cover
Contact Name
ANA WIGUNANTININGSIH
Contact Email
jurnalmaternal.mh@gmail.com
Phone
+6285642011114
Journal Mail Official
jurnalmaternal.mh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brigjen Katamso Barat, Gapura Papahan Indah, Papahan, Kec. Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57722
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Maternal
ISSN : 25413120     EISSN : 25415085     DOI : http://dx.doi.org/10.54877
The Journal of Maternal particularly focuses on the main problems in the development of the vocational health areas as follows: - Basic Midwifery - Midwifery science - Maternal Health - Public Maternal Health - Reproduction Health - Mother and child health - Nutrition
Articles 159 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEPATUHAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS GAJAHAN SURAKARTA Siti Nurchayati; N Kadek Sri Eka P; Luluk Nur Fakhidah
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1447.941 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v2i3.676

Abstract

ABSTRACTAntenatal Care is one of the priority program of the government in reducing the number of mother death and the number of baby death since the mother death in Indonesia is still high in Asia (Saifudin, 2010). There are a lots of factor infuencing the obedience of pregnant mothers in antenatal care, such as the characteristics of individual involving age, education, economic,  and knowledge (Notoatmodjo, 2012). This research is aimed at knowing the relationship between education level and antenatal care obedience in pregnant mothers in Community Health Center of Gajahan Surakarta. This research applied analytic observational method through retrospective approach. This research was conducted in Community Health Center of Gajahan Surakarta in April 2015. The sample was the pregnant mothers visiting Community Health Center of Gajahan Surakarta in April having more than 36 week gestational age. The sampling used was accidental sampling.The research instrument was the maternal and child health book. The analyzed by Chi Square test. The result of the research shows that there is relationship between education level and antenatal care obedience in pregnant mothers in which X2observation (8.591) is higher than X2table (5.991) and ρ Value (0.014) is lower than (0.05) so Ho is rejected and Ha is received with contingency coeffcient  0.472. The relationship between education level and antenatal care obedience in pregnant mothers. It can be drawn a conclusion that the positive relationship shows that the higher education level the better antenatal care obedience.Keywords: Education Level, Pregnant Mothers, Antenal CareABSTRAKAntenatal care (ANC) merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam upaya menurunkan AKI dan AKB karena Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi di Asia (Saifuddin, 2010). Banyak faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam antenatal care, diantaranya dari karakteristik individu yang meliputi usia, pendidikan, ekonomi, dan pengetahuan (Notoatmodjo, 2012). Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Gajahan Surakarta.Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Gajahan Surakarta pada tanggal April 2015. Sampel yang digunakan adalah ibu hamil dengan usia kehamilan 36 minggu yang berkunjung di Puskesmas Gajahan Surakarta pada bulan April. Teknik pengambilan datanya menggunakan accidental sampling. Instrument penelitian ini menggunakan buku KIA ibu hamil. Penelitian ini menggunakan analisis data Chi Square atau Chi Kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan ANC pada  ibu hamil dengan X2 hitung (8,591) X2 tabel (5,991) serta pValue (0,014 0,05) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, nilai koefsien kontingensi 0,472 ada hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Gajahan Surakarta dengan keeratan hubungan sedang.  Simpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan dengan arah positif hal ini menunjukkan semakin tinggi tingkat pendidikan akan menaikan tingkat kepatuhan melakukan ANC.Kata Kunci: Tingkat Pendidikan, Ibu Hamil, Antenatal Care
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN PENGETAHUAN TENTANG CUCI TANGAN PADA ANAK SD KRAGILAN MOJOLABAN SUKOHARJO Mutik Mahmudah; Nur Ratih Handayani
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.49 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.610

Abstract

ABSTRACTPreliminary study that writer do at 26th July 2016 to students of Kragilan Elementary School district Mojolaban , the result got still too many students don’t know yet about hand washing correctly. This research arms to find out the effect of healthy education with knowledge about hand washing in Kragilan Elementary School. This research employed a Quasi experimental design using research plan of Pretest-posttest design. The location of research in Kragilan Elementary School on July-Agustus 2016. Sample in this research was taken 31 students of Kragilan Elementary School using sample technique Simple random sampling. Instrument in this research using questionnaire that already be tested of validity and reliability. Data analyze using the paired t-test statistic test. The research result showing up level education of Elementary school students about hand washing before do intervention of healthy education, majority have good knowledge ( 76-100 scores ) as much as 17 respondents ( 55 % ) and after intervention of healthy education majority have good knowledge ( 76-100 scores ) as much as 26 respondents (84 %), with an avarage value knowledge of respondents before being given healthy education as big as 78,09 and after being given healthy education as big as 85,47 with the t statistic was-3989 and P value as big as p (0,000) 0,05 ). The resume in this research was there is an effect of healthy education with knowledge about hand washing in Kragilan   Elementary School district Mojolaban, Sukoharjo. Keyword:healthy education, knowledge, hand washing  ABSTRAKStudi pendahuluan yang dilakukan penulis tanggal 26 Juli 2016 pada siswa SD Negeri Kragilan Mojolaban Sukoharjo, hasil yang didapatkan masih banyak siswa yang belum mengetahui tentang cuci tangan yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pengaruh pendidikan kesehatan dengan pengetahuan cuci tangan pada anak SD Negeri Kragilan. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu atau Quasy Experimental Design dengan rancangan penelitian pretest-posttest design.Lokasi penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kragilan pada bulan Juli – Agustus 2016. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 anak SD Negeri Kragilan Kelas IV dengan teknik sampel Simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan anak SD tentang cuci tangan sebelum dilakukan intervensi pendidikan kesehatan sebagian besar memiliki pengetahuanbaik (skor 76-100) sebanyak 17 responden (55 %) dan setelah dilakukan intervensi pendidikan kesehatan sebagian besar memiliki pengetahuan baik (skor 76-100) sebanyak 26 responden (84%), dengan nilai rata-rata pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan sebesar 76 dan sesudah penyuluhan sebesar 83 dengan t hitung adalah -3,989 serta nilai p value sebesar p(0,000)0,05). Simpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan pengetahuan tentang cuci tangan pada anak SD Negeri Kragilan. Kata kunci: pendidikan kesehatan, pengetahuan, cuci tangan
KELAS IBU HAMIL MENINGKATKAN KEMUNGKINAN PERSALINAN NORMAL Estiningtyas -
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 3, No 1 (2019): MATERNAL (Jurnal Ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.837 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v3i1.731

Abstract

ABSTRACTMaternal classes is a program developed to enhance the healthy pregnancy and safe delivery. The purpose of this program is to develop healthy promoting behavior among pregnant mothers by improving the knowledge, attitude, and behavior by maternal education to direct the pregnancy into safe delivery. This study aims to analyse the difference of the mode of delivery among pregnant mothers with and without maternal classes. The research design is descriptive-comparative with retrospective approach. Sampling technique utilized in this study is purposive sampling with total of 80 respondents. The instrument to gather data is questionnaire, medical records, and attendance of the maternal classes. This study conducted to a group of pregnant mothers with maternal classes in Karanganyar Regency with total 40 respondents and the other group of pregnant mothers without maternal classes in Semarang Regency with total of 40 respondents. The result of statistical analysis using Chi Square with level of significance 0.05 resulted in p-value 0.018, which means the H0 is rejected. The conclusion of the study there is significance difference on the mode of delivery among two groups of pregnant mothers with and without maternal classes.keywords: maternal classes, pregnant, vaginal, mode of delivery  ABSTRAKKelas ibu hamil merupakan program yang dikembangkan untuk meningkatkan kehamilan sehat dan persalinan yang aman. Tujuan dari kelas ibu hamil untuk membentuk perilaku positif ibu hamil dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik dengan pendidikan maternal guna mengarahkan pada persalinan yang aman. Penelitian ini bertujuan menganalisa perbedaan metode persalinan antara kedua kelompok ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil dan yang tidak. Jenis penelitian adalah menggunakan desain deskriptif-komparatif dengan pendekatan retrospektif.  Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling total 80 responden. Pengambilan data dengan kuesioner, rekam medis, dan catatan pengelola kelas ibu hamil. Penelitian di lakukan pada dua kelompok ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil di wilayah Kabupaten Karanganyar dengan sejumlah 40 responden dan kelompok ibu hamil yang tidak mengikuti kelas ibu hamil yang berada di wilayah Kabupaten Semarang sejumlah 40 responden. Hasil analisa statistik menggunakan Chi Square dengan level signifikansi 0.05 menghasilkan p-value 0.018 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan pada metode persalinan antara dua kelompok ibu hamil yang mengikuti dan tidak mengikuti kelas ibu hamil.Kata kunci: kelas ibu hamil, kehamilan, vaginal, metode persalinan
EFEKTIVITAS PENATALAKSANAAN KOMPRES DAUN KUBIS (BRASSICA OLERACEA VAR. CAPITATA) DAN BREAST CARE TERHADAP PEMBENGKAKAN PAYUDARA BAGI IBU NIFAS Arista Apriani; Wijayanti -; Desy Widyastutik
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 4 (2018): MATERNAL (JURNAL ILMIAH)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.754 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v2i4.701

Abstract

ABSTRACTBreastfeeding problems can arise during childbirth and lactation are breast swelling, interventions to alleviate itis needed. Breast care spending could help smooth milk. Compress the cabbage leaves can be used for therapybecause it helps widen the capillaries and increase blood flow to enter and exit, allowing the body to reabsorb thefluid that is unstoppable in the breast. The purpose of analyzing the effectiveness of the management and thecabbage leaf compress against breast swelling breast care for postpartum mothers. Type quasi experimental studydesign with non-randomized control group pretest posttest. Engineering samples of non-probability samplingtypes consecutive sampling. Total sample of 15 subjects per group. Pretest and posttest with SPES checklist. Theexperimental group intervention breastcare and compresses cabbage leaf, breastcare intervention control group.Intervention as 2x1 for 3 days. Results of analysis  difference breast swelling scores before and after treatmentbetween the experimental group compared with the control group gained Mann Whitney test p 0.001, and thevalue of Z -3306, 10.60 mean rank the experimental group and the control group mean rank 20,40. conclusion Nodifference difference in breast swelling scores before and after treatment was statistically significant between theexperimental group than the control group in which cabbage leaf compress treatment and breast care more effectivelyaddress the problem of breast engorgement for postpartum mothers than breast care treatment only.Keywords: Cabbage Leaves Compress, Breast Care, Breast Swelling, TreatmentABSTRAKMasalah yang  dapat  timbul  pada  masa nifas dan laktasi adalah pembengkakan payudara, intervensi  untukmeringankannya sangat dibutuhkan. Breast care dapat  membantu  memperlancar pengeluaran  ASI. Kompresdaun kubis  dapat  digunakan  untuk  terapi karena membantu  memperlebar  pembuluh  darah  kapiler danmeningkatkan  aliran  darah  untuk  keluar  masuk, sehingga  memungkinkan  tubuh  untuk  menyerap  kembalicairan  yang terbendung dalam payudara. Tujuan menganalisis efektivitas penatalaksanaan kompres daun kubisdan breast care terhadap pembengkakan payudara bagi ibu nifas. Jenis studi  quasi  eksperimental dengan desainnon randomized control group pretest posttest. Teknik sampel non  probability  sampling   jenis  consecutivesampling.  Jumlah sampel 15 subjek per kelompok. Pretest dan posttest  dengan checklist SPES. Kelompokeksperimen  intervensi breast care dan kompres daun kubis, kelompok kontrol intervensi breastcare. Intervensisebanyak 2x1 selama 3 hari. Hasil analisis  selisih skor pembengkakan payudara sebelum dan sesudah perlakuanantara kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol dengan uji mann whitney didapat  nilai p 0,001,serta nilai Z -3.306, mean rank kelompok eksperimen 10,60 serta mean rank kelompok kontrol 20,40. Kesimpulanada perbedaan selisih skor pembengkakan payudara sebelum dan sesudah perlakuan yang secara statistik signifikanantara kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol dimana penatalaksanaan kompres daun kubis danbreast care lebih efektif mengatasi masalah pembengkakan payudara bagi ibu nifas dibandingkan penatalaksanaanbreast care saja.Kata Kunci: Penatalaksanaan, Kompres Daun Kubis, Breast Care, Pembengkakan Payudara.
TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMP NEGERI 3 TASIKMADU 2 KABUPATEN KARANGANYAR Mutik Mahmudah; Nurul Gilang Abrani
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 4, No 2 (2020): Maternal (Jurnal Ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.634 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v4i2.797

Abstract

ABSTRACTLack of knowledge and guidance will be a stimulus the increase risk of sexual deviation. The health education of reproduction should be implemented as promotive and preventive efforts in improve knowledge andattitudes to built teenage moral. This research used correlation-quantitative method to gain identificationrelationship of knowledge with student’s attitude in adolescent reproductive health. Sampling technique usinga stratified random sampling with 50 students as the sample. Instruments in this research using questionnaireand analyzed with Spearman statistic test. The results of this research shows that 52% students has goodknowledge and 78% students has positive attitude. Concluded that there is a significant relation betweenknowledge with student’s attitudes in adolescent reproductive health. The results hopefully can be expectedto schools, health centers, and another elements to improve the implementation of adolescent reproductivehealth education into the regular monthly schedule.Keywords: Knowledge, Attitude, Adolescent Reproductive HealthABSTRAKTerdinya penyimpangan perilaku seksual terjadi karena minimnya pengetahuan dan bimbingan tentang kesehatan reproduksi remaja. Pendidikan kesehatan reproduksi menjadi sebuah sarana yang tepat sebagaiupaya promotif dan preventif dalam peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap pembentukan moralremaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan  siswa terhadap  pendidikan kesehatanreproduksi remaja di SMP N 3 Tasikmadu. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode kualitatif.Sedangkan pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling sehingga didapat sampel sebanyak50 siswa yang tersebar dari kelas VII-IX.  Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 26 siswa (52%) memilikipengetahuan yang baik tentang  kesehatan reproduksi remaja. Saran dari penelitian ini diharapkan sekolah,Puskesmas, dan lintas sektoral yang berkaitan mampu meningkatkan pelaksanaan pendidikan kesehatanreproduksi menjadi agenda bulanan yang rutin dilaksanakan ke sekolah-sekolah.Kata Kunci: Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi Remaja
EFEKTIVITAS PENGETAHUAN ORANGTUA BATITA TERHADAP KETEPATAN IMUNISASI DASAR DAN BOOSTER PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS COLOMADU Yeni Anggraini; Kurnia Agustin
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 4, No 2 (2020): Maternal (Jurnal Ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.574 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v4i2.801

Abstract

ABSTRACT One of the things that highlighted during the Covid-19 pandemic at many integrated service post of Primary Health Care was closed immunization services for childrens under five years old. This means that the basic immunization coverage for childrens under five years old will be even smaller in the midst of the current Covid pandemic (Utami, 2020). However, during the COVID-19 pandemic, immunization must be completed according to schedule to protect children from PD3I (Ministry, 2020). This study aims to analyze the effectiveness of parental knowledge of childrens under three years old on the accuracy of basic and booster immunizations during the COVID-19 pandemic. This type of research is observational analytic. The sample presentation technique used is "purposive sampling". The research was conducted at integrated service post of Primary Health Care Colomadu I. Sample in this study were parents who had childrens under three years old at integrated service post of Malangjiwan village, integrated service post of Trowangsan, integrated service post of Perum GPI Klegen. With a sample size of 40 respondents. The instrument used in this study was a questionnaire related to parental knowledge and the accuracy of childrens under three years old’s immunization. The research results show that the Asymp value is obtained. Sig (2-sides) in the Pearson chi square test is 0.026 0.05 using the SPSS 17.00 application, the conclusion "there is a relationship between the level of parental knowledge regarding immunization during the Covid-19 pandemic with the accuracy of immunization". Keywords: childrens under three years old, immunization accuracy, parental knowledge ABSTRAKSalah satu hal yang menjadi sorotan pada masa pandemi Covid-19 ini adalah banyak Posyandu dan Puskesmas yang menutup layanan imunisasi untuk balita. Hal ini berarti cakupan imunisasi dasar untuk anak balita akan lebih kecil lagi di tengah pandemi Covid saat ini (Utami, 2020). Akan tetapi, pada masa pandemi COVID-19 ini, imunisasi tetap harus diupayakan lengkap sesuai jadwal untuk melindungi anak dari PD3I (Kementerian, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengetahuan orangtua batita terhadap ketepatan imunisasi dasar dan booster pada masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observational. Tehnik pengampilan sampel yang di gunakan adalah “Purposive Sampling”. Penelitian dilakukan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Colomadu I. Sam­pel dalam penelitian ini adalah orangtua yang mempunyai batita di Posyandu desa Malangjiwan, Posyandu Trowangsan, dan Posyandu Perum GPI Klegen. Dengan jumlah sampel 40 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner terkait pengetahuan orang tua dan ketepatan imunisasi batita. Hasil penelitian menun­jukkan diperoleh nilai Asymp. Sig (2-sides) pada uji pearson chi square adalah sebesar 0,026 0,05 menggunakan aplikasi SPSS 17.00, , Simpulan “ada hubungan antara tingkat pengetahuan orangtua terkait imunisasi pada masa pandemi covid-19 dengan ketepatan pemberian imunisasi”. Kata Kunci: batita, ketepatan imunisasi, pengetahuan orang tua
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III PADA KUNJUNGAN ANC DI STIKES MITRA HUSADA KARANGANYAR Ana Wigunantiningsih; Luluk Nur Fakhidah
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 2 (2017): Maternal (Jurnal ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.933 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v2i2.567

Abstract

ABSTRACT Anemia is a situation when the level of hemoglobin in red blood cells less than 11 gr%. The WHO says that 40% of maternal deaths in developing countries are associated with anemia in pregnancy. The results of the Rikesdas at 2013 the prevalence of anemia in Indonesia reached21.7%. According to the survey of household Health State data at 2012 that the prevalence of anaemia in pregnancy women of 50.5%.  The Research Design used was observational, ana- lytic approach of cross sectional. The method of sampling by a purposive sampling method. The sample in this research are pregnant women trimester III comes ANC at Obstetrics Labora- tory STIKes Mitra Husada Karanganyar in May 2016, has a KIA book and is willing to do the inspection of Hb a number of 36 respondents. Data analysis techniques using bivariat analysis techniques using the formula of Chi square.The results of the analysis of the data by using for- mulas Chi square with offeense 5% value significance obtained a factor of age pregnant women0.0160,05, paritas factor 0,1030.05, pregnancy spacing factor 0,073 0.05, and factor the way drinking iron tablets of 0,708 0.05 so that It can be concluded that there is no real influ- ence of parity, the distance between pregnancy and how drinking iron tablets with the incidence of anaemia in pregnant women trimester III. Factors that influence on the incidence of anemia is the mother’s age when she was pregnant. The older of the mothers age while pregnant in- creases the risk of getting to anemia. Keywords: Contributing Factor, Anemia, Pregnant women Trimester III  ABSTRAK Anemia merupakan keadaan dimana kadar hemoglobin dalam sel darah merah kurang dari 11 gr%. WHO menyampaikan bahwa 40% kematian ibu di negara berkembang berhubun- gan dengan anemia pada kehamilan. Hasil Rikesdas tahun 2013 prevalensi anemia di Indone- sia mencapai 21,7%. Menurut data Survei Kesehatan Rumah tangga tahun 2012 menyatakan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 50,5%. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling.  Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan ANC Laboratorium Kebidanan STIKes Mitra Husada Karan- ganyar bulan Mei 2016, memiliki buku KIA dan bersedia dilakukan pemeriksaan Hb sejumlah36 responden. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis bivariat dengan menggunakan rumus Chi square.  Hasil analisa data dengan menggunakan rumus Chi square dengan tarafkesahalan 5% didapatkan nilai signifikansi faktor usia ibu hamil 0,0160,05, faktor paritas0,1030,05, faktor jarak kehamilan 0,0730,05, serta faktor cara minum tablet zat besi sebe- sar 0,7080,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata antara paritas, jarak kehamilan dan cara minum tablet besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian anemia adalah umur ibu saat hamil. Semakin tua usia ibu saat hamil semakin meningkatkan resiko untuk mengalami anemia. Kata Kunci: Faktor Penyebab, Anemia, Ibu Hamil Trimester III 
HUBUNGAN USIA IBU DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN SELAMA HAMIL DI KABUPATEN KARANGANYAR N. Kadek Sri Eka Putri; Hastutik -
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 4 (2018): MATERNAL (JURNAL ILMIAH)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.483 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v2i4.704

Abstract

ABSTRACTOne of the indirect causes  MMR and IMR is nutritional problems. The cause of maternal weight gain duringpregnancy is the mother’s age. Growing age can cause the body’s metabolic processes to go down, so that motherswho are pregnant with age above 40 years then the possibility of maternal weight gain during pregnancy increases.The impact that can occur from obesity during pregnancy is pre eclampsia (Manuaba, 2010). Weight gain can beused as an index to determine the nutritional status of pregnant women. A pregnant woman who fulfilled hernutritional needs will experience weight gain of 11-13 kg or marked with results of measurement LLA (upper armcircumference) more than 23.5 cm. Such conditions are expected to give birth to healthy babies and mothers canhave safe pregnancies and deliveries (Lubis, 2006). The purpose of this study was to analyze the relationshipbetween maternal age and weight gain during pregnancy in Karanganyar District. The research method used isobservational analytic research with cross sectional approach. The research location was conducted inKaranganyar District Health Office in May - June 2018. The sample in this research were 3rd trimester pregnantwomen in Karanganyar District on May-June 2018 which amounted to 54 respondents with sampling techniquewith accidental sampling. Data analysis in this research use chi square test.The result of the research using chisquare analysis shows that the calculation result is 0.965 69.83 and the probability value is 0.620 0.05 so thatH0 is accepted and Ha is rejected so there is no relationship between maternal age and weight gain duringpregnancy. Contingency coefficient obtained value of 0.132. So it can be concluded the level of closeness of therelationship between maternal age with weight gain during pregnancy included in the category very low. Conclusioncan be obtained that there is no significant relationship between maternal age with weight gain during pregnancy.Keywords: Age of pregnant mother, Increased Weight GainABSTRAKSalah satu penyebab tidak langsung AKI dan AKB adalah masalah gizi. Faktor penyebab dari peningkatan beratbadan ibu selama kehamilan salah satunya adalah usia ibu. Bertambahnya umur bisa mengakibatkan prosesmetabolisme tubuh menjadi turun, sehingga ibu yang hamil dengan usia diatas 40 tahun maka kemungkinanpeningkatan berat badan ibu selama hamil bertambah besar. Dampak yang bisa terjadi dari kegemukan selamahamil yaitu pre eklampsia (Manuaba, 2010).  Kenaikan berat badan dapat dipakai sebagai indeks untuk menentukanstatus gizi wanita hamil. Seorang ibu hamil yang tercukupi kebutuhan gizinya akan mengalami kenaikan beratbadan sebesar 11-13 kg atau ditandai dengan hasil pengukuran LLA (Lingkar Lengan Atas) lebih dari 23,5 cm.Kondisi yang demikian diharapkan akan melahirkan bayi yang sehat dan ibu bisa menjalani kehamilan dan persalinanyang aman (Lubis, 2006). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan usia Ibu dengan peningkatanberat badan selama hamil di Kabupaten Karanganyar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitianobservasional analitik dengan pendekatan  cross sectional. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah DinasKesehatan Kabupaten Karanganyar pada  bulan Mei - Juni 2018. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu-ibu hamiltrimester III di wilayah Kabupaten Karanganyar pada bulan Mei-Juni 2018 yang berjumlah 54 responden denganteknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji analisachi kuadrat. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis chi kuadrat yang menunjukkan bahwa hasil perhitungan2hitung  adalah 0,965 69,83 dan nilai probabilitas adalah 0,620 0,05 sehingga H0 diterima dan Ha ditolaksehingga tidak  terdapat hubungan antara usia ibu dengan peningkatan berat badan selama hamil. Koefisienkontingensi diperoleh nilai sebesar 0,132. Sehingga dapat disimpulkan tingkat keeratan hubungan antara usia ibudengan peningkatan berat badan selama hamil termasuk dalam kategori sangat rendah. Simpulan yang dapatdiperoleh yaitu tidak ada hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan peningkatan berat badan selama hamil.Kata Kunci: Usia Ibu hamil, Peningkatan BB
GAMBARAN KUALITAS LAYANAN PERSALINAN DENGAN BPJS PADA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DI SURAKARTA Mustain -; Annisa Andriyani; Siti Fatmawati; Tri Yuniarti; Mahrifatulhijjah -
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 4, No 1 (2020): MATERNAL (JURNAL ILMIAH)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.576 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v4i1.769

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang. Angka Kematian Ibu mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi status gizi, keadaan social ekonomi rendah, keadaan kesehatan yang kurang baik menjelang kehamilan, kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran serta kurangnya fasilitas pelayanan kesehatan. Harapan pemerintah dengan menjadi anggota BPJS AKI turun. Metode penelitian. kualitatif dengan analisa deskriptif kualitatif. Hasil dan Pembahasan. Warga Surakarta banyak yang memilih tidak menggunakan BPJS karena masih mempunyai kartu PKMS Gold dan Silver yang lebih mudah, tidak iuran dan gratis. Secara mandiri dengan pemilihan kelas disesuaikan dengan besarnya iuran yang berbeda tetapi dengan pelayanan persalinan yang sama. Peserta BPJS mendapatkan pelayanan yang sedikit dan tidak paripurna, jika terjadi kegawatan dilakukan rujukan keatas secara berjenjang yang membuat terlalu lama dalam mengambil suatu tindakan sehingga peserta tidak menggunakan layanan persalinan. Kesimpulan.  Data kepesertaan BPJS terdapat kesenjangan dengan jumlah penduduk di Surakarta. Jumlah angka persalinan yang menggunakan fasilitas BPJS sangat sedikit dibanding jumlah persalinan. Mutu layanan persalinan dengan BPJS sangat kurang karena tidak melakukan pelayanan yang bersifat paripurna. Saran mengatur kembali jenis pelayanan persalinan sehingga tidak terdapat rantai panjang dalam  system  rujukan yang berkesan lempar-lemparan. Menambah  layanan  puskesmas sebagai instansi pemerintahan untuk ikut pelayanan persalinan.Kata Kunci : BPJS, persalinanABSTRACTBackground. Maternal Mortality Rates reflect the risks faced by mothers during pregnancy and childbirth which are affected by nutritional status, low socioeconomic conditions, poor health conditions before pregnancy, the occurrence of various complications in pregnancy and birth and the lack of health care facilities. Expectations by the government to become a member of the AKI BPJS go down. Research methods. qualitative descriptive qualitative analysis. Results and Discussion. Many Surakarta residents choose not to use BPJS because they still have PKMS Gold and Silver cards which are easier, less dues and free. Independently with class selection adjusted to the amount of the different fees but with the same delivery service. BPJS participants get few services and are not perfect, if there is an emergency a gradual upward referral is made which takes too long to take an action so that participants do not use childbirth services. Conclusion. BPJS membership data there is a gap with the population in Surakarta. The number of deliveries using BPJS facilities is very small compared to the number of deliveries. The quality of childbirth services with BPJS is very lacking because it does not perform plenary services. The advice to reorganize the type of delivery service so that there are no long chains in the referral system is memorable. Adding health center services as a government agency to participate in childbirth services.Keywords: BPJS, childbirth
HUBUNGAN USIA MENARCHE DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMP N 17 SURAKARTA Suwarnisih -; Kurnia Agustin; Anindhita Yudha Cahyaningtyas
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 1 (2017): Maternal (Jurnal ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.686 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v2i1.576

Abstract

ABSTRACT                Menarche is the first menstruation. Dysmenorrhea is pain during menstruation, usually with cramps and centered on the lower abdomen. Dysmenorrhea is reported as gynecological disorders are most commonly found in women of childbearing age, especially adolescents. In Indonesia the incidence of dysmenorrhea reached 65%, so it is necessary to look at the factors related to the incidence of dysmenorrhoea. This study aims to determine the relationship with the incidence of dysmenorrhoea age of menarche in adolescent girls at SMP N 17 Surakarta. This type of research is observational analytic with cross sectional approach. The population in this study were all students of class 9th in SMP N 17 Surakarta, the sampling technique used is random sampling by respondents as many as 94 students. Data analysis using Chi Square Test. The results showed age of menarche in adolescent girls at SMP N 17 Surakarta on the ideal age ( 12 years) as many as 49 people (52%) and reverse-old fast (≤ 12 years) were 45 people (48%). Dysmenorrhoea in adolescent girls in SMP N 17 Surakarta showed 87 people experience dysmenorrhea (92.6%). Symptoms of dysmenorrhea often perceived is easily offended many as 74 people (79%). The conclusion of the research results obtained There is no correlation with the incidence of dysmenorrhoea age of menarche in adolescent girls at SMP N 17 Surakarta results p p table (0.288 0.05).Kata Kunci: adolescent, menarche, dismenoreaABSTRAKMenarche adalah haid yang pertama kali datang. Dismenore adalah nyeri saat haid, biasanya dengan rasa kram dan terpusat di abdomen bawah. Dismenorea dilaporkan sebagai kelainan ginekologi yang paling sering ditemukan pada wanita usia produktif terutama remaja. Di Indonesia angka kejadian dismenore mencapai 65%, sehingga perlu untuk melihat faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia menarche dengan kejadian dismenorea pada remaja putri di SMP N 17 Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah observational analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di SMP N 17 Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas IX di SMP N 17 Surakarta, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Random Sampling dengan responden sebanyak 94 siswi. Analisis data menggunakan Chi Square Test. Hasil penelitian menunjukkan Usia menarche pada remaja putri di SMP N 17 Surakarta pada umur ideal (12 tahun) sebanyak 49 orang (52%) dan sebaliknya yang berumur cepat (≤ 12 tahun) sebanyak 45 orang (48%). Kejadian dismenorea pada remaja putri di SMP N 17 Surakarta menunjukkan 87 orang mengalami dismenorea (92,6%). Gejala dismenorea yang sering dirasakan adalah mudah tersinggung sebanyak 74 orang (79%). Simpulan yang didapat dari hasil penelitian diperoleh Tidak ada hubungan usia menarche dengan kejadian dismenorea pada remaja putri di SMP N 17 Surakarta p hasil p tabel (0,288 0,05). Kata Kunci: remaja, menarche, dismenore

Page 6 of 16 | Total Record : 159