cover
Contact Name
M Taufiq Rahman
Contact Email
jis@uinsgd.ac.id
Phone
+6289655289523
Journal Mail Official
jis@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Prodi Magister Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Jalan Cimencrang, Panyileukan, Gedebage Kota Bandung Indonesia 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Iman dan Spiritualitas
ISSN : -     EISSN : 27754596     DOI : http://dx.doi.org/10.15575/jis
Jurnal Iman dan Spiritualitas (JIS) is an open-access journal and peer-reviewed scientific works both theoretically and practically in the studies of religions and spirituality in various parts of the world.
Articles 421 Documents
Integration of Islam and Education Syah, Yoshy Hendra Hardiyan; Badrudin, Badrudin; Ulfiah, Ulfiah
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i2.34485

Abstract

This article examines the integration of Islam and education. The objective of this article is to understand the importance of education in life and explore the relationship between religion and education. The research method employed is qualitative descriptive with the data collection technique of literature review, using an interdisciplinary approach to understand the educational context from the perspective of Islam in order to describe the integration of Islam and education descriptively. What makes this article interesting is its emphasis on the significance of education in life and the revelation of the relationship between religion and education. The research findings highlight that through the provision of education, individuals gain an understanding of the meaning and purpose of life, enabling them to experience the sweetness of life with everything it encompasses. Conversely, individuals without a foundation of education may lack awareness of the meaning and purpose of life, leading to a lack of satisfaction and happiness. Furthermore, the relationship between religion and education is depicted as mutually reinforcing, where religion serves as the most crucial foundation for education. Education grounded in religion, according to the article, gives rise to a distinctive meaning. Islam views education as a right for everyone, regardless of gender, and it is considered a lifelong process. Within the realm of education, Islam is seen as a source of inspiration with a complex and clear formulation in terms of goals, curriculum, methods, teachers, facilities, and more.
Hubungan Studi Kebencian dan Moderasi Beragama: Perspektif Religious Studies Haq, Mochamad Ziaul
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.17913

Abstract

Fenomena kebencian mendorong banyak peneliti untuk mengetahui lebih jauh tentang kebencian, dampak kebencian, dan penanganan kebencian. Penelitian deskriptif ini mengungkapkan bahwa kebencian telah menjadi suatu bidang studi tersendiri yang disebut Hate Studies yang diprakarsai dan diselenggarakan oleh Gonzaga University Institute for Hate Studies pada tahun 1997. Hate Studies telah menjadi bidang interdisipliner internasional yang mempertemukan para sarjana, peneliti akademis, dan peneliti. praktisi ahli, aktivis hak asasi manusia, pembuat kebijakan, pemimpin LSM, dan lain-lain. Kajian ini menghimpun hasil-hasil penelitian dari berbagai bidang akademik, antara lain humaniora, ilmu sosial, ilmu alam, pendidikan, politik, ekonomi, dan lain sebagainya, sehingga menghasilkan diskusi ilmiah dan penerapan praktis dalam lingkungan akademis, hukum dan kebijakan, serta praktik kontra-kebencian. dalam organisasi masyarakat sipil. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan urgensi partisipasi disiplin ilmu agama dalam kajian kebencian untuk menganalisis evolusi kebencian dan mencari cara mengatasi penyebaran kebencian dan kekerasan, yang sangat dibutuhkan dalam dunia pluralistik saat ini. Sebab, pendekatan akademik kajian agama akan memberikan pedoman teoritis dan praktis yang dapat memperkaya pemahaman tentang kebencian serta mengatasi dampak kebencian dan membangun moderasi beragama di Indonesia.
The Ijmali Tafsir Method: Its History, Importance, Steps, Benefits, and Drawbacks in the Interpretation of the Qur'an Husna, Nida Ul
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i1.31657

Abstract

This research comprehensively discusses the method of ijmali interpretation in interpreting the Qur'an. With a focus on history, urgency, steps, as well as its strengths and weaknesses, this research explores the method of interpretation that emerged at the beginning of the revelation of the Qur'an, when the Muslim community at that time had a profound understanding of the Arabic language and directly witnessed the events of the revelation. The ijmali interpretation method is analyzed as a global, practical, and easily understandable approach, revealing synonyms, asbabun nuzul, and the core message of the verses briefly. Although this method is simple and needs more opinions of interpreters, its weakness lies in the limitation of providing in-depth explanations. This research utilizes a literature review study to detail the key aspects of the ijmali interpretation method, providing a deeper understanding of this approach in uncovering the meanings of the Qur'an.
Studi Komparasi Tafsir Fi Zhilalil Qur’an dan Tafsir Al-Azhar terhadap Ayat-Ayat yang Mengisyaratkan Pluralisme Agama Sidik, Azis Abdul
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31320

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penafsiran ayat-ayat al-Qur’an yang mengisyaratkan tentang pluralisme agama, batasan-batasan dan konsep pluralisme agama dengan mengkomparasikan dua mufassir yaitu antara penafsiran Sayyid Quthb dan Buya Hamka. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis komparatif yang mengkaji persamaan dan perbedaan dua penafsiran dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif. Adapun hasil dari penelitiannya adalah: Faktor-faktor yang melatarbelakangi persamaan dan perbedaan antara Sayyid Quthb dan Buya Hamka berpengaruh terhadap penafsiran keduanya. Beberapa faktornya adalah latar belakang keilmuaan, meskipun keduanya sama bergelut dan mencintai tentang sastra namun sumber ilmu sastra yang didapat sangatlah berbeda. Selanjutya  keaktifan keduanya dalam berorganisasi, keduanya aktif di organisasi pemerintah dan juga organisasi non pemerintah yaitu, Sayyid Quthb di Ikhwanul Muslimin yang kemudian mengantarkannya dipenjara karena dianggap kelompok pemberontak sedangkan Buya Hamka aktif di organisasi Muhammadiyah dan masih diakui sampai saat ini keberadaannya oleh pemerintah. Faktor selanjutnya adalah sama-sama menyelesaikan kitab tafsirnya di penjara. Dari kedua penafsirannya tentang ayat-ayat yang mengisyaratkan pluralisme agama adalah ditemukannya konsep-konsep pluralisme diantaranya adalah konsep saling menghargai praktek dan media ibadah, konsep kebebasan beragama yang maksudnya tidak ada paksaan dari agama manapun untuk memeluk agama nya karena manusia diciptakan dengan akal maka biarlah manusia itu sendiri yang memilih dengan kehendak nya. Dan terakhir konsep saling membantu, tolong menolong antar umat beragama, meskipun berbeda keyakinan tapi kehidupan sosial di masyarakat harus menjunjung tinggi toleransi beragama sehingga terciptanya kerukunan dan saling membantu satu sama lain meskipun berbeda keyakinan.
Eksistensi Corak Tafsir Hukmi dalam Penafsiran Al-Quran Rohmatullah, Acep Ihsan; Al-Ghifari, Faishal
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.30960

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi corak tafsir hukmi dari pelbagai aspek. Aspek-aspek yang dimaksud, diantaranya seperti aspek historis, ruang lingkup, perdebatan para ulama dalam memandangnya, dan juga menelusuri beragam produk tafsir yang telah dilahirkan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, adalah metode analisis deskriptif dengan basis library research. Setelah melakukan penelitian, maka ditemukan bahwa corak tafsir hukmi merupakan salah satu corak tafsir yang menggunakan pendekatan hukum Islam. Corak tafsir ini sudah ada sejak zaman nabi dan terus berkembang hingga hari ini. Lingkupnya terfokuskan pada ayat-ayat hukum yang termaktub dalam al-Quran. Tidak ada ulama yang mempermasalahkan corak tafsir ini, baik dari kalangan sunni ataupun syiah. Berbeda dengan tafsir ilmi dan falsafi, dimana dua corak tafsir ini masih diperdebatkan oleh para ulama. Produk-produk tafsir bercorak hukmi pun terus berkembang, umumnya setiap produk tafsir tersebut memiliki kecenderungan terhadap madzhab-madzhab fiqh.
Waqaf and Ibtida` in Al-Qur'an Recitation: A Study on Standard Indonesian and Madinah Mushafs in Surat al-Baqarah Taufik, Ahmad Kamil
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i2.31661

Abstract

This research aims to analyze the significance of waqaf and Ibtida` in the recitation of the Quran, specifically examining the differences in waqaf symbols between Mushaf Standar Indonesia and Mushaf Madinah in Surah al-Baqarah. The study also investigates the factors causing variations in waqaf symbols between these two Mushafs and explores the influence of these differences on the meaning and interpretation of the Quran. A qualitative research approach is employed, utilizing descriptive methods, literature review, and comparative analysis. The research focuses on Surah al-Baqarah in both Mushaf Standar Indonesia and Mushaf Madinah. Data analysis involves data reduction, presentation, verification, and concluding. The findings reveal the following: 1) Knowledge of waqaf and Ibtida is crucial in reading, translating, and interpreting the Quran; 2) There are similarities and differences in the positions of waqaf symbols between Mushaf Standar Indonesia and Mushaf Madinah in Surah al-Baqarah, classified into three types: First, both Mushafs place the waqaf symbol in the same location. Second, the Mushafs differ in placing waqaf symbols in the same location. Third, Mushaf Standar Indonesia symbolizes a waqaf symbol while Mushaf Madinah do not; 3) Factors causing differences in waqaf symbols between the two Mushafs include variations in understanding the arrangement of Quranic verses from the perspective of Balaghah sciences, encompassing 'Ilm al-Bayan, 'Ilm al-Ma'ani, and 'Ilm al-Bādī; 4) Overall, differences in Waqaf and Ibtida between the two Mushafs affect the possibilities of translation and interpretation of the Quran. In some cases, these differences and their impacts can be demonstrated. However, fundamentally, these variations reflect diversity rather than contradictory distinctions.
Tafsir Sufistik Berbahasa Sunda dalam Naskah Tafsir Al-Qur’an Karya Syekh Jafar Sidiq Maulana, Muhammad Rijal
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 3 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i3.30403

Abstract

Dalam proses Islamisasi di lingkungan Sunda, teks-teks Islam mengalami vernakularitas agar teks-teks tersebut lebih mudah dipahami. Selain itu, teks-teks kuno yang beredar di kalangan Tatar Sunda juga memiliki nuansa sufistik yang erat. Syekh Jafar Sidiq menulis naskah tafsir Al-Qur'an yang bernuansa sufistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks tafsir Al-Qur’an Syekh Jafar Sidiq dari sudut pandang tasawuf hingga aspek lokalitasnya. Penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya beberapa nilai dan ajaran sufi di dalamnya, antara lain khauf, raja', sabar, dan tawakkal. Kemudian ditemukan aspek lokalitas interpretasi berupa penggunaan babasan, kecap-kecapan, hingga nilai-nilai sosial budaya.
Religiosity in the Digital Era and the Challenges of Hoaxes, Post-Truth and Radicalism on Social Media Setia, Paelani; Dilawati, Rika
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i1.33230

Abstract

In the era of globalization and advances in information technology, social media plays a key role in shaping the dynamics of people's daily lives. This phenomenon not only affects social and economic aspects but also penetrates the diverse dimensions of religious life. This article examines the impact of social media on people's religiosity, specifically in context post-truth and hoaxes. There is a trend where urban people prefer to get religious understanding from ustaz/clerics on social media rather than from traditional religious authorities. Freedom of expression on social media, without an adequate selection process and credibility, creates a diversity of interpretations that can confuse the public. The rise of hoaxes and information post-truths on social media poses a serious challenge to quality religious understanding and traditional religious authority. This article highlights the potential for religious disintegration and radicalism as a result of hoax information and post-truth on social media. Through a qualitative approach and case studies, this research explores the transformation of religious paradigms, freedom of expression, and the diversity of interpretations that occur on social media. This article suggests efforts to verify information and increase media literacy as a solution to overcome the negative impact of social media on people's religiosity.
Tafsir Dilihat Dari Sisi Corak Tafsir: Hadaf Tafsir dan Tsaqofah Al-Mufassirin Octaviana, Okky; Rohmatulloh, Yasin
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31434

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menguraikan bahwa hadaf tafsir dan tsaqofah al-mufassirin merupakan dua aspek penting dalam penentuan corak sebuah kitab tafsir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis-deskriptif melalui studi pustaka. Artikel ini akan menguraikan urgensi mengetahui hadaf dan tsaqofah mufassir, serta menguraikan hubungan hadaf tafsir dengan latarbelakang penulisan tafsir dan hubungan tsaqofah mufassir dengan kecenderungan corak tafsir. Di antara pembahasannya, hadaf (tujuan) penafsiran dan tsaqofah seorang mufassir sangat berpengaruh terhadap produk tafsir yang ia buat. Dapat disimpulkan bahwa setiap orang yang menafsirkan Alquran pasti dilatarbelakangi oleh suatu tujuan dan penafsirannya tidak terlepas dari lingkungan sosio-kultural yang membentuk watak (kepribadian) serta latar belakang keilmuannya.
Metode Tafsir Maudhu’i Diperiksa Kembali Sholihat, Novi Nur; Shintia, Putri Mega
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31105

Abstract

Metode tafsir maudhu’i yang memiliki cara kerja dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang membicarakan suatu topik masalah yang sama. Metode tafsir maudhu’i dianggap cocok menjawab tantangan zaman, permasalahan dalam kehidupan dengan seiring berkembangnya zaman. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji metode tafsir maudhu’i dari segi kemunculan, dasar dan urgensi, langkah-langkah penafsiran, serta kelebihan dan kekurangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research (studi pustaka). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode maudhu'i dalam kitab tafsir muncul pada abad ke-14 Hijriah dan dipengaruhi oleh pemikiran Muhammad 'Abduh, Mahmud Shaltooth, dan Sayyid Ahmad Kamal al-Qumi. Metode tafsir maudhu’i memiliki urgensi salah satunya ialah metode ini dianggap sesuai dengan tuntutan zaman sekarang ini yang mengharapkan penjelasan tuntutan Al-Quran yang umum dan dapat dipahami, dimanfaatkan, serta diamalkan. Al-Farmawi merumuskan langkah-langkah metode tafsir maudhu’i Al-Farmawi, sebagai berikut: pertama, Al-Farmawi menetapkan tema/masalah yang akan dibahas. Kedua, menghimpun ayat yang berkaitan dengan tema. Ketiga, menyusun runtutan ayat sesuai dengan masa turunnya. Keempat, memahami munasabah antar ayat tersebut dalam suratnya masing-masing. Kelima, membuat outline umtuk menyusun pembahasan dengan kerangka yang sempurna. Keenam, mencantumkan hadits yang relevan untuk melengkapi pembahasan. Ketujuh, mempelajari ayat-ayat tersebut secara keseluruhan dengan jalan menghimpun seluruh ayat-ayatnya yang memiliki pengertian yang sama atau mengkompromikan antara ayat yang am dan khas; muthlaq dan muqayyad; atau ayat yang secara lahirnya terkesan bertentangan, sehingga semuanya bertemu dalam satu pusat tanpa perbedaan dan pemaksaan.

Filter by Year

2021 2026