cover
Contact Name
-
Contact Email
dimas.stifar@gmail.com
Phone
+6224-6706147
Journal Mail Official
dimas.stifar@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang Jl. Sarwo Edhi Wibowo KM 1 Plamongansari, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal DiMas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
ISSN : 27235114     EISSN : 2808537X     DOI : https://doi.org/10.53359/dimas.v2i1
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Jurnal DiMas) merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang ilmu kefarmasian. Lingkup pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi penyuluhan, pelatihan, pemasaran, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Articles 91 Documents
Pemanfaatan Ampas Tahu menjadi Tepung dan Brownies Chips Sebtiana Kristantri, Rika; Verdia M, erlita; Advistasari, Yustisia Dian; Ningrum, Erna Prasetya; Suharsanti, Ririn
Jurnal Dimas Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v6i1.71

Abstract

Ampas tahu merupakan hasil samping dari pembuatan tahu yang selama ini kebanyakan hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Hasil olahan ampas tahu menjadi makanan juga tergolong masih rendah variasinya. Desa Ngabean Kabupaten Magelang memiliki projek untuk mencegah stunting pada anak sesuai arahan menteri kesehatan RI. Oleh karena itu kegiatan pengabdian kali ini adalah untuk mengolah ampas tahu yang masih memiliki kandungan gizi menjadi tepung dan selanjutnya menjadi olahan pangan brownies chip sebagai upaya mencegah stunting pada anak. Kegiatan dilakukan selama 2 hari pada hari Jumat-Sabtu, 27-28 Oktober 2023 di Balai Desa Ngabean dimulai dari persiapan, pretest, penyampaian materi pelatihan pada hari pertama serta praktek pada hari kedua. Hasil Pretest menunjukkan bahwa warga hanya 96% yang beraanggapan ampas tahu bisa diolah menjadi tepung. Selain itu juga warga setuju sebesar 96% ampas tahu masih memiliki nilai gizi. Pelatihan pada hari pertama dan kedua berjalan sesuai harapan dan tampak pada hasil evaluasi kegiatan bahwa 100% warga menilai pelatihan ini memenuhi harapan warga dan 100% meningkatkan pengetahuan serta keterampilan warga.
Menggali Potensi Bunga Krisan Bandungan, Semarang sebagai Teh dan Lulur untuk Kesehatan dan Kecantikan Purwanto, Ungsari Rizki Eka; Endang Diyah Ikasari; Endang Dwi Wulansari; Ebta Narasukma A.; I Kadek Bagiana; Meysiska Trisnaningtyas
Jurnal Dimas Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v5i2.72

Abstract

Desa Kenteng, merupakan salah satu Desa di Kecamatan Bandungan, Semarang Jawa Tengah yang terkenal dengan petani bunga potong krisan. Saat ini petani di Desa Kenteng menjual bunga krisan hanya untuk tanaman hias dan dekorasi. Selain sebagai bunga hias sebenarnya bunga krisan memiliki banyak komponen nutrisi yang dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk kesehatan dan kecantikan. Hal ini yang menggugah kelompok pengabdian kami untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan pengolahan bunga krisan melalui kelompok tani bunga krisan setempat. Kegiatan yang dilaksanakan adalah berupa penyuluhan mengenai penghilangan pestisida agar tercipta bunga krisan dengan kualitas yang baik dan sehat, serta pemaparan khasiat lain dari bunga krisan sebagai lulur kosmetik serta teh antioksidan. Tim pengabdian akan memperkenalkan metode pengolahan bunga krisan hingga menjadi produk teh dan mangir secara langsung kepada kelompok kader. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat diterima dengan antusias dan seluruh peserta mengikuti kegiatan pelatihan cara pembuatan lulur dan teh. Lebih dari 90% peserta memahami sosialisasi dan pelatihan yang diberikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah berlangsung dengan sukses dan lancar. Peserta pengabdian juga berharap adanya kelanjutan kegiatan pelatihan mengenai tata cara perijinan dan pemasaran produk.
Pelatihan Inovasi Produk Kosmetika dari Kulit Buah Rambutan di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunung Pati Semarang ahmad fuad masduqi
Jurnal Dimas Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v6i1.73

Abstract

Kelurahan Mangunsari merupakan salah satu kelurahan di Gunung Pati Semarang yang mempunyai potensi besar sebagai penghasil tanaman hortikultura dan buah-buahan. Salah satu buah-buahan yang banyak tumbuh di daerah tersebut adalah buah rambutan. Masyarakat dan kelompok tani di Kelurahan Mangunsari Gunung Pati biasanya memanfaatkan buah rambutan sebagai konsumsi pribadi atau dijual matang di pasar ataupun depan rumah serta dipinggir jalan. Kulit buah rambutan sangat banyak dan hanya menjadi limbah disaat musim buah rambutan tersebut. Tim pengabdian ini membuat produk kosmetika berbahan limbah kulit buah rambutan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi (tanya jawab) dan demonstrasi pembuatan produk kosmetika. Kegiatan pelatihan pembuatan produk dari kulit buah rambutan menjadi produk kosmetika berupa body scrub. Pelatihan pembuatan produk dilakukan secara langsung oleh tim dosen dengan membentuk kelompok-kelompok kecil pada peserta yang hadir. Keunggulan dari produk kosmetika dari kulit buah rambutan adalah produk baru hasil pengembangan inovasi yang dapat meningkatkan nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat khusunya kaum wanita. Selain itu, limbah kulit buah rambutan bisa teratasi dengan pengolahan menjadi produk yang bernilai dan bermanfaat. Luaran yang diharapkan tercapai dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat di Kelurahan Mangunsari Gunung Pati untuk dapat membuat produk kosmetika dari kulit buah rambutan. Dampak positif dari kegiatan ini diharapkan dapat menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta lingkungan menjadi bersih di Kelurahan Mangunsari Gunung Pati.
Edukasi “DAGUSIBU” dan Praktik Penggunaan Obat Di SMA Citra Kasih, Jakarta Barat Pramitaningastuti, Anastasia Setyopuspito
Jurnal Dimas Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v5i2.74

Abstract

Obat saat ini merupakan salah satu kebutuhan pokok di masyarakat. Kekeliruan dalam cara mendapatkan obat, penggunaan obat, dan penyimpanan obat dapat mempengaruhi keberhasilan terapi. Pembuangan obat yang benar dapat meminimalkan resiko pencemaran lingkungan dan ataupun meminimalkan penyalahgunaan obat kadaluarsa oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Edukasi DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan dan BUang) diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran sejak dini terkait obat. Pelaksanaan edukasi DAGUSIBU dilakukan secara hybrid kepada guru dan murid SMA Citra Kasih Jakarta Barat. Pemaparan materi edukasi DAGUSIBU dilakukan secara presentasi dan pemberian brosur DAGUSIBU, kemudian dilanjutkan praktik penggunaan obat serta pengemasan obat yang tepat. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 165 peserta. Peningkatan pengetahuan peserta dilihat dari nilai Pre-Test dan Post-Test dengan menggunakan instrumen kuis sebanyak 10 pertanyaan. Data kuis dikelompokkan ke dalam kriteria objektif yaitu: >30% (sangat kurang), 30- 49% (kurang), 50-79 (cukup), dan 80-100% (baik). Perbedaan tingkat pengetahuan peserta terhadap kegiatan PkM dianalisis menggunakan uji two sample t test dengan membandingkan nilai pretest dan post test peserta. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sigifikan (sig. two-tailed < 0.05) tingkat pengetahuan peserta sebelum dan setelah kegiatan PkM. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terkait DAGUSIBU pada guru dan siswa SMA Citra Kasih Jakarta Barat.
Pelatihan Pembuatan Sabun Kertas Untuk Meningkatkan Kesadaran Sanitasi Di Pca Bukit Duri, Jakarta Selatan Fatmawati, Sofia; Rindita, Rindita; Bariroh, Tahyatul
Jurnal Dimas Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v5i2.75

Abstract

Lingkungan yang padat cenderung memiliki sanitasi lingkungan yang kurang baik, dikarenakan terbatasnya fasilitas, kurangnya pengetahuan serta kesadaran masyarakat sekitar terhadap perilaku hidup bersih dan sehat. Sanitasi lingkungan yang kurang baik dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit yang disebabkan infeksi mikroorganisme yang hidup di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik, seperti diare, tipes, atau iritasi pada kulit. Tangan merupakan organ yang banyak tercemar dan banyak digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti untuk makan, mengambil sesuatu, berjabat tangan, dan menyentuh benda-benda yang mudah terkontaminasi mikroorganisme seperti handphone, laptop, atau fasilitas umum lainnya. Mitra yang kami ajak kolaborasi terhadap kegiatan ini adalah Pengurus Cabang Aisyiyah (PCA) Bukit Duri, Jakarta Selatan. PCA ini terletak di lingkungan yang padat penduduk dan terbilang dekat dengan wilayah yang sanitasinya kurang baik karena terdapat kali/saluran air yang berbau, dekat dengan pangkalan angkutan umum yang masih banyak sampah dan berbau. Salah satu kegiatannya adalah menyampaikan tentang pentingnya sanitasi lingkungan yang baik, kesadaran cuci tangan pakai sabun (CTPS), salah satunya menggunakan sabun kertas yang akan kami buat agar lebih menarik, praktis, bisa dibawa kemana-mana, mudah disimpan sehingga tidak segan mencuci tangan dengan sabun. Mitra juga mengatakan belum ada yang melakukan kegiatan yang serupa sebelumnya di wilayah mereka. Kegiatan ini didukung adanya pre-test dan post-test yang menunjukkan hasil post-test lebih tinggi di semua soal yang diberikan dibandingkan dengan hasil pre-test. Kegiatan ini telah dipublikasikan melalui media massa online yaitu pada situs kabar pendidikan dan video pelaksaanaan yang sudah diunggah dalam kanal youtube.
Pelatihan Pembuatan Balsam Gondopuro Peppermint Pada Masyarakat Desa Ngrawan Koes Sundoro, Aries
Jurnal Dimas Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v6i1.76

Abstract

Nyeri otot bagi sebagian masyarakat Desa Ngrawan merupakan dampak dari aktivitas fisik yang berlebihan. Terapi yang sering digunakan oleh masyarakat adalah obat golongan analgesik. Penggunaan obat tanpa pantauan dokter dapat menyebabkan masalah pada saluran pencernaan. Gondopuro merupakan tanaman yang secara alami mengandung metil salisilat. Metil salisilat diyakini mampu mengurangi rasa sakit pada nyeri otot. Selain gondopuro, minyak peppermint bermanfaat mengatasi pegal pada otot. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi dan terapi nyeri, serta pelatihan pembuatan balsam yang mengandung gondopuro dan peppermint untuk mengatasi nyeri otot. Tahapan dari kegiatan ini di awali dengan pre test, penyampaian materi nyeri dan terapinya, pelatihan pembuatan balsam, diskusi dan yang terakhir post test.
Penyuluhan Pemanfaatan Kacang Hijau dan Daun Bayam Sebagai Produk Minuman Serbuk Herbal “BHESTI” dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Way Galih, Lampung Selatan Intan kusuma wardani; Putri, Refsya Azanti; Andrea, Nabila; Putri, Suci Ananda; Ramdhani, Adean Naufal; Tsamarah, Dinda Taqiyyah; Adyani, Made Ninta; Khasanah, Zahrotun; Dzafitri, Rizka; Hindyana, Daffa Aqilla; Rahmawati, Winda; Safitri , Regif Desty; Sifana, Afiqa Najla; Faridah, Adinda Fitri Nur
Jurnal Dimas Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v6i1.79

Abstract

Stunting is a condition where toddlers fail to thrive due to prolonged chronic malnutrition and repeated exposure to infections, especially in the first 1000 days of life (HPK), resulting in short growth in children who do not meet standards. Based on Riskesdas data, the stunting rate in 2023 will reach 21.6% and every year the stunting rate in Indonesia continues to decline. One of the vegetable or legume commodities that is useful in fulfilling nutrition during the growing period is spinach leaves and soybeans. This is because green beans contain complete protein, namely calcium, potassium, phosphorus, iron, vitamins A, B, C. , E, and K. Apart from that, the nutritional content of spinach includes vitamins and minerals, including vitamins A, B, C, protein, fat, carbohydrates, potassium, calcium, phosphorus and iron. One local food product that is well received by the public is a drink in the form of herbal powder with the main ingredients being green beans and spinach leaves. This community service (PkM) activity was carried out to introduce the results of innovations in making products that can be produced independently by the people of Way Galih Village, Tanjung Bintang District, South Lampung Regency. This activity consists of three stages including preparation, implementation and evaluation stages. The results of this activity are an increase in the understanding of the Way Galih Village community regarding education about stunting as well as nutritional information needed by children during the growth period which can be obtained through foods that are easy to find in everyday life such as green beans and spinach.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Desa Wangun Harja Tentang Hipertensi Dewi, Masita Sari; Amelia Putri Cahyaningtyas; Rama Adhitiya; Nurwulandari; ⁠Syadiah Puji Lestari; Uswatun Hasanah
Jurnal Dimas Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v6i1.80

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah dimana tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolic meningkat melebihi 140/90 mmHg Faktor hipertensi yang tidak dapat diubah seperti usia, gen atau keturunan dan jenis kelamin, sedangkan yang dapat di ubah seperti pola hidup yang tidak sehat, berat badan berlebih, kebiasaan merokok dan kurangnya olahraga. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatakan pengetahuan dan kepedulian masyarakat mengenai bahayanya penyakit hipertensi, karena dari penyakit hipertensi inilah dapat menimbulkan banyak penyakit berbahaya lainnya. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan, pemeriksaan kesehatan gratis seperti pengecekan tekanan darah dan berat badan , presentasi materi dengan media powerpoint dan pelaksanaan pretest serta posttest. Kegiatan ini dilakukan di Desa Wangunharja dengan melibatkan Sebagian masyarakat RT 03/RW 01 dan ibu ibu PKK. Terdapat 32 orang warga yang terlibat dalam kegiatan ini. Hasil pemeriksaan tensi darah menunjukan bahwa sebagian masyarakat yang mengikuti kegiatan penyuluhan mengalami penyakit hipertensi.
Edukasi Bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) dalam Obat Tradisional dan Pembuatan Jamu di Desa Sumberahayu Khoirul Anwar, Khoirul Anwar
Jurnal Dimas Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v6i1.81

Abstract

Masyarakat sering menggunakan obat tradisional untuk menjaga kesehatan serta pencegahan maupun pengobatan penyakit, terutama untuk penyakit kronis. Hal tersebut menjadi perhatian khusus karena banyaknya obat tradisional yang beredar di pasaran mengandung BKO (Bahan Kimia Obat) yang berbahaya bagi kesehatan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan penyuluhan tentang bahaya dan ciri-ciri BKO dalam obat jamu serta memberikan contoh cara pembuatan jamu yang aman kepada masyarakat khususnya ibu-ibu PKK RT 2 Dusun Wonokerso. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dengan teknik seminar yang dikemas dalam bentuk penyampaian secara langsung pada masyarakat Desa Sumberahayu. Harapan dengan diadakannya penyuluhan ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat akan bahaya dan ciri-ciri BKO dalam jamu serta memberikan contoh cara pembuatan jamu yang aman. Peserta penyuluhan diberi materi dan demonstrasi cara pembuatan jamu secara langsung. Luaran pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat akan bahaya BKO dalam jamu dan mampu mengenali ciri-ciri jamu yang mengandung BKO. Oleh karena itu, penyuluhan ini perlu dilanjutkan untuk memantau dan meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui kader, bidan maupun perangkat desa untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat Desa Sumberahayu.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penanaman Dan Edukasi Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA) Serta Pelatihan Pembuatan Produk Jahe Instan Di Desa Cikande, Kab. Serang, Banten Pramitaningastuti, Anastasia Setyopuspito
Jurnal Dimas Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v6i1.83

Abstract

Indonesia sangat kaya akan jenis tanaman, lebih dari 1000 jenis tanaman diantaranya dapat digunakan untuk pengobatan. Kekayaan alam Indonesia sayangnya tidak selaras dengan tingkat pengetahuan masyarakat akan tanaman obat, sehingga pemanfaatan tanaman obat menjadi kurang. Hal yang sama juga terjadi pada pada masyarakat di Desa Cikande, hal ini disebabkan tidak adanya taman tanaman obat keluarga (TOGA) dan tidak adanya akses informasi yang cukup bagi warga Desa Cikande. Kegiatan edukasi TOGA dilakukan secara langsung melalui presentasi dan pembagian buku saku TOGA, kemudian dilakukan praktek penanaman TOGA pada lahan kosong. Selain itu dilakukan pemutaran video pembuatan jahe instan dan workshop pembuatan jahe instan. Penanaman dan edukasi TOGA serta pelatihan pembuatan jamu, khususnya jahe instan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemanfaatan TOGA sehingga diharapkan akan meningkatkan derajat kesehatan dan perekonomian warga Desa Cikande.

Page 8 of 10 | Total Record : 91