cover
Contact Name
Adhitya Widya Kartika
Contact Email
adhityawidyakartika@ymail.com
Phone
+6285234982615
Journal Mail Official
vsj@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl.Rungkut Madya No.1, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur 60294 Tel / fax : 085234982615 / 085234982615
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27223302     EISSN : 27223299     DOI : https://doi.org/10.33005/vsj.v1i1
Core Subject : Social,
Fokus pada semua isu-isu hukum dalam pengabdian dan penguatan kepada masyarakat. Topik yang dikaji namun tidak terbatas pada Hukum dan Penguatan Masyarakat, Hukum dan Masyarakat, Layanan Hukum, dan Bantuan Hukum.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 88 Documents
Kampung Sayur untuk Pengembangan Desa Wisata Kelurahan Gading Surabaya Susi Hardjati; Syanindita Aurelya Ayu Widya Savitri; M. Syahrul Kirom; Nadhifa Nariswari; Siti Hardiyanti Rukmana
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v3i2.98

Abstract

Program KKN merupakan program yang wajib diikuti oleh mahasiswa. Melalui KKNT MBKM dengan skema desa wisata, mahasiswa dituntut untuk membantu masyarakat untuk menggali potensi wisata di lingkungannya sehingga lebih bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya. Potensi desa wisata yang ada di Kelurahan Gading adalah Kampung Sayur dimana mahasiswa diwajibkan membantu menggali potensi Kampung Sayur dengan mengembangkan Teknologi Tepat Guna hidroponik dan aeroponik yang sesuai dengan kondisi masyarakat dan lingkungan Kelurahan Gading secara spesifik. Beberapa program kerja yang digagas oleh mahasiswa terdiri dari tahapan- tahapan mulai dari survei, implementasi, dan evaluasi sehingga hasil luaran dapat terpantau dengan maksimal dan dapat bermanfaat bagi masyarakat Kelurahan Gading
Pemberdayaan UMKM Olahan Belimbing Wuluh Dan Stik Lele Sebagai Produk Desa Wisata Di Kelurahan Sambikerep, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya Novaninda Ayu Cipta; Niniek Imaningsih; Cholid Fadil
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v3i2.99

Abstract

Pandemi covid-19 yang terjadi sejak awal 2020 ternyata membawa banyak dampak signifikan pada setiap aspek kehidupan termasuk dalam bidang ekonomi. Adanya pembatasan dalam berbagai kegiatan maka terjadi pula penurunan penjualan pada berbagai usaha termasuk umkm. Banyak pelaku UMKM mengeluhkan penurunan penjualan dalam UMKM. Maka, media online sangat dibutuhkan dalam meningkatkan penjualan. Mahasiswa KKN-T 83 UPNVJT mempunyai tujuan melakukan branding pada salah satu UMKM Unggulan Sambiarum yaitu UMKM Yang berbahan dasar dari belimbing wuluh. Branding merupakan hal yang sangat penting bagi pelaku suatu usaha. Branding membantu pelaku Usaha, Mikro, dan Menengah untuk lebih mempromosikan produknya. Maka, kami bermaksud membantu branding UMKM Unggulan Sambiarum dari belimbing wuluh dan stik lele. Kegiatan yang dilakukan yaitu dengan membuat desain kemasan produk, foto produk . Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan observasi dan wawancara. Kegiatan bertujuan untuk membuat image yang lebih fresh dari produk itu sendiri sehingga bisa meningkatkan penjualan dan menarik konsumen baru.
Sosialisasi Wisata Dan Umkm Berbasis (FGD) Focus Group Discussion Guna Meningkatkan Kualitas Ekonomi Masyarakat Desa Jarak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Savira Apriliana; Niniek Imaningsih; Cholid Fadil
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v3i2.100

Abstract

The center of the village community's economy to meet basic needs does not focus. Jarak Village, Wonosalam District, Jombang. The village which still has a lot of plantation land with its location at one of the foot of Mount Anjasmoro has beautiful views. In addition, this village also has superior tourism that has not been maximized due to access and support areas such as supermarkets and the lack of MSMEs. Utilization and development of tourism supported by the development of MSMEs can encourage the improvement of the economy of the surrounding community so that they can maximize the economy and reduce poverty levels. So it is necessary to hold socialization in order to increase public knowledge regarding tourism and MSMEs in order to increase the potential of the region and estuary will improve the village economy, especially the community,
Kontekstualisasi PermenLHK No.8/2022 Melalui Literasi Anak Cinta Lingkungan di TBM Pradah Kali Kendal Zuhda Mila Fitriana; Adelia Savitri; Eka Nanda Ravizki
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v4i1.102

Abstract

Nationalism is part of the character that a person has toward his country. Love for the homeland is part of the character that is reflected in a sense of pride, loyalty, concern, and high appreciation for several aspects: language, culture, economy, and politics. In addition, love for the homeland includes practices in protecting the environment such as not littering, considering sustainability in every activity, and trying to reduce carbon production from daily activities. Human negligence as a resident of the earth has brought chronic environmental problems such as climate change. Environmental problems are not only resolved through technical actions but must be supported by awareness and cultivating a loving character for the environment. The real form of fertilizing the character of loving the environment can be through the integration of character education in formal education curricula such as schools. The Indonesian government's latest innovation in involving the younger generation to conserve the environment is regulated in PermenLHK No. 8/2022. This is in line with Weiss's theory of intergenerational justice which emphasizes the obligation of each generation to ensure the environment for the next generation. In addition, this step was taken by the Indonesian government to take advantage of the demographic bonus of the national productive age from 2012 to 2030. Of the many PGL activities, the activities that are most relevant to efforts to cultivate character are the activities of fostering caring behavior and environmental culture. PPPSDM Perkaban No. P.2/P2SDM/SET.11/SDM.2/6/2022 Regarding the Technical Guidelines for the Development of Environmental Generation, it regulates two derivative activities, namely the PBLHS Movement and GEMILANG. One of them is through the development of creativity and innovation of the younger generation to educate the values ​​of loving the environment through digital literacy media. This effort was carried out by the community service team in collaboration with TBM Pradah Kali Kendal.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemilahan Sampah dalam Rangka Optimalisasi Desa Wisata Edukasi Lingkungan di Desa Gunungsari Madiun Indria Wahyuni; Wilda Prihatiningtyas; Tatiek Sri Djatmiati; Emanuel Sujatmoko; Sri Winarsi; Lanny Ramli
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v4i1.103

Abstract

Desa Gunungsari, Kabupaten Madiun, memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata hijau (Green tourism-village). Di setiap akhir pekan Pasar Punden di desa Gunungsari ramai pengunjung dari desa-desa lainnya. Sistem perdagangan yang unik dengan menggunakan token dari bambu berwarna-warni menambah ketertarikan desa ini. Melihat geliat perkembangan yang ada saat ini, desa Gunungsari dapat dijadikan desa percontohan wisata edukasi lingkungan. Salah satu isu yang utama adalah pemilahan sampah. Kegiatan sehari-hari di desa Gunungsari, dan utamanya kegiatan akhir pekan di pasar punden menyisakan banyak sampah baik berupa sampah plastik dan nonplastik. Belum dilakukannya upaya untuk memilah sampah serta masih minimnya tempat pembuangan sampah menjadikan pentingnya edukasi bagi masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Mendasarkan pada analisa kebutuhan tersebut, maka pendampingan ini digagas untuk memberikan pemahaman dan pendampingan atas potensi desa Gunungsari sebagai Desa Edukasi Lingkungan melalui pemilahan sampah dari tahap awal. Pemahaman ini penting untuk menghapuskan pandangan bahwa sampah hanyalah sampah dan tidak bermanfaat bagi masyarakat secara ekonomi. Dengan melakukan pendampingan atas potensi desa ini sebagai Desa Edukasi Lingkungan, diharapkan akan memberikan efek domino bagai desa-desa lain di sekitarnya, juga bagi masyarakat pengunjung mengenai pentingnya melakukan pemilahan sampah.
Sosialisasi Terkait Putusan Mahkamah Konstitusi Pada Warga Megare Menggunakan Studi Kasus Pengujian Materiil Cipta Kerja Dea Aprylia; Carrisa Irma; Silvia Maharani; Diana Zain Wulan Fitriana; Rosida Destaulina Habeahan; Nanang Qosim
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v4i1.264

Abstract

Sosialisasi konsekuensi putusan atas pengujian Pasal 22 Angka 5 UU No. 11/2020 diangkat dalam artikel ini merupakan hal yang penting untuk diketahui dan dijangkau seluruh kalangan masyarakat agar mengetahui konsekuensi suatu putusan MK dan sifatnya. Masyarakat Megare sendiri sangat antusias dengan ruang lingkup kelestarian dan penjagaan lingkungan, hal ini karena terdorong adanya persoalan hukum yang sama dengan ruang lingkup materi yang disajikan. Dalam putusan tersebut hilangnya hak konstitusional Yayasan HAkA dalam menjalankan salah satu fungsinya yaitu menjaga pelestarian lingkungan. Merasa dirugikan haknya sebagai yayasan pencinta alam dalam upayanya yang awalnya dapat menjadi bagian dalam proses penyusunan AMDAL dengan adanya Pasal terkait menjadi tidak ada lagi. Perlu bagi masyarakat Megare ini untuk dilakukan penyuluhan dengan tujuan menunjang kepemahaman warga pentingnya Mahkamah Konstitusi dan putusannya. Menggunakan metode analisis studi kasus dan metode sosialisasi pengajaran didaktik mengajarkan pengetahuan dan keterampilan melalui pemberian informasi, penjelasan, atau ceramah di Desa Ngelom Mergare dengan sasaran masyarakat Megare RT 05 RW 01, bermitra dengan Ketua RT 05 RW 01 Desa Ngelom Megare. Putusan ini menegaskan dan memastikan perlindungan yang adil bagi pihak terkait khususnya Yayasan HAkA. Sosialisasi ini memberikan informasi kepada masyarakat awam agar sadar akan hukum, minimal mengetahui dasar atau pengaruh suatu putusan yang inkracht terhadap kepentingan mereka.
Penguatan Kesadaran Hukum Masyarakat Terkait Penyelesaian Sengketa Tanah Di Kalurahan Nogotirto Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Choirie Nito Satrio; Dandy Jayusman; Mujiyana; Nasrullah
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v6i1.104

Abstract

Abstrak Keberadaan tanah semakin penting sehubungan dengan makin tingginya pertumbuhan penduduk dan pesatnya pembangunan yang menyebabkan kebutuhan akan tanah juga semakin meningkat. Penyelesaian sengketa tanah menjadi isu penting dalam konteks hukum properti di berbagai wilayah, termasuk Kalurahan Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pentingnya penguatan kesadaran hukum masyarakat terkait penyelesaian sengketa tanah di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran hukum masyarakat terkait penyelesaian sengketa tanah di Kalurahan Nogotirto masih perlu ditingkatkan. Faktor-faktor seperti kurangnya pemahaman akan peraturan hukum, ketidakjelasan status kepemilikan tanah, dan minimnya akses terhadap layanan hukum menjadi tantangan utama dalam proses penyelesaian sengketa tanah. Diperlukan upaya-upaya penguatan kesadaran hukum masyarakat melalui pendekatan edukasi hukum, pelatihan, serta penyediaan akses yang lebih mudah terhadap layanan hukum. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat pemahaman tentang urgensi kesadaran hukum dalam konteks penyelesaian sengketa tanah di tingkat lokal, khususnya di Kalurahan Nogotirto. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah setempat dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan memperbaiki sistem penyelesaian sengketa tanah di wilayah tersebut.
Pemberdayaan Masyarakat tentang Pengajuan Akta Kematian Telah Lewat Waktu melalui Pengadilan Negeri di Kalurahan Hargobinangun Emy Sulistyowati; Mita Yuliana; Nabila Wahyu Maulidia; Habib Hussein Muttaqin
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v6i1.105

Abstract

Abstrak Fenomena keterlambatan pengajuan akta kematian akibat kurangnya kesadaran hukum, akses informasi tentang prosedur pengajuan sering membuat masyarakat tidak menyadari pentingnya pengajuan akta kematian secara tepat waktu. Fenomena keterlambatan pengajuan akta kematian tersebut banyak terjadi di Kelurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, program "Pemberdayaan Masyarakat tentang Pengajuan Akta Kematian Telah Lewat Waktu melalui Pengadilan Negeri di Kelurahan Hargobinangun" akan menggalakkan sosialisasi langsung di masyarakat melalui Pengadilan Negeri sebagai instansi utama dalam pengajuan akta kematian Melalui metode pendekatan kolaboratif dan inovatif yang melibatkan institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan lembaga bantuan hukum, artinya peneliti dan pihak yang terlibat mempunyai peranan dan tanggung jawab yang saling membutuhkan dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan serta dapat direplikasi di daerah lain.Kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat tentang Pengajuan Akta Kematian Telah Lewat Waktu melalui Pengadilan Negeri di Kelurahan Hargobinangun sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang penulis lakukan efektif meningkatkan pengajuan akta kematian. Data menunjukkan peningkatan dari 34 pengajuan di Februari 2024 menjadi 69 pada Mei 2024. Program ini efektif meningkatkan pemahaman masyarakat dan mempercepat proses administrasi. Permasalahan yang ada di Kelurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta diakibatkan kurangnya edukasi dan stigma masyarakat terkait proses administrasi yang sulit. Kegiatan Sosialisasi sebagai bentuk pengabdian masyarakat berhasil meningkatkan kesadaran hukum dan akses layanan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antar instansi untuk memudahkan pengajuan akta kematian.
Menelusuri Jejak Sejarah: Penafsiran Historis Terhadap Hukum Acara Mahkamah Konstitusi Melalui Sosialisasi Virtual Reniarti Asma Inayah; Inka Cahaya Purnama; Fifi Rezkiani; Supriyanto; A. Mulia Rahmadinah Adnan; Samiadji
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v5i2.113

Abstract

Abstrak Mahkamah Konstitusi (MK) berperan penting dalam menjaga konstitusionalitas hukum di Indonesia, seringkali melalui penafsiran hukum acara yang kompleks. Memahami evolusi historis hukum acara di MK membantu akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam memahami dasar pengambilan keputusan MK. Judul "Menelusuri Jejak Sejarah: Penafsiran Historis Hukum Acara di Mahkamah Konstitusi melalui Sosialisasi Virtual" dipilih untuk menyoroti pentingnya pemahaman ini, serta manfaat format virtual yang memungkinkan partisipasi luas dan aksesibilitas yang lebih baik. Isu hukum yang diangkat dalam sosialisasi ini adalah penafsiran historis hukum acara di Mahkamah Konstitusi (MK). Fokusnya adalah pada bagaimana evolusi hukum acara mempengaruhi proses pengambilan keputusan MK, menjamin keadilan prosedural, menghadapi tantangan hukum baru, dan menjaga konsistensi serta kepastian hukum. Dengan memahami sejarah penafsiran ini, peserta diharapkan dapat lebih mengerti penerapan prinsip-prinsip hukum acara dalam menjaga supremasi konstitusi di Indonesia. Persoalan hukum yang diangkat adalah bagaimana Mahkamah Konstitusi menafsirkan dan menerapkan hukum acara dalam proses pengambilan keputusan konstitusional. Ini mencakup tantangan dalam menjaga konsistensi penafsiran hukum acara, adaptasi terhadap kasus-kasus baru yang kompleks, dan memastikan keadilan prosedural dalam setiap putusan. Persoalan ini penting karena berdampak langsung pada legitimasi dan efektivitas putusan MK serta kepastian hukum bagi masyarakat. Sosialisasi ini penting untuk meningkatkan pemahaman tentang penafsiran historis hukum acara di Mahkamah Konstitusi (MK). Ini membantu akademisi dan praktisi hukum mendapatkan wawasan yang lebih dalam, membuat masyarakat lebih sadar dan percaya pada proses hukum di MK, serta mendorong konsistensi dan kepastian hukum. Selain itu, format virtual memungkinkan partisipasi yang lebih luas dan akses informasi tanpa batasan geografis. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini mencakup presentasi virtual oleh narasumber yang berasal dari Fakultas Hukum UPNVJT, yang kemudian sasaran sosialisasi adalah masyarakat umum yang merasa ingin mengetahui lebih dalam mengenai Hukum Acara Mahkamah Konstitusi, sesi diskusi interaktif, analisis studi kasus, penyediaan materi pendukung digital. Pendekatan ini memastikan pemahaman yang baik tentang penafsiran historis hukum acara di Mahkamah Konstitusi (MK) serta memungkinkan partisipasi yang luas dari peserta dengan menggunakan format virtual yang mudah diakses.
Pengenalan Ad Informandum Judicem Dan Pengaruhnya Dalam Undang-Undang Cipta Kerja Muhammad Haidar Ali; Dito Ardiyanto Syahta; Donna Loedi Ellizabeth; Rajendra Abdeenegara; Mochammad Diva Perdana Putra; Oei Priyono
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v5i1.119

Abstract

Abstrak Beberapa waktu lalu pemerintah telah mengesahkan Undang-undang No 6 Tahun 2023 tentang Penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang Undang no 2 tahun 2022 tentang cipta kerja menjadi Undang Undang. Hal ini menyebabkan polemik dikalangan masyarakat terkhususnya para pekerja/buruh karena UU ini lebih banyak menguntungkan para pengusaha daripada para pekerjanya. telah berdiskusi daan melihat polemik yang melindas para karyawan / buruh. Akibat dari uu tsb partai buruh membawa permasalahan ini ke mk untuk dilakukan Judicial review. Said Iqbal selaku pihak terkait tidak langsung, memberikan keterangan tambahan atau ad informandum pada persidangan tersebut. Menurut Prof. Dr. RM. Sudikno Mertokusumo, S.H Menyatakan bahwa ad informandum judicem merupakan informasi tambahan yang diberikan kepada hakim dengan tujuan untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang Perkara yang sedang ditangani. Ad Informandum yang dimaksud  masih terlalu tabu Bagi para pekerja atau buruh, padahal Tindakan tersebut berguna untuk memperjuangkan hak hak mereka yang ditindas.Pada akhirnya kami penulis menggelar sosialisasi tentang isu ini dengan menjadikan pekerja di Jl.Kertajaya Indah IV Blok F no.512 RT 002 RW 10 pada para pekerja di daerah tersebut mengenai ad informandum judicem pada Undang-undang cipta kerja dengan maksud untuk membuat mereka semua menjadi lebih mengerti tentang hal ini.Setelah kami melakukan sosialisasi ini diperoleh hasil para pekerja disini menjadi lebih mengerti terkait Ad Informandum judicem pada Undang-undang cipta kerja.