cover
Contact Name
debie anggraini
Contact Email
scientificj.id@gmail.com
Phone
+6281277167619
Journal Mail Official
scientific.journal@scientic.id
Editorial Address
Jalan Khatib Sulaiman, Kel. Alai Parak Kopi, Kec. Padang Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Scientific Journal
ISSN : 28100204     EISSN : 28100204     DOI : https://doi.org/10.56260/sciena
Core Subject : Health, Science,
Scientific Journal(SCIENA) published by an official of Scientific.id_considers the following types of original contribution for peer review and publication: Research Articles, Review Articles, Letters to Editor, Brief Communications, Case Reports, Book Reviews, Technological Reports, and Opinion Articles. It Is published six times a year and serves the need of scientific and non-scientific personals involved/interested in Natural Science (Physics, Chemistry, Electronics, Mathematics, Astronomy, Oceanography, Engineering), Social Science, Economics, Biology and Medicine. Each issue covers topics, which are of broad readership interest to personals from General Public, Industry, Clinicians, Academia, and Government. Scientic Journal is a must read journal for every one with curiosity in science.
Articles 234 Documents
Perbandingan Kualitas Hidup Pasien Parkinson Subtipe Postural Instability Gait Disorder dan Subtipe Tremor Dominan di RSI Ibnu Sina Padang Dian Ayu Hamama Pitra; Prima Adelin; Aqli Subhan Lanang; Muhammad Ivan
Scientific Journal Vol. 5 No. 3 (2026): SCIENA Volume V No 3, May 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i3.377

Abstract

Latar Belakang : Penyakit Parkinson merupakan suatu penyakit neurodegeneratif yang berkaitan dengan timbulnya gejala motorik kronis progresif. Terdapat dua tipe gangguan motorik yaitu subtipe Postural Instability Gait Disorder (PIGD) dan subtipe Tremor Dominan (TD). Tujuan : Untuk mengetahui perbandingan tingkat kualitas hidup pasien parkinson dengan gejala motorik subtipe PIGD dan subtipe TD di RSI Ibnu Sina. Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik numerik tidak berpasangan dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian ini menggunakan instrumen Unified Parkinson’s Disease Rating Scale (MDS-UPDRS) untuk menegetahui subtipe gejala motorik dan The Parkinson Disease Questionnaire (PDQ-39) untuk menilai kualitas hidup. Uji bivariat dilakukan dengan menggunakan uji analisis Independents T test. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian ditemui Usia Pasien Parkinson dengan PIGD dan Tremor Dominan di RSI Ibnu Sina Padang mayoritas 61-70 tahun (47.8%), mayoritas jenis kelamin adalah laki-laki (56.5%), serta Lama menderita paling banyak kategori <5 tahun (80.4%), kualitas hidup penderita Parkinson paling buruk terdapat pada domain mobilitas dengan skor rata-rata 20.08, sedangkan kualitas hidup penderita parkinson paling baik terdapat pada domain dukungan sosial dengan skor rata rata 0.15, serta dijumpai nilai P =0.000 rerata skor PDQ-39 total antara subtipe tremor (37.23) dan PIGD (62.42) dapat mempengaruhi perburukan kualitas hidup pada domain mobilitas, domain aktivitas sehari-hari, dan domain komunikasi.Terdapat perbedaan kualitas hidup pasien Parkinson dengan suptipe gejala motorik PIGD dan TD di RSI Ibnu Sina Padang.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Menggunakan Kuesioner MMAS-8 dan EQ-5D-5L di RSI Siti Rahmah Padang Farid Rian Irfandi; Dita Hasni; Vina Tri Septiana; Roland Helmizar; Resti Rahmadika Akbar
Scientific Journal Vol. 5 No. 3 (2026): SCIENA Volume V No 3, May 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i3.379

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia, yang menyebabkan lebih dari 10,4 juta kematian setiap tahunnya. Penanganan hipertensi bertujuan untuk kontrol tekanan darah dengan rutin menjalani pengobatan. Kepatuhan yang rendah dapat menyebabkan pengendalian tekanan darah yang tidak optimal, meningkatkan risiko komplikasi dan memperburuk prognosis kesehatan secara keseluruhan. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kualitas hidup pasien hipertensi menggunakan kuesioner MMAS-8 dan EQ-5D-5L di RSI Siti Rahmah Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Responden penelitian terdiri dari 120 sampel pasien hipertensi di RSI Siti Rahmah Padang. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan instrumen kuesioner MMAS-8 dan EQ-5D-5L. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji chi square.Hasil: Dari 120 sampel pasien hipertensi di RSI Siti Rahmah padang paling banyak berjenis kelamin perempuan (58,3%) dengan rentang usia 56-65 tahun (37,2%), pendidikan terakhir paling banyak pada jenjang SMA/SMK (36,7%), pekerjaan paling banyak yaitu IRT (36,7%), sebagian besar memiliki penyakit penyerta (77,5%), jumlah obat yang dikonsumsi 1-4 obat (62,5%), sebesar 73,3% menderita hipertensi >1 tahun dan lebih banyak menggunakan jaminan kesehatan BPJS (97,5%). Sebanyak 75% pasien dikategorikan patuh dalam mengonsumsi obat dan 68,3% memiliki kualitas hidup baik. Terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kualitas hidup pasien hipertensi menggunakan kuesioner MMAS-8 dan EQ-5D-5L di RSI Siti Rahmah Padang (ρ-value = 0,002, OR 4,297). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat dan kualitas hidup. Penelitian ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hidup melalui kepatuhan dalam mengonsumsi obat secara teratur.
Resolusi Total Klinis dan Radiologis Tuberkuloma Serebral Multipel dengan Klinis Epilepsi Melalui 12 Bulan Terapi Antituberkulosis Tati Khairina; Athiya Rahmah Elsafrediniya; Fredia Heppy; Yanti Fitri Yasa
Scientific Journal Vol. 5 No. 4 (2026): SCIENA Volume V No 4, July 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i4.381

Abstract

Latar Belakang: Tuberkuloma serebral merupakan manifestasi tuberkulosis sistem saraf pusat yang jarang dan dapat menyerupai neoplasma intrakranial secara klinis maupun radiologis. Variabilitas pencitraan serta persistensi lesi setelah terapi antituberkulosis dapat menimbulkan tantangan diagnostik dan terapeutik. Laporan Kasus: Seorang laki-laki berusia 18 tahun datang dengan riwayat kejang umum tonik berulang selama satu tahun, disertai riwayat batuk kronis, penurunan berat badan, demam hilang-timbul, dan keringat malam. Rontgen toraks menunjukkan tuberkulosis paru dan tes cepat molekuler Mycobacterium tuberculosis positif. CT-scan kepala tanpa kontras awalnya mengarah pada ganglioglioma. MRI otak dengan kontras selanjutnya menunjukkan multipel ring-enhancing lesions pada lobus parietal kanan dan oksipital kiri. Konvergensi temuan klinis, bukti tuberkulosis sistemik, dan pencitraan mendukung diagnosis Tuberkuloma Serebral Multipel dengan Epilepsi Simptomatik. Pasien mendapat terapi antituberkulosis selama 12 bulan dan fenitoin, tanpa kekambuhan kejang. MRI satu bulan setelah terapi menunjukkan resolusi lesi oksipital kiri dan regresi parsial lesi parietal kanan. Tanpa perpanjangan terapi antituberkulosis, MRI 14 bulan setelah terapi menunjukkan resolusi radiologis total. Kesimpulan: Integrasi temuan klinis, bukti tuberkulosis sistemik, dan MRI penting dalam membedakan tuberkuloma serebral dari neoplasma intrakranial. Persistensi lesi residual setelah terapi tidak selalu menunjukkan kegagalan terapi apabila disertai perbaikan klinis yang konsisten. MRI serial berperan penting dalam mengevaluasi respons dan mendokumentasikan resolusi bertahap tuberkuloma.
Comparison of Platelet-to-High-Density Lipoprotein Cholesterol Ratio between Patients with Ischemic Stroke and Healthy Controls Debie Anggraini; Yuri Haiga; Vina Tri Septiana
Scientific Journal Vol. 5 No. 2 (2026): SCIENA Volume V No 2, March 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i2.382

Abstract

Background: Ischemic stroke is a major cerebrovascular disorder involving complex interactions between thrombosis, platelet activation, endothelial dysfunction, and lipid abnormalities. The platelet-to-high-density lipoprotein cholesterol ratio (PHR) is a simple composite index combining platelet count and HDL-C, potentially reflecting the interaction between thrombotic and lipid-related vascular processes. However, evidence directly comparing PHR between patients with ischemic stroke and healthy individuals remains limited. Objective: To compare the platelet-to-high-density lipoprotein cholesterol ratio between patients with ischemic stroke and healthy controls. Methods: This analytical observational study used a case-control design and was conducted at Siti Rahmah Hospital, Padang, Indonesia, using data from 2022–2024. The study included 21 patients with ischemic stroke confirmed by brain computed tomography and 21 healthy controls. Platelet count and HDL-C measurements were obtained from laboratory records. For stroke patients, laboratory measurements obtained on the first day of hospitalization were used. PHR was calculated as platelet count (×10³/µL) divided by HDL-C (mg/dL). Differences between groups were analyzed using the Mann–Whitney U test for non-normally distributed continuous variables. A p value <0.05 was considered statistically significant. Results: The median PHR was significantly higher in patients with ischemic stroke than in healthy controls (5.80 [IQR, 5.27–7.56] vs. 3.61 [IQR, 3.13–5.00], p = 0.001). HDL-C concentrations were significantly lower in the ischemic stroke group (40 [36–51] vs. 59 [45–76] mg/dL, p < 0.001). In contrast, platelet count did not differ significantly between the groups (285 [227–318] vs. 245 [192–289] ×10³/µL, p = 0.119). Conclusion: PHR was significantly higher in patients with ischemic stroke than in healthy controls, with the difference appearing to be driven predominantly by lower HDL-C rather than by a significant difference in platelet count. PHR may represent a simple laboratory index reflecting the interaction between platelet-related and lipid-related processes in ischemic stroke. Further studies with larger and well-matched populations are needed to validate these findings.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2026): SCIENA Volume V No 4, July 2026 Vol. 5 No. 3 (2026): SCIENA Volume V No 3, May 2026 Vol. 5 No. 2 (2026): SCIENA Volume V No 2, March 2026 Vol. 5 No. 1 (2026): SCIENA Volume V No 1, January 2026 Vol. 4 No. 6 (2025): SCIENA Volume IV No 6, November 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): SCIENA Volume IV No 5, September 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): SCIENA Volume IV No 2, March 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): SCIENA Volume IV No 1, January 2025 Vol. 3 No. 6 (2024): SCIENA Volume III No 6, November 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): SCIENA Volume III No 5, September 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): SCIENA Volume III No 4, July 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): SCIENA Volume III No 3, May 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): SCIENA Volume III No 2, March 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): SCIENA Volume III No 1, January 2024 Vol. 2 No. 6 (2023): SCIENA Volume II No 6, November 2023 Vol. 2 No. 5 (2023): SCIENA Volume II No 5, September 2023 Vol. 2 No. 4 (2023): SCIENA Volume II No 4, July 2023 Vol. 2 No. 3 (2023): SCIENA Volume II No 3, May 2023 Vol. 2 No. 2 (2023): SCIENA Volume II No 2, Maret 2023 Vol. 2 No. 1 (2023): SCIENA Volume II No 1, January 2023 Vol. 1 No. 6 (2022): SCIENA Volume I No 6, November 2022 Vol. 1 No. 5 (2022): SCIENA Volume I No 5, September 2022 Vol. 1 No. 4 (2022): SCIENA Volume I No 4, July 2022 Vol. 1 No. 3 (2022): SCIENA Volume I No 3, May 2022 Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022 Vol. 1 No. 1 (2022): SCIENA Volume I No 1, January 2022 More Issue