cover
Contact Name
Cecep Munir
Contact Email
cecep.munir@trisakti.ac.id
Phone
+62818979167
Journal Mail Official
jurnal.lemlit@trisakti.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Trisakti Gedung M Lantai 11, Jalan Kyai Tapa Grogol no. 1 Grogol, Jakarta 11440 Telp: 021-5663232(ext.8141)
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 0853–772     EISSN : 25414275     DOI : https://doi.org/10.25105/pdk.v6i2.9522
Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Lembaga Penelitian Universitas Trisakti berisi artikel hasil penelitian, pengembangan konseptual, tinjauan kritis yang berkaitan dengan berbagai bidang ilmu (multi disiplin) yang meliputi namun tidak terbatas pada sains, teknoogi, sosial humaniora, seni rupa dan desain, serta kedokteran dan kedokteran gigi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 166 Documents
Penerapan Standar Fasilitas Parkir Untuk Difabel Di RSUD Pasar Minggu Nadya Amanta; Maria Immaculata Ririk W; Sri Tundono
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.59 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2481

Abstract

Berdasarkan Permenkes Republik Indonesia No. 24 Tahun 2016, bangunan Rumah Sakit harus menyediakan fasilitas yang dapat di akses oleh difabel termasuk lanjut usia, pada kenyataanya fasilitas tersebut di beberapa Rumah Sakit belum terpenuhi, salah satunya Rumah Sakit tersebut adalah Rumah Sakit Pasar Minggu. Makalah ini mendeskripsikan penerapan standar fasilitas difabel di area parkir dan drop off di RSUD Pasar Minggu. Metode yang digunakan adalah metode deduktif kuantitatif.Variabel yang dikaji meliputi ketersediaan parkir difabel, signage, ram dan faktor yang mempengaruhi ketidak sesuaian terhadap standar.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa di area parkir, signage, dan ram belum memenuhi standar.Fasilitas tersebut batu terpenuhi sekitar 33%.Hal ini dapat dikatakan bahwa pada nilai rata-rata 33% kondisi fasilitas area parkir kurang baik.Tujuan dari makalah ini adalah mendapatkan faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian terhadap standar.Standar persyaratan teknis fasilitas tersebut penting untuk keamanan dan kenyamanan bagi difabel.
Optimalisasi Kinerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (SKK-Migas) Radita Arindya
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.807 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2482

Abstract

Setelah 70 tahun merdeka dan rapuh dalam ketahanan energi, kita perlu menata kembali sektor dan industria Hulu Migas. Disatu sisi kedaulatan pengelolaan sumber daya alam dipermasalahkan kesesuainnya dengan konstistusi, di pihak lain impor minyak dan BBM dibiarkan terus meningkat. Padahal seluruh impor berasal dari sumber yang dikuasai asing. Bentuk Satuan Kerja Hulu Migas menjadi tidak sesuai untuk pengelolaan Migas, karena untuk menjadi Badan Usaha harus mempunyai keuntungan dan keuntungan dari hasil pembagian produksi migas yang menjadi profit SKK Migas tidak cukup menjadikannya sebagai badan usaha. Jika prediksi produksi dan cadangan migas Indonesia yang semakin menurun maka bila tidak ada eksplorasi yang baru, SKK Migas ini akan membukukan keuntungan yang terus menurun sesuai dengan trend produksi. Sementara, seperti halnya Badan usaha yang lain, expense perusahaan akan terus naik dari tahun ke tahunnya. Pengelolaan Migas yang sesuai untuk Indonesia adalah mengembalikan fungsi pengawasan dan Pengelolaan Migas ini kepada Pertamina sehingga akan memaksimalkan keuntungan buat negara dan hasil migas akan dapat dinikmati oleh daerah penghasil migas.
Hasil Studi Laboratorium Penentuan Karakteristik Alamiah Surfaktan Natrium Lignosulfonat Dari Ampas Tebu Sebagai Fluida Injeksi Di Reservoir Minyak Rini Setiati; Septoratno Siregar; Taufan Marhaendrajana; Deana Wahyuningrum
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.039 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2483

Abstract

Surfaktan Natrium Lignosulfonat (NaLS) dari ampas tebu merupakan salah satu pengembangan surfaktan lignosulfonat yang dibuat dari limbah nabati, yaitu adalah ampas tebu. Pada studi ini telah diperoleh hasil sintesa ampas tebu menjadi surfaktan lignosulfonat yang jika dikembangkan akan dapat menjadi alternatif surfaktan sebagai fluida injesi di reservoir minyak. Dari hasil penelitian dan pengujian yang telah dilakukan, surfaktan NaLS ampas tebu ini mempunyai kesamaan komponen dengan surfaktan lignosulfonat standar yaitu terdiri dari gugus ulur alkena, gugus ulur sulfonat, gugus tekuk karboksilat dan gugus tekuk ester. Berdasarkan analisis spektrum NMR, molekul monomer lignosulfonat tersebut mempunyai atom C, O, H dan S di dalam dengan jumlah atom C = 11, O = 8, H = 16, dan S = 1, sehingga rumus empiris monomer lignosulfonat adalah (C11H16O8S)n, dengan massa molekul relatif 308,06. Berdasarkan struktur monomer lignosulfonat ampas tebu, maka gugus-gugus fungsi dalam strukturnya dapat dikelompokkan sebagai gugus hidrofil atau gugus hidrofob dan dapat dihitung nilai HLB (Hidrofil-lipofilik Balance) yang dimiliki oleh surfaktan NaLS ampas tebu tersebut yaitu sebesar 11,62. Dengan nilai HLB ini maka surfaktan NaLS ampas tebu ini sesuai penggunaannya sebagai sistem tipe emulsi O/W (oil in water), yang berarti surfaktan tersebut larut dalam air dan dapat digunakan sebagai fluida injeksi.
Koperasi Limbah Pertanian: Strategi Pemanfaatan Limbah Yang Lestari Dan Berkelanjutan Suryadi Pappa
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.906 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2484

Abstract

Seiring dengan upaya yang dilakukan dalam meningkatkan hasil pertanian dalam negeri, tanpa disadari telah berdampak besar terhadap pencemaran lingkungan. Limbah pertanian menjadi hasil dari pertanian yang dianggap tidak dibutuhkan sehingga dibiarkan begitu saja tanpa ada pengelolaan lebih lanjut, bila hal ini terus terjadiakan dapat mencemari lingkungan sekitar. Sejalan dengan itu, pendirian koperasi telah lama dikenal secara luas masyarakat sebagai lembaga swadaya dalam memenuhi kebutuhan akanmasyarakat, bersamaan dengan UMKM koperasi dibentuk untuk meningkatkan perekonomian nasional.Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dan dianalisis secara kuanlitatif.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui sejauh ini limbah pertanian belum diolah maksimal sehingga berdampak buruk terhadap lingkungan padahal limbah pertanian masih dapat dikelola guna meningkatkan kesejahteraan.Pelaksanaan/ pendirian koperasi membutuhkan kerjasama instansi terkait seperti Kementerian Pertanian dan Kementrian terkait, pihak UMKM, perbankan dan masyarakat sebagai pelaku koperasi yang bersatu padu dan terintegrasi untuk bersama – sama menguatkan sektoral koperasi limbah pertanian.Inovasi limbah pertanian: a) TaLim (Tabungan Limbah) b) KreLi (Kredit Limbah) c) OLi (Online Limbah) dan d) AsPer (Asuransi Pertanian) menjadi salah satu pendukung berjalannya sistem koperasi. sebuah koperasi khusus yang menangani limbah pertanian dapat menjadi kebijakan yang dapat ditempuh guna menanggulangi masalahlimbah pertanian.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN WAKTU PADA PEKERJAAN STRUKTUR ATAS PROYEK KONSTRUKSI Christopher Triarman; Jane Sekarsari
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.352 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i2.2980

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, keterlambatan waktu dapat terjadi dan tidak bisa diabaikan.Beberapa studi sebelumnya telah meneliti tentang keterlambatan proyek, namun belum ada yang membahas tentang keterlambatan waktu pada pekerjaan struktur bagian atas proyek konstruksi di daerah DKI Jakarta.Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan waktu pekerjaan struktur.Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada para praktisi lapangan proyek konstruksi di DKI Jakarta.Sebanyak 44 kuesioner telah disebarkan kepada responden.Jumlah kuesioner yang terkumpul kembali sebanyaksebesar 88.6%.Analisis data menggunakan metode analisis faktor, uji validitas dan uji reliabilitas.Analisis faktor meliputi perhitungan nilai Kaiser-Meyer Oikin (KMO) and Bartlett’s Test, Measure of Sampling Adequacy, dan Rotated Component Matrixa.Dari hasil analisis faktor, didapatkan tiga Kelompok faktor penyebab keterlambatan yaitu kelompok factor. Pemeringkatan menunjukkan bahwa urutan faktor sebagai penyebab keterlambatan waktu pekerjaan struktur bagian atas adalah pertama : faktor jumlah tulangan yang tidak sesuai desain, urutan kedua adalah faktor kualitas material yang digunakan kurang baik, urutan ketiga adalah faktor kurangnya pengetahuan tentang karakterbahan, urutan keempat adalah faktor kesalahan dalam prosedur kerja, dan urutan kelima adalah faktor pekerja kurang pengetahuan.
PERENCANAAN KONTINUITAS BISNIS STUDI KASUS: BPJS KESEHATAN Dealfinthy Gitarini; Is Mardianto
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.893 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i2.2981

Abstract

Semakin besar sebuah usaha maka semakin banyak pula ancaman atau bencana yang dapat mengganggu berjalannya proses sebuah bisnis. Business Continuity Plan adalah sebuah dokumen yang dapat menjadi solusi untuk membantu menjaga keseimbangan sebuah bisnis agar dapat tetap berjalan optimal ketika bencana melanda. Metodologi yang digunakan dalam pembuatan BCP terdiri dari enam tahap, yaitu tahap pengumpulan informasi, penilaian risiko, analisa dampak bisnis, pengembangan strategi mitigasi, pengembangan tanggap darurat, dan pengembagan dokumen business continuity. Dalam makalah ini akan dijelaskan secara singkat tahapan BCP yang telah dilakukan pada suatu studi kasus di BPJS Kesehatan. Hasil dari pembuatan BCP ini adalah berupa dokumen business continuity plan.
PENGARUH KELAS JALAN DAN AKSES TRANSPORTASI UMUM TERHADAP PERUBAHAN FUNGSI HUNIAN MENJADI KOMERSIL DI KECAMATAN KEMBANGAN Fitriadi Fitriadi; Dedes Nur Gandarum; Jimmy S Jimmy S; Juwana Juwana
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.722 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i2.2982

Abstract

Pada hakikatnya sebuah pemukiman harus memenuhi persyaratan planologi yang ditetapkan serta memenuhi persyaratan layak huni, sehingga fungsi hunian tetap terjaga sebagaimana mestinya, akan tetapi fenomena perubahan fungsi hunian menjadi komersil tidak dapat dihindari, dalam hal ini khususnya di wilayah Kecamatan Kembangan. Pengaruh derajat aksesibilitas di wilayah tersebut dipercaya sebagai faktor penyebab terjadinya perubahan fungsi hunian menjadi komersil, diantaranya faktor kelas jalan serta akses transpotasi publik yang ada di wilayah Kecamatan Kembangan sebagai variable penelitian yang akan dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mencari bagaimana pengaruh kelas jalan yang serta keberadaan transportasi umumnya terhadap perubahan fungsi hunian menjadi komersil di wilayah Kecamatan Kembangan. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan-pertimbangan dalam membuat pedoman serta prinsip-prinsip umum perancangan sebuah kota dalam mengendalikan fenomena dimaksud.
PERANCANGAN MUSEUM BATIK INDONESIA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA (KASUS DESAIN: TAMAN MINI INDONESIA INDAH, JAKARTA) Hendro Hasari; Ali Topan; Agus Budi Purnomo
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.879 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i2.2983

Abstract

Pembangunan museum di Indonesia mengalami kemajuan cukup pesat beberapa tahun belakangan ini. Hal ini berkaitan dengan peningkatan program Revitalisasi Museum dan Gerakan Nasional Cinta Museum. Oleh karena itu Pemerintah Daerah memprioritaskan perkembangan permuseuman di Indonesia baik secara kualitas dan kuantitas.Kerajinan batik merupakan kerajinan khas Indonesia sebagai warisan budaya lokal yang perlu dilestarikan. Bangunan museum batik yang di rencanakan dengan baik dan berdasarkan kriteria yang benar akan menghasilkan desain museum batik yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.Tulisan ini merupakan upaya untuk membuat rumusan kriteria yang berguna untuk mengarahkan mahasiswa S1 ketika merancang museum batik. Data dan informasi sebagai bahan untuk menyusun rumusan kriteria yang berasal dari studi tipologi, studi eksisting dan studi preseden yang disintesakan kedalam sebuah model.
PERANCANGAN, PEMBUATAN, DAN PENGUJIAN KOMPOR ENERGI MATAHARI PORTABEL TIPE PARABOLA KIPAS Mohammad Bayu Dwicaksono; Chalilullah Rangkuti
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.231 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i2.2985

Abstract

Perancangan kompor energi matahari untuk keperluan rumah tangga menjadi pilihan untuk alat memasak alternatif untuk masyarakat Indonesia yang sedang mengalami krisis bahan bakar fosil yang semakin menipis. Dari penelitian sebelumnya, kompor energi matahari menggunakan bahan Aluminium foil dan plat Aluminium. Sehingga penelitian kali ini akan merubah desain kompor yang sebelumnya reflektor statis menjadi portabel dengan tipe parabola kipas berbahan plat Stainlees Steel Mirror 304. Proses pengujian dilakukan dengan menggunakan standarisasi American Society of Agricultural Engineers Standard (ASAE) S580. Hasil utama yang dicapai ialah terwujudnya sebuah purwa rupa kompor energi matahari yang portabel, desain mudah dirakit dan digunakan oleh seluruh kalangan usia. Selain itu pengujian ini berhasil mencapai suhu yang cukup memuaskan dalam waktu yang tidak begitu lama. Untuk Daya Masak Terstandarisasi dengan temperatur tertinggi 84 oC, Temperatur Stagnasi Terstandarisasi 84 oC, Waktu Pemanasan Sensibel Terstan-darisasi 4148,86 detik atau 69 menit, waktu Masak Tanpa Diawasi Terstandarisasi 10277,65 detik atau 171,30 menit. Untuk mendapatkan luas tangkapan sinar matahari seluas 1 m2 maka didapatkan dimensi kompor energi matahari dengan diameter reflektor sebesar 117 cm dengan fokus 13 cm, dan berat alat keseluruhan adalah 20 kg. Daya masak pun memenuhi standar yang berlaku sehingga kompor ini dapat digunakan untuk proses memasak sehari-hari dengan cuaca yang cerah dan cukup intensitas cahaya matahari.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KADAR ASAM URAT DARAH PADA LANSIA Onny Hernik Saputro; Husnun Amalia
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.065 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i2.2987

Abstract

Setiap tahun prevalensi gout meningkat di seluruh dunia. Sehingga diperlukan upaya untuk dapat mendeteksi hiperurisemia lebih awal agar dapat mencegah terjadinya gout dan manifestasi klinis yang lebih berat. Selain asupan tinggi purin, peningkatan berat badan dan bertambahnya usia merupakan faktor resiko meningkatnya kadar asam urat. Semakin gemuk dan semakin tua seseorang kemungkinan akan dapat meningkatkan kadar asam urat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kadar asam urat darah pada lansia. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dan desain potong lintang dengan 58 sampel lansia di Jakarta Barat. Hasil penelitian menunjukkan 9 orang dengan status gizi kurus memiliki kadar asam urat yang normal. Sedangkan pada 34 orang dengan status gizi normal terdiri dari 20 orang memiliki kadar asam urat normal dan 14 orang sisanya memiliki kadar asam urat tinggi, 15 responden dengan status gizi gemuk terdiri dari 4 orang memiliki kadar asam urat normal dan 11 orang sisanya memiliki kadar asam urat tinggi. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kadar asam urat darah pada lansia (p = 0,002).

Page 4 of 17 | Total Record : 166