cover
Contact Name
Leti Karmila
Contact Email
letikarmila@uss.ac.id
Phone
+6282380348229
Journal Mail Official
Ilmukomunikasi@uss.ac.id
Editorial Address
Jalan Letnan Murod No 55, Talang Ratu, Palembang 30128
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha (JIKOBA)
ISSN : -     EISSN : 2775278X     DOI : -
Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha fokus mengkaji pada studi komunikasi dan media. Walapun JIKOBA membahas tentang komunikasi tapi tidak menutup kemungkinan juga terbuka terhadap disiplin ilmu lain yang pendekatannya bersinggungan dengan ilmu komunikasi : Jurnal ini sebagai kajian media kajian ilmiah untuk mengkomunikasikan visi, refleksi, pemikiran konseptual, hasil-hasil penelitian, pengalaman-pengalaman yang menarik di lapangan, dan kajian-kajian kritis tentang isu-isu komunikasi. Jenis tulisan berupa artikel ilmiah (hasil penelitian lapangan, studi pustaka dan artikel konseptual).
Articles 57 Documents
Analisis Sikap Peduli Lingkungan Siswa Melalui Program SEHATI: Studi Kasus SMPN 2 Sepatan Timur Venna Carissa; Lina Wati; Riza Gusti Rahayu
Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha Vol. 5 No. 2 (2025): JIKOBA (JURNAL ILMU KOMUNIKASI BALAYUDHA)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu lingkungan kini menjadi masalah yang bersama, dan setiap makhluk hidup pasti menginginkan lingkungan yang asri. Untuk mencapai hal tersebut, tentunya sudah menjadi tanggung jawab bersama. Kini Dinas Lingkungan Hidup merancang beberapa program peduli lingkungan di berbagai bidang, salah satunya yaitu di dalam ranah pendidikan. Dengan memperkenalkan program menjaga lingkungan, pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan mandat kepada setiap sekolah untuk menjalankan program peduli lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sikap peduli lingkungan siswa melalui program yang telah mereka laksanakan. Program ini disebut dengan Program SEHATI (Sekolah Keanekaragaman Hayati). Dalam hal ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Program SEHATI secara nyata telah berhasil mengubah sikap siswa. Dari yang awalnya cenderung acuh tak acuh, kini mereka menjadi lebih positif, proaktif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Perubahan ini di picu dengan dorongan dari ekternal, dengan perubahan perilaku yang begitu jelas terlihat melalui indikator kepedulian lingkungan, maka dapat peneliti simpulkan bahwa siswa telah mencapai transformasi perilaku yang signifikan. Hal tersebut bukan lagi sekadar memprediksi niat, melainkan pembuktian nyata melalui tindakan konkret mereka dalam mengaplikasikan indikator peduli lingkungan. KataKunci: Sikap Peduli Lingkungan, Program SEHATI, Sekolah Keanekaragaman Hayati, Pendidikan Lingkungan
Kebenaran Informasi Di Media Sosial: Tinjauan Kritis Ilmu Komunikasi Chrisjon Situmorang; Nina Yuliana
Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha Vol. 6 No. 1 (2026): JIKOBA (JURNAL ILMU KOMUNIKASI BALAYUDHA)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The way people create, distribute, and access information has changed completely as a result of the development of social media technology. There are significant obstacles related to the credibility and accuracy of information provided by these platforms, even though they are quick and easy to use. The spread of deliberately falsified information, fake news, and unverified content has become a significant problem that affects public trust, decision-making processes, and collective understanding. From a communication science perspective, this study attempts to comprehensively examine the concept of truth in social media. A qualitative approach was applied in this research. This is done through a peer-reviewed literature review of academic books and journal articles published in the last five years. The main findings show that the development of information truth on social media is greatly influenced by the impact of algorithms, the decline of the role of conventional filtering, and active user participation. As a result, maintaining the truth and accuracy of information in the digital age requires increased critical awareness and communication literacy.
Perubahan Ekspresi Diri dalam Komunikasi Interpersonal pada Individu yang Sedang Jatuh Cinta nadine Sirait; Nina Yuliana
Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha Vol. 6 No. 1 (2026): JIKOBA (JURNAL ILMU KOMUNIKASI BALAYUDHA)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa individu yang sedang mengalami jatuh cinta cenderung menunjukkan perubahan dalam pola komunikasi interpersonal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana bentuk-bentuk ekspresi diri muncul dalam interaksi interpersonal pada individu yang berada dalam fase jatuh cinta. Teori landasan yang digunakan meliputi teori ekspresi diri, komunikasi interpersonal, pengungkapan diri, serta bahasa nonverbal yang mencakup gestur, ekspresi wajah, dan intonasi suara. Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa kondisi jatuh cinta dapat meningkatkan tingkat keterbukaan diri serta intensitas penggunaan ekspresi nonverbal dalam proses komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap sejumlah informan yang sedang mengalami fase jatuh cinta. Pemilihan subjek penelitian memastikan dilakukan secara purposive untuk keseimbangan dan relevansi pengalaman informan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi tematik dengan menitikberatkan pada perubahan ekspresi verbal dan nonverbal yang ditunjukkan oleh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang sedang jatuh cinta cenderung menampilkan ekspresi diri yang lebih terbuka melalui peningkatan pengungkapan diri, seperti berbagi pengalaman pribadi serta perasaan yang bersifat intim. Selain itu, ekspresi nonverbal juga menunjukkan peningkatan intensitas, yang ditandai dengan penggunaan gestur yang lebih ekspresif, ekspresi wajah yang lebih ceria, intonasi suara yang lembut atau penuh antusiasme, serta peningkatan intensitas kontak mata. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang menegaskan adanya hubungan antara kondisi emosional dan pola komunikasi interpersonal, sekaligus memperkuat relevansi teori ekspresi diri dalam konteks hubungan romantis. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pengalaman jatuh cinta memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pola komunikasi interpersonal, khususnya melalui peningkatan keterbukaan diri serta intensitas ekspresi verbal dan nonverbal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai dinamika komunikasi dalam hubungan romantis.
Peran Ayah sebagai Pelindung dan Panutan dalam Mencegah Perilaku Kenakalan Remaja Laki-Laki? Syachdan Rengga; Nina Yuliana
Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha Vol. 6 No. 1 (2026): JIKOBA (JURNAL ILMU KOMUNIKASI BALAYUDHA)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fathers play a crucial role as protectors and role models in preventing delinquency among boys aged 15 to 18, including behaviours such as fighting and conflict, truancy and smoking.This study shows that physical protection, social supervision, and good communication from the father can reduce the risk of such deviant behaviors. Therefore, a father who serves as a role model in moral, religious, and academic aspects helps shape a more positive character in adolescents. This discussion emphasizes the need for fathers to actively support the development of male adolescents.
PEMAHAMAN GENERASI Z TERHADAP NILAI DAN PESAN SOSIAL DALAM LAGU KAMI BELUM TENTU OLEH FEAST sari fatul munawaroh merianto; Feiza Deka Salsabila; M Rizki Pratama
Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha Vol. 6 No. 1 (2026): JIKOBA (JURNAL ILMU KOMUNIKASI BALAYUDHA)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik merupakan media komunikasi simbolik yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan sosial dan kritik terhadap realitas masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi untuk memahami cara Generasi Z memaknai pesan sosial dalam lagu Kami Belum Tentu karya Feast. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan Generasi Z di Kota Palembang serta didukung observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk mengkaji makna pada tingkat denotasi, konotasi, mitos, dan ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memaknai lagu tersebut sebagai representasi kegelisahan kolektif mengenai ketidakpastian masa depan serta kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap kurang responsif terhadap aspirasi kaum muda. Secara denotatif, lirik dipahami sebagai potret eksplisit keresahan sosial, sedangkan secara konotatif lagu ini melambangkan perlawanan dan mendorong mahasiswa untuk tetap kritis terhadap ketidakadilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa musik indie berperan dalam membentuk kesadaran sosial dan politik Generasi Z di era digital. Kata kunci: pesan social, musik indie, Generasi Z, semiotika Roland Barthes, komunikasi budaya
An Analysis of the Role of Verbal and Nonverbal Communication in Preventing Misunderstandings in Social Interactions in the Digital Era Naila nurrahmi; MAZATUL AKMA; Annisa Lestari Pohan; Riza Aprianti; Darmawati
Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha Vol. 6 No. 1 (2026): JIKOBA (JURNAL ILMU KOMUNIKASI BALAYUDHA)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This investigation seeks to explore the significance of both verbal and nonverbal communication in minimizing misinterpretations in interpersonal exchanges within the digital age. The impetus for this research stems from the considerable likelihood of misunderstandings in text-based communication, stemming from the lack of immediate emotional cues. This study employs a qualitative methodology through interviews conducted with 10 participants aged between 18 and 20 years. The data collected were examined by means of data reduction, presentation of findings, and formulating conclusions. reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that straightforward, uncomplicated, and direct verbal interactions are essential in reducing confusion. Furthermore, nonverbal aspects like emojis and audio messages assist in expressing feelings and elucidating the purpose of messages. Misinterpretations frequently arise from variances in understanding that stem from the lack of tone and facial cues. As a result, people generally opt for more transparent communication methods, such as phone conversations, to clear up misunderstandings. In summary, spoken and unspoken forms of communication work together to enhance effective online interactions. The skill to handle both elements and grasp the context of communication is crucial for minimizing misinterpretations.
Efektivitas Rehabilitasi Bagi Pengguna Narkotika Sebagai Hak Tersangka Rekas Bagarlo Rivan; Eko Raharjo; Fristia Berdian Tamza; Mamanda Syahputra Ginting; Firganefi
Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha Vol. 6 No. 1 (2026): JIKOBA (JURNAL ILMU KOMUNIKASI BALAYUDHA)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of rehabilitation for narcotics users as a legal right for suspects, focusing on how regulations, implementation, and social factors influence the success of rehabilitation programs. This research uses a qualitative descriptive approach based entirely on secondary data. Sources include laws and regulations such as Law No. 35 of 2009 on Narcotics, government regulations, joint regulations on integrated assessment, court decisions, reports from the National Narcotics Agency (BNN), Ministry of Health publications, and relevant academic literature. Data were analyzed through content analysis and descriptive methods to evaluate policy implementation, program effectiveness, and challenges in rehabilitation practices. The study found that while regulations recognize rehabilitation as a right for narcotics users, implementation is not fully effective. Challenges include limited rehabilitation facilities, lack of professional staff, inconsistent application of integrated assessments, weak coordination between law enforcement and health institutions, and social stigma. These factors result in many users receiving imprisonment instead of rehabilitation, reducing overall program effectiveness. Rehabilitation is normatively guaranteed but not fully realized in practice. Effective rehabilitation requires improvements in facility availability, integrated assessment implementation, post-rehabilitation support, public education to reduce stigma, and stronger coordination between law enforcement and health institutions. This study relies solely on secondary data, limiting direct observation of rehabilitation practices and first-hand insights from stakeholders or users. The study provides insights for policymakers, law enforcement, healthcare providers, and researchers on the implementation gaps and strategies to enhance rehabilitation effectiveness. It contributes to the fields of criminal law, public health, and social rehabilitation programs.Keywords: narcotics rehabilitation, suspect rights, program effectiveness, law implementation, public health