cover
Contact Name
M Taufiq Rahman
Contact Email
jis@uinsgd.ac.id
Phone
+6289655289523
Journal Mail Official
jis@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Prodi Magister Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Jalan Cimencrang, Panyileukan, Gedebage Kota Bandung Indonesia 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Iman dan Spiritualitas
ISSN : -     EISSN : 27754596     DOI : http://dx.doi.org/10.15575/jis
Jurnal Iman dan Spiritualitas (JIS) is an open-access journal and peer-reviewed scientific works both theoretically and practically in the studies of religions and spirituality in various parts of the world.
Articles 421 Documents
Relevansi dan Keutamaan Tafsir bil Matsur sebagai Fondasi Utama dalam Penafsiran Al-Quran Haririe, Muhammad Ruhiyat
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i2.34232

Abstract

Tafsir bil Matsur menjadi salah satu pilar utama dalam penafsiran Al-Quran, tidak terlepas dari perkembangan awal penafsiran yang mengandalkan sumber klasik, yaitu riwayat. Meskipun sumber-sumber penafsiran berkembang seiring waktu, tafsir bil Matsur sering dianggap kuno dan tidak relevan untuk menjawab tantangan zaman. Oleh karena itu, pembahasan kembali mengenai tafsir bil Matsur sangat penting untuk memperkuat posisinya sebagai sumber utama dalam penafsiran Al-Quran dan mengatasi stigma negatif terhadapnya. Artikel ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif melalui studi kepustakaan untuk menjelaskan kembali sejarah, batasan, dan perdebatan ulama terkait tafsir bil Matsur. Hal ini bertujuan untuk menguatkan hipotesa bahwa tafsir bil Matsur adalah fondasi utama yang selalu diacu dalam penafsiran Al-Quran. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pandangan di antara para penafsir terkait kedudukan tafsir para tabi'in, yang menjadi titik awal melemahnya tafsir bil Matsur. Meskipun demikian, kesimpulan penelitian menegaskan bahwa tafsir bil Matsur tetap memiliki autentisitas tinggi dibandingkan dengan tafsir-tafsir yang menggunakan sumber-sumber lain. Oleh karena itu, tafsir bil Matsur tetap menjadi fondasi penting dalam penafsiran Al-Quran yang tidak dapat diabaikan dalam diskusi mengenai tafsir Al-Quran.
Dinamika Konversi Islam di Australia Permana, Aramdhan Kodrat
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 3 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i3.30855

Abstract

Artikel ini membahas dinamika perpindahan agama Islam di Australia dan tantangan yang dihadapi komunitas Muslim dalam mengintegrasikan diri. Artikel ini menggunakan metode penelitian historis-reflektif dengan menggunakan sumber sejarah sebagai data utamanya. Sejarah awal komunitas Muslim di Australia berawal dari kedatangan pelaut Makassar pada abad ke-16 dan ke-17. Pertumbuhan populasi Muslim di Australia mengalami percepatan sejak abad ke-20, dengan adanya imigrasi Muslim dari berbagai negara seperti Turki, Afghanistan, dan Pakistan. Meski jumlah umat Islam di Australia masih terbilang sedikit, namun mereka memegang peranan penting di berbagai sektor. Namun komunitas Muslim di Australia juga menghadapi tantangan dan hambatan terhadap integrasi, seperti generalisasi negatif tentang komunitas Muslim serta isu-isu nasional dan internasional. Stigma negatif terhadap Islam di Australia juga disebabkan oleh terorisme, pemberitaan media yang tidak akurat, dan retorika anti-Muslim dalam politik. Pemerintah Australia telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini, termasuk menerapkan kerangka kerja anti-rasisme dan program pendidikan. Namun, gerakan Islam radikal juga muncul di Australia, dengan individu-individu yang mendukung kelompok seperti ISIS. Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk melawan radikalisme dan meningkatkan keamanan nasional. Ada juga perdebatan seputar perpindahan agama Aborigin ke Islam dalam konteks diskusi tentang radikalisasi dan terorisme, namun hal ini tidak mewakili seluruh populasi penjara Muslim atau Islam yang diajarkan di penjara. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perkembangan Islam di Australia dan tantangan yang dihadapi komunitas Muslim dalam berintegrasi.
A Sociological Analysis of Religious Conversion in the Case of Deddy Corbuzier Pauzian, Muhamad Hilmi; Saepuloh, Aep; Rahman, Mohammad Taufiq
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i1.31656

Abstract

This research aims to explore Deddy Corbuzier's religious conversion using a sociological analysis of religion. This research is a type of qualitative research with data collection through a netnographic study where researchers observe the YouTube channels of BEEM ARYO and Deddy Corbuzier, which discuss Deddy Corbuzier's conversion. The approach used is the sociology of religion. The discussion of this research includes religious conversion and the process and factors of Deddy Corbuzier's religious conversion. This research concludes that Deddy Corbuzier's religious conversion process took quite a long time from starting with environmental conditions, a crisis occurring, playing an active role in a particular religion, meeting with religious figures, then interacting with each other and finally making a commitment to change religions, thus getting its consequences for Deddy Corbuzier. Factors that influence this are interpersonal relationship factors, routine habit factors and religious leader factors. This research recommends comparative research on individuals or groups who undertake religious conversion or analysis of other approaches.
Penerapan Teori Mubadalah terhadap Penafsiran Ayat-Ayat Parenting dalam Tafsir Tarbawi dan Tafsir Al-Misbah Ain, Aini Qurotul; Fathurrohman, Asep
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31280

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan parenting, penerapan teori mubadalah, dan menganalisis persamaan serta perbedaan antar tafsir Al-Misbah dengan tafsir Tarbawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis komparatif, dengan membandingkan dua penafsiran yang kemudian diformulasikan persamaan serta perbedaan untuk menjadikan teori mubadalah sebagai framework analisa yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan teori mubadalah terhadap penafsiran ayat-ayat parenting adalah bahwa: cara kerja teori mubadalah dalam memahami ayat-ayat parenting terbagi menjadi tiga langkah. Pertama, mengidentifikasi dan menegaskan prinsip ajaran Islam dari teks yang mempunyai karakter universal sebagai dasar pemaham. Kedua, implementasi praktis pada prinsip Islam dalam konteks khusus. Meski bersifat parsial, menemukan makna yang sesuai dengan prinsip dalam ayat sebelumnya adalah krusial. Ketiga, teks yang digunakan untuk laki-laki dan perempuan. Penerapan teori mubadalah pada QS. At-Tahrim ayat 6 meingsyaratkan ibu dan bapak agar memberikan pendidikan dan parenting yang baik terhadap anak-anaknya. Persamaan dan perbedaan antara tafsir Tarbawi dan Al-Misbah, salah satu rangkaian pada QS. Al-Baqarah ayat 30 mengiterpretasikan peran khalifah terhadap pentingnya pendidikan memiliki perspektif yang berbeda, namun saling melengkapi. Tafsir Al-Misbah mengedepankan pemahaman kontekstual Al-Qur’an dengan mengaitkan pesan dalam teks dengan konteks sosial, sejarah dan nilai universal yang relevan. Sedangkan tafsir Tarbawi menyatakan bahwa pendidikan yang baik bukan hanya berkaitan dengan aspek akademis, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter, moralitas dan kecerdasan spiritual.
Social Interaction in Building Religious Tolerance in Sukabumi City Society Handayani, Lusi; Kustana, Kustana
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i2.34020

Abstract

This study aims to determine the understanding of society, social interaction in building religious tolerance and the role of religious institutions in maintaining religious tolerance in the community of Sukabumi. This form of study is qualitative and based on fieldwork using three methods including phenomenological method, sociological method, and historical method. The results of this study found that: first, the understanding of the people of Sukabumi about tolerance reflects an attitude of respect and acceptance of religious diversity, culture, and views. They actively interact with diverse backgrounds, respect human rights, and encourage interfaith and cultural participation in community activities. This understanding creates an inclusive, harmonious, and peaceful coexistence environment, which makes Sukabumi an inspiring example in building a tolerant society. Social interaction between citizens of different religions and effective social communication have established a social contract that respects and respects religious rights. Sukabumi's achievement as the 6th tolerant city in Indonesia shows the commitment of the government and society in promoting the values of tolerance. Positive factors, such as government policies, inclusive education programs, and public awareness, contributed to this achievement. Through the iceberg models approach, researchers can understand how social interaction fosters harmony and awareness of religious diversity. Understanding and respect for religious diversity is the hallmark of Sukabumi that must be strengthened in order to be an example of harmony for a diverse Indonesia.
Tafsir bi al-Ma’tsur sebagai Metode dalam Memahami Al-Qur’an Ikhsan, Mochammad; Nurdin, Aldi
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.30959

Abstract

Salah satu aspek dalam Tafsir Al-Qur’an yang bisa dijadikan sebagai kaki pijak untuk memetakan tafsir yaitu sumber penafsiran yang digunakannya. Para mufassir dalam melakukan kegiatan penafsiran tidak akan terlepas dari sumber-sumber rujukan baik itu dari riwayat Nabi Muhammad Saw, tafsir Sahabat, tabi’in maupun pendapat dari ulama-ulama tafsir sebelumnya. Salah satu sumber penafsiran dalam menafsirkan al Qur’an yaitu Tafsir bi al-Ma’tsur. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan pengertian, ruang lingkup serta perbedaan pendapat di antara para ’ulama mengenai penafsiran ini, dengan inti masalah yang diangkat penulis ialah penggolongan Tafsir bi al-Ma’tsur, apakah ia termasuk klasifikasi berdasarkan sumber, metode, ataukah corak tafsir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan library research kemudian beberapa masalah yang diangkat dianalisis penulis sehingga didapatkan natijah yang jelas. Dapat kita ketahui bahwa Tafsir bi al-Ma’tsur merupakan penafsiran yang bersumber dari riwayat yang jelas, ia juga dikenal sebagai jenis penafsiran yang paling awal muncul dalam khazanah penafsiran Al-Qur’an. Pengaplikasian Tafsir bi al-Ma’tsur sampai saat ini dapat kita jumpai pada karya-karya monumental dari para ulama seperti pada kitab Tafsir Al-Thabari, Tafsir Ibn Katsir, Tafsir Ibn ‘Athiyyah dan yang lainnya. Simpulan penulis adalah, ada beberapa ’ulama yang menyebutkan Tafsir bi al-Ma’tsur termasuk corak atau bahkan sebagai metode penafsiran, akan tetapi jumhur ’ulama  menggolongkan Tafsir bi al-Ma’tsur ke dalam klasifikasi penafsiran berdasarkan sumber.
Interpretation of Nushuz in the Qur'an: Comparative Study of Tafsir al-Jami' Li Ahkam al-Qur'an and Tafsir al-Munir Nugraha, Sandi; Zulaiha, Eni
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i1.31662

Abstract

This research aims to explore the understanding of Imam al-Qurtuby and Wahbah al-Zuhaili in interpreting the verses of the Qur'an regarding nushuz, as well as studying its relevance in preventing domestic violence. The research method used is qualitative with a comparative approach between tafsir al-Jami' Li Ahkam al-Qur'an by Imam al-Qurtuby and tafsir al-Munir by Prof. Dr. Wahbah al-Zuhaili. The results of the research show that both of them provide views on the resolution of nushuz in accordance with the principles of Sharia, with an emphasis on avoiding domestic violence. Husbands are reminded not to use abusive words or do actions that can damage the wife's honor, and the importance of a wise solution without involving violence is emphasized. This research also relates the findings to the Law of the Republic of Indonesia No. 23 of 2004 about PDKRT, highlights the need for harmony between religious interpretation and applicable legal provisions. It is hoped that the results of this research can provide a holistic view in dealing with the problem of nushuz and encourage a solution that upholds the values of humanity and justice in the household context.
Rules of Interpretation of Verses Related to Social Aspects in the Qur’an Taryudi, Taryudi; Fathurrohman, Asep Ahmad
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 3 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i3.30401

Abstract

This article discusses qawā'id al-tafsīr (rules of interpretation) regarding verses relating to social aspects in the Al-Quran. This research aims to find out the ta'qid masalik developed by Muslim scientists in interpreting Al-Quran verses and to present interpretive principles related to social verses in the Al-Quran. This research is based on a literature review using qualitative methods. The primary sources in this research are verses from the Koran relating to social aspects, while secondary sources come from books, scriptures, and articles relevant to the research theme. The results obtained from the research are that the maslak ta'qid developed by Muslim scientists from the classical to contemporary eras were found to be based on istiqrā', istinbāṭ, and al-ta'qid maslak based on texts. And, 20 rules of interpretation can be used as a guide in studying verses related to social aspects.
Diskursus Tafsir Maudhu’i dalam Memahami Al-Qur’an Apriani, Laelati Dwina; Irmayanti, Irmayanti
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31414

Abstract

Metodologi penafsiran merupakan salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari penafsiran Al-Qur’an. Mufasir dalam menafsirkan Al-Qur’an umumnya tidak terlepas dari empat metode penafsiran yaitu metode ijmali, tahlili, muqarran dan maudhu’i. Salah satu metodologi penafsiran yang banyak diminati oleh mufasir kontemporer adalah metode tafsir maudhu’i. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan definisi tafsir maudhu’i, sejarah kemunculan, urgensi, langkah-langkah serta kelebihan dan kekurangan tafsir maudhu’i. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah menjelaskan bahwa metode tafsir maudhu’i merupakan metode penafsiran yang mengkaji Al-Qur’an sesuai tema tertentu. Penafsiran sesuai dengan tema bahasan ini sudah ada sejak penafsiran pada masa kenabian, sahabat hingga generasi berikutnya. Akan tetapi tafsir maudhu’i berdiri sendiri sebagai suatu metodologi penafsiran baru dikenal pada masa penafsiran modern-kontemporer. Metode tafsir maudhu’i dinilai cukup efektif dalam menjawab persoalan umat Islam pada zaman sekarang.
Hubungan Tuhan dan Manusia dalam QS. Al-Alaq Ayat 1-5 Tafsir Lenyepaneun Karya Moh. E. Hasim Permana, Asep Amar
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31044

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui tentang hubungan Tuhan dan manusia yang terdapat dalam QS. al-Alaq ayat 1-5 penafsiran Moh. E. Hasim dalam tafsirnya Ayat Suci Lenyepaneun. Metode penelitian yang dilakuakan dalam penulisan ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Langkah awal melakukan penelusuran mengenai ayat al-Quran yang berkaitan dengan ketauhidan yakni yang berhubungan antara Tuhan dengan manusia, kemudian ditemukan QS. al-Alaq ayat 1-5 dan ditafsirkan dengan menggunakan kitab tafsir ayat suci lenyepaneun yang dikarang oleh Moh. E. Hasim, kemudian menganalisis penafsirannya, selanjutnya penulis menyimpulkan ke dalam beberapa kalimat. Penemuan pertama bahwa hubungan Tuhan dengan manusia, Allah sebagai pencipta yakni sang khaliq sedangkan manusia adalah makhluq, yakni yang diciptakan-Nya. Baik alam sekitar maupun manusia adalah ciptaan Allah Tuhan yang maha Esa. Ciptaan Tuhan yang paling khas adalah manusia, yang masing-masing mempunyai kepribadian dan kecenderungan keagamaan yang berbeda. Dimaana manusia adalah makluq yang Allah ciptakan dari segumpal darah. Allah SWT melimpahkan martabat manusia dibandingkan dengan makhluk lain dan menciptakannya sebaik mungkin. Kedua, pernyataan akan Allah Tuhan yang maha mulia. Bahwasannya mulianya Allah adalah yang maha agung dan maha suci, agung tanpa ada tandingannya, dan suci tanpa ada yang menyerupainya. Sedangkan manusia, ia makhluq yang mulia karena Allah yang meninggikan derajatnya dan karena kesucian hatinya. Ketiga, Allah yang maha ilmu, hubungan Allah sebagai Tuhan yang mengajarkan dan manusia yang diajarkan. Dia yang mengajarkan manusia tentang apa-apa yang tidak diketahui manusia.

Filter by Year

2021 2026