cover
Contact Name
Prof. Widiatmaka
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jtl_soilipb@yahoo.com
Editorial Address
Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti Wing 12 Lt 4, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment)
ISSN : 14107333     EISSN : 25492853     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan merupakan media yang menyajikan artikel mengenai hasil penelitian dan telaah perkembangan mutakhir dalam bidang ilmu tanah, air, dan ilmu lingkungan sebagai bahan kajian utama.
Articles 301 Documents
The Effects of Organic Matter and N, P, K Fertilizer on Nutrient Uptake and Yield of Corn in Inceptisol Ternate Idris Abd Rachman; Sri Djuniwati; Komarudin Idris
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.157 KB) | DOI: 10.29244/jitl.10.1.7-13

Abstract

The objective oj the research was to study the effects oj organic matter and N, P, K Jertilizer on nutrients uptake andyield oj corn in Inceptisol Ternate. The design oj the research was Jactorial completely randomized block design with twoJactors. The first Jactor was the rate oj organic matter (0, 20, 40 tlha) or (B(), B, and B z) and the second Jactor was the rate oj N, P, KJertilizer (0.5; I and /.5 recommended rate) or (Flo F] and F JJ. The results oj research showed that combination oj B ,F] gave the highest amount oj the corn leave at 42 days afterplanting, the weight oj corn with husk cover, the weight corn grains, and K-availability oj soil. Whereas, the rate oj 20 tlhaorganic matter (B,) significantly increased and gave the highest weight oj corn without husk cover, NPK corn plant contentand P uptake. The average NPK plant uptake oJcorn was 31.41-39.39 kg Nlha, 6.03-/2.54 kg Plha, 37.5-41.70 kg Klha. The average production oj corn was 5. /6-7.83 tlha.
DINAMIKA PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN PREDIKSINYA UNTUK TAHUN 2025 SERTA KETERKAITANNYA DENGAN PERENCANAAN TATA RUANG 2005-2025 DI KABUPATEN BOGOR Rahmi Fajarini; Baba Barus; Dyah Retno Panuju
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.084 KB) | DOI: 10.29244/jitl.17.1.8-15

Abstract

Kebutuhan lahan selalu meningkat dipicu oleh pertumbuhan penduduk, perkembangan struktur masyarakat dan perekonomian, sementara penawaran terhadap lahan tidak pernah bertambah, sehingga cepat atau lambat kondisi tersebut akan menimbulkan konversi lahan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan Kabupaten Bogor tahun 1989-2013, menentukan faktor-faktor penentu perubahan penggunaan lahan di Kabupaten Bogor, memprediksi penggunaan lahan tahun 2025 dan menguji akurasinya, serta mengevaluasi keselarasan prediksi penggunaan lahan tahun 2025 dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor 2005-2025. Lahan yang paling banyak berubah adalah lahan pertanian baik lahan pertanian basah (sawah) maupun lahan pertanian kering (kebun dan tegalan). Total areal pertanian yang berubah menjadi lahan terbangun sebesar 47,953 ha atau 16.04% dari luas Kabupaten Bogor. Faktor-faktor yang meningkatkan perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian adalah izin lokasi tahun 2005, penetapan kawasan industri dalam kebijakan tata ruang, jarak ke/dari jalan kolektor, jarak ke/dari pusat aktivias ekonomi. Faktor – faktor yang menurunkan perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian adalah kelas lereng (16 – 25%), jenis tanah podsolik, dan jarak ke/dari pusat pemerintahan kabupaten. Prediksi penggunaan lahan tahun 2013 memiliki nilai ketepatan 80.49% sehingga model digunakan dalam prediksi penggunaan lahan tahun 2025. Hasil analisis keselarasan RTRW 2005-2025 dengan penggunaan lahan aktual 2013 menunjukkan adanya ketidakselarasan yang dapat menjadi masalah tata ruang di Kabupaten Bogor 63,822 ha atau 21.36%, dimana hutan hilang 64.90%, pertanian lahan basah hilang 20.68% serta tubuh air hilang 6.49%. Hasil analisis keselarasan RTRW 2005-2025 dengan penggunaan lahan hasil prediksi tahun 2025 menunjukkan adanya ketidakselarasan dengan alokasi ruang yang berpotensi menjadi permasalahan tata ruang sebesar 75,577 ha atau 25.29%, dimana terdapat potensi berkurangnya hutan, pertanian lahan basah dan tubuh air masing-masing sebesar 72.41%, 33.62%, 24.64%. Nilai tersebut menunjukkan adanya kenaikan ketidakselarasan dari tahun 2013 sebesar 11,856 ha atau 3.96%. Kata kunci: Regresi logistik biner, perubahan penggunaan lahan, model penggunaan lahan, Markov Chain
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK AGROEKOLOGI PERKEBUNAN KARET (Hevea brassiliansis L) DENGAN HASIL KARET DI LAMPUNG Andarias Makka Murni
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.673 KB) | DOI: 10.29244/jitl.17.1.16-24

Abstract

The productivity of rubber (Hevea brassiliansis L) are determined by agro-ecological conditions in which the commodity is developed. Lampung province is one of the producers of the commodity. To determine the relationship between the characteristics of agroecology with rubber yield, the study of correlation of agroecological characteristics of the rubber yield was conducted in Lampung. The study was conducted at three locations, namely Tulang Bawang, Central Lampung and Way Kanan regency. The study used a survey method to collect rubber yield, as well as the character of agroecology including soil properties and climate data especially the rainfall based on the land evaluation guidelines for agricultural commodities. The results showed that the character of rubber plantations agroecology in Lampung belongs to a class of suitable (S2). Soil fertility of rubber plantation in all locations generally at the level of low to moderate, except for potential K in Way Kanan and Tulang Bawang is high and available P is high in all locations. Low soil pH and levels exchangeable Al at moderate to a high level in the depth of 20-40 cm soil surface potentially to fix P, therefore, making it unavailable to plants. There was a strong correlation between soil properties and yield of rubber in Tulang Bawang and Way Kanan, but in Central Lampung, the relationship is very weak. Recommended land quality improvement technology in rubber plantations through liming and the use of organic materials to eliminate/prevent fixation of P in the soil due to low soil pH and the levels of exchangeable Al at a medium and high level in the layer 20-40 cm below the soil surface. Keywords: Character agroecology, Hevea brassiliansis L, land suitability
POTENSI EKONOMI DAN ARAHAN PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN WILAYAH DI DESA-DESA PENYANGGA TAMAN NASIONAL UJUNG KULON Tb Iwan Mulyawan; Baba Barus; Muhamad Firdaus
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.635 KB) | DOI: 10.29244/jitl.17.1.25-32

Abstract

Sumur District and Cimanggu District are the buffer areas of Ujung Kulon National Park (UKNP). Based on the Spatial Planning of Pandeglang Regency 2013, the districts were designated as the center development of trade and services. In fact, there is still a lack of infrastructure. This condition is the main problem of the regional development plan. This study aims to: (1) analyze the village hierarchy based on areas for Sumur District and Cimanggu District; (2) analyze the main sector that supports the regional development; (3) propose the economic development programs in Sumur District and Cimanggu District. The results show that are twelve (12) UKNP buffer villages in hierarchy III. In hierarchy III, where there are five villages that have a relatively high economically disadvantaged population (79.9% - 87.8%). There are six villages in hierarchy II, and only one village in hierarchy I. The main sector in Sumur District, are rice (wet cultivation), vegetables, ornamental plants, livestock, fisheries and tourism. The main commodities in Cimanggu District, are rice, crops, vegetables, livestock, and plantations. The recommendation of regional development in Sumur District is fishery and tourism, the program of modern fishing technology, construction of ports and financial/capital institutions, facilities and infrastructure for tourism. The recommendation of regional development in Cimanggu District is on agriculture and plantation, the program of agricultural technology, financial/capital institutions, facilities and infrastructure to support the local economy. Keywords: Area development, area hierarchy, pandeglang, the potential of buffer areas in TNUK
DINAMIKA KELIMPAHAN ORIBATIDA PADA AREA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN BAJUBANG BATANGHARI JAMBI Yuni Lisafitri; Rahayu Widyastuti; Dwi Andreas Santosa
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.432 KB) | DOI: 10.29244/jitl.17.1.33-38

Abstract

Oribatids are one of the important fauna groups in the soil. They have an important role in the decomposition of organic matter in the soil. The objection of this research was to study population dynamics of Oribatids through determining the abundance and diversity of Oribatids and to know the effect of environmental factors on Oribatids in oil palm plantation at Bajubang, Batanghari, Jambi. Soil and litter samples were taken from four different locations (25 m x 25 m) and from each location three samples were taken from litter lanes and open lanes, respectively (the size was 16 x 16 cm with a depth of soil is 5 cm). The samples were extracted using Kempson extractor. Identification of Oribatids was done to the family level and the diversity of Oribatids was measured using Shannon’s diversity index. The population dynamic of Oribatids showed a fluctuation in the sampling period. When rainfall increased >200 mm did not follow by increasing abundance and diversity (number of the family) of Oribatid mites. When rainfall between 100 – 200 mm was the optimal condition for Oribatids so abundance and diversity (the number of the family) of Oribatids increased. But, when rainfall <100 mm especially in February 2014 (the lowest rainfall 1 mm), abundance and diversity (number of the family) of Oribatids was lowest (330 individual m-2; 7 families) compared to another month. It was assumed that Oribatids may migrate into the deep soil to avoid a harsh environmental condition. Abundance and diversity (number of the family) of oribatids were significantly higher in litter lanes (4,560 individual m-2; 25 families) than in open lanes (1,570 individual m-2; 14 families). The availability of litter in the litter lanes was higher than in open lanes. In this research, There are 3 families that most abundance and always found on the sampling period, they are Scheloribatidae, Mycobatidae and Galumniidae. Keywords: Abundance, diversity, oil palm plantation, Oribatids, soil fauna
DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN DAN PERKEMBANGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN KUBU RAYA DAN SANGGAU TAHUN 1990-2013 Safira Sukma Hanjani; Muhammad Ardiansyah; Desi Nadalia; Supiandi Sabiham
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.355 KB) | DOI: 10.29244/jitl.17.1.39-45

Abstract

Penggunaan lahan merupakan hasil dari intervensi (campur tangan) manusia terhadap lahan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup baik materiil maupun spiritual dan mengalami perubahan sejalan dengan meningkatnya jumlah dan aktivitas penduduk dalam menjalankan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya. Pola penggunaan lahan di Kabupaten Kubu Raya dan Sanggau selama tiga dekade mengalami perubahan yang signifikan. Tutupan lahan hutan Kubu Raya pada dekade 1970-an masih 100%, kemudian mulai dekade berikutnya sampai tahun 1991 mulai banyak dibuka untuk perkebunan rakyat dan perkebunan besar maupun perkebunan campuran. Sementara itu, di Kabupaten Sanggau dalam periode 1996-2005 perubahan tutupan lahan hutan dan wanatani menurun secara signifikan, yang diikuti dengan meningkatnya perkebunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan/penutupan lahan di Kabupaten Kubu Raya dan Sanggau dan mengetahui perkembangan perkebunan sawit yang terjadi selama tahun 1990-2013. Data spasial penggunaan/penutupan lahan diperoleh dari Kementrian Kehutanan, kemudian dicermati ulang menggunakan citra satelit Landsat dengan Sistem Klasifikasi Penutupan Lahan Kementerian Kehutanan (SNI 7654:2010). Selama periode 1990-2013, perubahan penggunaan lahan terjadi secara dinamis. Penggunaan/penutupan lahan hutan secara konsisten menurun sedangkan penggunaan/penutupan non-hutan: lahan terbuka, semak belukar, semak belukar rawa, dan kebun sawit relatif meningkat. Secara umum, luas perkebunan sawit di Kabupaten Sanggau meningkat yang sebagian besar berasal dari konversi penggunaan lahan non-hutan. Pada periode 1990-2009 luas penggunaan lahan sawit bertambah dari penggunaan lahan hutan rawa sekunder sedangkan pada periode 2009-2013 dari lahan non-hutan. Kata kunci: Perubahan penggunaan/penutupan lahan, perkebunan kelapa sawit
KEMAMPUAN BAKTERI DIAZOTROF ENDOFIT UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis jacq) Andreas Panjaitan; Iswandi Anas; Rahayu Widyastuti; Wiwik Eko Widayati
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.275 KB) | DOI: 10.29244/jitl.17.1.1-7

Abstract

Endophytic diazotrophic bacteria are free-living atmospheric dinitrogen fixing bacteria that lived and colonized between living plant cells and do not contribute pathogenic effects to its host. The ability of endophytic diazotrophic bacteria in providing nitrogen as a nutrient for crop plays an important role in reducing the dependency of inorganic nitrogen fertilizer. The aim of this experiment was to study the ability of endophytic diazotrophic bacteria isolate to stimulate vegetative growth of oil palm seedlings at four levels inorganic nitrogen fertilizer application. Experiment was conducted at the greenhouse IPB Campus, Cikabayan, Darmaga with the altitude of 250 m above sea level and at the Soil Fertility Laboratory, the Departement of Soil Science and Land Resources, Faculty of Agriculture, Bogor Agricultural University (IPB) and at the Laboratory of Biotechnology, Indonesian Sugarcane Research Centre (P3GI) Pasuruan, East Java. This experiment using Completely Randomized Block Design (CRBD) consisted of two factors with three replications. The first factor was inorganic nitrogen levels consisted of four levels (0, 50%, 75% and 100% of the recommended dose). The second factor was inoculation with endophytic diazotrophic bacterial isolates consisted of four levels; without inoculation, inoculated with isolate 1, isolate 2 and isolate 3. The results of the experiment showed that the inoculation with bacterial isolate 2 without N fertilizer application gave the best results to increase the diameter of the palm weevil, palm height, and dry weight. In addition to that, the application of endophytic diazotrophic bacterial isolate was able to promote vegetative growth of palm oil seedling. Keywords: Endophytic diazotrophic bacteria, nutrient up-take, oil palm seedling, vegetative growth
PERANAN RIZOBAKTERI DAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PENYERAPAN HARA SORGUM MANIS (Sorghum bicolor L. Moench) Bedah Rupaedah; Iswandi Anas; Dwi Andreas Santosa; Wahono Sumaryono; Sri Wilarso Budi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.403 KB) | DOI: 10.29244/jitl.16.2.45-52

Abstract

Efisiensi pemakaian pupuk kimia dapat didefinisikan berdasarkan aspek agronomi. Secara umum, semakin banyak hara yang diserap tanaman untuk meningkatkan hasil panen, maka tingkat efisiensi semakin tinggi. Pelacakan jumlah hara yang dapat diserap tanaman dalam meningkatkan produksi adalah komponen kunci untuk mengukur efisiensi hara. Percobaan lapangan dilakukan untuk menilai peranan rizobakteri dan fungi mikoriza arbuskular (FMA) pada berbagai konsentrasi pupuk kimia pada budidaya sorgum manis (Sorghum bicolor L. Moench). Dua galur rizobakteri (Mycobacterium senegalense 73LR dan Bacillus firmus 80JR) serta dua galur FMA (Gigaspora sp. 40MDL dan Glomus sp. 38MDL) digunakan sebagai inokulan dengan penambahan beberapa variasi konsentrasi pupuk kimia. Bobot biomasa, kandungan gula, serapan fosfor, kalium dan nitrogen dianalisis. Inokulasi rizobakteri mampu meningkatkan tinggi tanaman dan kandungan P pada taraf p<0.01, sedangkan bobot biomassa, kandungan gula, serapan P dan K pada taraf p<0.05. Inokulasi FMA saja berpengaruh nyata terhadap bobot biomassa dan kandungan N pada taraf p<0.01, sedangkan kandungan gula pada taraf p<0.05. Sementara itu, interaksi rizobakteri dan FMA mampu meningkatkan bobot biomassa, kandungan dan serapan K, serta efisiensi penyerapan hara N. Secara keseluruhan pengaruh inokulasi rizobakteri, FMA dan pupuk kimia serta interaksi faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan bobot biomasa, kandungan gula, serapan P dan K, serta efisiensi penyerapan hara N oleh tanaman sorgum manis. Dengan demikian, pemakaian rizobakteri dan FMA berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk kimia, sehingga diharapkan dapat mengurangi biaya produksi budidaya sorgum manis.
PENGEMBANGAN WILAYAH PETERNAKAN SAPI POTONG BERBASIS KESESUAIAN FISIK LINGKUNGAN DAN KESESUAIAN LAHAN UNTUK PAKAN DI KABUPATEN CIANJUR Ema Suhaema; Widiatmaka Widiatmaka; Boedi Tjahjono
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.86 KB) | DOI: 10.29244/jitl.16.2.53-60

Abstract

Kondisi fisik optimal ternak dapat dicapai bila didukung oleh kesesuaian lingkungan fisik tempat ternak tumbuh dan kecukupan hijauan sebagai makanan ternak. Analisis dalam penelitian ini dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) pada berbagai peta digital (peta pengunaan lahan, peta suhu, peta tanah, peta elevasi, dan peta curah hujan) dan data- data tabular untuk menilai kesesuaian fisik lingkungan, kesesuaian hijauan makanan ternak dan daya dukung hijauan makanan ternak. Luas kesesuaian fisik lingkungan untuk ternak sapi potong di Kabupaten Cianjur yang digembalakan adalah 193,282 hektar (ha) (53.45% dari total luas wilayah), sedangkan lahan yang tidak sesuai 3,076 ha (0.85%). Lahan yang sesuai secara fisik lingkungan untuk pengembangan sapi potong yang dikandangkan seluas 112,877 ha (31.21%), lahan yang sesuai dengan pembatas Temperature Humidity Indexs (THI) seluas 60,616 ha (16.76%) dan lahan yang tidak sesuai seluas 22,865 ha (6.32%). Luas kesesuaian hijauan makanan ternak adalah 194,566 ha (53.80%) dan luas lahan yang tidak sesuai adalah 1,792 ha (0.50%). Daya dukung hijauan di Kabupaten Cianjur berada dalam kriteria aman seluas 186,479 ha (51.56%) dan wilayah yang rawan pakan ternak seluas 9,880 ha (2.73%). Wilayah untuk pengembangan peternakan sapi potong yang digembalakan di Kabupaten Cianjur seluas 126,626 ha (35.01%) dan untuk pengembangan peternakan sapi potong yang dikandangkan seluas 78,065 ha (21.59%).
EKSPLORASI BAKTERI ANTAGONIS ASAL JARINGAN DAN RIZOSFER TANAMAN KARET UNTUK MENEKAN PERTUMBUHAN BAKTERI PROTEOLITIK PADA BAHAN OLAHAN KARET (BOKAR) Nuni Gofar; Munawar Munawar; Hary Widjajanti; Angga Prasetya Mulya
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.176 KB) | DOI: 10.29244/jitl.16.2.61-66

Abstract

Lateks merupakan komoditas pertanian andalan dan merupakan sumber penerimaan devisa negara Indonesia yang cukup penting, namun pada saat penyimpanannya menyumbangkan bau tidak sedap ke udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bakteri antagonis asal jaringan dan rizosfer tanaman karet yang mampu menekan pertumbuhan mikroba proteolitik penyebab bau tidak sedap pada bahan olahan karet (bokar). Bakteri proteolitik penyebab bau tidak sedap diisolasi dari berbagai masa simpan bokar. Bakteri antagonis diisolasi dari jaringan dan rizosfer tanaman karet. Kemampuan bakteri antagonis menekan pertumbuhan bakteri proteolitik dilakukan dengan uji daya hambat dalam medium agar (NA). Diameter zona bening yang terbentuk merupakan indikasi kemampuan bakteri antagonis dalam menghambat aktivitas bakteri proteolitik. Dari hasil penelitian ini diperoleh 2 isolat bakteri yang berpotensi dikembangkan sebagai bakteri antagonis penghambat aktivitas bakteri proteolitik perombak bokar dalam proses penyimpanan. Kedua bakteri antagonis tersebut adalah isolat D1U1 yang berasal dari daun tanaman karet dan isolat A2U2 yang berasal dari akar tanaman karet, yang menghasilkan rata-rata zona hambat terluas berturut-turut berdiameter 11.37 dan 11.29 mm.

Page 6 of 31 | Total Record : 301


Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 2 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 18 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 1 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 2 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 1 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 2 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 1 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 2 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 1 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 1 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 1 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 2 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2003): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2000): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 2 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 1 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan More Issue