cover
Contact Name
Hariyanto
Contact Email
hariyantogracia@gmail.com
Phone
+628121024884
Journal Mail Official
davarjurnalteologi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ratu Menten, Komplek Grogol Permai Blok C 41, Jakarta Barat, DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Davar: Jurnal Teologi
ISSN : 27229041     EISSN : 2722905X     DOI : https://doi.org/10.55807/davar
Davar: Jurnal Teologi adalah jurnal ilmiah dalam bidang teologi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun. Menerima naskah dari Dosen, Peneliti, Mahasiswa, dan Praktisi yang sesuai dengan lingkup jurnal ini. Focus dan Scope Davar: Jurnal Teologi adalah Teologi Biblikal Teologi Sistematika Studi Pastoral dan Konseling Kristen Filsafat Kristen Apologetika Pendidikan Kristen (Gereja, Keluarga, dan Sekolah) Manajemen Gereja Kepemimpinan Kristen Sosiologi Agama Misiologi dan Penginjilan
Articles 65 Documents
Kepemimpinan gereja yang penuh Roh Kudus terhadap pertumbuhan gereja di era kontemporer Adam, Alexius; Harefa, Fajar Kurnia; Mbo'oh, Ruth; Zebua, Yaterorogo; Sugianto, Paulus
Davar : Jurnal Teologi Vol 6, No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v6i2.220

Abstract

ABSTRACTContemporary church leadership shows a shift from spirituality and commitment to the Word of God toward models oriented to popularity and institutional interests. This shift causes the Church to lose its spiritual essence and transformative power. Therefore, it is necessary to reexamine church leadership based on biblical principles, particularly the role of the Holy Spirit as the primary leader in Christ’s Church. This study aims to understand the concept and characteristics of Spirit-filled church leadership and its implications for contemporary church growth. Using a qualitative literature method, this research analyzes biblical and theological sources. The results show that Spirit-filled leadership is characterized by the fruit of the Spirit (Galatians 5:22–23), Christlike character, humility, wisdom, love, and courage in ministry. Such leadership builds an inclusive, transformative, and mission-centered church. Amid stagnation and secularization, Spirit-filled leadership is a divine calling that is relevant, realistic, and urgently needed. Keywords: Church Leadership, Spirit-Filled, Fruit of the Spirit, Transformative Leadership AbstrakKepemimpinan gereja masa kini menunjukkan pergeseran dari spiritualitas dan komitmen terhadap Firman Tuhan menuju model yang berorientasi pada popularitas dan institusional. Pergeseran ini membuat gereja kehilangan esensi rohani dan daya transformasinya. Karena itu, perlu ditinjau kembali kepemimpinan gereja berdasarkan prinsip Alkitabiah, khususnya peran Roh Kudus sebagai pemimpin utama dalam gereja Kristus. Penelitian ini bertujuan memahami konsep dan karakteristik kepemimpinan gereja yang penuh Roh Kudus serta implikasinya terhadap pertumbuhan gereja masa kini. Menggunakan metode kualitatif kepustakaan, penelitian ini menelaah sumber Alkitab dan literatur teologi. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan penuh Roh Kudus ditandai oleh buah Roh (Galatia 5:22–23), karakter Kristus, kerendahan hati, hikmat, kasih, dan keberanian dalam pelayanan. Kepemimpinan ini membangun gereja yang inklusif, transformatif, dan berpusat pada misi Allah. Di tengah stagnasi dan sekularisasi, kepemimpinan yang penuh Roh Kudus merupakan panggilan ilahi yang relevan, realistis, dan mendesak. Kata kunci: Kepemimpinan Gereja, Penuh Roh Kudus, Buah Roh, Kepemimpinan Transformatif
Membangun pilar-pilar harga diri hamba Tuhan yang memiliki low self esteem Gunawan, Agung
Davar : Jurnal Teologi Vol 6, No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v6i2.215

Abstract

ABSTRACTThe modern church faces various complex issues that directly impact the lives of congregations and the effectives of pastoral ministry. One crucial factor that is often overlooked is the state of self-esteem of God's servant as chrurch leaders. This study aims to comprehensively describe the concept of self-esteem, identify the causes and negative impact of low self-esteem, and formulate steps to foster the pillars of healthy self-esteem in God's servants. The method used is a literature study with a qualitative approach, through the collection, analysis, and synthesis of library sources in the form of books and journal articles relevant to the theme of self-esteem and pastoral leadership. The results of the study indicate that self-esteem is a basic human need that significant influences the intellectual, emotional, relational, and spiritual aspect of God's servant. Low self-esteem is generally formed through negative experiences in the family, especially poor parenting, and results in decreased intellectual intelligence, fear of appearing in public, difficulty in relationship, and a tendency toward unstable emotions. Keyword: low self-esteem, God's servants, pillar of self esteemABSTRAKGereja masa kini menghadapi berbagai persoalan kompleks yang berdampak langsung pada kehidupan jemaat dan efektivitas pelayanan pastoral. Salah satu faktor krusial yang sering terabaikan adalah kondisi harga diri hamba Tuhan sebagai pemimpin gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif konsep harga diri, mengidentifikasi penyebab serta dampak negatif harga diri rendah, dan merumuskan langkah-langkah menumbuhkan pilar-pilar harga diri yang sehat bagi hamba Tuhan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, melalui pengumpulan, analisis, dan sintesis sumber-sumber pustaka berupa buku dan artikel jurnal yang relevan dengan tema harga diri dan kepemimpinan pastoral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat memengaruhi aspek intelektual, emosional, relasional, dan spiritual hamba Tuhan. Harga diri rendah umumnya terbentuk melalui pengalaman negatif dalam keluarga, terutama pola asuh yang salah, dan berdampak pada menurunnya kecerdasan intelektual, ketakutan tampil di depan umum, kesulitan berelasi, serta kecenderungan emosi yang tidak stabil. Kata Kunci: harga diri rendah, hamba Tuhan, pilar-pilar harga diri.
Mukjizat menurut iman kristen (sebuah studi teologis-apologetis) Pandey, Dylfard Edward
Davar : Jurnal Teologi Vol 6, No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v6i2.223

Abstract

ABSTRACTThis study aims to explain the concept of miracles in Christian theology and to formulate an apologetic response to modern critiques that question the possibility and rationality of miracles. It highlights the importance of a theological, philosophical, and biblical perspective in understanding miracles as divine acts in history. The research employs a qualitative method using library research with an inductive analytical approach to gather, process, and interpret data from theological, historical, and philosophical sources. The findings show that miracles carry revelatory, soteriological, apologetic, pedagogical, and eschatological functions within the framework of God’s self-disclosure. The analysis of skeptical critiques, especially those of David Hume, demonstrates that philosophical objections to miracles are insufficient both logically and historically. This discussion affirms that miracles remain coherent within a theistic worldview and relevant for the contemporary church as expressions of God’s sovereign action in salvation plan. Keywords: Apologetics, Christian Faith, Divine Revelation, Miracle, Theology. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menjelaskan konsep mukjizat dalam teologi Kristen serta merumuskan tanggapan apologetis terhadap kritik modern yang mempertanyakan kemungkinan dan rasionalitas mukjizat. Kajian ini menyoroti pentingnya pemahaman yang teologis, filosofis, dan Alkitabiah dalam melihat mukjizat sebagai tindakan Allah dalam sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui pendekatan analisis induktif untuk mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data dari sumber-sumber teologis, historis, dan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mukjizat memiliki fungsi revelatoris, soteriologis, apologetis, pedagogis, dan eskatologis yang saling terkait dalam kerangka penyataan Allah. Analisis terhadap kritik skeptis, terutama dari David Hume, membuktikan bahwa keberatan filosofis terhadap mukjizat tidak memadai secara logis maupun historis. Pembahasan ini menegaskan bahwa mukjizat tetap koheren dalam kerangka teisme dan relevan bagi kehidupan gereja masa kini sebagai bagian dari tindakan Allah yang berdaulat dalam rencana keselamatan. Kata kunci:  Apologetika, Iman Kristen, Mukjizat, Penyataan Allah, Teologi.
Keselamatan ditinjau dari segi mati syahid dan bunuh diri menurut Rasul Paulus Tumaang, Yorande
Davar : Jurnal Teologi Vol 6, No 1 (2025): Juni
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v6i1.69

Abstract

ABSTRACTThis writing is a theological analysis of martyrdom and suicide. With the aim that this writing can add insight into the theology of youth as the next generation of the Church with regard to understanding the concept of salvation in terms of martyrdom and suicide and strengthening a young man's faith in Jesus Christ who is Lord and Savior. This writing is based on observation because many people do not understand the concept of salvation from martyrdom and death by suicide. Many people think that when someone commits suicide they will get salvation like when they die as a martyr. With suicide will end the problems faced so that one's mind is no longer tormented. Based on this assumption, the authors are interested in analyzing the topic above by using a qualitative approach and focusing on data or information from the Bible as the main literature and other literature obtained that provides information about the concept of salvation when someone dies as a martyr by committing suicide. Keywords: Martyr, Suicide, Paul, Salvation.  ABSTRAKPenulisan ini merupakan suatu analisis teologis terhadap mati syahid dan tindakan bunuh diri. Dengan suatu tujuan bahwa dengan adanya penulisan ini dapat menambah wawasan teologi pemuda sebagai generasi penerus Gereja berkenaan dalam memahami konsep keselamatan dari segi mati syahid dan bunuh diri serta memperkokoh iman seorang pemuda kepada Yesus Kristus yang menjadi Tuhan dan Juruselamat. Penulisan ini dilakukan berdasarkan pengamatan karena banyak orang kurang memahami antara konsep keselamatan dari mati syahid dengan mati karena bunuh diri. Banyak orang berpendapat bahwa ketika seseorang bunuh diri akan memperoleh keselamatan seperti ketika mati syahid. Dengan bunuh diri akan mengakhiri masalah yang dihadapi sehingga batin seseorang tidak lagi tersiksa. Berdasarkan asusmsi tersebut, penulis tertarik dalam menganalisis topik di atas dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menitikberatkan pada data atu informasi dari Alkitab sebagai literatur utama dan literatur-literatur lain yang diperoleh  memberikan sebuah informasi mengenai konsep keselamatan ketika seseorang mati syahid dengan mati karena bunuh diri. Kata Kunci : Martir, Bunuh Diri, Paulus, Keselamatan.
Eksegetis Yudas 1:20-21: membangun diri dalam iman dan implikasinya terhadap Against Heresies Deke, Imanuel Umbu Zawila
Davar : Jurnal Teologi Vol 6, No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v6i2.212

Abstract

ABSTRACTThis paper explains the importance of strong faith as a foundation for defending oneself and resisting false teachings. Jude advises believers to build themselves on the foundation of their most holy faith. This study uses a library research method by combining various journal and book sources and a hermeneutic system to discover the meaning of Jude 1:20-21. The results of the study show that Jude 1:20-21 is relevant in the lives of believers today. First, believers must build themselves in a solid faith in Christ as a foundation for opposing and resisting false teachings. Second, believers in building faith must be under the guidance of the Holy Spirit as the nurse of their faith. Third, believers must maintain their faith in God's love and not distance themselves from God's love. The identity of a believer is seen from a strong faith so that it is not influenced by false teachings that threaten the believer's life. Believers must continuously build faith in Christ. Keywords: Jude 1:20-23, faith, believer, Againts Heresies. ABSTRAKTulisan ini menjelaskan pentingnya iman yang kuat sebagai fondasi dalam mempertahankan diri serta melawan pengajaran sesat. Yudas menasehati orang percaya untuk membangun diri di atas dasar iman yang paling suci. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan memadukan berbagai sumber jurnal dan buku serta sistem hermeneutik untuk menemukan makna dari Yudas 1:20-21. Hasil penelitian menunjukkan Yudas 1:20-21 relevan dalam kehidupan orang percaya masa kini. Pertama, orang percaya harus membangun diri dalam iman yang kokoh di dalam Kristus sebagai fondasi untuk menentang dan melawan pengajaran sesat. Kedua, orang percaya dalam membangun iman harus di bawah pimpinan Roh Kudus sebagai perawat iman dari orang percaya. Ketiga, orang percaya harus memihara imannya dalam kasih Allah dan tidak menjauhkan diri dari kasih Allah. Identitas orang percaya adalah dilihat dari iman yang kuat sehingga tidak dipengaruhi oleh pengajaran sesat yang mengancam kehidupan orang percaya. Orang percaya harus membangun iman kepada Kristus secara terus-menerus. Kata Kunci: Yudas 1:20-23, iman, orang percaya, Against Heresies.