstract

ABSTRACTAdolescence is a transition period of development from childhood to adulthood, aged between 10-24 years. The changes that occur in adolescence, especially young women, one of which is the presence of menarche. Young women need to know about menarche to be better prepared for the first menstrual period. Adolescent Reproductive Health Education is very important to provide knowledge adolescents, it can be counseling, guidance, prevention, handling problems related to adolescent reproductive health education. Audiovisual media contribute greatly to changes people's behavior, especially in the aspects of information and persuasion. The purpose of this study was to determine the effectiveness of health education with audiovisual media about menarche in female students class IV, V, and VI in SDN 03 JatenKaranganyarThis study used cross sectional approach and quasy experiment design with the design of one group pre-test post-test. This design has no comparison group. The measurement process was carried out twice, namely pre-test measurement, and followed by intervention, then post-test was performed. Population in this study were all female students of grades IV, V, and VI SD N 03 JatenKaranganyar, the sampling technique used was accidental sampling with as many as 100 female students. Data analysis using t-dependent test.The results showed that the p-value was 0,000 α (0,005), meaning that there was a significant difference in mean knowledge about menarche before and after intervention. Keywords: HealthEducation, Audiovisual Media, Menarche ABSTRAKUsiaremajamerupakanperiodetransisiperkembangandari masa anakke masa dewasa, usiaantara 10 – 24 tahun. Perubahan yang terjadi pada masa remajakhususnyaremajaputri salah satunyaadalahadanya menarche. Remajaputriperluuntukmengetahuitentang menarche agar lebihsiap pada saatmengalamimenstruasi yang pertama kali tersebut. Pendidikan kesehatanReproduksiRemaja (KRR) sangatpentinguntukmemberikanbekalpengetahuankepadaremaja, dapatdiwujudkandalampenyuluhan, bimbingan dan konseling, pencegahan, penangananmasalah yang berkaitandengan KRR. Media audiovisual memberikankontribusi yang sangatbesardalamperubahanperilakumasyarakat, terutamadalamaspekinformasi dan persuasi. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuiefektivitaspendidikankesehatandengan media audiovisual tentang menarche pada siswikelas IV, V, dan VI di SDN 03 JatenKaranganyarPenelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dandesainquasyeksperimentdenganrancangan one group pre-test post-test. Rancanganinitidakadakelompokpembanding. Proses pengukurandilakukandua kali yaitupengukuran pre-test, dan diikutiintervensi, kemudiandilakukan post-test.Populasidalampenelitianiniadalah seluruh siswikelas IV, V, dan VI SD N 03 JatenKaranganyar, teknikpengambilansampel yang digunakanadalahAccidental samplingdenganrespondensebanyak 100 siswi. Analisis data menggunakan t-dependent Test. Hasil penelitianmenunjukanmenunjukkannilaip-value sebesar 0,000 α (0,005), artinyaadaperbedaan yang signifikanmean pengetahuantentang menarche sebelum dan sesudahdiberikanintervensi. Kata Kunci :Pendidikan Kesehatan,Media Audiovisual,Menarche  
PERAN KADER KESEHATAN DALAM PROGRAM POSBINDU PENYAKIT TIDAK MENULAR DI PUSKESMAS JATEN Nunik Maya Hastuti; Reni Pupitasari; Sri Sugiarsi
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 3, No 2 (2019): MATERNAL (JURNAL ILMIAH)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v3i2.756

Abstract

ABSTRACT The obstacle for Integrated Development Post of Non Trasmitted Diseases cadres in their role is to be incompetent and competent. The purpose of this study was to study the role of cadres in efforts to increase the Integrated Development Post of Non Trasmitted visit at the Jaten Public Health Center. This type research was deskriptive. The sample in this study consisted of 8 cadres; and 40 Posbindu participants. Research data collection by interviewing and observing PTB postbindu activities. Research data were analyzed using content analysis. The results showed that the role of cadres as coordinators and activators of good participation by as many as 19-20 people (47.5% -50%). While the role of cadres as pematau and counselor roles is lacking by 15-24 people (37.5% -60%). Obstacles in carrying out their roles are the cadres’ lack of competence and skills. The conclusion of this research is the role of cadres as coordinators and mobilizers can be heard higher than its role as a monitoring factor of interests and counselors. Keywords: role, cadre, Integrated Development Post of Non Trasmitted ABSTRAK Kendala kader posbindu dalam menjalankan perannya adalah dinilai kurang kompeten dan terampil terkait program posbindu PTM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kader dalam upaya peningkatan kunjungan posbindu penyakit tidak menular di Puskesmas Jaten. Jenis penelitian adalah deskriptif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 8 orang kader; dan 40 orang peserta posbindu. Pengumpulan data penelitian dengan wawancara dan observasi terhadap kegiatan posbindu PTM. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis conten/isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kader sebagai koordinator dan penggerak dinilai baik oleh sebanyak 19-20 orang (47.5%-50%). Sedangkan peran kader sebagai pematau dan konselor dinilai kurang oleh 15 – 24 orang (37.5%-60%). Hambatan dalam menjalankan perannya adalah kompetensi dan ketrampilan kader terglong kurang. Simpulan penelitian ini adalah Peran kader sebagai koordinator dan penggerak dapat diperankan lebih otimal dibandingkan dengan perannya sebagai pemantau faktor resiko dan konselor. Kata Kunci: peran, kader, posbindu, PTM
KONSUMSI SUMBER PROTEIN HEWANI PADA IBU NIFAS BERBASIS SOSIAL BUDAYA Ummi Kulsum; Diah Andriani Kusumastuti
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.602

Abstract

ABSTRACTPuerperal requires adequate nutrition, nutrient needs during childbirth is determined by a good diet on postpartum mothers. Needs adequate nutrition will help to restore the puerperal women in the puerperal body and smoothness on breastfeeding.The phenomenon is often the case in rural communities is the strong influence of culture on foods that are considered good and should be consumed, which is considered to negatively impact her and the baby and should be avoided. Objective: to know the relationship between social and cultural factors on postpartum mother with the consumption of animal protein. This type of research is a cross sectional analytic. The independent variable of socio-cultural and socio-demographic, while the dependent variable consumption of animal protein. The population in this study were all post partum mothers in the Work Area of the city district health centers Holy District in May- July 2016, with a sample of 100 people who were taken using purposive sampling technique sampling. Measuring instrument using a questionnaire. Analysis of data using exact fhisher. The subject of research is the mother postpartum 7-45 days postpartum located in Puskesmas Kota Kudus. The results showed that the majority of respondents aged 20-35 years (76%), the majority of graduate education past high school (52%), working mothers (51%), the number of children 2-3 (54%). Low economic status (63%). Based on the test results fhisher exact error level α = 0.05 ρ = 0,384 values obtained for the correlation of socio-cultural with the consumption of animal protein whose meaning is there is no correlation. While the correlation of sociodemographic factors in the consumption of animal protein for the variables of age, education, occupation, number of children indigo p 0.05 meaning there is no correlation, while the economic status or value of p = 0.013 p 0.05 which meaning there is a correlation. The results of the analysis of the correlation bivariable family composition with animal protein consumption value ρ = 0,024atau value of p 0.05 significance correlation. Results Logistic Regression testing untul most dominant factor that correlates with the consumption of proteinhewani between economic status and family composition results obtained for the composition keluarga.dengan 0,000 thus the most dominant factor that correlates with the consumption of animal protein is the composition of the family. Based on the research results can be concluded that the majority of mothers (76 respondents) lives with her husband and children only (nuclear family) consume animal protein compared with mothers who live with a nuclear family instead. besides the economic status of puerperal women also correlated with the consumption of animal protei. Midwives should cooperate with health workers to provide information about abstinence from food on puerperal by giving leafled, counseling in Posyandu activities of the PKK, so that mothers do not post partum abstinence from food during childbirth. Midwives can make postpartum visits to prevent complications during childbirth.Keywords: Animal Protein,puerperium, social culture  ABSTRAKMasa nifas memerlukan nutrisi yang adekuat, kebutuhan gizi pada masa nifas ditentukan oleh pola makan yang baik pada ibu nifas. Kebutuhan gizi yang tercukupi akan membantu ibu nifas untuk mengembalikan tubuh pada masa nifas dan kelancaran pada proses menyusui. Fenomena  yang  sering  terjadi  di  masyarakat  pedesaan  adalah  kuatnya  pengaruh  dari budaya tentang makanan yang dianggap baik sehingga harus dikonsumsi, yang dianggap memberikan dampak buruk bagi dirinya dan bayi sehingga harus dihindari. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan antara faktor sosial budaya pada ibu nifas dengan konsumsi protein hewani. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik cross sectional. Variabel independent sosial budaya dan sosiodemografi , sedangkan variabel dependen konsumsi protein hewani. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas di Wilayah Kerja puskesmas kecamatan kota Kabupaten Kudus pada bulan Mei – Juli 2016 dengan sampel 100 orang yang diambil menggunakan teknik sampling purposive sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner. Analisa data dengan menggunakan exact fhisher.Subyek Penelitian adalah ibu Nifas 7 – 45 hari pasca melahirkan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kota Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20 – 35 tahun (76 % ) , pendidikan terakhir mayoritas tamat SMU ( 52 % ) , ibu bekerja (51 %), jumlah anak 2 - 3(54 % ). Status ekonomi rendah ( 63 %). Berdasarkan hasil uji exact fhisher pada taraf kesalahan α = 0,05 didapatkan nilai ρ = 0,384 untuk korelasi sosial budaya dengan konsumsi protein hewani yang maknanya adalah tidak terdapat korelasi. Sedangkan korelasi faktor sosiodemografi dengan konsumsi Protein hewani untuk yang variabel usia,pendidikan,pekerjaan ,jumlah anak nila p 0,05 yang maknanya tidak terdapat korelasi, sedangkan status ekonomi   nilai p = 0,013 atau  p 0.05 yang maknanya terdapat korelasi. Hasil analisis bivariabel korelasi komposisi keluarga dengan konsumsi protein hewani   nilai ρ = 0,024atau nilai p 0,05 maknanya terdapat korelasi. Hasil uji Regresi Logistik untul menguji faktor yang paling dominan yang berkorelasi dengan konsumsi proteinhewani antara status ekonomi dan komposisi keluarga diperoleh hasil 0,000 untuk komposisi keluarga.dengan demikian faktor yang paling dominan yang berkorelasi dengan konsumsi protein hewani adalah komposisi keluarga. Berdasarkan Hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa ibu yang mayoritas ( 76 responden ) tinggal dengan suami dan anak saja ( keluarga inti ) mengkonsumsi protein hewani dibandingkan dengan ibu yang tinggal dengan bukan keluarga inti. selain itu status ekonomi ibu nifas juga berkorelasi dengan konsumsi protein hewani. Bidan sebaiknya bekerja sama dengan kader kesehatan untuk memberikan informasi tentang  pantang makanan pada masa nifas dengan memberikan leafled, penyuluhan di posyandu, kegiatan PKK, sehingga ibu post partum tidak melakukan pantang makanan pada masa nifas. Bidan dapat melakukan kunjungan nifas untuk mencegah komplikasi pada masa nifas. Kata Kunci : Protein Hewani, Ibu Nifas , Sosial Budaya
GAMBARAN KUALITAS TIDUR IBU HAMIL TRIMESTER III SETELAH MELAKUKAN PRENATAL GENTLE YOGA Siskana Dewi Rosita; Ana Wigunantiningsih
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 6, No 2 (2022): Maternal (Jurnal ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v6i2.904

Abstract

Ibu hamil trimester III mengalami perubahan fisik yang menyebabkan buruknya kualitas tidur. Di Indonesia wanita hamil pada trimester ketiga sebanyak 97% mengalami gangguan tidur. Penurunan kualitas tidur dapat menyebabkan kesehatan Ibu hamil trimester III menurun, konsestrasi berkurang, mudah lelah, badan terasa pegal, kehilangan mood, juga cenderung emosional (Naviri, 2019). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kualitas tidur ibu hamil trimester III setelah melakukan prenatal gentle yoga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan kelas ibu hamil prenatal gentle yoga di bebimart Karanganyar, dilaksanakan pada bulan Februari - April 2022. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 31 responden. Pengukuran kualitas tidur ibu menggunakan alat ukur kuesioner PQSI (Pittburgh Sleep Quality Index). Hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik responden ibu hamil trimester III sebagian besar memiliki usia 20-35 tahun 18 responden (58%), dengan pekerjaan swasta 12 respoden (38,7%) dan memiliki paritas primipara 22 responden (70,9%). Kualitas tidur menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang baik setelah melakukan  prenatal gentle yoga 24 responden (77,4%).
PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI SMA NEGERI KEBAKRAMAT KARANGANYAR Hastutik Tutik; N.Kadek Sri Eka Putri
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 6, No 1 (2022): Maternal (Jurnal Ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v6i1.863

Abstract

ABSTRACT. Anemia is a health problem that is closely related to nutrition. Based on Riskesdas in 2018, the prevalence of anemia in adolescents was around 32%. This is influenced by the habit of nutritional intake that is not optimal and lack of physical activity is one of the risks that arise in the event of nutritional problems (Kemenkes RI, 2021). The purpose of this study was to determine the level of knowledge of young women about anemia at SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar. The research method used is descriptive. The location of the research was carried out at SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar, carried out in March 2022. The sample used in this study was 152 respondents. The sample size was determined using the Krejoie Table and the Harry King Nomogram. Measurement of knowledge using a closed questionnaire with 25 questions. The questionnaire has been tested for validity and reliability was carried out on 30 respondents, the validity test used the product moment correlation formula from Pearson, the reliability test used Alpha Cronbach. From the results of the study, it was found that most of the respondents had good knowledge (65.1%) and a small proportion (1.3%) had less knowledge about anemia. Keywords: Knowledge, Young Women, Anemia ABSTRAK. Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkaitan erat dengan gizi. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 prevalensi anemia pada remaja berkisar 32%. Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal dan kurangnya aktivitas fisik  adalah salah satu resiko yang timbul jika terjadi masalah gizi (Kemenkes RI, 2021). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar, dilaksanakan pada bulan Maret 2022. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 152 responden. Besarnya sampel ditentukan dengan menggunakan Tabel Krejoie dan Nomogram Harry King. Pengukuran pengetahuan dengan menggunakan kuesioner tertutup dengan 25 butir pertanyaan. Kuesioner telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap 30 responden, uji validitas menggunakan rumus korelasi product moment dari Pearson, uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach.  Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan baik  (65,1%) dan sebagian kecil (1,3%) mempunyai pengetahuan kurang tentang anemia Kata kunci: Pengetahuan, Remaja Putri, Anemia
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PENINGKATAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES BANJARMASIN Nur Rohmah Prihatanti
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 6, No 1 (2022): Maternal (Jurnal Ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v6i1.878

Abstract

ABSTRACT Premenstrual Syndrome (PMS) is a collection of affective and physical symptoms that develop during the luteal phase of the menstrual cycle and disappear within a few days of menstruation. Complaints of Premenstrual Syndrome (PMS) can be in the form of headaches, abdominal pain, breast pain, anxiety, fatigue, loss of energy, difficulty sleeping, and difficulty concentrating. The prevalence of Premenstrual Syndrome (PMS) reaches 90% of the entire population of women of childbearing age in the world and in Indonesia it reaches 85%. The incidence of Premenstrual Syndrome (PMS) can increase because it is influenced by several risk factors, one of which is nutritional status. The study was conducted using a cross sectional approach with an analytical observational design. The research was conducted at the Midwifery Department of the Health Poltekkes of the Ministry of Health Banjarmasin in August-December 2021 with a population of all third semester students of the three diploma study program majoring in midwifery Poltekkes Ministry of Health Banjarmasin in the 2021/2022 academic year, which is as many as 40 people. The sample selection used a simple random sampling method where the sample was taken randomly from the population with the requirement that they had experienced menstruation. The sample was calculated using the Slovin formula and the number of samples was 35 people. The independent variable is nutritional status with the research instrument in the form of Body Mass Index (BMI) and the dependent variable is Premenstrual Syndrome (PMS) with the research instrument in the form of The Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) questionnaire. From the results of a chi-square pearson test, the results of the calculation of p-value = 0,000 or the value of Sig.=0,000 ≤ α=0,05, which means that there is a correlation between nutritional status and an increase in the incidence of Premenstrual Syndrome (PMS) in Midwifery Department students, Poltekkes, Ministry of Health, Banjarmasin. Keywords: Student, Premenstrual Syndrome (PMS), Nutritional Status ABSTRAKPremenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala afektif dan fisik yang berkembang selama siklus menstruasi fase luteal dan menghilang dalam beberapa hari selama menstruasi. Keluhan Premenstrual Syndrome (PMS) dapat berupa nyeri kepala, nyeri perut, nyeri payudara, cemas, lelah, hilang energi, susah tidur, dan sulit berkonsentrasi. Prevalensi Premenstrual Syndrome (PMS) mencapai 90% dari seluruh populasi wanita usia subur di dunia dan di Indonesia mencapai 85%. Kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) dapat meningkat karena dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko salah satunya yaitu status gizi. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan cross sectional dengan desain observasional analitik. Penelitian dilakukan di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin pada bulan Agustus-Desember 2021 dengan populasi seluruh mahasiswi semester tiga program studi diploma tiga jurusan kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin tahun ajaran 2021/2022 yaitu sebanyak 40 orang. Pemilihan sampel menggunakan metode simple random sampling dimana sampel diambil secara acak dari populasi dengan persyaratan sudah mengalami menstruasi. Sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 35 orang. Variabel independen adalah status gizi dengan instrumen penelitian berupa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan variabel dependen adalah Premenstrual Syndrome (PMS) dengan instrumen penelitian berupa kuesioner The Shortened Premenstrual Assesment Form (SPAF). Dari hasil uji pearson chi-square, diperoleh hasil perhitungan p-value = 0,000 atau nilai Sig.=0,000 ≤ α=0,05 yang artinya terdapat hubungan antara status gizi dengan peningkatan kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) pada mahasiswi jurusan kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Kata Kunci: Mahasiswi, Premenstrual Syndrome (PMS), Status Gizi 

Page 10 of 16 | Total Record : 159