cover
Contact Name
Atin Nuryadin
Contact Email
atinnuryadin@hotmail.com
Phone
+6285250489499
Journal Mail Official
jlpf@fkip.unmul.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Mulawarman Jl. Muara Pahu Kampus Gunung Kelua Gedung H FKIP Unmul Kota Samarinda – Kalimantan Timur, 75123 Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF)
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 27145689     EISSN : 27210529     DOI : https://doi.org/10.30872/jlpf.v3i1.1004
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) is devoted to short communications, full-length research papers, and feature articles on studies or literature reviews in science education, especially physics education. This journal intended to be the media in spreading and communicating technological developments and theories and learning practices in physics education research (PER).
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2023): April" : 10 Documents clear
Mengukur Kelengkapan Physics Laboratory Equipment (PLE) yang Tersedia untuk Pembelajaran Fisika pada SMA Negeri di Samarinda Anissa Widya Wati; Aisiah Apriliyanti; Nurul Fitriyah Sulaeman
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v4i1.1668

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menyelidiki Peralatan Laboratorium Fisika (Physics Laboratory Equipment) yang tersedia untuk pembelajaran fisika i sekolah menengah atas di Samarinda serta sejauh mana penggunaan peralatan yang tersedia. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel terdiri dari dua sekolah menengah atas negeri di Samarinda kota. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara, observasi dan checklist atau daftar periksa yang dirancang sendiri dengan tag "Checklist Peralatan Laboratorium Fisika" (PLEC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan peralatan laboratorium fisika dinilai lengkap dan digunakan secara optimal di kedua sekolah yang diteliti. Sekolah A memiliki PLE yang dimanfaatkan secara maksimal dan memiliki nilai rata-rata kelengkapan tinggi, diikuti oleh Sekolah B dengan peralatan yang tersedia cukup dan kapasitas pemanfaatan yang cukup. Studi menyimpulkan bahwa laboratorium IPA dengan peralatan yang memadai dan pemanfaatan yang maksimal akan menunjang siswa untuk dapat lebih memahami suatu materi secara mendalam.
Analisis Keamanan Percobaan Fisika pada Laboratorium Fisika di SMA Kota Samarinda Muttaqin; Nur Ismalizah; Ardelia Thida Mufarrihah; Sartika; Serlinda Harareta; Syayidah Dinurrohmah; Nurul Fitriyah Sulaeman
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v4i1.1673

Abstract

Kelengkapan laboratorium, khususnya laboratorium Fisika akan berdampak terhadap keselamatan laboratorium tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana keselamatan dan keamanan kerja laboratorium Fisika di kota Samarinda. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode wawancara dan observasi di dua SMA di kota Samarinda pada bulan November 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek keselamatan umum laboratorium pada kedua sekolah termasuk ke dalam kategori baik, aspek kepekaan terhadap perasaan siswa berada pada kategori sangat baik, aspek keselamatan kerja setiap percobaan fisika berada pada kategori baik dan aspek kelengkapan sarana laboratorium berada pada kategori cukup. Namun, hasil ini tidak dapat di generalisasi mengingat sangat dimungkinkannya terdapat perbedaan mendasar pengelolaan masing-masing laboratorium sekolah. Disamping pentingnya pemenuhan standar sarana laboratorium, diperlukan pula penelitian lanjutan sebagai alternatif solusi tidak tersediannya alat laboratorium Fisika sekolah.
Analisis Soal Latihan pada Buku Soal Fisika Kelas XI berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi Dilihat dari Prespektif Higher Order Thinking Skill pada Pokok Bahasan Fluida Cantika Dyah Anggraeni; Muhammad Yunus; Puardmi Damayanti
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v4i1.1945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan distribusi soal-soal pada pokok bahasan fluida dalam buku pelajaran fisika kelas XI yang ditinjau dari indikator soal high order thinking skills menurut level kognitif pada taksonomi Bloom revisi yang dimana dalam pokok bahasan fluida tersebut terdiri dari 165 butir soal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Proporsi soal yang mendorong higher order thinking skill paling besar pada kategori prosedural C4 sebesar 7,27 %, sedangkan pada kategori konseptual C4 hanya sebesar 2,47 %. Pada tingkatan soal C5 dan C6 masing-masing memiliki persentase kemunculan 0%. Secara keseluruhan persentase soal yang mengembangkan higher order thinking skills mencapai 9,70% dari proporsi soal pada buku ajar pada setiap bab yang mencapai 4,15% sehingga persentase kemunculan soal yang mengembangkan keterampilan tingkat tinggi sudah mencapai standar yang ada.
Eksplorasi Engineering and Science Performance Siswa SMP pada Materi Kalor dan Perpindahannya Ditinjau dari Perbedaan Gender Adinda Febi Puspita Sari; Pramudya Dwi Aristya Putra; Diah Wahyuni
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v4i1.2040

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui engineering performance and science performance siswa SMP pada materi kalor dan perpindahannya ditinjau dari perbedaan gender. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan dengan partisipan 6 orrang siswa dari salah satu SMP di kabupaten Jember. Data diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan Engineering performance siswa laki-laki lebih unggul dibandingkan perempuan, tetapi tidak menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Hal ini disebabkan karena siswa laki-laki secara signifikan lebih terlibat dalam kepemimpinan aktif, sebaliknya partisipasi siswa perempuan seringkali berfokus pada bantuan pasif. Selain itu, science performance siswa perempuan lebih mendominasi dibandingkan laki-laki, terlihat cukup signifikan jumlahnya. Perempuan lebih unggul di science performance pada bagian menjelaskan konsep sains kepada anggota kelompoknya, melalukan pencatatan, dan mengarahkan serta lebih berani untuk meminta pendapat dari guru. Sedangkan siswa laki-laki lebih kepada perilaku mengamati aktivitas secara pasif.
Kajian Etnosains pada Makanan Khas Usaku (Tepung Jagung) sebagai Media Belajar Fisika Ela Mariana Silla; Marlince Dopong; Pereronela Juilesti Teuf; Hilary Fridolin Lipikuni
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v4i1.2060

Abstract

Etnosains merupakan suatu pendekatan pembelajaran IPA yang mengimplementasikan kearifan lokal (budaya daerah) menggunakan produk budaya tertentu. Kearifan lokal dapat berupa makanan dan minuman, upacara adat, tari-tarian, permainan dan bahasa tradisional. Kearifan lokal berbasis makanan tradisional salah satunya adalah usaku. Usaku merupakan makanan tradisional yang berbahan baku jagung dan kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi konsep-konsep fisika pada proses pengolahan usaku. Metode penelitian yang digunakan dalam pengolahan usaku adalah penelitian deskriptif kualitatif berupa wawancara, observasi lapangan dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis dengan beberapa tahap, yaitu reduksi data, data display dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi objek dan konsep-konsep fisika yang dapat ditemukan pada pembelajaran IPA berbasis local genius. Hasil penelitian ini adalah potensi proses pengolahan usaku digunakan sebagai sumber belajar. Hasil penelitian diperoleh bahwa pada proses pengolahan usaku terdapat konsep-konsep fisika yang diidentifikasi pada konsep materi usaha, gaya, tekanan, massa jenis, suhu, kalor, perubahan zat dan momentum.
Evaluasi Pengelolaan Laboratorium Fisika di Kota Samarinda Aprilia Annisa; Nurul Farhana Haris; Sasva Vannes Farawasi; Muhammad Junus; Octaviani Mutmainah
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v4i1.1654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan laboratorium fisika sebagai penunjang pendidikan di SMA Kota Samarinda. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara. Data yang disajikan berupa teks secara naratif dan denah laboratorium. Berdasarkan hasil evaluasi laboratorium fisika di SMA Kota Samarinda, pengelolaan laboratorium fisika belum berjalan optimal karena beberapa aspek belum terpenuhi, seperti kurangnya sarana dan prasarana serta keterbatasan tenaga ahli dalam pengelolaan laboratorium fisika, baik asisten laboratorium maupun teknisi.
Penerapan Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran pada Pokok Bahasan Gerak Lurus Iqbal Rahmat Ramadhan; Albertus Djoko Lesmono; Firdha Kusuma Ayu Anggraeni
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v4i1.1781

Abstract

Materi fisika merupakan ilmu yang didasarkan pada peristiwa yang terjadi di alam yang memiliki keterkaitan dan konsep yang berbentuk abstrak dengan banyaknya rumus yang dipelajari, Kebanyakan peserta didik beranggapan bahwa materi fisika lebih menuntut penghapalan rumus. Adanya permasalahan pada peserta didik dapat diatasi dengan memanfaatkan media pembelajaran untuk mempermudah proses belajar menjadi lebih menyenangkan. Penelitian dilakukan dengan mengimplementasikan Augmented Reality pada aplikasi smartphone menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Desain media dibuat dengan menggunakan penelitian model Multimedia Development Life Cycle (MDLC) dari Luther yang terdiri dari enam tahapan yaitu: concept (pengonsepan), design (pendesainan), material collecting (pengumpulan materi), assembly (pembuatan), testing (pengujian), dan distribution (pendistribusian). Hasil penelitian berupa produk media pembelajaran berbasis aplikasi Augmented Reality pada smartphone pokok bahasan gerak lurus dengan media pembelajaran dipublish dalam bentuk apk. Uji coba produk dilakukan di kelas VIII SMP Ulul Albab dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan dan respon dari pengguna mengenai produk media yang dihasilkan peneliti. Keefektifan produk ditentukan dengan melihat hasil belajar peserta didik melalui pre-test dan pos-test dengan hasil analisis data yang didapatkan terdapat peningkatan hasil belajar sebesar 0,37 dengan kategori sedang. Hasil analisis data mengenai respon siswa setelah menggunakan aplikasi Augmented Reality pada buku paket k-13 pokok bahasan gerak lurus menunjukkan hasil skor respon sebesar 86,2% dengan kategori respon sangat baik.
Analisis Perbandingan Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan Buku Non-BSE Fisika SMA Kelas XI berdasarkan Science Textbook Rating System (STRS) Rosita Rosita; Muliati Syam; Shelly Efwinda
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v4i1.1919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kesesuaian kualitas buku BSE dan buku non-BSE fisika untuk SMA Kelas XI Kurikulum 2013 pada aspek kriteria isi, ilustrasi, indeks dan glosarium. (2) mendeskripsikan perbedaan antara kualitas buku BSE dan buku non-BSE fisika untuk SMA Kelas XI Kurikulum 2013 pada aspek kriteria isi, ilustrasi, indeks dan glosarium. Jenis penelitian ini adalah penelitian analisis isi (content analysis) dengan pendekatan deskriptif bersifat komparatif menggunakan empat buku teks dengan kode BSE 1, BSE2, Non-BSE1, dan Non-BSE2. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen science Textbook Rating System (STRS) yang dikembangkan oleh collette & chiapetta (1994:3). Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Bahwa antara buku BSE dan non-BSE fisika memiliki kualitas yang hampir tidak jauh berbeda, namun setiap subjek memiliki karakteristik khusus (2) Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kualitas yang signifikan antara buku BSE dan Non-BSE. Buku BSE lebih unggul dari pada buku non-BSE ditinjau dari aspek kriteria isi, ilustrasi, indeks dan glosarium
Identifikasi Profil Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Keterampilan Berpikir Kritis Menggunakan Newman’s Error Analysis Zulfah Magdalena; M Adam Buchori Muslim
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v4i1.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kesalahan siswa dalam menjawab soal keterampilan berpikir kritis fisika menggunakan newman’s error analysis. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 16 siswa kelas XI IPA di MAN 4 Balangan. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh (sampel populasi). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes, dan wawancara. Jenis kesalahan yang siswa lakukan dalam mengerjakan soal berpikir kritis adalah kesalahan Process Skill, yaitu sebesar 38,02 %, Encoding Ability sebesar 29,17 %, Comprehension sebesar 9,38 %, Transformation sebesar 5,73 % dan Reading Recognition sebesar 5,73 %. Kesalahan terjadi karena pemahaman fisika yang kurang, tidak teliti, terburu-buru, tidak mengetahui persamaan yang digunakan, dan tidak mengetahui cara menjawab soal berpikir kritis sehingga memberikan jawaban asal. Indikator berpikir kritis dengan jumlah kesalahan terbanyak adalah indikator basic support dan inference, yaitu 41 kesalahan.
Retraction notice to "Analisis Kualitas Aspek Laboratorium Buku Teks Mata Pelajaran Fisika SMA Kelas XI Kurikulum 2013 Menggunakan Instrumen Science Textbook Rating System" [Jurnal Literasi Pendidikan Fisika 2(2) 2021, pp. 99-107] Fatihah Suci Sholihah Annur Jannah; Zeni Haryanto; Muliati Syam
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v4i1.2061

Abstract

Telah dilakukan pencabutan artikel dengan judul "Analisis Kualitas Aspek Laboratorium Buku Teks Mata Pelajaran Fisika SMA Kelas XI Kurikulum 2013 Menggunakan Instrumen Science Textbook Rating System" dari JLPF Vol. 2 No. 2 tahun 2021, pada tautan berikut https://jurnal.fkip.unmul.ac.id/index.php/JLPF/article/view/463. Hal ini disebabkan karena artikel tersebut ditemukan sudah terbit pada jurnal ISER (Indonesian Science Education Research) Vol. 2 No. 2 tahun 2020, pada tautan berikut https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/iser/article/view/22225.

Page 1 of 1 | Total Record : 10