cover
Contact Name
debie anggraini
Contact Email
scientificj.id@gmail.com
Phone
+6281277167619
Journal Mail Official
scientific.journal@scientic.id
Editorial Address
Jalan Khatib Sulaiman, Kel. Alai Parak Kopi, Kec. Padang Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Scientific Journal
ISSN : 28100204     EISSN : 28100204     DOI : https://doi.org/10.56260/sciena
Core Subject : Health, Science,
Scientific Journal(SCIENA) published by an official of Scientific.id_considers the following types of original contribution for peer review and publication: Research Articles, Review Articles, Letters to Editor, Brief Communications, Case Reports, Book Reviews, Technological Reports, and Opinion Articles. It Is published six times a year and serves the need of scientific and non-scientific personals involved/interested in Natural Science (Physics, Chemistry, Electronics, Mathematics, Astronomy, Oceanography, Engineering), Social Science, Economics, Biology and Medicine. Each issue covers topics, which are of broad readership interest to personals from General Public, Industry, Clinicians, Academia, and Government. Scientic Journal is a must read journal for every one with curiosity in science.
Articles 188 Documents
Faktor-Faktor Risiko Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Balita di Wilayah Kerja Pukesmas Bukit Sileh Kec. Lembang Jaya Kab. Solok Tahun 2021 Triola, Seres; Retensiano Atasa, Loice; Ayu Hamama Pitra, Dian; Ashan, Haves
Scientific Journal Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.575 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i2.26

Abstract

Pendahuluan: ISPA adalah infeksi saluran pernafasan yang bersifat akut yang dapat berlangsung selama 14 hari. Penularannya bisa disebabkan dari manusia ke manusia lainnya, dalam hal ini balita sangat rentan terkena penyakit ISPA. Adapun faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik kejadian ISPA pada balita seperti status gizi balita, status imunisasi balita, keberadaan perokok dan pengetahuan ibu. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bukit Sileh Kec. Lembang Jaya Kab. Solok Tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 51 responden. Analisis data univariat disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase dan analisis bivariat menggunakan program SPSS versi 25.0 dengan uji chi-square. Hasil: Dari analisis univariat 51 responden didapatkan balita ISPA 26 orang (51,0%) dan tidak ISPA 25 orang (49,0%), responden status gizi balita terbanyak adalah baik sebanyak 35 orang (68,6%), responden dengan status imunisasi balita terbanyak adalah lengkap sebanyak 30 orang (58,8%), responden dengan keberadaan perokok terbanyak adalah ada sebanyak 46 orang (90,2%), dan responden dengan pengetahuan ibu terbanyak adalah baik yaitu 24 orang (47,1%). Analisis bivariat didapatkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi balita (p=0,009), status imunisasi balita (p=0,0001), keberadaan perokok (p=0,023) dan pengetahuan ibu (p=0,006) dengan kejadian ISPA pada balita. Kesimpulan: Berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi balita, status imunisasi balita, keberadaan perokok dan pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bukit Sileh Kec. Lembang Jaya Kab. Solok Tahun 2021.
Faktor Resiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-60 Bulan di Kecamatan Koto Balingka Pasaman Barat Tahun 2019 Sintia, Wamer; Adelin, Prima; Fionaliza
Scientific Journal Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.142 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i2.28

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kondisi dimana balita gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis sehingga balita lebih pendek untuk usianya. Menurut Kemenkes tahun 2018 stunting adalah balita dengan nilai z-scorenya kurang dari -2SD / standar deviasi (stunted) dan kurang dari –3SD (severely stunted), banyak faktor yang menyebabkan kejadian stunting, yaitu karakteristik anak berupa jenis kelamin laki-laki, berat badan lahir rendah, infeksi TB, asupan energi rendah, pola pengasuhan tidak ASI ekslusif, pelayanan kesehatan imunisasi yang tidak lengkap, dan karakteristik keluarga berupa pekerjaan orang tua, pendidikan orang tua, status ekonomi keluarga dan sanitasi yang buruk, jika faktor-faktor tersebut tidak di perhatikan maka angka kejadian stunting akan terus meningkat. Tujuan: Untuk mengetahui faktor resiko kejadian stunting pada balita di kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat tahun 2019. Metode: Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli-Januari di wilayah Kecamatan Koto Balingka. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional, populasi nya adalah balita yang di diagnosisi stunting dengan jumlah 100 balita, metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, analisa data dengan sistem komputerisasi spss versi 25. Hasil: Jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 68 balita (68,0%), balita yang memiliki imunisasi lengkap 96 balita (96,0%), banyak balita yang tidak mengalami BBLR yaitu 93 balita (93,0%), lebih banyak balita yang tidak memiliki riwayat TB yaitu 97 balita (97,0%), pekerjaan ayah balita terbanyak adalah pekerjaan non formal (96,0%), lebih dari setengah rumah balita yang tidak mempunyai sumber air bersih yaitu 61 rumah (61,0%), dan banyak rumah balita tidak memiliki jamban yaitu 82 rumah (82,0%). Kesimpulan: balita stunting di wilayah koto balingka berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki, pekerjaan orangtua yang masih dibawah UMR, serta masih banyak rumah anak balita stunting yang tidak memiliki sumber air bersih dan jamban.
Profil Miopia pada Mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Baiturrahmah Angkatan 2016 Ashan, Haves; Rahmi Afrina, Ilma; Ayu Hamama Pitra, Dian; Triola, Seres
Scientific Journal Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.281 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i2.30

Abstract

Latar Belakang: Miopia merupakan kelainan refraktif yang paling umum dan banyak ditemukan di dunia berdasarkan data dari World Health Organization (WHO). Prevalensi global kelainan refraksi diperkirakan sekitar 800 juta sampai 2,3 milyar. Miopia merupakan kelainan refraksi yang sering ditemukan pada mahasiswa, terutama mahasiswa kedokteran. Pada survei awal didapatkan 45 orang yang pernah di diagnosis miopia pada mahasiswa pendidikan dokter Universitas Baiturrahmah angkatan 2016. Penelitian ini bertujuan utntuk Mengetahui profil miopia pada Mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Baiturrahmah Angkatan 2016. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kategorik dengan disain cross-sectional dengan melakukan pemeriksaan derajat miopia terhadap mahasiswa pendidikan dokter Universitas Baiturrahmah angkatan 2016 menggunakan Autorefractometer di Poliklinik mata RSI Siti Rahmah Padang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik pengambilan sampel menurut slovin dengan sampel berjumlah 33 sampel. Pengumpulan data diperoleh langsung dari hasil pemeriksaan menggunakan Autoref. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian profil miopia didapatkan frekuensi derajat miopia terbanyak pada derajat ringan. Pada mata kanan (OD) sebanyak 22 mata (66,7%) dan berjumlah 23 mata (69,7%) pada mata kiri (OS). Kesimpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa miopia terbanyak pada derajat ringan dan terendah miopia berat.
Hubungan Peningkatan Rasio Lingkar Pinggang/Panggul dengan Derajat Osteoarthritis Lutut Berdasarkan Gambaran Radiografi Lutut di Rumah Sakit Dr. Reksodiwiryo Kota Padang Tahun 2020 Minratno, Pupung; Tri Septiana, Vina; Widiastuti, Wisda
Scientific Journal Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.34 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i2.31

Abstract

Pendahuluan: Salah satu faktor yang memperparah osteoarthritis (OA) lutut adalah obesitas. Obesitas dapat diukur dengan antropometri, seperti indeks masa tubuh (IMT), lingkar pinggang, lingkar panggul, lingkar lengan dan rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP). Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan peningkatan RLPP dengan derajat OA lutut berdasarkan gambaran radiografi lutut di RS Dr. Reksodiwiryo Kota Padang. Metode: Rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah pasien yang terdiagnosis OA lutut yang melakukan pemeriksaan radiografi lutut di RS Dr. Reksodiwiryo Padang tahun 2020 dengan 43 sampel menggunakan teknik total sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase dan analisa bivariat menggunakan uji chi-square dan pengolahan data menggunakan SPSS 25.0. Hasil: Hasil penelitian mendapatkan jenis kelamin terbanyak perempuan yaitu 34 orang (79,1%), usia terbanyak >65 tahun yaitu 15 orang (34,9%), derajat OA terbanyak derajat 2 yaitu 21 orang (48,8%), responden terbanyak laki-laki memiliki lingkar pinggang tidak normal yaitu 7 orang (77,8%), responden terbanyak perempuan memiliki lingkar pinggang tidak normal yaitu 33 orang (97,1%), semua responden laki-laki memiliki lingkar panggul tidak normal yaitu 9 orang (100%), semua responden perempuan memiliki lingkar panggul tidak normal yaitu 34 orang (100%), responden terbanyak laki-laki mengalami peningkatan RLPP yaitu 8 orang (88,9%), responden terbanyak perempuan mengalami peningkatan RLPP yaitu 22 orang (64,7%). Kesimpulan: terdapat hubungan peningkatan RLPP dengan derajat OA lutut berdasarkan gambaran radiografi lutut di RS Dr. Reksodiwiryo Kota Padang.
Gambaran Faktor Risiko Pasien Carcinoma Colorectal di Bagian Bedah Digestif RSI Siti Rahmah Padang Periode Januari – Desember 2018 Fadila, Assyifa; Efriza; Eldrian, Febianne
Scientific Journal Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.724 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i2.32

Abstract

Carcinoma colorectal adalah suatu keganasan dari sel epitel kolon dan rektum. Kejadian carcinoma colorectal di Amerika Serikat merupakan penyebab ketiga dari semua kematian akibat kanker. Carcinoma colorectal di Indonesia, jenis kanker ketiga terbanyak dengan jumlah kasus 292.600 penduduk. Banyak faktor risiko terjadinya carcinoma colorectal meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, riwayat penyakit, obesitas, konsumsi alkohol jangka lama, dan pola diet yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko pada pasien carcinoma colorectal di bagian bedah digestif RSI Siti Rahmah Padang periode Januari– Desember 2018. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Sampel pada penelitian ini ialah pasien carcinoma colorectal yang berobat ke bagian bedah digestif RSI Siti Rahmah Padang periode Januari – Desember 2018, dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data penelitian diperoleh dari catatan rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 70 orang. Hasil penelitian didapatkan jenis kelamin terbanyak pada jenis kelamin laki – laki dengan 40 orang (57,1%) carcinoma colorectal. Berdasarkan usia, kelompok usia baya (41 – 60 tahun) pasien carcinoma colorectal lebih tinggi yaitu 50,0%. Pasien dengan riwayat keluarga sebanyak 17,1%, riwayat polip kolon 21,4%, riwayat radang usus 37,1%, riwayat diabetes 5,7%. Mayoritas kasus ialah pasien datang dengan stadium III yaitu 50,0% dengan lokasi terbanyak didaerah rectum yaitu 67,1%.
Pengaruh Pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) Terhadap Kadar Hemoglobin dan Jumlah Eritrosit Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Dipapar Asap Rokok Silaen , Harlyana; Simorangkir, Saharnauli Janna Verawaty; Rumesty, Rebecca
Scientific Journal Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.362 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i2.33

Abstract

Pendahuluan: Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa murni yang berasal dari olahan daging kelapa segar. VCO memiliki kandungan antioksidan yang tinggi yang dapat berperan sebagai radical scavengers atau peredam reactive oxygen spesies (ROS). ROS terbesar adalah asap rokok yang dapat menyebabkan stress oksidatif bagi eritrosit. Tujuan penelitian: untuk mengetahui bagaimana pemberian VCO berpengaruh sebagai antioksidan terhadap kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit tikus putih jantan galur wistar yang dipapar asap rokok. Metode: Desain penelitian ini adalah posttest only control group design. Sampel dalam penelitian sebanyak 24 ekor tikus jantan galur wistar usia 2-3 bulan yang dibagi menjadi 4 kelompok yang diberi perlakuan berbeda selama 14 hari yaitu kelompok kontrol negatif diberi pakan standart, kelompok kontrol positif diberi pakan standart dan dipapar asap rokok, kelompok perlakuan 1 (P1) dipapar asap rokok dan diberi VCO sebanyak 0,45 ml, kelompok P2 dipapar asap rokok dan diberi VCO sebanyak 0,9 ml. Pada hari ke-15 tikus dibedah untuk diperiksa darahnya. Kemudian data dianalisis dengan uji Anova pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit tikus putih jantan galur wistar. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan darah, kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit kelompok control positif lebih rendah dibandingkan 3 kelompok lainnya. Serta kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit yang diberi VCO dengan dosis maksimal 0,9 ml lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan dosis 0,45 ml. Kesimpulan: Pemberian VCO tidak dapat mencegah penurunan kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit tikus putih jantan galur wistar yang dipapar asap rokok.
Gambaran Kadar Kolesterol Total Pada Lansia di Puskesmas Lubuk Buaya Tahun 2019 Rosmaini; Melrisda, Widia Ika; Haiga, Yuri
Scientific Journal Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.463 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i2.34

Abstract

Latar Belakang:  Kadar kolesterol total  darah yang tinggi berpengaruh terhadap resiko kejadian penyakit jantung koroner yang dapat dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyumbatan pembuluh darah otak, jantung dan pembuluh darah tungkai. Pada lansia kadar kolesterol total relatif lebih tinggi dibandingkan pada usia muda, hal ini dikarenakan semakin tua akvititas reseptornya semakin rendah. Sel reseptor ini berfungsi sebagai hemostasis pengaturan peredaran kolesterol didalam darah dan banyak terdapat dalam hati, kelenjar gonad dan kelenjar adrenal. Tujuan penelituian mengetahui gambaran kadar kolesterol total pada lansia di Puskesmas Lubuk Buaya tahun 2019. Metode: Penelitian dilaksanakan bulan November 2020 - Januari 2021. Jenis penelitian deskriptif  kategorik  menggunakan data sekunder rekam medik. Populasi terjangkau adalah pasien lansia yang melakukan cek kolesterol  di Poli Lansia Puskesmas Lubuk Buaya. Sampel  adalah seluruh pasien lansia yang melakukan cek kolesterol total di Poli lansia Puskesmas Lubuk Buaya Padang.  Teknik pengambilan sampel purposive sampling  sebanyak 96 sampel. Analisa data univariat dengan SPSS 16.0. Hasil: kadar kolesterol total lansia terbanyak adalah tinggi  41 orang (42.7%). Kadar kolesterol total lansia berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah tinggi pada  tinggi pada perempuan  tinggi 31 orang (48%). Berdasarkan  usia kadar kolesterol total  lansia terbanyak adalah tinggi pada  usia ≥ 60 tahun  39 orang (45%). Berdasarkan pekerjaan kadar kolesterol total lansia  terbanyak adalah tinggi sebanyak 35 orang (43%).Dan berdasarkan pendidikan kadar kolesteroltotal lansia terbanyak adalah   tinggi pada pendidikan SMP yaitu 11 orang (65%). Kesimpulan: Kadar kolesterol total lansia terbanyak adalah tunggi 41 orqng (42%) pada perempuan 31 orang (48%) usia ≥ 60  tidak bekerja 35 orang (43%) dan  pendidikan  SMP 11 orang (65%).
Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Mengenai DBD Pada Kepala Keluarga di Kelurahan Kubu Marapalam Kecamatan Padang Timur Humairoh, Adilah; Triyana, Rahma; Birman, Yuliza
Scientific Journal Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.897 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i2.35

Abstract

Pendahuluan: Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit menular virus yang ditularkan dari nyamuk Aedes Spp. Berdasarkan World Health Organization (WHO) kejadian DBD telah meningkat secara drastis di seluruh dunia sejak dekade terakhir. Di wilayah Mediterania timur, kejadian DBD meningkat sejak tahun 2000 dengan total wabah yang dilaporkan yaitu 16 kasus termasuk 60.790 yang dikonfirmasi dan yang meninggal sebanyak 245 orang. Nyamuk yang paling cepat berkembang di dunia ini telah menyebabkan hampir 50 juta orang terinfeksi setiap tahunnya dan 2,5 miliar orang tinggal di daerah endemik. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan mengenai DBD pada kepala keluarga di Kelurahan Kubu Marapalam Kecamatan Padang Timur. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kategorik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data diambil langsung pada Kepala Keluarga di Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur sebagai responden dengan menggunakan kuesioner dengan 100 sampel dan analisa data menggunakan program SPSS. Hasil: Pada tingkat pengetahuan terbanyak mengenai DBD pada Kepala Keluarga di Kelurahan Kubu Marapalam Kecamatan Padang timur yaitu kategori cukup sebanyak 57 orang (57%) kemudian untuk sikap didapat kategori cukup dengan jumlah 49 orang (49%) kemudian untuk tindakan hasil terbanyak cukup sebanyak 42 orang (42%).  Kesimpulan: Gambaran tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan mengenai DBD berada pada kategori cukup.
the Karakteristik Faktor- faktor Risiko Terjadinya Neuropati Diabetik pada Pasien Diabetes Melitus tipe 2 di RSI Siti Rahmah Padang Tahun 2019-2020 : Karakteristik faktor- faktor risiko terjadinya neuropati diabetik Suharni; Kusnadi, Diba Triulandari; Zulkarnaini, Aryaldy
Scientific Journal Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.389 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i2.38

Abstract

Pendahuluan: Neuropati diabetik merupakan komplikasi tersering pada pasien diabetes melitus Tipe 2. Indonesia berada dalam urutan ke 6 dari 10 negara dengan penderita diabetes melitus terbesar. DM tipe II adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Kadar gula darah yang meningkat dalam waktu yang lama akan merusak pembuluh saraf tepi sehingga proses pengiriman sinyal antara sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi terganggu. Gangguan ini disebut dengan neuropati diabetik Tujuan penelitian: untuk mengetahui karakteristik faktor-faktor risiko terjadinya neuropati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSI Siti Rahmah tahun 2019-2020. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan metode pengumpulan data bersifat retrospektif. Populasi yaitu pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi neuropati di RSI Siti Rahmah Padang tahun 2019-2020 yang memiliki berkas rekam medis lengkap dan tidak memiliki riwayat stroke dan trauma kepala dengan sampel 52 pasien. Pengambilan sampel dari data rekam medis RSI Siti Rahmah Padang Tahun 2019-2020. Hasil: Analisis data univariat dengan program SPSS versi 16.0. Usia terbanyak yaitu kategori 56-65 tahun ( lansia akhir ) sebanyak 24 pasien (46,2%), jenis kelamin terbanyak yaitu kategori perempuan sebanyak 36 pasien (69,2%), Lama menderita DM terbanyak yaitu ≥5 tahun sebanyak 28 pasien (53,8%) dan berdasarkan status hipertensi terbanyak yaitu dengan hipertensi sebanyak 27 pasien ( 51,9%). Kesimpulan: Identifikasi berbagai faktor risiko dapat menurunkan kejadian neuropati diabetik.
Relationship Between Education Level, Age and Knowledge of Pregnant Women with Antenatal Care Status Fegita, Primadella; Hikmah, Miftahul; Malik, Rifkind
Scientific Journal Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.294 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i2.41

Abstract

Background: Maternal mortality in Indonesia was still quite high. To reduce the mortality rate of the government made a health care program for pregnant women, namely antenatal care services (ANC). Education, knowledge and age of mothers were one of the determinants of maternal death. The purpose of this study was to determine the relationship of formal education levels, maternal age and level of knowledge with health to ANC. Method: Observational analytic research type with a cross-sectional approach, using primary data, namely quizerer and secondary book data KIA. Data were analyzed univariate and bivariate using Spearman Rho test. Results: Univariate analysis, pregnant women with a higher education level of 7 people (21.9%), while 8 people (25.0%), 17 people (53.1%); Pregnant women with the same high and low knowledge level, 50%; Mother's age <20 years and> 35 years 10 people (31.3%) and mothers age 20-35 years 22 people (68.8%); Pregnant women with a complete ANC status of 15 people (46.9%), and 17 people were incomplete (53.1%); Spearman Rho Bivariat Test, the relationship of the level of formal education and the level of maternal knowledge with ANC P <0.05, while maternal age relations with ANC P> 0.05. Conclusion: The majority of pregnant women with low educated with the age range of 20-35 years. There was a significant and direct relationship between the level of education and the level of knowledge with ANC status.

Page 2 of 19 | Total Record : 188