cover
Contact Name
ANA WIGUNANTININGSIH
Contact Email
jurnalmaternal.mh@gmail.com
Phone
+6285642011114
Journal Mail Official
jurnalmaternal.mh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brigjen Katamso Barat, Gapura Papahan Indah, Papahan, Kec. Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57722
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Maternal
ISSN : 25413120     EISSN : 25415085     DOI : http://dx.doi.org/10.54877
The Journal of Maternal particularly focuses on the main problems in the development of the vocational health areas as follows: - Basic Midwifery - Midwifery science - Maternal Health - Public Maternal Health - Reproduction Health - Mother and child health - Nutrition
Articles 159 Documents
HUBUNGAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA SISWI KELAS VIII DI SMP N 1 MASARAN Reni Puspita Sari; Kurnia Agustin
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1546.77 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v2i3.637

Abstract

ABSTRACTPersonal Hygiene is the knowledge, attitudes, and proactive action to maintain and prevent the risk of disease, protect ourselves from threat of diseases (Proverawati, 2009). Lack of treating vulva hygiene behavior during menstruation such as lazy change of pads can cause infection due to fungi and bacteria, it’s happen during menstruation because of the bacteria that develop in the pads. Knowledge and attitudes of teenager about menstrual hygiene tend to be inadequate, especially related to genetalia. Improper and unhygienic handling can also lead to the overgrowth of microorganisms and ultimately interfere with reproductive function (Ariyani, 2009). The aims of research to analyze the relationship of attitudes with acts of personal hygiene during menstruation on grade VIII students at SMP N 1 Masaran. The type of this research is observational analytic research with cross sectional approach. The research was conducted at SMP Negeri I Masaran. Research took time since September 2017 until February 2018. The population in this study is all teenage girls / class VIII SMP N 1 Masaran as many as 159 students. The sampling technique used in this research is random sampling with 35 respondents. The collected data were analyzed by using univariate analysis and bivariate analysis with Spearman's rank. The results showed that majority of respondent had enough attitude in doing personal hygiene as much as 22 people (68,6%), while action in personal hygiene the average respondents had enough action as many as 18 people (22,9%). The conclusion from the research results obtained there is a positive and significant relationship between attitude with personal hygiene action when menstruation correlation coefficient π = 0.771 with a significance level of 0.00 (P 0.05). Keyword: Attitudes, Action, Personal Hygiene ABSTRAK Personal Hygiene adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mence­gah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit (Proverawati, 2009). Perila­ku yang kurang dalam merawat vulva hygiene saat menstruasi seperti malas mengganti pembalut da­pat menyebabkan infeksi jamur dan bakteri ini terjadi saat menstruasi karena bakteri yang ber­kem­­bang pada pembalut. Pengetahuan dan sikap remaja putri tentang hygiene menstruasi cende­rung belum adekuat, terlebih berhubungan dengan genetalia. Penanganan kebersihan diri yang ti­dak benar dan tidak higienis juga dapat mengakibatkan tumbuhnya mikroorganisme secara berle­bi­han dan akhirnya mengganggu fungsi alat reproduksi (Ariyani, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan sikap dengan tindakan personal hygiene saat menstruasi pada siswi kelas VIII di SMP N 1 Masaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah observational analitik de­ngan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di SMP Negeri I Masaran. Waktu peneli­ti­an­nya adalah bulan September 2017 sampai dengan Februari 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri / siswi kelas VIII SMP N 1 Masaran sebanyak 159 siswi. Tehnik sam­pling yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Random Sampling dengan responden sebanyak 35 orang. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis biva­ri­at dengan Spearman’s rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki sikap cukup dalam melakukan personal hygiene sebanyak 22 orang (68,6 %), sedangkan tindakan dalam personal hygiene rata-rata responden memiliki tindakan cukup sebanyak 18 orang (22,9 %). Sim­pu­lan yang didapat dari hasil penelitian diperoleh ada hubungan positif dan signifikan antara sikap dengan tindakan personal hygiene saat menstruasi koefisien korelasi π = 0,771 dengan tingkat signifikansi 0,00 (P 0,05). Kata Kunci: Sikap, Tindakan, Personal Hygiene
ANALISIS PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN PATOLOGI PADA REMAJA PUTRI DI KABUPATEN DEMAK Sri Mularsih; Dewi Elliana
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 3, No 2 (2019): MATERNAL (JURNAL ILMIAH)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.341 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v3i2.758

Abstract

ABSTRACT According to (WHO), women rarely pay attention to cleanliness in their external genital organs. Infec- tion in the vagina each year attacks women around the world 10-15% of 100 million women, adolescents affected by candida bacterial infections about 15% and experiencing vaginal discharge. The incident was due to adolescents not knowing the problems surrounding reproductive organs. In Indonesia around 90% of women have the potential to experience vaginal discharge because the country of Indonesia is a tropical climate, so the fungus is easy to develop resulting in many cases of vaginal discharge in Demak Regency the number of teenagers experiencing vaginal discharge is 29.8 % (22,797 people) both physiological and pathological vaginal discharge. The purpose of this study was to analyze the relationship between the level of knowledge about vaginal discharge with pathology prevention behavior in young women in Saka Bhakti Husada Demak III Health Center, Demak Regency. This study used a cross sectional design and used a total sampling technique. The population in this study was all 32 female teenagers from Saka Bhakti Husada Demak Health Center, Demak District, and the sam- pling technique was saturated sampling. The results of the study are that the knowledge about vaginal dis- charge most of the respondents have sufficient level of knowledge 25 (78.1%) respondents, and the behavior of preventing vaginal discharge pathology most of the respondents have positive behavior of 31 (96.9%) respondents. And there is a relationship of knowledge about leucorrhoea with pathology prevention behavior of vaginal discharge in young women with p value 0.007 ≤0.05. Midwife advice should increase efforts in providing services and complete and accurate information about vaginal discharge and how to prevent it. Keywords: Leucorrhoea Knowledge, Behavior prevent pathological leucorrhoea ABSTRAK Menurut (WHO), perempuan jarang dalam memperhatikan kebersihan pada organ genitalia eksternanya. Infeksi pada vagina setiap tahunnya menyerang perempuan di seluruh dunia 10-15% dari 100 juta perem- puan, remaja yang terkena infeksi bakteri kandida sekitar 15% dan mengalami keputihan. Kejadian tersebut dikarenakan remaja tidak mengetahui permasalahan seputar organ reproduksi.Di Indonesia sekitar 90% wan- ita berpotensi mengalami keputihan karena negara Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah berkembang yang mengakibatkan banyaknya kasus keputihan Di Kabupaten Demak angka remaja yang mengalami keputihan sebesar 29,8% (22.797 orang) baik keputihan fisiologi maupun patologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan tentang keputihan den- gan perilaku pencegahan keputihan patologi pada remaja putri di Saka Bhakti Husada Puskesmas Demak III Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan rancangan Cross Sectional dan menggunakan tehnik sampling tehnik total sam- pling.Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh remaja putri Saka Bhakti Husada Puskesmas Demak III Kabupaten Demak sejumlah 32 orang dengan tehnik pengambilan sampel adalah sampel jenuh. Hasil peneli- tian adalah bahwa pengetahuan tentang keputihan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup 25 (78,1%) responden, dan perilaku mencegah keputihan patologi sebagian besar responden memiliki perilaku positif sejumlah 31 ( 96,9%) responden.Dan ada hubungan pengetahuan tentang keputihan dengan perilaku pencegahan keputihan patologi pada remaja putri dengan p value 0,007≤0,05.Saran bidan seharusnya meningkatkan upaya dalam memberikan pelayanan dan informasi yang lengkap dan akurat ten- tang keputihan dan cara mencegahnya. Kata Kunci: Pengetahuan Keputihan, Perilaku mencegah keputihan patologis
MINAT PASANGAN USIA SUBUR MEMAKAI ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM Hajar Nur Fathur Rohmah; Wiwin Widia Sari
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 3, No 2 (2019): MATERNAL (JURNAL ILMIAH)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.283 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v3i2.754

Abstract

ABSTRACT One contraceptive tool that has a high effectiveness in controlling the rate of population growth is Intra Uterin Device (IUD) reaching 99.4% (BKKBN, 2015). A preliminary survey conducted at RB Rhaudatunnadya, Bekasi said that only 0.6% of women of Fertile Age Couple chose the IUD method to manage their pregnancy. From interviews with women of Fertile Age Couple, 95% were not interested in using an IUD. Interest is very influential on how someone does something. Interest in family planning acceptors can be influenced by several factors including knowledge, parity, income and husband’s support. The research design used in this study is quantitative analytic using the cross sectional approach. The population of this research is the woman of the Fertile Age Couple in RB Raudhatunnadya with a total sample of 177 people taken by accidental sampling technique in RB Raudhatunnadya, Bekasi in 2019. Data in this study were obtained through a closed questionnaire. Univariate analysis uses percentages while bivariate analysis is done with chi square. The results showed there was a correlation between knowledge with Fertile Age Couple interest in using an IUD (p = 0,000, OR = 3,396), there was a correlation between parity with Fertile Age Couple interest in using an IUD (p = 0.048, OR = 3.106), there was a correlation between income with an Fertile Age Couple interest in using an IUD (p = 0.024, OR = 2.090) and there is a correlation between husband’s support and Fertile Age Couple interest in using an IUD (p = 0.012, OR = 2.317). Fertile age couple knowledge of both husband and wife needs to be improved by health workers by providing better counseling so that the wife is more able to use the IUD with the support of a husband who already has sufficient knowledge of the IUD. Keywords: Interests, Fertile Age Couple, IUD ABSTRAK Salah satu alat kontrasepsi yang mempunyai efektifitas tinggi mengendalikan laju pertumbuhan penduduk adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) mencapai 99,4% (BKKBN, 2015). Survei pendahuluan yang dilakukan di RB Rhaudatunnadya, Bekasi menyebutkan hanya 0,6% wanita usia subur memilih metode AKDR untuk mengatur kehamilannya. Dari hasil wawancara kepada wanita usia subur menyatakan 95% tidak berminat menggunakan AKDR. Minat sangat berpengaruh terhadap bagaimana seseorang melakukan sesuatu aktivitas. Minat akseptor KB dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pengetahuan, paritas, pendapatan dan dukungan suami. Desain penelitian yang digunakan dalam peneliti ini adalah analitik kuantitatif menggunakan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian ini adalah Wanita dari Pasangan Usia Subur di RB Raudhatunnadya dengan jumlah sample sebanyak 177 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling di RB Raudhatunnadya, Bekasi tahun 2019. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner tertutup. Analisis univariat menggunakan prosentase sedangkan analisis bivariat dilakukan dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan minat PUS memakai AKDR (p = 0,000, OR=3,396), ada hubungan antara paritas dengan minat PUS memakai AKDR (p=0,048, OR=3,106), ada hubungan antara pendapatan dengan minat PUS memakai AKDR (p=0,024, OR=2,090) dan ada hubungan antara dukungan suami dengan minat PUS menggunakan AKDR (p=0,012, OR=2,317). Pengetahuan PUS baik suami dan istri perlu ditingkatkan oleh tenaga kesehatan dengan pemberian konseling yang lebih baik lagi sehingga istri makin mantab memakai AKDR dengan dukungan suami yang telah mempunyai pengetahuan yang cukup menganai AKDR. Kata Kunci: Minat, Pasangan Usia Subur, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim
“STUDENT FRIENDLY”POS PELAYANAN REMAJA SEHAT Fitria Hayu Palupi; Ilma Widyasari
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.454 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.605

Abstract

ABSTRACTThe teen lifestyle rightnow is so worrying. Most of teenagers have experienced sexual activities since Junior High School. They consider that hugging, holding hands, and kissing are common things to do when they are dating. It, consequently, triggers students to have deviant behaviors, such as drinking alcohol, addicting to drugs or NAPZA, and having free sex. The students actually have been guided through school guidance and counseling to join positive activities. However, it has not been well-realized. By the establishment of “Student Friendly” healthy adolescent service post, it is expected that students are able to do mentoring to their peers in solving reproduction health problems. The outcomes of service community activities are improving students’ knowledge about reproduction health and improving healthy planning generation to the junior and high school students that are mentored by the competent students of STIKes Mitra Husada of Karanganyar who have experienced reproduction health training. By the availability of healthy adolescent service post, the junior and senior high school students can improve and make similar teen groups so that the teens of schools and society are able to actively participate in the adolescent reproduction health and healthy lifestyle. The entire students joining in this activity can be the member of PIK of STIKes Mitra Husada of Karanganyar by which its students as the counselors. ABSTRAKGaya hidup remaja saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Sebagian remaja sejak SMP telah melakukan aktifitas seksual. Mereka menganggap bahwa berpelukan, bergandengan tangan serta berciuman merupakan hal yang wajar dilakukan saat berpacaran. Akibat negatifnya perilaku siswa cenderung menyimpang seperti minum minuman keras, menjadi pecandu narkoba atau NAPZA, serta pergaulan bebas (free sex). Melalui bimbingan konseling dia telah dibimbing untuk mengikuti kegiatan kesiswaan namun belum terlaksana dengan baik. Dengan dibentuknya Student friendly pos remaja sehat maka diharapkan para siswa mampu melakukan pendampingan kepada siswa sebaya dalam mengatasi permasalahan kesehatan reproduksi. Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bagi siswa SMP dan   pengetahuan siswa mengenai kesehatan reproduksi dan meningkatkan generasi berencana yang sehat yang didampingi oleh mahasiswa STIKes Mitra Husada Karanganyar yang telah berkompeten serta telah mengikuti pelatihan kesehatan reproduksi. Dengan adanya pos pelayanan remaja sehat,maka remaja/siswa SMP dan SMA dapat mengembangkan atau membentuk kelompok remaja serupa sehingga remaja di sekolah maupun di masyarakat ikut berperan serta dalam kesehatan reproduksi remaja dan berperilaku hidup sehat. Semua siswa yang mengikuti kegiatan ini menjadi anggota PIK STIKes Mitra Husada Karanganyar dengan mahasiswa sebagai konselor.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN SERBUK DAUN MINDI (MELIAAZEDARACH L) DAN MADU TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI ESENSIAL Meri Oktariani; Ari Pebru Nurlaily; Kartika Dian Listyaningsih
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 3, No 1 (2019): MATERNAL (Jurnal Ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.065 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v3i1.727

Abstract

RINGKASANHipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana darah dinding arteri dengan tekanan yang cukup tinggi yang dapat  menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, kondisi yang lazim terjadi dan sering muncul pada kunjungan di layanan primer yang dapat berkembang menjadi infark miokardial, stroke, gagal ginjal dan kematian. Penyakit hipertensi merupakan penyakit menetap pada penderitanya, tidak dapat disembuhkan total, tetapi suatu saat akan muncul kekambuhan pada penderitanya. Untuk itu penderita hipertensi memerlukan terapi lain selain terapi farmakologis yang diberikan oleh dokter, untuk mengurangi efek samping yang terjadi. Terapi non farmakologis  salah satunya adalah pemberian madu madu dengan ekstrak daun mindi (Melia Azedarach L) yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.Penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif, dengan desain quasi experiment adalah penelitian yang menguji coba suatu intervensi pada sekelompok subyek dengan atau tanpa kelompok pembanding namun tidak dilakukan randomisasi untuk memasukkan subyek ke dalam kelompok perlakuan atau kontrol berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi dengan jumlah Sampel pada penelitian ini adalah 28 penderita hipertensi esensial.Teknik sampling yang digunakan adalah simple random  sampling dan uji analisis menggunakan  Wilcoxon test. Hasil penelitian hasil analisa uji wilcoxon nilai P value = 0,000 sehingga P value 0,05 maka H0 di tolak dan Ha di terima bahwa terdapat pengaruh pemberian seduhan serbuk daun mindi dan madu terhadap tekanan darah  pada pasien hipertensi esensial di desa Tegalrejo, Grogol Sukoharjo. Sehingga dapat disimpulkan hasil tekanan darah sistole sebelum dan sesudah pemberian seduhan serbuk daun mindi (mellia Azedarach L) mengalami  penurunan yang signifikan dan hasil tekanan darah diastole sebelum dan sesudah pemberian seduhan serbuk daunmindi (mellia Azedarach L) mengalami  penurunan yang signifikan. Kata Kunci : Hipertensi, Serbuk Daun Mindi, Penurunan Tekanan DarahABSTRACT Hypertension is a condition in which blood on the artery wall is under high pressure which can cause health problems such as heart disease. High blood pressure, besides causing heart disease, can develop into myocardial infarction, stroke, kidney failure, and death. Hypertension is a permanent disease, cannot be cured completely, and can reappear when the patients cannot maintain their blood pressure. Therefore, people with hypertension need other therapies, in addition to the therapy given by the doctor, to reduce other side effects. One of non-pharmacological therapy is to provide honey with Mindi Leaves Extract(Melia Azedarach L) which can be used to reduce blood pressure in hypertensive patients. This study used a quantitative method with a quasi-experiment design. This study tested an intervention on a group of subjects with or without a comparison group but did not carry out randomization on inserting subjects in the treatment or control group based on inclusion and exclusion criteria with a sample of 28 patients with essential hypertension. The sampling techniques were random sampling and analysis tests by Wilcoxon test. The results of the Wilcoxon test showed P-value = 0,000 so that P-value 0.05, so H0 was rejected and Ha was accepted. There was an effect of steeping Mindi Leaves Extracton blood pressure in hypertensive patients in Tegalrejo, Grogol, Sukoharjo. It can be concluded that systolic blood pressure at pre and post of giving honey and steeping of Mindi Leaves Extract(Azedarach mellia L) showed a significant decrease and the results of diastole blood pressure at the pre and post of giving honey and steeping of Mindi Leaves Extract(Azedarach mellia L) significantly decreased. Keywords: Hypertension, Mindi Leaves Extract, Decreased of Blood Pressure
STUDI DESKRIPSI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI SAAT PANDEMI COVID-19 OLEH IBU-IBU PKK RT 02 RW 15 PERUM JOSROYO 20 INDAH, JATEN, KARANGANYAR Suwarnisih -; Antik PujiHastuti
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 5, No 1 (2021): Maternal (Jurnal ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.805 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v5i1.824

Abstract

The Covid-19 pandemic has lasted for more than a year in Indonesia and other countries in the world. This Covid-19 pandemic gives huge impacts toward people in the world, includingIndonesia. The government has conducted a lot of efforts dealing with this pandemic. In manyoccasions the government states plannings and preparation toward new normal era. One ofthe implementation of new normal life is stated in the Decree of the Health Minister numberHK.01.07/MENKES/328/2020 about the Guideline for the Prevention and Control of Covid-19 in Office and Industrial Workplaces in supporting business continuity in the pandemic situation. The Decree of the Health Minister is issued to prepare the world of business and work towelcome the transition to a new normal life (Kemenkes RI, 2020). This research used descriptiveobservational method. The setting of the research was in RT 02 RW 15, Josroyo Indah HousingState, Jaten, Karanganyar. The population was mothers of PKK (Empowerment of FamilyWelfare) in RT 02 RW 15, Josroyo Indah Housing State, Jaten, Karanganyar. The samplingwas accidental sampling which were 30 respondents. The results of the research covers thecharacteristic of the respondents based on the age were those whose age more than 50 years(50%), that of based on education were those graduated from Senior High School which was 12respondents (40%), that of based on occupation were housewives which were 10 respondents(33.33%), and the descriptive study result dealing with the health protocol implementation wasgood which were 22 respondents (73.33%). It can be concluded that most respondents have agood implementation on the health protocol during the Covid-19 pandemic which was 73.33%.Keywords: Implementation, Health ProtocolABSTRAKPandemi Covid-19 sudah berlangsung lebih dari 1 tahun di Indonesia dan negara-negara lain di dunia. Pandemi Covid-19 ini berdampak secara luas pada masyarakat diseluruh dunia,termasuk di Indonesia. Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk menanganipandemi Covid-19 ini. Pemerintah dalam berbagai kesempatan, mengungkapkan rencana danpersiapan menuju normal baru. Implementasi kehidupan normal baru salah satunya diaturdalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentangPanduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industridalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi. KMK itu dikeluarkan untukmenyiapkan dunia usaha dan dunia Kerja menyambut transisi kehidupan normal baru (KemenkesRI, 2020).Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Lokasi penelitian di RT02 rw 15 Perum Josroyo Indah Jaten, Karanganyar. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu PKK RT 02 RW 15 perum Josroyo Indah, tehnik pengambilan sampel yaitu accidental sampling yaitu 30 responden. Hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan umur paling banyak MATERNAL VOL. V NO. 1 - APRIL 2021 P-ISSN: 2541-3120 E-ISSN: 2541-5085umur di atas 50 tahun yaitu 15 (50 %), karakteristik pendidikan paling banyak SMA yaitu 12(40 %), karakteristik pekerjaan paling banyak yaitu IRT 10 (33,33 %), dari hasil studi deskripsipenerapan protokol kesehatan yaitu baik sebanyak 22 (73,33 %.). Simpulan : Sebagian besarresponden mempunyai penerapan yang baik tentang protokol kesehatan saat pandemi Covid-19 yaitu 73,33 %. Kata Kunci : Penerapan, Protokol Kesehatan
EFEKTIVITAS KONSELING KB TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PUS DALAM PEMILIHAN KONTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICE (IUD) Sri Hadi Sulistiyaningsih
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 2 (2017): Maternal (Jurnal ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.094 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v2i2.562

Abstract

ABSTRACT Family planning program (KB) counseling is an important aspect in servicing family plan- ning and reproduction health. By doing this counseling means that the officer helps the clients in choosing and deciding the kind of contraception which will be used based on their choice. The survey showed that in 10 PUS, there were 6 people who did not understand yet about IUD contraception and did not use it because they were ashamed to their husband. They thought that IUD could disturb the marital relationship, so they reduce their intentions to choose and use IUD, while 4 people have understood and used IUD contraception. This research is used analytic descriptive with cross sectional approach. 56 people are taken by purposive sampling technique. Result of the research shows that most of the respondents get the affective counseling amount 41 people (73, 2 %), 32 people (57,1 %) are counted who have good knowledge, 34 peo- ple (60,7%) have bad attitude. The result of chi square statistic shows that there is significance between family planning program (KB) counseling toward PUS knowledge in choosing IUD contraception with X2hitung (7, 899) and p value (0, 019). There is the correlation between the effectiveness of family planning program (KB) counseling toward PUS attitude in choosing IUD contraception with X2hitung (5, 785) and p value (0,016). The suggestion is that the officer can increase the counseling services, the informative communication and education (KIE) toward the fertile couple through IUD contraception socialization as effective long term contraception. Keywords: Effectiveness of counseling, Knowledge, Attitude, PUS, IUD  ABSTRAK Konseling KB merupakan aspek yang sangat penting dalam pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Dengan melakukan konseling berarti petugas membantu klien dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan digunakan sesuai dengan pilihannya. Survei pada 10 PUS terdapat 6 orang kurang memahami metode kontrasepsi IUD dan belum menggunakan kontrasepsi IUD karena malu saat pemasangan dan beranggapan IUD dapat mengganggu hubungan suami istri, sehingga mengurangi niat untuk memilih dan menggunakan IUD. Sedangkan 4 orang sudah memahami serta menggunakan kontrasepsi IUD. Jenis pe- nelitian deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan terhadap 56 orang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan  sebagian be- sar responden memperoleh konseling yang efektif sebanyak 41 orang (73,2%), tingkat pengeta- huan baik sebanyak 32 orang (57,1%), sikap kurang baik sebanyak 34 orang (60,7%). Hasil uji statistik chi square didapatkan ada hubungan efektifitas konseling KB terhadap pengetahuan PUS dalam pemilihan alat kontrasepsi IUD dengan X2 hitung (7.899) dan p value (0,019), adahubungan efektifitas konseling KB terhadap sikap PUS dalam pemilihan alat kontrasepsi IUD dengan X2  hitung (5,785) dan p value (0,016). Diharapkan petugas kesehatan meningkatkan pelayanan Konseling, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada pasangan usia subur melalui sosialisasi program KB IUD sebagai alat kontrasepsi jangka panjang yang efektif. Kunci : Efektifitas Konseling, Pengetahuan, Sikap, PUS, IUD 
PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN TEST STRIP GUNA MENGIDENTIFIKASI ANEMIA PADA IBU HAMIL DI KLINIK MITRA HUSADA KARANGANYAR Fitria Hayu Palupi; Yeni Anggraini
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.15 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.792

Abstract

ABSTRACTAnemia in pregnant women is defined as the level of hemoglobin below 11 g / dl.Complications of anemia in pregnant women can result in miscarriage, premature or immaturelabor, prolonged labor and atonic uterine. Complications can also cause anemia in the fetus,namely abortion, dysmaturity, microsomia, low birth weight and perinatal mortality. Thepurpose of this study was to identify hemoglobin test strips to identify anemia in pregnantwomen in Mitra Husada Karanganyar Clinic. The method used was observational analytic withcross sectional approach. Location of the research conducted in Mitra Husada KaranganyarClinic in March to September 2015. The sample in this study were all pregnant women whocome to Mitra Husada Karanganyar Clinic for ANC examination, samples were taken usingaccidental sampling techniques. The instrument used in data collection of this research was toconduct hemoglobin levels using hemoglobin strip. The results showed that the incidence ofanemia in Mitra Husada Karanganyar Clinic as follows: 20 people (50.00%) with mild anemia,2 (5.00%) moderate anemia, and 18 (45.00%) people are normal. Out of 40 respondents,none had severe anemia. The conclusion that can be obtained from the results of using thesehaemoglobin strips is the incidence of anemia in Mitra Husada Karanganyar Clinic mostly hasmild anemia as many as 20 people (50.00%).Keywords: haemoglobin tes strips, anemia, pregnant women.ABSTRAKAnemia pada ibu hamil didefinisikan bila kadar Hb di bawah 11 gr/dl. Komplikasi anemiapada ibu hamil dapat mengakibatkan terjadinya abortus, partus immatur atau prematur, partuslama dan atonia uteri. Komplikasi anemia juga dapat menyebabkan gangguan pada janin,yaitu abortus, dismaturitas, mikrosomia, BBLR dan kematian perinatal. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengidentifikasikan pemeriksaan hemoglobin test strip guna mengidentifikasianemia pada ibu hamil di Klinik Mitra Husada Karanganyar. Metode penelitian yangdigunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitiandilakukan di Klinik Mitra Husada pada bulan Maret - September 2015. Sampel pada penelitianini adalah semua ibu hamil yang datang ke Klinik Mitra Husada Karanganyar untuk melakukanpemeriksaan ANC, sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik acidental sampling.Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah dengan melakukankadar Hemoglobin dengan menggunakan strip hemoglobin. Hasil penelitian menunjukkanbahwa angka kejadian anemia di Klinik Mitra Husada Karanganyar yaitu anemia ringansebanyak 20 orang (50,00%), anemia sedang sebanyak 2 orang (5,00%) dan tidak anemiasebanyak 18 orang (45,00%). Sedangkan dari 40 responden, tidak ada yang mengalami anemiberat. Simpulan yang dapat diperoleh dari hasil pemeriksaan menggunakan hemoglobin stripini adalah angka kejadian anemia di Klinik Mitra Husada Karanganyar paling banyak yaituanemia ringan sebanyak 20 orang (50,00%).Kata kunci : hemoglobin test strip, anemia, ibu hamil
IDENTIFIKASI KEJADIAN PRE EKLAMSI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RB NGUDI SARAS DENGAN METODE KROMATOGRAFI Uji Utami; Siskana Dewi Rosita
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.455 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.603

Abstract

ABSTRACTThe causes of maternal mortality rate in Indonesia are bleeding 60-70%, infection of 10-20%, pre-eclampsia and eclampsia 20-30% (Manuaba, 2008). According to the Ministry of Health or MOH (2010), the causes of mortality in Indonesia are hemorrhage 38.24% (111.2 per 100,000 live births), infection of 5.88% (17.09 per 100,000 live births), pre-eclampsia and eclampsia 10-20 (30.7 per 100,000). Pre eclampsia is a multisystem disorder with a complex etiology that typically occurs during pregnancy. Pre eclampsia is usually defined as increased blood pressure and protein urine occurring after 20 weeks gestation (Milne, et al., 2005). This study aimed to identify the incidence of pre-eclampsia in pregnant women in the third trimester RB Ngudi Saras Chromatography Method. This type of research is descriptive quantitative with cross sectional approach. The study was conducted in RB Ngudi Saras Karanganyar. The population in this study is the third trimester pregnant women who visited RB Ngudi Saras, the sampling technique used is Non-Probability Sampling with accidental sampling technique as much as 35 pregnant women. The results showed as many as 26 respondents do not develop pre eclampsia (negative urine protein), 3 respondents have protein urine levels +1 (mild pre- eclampsia), 4 respondents have +2 protein urine levels (mild pre-eclampsia) and 2 had higher levels of urinary protein +3 (severe pre-eclampsia). The conclusions derived from the research results in the identification of pre-eclampsia in RB Ngudi Saras most respondents did not develop pre eclampsia (26 respondents or 74.3%). ABSTRAKPenyebab terjadinya angka kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan 60 – 70%, infeksi 10 – 20%, pre eklampsia dan eklampsia 20 – 30% (Manuaba, 2008). Menurut Depkes RI (2010), penyebab angka kematian di Indonesia adalah perdarahan 38,24% (111,2 per100.000 kelahiran hidup), infeksi 5,88% (17,09 per 100.000 kelahiran hidup), pre eklampsia dan eklampsia 10 – 20 (30,7 per 100.000). Pre eklamsi adalah gangguan multisystem dengan etiologi kompleks yang khusus terjadi selama kehamilan. Pre eklamsi biasanya didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah dan protein uria yang terjadi setelah usia kehamilan20 minggu (Milne, et al. 2005). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian pre eklamsi pada ibu hamil trimester III di RB Ngudi Saras Dengan Metode Kromatografi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di RB Ngudi Saras Karanganyar. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu hamil Trimester III yang berkunjung ke RB Ngudi Saras, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non Probability Sampling dengan teknik accidental sampling sebanyak35 ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 26 orang tidak mengalami pre eklamsi (protein urine negative),  3 orang mempunyai kadar protein urine +1 (pre eklamsi ringan), 4 orang mempunyai kadar protein urine +2 (pre eklmasi ringan) dan 2 orang mempunyai kadar protein urine +3 (pre eklamsi berat). Simpulan yang didapat dari hasil penelitian diperoleh hasil identifikasi kejadian pre eklamsi di RB Ngudi Saras sebagian besar responden tidak mengalami pre eklamsi yaitu sebanyak 26 orang (74.3%). Kata kunci : kejadian Pre Eklamsi, ibu hamil trimester III, Metode Kromatografi
ANALISIS KEJADIAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA ANAK USIA BAWAH LIMA TAHUN DENGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI NON EKSKLUSIF DI POSYANDU BENINGREJO, TASIKMADU, KARANGANYAR Yeni Anggraini; Fitria Hayu Palupi
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1581.753 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v2i3.644

Abstract

ABSTRACT          All this time, early detection of Iron Deficiency Anemia (ADF) has not been done. Though anemia that occurs in children under five years will affect their health, cognitive and physical development (Zuffo, et al, 2016). As the effort to reduce the rate of ADF in infants, UNICEF and WHO recommend that infants should only be given breastmilk for at least the first six months of life. The breastfed infant are less likely to have ADF. Reaching 50% iron derived from breast milk is easier to be absorbed by digestion, com­pa­red to 4% of infant formula (Demallof, et al, 2014). The purpose of this study was to analyze the preva­le­n­­ce of ADF in children under five years with a history of non exclusive breastfeeding in Posyandu Be­ni­ngrejo, Tasikmadu, Karanganyar. The methodused in this research was observational descriptive with re­tros­pective cohort study. The research was conducted at Posyandu Beningrejo, Tasikmadu, Kara­nga­­nyar. The samples in this research were children under five years with a history of non exclusive bre­ast­feeding who came to Posyandu Beningrejo, Tasikmadu, Karanganyar along January 2018, the sam­p­l­ing applied was Purposive Sampling. The instrument used in this research was hemoglobin tes strip. The research found that the incidence of ADF in children under five years with a history of non exclusive bre­ast­­feedinga at Posyandu Beningrejo, Tasikmadu, Karanganyar reached 16 respondents (44%). Accor­ding to the the results of Hb measurement of 36 respondents researcher can conclude that respondents (56%) who did not have anemia and 16 respondents (44%) had anemia. Keywords: children under five years, non exclusive breastfeeding history, iron deficiency anemia ABSTRAK           Selama ini, upaya deteksi dini Anemia Defisiensi Besi (ADF) pada balita belum dilakukan. Padahal anemia yang terjadi pada masa balita akan mempengaruhi kesehatan, perkembangan kognitif dan fisik anak (Zuffo, et al, 2016). Sebagai upaya untuk menurunkan angka ADF pada balita, UNICEF dan WHO merekomendasikan sebaiknya anak hanya diberi ASI selama paling sedikit enam bulan (Kemenkes RI, 2013). Balita yang mendapat ASI mempunyai risiko yang lebih kecil untuk mengalami ADF. Hal ini kare­na zat besi yang berasal dari ASI lebih mudah diserap oleh pencernaan, mencapai 50 %, dibandingkan ha­nya 4 % pada susu formula (Demallof, et al, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian ADF pada anak balita dengan riwayat pemberian ASI non eksklusif di Posyandu Beningrejo, Tasikmadu, Karanganyar. Jenis penelitian yang digunakan adalah observational deskriptif dengan pende­katan kohort retrospektif. Penelitian dilakukan di posyandu Beningrejo, Tasikmadu, Karanga­nyar. Sam­pel dalam penelitian ini adalah balita dengan riwayat pemberian ASI non Eksklusif yang datang di Posyandu Beningrejo, Tasikmadu, Karanganyar pada bulan Januari 2018 yang dijadikan sampel penelitian, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah hemoglobin tes strip. Hasil penelitian menun­jukkan bahwa angka kejadian ADF pada balita dengan riwayat pemberian ASI non Eksklusif di posyandu Beningrejo, Tasik­ma­du, Kara­nga­nyar mencapai 16 responden (44 %). Simpulan yang dapat diperoleh dari hasil peme­rik­sa­an Hb adalah dari 36 responden ada 20 balita  (56 %) yang tidak mengalami anemia, akan tetapi ba­lita yang mengalami anemia mencapai 16 responden (44 %). Kata Kunci: balita, riwayat pemberian ASI non Eksklusif, anemia defisiensi besi

Page 7 of 16 | Total Record : 159