cover
Contact Name
ANA WIGUNANTININGSIH
Contact Email
jurnalmaternal.mh@gmail.com
Phone
+6285642011114
Journal Mail Official
jurnalmaternal.mh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brigjen Katamso Barat, Gapura Papahan Indah, Papahan, Kec. Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57722
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Maternal
ISSN : 25413120     EISSN : 25415085     DOI : http://dx.doi.org/10.54877
The Journal of Maternal particularly focuses on the main problems in the development of the vocational health areas as follows: - Basic Midwifery - Midwifery science - Maternal Health - Public Maternal Health - Reproduction Health - Mother and child health - Nutrition
Articles 159 Documents
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI AWAL DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM PADA BAYI BARU LAHIR 0-7 HARI DI RS PKU MUHAMMADIYAH SAMPANGAN SURAKARTA Ekorini, Nevi; Kusdhiarningsih, Betty
Jurnal Ilmiah Maternal Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v8i1.999

Abstract

Banyak tindakan yang relative murah dan mudah diterapkan untuk diterapkan untuk meningkatkan Kesehatan dan kelangsungan hidup bayi baru lahir. Salah satunya adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) segera setelah lahir. Hal ini di dukung oleh pernyataan United Nations Childrens Fund (UNICEF), bahwa sebanyak 30.000 kematian bayi di Indonesia dan 10 juta kematian anak balita di dunia pada tiap tahunnya bisa dicegah melalui pemberian ASI secara eksklusif selama enam bulan sejak tanggal kelahirannya tanpa harus memberikan makanan serta minuman tambahan kepada bayi (UNICEF, 2010). Efek dari praktik pemberian ASI pada 2174 populasi bayi cukup bulan, dan mendeteksi bahwa kadar bilirubin tinggi berkembang di kalangan bayi yang mengalami penurunan berat badab dan tidak mendapatkan ASI yang optimal.Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan pemberian ASI awal dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir 0-7 hari di RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta, dengan menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan rancangan cross sectional, Analisa data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariate dengan menggunakan uji Pearson’s CorrelationAnalisis Bivariat dalam penelitian ini menganalisis hubungan pemberian asi awal dengan kejadian icterus neonatorum pada bayi baru lahir 0-7 hari di RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta menggunakan uji  pearson correlation dan didapatkan hasil p value adalah 0,825. Hal ini berarti nilai p > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan pemberian ASI awal dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir 0-7 hari di RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta. Menurut peneliti, ikterus pada bayi dapat berkurang ketika frekuensi pemberian ASI semakin di tingkatkan sehingga bayi mendapatkan asupan yang cukup dan dapat mengeluarkan bilirubin yang ada dalam tubuh bayi, Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan pemberian ASI awal dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir 0-7 hari di RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta
POTRET PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI BCG DI KABUPATEN KARANGANYAR Wigunantiningsih, Ana
Jurnal Ilmiah Maternal Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v8i1.1000

Abstract

Imunisasi merupakan suatu upaya untuk menimbulkan kekebalan secara aktif terhadap suatu penyakit. Salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi adalah TBC. Penyakit TBC dapat dicegah dengan pemberian imunisasi BCG. Vaksin ini berasal dari bakteri yang dilemahkan. Efektivitas pemberian vaksin BCG sebesar 60-80%. Laporan data imunisasi rutin bulan Oktober 2021, cakupan imunisasi dasar lengkap baru mencapai 58,4% dari target 79,1%, hal ini dapat disebabkan karena ibu tidak kurang pengetahuan tentang imunisasi BCG. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Kabupaten Karanganyar dilakukan pada bulan  April-Mei 2021. Pengambilan sampel dengan tehnik non probability sampling jenis purposive, dengan sampel ibu yang memiliki bayi usia 0-12 buan berjumlah 35 responden. Variabel penelitian merupakan variable tunggal yaitu pengetahuan ibu tentang imunisasi BCG. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian didapatkan ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 34,3%, pengetahuan cukup 42,8% dan pengetahuan kurang sebanyak 22,9%.Kata kunci: pengetahuan ibu, imunisasi, BCG 
Literature Review: Cara Mengatasi Ketidaknyamanan Ibu Hamil dengan Terapi Komplementer Alternatif Agustin, Kurnia; Hastutik, Hastutik; Putri, N Kadek Sri Eka; Sari, Reni Puspita; Suwarnisih, Suwarnisih
Jurnal Ilmiah Maternal Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v8i1.1006

Abstract

ABSTRACTWomen go through many physical and psychological changes during pregnancy. Physical pain is felt from the beginning of pregnancy. During pregnancy, mothers may experience problems and discomfort. To date, conventional methods are still widely used. Complementary therapy, which is increasingly in demand in the community, is one type of intervention that can be provided. The purpose of this literature review is to find out alternative complementary therapies to overcome discomfort in pregnant women. The results of the Literature Review consisted of 10 articles analyzed with the keywords discomfort of pregnant women, how to overcome, complementary. The conclusions of alternative complementary therapies to overcome discomfort in pregnant women are the use of peppermint aromatherapy, citrus lemon, ginger drinks, acupressure at pericardium point 6 and stimulus control and imaging techniques to reduce nausea and vomiting in pregnant women; giving lavender aromatherapy to reduce anxiety in third trimester pregnant women; the use of Gym Ball to reduce back pain in third trimester pregnant women; the use of pregnancy massage relaxation techniques to reduce back pain in third trimester pregnant women; antenatal yoga to reduce back pain in third trimester pregnant women; and the use of kinesiotaping in reducing low back pain in pregnant women, foot massage and warm water soak therapy against lower extremity edema in pregnant women..Keywords: discomfort of pregnant women, how to overcome, complementary ABSTRAK            Wanita mengalami banyak perubahan fisik dan psikologis selama kehamilan. Rasa sakit fisik sudah dirasakan sejak awal kehamilan. Selama kehamilan, ibu mungkin mengalami masalah dan ketidaknyamanan. Sampai saat ini, metode konvensional masih digunakan secara luas. Terapi komplementer, yang semakin diminati masyarakat, adalah salah satu jenis intervensi yang dapat diberikan. Tujuan dari literature review ini yaitu untuk mengetahui terapi komplementer alternatif untuk mengatasi ketidaknyamanan pada bu hamil. Hasil Literature Review terdiri dari 10 artikel yang di analisis dengan kata kunci ketidaknyaman ibu hamil, cara mengatasi, komplementer. Simpulan dari terapi komplementer alternatif untuk mengatasi ketidaknyamanan pada ibu hamil adalah penggunaan aromaterapi peppermint, citrus lemon, minuman jahe, akupresure pada titik pericardium 6 dan kontrol stimulus dan teknik pencitraan untuk mengurangi mual muntah ibu hamil; pemberian aromaterapi lavender Untuk mengurangi rasa cemas pada ibu hamil trimester III; penggunaan Gym Ball untuk menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III; penggunaan teknik relaksasi pregnancy massage untuk menurunkan back pain pada ibu hamil trimester III; yoga antenatal untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester III; dan penggunaan kinesiotaping dalam menurunkan nyeri punggung bawah pada ibu hamil, foot massage dan terapi rendam air hangat tehadap edema ekstremitas bawah pada ibu hamil.Kata kunci: ketidaknyamanan ibu hamil, cara mengatasi, komplementer
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN BREASFEEDING SELF EFFICACY PADA IBU BERSALIN DI PMB SUPADMI IRIANTO BULU SUKOHARJO Remedina, Gipfel; Nugraha, Nareswari Diska
Jurnal Ilmiah Maternal Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v8i1.1007

Abstract

ASI merupakan nutrisi yang  paling baik yang sangat dibutuhkan oleh bayi baru lahir sampai berusia enam bulan. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif 14 kali lebih mungkin untuk bertahan hidup dalam enam bulan pertama kehidupan dibandingkan anak yang tidak ASI eksklusif. Menyusui merupakan metode pemberian makan yang paling tepat pada bayi untuk tumbuh dan berkembang disemua usia dan budaya. Faktor yang dapat mendukung tindakan menyusui efektif antara lain keyakinan diri bahwa ibu mampu untuk menyusui secara efektif. Breastfeeding self-efficacy merupakan kekuatan seorang ibu yang mempengaruhi respon dalam menyusui seperti usaha dan pikiran yang kemudian mempengaruhi inisiasi dan tenaga dari perilaku menyusui. Meningkatkan proses pemberian ASI eksklusif dapat melalui dukungan yang diberikan kepada ibu bersalin. Dukungan yang dimaksud ialah dukungan suami. Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan cross sectional. Besarnya sampel ditentukan dengan menggunakan Total Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Dikatakan ada hubungan antara dukungan suami dengan breasfeeding self efficacy jika nilai p ? 0,05. Hasil terdapat pengaruh yang signifikan antara dukungan suami dengan breastfeeding self efficacy.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI DUSUN NGRINGIN BANGSRI KARANGPANDAN Mahmudah, Mutik
Jurnal Ilmiah Maternal Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v8i1.1008

Abstract

Populasi penduduk lansia didunia semakin meningkat, bahkan indonesia menduduki peringkat ke 4 untuk jumlah penduduk lansia terbanyak setelah Cina, India, dan Amerika Serikat (Notoadmojo, 2017). Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan lansia adalah program Posyandu Lansia. Pelaksanaan kegiatan posyandu merupakan salah satu usaha pendekatan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan primer, semakin tinggi masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, semakin meningkat derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan posyandu lansia di Dusun Ngringin Bangsri Karangpandan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia sebanyak 73 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proposive sampling. Analisis data menggunakan uji statisik Chi Square dengan nilai ?=0,05. Hasil penelitian didapatkan, variabel pekerjaan (pvalue=0,039), pengetahuan (pvalue=0,040), sikap (pvalue=0,631), dukungan keluarga (pvalue=0,014), jarak (pvalue=0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa ada pengaruh antara variabel pekerjaan, pengetahuan, dukungan keluarga, dan jarak terhadap pemanfaatan posyandu lansia, dan tidak ada pengaruh antara variabel sikap terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Dusun Ngringin Bangsri Karangpandan. Diharapkan bagi tenaga perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia seperti penyuluhan dan sosialisasi tentang manfaat posyandu lansia. 
HUBUNGAN SUMBER INFORMASI DAN AKSESBILITAS TERHADAP PERILAKU KESEHATAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA IBU NIFAS DI DUSUN BANGSRI KARANGANYAR Anggraini, Yeni; Utami, Uji
Jurnal Ilmiah Maternal Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v8i1.1010

Abstract

Perilaku pemeliharaan kesehatan merupakan tindakan seseorang dengan tujuan melakukan pemeliharaan dan menjaga kesehatan agar tidak sakit dan menjadi usaha penyembuhan jika mengalami sakit. Dalam panduan pelayanan pasca persalinan menyebutkan sebagian persalinan dan masa nifas yang normal diperkirakan 15-20 % mengalami gangguan atau komplikasi. Gangguan atau kompilkasi tersebut biasanya tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Dalam hal Asuhan ibu baik saat hamil, bersalin,dan masa nifas masyarakat Indonesia tidak bisa lepas dari perilaku dan kebiasaan berdasarkan adat istiadat atau budaya yang dipercaya memberikan manfaat dan dampak positif. Tidak semua masyarakat mengetahui dampak dari praktik suatu budaya tersebut terutama dalam segi kesehatan. Masih ada ibu nifas yang tidak melakukan perawatan kontrol ke bidan atau tenaga kesehatan karena menganggap masa nifas sebagai hal biasa terutama pada ibu yang berusia lebih dari 35 tahun dan sudah memiliki banyak anak. Maka dari itu penting bagi tenaga kesehatan perlu melakukan mempromosikan kesehatan dan membuat masyarakat mengerti tentang proses pemulihan masa nifas dan memahami perilaku kesehatan dengan keyakinan atau budaya yang dianut . Sehingga masyarakat atau ibu nifas dapat memilih budaya yang bisa dilakukan, dan budaya yang tidak perlu dilakukan karena dapat menimbulkan masalah atau berdampak negatif untuk kesehatan dan kenyamanan pelakunya. Tenaga kesehatan, ibu hamil, keluarga dan masyarakat perlu mengetahui dan mengenali tanda bahaya untuk menghindari masalah tersebut. Adapun tanda bahaya pada masa nifas seperti mengalami perdarahan dalam 42 hari setelah melahirkan yang berlangsung secara terus menerus yang disertai bau tak sedap dan demam hal ini menunjukkan adanya infeksi, bengkak di wajah, tangan dan kaki, atau sakit kepala dan kejangkejang, payudara bengkak, merah disertai rasa sakit dan juga gangguan psikologis pada masa pasca persalinanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Sumber Informasi Dan Aksesbilitas Terhadap Perilaku Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal Pada Masa Nifas Di Dusun Bangsri Karanganyar. Desain penelitian pada penelitian ini adalah analitik korelasi dengan rancangan cross sectional Analisa data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariate dengan menggunakan uji Pearson’s CorrelationDari hasil analisis didapatkan data sebagian besar responden memiliki keterjangkauan aksesibilitas yakni 33 responden (62,3%) dan 40 responden (75,5%) patuh melakukan perilaku kesehatan ibu nifas berbasis kearifan lokal. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square diperoleh p-value 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara aksesibilitas dengan melakukan perilaku kesehatan ibu nifas berbasis kearifan lokal.. Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara sumber informasi, aksesbilitas terhadap perilaku kesehatan ibu nifas berbasis kearifan local di dusun Bangsri Karanganyar.
DELAYED CORD CLAMPING (DCC) PADA PELAKSANAAN 60 LANGKAH APN DI TPMB PERMATA HATI MATESIH Agustin, Kurnia; Hastutik
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v9i1.1030

Abstract

Delayed Cord Clamping (DCC), also known as cord clamping delay, is a technique suggested by healthcare workers in Indonesia, especially for normal delivery. Instead of being held or cut right away, this delay is usually done for about thirty seconds to two minutes after the baby is born. Delayed cord clamping (DCC) allows for placental transfusion into the newborn and results in an increase in the newborn's blood volume at birth. Although it has been supported by various medical regulatory bodies. TPMB Permata Hati Matesih is one of the health facilities that implements Delayed Cord Clamping (DCC) when implementing 60 steps of APN. This study aims to find out the DCC that has been implemented in the health facility. The research using a quantitative descriptive type with a cohort approach will be carried out in 2024 at TPMB Permata Hati Matesih. Using total sampling. Results: Of the 30 normal deliveries (APN), 27 delivered using Delayed Cord Clamping (DCC).
EFEKTIVITAS BUAH KURMA TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI Rohmah, Hajar Nur Fathur; Musmundiroh, Musmundiroh; Marliyanti, Ineu
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v9i1.1031

Abstract

The main health problem that arises in adolescent girls is the lack of nutritional intake as a cause of iron deficiency anemia which results in the nutritional status of adolescents. The government has launched a TTD (Iron Supplement Tablet) program for adolescents, but there are obstacles, including the bitter taste and unpleasant aroma for consumption, so the program does not run well. For this reason, alternatives are needed by consuming other foods. One alternative food ingredient that can be eaten to treat iron deficiency anemia is dates, which have an iron content of 1.5 mg per fruit. Dates also have a good taste and are liked by all age groups. Giving dates to hemoglobin levels shows that giving dates has quite an effect on increasing hemoglobin levels. The advantages of dates themselves can be consumed directly without being processed first. A preliminary study of 180 female students showed that 23% of SMKN 1 Setu had anemia. The purpose of this study was to determine the effectiveness of giving dates to hemoglobin levels. This type of research is a quasi experiment. The population in this study were 536 female students of SMKN 1 Setu. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 82 people. Data analysis in this study used paired t-Test. The results of the study obtained a p-value of 0.000. It can be concluded that there is an effect of giving dates on increasing hemoglobin levels in female students at SMKN 1 Setu.
EFEKTIVITAS POSYANDU LANSIA DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT DEGENERATIF DI POSYANDU LANSIA DUSUN BANGSRI KARANGPANDAN Rosita, Siskana Dewi; Mahmudah, Mutik
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v9i1.1040

Abstract

The number of elderly people in Indonesia continues to increase, reflecting a major challenge in healthcare, particularly in addressing degenerative diseases such as hypertension, stroke, and diabetes mellitus. These conditions often develop without clear early symptoms, making early detection a crucial strategy to improve the quality of life for older adults. The Posyandu Lansia (Elderly Integrated Health Service Post), as a community-based healthcare service, has the potential to play a key role in the early detection of degenerative diseases. The aim of this study was to determine the effectiveness of Posyandu Lansia activities in improving early detection capabilities for degenerative diseases among the elderly in Bangsri Hamlet, Karangpandan. This research employed a quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. The sample consisted of 40 elderly individuals actively participating in Posyandu activities, selected through purposive sampling. The intervention was in the form of health education regarding degenerative diseases. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Analysis was conducted using the paired t-test. The results showed that before the intervention, the majority of respondents (50%) had poor early detection skills. After the intervention, a significant improvement was observed, with 65% of respondents demonstrating good skills. The average early detection score increased from 58.25 to 73.40 (p = 0.000). The study concludes that Posyandu Lansia is effective in improving the knowledge and skills of elderly individuals in detecting the early symptoms of degenerative diseases. Community-based educational strategies, implemented in a simple yet structured manner, can have a significant impact on improving the health quality of older adults. Continuous support from healthcare workers, community cadres, and families is necessary to maintain program effectiveness
PENDEKATAN INTERVENSI MULTISEKTOR DALAM PENCEGAHAN STUNTING: TINJAUAN LITERATUR TERBARU 2019–2024 Maryana, Nana
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v9i1.1041

Abstract

Stunting remains a major public health issue in Indonesia, with long-term consequences on physical growth, brain development, immunity, and future productivity. This study aims to review effective multisectoral interventions for stunting prevention based on recent literature published between 2019 and 2024. A literature review method was employed, analyzing 25 relevant national and international journal articles obtained from databases such as Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect. The findings reveal that stunting is caused by multiple factors, including inadequate maternal and child nutrition, recurrent infections, poor sanitation, low maternal education, and limited access to health services. Effective interventions include the provision of supplementary feeding, micronutrient supplementation, exclusive breastfeeding promotion, nutrition education, and improvement of sanitation and clean water access. The success of stunting prevention programs significantly depends on multisectoral approaches involving health, education, social welfare, economic empowerment, and food security sectors. Active involvement of families, health cadres, and communities plays a crucial role in ensuring program sustainability. Therefore, strengthening local capacity, integrating nutrition programs with household economic empowerment, and conducting regular evaluations are recommended to adapt strategies to local needs and improve the effectiveness of stunting prevention efforts in Indonesia.. Keywords : Stunting, intervention, pregnant women, under-five children, multisectoral, literature review