cover
Contact Name
-
Contact Email
dimas.stifar@gmail.com
Phone
+6224-6706147
Journal Mail Official
dimas.stifar@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang Jl. Sarwo Edhi Wibowo KM 1 Plamongansari, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal DiMas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
ISSN : 27235114     EISSN : 2808537X     DOI : https://doi.org/10.53359/dimas.v2i1
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Jurnal DiMas) merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang ilmu kefarmasian. Lingkup pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi penyuluhan, pelatihan, pemasaran, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Articles 91 Documents
Pemanfaatan Daun Pasir (Pandan Sirsak) sebagai Produk Luteh (Lulur Teh) untuk Alternatif Terapi Kesehatan Wulan Kartika, Wulan Kartika
Jurnal Dimas Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v6i2.88

Abstract

Bahan alam berupa tanaman dapat dimanfaatkan sebagai solusi pengobatan alternatif, contohnya yaitu daun pandan dan daun sirsak, dimana kedua tanaman ini memiliki banyak kandungan senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Pemanfaatan daun pandan di masyarakat pada umumnya hanya sebatas untuk pemberi aroma pada masakan sedangkan tanaman sirsak biasanya hanya diambil bagian buahnya untuk dikonsumsi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini meliputi sosialisasi mengenai manfaat daun pandan dan daun sirsak untuk kesehatan tubuh, demonstrasi terkait cara pembuatan lulur dan teh, serta tanya jawab mengenai materi yang disampaikan. Keunggulan dari produk lulur dan teh ini adalah karena bahan yang digunakan mudah diperoleh dan tidak memerlukan biaya produksi yang mahal. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat diterima dengan sangat antusias oleh para peserta yang mengikuti pelatihan cara pembuatan lulur dan teh daun pasir (pandan dan sirsak). Lebih dari 90% peserta memahami sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat lebih memahami pemanfaatan tanaman untuk kesehatan dan kecantikan serta pembuatan produk dari tanaman berkhasiat obat. Kata kunci: Pandan, Sirsak, Lulur, Minuman Teh
PENINGKATAN KESADARAN KONSUMSI SAYURAN PADA ANAK-ANAK: Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Es Krim dari Sawi di SD IT Permata Bunda Pucang Gading RAHMAWATI, TIAS EKA; PALUPI, DWI HADI SETYA
Jurnal Dimas Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v6i2.89

Abstract

Makanan berkualitas dan bergizi adalah landasan kesehatan anak dan bermanfaat seumur hidup. Mayoritas anak tidak suka makan sayur, karena rasanya tidak enak dibandingkan jenis makanan lain (lauk pauk). Pemberian edukasi tentang sayuran dan nilai gizinya serta mengolah sayur menjadi makanan yang lebih menarik merupakan cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan konsumsi sayuran pada anak. Edukasi tentang sayuran dan pelatihan pembuatan es krim dari sawi dilaksanakan kepada siswa SD IT Permata Bunda Pucang Gading. Kegiatan dilakukan secara interaktif dengan melibatkan siswa dalam praktek pembuatan es krim dan memberikan kesempatan siswa untuk bertanya secara langsung. Hasil dari kegiatan tersebut adalah siswa mendapatkan pengetahuan tentang sayuran dan nilai gizinya, serta pengalaman dan keterampilan membuat es krim sebagai produk olahan dari sawi. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan mengubah persepsi anak-anak terhadap sayuran, dapat mengaplikasikan tehnik pembuatan es krim menggunakan sawi secara sederhana dan dapat meningkatkan konsumsi siswa dalam mengkonsumsi sayuran dan buah.
Pelatihan “NARTO” (Nanam Bareng Tanaman Obat Keluarga) Rohmah, Syifaur; Masduqi, Ahmad Fuad
Jurnal Dimas Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v6i2.90

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, perlu adanya pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Tanaman TOGA merupakan tanaman hasil budidaya rumahan yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Pemahaman mengenai tanaman TOGA, manfaat TOGA, serta cara menanam dan merawat tanaman TOGA perlu dilakukan sejak dini. Sebagian besar anak-anak belum mengetahui jenis, manfaat serta cara menanam dan merawat tanaman TOGA. Pelatihan ini bertujuan untuk melakukan gerakan memanfaatkan dan menanam TOGA di lingkungan SD. Pelatihan “NARTO” disampaikan kepada seluruh siswa Sekolah Dasar Negeri Plamongansari 01 dengan rentang usia 7-12 tahun. Pelatihan “NARTO” ini dilaksanakan dengan memberikan edukasi tentang tanaman TOGA, pemanfaatan tanaman TOGA, serta pelatihan mengenai cara menanam dan merawat tanaman TOGA. Hasil pelatihan ini seluruh siswa memperoleh pemahaman tentang tanaman TOGA, manfaat tanaman TOGA serta cara menanam dan merawat tanaman TOGA. Melalui pelatihan “NARTO” ini menjadi salah satu sarana pembelajaran yang tepat untuk memperkenalkan tanaman TOGA. Selain itu pengenalan tanaman TOGA di lingkungan sekolah sangat penting untuk menunjang program kesehatan di sekolah. Kata kunci— Manfaat TOGA, pengenalan tanaman TOGA, dan pelatihan NARTO
Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemanfaatan Tanaman Katuk (Sauropus Androgynus L.) Sebagai Peningkat Asi Di Desa Trunuh, Klaten Yuliastuti, Definingsih
Jurnal Dimas Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v6i2.92

Abstract

Menyusui bayi merupakan hal yang wajib dilakukan oleh ibu pasca persalinan karena menyusui memiliki manfaat yang sangat besar bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi serta memberikan efek positif bagi ibu. Pada ibu pasca melahirkan membutuhkan asupan untuk meningkatkan produksi ASI. Dampak dari ibu tidak menyusui, bayi dapat menjadikan kerentanan terhadap penyakit baik pada bayi maupun pada ibu. Daun katuk merupakan salah satu alternatif yang potensial karena memiliki kandungan senyawa aktif seperti alkaloid, steroid, laktogogum, serta polifenol yang berkhasiat untuk memperbanyak ASI. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi pemanfaatan tanaman katuk dan pembuatan sediaan bahan alam dari daun katuk di Desa Trunuh Kecamatan Klaten Selatan Kabupaten Klaten. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan sosialisasi menggunakan metode interaktif dua arah, yaitu dilakukan dengan pemberian informasi berupa penyuluhan pemberian materi, pelaksanaan praktek pembuatan sediaan es krim dari daun katuk dan penanaman bibit tanaman katuk pada lahan desa. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar. Terdapat peningkatan tingkat pengetahun masyarakat Desa Trunuh tentang pemanfaatan tanaman katuk sebagai peningkat ASI dari sebelum penyuluhan sebesar 65,4% dan mengalami peningkatan menjadi 80,4% setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan produk.
Pemberdayaan Kader Puskesmas Kebonarum dalam Pembuatan Jamu Antihipertensi, Bir Pletok, & Coklat Kelor AS, Indarto
Jurnal Dimas Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v6i2.97

Abstract

Sebuah penelitian kesehatan berskala nasional yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 49,0% rumah tangga menggunakan ramuan Jamu (Riskesdas, 2013). Herbal atau jamu adalah istilah umum untuk obat-obatan. Kegiatan pemberdayaan para kader kesehatan dan Ibu PKK di Kecamatan Kebonarum sangat diperlukan karena banyaknya kasus/gangguan penyakit degeneratif seperti gangguan strok, hipertensi, kolesterol tinggi dan penyakit degeneratif lainya. Berdasarkan hasil penjajakan yang telah dilakukan dengan bertanya kepada para kader mereka menyampaikan di setiap RT dan RW di Kecamatan Kebonarum ada 2-5 orang yang memiliki Riwayat hipertensi dan kolesterol. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, diperlukan pemberdayaan para kader kesehatan dan asmantoga untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam pembuatan jamu untuk mencegah hipertensi, membuat bir pletok tradisional untuk meningkatkan kesehatan, dan membuat cemilan coklat kelor untuk mencegah stanting pada anak-anak. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan penjelasan dan pemaparan materi tentang pembuatan sediaan jamu untuk hipertensi, pembuatan bir pletok tradisional untuk minuman kesehatan, dan pembuatan coklat kelor sebelum dan sesudah pelatihan. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk mengetahui seberapa baik pengetahuan peserta pelatihan tentang materi yang diberikan.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pemanfaatan Umbi Bit sebagai Suplemen Anemia pada Ibu Hamil dan Anak-anak di Kabupaten Kla Ramayani, Septiana Laksmi
Jurnal Dimas Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v6i2.98

Abstract

Anemia is a condition characterized by a lower than normal number and size of red blood cells or hemoglobin concentration (11g/dL). This condition results in the impaired capacity of the blood to transport oxygen throughout the body. Anemia in pregnant women and children has a relatively high prevalence. The high incidence of anemia in Indonesia, especially in Klaten Regency, is also caused by a lack of nutritious food intake. Anemia prevention can be achieved by consuming foods rich in iron and vitamin C, taking iron supplements, and avoiding foods that hinder iron absorption, one of which is beetroot. The purpose of this community service activity is to provide knowledge about the use of beetroot as an anemia supplement for pregnant women and children in Klaten Regency. The implementation of this community service activity was carried out with a pretest, followed by an outreach activity on the use of beetroot as an anemia supplement, followed by a posttest and concluded with a practical session on making beetroot juice. Based on the community service activities conducted, there was an increase in public understanding of the use of beetroot as an anemia supplement for pregnant women and children. From the 10 questions given, there were 7 questions that showed an increase in understanding and 3 questions that showed no change, resulting in an average increase in understanding of 16.32%.
Pelatihan Pembuatan Mie Dari Tepung Talas Sebagai Pengganti Sumber Karbohidrat Rendah Glukosa Di Kelurahan Colo, Kecamatan Dawe Kudus Wildan, Achmad
Jurnal Dimas Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i1.100

Abstract

Dominasi mata pencaharian penduduk Kecamatan Dawe sebagai petani. Salah satu potensi tanaman yang dapat dimanfaaatkan adalah talas. Talas ini umumnya diolah menjadi tepung. Pengolahan tepung talas dapat digunakan sebagai alternatif sumber karbohidrat yang rendah glukosa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, tanya jawab atau diskusi, dan demonstrasi. Ceramah dan tanya jawab dilakukan pada saat proses pelatihan mengenai materi pengabdian di hari pertama. Metode demonstrasi pembuatan mie dari tepung talas dilakukan dengan praktik. Kegiatan ini melibatkan dosen dengan berbagi tugas sebagai fasilitator, pembimbing praktik dan demonstrasi serta kepanitiaan. Keunggulan mie berbahan baku tepung talas dapat dijadikan sebagai alternatif produk olahan sumber karbohidrat yang rendah glukosa, mudah dibuat dan menambah nilai ekonomi jika nanti dipasarkan. Pengabdian ini juga bertujuan mengangkat manfaat potensi hasil pertanian khususnya talas menjadi produk olahan yang bernilai ekonomis. Luaran yang dicapai adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dan kader Ibu-Ibu PKK dalam membuat mie dari talas. Dampak positif dari kegiatan ini diharapkan dapat menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta lingkungan menjadi bersih di Kecamatan Dawe Kudus.
Edukasi Nyeri dan Pelatihan Pembuatan Gel Bunga Telang pada Masyarakat Jubelan Sumowono Kabupaten Semarang Munisih, Siti
Jurnal Dimas Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i1.101

Abstract

Rasa nyeri dan kesehatan kulit merupakan hal yang sering dialami oleh masyarakat desa Jubelan yang melakukan banyak aktivitas fisik, seperti bekerja keras dan terpapar matahari. Banyaknya obat penghilang rasa nyeri, sering bisa dibeli tanpa resep oleh masyarakat, padahal termasuk golongan obat keras yang harus hati-hati dalam pemakaiannya. Permasalahan penggunaan obat penghilang rasa nyeri yang berlebihan dan mempunyai efek samping ke pencernaan semakin menjadi masalah yang akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat umum. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberi pengertian yang benar tentang obat penghilang rasa nyeri dan kesehatan kulit serta pelatihan pembuatan gel bunga telang. Pelatihan pembuatan gel bunga telang ditambah bahan penghilang rasa nyeri, sebagai salah satu alternatif obat penghilang rasa nyeri dan bunga telang sebagai antioksidan untuk kulit. Metode pembuatan merupakan teknologi sederhana yang mudah dipahami masyarakat. Bahan baku yang digunakan juga bahan yang mudah didapat di lokasi mitra, yaitu bunga telang dan minyak gondopuro.
Hilirisasi hingga Komersialisasi Teh Bit Celup: Suatu Proses Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberejo, Magelang Handoko, Yoga Aji; Jatiningrum, Setia Humani; Putri, Christina Ari Pramono; Manao, Nancy Felicia; Jayanti, Malta Puspita; Putra, Imanuel Trisya; Simanjuntak, Bistok Hasiholan
Jurnal Dimas Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i1.103

Abstract

Beta vulgaris L. atau umbi bit merah adalah komoditas hortikultura unggulan Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Umbi ini mempunyai manfaat kesehatan yang baik, karena mengandung antioksidan betasianin yang tinggi. Namun demikian, petani seringkali mengalami kerugian karena harga penjualan umbi bit segar yang cenderung di bawah dari harga pokok produksi. Tujuan dari pengabdian masyarakat yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sumberejo melalui proses pendampingan hilirisasi hingga komersialisasi produk teh celup bit. Pendampingan hilirisasi dilakukan mulai penciptaan inovasi produk olahan teh bit celup dengan memperoleh hak paten invensi, Sertifikat P-IRT, serta Sertifikat Halal, pelatihan Good Handling Practices dan Good Manufacturing Practices dalam produksi teh bit celup; penyusunan proposal kelayakan usaha; serta pendirian infrastruktur, pengadaaan alat produksi, dan pembuatan proptype produk teh bit celup. Proses pemberdayaan ekonomi melalui aspek komersialisasi teh bit celup dengan merek “Bieten Thee” juga telah dilakukan mulai: standarisasi kualitas produks, pemasaran, hingga distribusi. Hasil kegiatan hilirisasi teh bit celup ini menjadi model dan terebosan pertama masyarakat Desa Sumberejo dalam menaikkan nilai tambah hasil pertanian. Kata kunci: Beta vulgaris L., hilirisasi, komersialisasi, pemasaran, teh bit celup Beta vulgaris L. or red beetroot is a superior horticultural commodity of Sumberejo Village, Ngablak District, Magelang Regency. This tuber has good health benefits because it contains high levels of betacyanin antioxidants. However, the farmers often experience losses because the selling price of fresh beetroot tends to be below the cost of production. The aim of community service is to improve the welfare of the people of Sumberejo Village through the process of assisting the downstream process to the commercialization of beetroot tea bag products. Downstream assistance is carried out starting from the creation of innovations in processed beetroot tea bag products by obtaining invention patents, P-IRT Certificates, and Halal Certificates, training in Good Handling Practices and Good Manufacturing Practices in the production of beetroot tea bags; preparation of business feasibility study; as well as the establishment of infrastructure, procurement of production equipment, and the manufacture of beetroot tea bag prototypes. The process of economic empowerment through the commercialization of beetroot tea bags with the brand "Bieten Thee" has also been carried out starting from: standardization of product quality, marketing, until distribution. The results of the downstreaming of beetroot tea bags have become a model and the first breakthrough for the people of Sumberejo Village in increasing the added value of agricultural products. Keywords: Beta vulgaris L., beetroot tea bags, commercialization, downstream, marketing
Penyuluhan Hipertensi Sebagai Upaya Promotif dan Preventif di Desa Danguran RW 13 Kecamatan Klaten Selatan Ramayani, Septiana Laksmi
Jurnal Dimas Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i1.104

Abstract

Hypertension is one of the health problems that is increasingly rising worldwide and is often referred to as a "silent killer."Hypertension often does not show clear symptoms, so many individuals are unaware of it, making it one of the causes of non-communicable diseases that can lead to serious complications such as stroke, heart disease, and kidney failure.Hypertension is defined as an increase in systolic blood pressure greater than or equal to 140 mmHg, and an increase in diastolic pressure greater than or equal to 90 mmHg.Promotive and preventive efforts for hypertension can be carried out through health education and health screening.This counseling can increase knowledge about hypertension, including risk factors, symptoms, and prevention methods.With the increase in knowledge, it is hoped that the community can be more proactive in maintaining their health and taking appropriate preventive measures.Community service activities were conducted in Danguran Village RW 13, Klaten Selatan District, Klaten Regency, Central Java.The activity was attended by 22 community members.The activity began with a pretest – distribution of material leaflets – presentation of material and demonstration of making traditional concoctions to lower blood pressure – posttest.Based on the community service activities conducted, there was an increase in the community's understanding of hypertension as a promotional and preventive effort.Out of the 20 questions given, 19 questions showed an increase in understanding and 1 question showed no change.Based on the level of understanding, there was an increase in the good category from the pretest and posttest scores by 40, resulting in an average increase in understanding of 40.91%.

Page 6 of 10 | Total Record : 91