cover
Contact Name
M Taufiq Rahman
Contact Email
jis@uinsgd.ac.id
Phone
+6289655289523
Journal Mail Official
jis@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Prodi Magister Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Jalan Cimencrang, Panyileukan, Gedebage Kota Bandung Indonesia 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Iman dan Spiritualitas
ISSN : -     EISSN : 27754596     DOI : http://dx.doi.org/10.15575/jis
Jurnal Iman dan Spiritualitas (JIS) is an open-access journal and peer-reviewed scientific works both theoretically and practically in the studies of religions and spirituality in various parts of the world.
Articles 421 Documents
Pemikiran Rahmah El Yunusiyah dalam Membangun Pendidikan Islam bagi Perempuan di Indonesia Mighfaza, M. Helmi; Huriani, Yeni
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31009

Abstract

Artikel ini membahas tentang pemikiran Rahmah El Yunusiyah dalam membangun pendidikan Islam bagi perempuan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel. Tinjauan literatur yang dilakukan meliputi konsep pendidikan Islam, kesetaraan perempuan dan implementasinya yang terlihat dari semangat gerakan tersebut. Dalam pembahasannya, artikel ini menguraikan konsep pemikiran Rahmah El Yunusiyah dalam pendidikan bagi perempuan, serta strategi yang dapat diterapkan dalam implementasinya di Indonesia. Artikel ini menyimpulkan bahwa semangat dan pemikiran Rahmah El Yunusiyah dapat menjadi landasan bagi pengembangan pendidikan Islam bagi perempuan di Indonesia dengan melibatkan semua pihak dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh anak, termasuk perempuan yang sudah lanjut usia.
Supporting and Inhibiting Factors for Islamic Higher Education in Strengthening Religious Moderation Apdolah, Habib Akbar Al; Rahman, Mohammad Taufiq; Qomaruzzaman, Bambang
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i2.34008

Abstract

Indonesia is facing a serious problem related to religious radicalism. Universities, which should be responsible for the education of the younger generation, are actually places that are influenced by radicalism. So that Islamic Universities, especially the State Islamic University of Sunan Gunung Djati Bandung and the Islamic University of Nusantara, have a responsibility to promote religious moderation. However, on the other hand, this university faces obstacles in implementing religious moderation. This research aims to explain and answer factors supporting and inhibiting the strengthening of religious moderation. Researchers used descriptive analytical-qualitative methods with observations and interviews. As a result, these two institutions received support from university leaders. The House of Moderation Various UIN Bandung faces obstacles related to policies that conflict with university regulations, such as statutes and regulations. The Nusantara Islamic University's Religious Moderation and State Defense Group faces problems with many students from non-Islamic boarding school backgrounds. So, language that is easy to understand is needed to convey the concept of moderation, and there are also limited funds for implementing the religious moderation program at Nusantara Islamic University.
Tafsir Lughawi dalam Perspektif Sejarah Mahdy, Widyanto Naufal
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31327

Abstract

Salah satu corak penafsiran Al-Qur’an adalah corak penafsiran kebahasaan atau yang dikenal dengan tafsir lughawi. Munculnya corak penafsiran ini sebagai upaya untuk menggali makna kandungan Al-Qur’an, karena bahasa merupakan faktor utama untuk memahami Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji corak tafsir lughawi dari segi sejarah, perdebatan ulama akan kemunculan tafsir lughawi hingga kelebihan dan kekurangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui kajian pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tafsir lughawi memiliki peran penting untuk menemukan makna kandungan Al-Qur’an. Melalui corak penafsiran lughawi para mufasir dapat mengungkap berbagai konsep seperti etika, seni dan imajinasi Al-Qur’an. Salah satu contoh kitab yang menggunakan corak penafsiran tafsir lughawi adalah Al-Kasyaf karya Mahmud al-Zamakhsyari.
Hakikat Ilmu dalam Islam Amin, Fadli Nur Islah; Irawan, Irawan; Priatna, Tedi
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31242

Abstract

Paradigma dikotomi keilmuan adalah paradigma yang memungkinkan pemisahan, perbedaan, dan pertentangan antara "ilmu agama" dan "ilmu umum (ilmu non-agama)". Ilmu agama dianggap sebagai ilmu yang hakiki yang akan membawa manusia kepada tingkat ketakwaan dan memberikan manfaat abadi hingga akhirat. Namun, baik ilmu umum maupun ilmu agama sama-sama merupakan ilmu yang hakiki, bergantung pada seberapa besar dan bagaimana manfaat dari ilmu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa dalam Islam, "ilmu agama" dan "ilmu umum (ilmu non-agama)" tidak memiliki perbedaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif melalui studi kepustakaan. Data dikumpulkan dari berbagai referensi literatur, kemudian diproses dan dianalisis secara kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat ilmu sangat komprehensif dan terintegrasi, sebagai jalan untuk mencapai tujuan hidup, yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat, yang diperoleh melalui usaha yang sungguh-sungguh dan pemikiran yang mendalam. Islam meyakini bahwa ilmu adalah milik Allah dan bersumber dari Allah. Seberat apa pun manusia berupaya untuk mencapai ilmu, tanpa kekuatan dari Allah, manusia tidak akan mampu untuk mencapainya.
Proclaiming the Qur'an and its Translation in Mosques: Phenomenological and Ethnomethodological Approaches Yahya, Muhammad; Komarudin, Edi
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i2.34217

Abstract

The recitation of the Qur'an has become a ubiquitous practice in mosques and Islamic boarding schools, fostering a profound acculturation between Arab culture and local culture. This phenomenon is particularly evident in institutions such as the Ponpes Ulul Albab Mosque, where the ritualistic recitation of the Qur'an serves as a cornerstone of religious and cultural identity. This research employs a phenomenological and ethnomethodological approach to evaluate the effectiveness and societal responses to this activity. By examining the lived experiences and social interactions surrounding Qur'anic recitation, this study aims to elucidate the complex dynamics involved in the cultural transmission of Islamic practices. The findings of this research indicate a positive acceptance from the community, with significant affective, cognitive, and conative impacts. The affective dimension reveals a profound emotional resonance among participants, as the recitation of the Qur'an evokes feelings of spiritual connection and communal solidarity. The cognitive dimension highlights the intellectual engagement and understanding that arises from the meticulous study and recitation of the sacred text. Furthermore, the conative dimension underscores the motivational and behavioral changes observed among participants, as they strive to perfect their recitation skills and integrate these practices into their daily lives. This study contributes significantly to the understanding of modern religious practices and cultural interactions in the context of Qur'anic recitation in mosques.
The Actuality of Impulses, Perceptions, Manipulations and Solutions in Social Interactions among Diverse Religious Groups Ramdhani, Indra; Qomaruzzaman, Bambang
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i1.33849

Abstract

This research aims to understand residents' efforts to live their daily lives and establish social relationships with individuals of different religious beliefs, as well as to explore the formation of individual concepts and thoughts in interacting with their environment. In this context, differences in religion or belief can create social interactions that are associative or dissociative in nature. The authors will answer related questions, patterns of social interaction, impulses, perceptions, manipulation of individuals in social interactions, and the resolution of final actions regarding religious differences in the Sirnagalih sub-district, Indihiang, Tasikmalaya City. This research uses qualitative research with field methods and uses a sociology of religion approach. The results of the research show that social interaction between religious communities in the Sirnagalih sub-district, Indihiang sub-district, Tasikmalaya City occurs in an associative (unification) pattern where mutually beneficial interactions occur between individuals and each other between Muslims, Protestants and Catholics. The social processes that occur in the daily lives of Muslims, Protestants and Catholics, prioritize aspects of togetherness and harmony based on common or shared interests. The emergence of a slight dispute in the process of social interaction among citizens can be resolved immediately by involving a third party, namely the local government, by prioritizing forms of interaction in accommodation, namely mediation, compromise and tolerance.
Ayat-ayat Al-Qur’an tentang Toleransi dan Korelasinya dengan Perilaku Intoleran dalam Beragama di Kota Tasikmalaya Sya'roni, Asep Supian
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 3 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i3.30486

Abstract

Kekerasan agama yang dilakukan oleh unsur masyarakat mayoritas Islam terhadap kelompok minoritas seperti Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI), Syiah, Katolik, Protestan dan lain-lain masih sering terjadi hingga saat ini. Penyebabnya adalah perbedaan pemahaman atau pemikiran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis kualitatif dengan pendekatan metode resepsi Al-Qur'an. Penelitian ini ingin mengetahui lebih dalam mengenai pelaku intoleransi yang berasal dari anggota ormas Islam tertentu di Kota Tasikmalaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman ayat toleransi di kalangan anggota ormas tertentu di Kota Tasikmalaya yang hanya mempunyai satu sumber rujukan menimbulkan sikap intoleransi dan kekerasan atas nama agama yang dipengaruhi oleh perilaku organisasi yang dianggap radikal. Sementara alasan terjadinya tindakan intoleransi dan radikal adalah adanya anggapan bahwa kelompok yang tidak menggunakan syariat Islam sebagai landasan hukum akan dikutuk sebagai kafir. dan karena mereka kafir, mereka harus ditindak dengan kekerasan, baik berupa turun ke jalan, perusakan tempat ibadah, atau pengeboman. Bentuk transformasi ayat toleransi di kalangan anggota ormas Islam di Kota Tasikmalaya telah melahirkan pemahaman tentang perilaku intoleransi dan radikal dalam dua bentuk. Mereka melahirkan suatu bentuk aksi untuk tidak melakukan perusakan dan pengeboman terhadap tempat ibadah, namun mereka menyetujui tindakan perusakan dan pengeboman seperti yang telah dilakukan oleh kelompok jihadis di Kota Tasikmalaya. Mereka juga melakukan pengeboman dan perusakan tempat ibadah milik kelompok lain yang berbeda aliran dengan mereka.
Pengalaman dan Hubungan Ritual Keagamaan dengan Aktivisme Politik pada Ritual Pemakaman di Amerika Serikat dalam Esai Ziad Munson Permana, Asep Amar
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i1.31045

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui pengalaman dan hubungan ritual keagamaan dengan aktivisme politik pada ritual pemakaman di amerika serikat dalam esai ziad munson “when a funeral isn’t just a funeral: the layered meaning of everyday action”. Dimana para sarjana pernah memperkirakan akan suramnya keberadaan agama di dunia modern. Kemajuan sosial, menurut mereka, berarti menghilangkan agama dan kendali kuno atas kehidupan. Namun, agama sebenarnya berkembang pesat dalam masyarakat yang majemuk dan kompleks, dan semangatnya yang terus berlanjut bahkan kebangkitannya menuntut evaluasi ulang gagasan tentang sekularisasi. Dengan demikian Nancy T. Ammerman telah mengumpulkan sekelompok sarjana yang beragam dan interdisipliner untuk memberikan pengamatan kritis terhadap masyarakat modern, agama dalam tindakan. Maka kumpulan esai yang belum pernah diterbitkan tersebut mendekati agama modern pada tingkat paling mendasar dan membawa pembaca pada kehadiran praktik keagamaan di tengah kompleksitas kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah Esai “When A Funeral Isn’t Just A Funeral: The Layered Meaning Of Everyday Action” dalam buku “Everyday Religion: Observing Modern Religious Lives” karya Nancy T. Ammerman. Hasil penelitiang ditemukan bahwa manusia dalam melakukan perubahan dapat ditempatkan pada ruang di mana banyak makna yang saling tumpang tindih, yakni tokoh-tokoh agama yang “tidak pada tempatnya” secara aktif memanipulasi, mengelola, mengendalikan, dan atau mempengaruhi peristiwa-peristiwa untuk mempengaruhi cara mereka melakukan perubahan. suatu situasi dipahami oleh orang lain. Namun, telah memanipulasi. Sebagaimana pada ritual pemakaman. Terkadang pemakaman lebih dari sekedar pemakaman. Dimana dalam kasus gerakan pro-kehidupan, ritual keagamaan dan aktivisme politik terkadang merupakan satu hal yang sama.
Tafsir dari Segi Metode: Metode Tafsir Tahlili Ali, Muhammad Hasan; Mustofa, Muhamad Iqbal
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31188

Abstract

Metode penafsiran Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk perkembangan tafsir sejak awal hingga masa kini. Salah satu metode yang sering digunakan mufasir klasik adalah metode tahlili. Metode ini lahir seiring dengan meluasnya perkembangan agama Islam ke seluruh penjuru dunia. Sehingga Al-Qur’an perlu dijelaskan secara mendetail melalui penafsiran yang komprehensif dengan metode tahlili. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji metode tahlili dari segi sejarah hingga kelebihan dan kekurangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui kajian pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tafsir tahlili merupakan salah satu metode untuk menafsirkan Al-Qur’an secara utuh sesuai dengan urutan mushaf dengan meninjau kepada beberapa aspek. Tafsir tahlili muncul untuk menjawab kebutuhan umat akan penjelasan terhadap Al-Qur’an yang mendetail. Melalui tafsir tahlili umat dapat memahami konteks suatu ayat berdasarkan kepada asbab an-nuzul, munasabah ayat, kajian kebahasaan, hingga pendapat para ulama terhadap suatu ayat. Salah satu contoh kitab tafsir tahlili adalah Tafsir Ath-Thabari yang masih digunakan hingga saat ini dan merupakan tafsir pertama yang menggunakan metode tahlili.
Selayang Pandang Tafsir Aqo’idi Rahmawati, Ratih; Arifin, Syarah Sofiah; Yunus, Badruzzaman M.
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.30909

Abstract

Perkembangan disiplin ilmu berdampak pada perkembangan dunia tafsir. Kecenderungan seorang mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Quran menjadi penyebab munculnya berbagai gaya penafsiran. Tafsir aqo’idi merupakan salah satu gaya tafsir yang turut mewarnai khazanah keilmuan dalam bidang tafsir. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji tafsir gaya aqo’idi sebagai upaya menambah wawasan dan pemahaman tentang sejarah lahirnya tafsir gaya aqo’idi serta memahami berbagai dinamikanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan tinjauan pustaka untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini adalah Tafsir 'Aqoidi merupakan tafsir yang menggunakan pendekatan teologis. Sejarah munculnya aliran teologis ini dimulai pada masa Perang Shiffin, dan terjadi perselisihan antar umat Islam terkait peristiwa Tahkim. Ruang lingkup Tafsir ‘Aqoidi adalah pembahasan ilmu kalam yang menyangkut ideologi aliran. Dalam penelitian ini, penulis menjelaskan perdebatan para ulama mengenai Tafsir Aqo'idi dan menulis beberapa buku karya mufassir di beberapa aliran, seperti Muta'zillah, Syiah, Sunni dan Sufi.

Filter by Year

2021 2026