cover
Contact Name
Mahmuda Saputra
Contact Email
lpkdgeneration2022@gmail.com
Phone
+6281229472841
Journal Mail Official
mahmuda@ugp.ac.id
Editorial Address
Jln. Simpang Kelaping-Lukup Badak-Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kab. Aceh Tengah, Provinsi Aceh, 24560
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
Mahseer : Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan
ISSN : 28098374     EISSN : 28098234     DOI : https://doi.org/10.55542/mahseer.v4i1
Core Subject : Education,
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan adalah jurnal terbitan berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gajah Putih Program Studi Budidaya Perairan. Isi jurnal mencakup bidang keilmuan Budidaya Perairan, Manajamen Sumberdaya Perairan, Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, Sosial Ekonomi Perikanan, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Budidaya Perikanan, dan Ilmu Kelautan. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan (MAHSEER) terbit dua kali dalam setahun pada bulan Januari dan juli.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
KARAKTER MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN KUNIRAN (Upeneus vittatus) DARI PLAWANGAN TIMUR SEGARA ANAKAN, CILACAP Listyani, Mei; Putri, Adinda Kurnia
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v7i1.1113

Abstract

The kuniran fish (Upeneus vittatus ) is a demersal fish. This species is able to grow up to 25 cm and inhabits sandy beaches with a depth of up to 100 meters. This study aims to describe the meristic and morphometric characters of Upeneus vittatus fish found in East Plawangan Segara Anakan, Cilacap. Sampling was conducted on June 24, July 23, and August 19, 2023 using a rampus net with a length of 36.576 m and a width of 6.4008 m. The results showed that Upeneus vitatus was found in the East Plawangan of Segara Anakan, Cilacap. The results showed that Upeneus vittatus had a total length range between 10.559 cm - 17.221 cm and an average of 5.686 cm ± 1.758 cm, while the meristic characters found have 7-8 SD 1, 6-13 SDL2 and 1-2 SDK 2, 3-15 SP, SVL 7-19, SVK 9-16, SAL 6-7, SAK 2, SC 21-27 , 36-38 SLL, 2-3 SALL, 6-7 SBLL, 11-12 SBAC. There were no significant differences in meristic and morphometric characters among the thirteen Upeneus vittatus fish found in East Plawangan, Segara Anakan.
PENGARUH PADAT TEBAR TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DALAM SISTEM AKUAKULTUR EKSTENSIF, SEMI INTENSIF DAN INTENSIF Yustiati, Ayi; Arhab, Rizka Wachida
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v7i2.1247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh padat tebar terhadap pertumbuhan ikan nila dalam berbagai sistem akuakultur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan kesehatan ikan nila. Padat tebar yang terlalu tinggi dapat menyebabkan persaingan sumber daya, stres, dan penurunan kualitas air, yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan ikan. Sebaliknya, padat tebar yang terlalu rendah dapat mengakibatkan pemanfaatan ruang yang tidak optimal. Padat tebar optimal bervariasi tergantung pada sistem budidaya yang digunakan. Pada sistem ekstensif, padat tebar disesuaikan dengan ketersediaan pakan alami, sedangkan pada sistem semi intensif dan intensif, padat tebar yang lebih tinggi dapat diterapkan dengan pengelolaan kualitas air dan pakan yang lebih baik. Kata Kunci: Budidaya, Ikan Nila, Ekstensif, Semi Intensif, Intensif
PENANGANAN HASIL TANGKAPAN IKAN DI ATAS KAPAL PURSE SEINE MINI DI PERAIRAN LAUT JAWA Irawan, Andi; Alamsyah, Heru Kurniawan; Rahmansyah, Fachrurizal Devlyn; Angin, Robet Perangin
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v7i2.1250

Abstract

Ikan yang ditangkap di atas kapal harus diproses dengan cermat untuk memastikan kualitasnya sesuai dengan standar yang diinginkan. Penanganan yang tepat terhadap hasil tangkapan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesegaran dan kualitas ikan. Sebaliknya, penanganan yang kurang memadai dapat menyebabkan rendahnya kualitas hasil tangkapan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kesesuaian teknik dan metode penanganan dan penyimpanan dengan metode bulking, komposisi hasil tangkapan, dan tingkat kepatuhan nelayan dalam penanganan hasil tangkapan ikan diatas kapal berdasarkan Permen KP No.7 Pasal 6 tahun 2019, di Perairan Laut Jawa bagian tengah. Metode pengumpulan data dengan observasi langsung di KM. Sinar Mandiri menggunakan kapal purse seine analisis data menggunakan metode deskriptif. Komposisi hasil tangkapan pada KM. Sinar Mandiri sebagian besar ikan Layang dengan persentase 49%, dan hasil tangkapan lainnya seperti tongkol komo 41%, dorang6%, cumi 4%. Hasil Observasi tingkat kepatuhan nelayan dalam penanganan ikan di atas KM Sinar Mandiri terhadap Permen KP No.7/Pasal 6/2019 belum sesuai prosedur pada kriteria tidak memiliki tempat khusus penyimpanan bahan kimia, bahan pembersih, dan bahan pengemas dan es yang tidak memenuhi standar bersih, dan tidak memiliki progrm pengenalian hama dengan persentase kepatuhan hanya 57%.
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI MUARA SUNGAI SIGEMPOL, RANDUSANGA, KABUPATEN BREBES Permatasari, Mahardhika Nur; Irawan, Hery; Hutabarat, Philipus Uli Basa
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v7i2.1278

Abstract

Muara Sungai Sigempol di Randusanga, Kabupaten Brebes, merupakan kawasan estuarin yang mendukung keanekaragaman hayati akuatik, termasuk komunitas plankton sebagai komponen dasar rantai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominasi plankton serta kaitannya dengan kualitas perairan. Pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi sepanjang muara dan dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi. Hasil menunjukkan bahwa struktur komunitas plankton bervariasi secara spasial, dengan Lokasi 3 memiliki keanekaragaman dan keseragaman tertinggi, serta dominansi terendah. Lokasi ini menunjukkan kondisi perairan yang lebih stabil dengan keberadaan plankton khas estuari seperti Ceratium dan Rhizosolenia. Sebaliknya, Lokasi 1 didominasi Apanothece, genus yang sering dikaitkan dengan perairan eutrofik. Parameter kualitas air seperti kecerahan, amonia, dan DO berperan penting dalam memengaruhi struktur komunitas plankton. Penelitian ini menegaskan bahwa plankton merupakan bioindikator efektif dalam menilai kondisi ekosistem estuarin dan menyediakan data penting untuk pengelolaan lingkungan perairan.
ANALISIS DOSIS YANG BERBEDA UNTUK PEMBIUSAN CALON INDUK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN MINYAK CENGKEH (Euginia aromatica) PADA TRANSPORTASI TERTUTUP Humeira, Humeira; Kurnia, Kurnia; Maulizar, Maulizar; Inayatsyah, Inayatsyah
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v7i2.1279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dosis terbaik dari minyak cengkeh (Euginia aromatic) untuk calon induk ikan nila (Oreochromis niloticusi) dalam perlakuan transportasi tertutup dan menganalisis kelangsungan hidup calon induk (Oreochromis niloticus). Lokasi penelitian ini dari Aceh Besar sampai Aceh Jaya dengan jarak 139 km/jam. Satu wadah/pakingan memiliki tujuh ekor/kg Calon induk ikan nila (Oreochromis niloticus) dan air sebanyak 10 liter. Setiap perlakuan memiliki dosis yang berbeda yaitu A=0,5 mili, B=1 mili, C=1,5 mili dan D=2 mili. Hasil pengamatan di setiap jam memiliki kondisi pengerakan yang berbeda dimana pukul 16.00 mulai dipingsangkan dan pukul 19.00 sudah sadar sepenuhnya. Warna insang diwadah A memiliki warna merah dan memiliki struktur dan sekresi mucus sangat baik. Wadah B memeiliki warna insang merah agak gelap, tidak memiliki tekstur dan memiliki sekresi mucus yang baik. Wadah C memiliki warna insang merah gelap, tidak terstruktur dan kurang baik sekresi mukus. Sedang wadah D memiliki warna insang merah gelap, tidak memiliki terstruktur dan sangat kurang baik pada sekresi mukusnya. Dosis yang terbaik di wadah A yaitu 0,5 mili/10 liter. Kata Kunci: Calon Induk Ikan Nila, Minyak Cengkeh dan Bius
PEMANFAATAN HUTAN MANGROVE SEBAGAI SILVOFISHERY DALAM PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT PESISIR DI DESA NELAYAN KECAMATAN MEDAN BELAWAN Daulay, Aulia Putra; Sari, Ratna; Ifanda, Dayun; Girsang, Sahat Raja Marigo; Arinda, Dela
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v7i2.1287

Abstract

Silvofishery merupakan perpaduan antara hutan mangrove dan perikanan dengan memperhatikan kelestarian hutan mangrove yang pengelolaannya akan berdampak positif bagi lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat. Pengelolaan yang berlebihan akan menyebabkan fungsi hutan tidak berjalan dengan baik, terutama sebagai jasa ekosistem. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model silvofishery yang tepat sebagai optimalisasi rehabilitasi mangrove agar pengelolaannya berkelanjutan. Kampung Nelayan dipilih karena masyarakat dominan sebagai nelayan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan juga hutan mangrove baru saja direhabilitasi sehingga perlu dikelola lebih baik dalam memperoleh hasil laut yang optimal. Penelitian dimulai dengan konsep dan model silvofishery melalui nelayan, masyarakat, dan pengelola lokal. Selanjutnya, pengamatan langsung dilakukan dalam mengumpulkan data tentang kesesuaian silvofishery, kepadatan vegetasi, keanekaragaman biota dan plankton, wawancara dengan nelayan lokal, masyarakat, pengelola dan studi literatur dari studi serupa. Terakhir, penentuan model silvofishery sebagai optimalisasi rehabilitasi mangrove dalam meningkatkan produktivitas hasil laut di Kampung Nelayan menggunakan analisis kesesuaian silvofishery, kepadatan vegetasi, keanekaragaman spesies biota dan plankton, nilai ekonomi mangrove, dan nilai kelayakan usaha.
PENGARUH PARAMETER FISIKA KIMIA TERHADAP KONSENTRASI KLOROFIL-a DI PERAIRAN PESISIR KABUPATEN KONAWE, PROVINSI SULAWESI TENGGARA Saputri, Andira; Salwiyah, Salwiyah; Halili, Halili
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v7i2.1386

Abstract

Produktivitas ekosistem perairan sangat bergantung pada kelimpahan fitoplankton, yang dapat diukur melalui konsentrasi klorofil-a sebagai indikator utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parameter fisika-kimia terhadap kadar klorofil-a di perairan Desa Tapulaga, Sulawesi Tenggara. Parameter yang diamati meliputi suhu, salinitas, pH, kecerahan, dan kandungan nitrat serta fosfat. Pengambilan sampel dilakukan di beberapa titik lokasi selama bulan Maret 2025. Analisis laboratorium dilakukan untuk mengukur kadar klorofil-a serta parameter kimia terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara konsentrasi nutrien (nitrat dan fosfat) dengan kadar klorofil-a, yang menunjukkan potensi eutrofikasi di wilayah tersebut. Sebaliknya, suhu dan kecerahan memiliki pengaruh negatif terhadap konsentrasi klorofil-a. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan parameter lingkungan berperan penting dalam dinamika produktivitas primer perairan. Informasi ini penting sebagai dasar pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan di Desa Tapulaga.
KONTRUKSI DAN KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP CANGKUL PADANG DI DANAU LAUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH Hasri, Iwan; Abdan, Mu'amar; Fahma, Fahrial; Fahmi, Rizkan; Dahri, Anwar Hidayat
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v7i2.1505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi dan menganalisis komposisi hasil tangkapan alat tangkap cangkul padang di Danau Laut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik, dengan pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2024. Pengamatan dilakukan di tiga stasiun berbeda, yaitu Bintang, Lut Tawar, dan Kebayakan. Setiap stasiun diamati pengoperasian alat cangkul padang, mencakup aspek konstruksi serta jenis dan jumlah hasil tangkapan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkul padang merupakan alat tangkap pasif yang dioperasikan dengan bantuan cahaya sebagai alat pemikat ikan pada malam hari. Komposisi hasil tangkapan didominasi oleh ikan depik (Rasbora tawarensis), relo (Rasbora sumatrana), dan nila (Oreochromis niloticus). Lokasi penangkapan memengaruhi komposisi tangkapan, di mana ikan depik lebih banyak ditemukan di Stasiun Bintang dibandingkan dengan Lut Tawar dan Kebayakan.