Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Dampak Asesmen Sebaya Pada Pembelajaran Fisika Siswa Kelas X SMAN 1 Bontang Riskan Qadar; Umi Fitriyani; Benyamin Matius; Muliati Syam; Nurul Fitriyah Sulaeman; Zeni Haryanto
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.46 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak asesmen sebaya pada pembelajaran fisika menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing. Penelitian menggunakan desain eksperimen dan melibatkan 33 orang peserta didik kelas X IPA 3 SMAN 1 Bontang sebagai subjek penelitian. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan instrumen tes model pilihan ganda dan lembar observasi untuk asesmen sebaya. Kompetensi kognitif asesmen sebaya dan tes pilihan ganda meliputi: menganalisis konsep energi, usaha (kerja), hubungan usaha (kerja) dan perubahan energi, hukum kekekalan energi, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian memperlihatkan kedua instrumen berdistribusi normal dan homogen. Skor asesmen sebaya dengan skor tes akhir memiliki korelasi 0,411 dengan signifikasi sebesar 0,019. Dampak antara tes awal dengan tes akhir berdasarkan uji t memiliki sig. (2 tailed) sebesar 0,000. Adapun peningkatan hasil belajar fisika peserta didik memiliki rerata N-gain sebesar 0,58.
LEARNING STYLE TENDENCY OF HIGH SCHOOL STUDENT IN GEOGRAPHY SUBJECT IN SAMARINDA Mei Vita Romadon Ningrum; Titin Anggraini; Muliati Syam; Yulian Widya Saputra; Yaskinul Anwar
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v9i1.4148

Abstract

Gaya belajar merupakan  salah satu karakteristik belajar yang berkaitan dengan kemampuan menyerap,mengolah, dan menyampaikan informasi. Gaya belajar merupakan modalitas belajar yang sangat penting dan setiap siswa memiliki keenderungan gaya belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:  kecenderungan gaya belajar siswa SMA pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS di Kota Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kota Samarinda dengan jumlah populasi 600 siswa menggunakan teknik pengambilan sampel cluster random sampling dengan jumlah sampel 90 siswa.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 36 siswa (40%) memiliki kecenderungan gaya belajar auditorial, sebanyak 32 siswa (35,5%) memiliki gaya belajar visual,dan sebanyak 22 siswa (24,4%) memiliki kecenderungan gaya belajar kinestetik. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa  kecenderungan gaya belajar siswa lebih banyak pada tipe gaya belajar auditorial atau menyenangi cara belajar yang mengutamakan pendengaran atau mendengarkan. Sehingga guru sebaiknya menyediakan dan mengembangkan perangkat pembelajaran yang mengarah pada tipe gaya belajar tersebut agar hasil belajar maksimal.
Pengaruh Model Pembelajaran OIDDE terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di SMAN 2 Berau pada Materi Suhu dan Kalor Ary Lasmana; Riskan Qadar; Muliati Syam
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 1 No 01 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.033 KB) | DOI: 10.30872/jlpf.v1i01.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran OIDDE terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di SMAN 2 Berau pada materi suhu dan kalor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan one-group pre-test post-test design. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa kelas XI SMAN 2 Berau. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel penelitian ini siswa kelas XI IPA 3 yang berjumlah 32 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan merupakan instrumen tes tertulis berupa essai sebanyak 10 soal digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis pada materi suhu dan kalor. Berdasarkan analisis data diperoleh rata-rata pre-test siswa adalah 12,31 dan hasil rata-rata posttest adalah 61,31 serta hasil rata-rata N-Gain sebesar 0,56 termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis uji-t berpasangan ditemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan hasil pre-test dengan post-test. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran OIDDE terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di SMAN 2 Berau pada materi suhu dan kalor.
Efektivitas Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Problem Solving Skill dan Penguasaan Konsep Kalor Chrislay Agung Sarmatheo; Muliati Syam; Zulkarnaen
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 1 No 02 (2020): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.687 KB) | DOI: 10.30872/jlpf.v1i02.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning terhadap Problem Solving Skill dan Penguasaan Konsep siswa pada materi Kalor. Problem Based Learning merupakan pembelajaran yang membuat siswa dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Problem Solving Skills merupakan keterampilan untuk memecahkan masalah. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 8 Samarinda dengan populasi siswa kelas XI MIPA sebanyak 175 siswa. Sampel penelitian adalah siswa XI-MIPA-3 sebanyak 36 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Efektivitas Model Problem Based Learning terhadap Problem Solving Skill siswa terlihat pada nilai uji t yang sangat signifikan sebesar 12.275, sehingga Model Problem Based Learning efektif terhadap Problem Solving Skill Siswa. Efektivitas Model Problem Based Learning terhadap Penguasaan Konsep siswa terlihat pada nilai uji t yang sangat signifikan sebesar 13.036, sehingga Model Problem Based Learning efektif terhadap Penguasaan Konsep Siswa.
Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) di SMAN 1 Muara Pahu Kelas XI pada Materi Fluida Statis Tira Selviana Putri; Muliati Syam; Laili Komariyah
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 1 No 02 (2020): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.184 KB) | DOI: 10.30872/jlpf.v1i02.232

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada penerapan model Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas belajar, hasil belajar kognitif, dan respon peserta didik pada model Project Based Learning (PjBL). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Sampel yang digunakan sebanyak 31 peserta didik di kelas XI IPA SMAN 1 Muara Pahu. Instrumen yang digunakan adalah observasi, soal tertulis, dan angket. Berdasarkan perhitungan, diperoleh bahwa persentase rata-rata aktivitas belajar peserta didik sebesar 71% dan berada pada kategori baik. Nilai rata-rata pre-test hasil belajar kognitif peserta didik mendapatkan nilai sebesar 23, sedangkan untuk nilai rata-rata post-test hasil belajar kognitif peserta didik mendapatkan nilai rata-rata sebesar 66. Berdasarkan hasil analisis, respon peserta didik terhadap Project Based Learning (PjBL) mendapatkan nilai rata-rata sebesar 75,47 dan berada pada kategori baik.
Analisis Ranah Kognitif Soal Latihan Berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi pada Buku Fisika Kelas X (Studi pada Buku Karya Ni Ketut Lasmi) Erniyanti; Muhammad Junus; Muliati Syam
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 1 No 02 (2020): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.056 KB) | DOI: 10.30872/jlpf.v1i02.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar persentase kemunculan ranah kognitif pada soal latihan berdasarkan taksonomi Bloom Revisi yang terdapat pada buku pelajaran Fisika kelas X karya Ni Ketut Lasmi khususnya pada materi Vektor, Gerak Lurus dan Gerak Parabola dengan total soal sebanyak 172 butir soal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kemunculan soal yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat rendah (lower order thinking skills) terbilang besar yaitu C1-konseptual 2,9%, C2-konseptual 5,2%, C3-konseptual 0,6%, dan C3-prosedural 66,9%, sedangkan pada kategori soal yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) persentase tertinggi terdapat pada kategori soal C4-prosedural sebesar 23,8% dan untuk C4-konseptual hanya 0,6%. Selain tingkatan soal di atas, maka persentase kemunculan tingkat soal lainnya sebesar 0%. Sehingga, persentase kemunculan soal yang mengembangkan keterampilan tingkat tinggi masih rendah dan masih perlu ditingkatkan.
Penerapan Model Problem Based Learning dengan Media Moodle dan Pengaruhnya terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Lia Damayanti; Lambang Subagiyo; Muliati Syam
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.977 KB) | DOI: 10.30872/jlpf.v2i1.354

Abstract

Penelitian ini berfokus pada model Problem Based Learning berbantuan Moodle yang bertujuan untuk mengetahui motivasi dan hasil belajar kognitif siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan one group pretest-postest. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan melibatkan 36 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar dan tes soal. Berdasarkan hasil analisis motivasi belajar didapati 3% siswa berada pada kategori sangat rendah, 33% pada kategori rendah, 56% pada kategori cukup, dan 8% pada kategori tinggi dan analisis hasil belajar diperoleh rata-rata nilai pre-test sebesar 56.71 dan rata-rata nilai post-test sebesar 78.5, dari hasil tersebut diketahui peningkatan N-Gain sebesar 0.503 yang masuk dalam kategori sedang. Untuk mengetahui keefektifan model yang digunakan maka dihitung dengan uji wilcoxon dan didapati hasil Zhitung (5.094) > dari Ztabel (2.892).
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Impuls dan Momentum di SMA Negeri 11 Samarinda Maria Imaculata; Muliati Syam; Zeni Haryanto
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.955 KB) | DOI: 10.30872/jlpf.v2i1.355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa setelah diterapkannya model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi impuls dan momentum di SMA Negeri 11 Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Sampel yang digunakan sebanyak 35 siswa kelas X MIPA. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes tertulis sebanyak 10 soal essay. Hasil rata-rata pretest sebesar 19,86, sedangkan hasil rata-rata posttest sebesar 61,94. Rata-rata kemampuan kognitif siswa mengalami peningkatan dengan N-Gain sebesar 0,52 dengan kategori sedang. Peningkatan tertinggi pada indikator mengingat diperoleh N-Gain sebesar 0,86 dengan kategori tinggi, sedangkan peningkatan terendah pada indikator mengevaluasi diperoleh N-Gain sebesar 0,29 dengan kategori rendah. Berdasarkan hasil analisis uji-t berpasangan ditemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan hasil pretest dengan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan kognitif yang signifikan antara sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran inkuiri terbimbing.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Assisted Individualization (TAI) pada Siswa Kelas X 3 SMA Negeri 14 Samarinda Reni Periyanti; Muliati Syam
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.707 KB) | DOI: 10.30872/jlpf.v2i1.383

Abstract

Pembelajaran kooperatif tipe Teams Assisted Individualization (TAI) merupakan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam pemecahan masalah yang diberikan oleh guru dalam kelompok kecil, sehingga siswa dituntut untuk berpartisipasi secara aktif di dalam kelas. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas X-3 SMAN 14 Samarinda. Penelitian ini dilaksanakan di semester genap tahun ajaran 2015/2016 dalam dua siklus pembelajaran pada materi optika geometris. Teknik pengumpulan data dengan cara pemberian pretest-posttest, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari 51,85% menjadi 81,84% dan persentase aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran sebesar 93,11% dengan kriteria sangat baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X-3 SMA Negeri 14 Samarinda.
Pemanfaatan Laboratorium Fisika dan Kontribusinya dalam Pembelajaran Fisika, Studi Kasus di SMA Negeri 1 Sendawar dan SMA Negeri 1 Liggang Bigung Kabupaten Kutai Barat Yuli Farida Istinganah; Muliati Syam; Zulkarnaen
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.051 KB) | DOI: 10.30872/jlpf.v2i1.406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan laboratorium fisika dan kontribusinya dalam pembelajaran fisika di SMA Negeri Kabupaten Kutai Barat. Analisis pemanfaatan laboratorium fisika ini ditinjau dari beberapa indikator yaitu: sarana dan prasarana, pemanfaatan laboratorium, kelengkapan dan ketersediaan alat, kegiatan praktikum, kondisi ruangan laboratorium, upaya yang dilakukan untuk memajukan pemanfaatan laboratorium, serta kontribusi laboratorium fisika terhadap pembelajaran fisika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kombinasi (mixed methods). Sampel pada penelitian ini adalah 2 SMA Negeri di Kabupaten Kutai Barat . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan laboratorium fisika sebagai sarana kegiatan praktikum di Kabupaten Kutai Barat tergolong dalam kategori kurang baik. Kontribusi laboratorium fisika dalam pembelajaran fisika masih kurang berkontribusi terhadap pembelajaran fisika.