cover
Contact Name
debie anggraini
Contact Email
scientificj.id@gmail.com
Phone
+6281277167619
Journal Mail Official
scientific.journal@scientic.id
Editorial Address
Jalan Khatib Sulaiman, Kel. Alai Parak Kopi, Kec. Padang Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Scientific Journal
ISSN : 28100204     EISSN : 28100204     DOI : https://doi.org/10.56260/sciena
Core Subject : Health, Science,
Scientific Journal(SCIENA) published by an official of Scientific.id_considers the following types of original contribution for peer review and publication: Research Articles, Review Articles, Letters to Editor, Brief Communications, Case Reports, Book Reviews, Technological Reports, and Opinion Articles. It Is published six times a year and serves the need of scientific and non-scientific personals involved/interested in Natural Science (Physics, Chemistry, Electronics, Mathematics, Astronomy, Oceanography, Engineering), Social Science, Economics, Biology and Medicine. Each issue covers topics, which are of broad readership interest to personals from General Public, Industry, Clinicians, Academia, and Government. Scientic Journal is a must read journal for every one with curiosity in science.
Articles 188 Documents
Profil Pasien Gagal Jantung pada Usia Lanjut di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2018-2020 Sherly, Ulfa; Sjaaf, Fidiariani; Puspita, Dian
Scientific Journal Vol. 1 No. 3 (2022): SCIENA Volume I No 3, May 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.086 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i3.39

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gagal jantung akut merupakan penyebab paling banyak pada pasien yang dirawat di rumah sakit pada usia lebih dari 65 tahun dan berhubungan dengan tingkat kematian yang tinggi. Prevalensi GJA akan meningkat pada pasien usia lanjut, dikarenakan peningkatan dari populasi di usia lanjut di Negara maju dan Negara berkembang bertambah dengan cepat yang disebabkan karena faktor harapan hidup yang meningkat. Gagal jantung akut adalah sindrom klinis yang ditandai dengan gejala khas seperti sesak napas, pembengkakan pada pergelangan kaki dan kelelahan dan diikuti dengan tanda-tanda klinis seperti peningkatan tekanan vena jugularis, ronki paru dan edema perifer yang disebabkan oleh kelainan struktural dan fungsional jantung. Tujuan: Untuk mengetahui profil gagal jantung akut pada usia lanjut di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2018-2020. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan retrospektif dengan menggunalan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis. Analisis data univariat dengan program SPSS versi 16.0. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ditemui mayoritas usia pasien gagal jantung akut pada usia lanjut di RSUP Dr. M, Djamil Padang Tahun 2018-2020 adalah 60-74 tahun atau (45.6%), jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yaitu 35 pasien atau (61.4%), etiologi akut terbanyak adalah sindrom kororner akut yaitu 32 pasien atau (56.1%), profil hemodinamik gagal jantung akut adalah tipe hangat dan basah yaitu 45 pasien atau (78.9%), terapi diuretik sebanyak adalah 52 orang atau (91.2%), terapi inotropik sebanyak 11 orang atau (19.3%), terapi vasopressor sebanyak 1 orang atau (1.8%), terapi vasodilator sebanyak 32 orang atau 56.1%). Kesimpulan: Usia terbanyak 60-74 tahun, jenis kelamin terbanyak laki-laki, etiologi akut terbanyak sindrom kororner akut, profil hemodinamik terbanyak hangat basah, paling banyak menggunakan terapi diuretik, kurang dari separuh menggunakan inotropik, sangat sedikit menggunakan vasopressor, separuh menggunakan vasodilator.
Gambaran Karakteristik Pasien Retinopati Diabetik yang Dilakukan Pembedahan Vitrektomi Di RSKM Padang Eye Center Tahun 2019-2020 Puteri, Veronika; Lassie, Naima; Huda, M. Nur
Scientific Journal Vol. 1 No. 3 (2022): SCIENA Volume I No 3, May 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.703 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i3.40

Abstract

Latar Belakang : Retinopati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskular dari Diabetes Melitus (DM) berupa mikroangiopati progresif yang ditandai oleh kerusakan mikrovaskular pada retina yang dapat menyebabkan buta permanen. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi derajat keparahan retinopati diabetik seperti hiperglikemi, lama durasi DM, dan hipertensi. Tindakan pembedahan untuk retinopati diabetik adalah vitrektomi untuk membersihkan vitreus yang keruh akibat perdarahan sehingga meningkatkan tajam penglihatan. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien retinopati diabetik yang dilakukan pembedahan vitrektomi. Metode : Jenis penelitian deskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien retinopati diabetik yang dilakukan pembedahan vitrektomi di RSKM Padang Eye Center tahun 2019-2020 dengan 50 pasien. Analisis data univariat dengan program SPSS versi 25.0. Hasil : Karakteristik pasien retinopati diabetik yang dilakukan pembedahan vitrektomi didapatkan usia terbanyak 46-55 tahun dan 56- 65 tahun masing-masing 17 orang (34%),dengan jenis kelamin didominasi perempuan (58%), dan tipe DM tipe 2 (98%), durasi lama menderita diabetes < 5 tahun (38%), dengan memiliki riwayat hipertensi (76%), derajat retinopati diabetik terbanyak PDR+PV (50%), dengan keterlibatan mata bilateral(86%), jenis tindakan vitrektomi terbanyak vitrektomi + endolaser + inj. Anti-VEGF (34%), mengalami visus sebelum tindakan dengan kategori buruk (96%), visus 1 bulan setelah pembedahan sebagian besar masih dalam kategori buruk (84%), dan kualitas penglihatan subjektif pasien setelah 1 bulan pembedahan adalah membaik (42%). Kesimpulan : Usia terbanyak 46-65 tahun, jenis kelamin perempuan, tipe DM tipe 2, durasi lama menderita diabetes < 5 tahun, memiliki riwayat hipertensi, dengan derajat PDR+PV, mata yang terlibat bilateral, tindakan vitrektomi + endolaser + inj. Anti- VEGF, visus sebelum pembedahan buruk, visus setelah pembedahan vitrektomi buruk namun ada perbaikan visus sebesar 38% dan kualitas penglihatan subjektif pasien setelah pembedahan membaik.
Profil Kehamilan Ibu Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 6–24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang Zeffira, Laura; Putri, Syafnira Defiari; Dewi, Nadia Purnama
Scientific Journal Vol. 1 No. 3 (2022): SCIENA Volume I No 3, May 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.748 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i3.45

Abstract

Pendahuluan: Kualitas sumber daya manusia telah mulai terbentuk sejak dalam kandungan. Kondisi kehamilan seorang ibu sangat erat kaitannya dengan kualitas janin yang dilahirkan. Kejadian stunting pada anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kondisi ibu pada saat hamil.  Status gizi ibu, usia ibu, jarak antar kehamilan dan penyakit penyerta saat kehamilan merupakan karakteristik yang bisa mempengaruhi kualitas janin yang akan berkembang menjadi seorang anak nantinya. Tujuan penelitian:  melihat gambaran riwayat kehamilan ibu terhadap kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel merupakan  ibu yang memiliki anak stunting yang berusia 6-24 bulan. Jumlah sampel pada penelitian ini 67 orang. Pengambilan sampel dilakukan dari bulan November-Desember 2019.  Hasil: Pada penelitian ini di peroleh hasil usia ibu saat hamil terbanyak pada kelompok usia 30-39 tahun (57,7%), berat badan anak saat lahir normal (74,6%), ibu mengalami non KEK saat hamil (64,2%), jarak kehamilan ibu lebih dari 2 tahun (71,6%), ibu tidak mengalami anemia saat hamil (50,7%), dan ibu tidak mengalami hipertensi saat hamil (65,7%). Kesimpulan: Pada penelitian ini, sebagian besar ibu yang memiliki anak stunting memiliki gambaran riwayat kehamilan ibu yang normal. Oleh karena itu, disarankan dapat meningkatkan pemberian ASI, MP-ASI, dan pola asuh terhadap anak dalam mencegah stunting.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja Terhadap Seks Pranikah dan Penularan Hiv/Aids pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Angkatan 2020 Rosadi Arta, Tri; Rahmadhoni, Berri; Primawati, Irma
Scientific Journal Vol. 1 No. 3 (2022): SCIENA Volume I No 3, May 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.007 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i3.46

Abstract

Latar Belakang: Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan gejala dan infeksi atau sindrom yang timbul akibat rusaknya sistem imun pada manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Virus penyebab AIDS tersebut adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV merupakan virus yang dapat memperlemah sistem imunitas manusia. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kategorik dengan desain penelitian  cross sectional. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah dengan 92 sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan mengikuti kriteria inklusi, menggunakan data primer dengan mengisi kuisioner dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Usia terbanyak adalah 19 Tahun dengan pengetahuan baik yaitu (29,3%). Jenis kelamin terbanyak adalah perempuan dengan pengetahuan baik yaitu (34,8%), sedangkan jenis kelamin laki-laki juga memiliki pengetahuan baik yaitu (21,7%). Usia terbanyak adalah 19 tahun memiliki sikap positif atau tidak mendukung adanya seks pranikah  yaitu (40,2%), dan juga pada usia 18 tahun memiliki sikap positif yaitu (16,3%), sedangkan pada usia 20 tahun memiliki sikap negatif yaitu (9,8%). Jenis kelamin laki-laki memiliki sikap negatif yaitu (18,5%), sedangkan pada perempuan memiliki sikap positif yaitu (52,5%). Kesimpulan: Mahasiswa yang pengetahuan kurang lebih banyak pada usia 19 tahun dibandingkan usia 18 dan 20 tahun, sikap negatif lebih banyak pada usia 18 tahun dibandingkan usia 19 dan 20 tahun, mahasiswa laki-laki dan perempuan memiliki pengetahuan yang baik, dan sikap negatif lebih banyak pada jenis kelamin laki-laki dibandingkan perempuan.
The Relationship of Body Mass Index in Third Trimester of Pregnancy with Low Back Pain Incidence Henky, Jefri; Efriza; Aprillia
Scientific Journal Vol. 1 No. 3 (2022): SCIENA Volume I No 3, May 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.115 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i3.47

Abstract

Background: Low Back Pain is pain in the lower back which is a sign of disorder that causes a state of discomfort in performing daily activities and is felt in the anatomical area, especially in the fifth lumbal and sacral area. Low Back Pain will increase as gestational ages. This discomfort begins between the fifth and seventh months of pregnancy. Purpose: To find the relationship between body mass index in the third trimester of pregnancy with Low Back Pain incidence. Method: This research is an observational analytical research with cross-sectional approach. The population of this research is pregnant women in the third trimester who visited poly Obstetrics and Gynecology Hermina Padang Hospital with 77 samples by using consecutive sampling technique. Data analysis uses univariate and bivariate analysis with data processing using the computerized SPSS 23.0 version. Results: The most age were 26-35 years which is 44 people (57,1%), the most likely respondents were those who did not work which is 48 people (62,3%), and the most respondents gestational age is > 36 weeks that is 40 people (51,9 %). The average body weight of the respondent is 65.8277 kg with a minimum body weight 51.51 kg and maximum 80.40 kg. The average height of respondent is 157.99 cm with a minimum height 148 cm and maximum 170 cm. The majority of respondents with an overweight body mass index were 50 people (64,9%), the highest level of LBP pain is 2 (a little pain) which is 26 people (33,8%), with respondents experienced LBP of 61 people (79,2%). Based on the bivariate analysis, it is known that there is a relationship between body mass index in the third trimester of pregnancy with Low Back Pain incidence (p=0.022). Conclusion: The third trimester of pregnant women, the most age is early adulthood (26-35 yars), with the most work is not working, and the most gestational age >36 weeks. The average body weight of the respondent is 65.8277 kg and the average height of the respondent is 157.99cm, the most body mass index is overweight, the highest level of LBP pain is 2 (a little pain), and in the third trimester pregnant women experience the most LBP incidence is yes and there is a relationship between body mass index in the third trimester of pregnancy with low back pain incidence.
Stroke Prone Profile dan Tingkat Risiko Stroke Lansia Panti Jompo Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021 Setiawati, Erdanela
Scientific Journal Vol. 1 No. 3 (2022): SCIENA Volume I No 3, May 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.575 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i3.48

Abstract

Pendahuluan: Stroke adalah penyebab kematian nomor dua dan penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Separuh dari stroke terjadi pada mereka yang berusia di atas 75 tahun. Salah satu cara cegah stroke pada lansia risiko tinggi adalah dengan menemukan dan mengendalikan faktor risiko terutama faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Stroke Prone Profile adalah faktor risiko yang dimiliki lansia. Tujuan penelitian: untuk mengetahui tingkat risiko stroke lansia serta faktor-faktor risiko yang dimiliki lansia serta hubungan keduanya. Metode: Penelitian adalah penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua lansia yang tinggal di tiga panti jompo yang ada di Provinsi Sumatera Barat tahun 2021, menggunakan metode total sampling (190 lansia). Hasil: Hasil: mayoritas lansia adalah lansia risiko tinggi (55.3%). Faktor-faktor risiko yang dimiliki lansia berurutan dari faktor risiko terbanyak sebagai berikut: 1) kolesterol tinggi 83,2%, 2) tekanan darah tinggi 63,7%, 3) tidak ada olahraga (aktivitas fisik) 47,4%, 4) perokok 32,6%, 5) detak jantung tidak teratur 19,5%, 6) riwayat stroke keluarga 13,2%, 7) obesitas 5,8%,  dan 8) riwayat sakit gula (diabetes melitus) 3,7%. Ada hubungan antara tingkat risiko stroke lansia yang tinggi dengan faktor risiko yang dimilikinya dengan p-value=0.000. Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat risiko stroke lansia yang tinggal di tiga panti jompo Provinsi Sumatera Barat dengan semua faktor risiko yang dimilikinya dengan p-value=0,000
Hubungan Intensitas Penggunaan Earphone dengan Derajat Gangguan Pendengaran pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Erlanda Putra Negara , Mohd; Triansyah , Irwan; Hasni, Dita; Yulhasfi Febrianto, Budi
Scientific Journal Vol. 1 No. 3 (2022): SCIENA Volume I No 3, May 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.365 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i3.49

Abstract

Alat pemutar musik yang tersambung melalui Earphone semakin digemari di kalangan mahasiswa untuk mendengarkan musik. Kebiasaan tersebut dapat memicu timbulnya gangguan pada pendengaran. Musik yang didengar melalui earphone dalam telinga memiliki intensitas bising lebih besar dari pada intensitas bising musik yang didengar tanpa menggunakan headset dengan volume yang sama karena jarak sumber suara lebih dekat. Untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan earphone dengan derajat gangguan pendengaran pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah  Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik komparatif kategorikal tidak berpasangan dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah  dengan 42 sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase dan analisa bivariat menggunakan uji fisher exact test dan pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi 16.0. Penggunaan earphone <8 jam dan penggunaan earphone >8 jam sama banyak pada mahasiswi yaitu 21 orang (50,0%), Hasil pemeriksaan audiometri kanan dan normal yaitu 41 orang (97,6%), derajat gangguan pendengaran terbanyak adalah normal yaitu 41 orang (97,6%) dan tidak terdapat hubungan penggunaan earphone dengan gangguan pendengaran pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah angkatan 2016 (p value = 0,500). Kesimpulan : tidak terdapat hubungan intensitas penggunaan earphone dengan derajat gangguan pendengaran secara statistik tapi terdapat responden yang mengalami tuli sensori neural ringan yang merupakan penngguna earphone  ≥8 jam/minggu.
Keloid Pasca Pemasangan Gips: Laporan Kasus Fortuna, Fory; Kartikasari, Salsabilla Desy
Scientific Journal Vol. 1 No. 3 (2022): SCIENA Volume I No 3, May 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.353 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i3.50

Abstract

Pendahuluan: Keloid adalah salah satu manifestasi penyembuhan luka yang terjadi secara abnormal berupa jaringan parut yang timbul atau tumbuh melebihi batas luka. Angka kejadian keloid memiliki distribusi jenis kelamin yang sama, baik pada laki-laki maupun perempuan, dan angka kejadian tertinggi adalah pada usia dekade kedua dan ketiga, serta peran predisposisi genetik. Keloid pada umumnya terjadi akibat luka pada area predileksi. Keloid pada area antebrachii jarang terjadi. Kasus yang kami laporkan merupakan kasus keloid area antebrachii setelah pemasangan gips untuk immobilisasi patah tulang. Metode: Pada laporan kasus ini akan dicantumkan tinjauan kepustakaan mengenai keloid, serta laporan kasus dan diskusi. Pasien laki laki berusia 12 tahun datang ke poliklinik Bedah Plastik Rumah Sakit Universitas Andalas dengan keluhan kulit yang menebal dan menggelap pasca pelepasan gips. Hasil: Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, pasien didiagnosis dengan keloid pada regio antebrachii kanan. Pasien kemudian dilakukan eksisi keloid dan direncanakan untuk terapi ajuvan untuk mencegah kekambuhan. Pada pasien ini terapi post operatif skin tapping dan balutan kompresi menggunakan elastic verband kemudian disarankan untuk kontrol setiap bulannya untuk mencegah kekambuhan.
Rekonstruksi Ruptur Kartilago Aurikula Fortuna, Fory; Febranambela Jovie, Indah
Scientific Journal Vol. 1 No. 3 (2022): SCIENA Volume I No 3, May 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.445 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i3.51

Abstract

Ruptur kartilago aurikula merupakan salah satu kasus defek yang sering terjadi karena trauma pada area kepala. Hal ini disebabkan oleh posisi telinga yang menonjol di sisi kepala dan hanya tertutup oleh struktur kulit yang tipis. Seorang pasien laki-laki, 17 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas karena luka robek di telinga kiri 30 menit sebelum masuk rumah sakit akibat terkena stang sepeda motor. Pada pemeriksaan fisik, kami dapatkan adanya luka robek dengan avulsi kulit berukuran 2 cm pada area tragus aurikula hingga lobulus dengan ruptur kartilago yang tidak beraturan. Berdasarkan hasil pemeriksaan telinga dalam tidak didapatkan kelainan. Kami lakukan pembersihan luka, perbaikan tepi luka, repair kartilago, dan flap lokal untuk menutup jaringan kartilago, kemudian kami lakukan balut tekan untuk mencegah hematom. Hasil 7 hari setelah dilakukan tindakan tidak ditemukan adanya tanda radang ataupun infeksi, bentuk telinga tampak mendekati struktur normal, skar tampak datar dan samar.  
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Tifoid pada Anak di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2019 Fachrizal, Yohana; Handayani, Yuni; Ashan, Haves
Scientific Journal Vol. 1 No. 3 (2022): SCIENA Volume I No 3, May 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.546 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i3.52

Abstract

Latar belakang: Demam tifoid menjadi masalah kesehatan terpenting di dunia terutama negara berkembang. Faktor yang berhubungan dengan demam tifoid diantaranya sanitasi lingkungan, higiene perorangan, usia, pengetahuan orang tua, dan sosial ekonomi. Tujuan: Untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid pada anak di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi tahun 2019. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik-observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terjangkau penelitian ini adalah pasien anak dengan demam tifoid di bangsal anak RSSN Bukittinggi tahun 2019 yaitu 71 pasien menggunakan teknik total sampling. Analisa data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase, dan pengolahan data menggunakan SPSS 24.0. Hasil: Distribusi frekuensi responden terbanyak yaitu sanitasi lingkungan rendah berjumlah 41 anak (57,7%), higiene perorangan rendah berjumlah 43 orang (60,6%), usia remaja sebanyak 29 orang (40.9%), pengetahuan orang tua buruk sebanyak 38 orang (53,5%), sosial ekonomi rendah sebanyak 37 orang (52,1%), dan kejadian demam tifoid sebanyak 57 orang (80,3%). Terdapat hubungan antara sanitasi lingkungan dengan demam tifoid anak (p = 0,000), higiene perorangan dengan demam tifoid anak (p = 0,002), tingkat pengetahuan orang tua dengan demam tifoid anak (p = 0,003), status sosial ekonomi dengan demam tifoid anak (p = 0,001) dan tidak terdapat hubungan antara usia dengan demam tifoid anak (p = 0,474). Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid anak di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2019 yaitu sanitasi lingkungan, higiene perorangan, tingkat pengetahuan orang tua, dan status ekonomi.

Page 3 of 19 | Total Record : 188