cover
Contact Name
M Taufiq Rahman
Contact Email
jis@uinsgd.ac.id
Phone
+6289655289523
Journal Mail Official
jis@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Prodi Magister Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Jalan Cimencrang, Panyileukan, Gedebage Kota Bandung Indonesia 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Iman dan Spiritualitas
ISSN : -     EISSN : 27754596     DOI : http://dx.doi.org/10.15575/jis
Jurnal Iman dan Spiritualitas (JIS) is an open-access journal and peer-reviewed scientific works both theoretically and practically in the studies of religions and spirituality in various parts of the world.
Articles 421 Documents
Komodifikasi Agama: Masjid Agung As-Salam Kota Lubuk Linggau sebagai Destinasi Wisata Religi Holina, Holina; Waluyajati, Raden Roro Sri Rejeki
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 3 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i3.30091

Abstract

Fenomena masjid menjadi wisata religi merupakan fenomena yang sedang populer, menjadi trend baru saat ini dan akan selalu berkembang di berbagai daerah. Fenomena masjid menjadi destinasi wisata religi juga terjadi di Masjid Agung As-Salam Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Besarnya animo masyarakat terhadap masjid ini setelah direvitalisasi disebabkan oleh keunikan, kemegahan dan fasilitas yang tersedia pada masjid ini. Arsitektur Masjid Agung As-Salam juga mengikuti arsitektur Masjid Nabawi di Madinah. Penulis mengangkat penelitian ini guna menjelaskan komodifikasi revitalisasi Masjid Raya As-Salam sebagai destinasi wisata religi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan model penelitian lapangan. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya sinkronisasi antara teori komodifikasi agama dengan kenyataan di lapangan, bahwa revitalisasi yang dilakukan Masjid Agung As-Salam mengubah simbol-simbol keagamaan yang semula tradisional dan perubahan spiritualitas ke arah yang lebih modern dan modern. arah komersial, kedua dampak fungsi dan peran masjid yang tadinya hanya sebagai tempat ibadah menjadi lebih luas dan bervariasi yaitu sebagai wisata religi. Sehingga berdampak juga pada perilaku keagamaan masyarakat sekitar yaitu dengan meningkatnya jumlah jamaah yang melaksanakan kegiatan ibadah dan keterlibatan masyarakat sekitar masjid dalam kegiatan yang dilaksanakan Masjid Raya As-Salam.
Kontestasi Jamaah Masjid Al-Amin Babakan Sari Kiaracondong Kota Bandung Bukhori, Bukhori
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 3 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i3.29384

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta sosial adanya larangan Jamaah Tabligh memasuki Masjid al-Amin Babakan Sari Kiaracondong Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Larangan masuknya jemaah ini memicu munculnya kontestasi di kalangan jemaah Masjid al-Amin. Dalam kontes tersebut terdapat dua kontestan yaitu Kontestan Pendukung Larangan dan Kontestan Penolak Larangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelarangan terjadi, bagaimana kesejahteraan Masjid Al-Amin tetap terjaga, dan upaya apa saja yang dilakukan Jamaah Tabligh agar diperbolehkan masuk kembali ke masjid ini. Penelitian ini menggunakan teori Saprillah yang menyatakan bahwa wacana yang berakar epistemologis dan relevansinya dengan kepentingan masyarakat Islam akan bertahan dan berhasil mempengaruhi masyarakat. Sebaliknya, pelajaran yang tidak mempunyai landasan epistemologis dan tidak ada relevansinya akan punah atau tidak berkembang secara luas dalam masyarakat Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya ada 3 yaitu Observasi, Wawancara dan Studi Literatur. Peneliti menggunakan teknik analisis data yang dikembangkan Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Dari lapangan diketahui bahwa proses pelarangan Jamaah Tabligh memasuki Masjid al-Amin melalui Musyawarah Berjamaah Masjid dihadiri oleh ulama dan umara se-RW 09. Sejak itu, upaya yang dilakukan Jamaah Tabligh untuk diperbolehkan kembali masuk ke Masjid al-Amin selama ini hanya sebatas anjuran saja, namun belum mencoba untuk mempraktekkan saran tersebut.
Religious Secularism: Muslim Perception and the Effects of France and Belgium's Niqab and Burqa Prohibition Syah, Yoshy Hendra Hardiyan; Shamsu, Lilly Suzana binti Haji; Kuswana, Dadang
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i1.31669

Abstract

This article examines how the Muslim community perceives religious secularism in France and Belgium. Second, to explore the negative and positive impacts of the niqab and burqa ban policy on the perception of the Muslim community in France and Belgium. This article uses a descriptive qualitative research method (Field Research) with a participatory approach. Namely, the researcher conducted direct observations in France (Cannes, Marseille, and Dunkerque) and Belgium (Saint-Nicolas and Bouge) on 19-26 February 2022. The data collection techniques in this article are primary data and secondary data. Preliminary data includes field observations, interviews, and documentation. Meanwhile, secondary data includes books, scientific articles, and popular articles still relevant to this research. Then, the researcher conducted semi-structured interviews with informants or sources, namely Muslim women in Belgium and France. Furthermore, the documentation technique uses a theoretical reference source referring to Stephen P. Robbins' version of perception theory. The findings in this article are the perceptions of the Muslim community, which has been known above. The views of the Muslim community in France and Belgium towards religious secularism in terms of the prohibition of wearing the Niqab and Burqa vary greatly. These very varied views or perceptions are influenced by the principles, experiences, knowledge, attitudes, social conditions, surrounding environment, and personalities of those (Muslim communities) who live in France and Belgium. The negative impacts are more dominant, and this may worsen the social and economic conditions of Muslim communities.
Tafsir Lughawi: Historisitas dan Perdebatannya Edi, Edi; Fangesty, Maolidya Asri Siwi
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31248

Abstract

Diantara cara untuk mengetahui makna Al-Qur’an adalah menggunakan corak bahasa karena Al-Qur’an sendiri berbahasa Arab. Para ulama pun telah melakukan kajian menggunakan corak tafsir lughawi ini meskipun terdapat banyak perdebatan di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan sejarah, batasan, perdebatan ulama mengenai tafsir lughawi dan kitab-kitab tafsir yang bercorak lughawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data library research (studi pustaka). Secara aplikatif, menjelaskan Al-Qur’an menggunakan bahasa sudah dilakukan oleh Rasulullah Saw. Kemudian menafsirkannya dilakukan oleh Ibnu Abbas abad 1-2 hijriyah. Namun secara teoretis tafsir lughawi muncul di abad ke 5 hijriyah. Tafsir ini memuat bahasan nahwu, sharaf dan balaghah. Adanya tafsir lughawi tak lepas dari perdebatan para ulama karena tafsir ini dinilai terlalu bertele-tele, rujukan yang digunakan menggunakan kaidah bahasa Arab bukan ayat Al-Qur’an dan hadis serta cenderung subjektif pada kepentingan golongan mufassir dan melupakan tujuan utama untuk mencari makna Al-Qur’an. Diantara kitab tafsir lughawi yang masyhur adalah tafsir al-Kasysyaf, Bahrul Muhith, al-Bayan lil Qur’an al-Karim dan al-Furqan. Tafsir lughawi mengalami perkembangan terutama dalam metode penulisan tafsir al-Bayan lil Qur’an al-Karim karya Aisyah Abdurrahman Bintu Syathi’.
Metode Khusus dalam Kitab Tafsir Jami’ul Bayan Fi Ta’wilil Al-Qur’an karya Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabari Nurhayat, Tasya Putri; Zulaiha, Eni
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.30958

Abstract

Ketidakmampuan seseorang dalam memahami metode penafsiran Al-Qur'an, baik metode umum maupun khusus, akan mengakibatkan kesalahan dalam menafsirkan Al-Qur'an. Kesalahan ini dapat berupa penafsiran yang mendekonstruksi syariat atau hukum Islam itu sendiri sebagai bukti nyata adanya kesalahpahaman terhadap Al-Qur’an. Melihat betapa pentingnya memahami metode penafsiran Al-Qur'an, maka artikel ini bertujuan untuk membahas metode khusus dalam menafsirkan Al-Qur'an, khususnya tafsir Jami'ul Bayan Fi Ta'wilil Al-Qur'an. oleh Imam Abu Ja'far Muhammad bin Jarir at-Tabari. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan tinjauan pustaka dalam pengumpulan data. Beberapa hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain: Pertama, pengertian metode khusus sebagai metode yang digunakan oleh penafsir ketika ia menggunakan metode umum untuk mencapai tujuannya. Kedua, metode khusus Ath-Thabari dalam menafsirkan Al-Qur'an pada surat Al-Fatihah ayat dua sampai empat: (1) Menggunakan kalimat al-qaul fi ta'wil di awal penafsiran. (2) Bagilah ayat tersebut menjadi beberapa kata. (3) Mendefinisikan kata-kata di awal penafsiran. (4) Menafsirkan dengan sejarah untuk memperjelas penafsiran. (5) Penafsiran rinci atas ayat tersebut. (6) Menyajikan puisi untuk menjelaskan makna kalimat. (7) Menjelaskan perbedaan qira'at dalam penafsiran Al-Qur'an. (8) Melakukan tarjih ketika menafsirkan kalimat dalam sebuah ayat.
Commodification of the Nyangku Traditional Ceremony in Panjalu of West Java Mustakimah, Lina; Huriani, Yeni; Halim, Ilim Abdul
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i2.34486

Abstract

This research discusses the Nyangku traditional ceremony which has changed when viewed from a sociological perspective, namely the change in use value in the Nyangku traditional ceremony to exchange value which is called religious commodification, and this research will also explore the causes of this change using a sociology of religion approach. Types of research in this research is field research by collecting data based on the results of observations and interviews as well as documentation studies. This research concludes that the Nyangku traditional ceremony experienced religious commodification with the change from the use value of the Nyangku traditional ceremony to the exchange value as before Nyangku was the form of rituals of the Panjalu community, the cement of solidarity, social identity and efforts to care for the Panjalu ancestral heritage, become exchange values that have profit value in the form of promotions, sales of Nyangku symbols, as well as facilities that use tariffs provided for Nyangku. Then, the cause of the change from use value to exchange value at the Nyangku traditional ceremony occurred due to the existence of a charismatic figure who influenced the Panjalu community, the influence of religion, which provided a new perspective, and the Panjalu community's changing view of values.
Asbab al-Nuzul in Surah Al-Baqarah (2): Mulla Huwaisy Perspective of Critical Matn and Sanad Romdoni, Muhammad Panji
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 3 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i3.30400

Abstract

It is only possible to interpret the Qur'an by understanding the story of the verses and asbab al-nuzul. Asbab al-nuzul can be accepted if the history is valid. This validity is not just the sanad (narrative series) but also the matn (content). According to Mulla Huways, a scholar from Iraq, in practice, sometimes events are matched to become the asbab al-nuzul of a verse. This research aims to attempt to analyze the concept of asbab al-nuzul according to Mulla Huways, analyzing the criticism of asbab al-nuzul in the interpretation of Bayan al-Ma'ani in surah al-baqarah. This research method uses a qualitative approach with critical analytical reasoning. This research found that: Mulla Huways is of the opinion that asbab al-nuzul in surah al-baqarah is an event or question in the Islamic community where the verse of the Qur'an was revealed as an answer to the event or question. Asbab al-nuzul must match the event and context and category of surah. Using the wrong history of asbab al-nuzul will change the understanding of a verse. Mistakes in the use of asbab al-nuzul are dominated by Makkiyyah surahs. This is due to the narrators' lack of understanding of the history of the revelation of the Koran. By using the nuzuli interpretation method, the errors above can be overcome so that the asbab al-nuzul obtained is valid.
Islam's Integration with Local Culture through the Custom of Reciting the Qur'an at Death Wahid, Annisa; Rahim, Rahimin Affandi Abdul
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i1.32456

Abstract

Lasi, which is in Agam Regency, West Sumatra Province, is an area rich in Islamic culture and traditions. One of the Islamic traditions there is the recitation of death. The tradition of reciting the Qur’an for death is a practice that combines elements of the Islamic religion with local cultural values. This research aims to determine the integration of Islam and local culture manifested in the practice of reciting the Qur’an for death in the Lasi community. The research method used in this research is a field research method that uses a qualitative approach by conducting in-depth interviews with members of the Lasi community who are involved in the tradition of reciting the Qur’an for death. Direct observations were also carried out to understand the implementation of this practice. Qualitative data was carefully analyzed to identify patterns of integration between Islamic religion and local culture in the context of the Qur’an for death. The results of this research reveal that the tradition of reciting the Qur’an for death in Lasi, Agam Regency, reflects close integration between the Islamic religion and local culture. The use of local languages in this tradition strengthens the community's cultural identity, while Islamic religious messages are also maintained. This tradition also plays a role in maintaining Lasi cultural values, connecting the younger generation to their cultural heritage, and strengthening community ties. This integration has helped maintain harmony between religion and culture, creating a model that can serve as an example for efforts to preserve culture and religion in an increasingly globalized society.
Tafsir ‘Aqo’idi dalam Pembahasan Epistemologi Tauviqillaah, Muhamad Hamdan; Rahman, Mohammad Taufiq
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31412

Abstract

Tulisan ini mengkaji tafsir 'aqo'idi dalam kajian epistemologi dengan pembahasan seputar latar belakang sejarah, batasan penafsiran, pandangan ulama dan standar validitas serta kitab-kitab tafsir yang tergolong tafsir 'aqo'idi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis berbasis penelitian kepustakaan. Tujuan dari pembasahan tulisan ini adalah meneliti dan mendeskripsikan bagaimana latar belakang sejarah kemunculan tafsir 'aqo'idi, batasan penafsiran yang tergolong ke dalam corak tafsir 'aqo'idi, bagaimana pandangan ulama dan standar validitas tafsir 'aqo'idi serta kitab tafsir apa saja yang bercorak 'aqo'idi. Penelitian ini menemukan bahwa sejarah tafsir 'aqo'idi berkaitan dengan konflik politik antara kubu Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah bin Abi Sufyan dalam perang Siffin. Kepentingan dan tujuan kelompok menjadi latar belakang munculnya penafsiran bernuansa 'aqo'idi. Batasan Tafsir 'aqo'idi pada penafsiran seputar persolan ketuhanan dan politik kekuasaan. Para ulama memandang tafsir 'aqo'idi tergolong tafsir bi al-ra'yi sehingga standar validitas tafsir 'aqo'idi linier dengan tafsir al-ra'yi. Jika tafsir 'aqo'idi tergolong bi al-ra'yi al-madzmum yang penafsirannya atas dasar dorongan hawa nafsu dan menjadi pembenaran kepetingan kelompok tertentu, maka tafsir corak tersebut tidak terima. Kitab tafsir ‘aqo’idi kelompok Sunni dapat ditemukan dalam kitab Mafatih al-Ghaib karya al-Razi. Kitab tafsir ‘aqo’idi kelompok Muktazilah terdapat pada kitab al-Kasyaf karya al-Zamaksyari dan kitab tafsir golongan Syi’ah adalah al-Mizan karya Husain al-Thabathba’i.
Metode Tafsir Muqaran Dilihat Kembali Fitriatunnisa, Aida; Rafdi, Danendra Ahmad
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31043

Abstract

Secara garis besar, penafsiran Al-Qur’an dilakukan melalui empat metode yaitu ijmali (global), tahlili (analitis), muqarran (perbandingan), dan maudhu’i (tematik). Diantara keempat metode penafsiran tersebut, satu diantaranya adalah metode muqaran yang berarti komparatif atau perbandingan. Metode ini di dalamnya menyajikan perbandingan antara satu tafsir dengan tafsir lainnya, baik dari ayat, hadis, pendapat para mufasir, maupun perbandingan dengan kitab suci agama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan beberapa pendapat para pakar tafsir mengenai definisi, kemunculan, urgensi, dan juga langkah-langkah tafsir muqarran, dengan tujuan untuk memunculkan wacana kajian yang lebih luas lagi. Penelitian ini tergolong kepada jenis kualitatif dengan menggunakan library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir muqaran telah dilakukan sejak masa nabi dan berlangsung hingga sekarang. Keberadaan tafsir muqaran ini juga terbilang penting mengingat kelebihan yang dimiliki olehnya.

Filter by Year

2021 2026