cover
Contact Name
ANA WIGUNANTININGSIH
Contact Email
jurnalmaternal.mh@gmail.com
Phone
+6285642011114
Journal Mail Official
jurnalmaternal.mh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brigjen Katamso Barat, Gapura Papahan Indah, Papahan, Kec. Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57722
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Maternal
ISSN : 25413120     EISSN : 25415085     DOI : http://dx.doi.org/10.54877
The Journal of Maternal particularly focuses on the main problems in the development of the vocational health areas as follows: - Basic Midwifery - Midwifery science - Maternal Health - Public Maternal Health - Reproduction Health - Mother and child health - Nutrition
Articles 154 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI BIDAN DALAM PENATALAKSANAAN PERDARAHAN POSTPARTUM MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN M.Nur Dewi Kartikasari; Angesti Nugraheni; Siti Munawaroh; Sri Anggarini Parwatiningsih
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.438 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.608

Abstract

 ABSTRACTUterine atonia is one of the causes of postpartum hemorrhage with 90% of these events can cause death to the mother within 24 hours after birth, thus giving a significant effect on the percentage of maternal mortality. Midwives as a primary care provider on delivery process are required to perform the initial management of emergency cases quickly to prevent complications until death. In the case of Uterine atonia, uterine tamponade with gauze insert an easy way with effectiveness up to 97%. But this gauze tampons cause trauma and infection. The latest updates technique are using balloon tamponade by a condom that filled with fluid. In addition to high effectiveness, the condom catheters reduces the incidence of infection and trauma because the condom material is elastic and sterile. Condom catheter technique is still relatively new and not many midwives who can do it quickly and accurately so that the necessary training and assistance in the management of Uterine atonia midwife current through a condom catheter.Training was held for two days through the stages of lectures and discussions. The lecture was also using audiovisual media in a video recording, and then demonstration directly with one of midwives tried in front of the podium and the last is to provide guidance to midwives one by one to perform the installation of condom catheter and provides tips in order to install skillfully. Participants are midwives in Surakarta and keynote speakers is a obstetrician of Dr Moewardi Hospital which have become national’s speaker for cases - maternal emergency cases.The training activities took place on 24-25 August 2016 at the regional public hospital of Surakarta. Target number of 30 participants received a certificate recognized midwife by IBI. Based on the results obtained by the average pretest knowledge midwife at 77.23 and the mean motivation midwife at 57.96, while after the training and mentoring the results mean knowledge of midwives has risen by 84.00 and the mean motivation midwife at 77.33. The result can be concluded that the training and mentoring enhance the knowledge and motivation of midwives in the management of postpartum hemorrhage with a condom catheter. Keywords: Training and Mentoring, Postpartum Hemorrhage Condom Catheter  ABSTRAKAtonia uteri merupakan salah satu penyebab terjadinya perdarahan postpartum dimana90%  kejadian  ini  dapat  menyebabkan  kematian  pada  ibu  dalam  waktu  24  jam  setelah kelahiran bayi sehingga memberi pengaruh yang signifikan terhadap besarnya persentaseangka kematian ibu. Bidan sebagai tenaga kesehatan pertama yang membantu persalinan pada pelayanan kesehatan primer dituntut dapat melakukan penatalaksanaan awal kasus kegawatdaruratan dengan cepat untuk mencegah komplikasi sampai kematian. Pada kasus atonia uteri, tamponade uterus dengan memasukkan kassa merupakan cara mudah dengan efektivitas hingga 97%. Namun tampon kassa ini menyebabkan trauma dan infeksi. Teknik yang update dan terkini untuk tamponade ini menggunakan balon berupa kondom berisi cairan yang dimasukkan kedalam uterus. Selain efektivitas tinggi, kondom kateter ini mengurangi kejadian infeksi dan trauma karena bahan kondom yang elastis dan juga steril. Teknik kondom kateter ini masih tergolong baru dan belum banyak bidan yang dapat melakukannya dengan cepat dan tepat sehingga diperlukan pelatihan dan pendampingan bidan dalam penatalaksanaan atonia uteri terkini melalui kondom kateter. Pelatihan diselenggarakan selama 2 hari melalui tahapan pemberian materi melalui ceramah dan tanya jawab, pemberian pelatihan dengan media audiovisual berupa rekaman video, lalu demonstrasi secara langsung dan salah satu bidan mencoba didepan podium dan terakhir adalah dengan melakukan pendampingan kepada bidan satu persatu untuk melakukan pemasangan kondom kateter dan memberikan tips agar dapat memasang dengan terampil. Peserta adalah bidan Puskesmas di wilayah Kota Surakarta dengan narasumber yaitu Doter Spesialis Obstetri dan Gynekologi dari RSUD Dr Moewardi Surakarta yang telah menjadi narasumber Nasional untuk kasus – kasus kegawatdaruratan maternal. Kegiatan pelatihan berlangsung pada tanggal 24-25 Agustus 2016 di RSUD Kota Surakarta. Jumlah target sasaran 30 peserta bidan mendapatkan sertifikat yang diakui oleh profesi IBI. Berdasarkan hasil pretest diperoleh rerata pengetahuan bidan sebesar 77.23 dan rerata motivasi bidan sebesar 57.96, sedangkan setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan hasil rerata pengetahuan bidan mengalami peningkatan yaitu sebesar 84.00 dan rerata motivasi bidan sebesar 77.33. Hasilnya tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan meningkatkan pengetahuan dan motivasi bidan dalam penatalaksanaan perdarahan postpartum dengan kondom kateter. Kata kunci: Pelatihan dan Pendampingan, perdarahan postpartum, Kondom Kateter
KELAS IBU HAMIL MENINGKATKAN KEMUNGKINAN PERSALINAN NORMAL Estiningtyas -
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 3, No 1 (2019): MATERNAL (Jurnal Ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.837 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v3i1.730

Abstract

ABSTRACTMaternal classes is a program developed to enhance the healthy pregnancy and safe delivery. The purpose of this program is to develop healthy promoting behavior among pregnant mothers by improving the knowledge, attitude, and behavior by maternal education to direct the pregnancy into safe delivery. This study aims to analyse the difference of the mode of delivery among pregnant mothers with and without maternal classes. The research design is descriptive-comparative with retrospective approach. Sampling technique utilized in this study is purposive sampling with total of 80 respondents. The instrument to gather data is questionnaire, medical records, and attendance of the maternal classes. This study conducted to a group of pregnant mothers with maternal classes in Karanganyar Regency with total 40 respondents and the other group of pregnant mothers without maternal classes in Semarang Regency with total of 40 respondents. The result of statistical analysis using Chi Square with level of significance 0.05 resulted in p-value 0.018, which means the H0 is rejected. The conclusion of the study there is significance difference on the mode of delivery among two groups of pregnant mothers with and without maternal classes.keywords: maternal classes, pregnant, vaginal, mode of delivery  ABSTRAKKelas ibu hamil merupakan program yang dikembangkan untuk meningkatkan kehamilan sehat dan persalinan yang aman. Tujuan dari kelas ibu hamil untuk membentuk perilaku positif ibu hamil dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik dengan pendidikan maternal guna mengarahkan pada persalinan yang aman. Penelitian ini bertujuan menganalisa perbedaan metode persalinan antara kedua kelompok ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil dan yang tidak. Jenis penelitian adalah menggunakan desain deskriptif-komparatif dengan pendekatan retrospektif.  Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling total 80 responden. Pengambilan data dengan kuesioner, rekam medis, dan catatan pengelola kelas ibu hamil. Penelitian di lakukan pada dua kelompok ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil di wilayah Kabupaten Karanganyar dengan sejumlah 40 responden dan kelompok ibu hamil yang tidak mengikuti kelas ibu hamil yang berada di wilayah Kabupaten Semarang sejumlah 40 responden. Hasil analisa statistik menggunakan Chi Square dengan level signifikansi 0.05 menghasilkan p-value 0.018 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan pada metode persalinan antara dua kelompok ibu hamil yang mengikuti dan tidak mengikuti kelas ibu hamil.Kata kunci: kelas ibu hamil, kehamilan, vaginal, metode persalinan
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL TM III DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI PERSALINAN Irfana Tri Wijayanti; Siti Ifatul Maula
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 1 (2017): Maternal (Jurnal ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.664 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v2i1.572

Abstract

ABSTRACT              Mother class implementation is beneficial in terms of preparation, both physically and psychologically mother in the face of labor. From the survey 10 third trimester pregnant women in the village of Karang Mangu District of Rembang Sarang obtained 7 pregnant women not to attend classes and anxiety facing pregnant childbirth is 1 respondents experiencing mild anxiety, 5 respondents had moderate anxiety, and one respondent suffered severe anxiety. The aim of research to determine the relationship of class participation pregnant women TM III with the anxiety level of deliveries in the village of Karang face Mangu District of Sarang Rembang. The study design was observational with cross sectional approach. This study was conducted on 33 third trimester pregnant women. The results showed 33 third trimester pregnant women pregnant who did not attend were 21 (63.6%) of people who are subjected to anxiety were as many as 15 people (45.5%), severe anxiety 4 people (21.1%), and panic 2 ( 6.1%) people. Meanwhile, 12 people (34.6%) followed pregnant class majority have mild anxiety as much as 8 (24.2%), anxiously while 3 (9.1%) of people, anxious heavy 1 (3%). The analysis showed no association class participation pregnant women TM III with the anxiety level in the village of Karang facing labor Mangu Nest District of Rembang. This is indicated by X2 count X2 table (18 739 7815) and p value = 0.000 ( 0.05). Advice for health professionals (midwives) are expected to give more information on the activities of pregnant women class society that includes the provision of information about pregnancy, the benefits of pregnant women attend classes in the face of labor. Keywords: class participation of pregnant women TM III, anxiety, labor ABSTRAKPelaksanaan kelas ibu bermanfaat dalam hal persiapan baik secara fisik maupun psikologis ibu dalam menghadapi persalinan. Dari survey pada 10 ibu hamil trimester III di Desa Karang Mangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang didapatkan 7 ibu hamil tidak mengikuti kelas hamil dan mengalami kecemasan menghadapi persalinan yaitu 1 responden mengalami kecemasan ringan, 5 responden mengalami kecemasan sedang, dan 1 responden mengalami kecemasan berat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil TM III dengan tingkat kecemasan menghadapi persalinan di Desa Karang Mangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang. Rancangan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 33 ibu hamil trimester III. Hasil penelitian menunjukkan dari 33 ibu hamil trimester III yang tidak mengikuti kelas hamil sebanyak 21 (63.6%) orang yang sebagian besar mengalami cemas sedang sebanyak 15 orang (45.5%), cemas berat 4 orang (21,1%), dan panik 2 (6,1%) orang. Sedangkan 12 orang (34.6%) mengikuti kelas hamil sebagian besar mengalami cemas ringan sebanyak 8 orang (24.2%), cemas sedang 3 (9,1%) orang, cemas berat 1 (3%). Hasil analisis menunjukkan ada hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil TM III dengan tingkat kecemasan menghadapi persalinan Di Desa Karang Mangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang. Hal ini ditunjukkan oleh X2 hitung X2 tabel (18.739 7.815) dan p value = 0.000 ( 0.05). Saran  bagi tenaga kesehatan (bidan) diharapkan untuk lebih memberikan informasi kegiatan kelas ibu hamil pada masyarakat yang meliputi pemberian informasi tentang kehamilan, manfaat mengikuti kelas ibu hamil dalam menghadapi persalinan..Kata Kunci          : Keikutsertaan kelas ibu hamil TM III, Kecemasan, persalinan
HUBUNGAN KEINTIMAN KELUARGA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN POLTEKKES BHAKTI MULIA Chusnul Chotimah
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.058 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.599

Abstract

ABSTRACTPremarital sexual behavior among teens tends to increase. This is because teenagers are not ready to face the changes in her, including sex drive starts to increase at this time and is difficult to control. Environmental factors that influence reproductive behavior among adolescents is a family .This research aims to determine whether there is a relationship of family intimacy with premarital sexual behavior in midwifery students. This research uses quantitative analytic observational research with cross sectional approach. The samples used 60 students of D III Midwifery sampling with simple random sampling technique. The independent variable in this research is family intimacy while variable dependentnya premarital sexual behavior. Data were analyzed with chi square analysis. The result showed there is a strong positive relationship and statistically significant between family intimacy with premarital sexual behavior, it can be seen from the value of p = 0.049. The conclusion from this research is there is a relationship between family intimacy with premarital sexual behavior in students Prodi DIII Midwifery Health Polytechnic Bhakti Mulia. Keywords: Family Intimacy, Behavior, Sexual Premarital  ABSTRAKPerilaku seksual pranikah dikalangan remaja cenderung meningkat. Hal tersebut karena remaja tidak siap menghadapi perubahan dalam dirinya termasuk dorongan seks yang mulai meningkat pada masa ini dan sulit dikendalikan. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap perilaku reproduksi remaja diantaranya adalah faktor keluarga.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan keintiman keluarga dengan perilaku seksual pranikah pada mahasiswa kebidanan.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan 60 mahasiswa Program Studi D III Kebidanan dengan teknik sampling simple random sampling. Variabel independent dalam penlitian ini adalah keintiman keluarga sedangkan variabel dependentnya perilaku seksual pranikah. Data dianalisis dengan reanalisis chi square.Hasil penelitian didapatkan ada hubungan positif yang kuat dan signifikan secara statistic antara  keintiman  keluarga  dengan  perilaku  seksual  pranikah,  hal  tersebut  dapat  dilihat dari nilai p = 0.049. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara keintiman keluarga dengan perilaku seksual pranikah pada mahasiswa Prodi D III Kebidanan Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia. Kata Kunci : Keintiman Keluarga, Perilaku, Seksual Pranikah
STUDI ANALISIS TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN POSYANDU DI MASA PANDEMI COVID 19 Reni Puspita Sari; Uji Utami
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 4, No 2 (2020): Maternal (Jurnal Ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.212 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v4i2.800

Abstract

ABSTRACTCoronavirus is a type of common virus that infects humans, typically leading to an upper respiratory infection. According to data released by the Task Force for the Acceleration of Handling of COVID-19 of the Republic of Indonesia, the number of confirmed positive cases as of June 2, 2020, is 26,940 people with a death toll of 1,641 people (the case fatality rate is around 6.1%). In the early the Covid-19 pandemic, Posyandu, or Integrated Services Post that provide monitoring the child growth and development had stopped nationally because people were anxious and fearful of the spreading COVID-19 infection. Based on the evaluation of the COVID-19 status of every region, some villages considered to be a low-risk region resume the providing Integrated Services Posts. The study aimed to analyze the relationship between the level of anxiety and compliance of mothers of toddlers to the Posyandu visit. The method used was observational analytic with the cross-sectional approach. The study conducted in Posyandu Malangjiwan Village in August - September 2020. The sample of this research was mothers who came to Posyandu and agreed to be respondents with a total of 47 respondents. The data analysis used was a bivariate test analysis with Chi-square statistical test. The study results X2 value of 8.354 while the X2 table was 3.841 so that X2 valueX2 table and P-value 0.05. It concludes that there is a relationship between anxiety levels and compliance to Posyandu visits during the COVID-19 pandemic.Keywords: Anxiety level, visit compliance, Posyandu ABSTRAKCorona virus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan.Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu.Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).Menurut data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Republik Indonesia, jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga 2 Juni 2020 adalah 26.940 orang dengan jumlah kematian 1.641 orang. Dari kedua angka ini dapat disimpulkan bahwa case fatality rate atau tingkat kematian yang disebabkan oleh COVID-19 di Indonesia adalah sekitar 6,1%. Pada masa pandemic Covid-19 ini pelayanan posyandu sempat terhenti dan pelaksanaan pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan posyandu dilakukan secara mandiri dengan model pelaksanaannya diserahkan pada masing-masing daerah sesuai dengan kondisi atau zona covid masing-masing daerah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara Tingkat kecemasan dengan Kepatuhan kunjungan posyandu balita. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian ini adalah di Posyandu Desa Malangjiwan pada bulan Agustus – September 2020.Sampel penelitian ini adalah ibu yang datang ke posyandu dan bersedia menjadi responden penelitian sebanyak 47 responden. Analisi data yang digunakan menggunakan analisis uji bivariate dengan chi square (X2). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan kepatuhan kunjungan posyandu dengan nilai X2hitung sebesar 8.354asedangkan X2 tabel sebesar 3,841 sehingga X2 hitung X2 tabel dan bila dilihat berdasarkan nilai P 0.05. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kepatuhan kunjungan posyandu selama masa pandemic Covid-19 Kata Kunci :Tingkat kecemasan, kepatuhan kunjungan, Posyandu
HUBUNGAN KETEPATAN PEMBERIAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA BATITA DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS TASIKMADU Kurnia Agustin; Uji Utami
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 2 (2017): Maternal (Jurnal ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.924 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v2i2.566

Abstract

 ABSTRACT Age 1 up to 3 year represent the all important age from entire/all growth step. It was re- ferred by golden age period which  physical, motorik, intellectual, emotional, Ianguage, and social growth very quickly. This age child own the very big potency, but the potency will emerge if getting food treatment, health, attention, adequate education and affection. Nervous system brain of child which grow normally reach 80% from weight of adult brain before age 3 year (Vilda, 2012). Malnutrition which anaemia of iron deficiencies give the big impact inclusive of degrading capacities work, degrading hot regulation, trouble of body impenetrability, trouble of digestion channel, and degrade the cognate ability. Child which less gizi experience of the resistance in growth motoric, that way also the child with  anaemia of iron deficiencies(Olney, et al., 2007). This research aim to to analyse the relation between the giving complementary foods of breast milk accuracy with the anaemia occurence of Age 1 up to 3 year child (batita) in integrated service post at The Tasikmadu Public Health Care. Research used by is analytic observational with the cross sectional approach. Research conducted in integrated service post at The Tasikmadu Public Health Care. Research took time since February up to July 2017. Population in this research is entire all incoming batita to integrated service post at The Tasik- madu Public Health Care at February up to April 2017 as much 79 batita. Technique of intake sample used is Random Sampling with the respondent as much 62 batita. Analyse the data use the Chi Square Test. Result of research show the accuracy of giving breast milk complemen- tary food  as much 37 people ( 59,7%) and some of minimizing imprecise as much 25 people (40,3%). Accurate by respondent most that isn’t amemia as much 37 people ( 59,7%) and some of minimizing the anaemia as much 25 people ( 40,3%). From 62 respondents, most which don’t experience of the anaemia as much 37 one who consisted of by 1 because of inaccurate of giv- ing breast milk complementary foods and 36 correct of giving breast milk complementary foods. research result obtained that there is significant relation between the giving complementary foods of breast milk accuracy with the anaemia occurence seen by Pearson Chi Square Asimp. Sig equal to 0,00 ( Asimp.Sig 0,00 0,05). Keywords: complementary foods of breast milk, anaemia, age 1 up 3 year child  ABSTRAK Usia 1 sampai dengan 3 tahun merupakan usia terpenting dari seluruh tahapan perkem-bangan. Sehingga disebut golden age period (periode usia emas) dimana perkembangan fisik,motorik, intelektual, emosional, bahasa, dan sosial sangat cepat. Anak usia ini memiliki potensi yang sangat besar, tetapi potensi tersebut akan muncul apabila mendapatkan perawatan ma- kanan, kesehatan, perhatian, kasih sayang dan pendidikan yang memadai. Jaringan otak anak yang tumbuh dengan normal mencapai 80% dari berat otak orang dewasa sebelum umur 3 tahun. (Vilda, 2012). Malnutrisi dalam wujud anemia defisensi besi memberikan dampak yang besar termasuk menurunkan kapasitas kerja, menurunkan regulasi panas, gangguan kekebalan tubuh, gangguan saluran pencernaan, dan menurunkan kemampuan kognitif. Anak yang kurang gizi mengalami hambatan dalam perkembangan motorik, demikian pula dengan anak yang ane- mia defisiensi besi. (Olney, et al., 2007). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan ketepatan pemberian MP-ASI dengan kejadian anemia pada batita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tasikmadu. Jenis penelitian yang digunakan adalah observational analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tasik- madu. Waktu penelitiannya adalah bulan Februari sampai dengan Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh batita yang datang ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tasik- madu pada bulan Februari sampai dengan April 2017 sebanyak 79 batita. Teknik pengambi- lan sampel yang digunakan adalah Random Sampling dengan responden sebanyak 62 batita. Analisis data menggunakan Chi Square Test. Hasil penelitian menunjukkan ketepatan pembe- rian MPASI dari responden  yang diteliti sebanyak 37 orang (59,7%) dan sebagian kecil tidak tepat sebanyak 25 orang (40,3%). Responden  yang diteliti sebagian besar yaitu tidak amemia sebanyak 37 orang (59,7%) dan sebagian kecil anemia sebanyak 25 orang (40,3%). Dari 62 responden, sebagian besar yang tidak mengalami anemia sebanyak 37 orang yang terdiri dari 1 dikarenakan ketidaktepatan pemberian MPASI dan 36 pada batita yang tepat dalam pemberian MP-ASI. Simpulan yang didapat dari hasil penelitian diperoleh Ada hubungan yang signifikan antara ketepatan pemberian MP-ASI dengan kejadian anemia terlihat Asimp. Sig Pearson Chi Square sebesar 0,00 (Asimp.Sig 0,00 0,05). Kata Kunci: MP-ASI, Anemia, Batita 
HUBUNGAN KETERATURAN ANTENATAL CARE DENGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DI BIDAN PRAKTIK SWASTA PUSPITA HATI JUMAPOLO KARANGANYAR Nurhayati -; Ana Wigunantiningsih; Hastutik -
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 4 (2018): MATERNAL (JURNAL ILMIAH)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.44 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v2i4.703

Abstract

ABSTRACTPregnancy is generally develop normally and produce healthy babies at term birth through the birth canal, butsometimes not as expected. Therefore, service / care Antenatal Care (ANC) is an important way to monitor andsupport the well-being of the health of mother and fetus during pregnancy that gave birth to a healthy baby, justmonths with normal birth weight (Hani, 2011; Rukiyah, 2009). The purpose of this study was to determine therelationship of the regularity of antenatal care by weight newborns. The method used in the writing of this scientificpaper is a retrospective observational analytic approach. Research conducted in private practice midwives PuspitaHati Jumapolo, Karanganyar in March-April 2015. The samples were used that all maternal gestational age 37weeks by 28 respondents and the sampling technique is saturated sampling. Research instruments for regularityANC to look at the cards Mother and Child Health (MCH) belonging to the mother, and to weight newborns withspecial scales to weigh the baby using a baby. The results using the chi square analysis showed that the results ofthe calculation are 7,370 3,841 and the value of probability is 0,007 0,05 so that Ha Ho accepted and rejected.Showed no significant relationship between the ANC and the regularity of newborn weight, the level of therelationship between the ANC and the regularity of weight newborns included in the medium category. Conclusionsfrom this research that the more regular ANC visit mothers in the weight newborns are born to be normal.Keywords: Relationship,  ANC, Weight NewbornABSTRAKKehamilan pada umumnya berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melaluijalan lahir, namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Manfaat pelayanan/asuhan AntenatalCare (ANC) adalah untuk memonitoring dan mendukung kesejahteraan kesehatan ibu dan janin selama kehamilansehingga melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan lahir yang normal (Hani, 2011 ; Rukiyah,2009). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan keteraturan antenatal care dengan berat badan bayi barulahir. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah observasional analitikdengan pendekatan  retrospektif. Penelitian dilaksanakan di Bidan Praktik Swasta Puspita Hati Jumapolo,Karanganyar pada bulan Maret-April 2015. Sampel yang digunakan yaitu semua ibu bersalin dengan usia kehamilan37 minggu sebesar 28 responden dan teknik pengambilan sampel adalah jenuh sampling. Instrumen penelitianuntuk keteraturan ANC dengan melihat pada Kartu Ibu dan Anak (KIA) milik ibu, dan untuk berat badan bayi barulahir dengan menimbang bayi menggunakan timbangan khusus bayi. Hasil penelitian menggunakan analisis chikuadrat menunjukkan bahwa hasil perhitungan  adalah 7,370 3,841 dan nilai probabilitasadalah 0,007 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Menunjukkan ada hubungan yang signifikan antaraketeraturan ANC dengan berat badan bayi baru lahir, dengan tingkat keeratan hubungan antara keteraturan ANCdengan berat badan bayi baru lahir termasuk dalam kategori sedang. Simpulan dari penelitian ini yaitu semakinteratur ibu dalam melakukan kunjungan ANC maka berat badan bayi baru lahir yang dilahirkan akan normal.Kata Kunci: Hubungan, Keteraturan ANC, Berat Badan Bayi Baru Lahir
HUBUNGAN DERAJAT DISMINORE DENGAN TINDAKAN PENANGANAN DISMINORE DI SMA MUHAMMADIYAH 1 KARANGANYAR Gipfel Remedina; Luluk Nur Fakhidah
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 4, No 1 (2020): MATERNAL (JURNAL ILMIAH)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.878 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v4i1.768

Abstract

ABSTRACTDysmenorrhea is a pain during menstruation. Dysmenorrhea occurrence is still high. However, only a few female teens who search information about problems that emerge during menstruation, the effects, and its treatments. This research is aimed at knowing the relationship between dysmenorrhea degree and its handling treatment. This research is quantitative research through cross sectional approach. The data were collected through questionnaire. The respondents was 61 female students, while the sample was taken through simple random sampling.  The data obtained were statistically analyzed by using Chi Square test to know the relationship between dysmenorrhea degree and its handling treatment. The statistical test shows that there is relationship between dysmenorrhea degree and its handling treatment toward female students in SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar with the value of p=.000. Keywords: dysmenorrhea, dysmenorrhea handling treatment ABSTRAKDisminore merupakan rasa nyeri pada saat menstruasi. Kejadian disminorea masih cukup tinggi namun masih sedikit remaja putri yang mencari informasi mengenai masalah yang timbul saat menstruasi, dampaknya serta melakukan penanganan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan derajat disminore dengan tindakan penanganan disminore. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data di lakukan dengan kuesioner. Jumlah responden sebanyak 61 siswi tehnik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Data yang diperoleh di olah secara statistik dengan menggunakan uji  Chi Square untuk mengetahui hubungan derajat disminore dengan tindakan penanganan. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara derajat disminore dengan penanganan disminore pada siswi di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar dengan p = .000.Kata kunci: disminore, penanganan disminore
DESKRIPSI KOMPETENSI MAHASISWA DALAM PRAKTIKUM KEBIDANAN STIKes MITRA HUSADA KARANGANYAR Kurnia Agustin; Yeni Anggraini
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.374 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.796

Abstract

ABSTRACT    .      .   dengan  cross sectional di STIKes Mitra Husada Karanganyar.               . Sampel pada penelitian ini adalah                                                . Instrumen penelitian berupa   Hasil penelitian      Kata kunci: kompetensi, mahasiswa, praktikum kebidanan ABSTRACTThe orientation of midwifery education has changed, midwifery education based on the       cross  sectional  approach. The research  location is  in STIKes Mitra Husada Karanganyar.         mostly good. The aspects of student competence, attitude aspect mostly good, while aspects of  Keywords: competence, student, midwifery practicum
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP SISWA SISWI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMP NEGEERI 3 TASIKMADU KABUPATEN KARANGANYAR Mutik Mahmudah; Siskana Dewi Rosita
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1712.477 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v2i3.635

Abstract

ABSTRAKLack of knowledge and guidance will be a stimulus the increase risk of sexual deviation. The health education of reproduction should be implemented as promotive and preventive efforts in improve knowledge and attitudes to built teenage moral. This research used correlation-quantitative method to gain identification relationship of knowledge with student’s attitude in adolescent reproductive health. Sampling technique using a stratified random sampling with 50 students as the sample. Instruments in this research using questionnaire and analyzed with Spearman statistic test. The results of this research shows that 52% students has good knowledge and 78% students has positive attitude. Concluded that there is a significant relation between knowledge with student’s attitudes in adolescent reproductive health. The results hopefully can be expected to schools, health centers, and another elements to improve the implementation of adolescent reproductive health education into the regular monthly schedule.   Keywords: Knowledge, Attitude, Adolescent Reproductive Health. Terdinya penyimpangan perilaku seksual terjadi karena minimnya pengetahuan dan bimbingan tentang kesehatan reproduksi remaja. Pendidikan kesehatan reproduksi menjadi sebuah sarana yang tepat sebagai upaya promotif dan preventif dalam peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap pembentukan moral remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dengan sikap siswa terhadap  kesehatan reproduksi remaja di SMP N 3 Tasikmadu. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode korelasi. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling sehingga didapat sampel sebanyak 50 siswa yang tersebar dari kelas VII-IX. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan diolah serta dianalisa menggunakan uji statistik Rank Spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 52 % siswa memiliki pengetahuan yang baik tentang  kesehatan reproduksi remaja sedangkan 78% siswa memiliki sikap positif (unfavorable). Kesimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap siswa terhadap kesehatan reproduksi remaja. Saran dari penelitian ini diharapkan sekolah, puskesmas, dan lintas sektoral yang berkaitan mampu meningkatkan pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi menjadi agenda bulanan yang rutin dilaksanakan ke sekolah-sekolah.  Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Kesehatan Reproduksi Remaja

Page 4 of 16 | Total Record : 154