cover
Contact Name
Mahmuda Saputra
Contact Email
lpkdgeneration2022@gmail.com
Phone
+6281229472841
Journal Mail Official
mahmuda@ugp.ac.id
Editorial Address
Jln. Simpang Kelaping-Lukup Badak-Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kab. Aceh Tengah, Provinsi Aceh, 24560
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
Mahseer : Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan
ISSN : 28098374     EISSN : 28098234     DOI : https://doi.org/10.55542/mahseer.v4i1
Core Subject : Education,
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan adalah jurnal terbitan berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gajah Putih Program Studi Budidaya Perairan. Isi jurnal mencakup bidang keilmuan Budidaya Perairan, Manajamen Sumberdaya Perairan, Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, Sosial Ekonomi Perikanan, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Budidaya Perikanan, dan Ilmu Kelautan. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan (MAHSEER) terbit dua kali dalam setahun pada bulan Januari dan juli.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
Analisis Tingkat Produksi dan Pendapatan Usaha Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Tambak Intensif di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Maulana, Dara; Nazlia, Suraiya; fitri, Sri
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 4 No 2 (2022): Juli : Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v4i2.248

Abstract

Usaha budidaya udang pada saat ini terlihat semakin banyak dilaksanakan baik secara intensif maupun ekstensif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk analisis tingkat produksi dan pendapatan usaha budidaya udang vaname di kecamatan Baitussalam kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah teknik non random sampling dengan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kuantitatif. Kebutuhan biaya investasi Rp 218.934.000/Ha. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat jumlah produksi siklus I sebesar 4.908, siklus II sebesar 3.967 dan siklus III sebesar 4.294. Pendapatan pada siklus I Rp.206.731.170, siklus II Rp. 127.031.460 dan siklus III Rp.156.338.834.
Perbandingan Keunggulan Pendapatan dari Sistem Budidaya Tambak Intensif dan Semi Intensif pada Budidaya Udang Vannamei di Kecamatan Baitussalam Husna, Uswatun; Fitri, Sri; Nazlia, Suraiya
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v5i1.330

Abstract

Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan di Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena udang vannamei memiliki nilai ekonomis yang tinggi (high economic value) serta memiliki permintaan pasar yang terus menigkat (high demand product) baik secara nasional maupun internasional. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan keunggulan pendapatan dari sistem budidaya tambak intensif dan semi intensif pada budidaya udang vannamei di Kecamatan Baitussalam. Metode yang digunakan adalah metode wawancara. Teknik pengambilan data adalah teknik nonrandom sampling dengan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan analisis uji independent sampel T test. Dari Hasil analisis uji Independent Samples T test pada equal varinces not assumed beda rata-rata pendapatan pada usaha budidaya tambak udang semi intensif dan tambak intensif diketahui bahwa nilai Sig. 2 Tailed adalah 0,062.
Intensitas dan Prevalensi Ektoparasit Ikan Nila (Oreochromis niloticus, Linnaeus 1758) pada kolam budidaya di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya Abdan, Mu'amar; Sari, Indah Permata; Hardiansyah, Hardiansyah; Harun, Harun
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v5i1.463

Abstract

Tilapia has become an important economic fish cultivated by the people of Indonesia in general. Parasitic infections in fish have caused many financial losses and the sustainability of cultivation efforts. Therefore, this study aims to analyze the prevalence and intensity of parasites in tilapia that are maintained in aquaculture ponds, especially in Nagan Raya Regency. The study was conducted from August until September 2022 at UPR Mina Mandiri with the Smeer Method. As many as 30 samples were checked macroscopically and microscopically in the UPR Mina Mandiri laboratory, Nagan Raya. The results of the study showed 4 (four) types of ectoparasites found, namely Trichodina sp., Gyrodactylus sp., Dactyrogylus sp., and Ichthyophthirius multifiliis based on the highest interval of the length of prevalence, it is found at a length of 120 -180 mm with a prevalence of 40 % and the intensity of 10 individuals per sample, this result higher than the fish size of 20-100 mm with a prevalence of 20 % and the intensity of 19 ind/e, This result has also aimed that the highest infection organs are found on the surface of the body and gills.
Evaluasi Perasan Kulit Nanas (Ananas comosus) terhadap Hatching Rate Telur Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Kamal, Sauki; Putriningtias, Andika; Komariyah, Siti
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v5i1.478

Abstract

Budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) sudah banyak dikembangkan dan memiliki teknologi baik secara alami maupun secara buatan. Namun terdapat kesulitan yang sering dihadapi dalam pemijahan buatan yaitu rendahnya daya tetas telur, sehingga produksi larva rendah (Horvath et al., 2002). Menurut Saputra (2012) rendahnya daya tetas telur ikan lele disebabkan kerana adanya daya rekat pada telur sehingga terjadi penumpukan telur. Penumpukan telur menyebabkan terhalangnya oksigen masuk pada telur yang berdampak pada perkembangan telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perasan kulit nanas terhadap daya tetas telur ikan lele dumbo. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah RAL dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah dosis perasan kulit nenas yang berbeda, yaitu 0 ml, 3 ml, 5 ml dan 7 ml per 250 ml air. Parameter yang diamati meliputi derajat penetasan telur, kelangsungan hidup larva dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dosis perasan kulit nenas berpangaruh terhadap derajat penetasan telur ikan lele dumbo, namun tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup larva. Perlakuan terbaik terdapat pada dosis pemberian 3 ml/250 ml air dengan hasil penetasan 63.33%.
Distribusi Ukuran Panjang, Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Relo (Rasbora sumatrana) di Danau Laut Tawar. Adha, Sahri; Hasri, Iwan; Fahmi, Rizkan
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v5i1.487

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa distribusi, pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan relo (Rasbora sumatrana) di Danau Laut Tawar. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2021 sampai Januari 2022 di Danau Laut Tawar. Pengamatan terhadap hasil tangkapan dilakukan pada tiga lokasi yang berada pada kawasan Danau Laut Tawar. Masing-masing stasiun dilakukan sampling dengan 4 kali pengambilan, setiap stasiunya diambil 10% dari jumlah bagan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi ukuran panjang ikan relo pada masing-masing stasiun yaitu berjumlah 12 kelas. Nilai batas kelas terkecil 30,10 - 33,23 mm dan terbesar 64,48 -67,66 mm. Pola pertumbuhan ikan relo di setiap stasiun bersifat allometrik negative (b<3) dengan faktor kondisi mendekati satu.
Investasi Parasit Pada Benih Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) di UPTD BBI Lukup Badak Melisa, Melisa; Hasri, Iwan; Arisa, Iko Imelda; Paridah, Indah; Puspidayani, Dian
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v5i1.489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat prevalensi dan intensitas benih ikan nila merah (Oreochromis niloticus) di UPTD BBI, Lukup Badak. Sebanyak 48 sampel ikan yang terkumpul diantaranya 16 terinfeksi parasit (12 ektoparasit dan 4 endoparasit). Pemeriksaan dilakukan di laboratorium BBI, Lukup Badak. Metode yang digunakan adalah metode preparat ulas (smear method); organ yang diamati adalah kulit, sirip dan insang. Pemeriksaan dan identifikasi parasit dilakukan menggunakan mikroskop. Hasil penelitian diperoleh beberapa jenis parasit antara lain; Ichthyopthirius multifiliis, Gyrodactylus spp., Gyrodactylus pp., Scypidia spp., Zoothamnium spp. dan Dactylogyrus spp. Hasil perhitungan menunjukkan prevalensi dan intensitas parasit berdasarkan organ nilai terbanyak terdapat pada sirip (prevalensi 27.1% dan intensitas 3.8 Ind/e). Prevalensi dan intensitas infeksi parasit berdasarkan kelas panjang tertinggi terdapat pada ukuran 2.8-3.86 cm, dengan hasil perhitungan menunjukkan pada endoparasit (prevalensi 8.3% dan intensitas 9.3 ind/e) sedangkan pada endoparasit (prevalensi 8.33% dan intensitas 0.25 ind/e).
Strategi Pengembangan Dan Pengelolaan Potensi Tuk Mudal Sebagai Destinasi Wisata Melalui Kegiatan Budidaya Lobster (Cherax lorents) di Kabupaten Tegal Narto, Narto; Suyono, Suyono; Hartanti, Ninik Umi
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v5i1.499

Abstract

ABSTRAK Desa Cempaka terletak di Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal.Secara geografis, Desa Cempaka berada di kaki Gunung Selamet dengan luas 8000 ha dan berada pada ketinggian 500 – 650 Mdpl Berdasarkan hasil sensus pada tahun 2019 menyatakan bahwa desa cempaka memiliki luas wilayah 427,94 m2 dengan populasi jumlah penduduk 7904 jiwa terbagi menjadi 3.685 jiwa laki-laki dan 4.219 jiwa perempuan sangat strategis dan memiliki banyak potensi alam yang seharusnya dapat meningkatkan produktivitas warganya.Potensi alam yang ada di Desa cempaka telah dimanfaatkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sehingga pada tahun 2017 desa tersebut dijadikan salah Satu Desa Wisata Kabupaten Tegal dengan destinasi Pasar Slumpring, Tuk Mudal, dan Bukit Bulak Cempaka.Namun walaupun desa tersebut sudah menjadi Desa Wisata, masih banyak anggota Pokdarwis yang belum berkomitmen dengan program tersebut dikarenakan hasilnya belum memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini didukung oleh Pemerintah Desa dalam melakukan konservasi mata air pada lahan pertanian.Sebagaimana diketahui, ada 7 sumber mata air dalam satu kawasan tersebut yang mengairi 160 hektare sawah. Beliau Khawatir jika mata air tersebut mati, dan akhirnya bersama pemuda setempat melakukan pemeliharaan dan pembuatan talud supaya lumpur dari luar tidak masuk. Sebagai upaya untuk memaksimalkan dalam melakukan pendampingan, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis SWOT dan Analisis Hirarki Proses (AHP) Berdasarkan hasil perhitungan nilai pada matrik IFAS diperoleh nilai total faktor internal sebesar 4,17 dan EFAS diperoleh nilai total faktor eksternal sebesar 3,07 dengan demikian berdasarkan perhitungan skor pada Matrik IFAS dan EFAS dengan dimasukkan ke internal dan eksternal Strategi Pengembangan dan Pengelolaan Potensi Tuk Mudal Sebagai Destinasi Wisata Melalui Kegiatan Budidaya Lobster (Cherax lorents) di Desa Cempaka Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal Dengan demikian strategi pengembangan yang perlu dilakukan Peningkatan Teknologi Budidaya dapat dilakukan dengan memperkuat strategi jaringan pemasaran berdasarkan teknis pemeliharaan dan teknologi budidaya yang dapat direkomendasikan adalah pengembangan berdasarkan komoditas budidaya dan aplikasi teknologi budidaya secara intensif . . Keywords: Strategi,pengembangan , budidaya, destinasi wisata, potensi ABSTRACT Cempaka Village is located in Bumijawa District, Tegal Regency. In geographically, Cempaka Village is at the foot of Mount Selamet with an area of ​​8000 ha and is located at an altitude of 500 - 650 meters above sea level. A population of 7904 people divided into 3,685 men and 4,219 women is very strategic and has a lot of natural potential that should be able to increase the productivity of its citizens. The natural potential in Cempaka Village has been utilized by the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) so that in 2017 the village The village was made one of the Tourism Villages of Tegal Regency with the destinations of Slumpring Market, Tuk Mudal, and Bukit Bulak Cempaka. However, even though the village has become a Tourism Village, there are still many Pokdarwis members who have not committed to the program because the results have not met daily needs. This is supported by the Village Government in conserving springs on agricultural land. As is known, there are 7 springs in one area that irrigate 160 hectares of rice fields. He was worried that the spring would die, and in the end, together with local youths, he carried out maintenance and construction of a dam so that mud from outside would not enter. As an effort to maximize the assistance, the method used in this research is qualitative with SWOT analysis and Process Hierarchy Analysis (AHP). Based on the results of the calculation of the value in the IFAS matrix, the total value of internal factors is 4.17 and EFAS is obtained the total value of external factors is 3.07. Mudal As a tourist destination through lobster cultivation activities (Cherax lorents) in Cempaka Village, Bumijawa District, Tegal Regency. Thus, the development strategy that needs to be carried out. Improvement of cultivation technology can be done by strengthening the marketing network strategy based on technical maintenance and cultivation technology which can be recommended is development based on cultivated commodities and intensive application of cultivation technology. Keywords: Strategy, development , cultivation, tourism destination, potential
DAYA DUKUNG KERAMBA JARING APUNG IKAN KERAPU DI PERAIRAN TELUK SABANG ACEH Anhar, T. Faizul
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 5 No 2 (2023): Juli : Jurnal Ilmu - Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v5i2.571

Abstract

Pulau Weh merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Akan tetapi dengan belum tersedianya kajian mengenai daya dukung pada suatu kawasan perairan menjadi kendala utama dalam peningkatan keberhasilan dan pengembangan budidaya keramba jaring apung (KJA). Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi daya dukung perairan Teluk Sabang untuk jumlah KJA ikan kerapu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode loading total-P sebanyak 30 stasiun. Berdasarkan hasil perhitungan estimasi limbah, diketahui bahwa total loading-P yang berasal dari budidaya dalam KJA dan dari aktivitas non budidaya pada perairan Teluk Sabang sebesar 977,9 kg P dan total beban P yang diperbolehkan sebesar 25 814,0054 kg. Dengan demikian, diketahui jumlah total produksi ikan yang diterima di perairan sebanyak 26,34 ton ikan. Berdasarkan hasil tersebut, ditemukan bahwa jumlah KJA yang diperbolehkan di perairan Teluk Sabang berjumlah 175 keramba. Apabila dibandingkan dengan jumlah petakan keramba yang eksisting berjumlah 40 keramba sehingga belum melampaui batas maksimum jumlah keramba yang diperbolehkan dan tambahan yang diperbolehkan di perairan Teluk Sabang berjumlah 145 keramba.
VARIASI PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN SERUKAN (Osteochilus kappeni) PADA SYSTEM RESIRKULASI Abdan, Mu'amar; Samsuli, Said; Diansyah, Sufal; Harun, Harun
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 5 No 2 (2023): Juli : Jurnal Ilmu - Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v5i2.656

Abstract

This study aims to analyze the effect of a recirculation system on seurukan fish (Osteochilus kappeni). The research was conducted at UPR Mina Mandiri, Beutong District, Nagan Raya Regency, from January to April 2022. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatment levels and 4 replications, namely: P1 (6 fish/m3), P2 (12 fish/m3), and P3 (18 fish/m3). The analysis of variance (ANOVA) results showed significant effects in all treatments (P>0.05), with the best results obtained in treatment P1. Duncan's multiple range test revealed significant differences among the treatments. The survival rate of the fish in this study ranged from 91.6% to 100%, the weight growth ranged from 1.9 to 4.4 grams, the length of the fish ranged from 5.7 to 7.2 cm, the feed conversion ratio ranged from 19.8 to 32.1, and the coefficient of variation ranged from 18.0 to 27.5. Keywords: recirculation system, seurukan fish, survival rate, growth
KEANEKARAGAMAN JENIS MOLUSKA DI HULU SUNGAI PEUSANGAN, ACEH TENGAH Amanda, M. Zikra; Damora, Adrian; Hasri, Iwan; Hidayat, Taufiq; Farazillah, Mirza
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 5 No 2 (2023): Juli : Jurnal Ilmu - Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v5i2.684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas moluska, termasuk keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di Hulu Sungai Peusangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2023. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan UPTD Balai Benih Ikan Lukup Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Lokasi pengambilan sampel dibagi menjadi 6 (enam) stasiun, dan setiap stasiun terdiri dari 3 (tiga) kali ulangan pada 6 (enam) titik, yaitu Boom, Kampung Asia, Jembatan Tan Saril, Lukup Badak, Sanehen, dan Rutih. Moluska yang ditemukan di Hulu Sungai Peusangan terdiri dari 2 kelas, yaitu Bivalvia dan Gastropoda terdiri dari 6 famili, antara lain Ampullariidae, Cyrenidae, Pleuroceridae, Punctidae, Thiaridae, dan Viviparidae, serta 9 spesies, seperti Red rimmed melania, Tarebia granifera, Filopaludina, Pila occidentalis, Pila scutata, Corbicula fluminea, Corbicula leana, Pleurocera, dan Paralaoma servilis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi terbesar terdapat pada stasiun 1 dengan nilai 0,46, sementara dominasi terkecil terdapat pada stasiun 3 dan 5 dengan nilai 0,22. Indeks keseragaman tertinggi terdapat pada stasiun 4 dengan nilai 1,46, sedangkan terendah terdapat pada stasiun 1 dengan nilai 0,73. Pada indeks keanekaragaman, nilai tertinggi terdapat pada stasiun 5 dengan nilai 2,57, sementara nilai terendah terdapat pada stasiun 4 dengan nilai 1,46.