cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
rintosusilo88@gmail.com
Phone
+6282317004608
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stfmuhammadiyahcirebon.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25412027     EISSN : 25482114     DOI : 10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry
Articles 310 Documents
SKRINING KESEHATAN JIWA, RELIGIUSITAS, DAN KUALITAS HIDUP MAHASISWA FARMASI DAN KEDOKTERAN PADA PANDEMI COVID-19: SCREENING OF MENTAL HEALTH, RELIGIUSITY, AND QUALITY OF LIFE OF PHARMACEUTICAL AND MEDICAL STUDENTS IN THE COVID-19 PANDEMIC Widea Rossi Desvita; Wiwara Awisarita; Muhammad Fikri; Akrom; Laela Hayu Nurani; Isabella Meliawati Sikumbang
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.342

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa Farmasi dan Kedokteran perlu diskrining terhadap keberadaan COVID-19. Faktor internal yang perlu diperhatikan adalah aspek religiusitas dan kualitas hidup. Instrumen yang dikembangkan untuk pemeriksaan kesehatan mental adalah SRQ29 serta religiusitas dan kualitas hidup dengan EQ5D. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesehatan mental dan kualitas hidup mahasiswa Farmasi dan Kedokteran pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional diskriptif dengan metode survey terhadap 44 responden yang meliputi 36 mahasiswa Fakultas Farmasi dan 8 mahasiswa Fakultas Kedokteran. Metode yang digunakan untuk skrining kesehatan jiwa adalah instrumen kuesioner yaitu SRQ-29 untuk skrining kesehatan jiwa dan religiusitas yang berisi 29 pertanyaan terkait kesehatan jiwa responden, dan skrining kualitas hidup dengan instrumen EQ5D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari skrining SRQ29 mahasiswa farmasi dan FK  perguruan tinggi di Yogyakarta mengalami gejala PTSD (75%), cemas dan depresi (61,36%), gangguan psikotik (50%), penggunaan zat psikoaktif/ narkoba (2,27%). Berdasarkan hasil skrining religiusitas menunjukkan nilai yang tinggi terhadap keyakinan dan iman kepada Allah SWT (96,8%). Hasil EQ5D menunjukkan bahwa pandemi tidak berdampak besar pada aspek fisik, namun berdampak pada mental/ psikologis. Kesimpulan penelitian terkait kesehatan jiwa pada hasil skrining dengan instrumen SRQ29 menunjukkan bahwa mahasiswa farmasi dan FK  perguruan tinggi di Yogyakarta mengalami masalah psikososial.  Hal ini saat dikaitkan dengan religiusitas dan kualitas hidup menunjukkan adanya pengaruh faktor internal tersebut pada kesehatan jiwa.
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI KULIT JERUK MANIS (Citrus x aurantium L.) SEBAGAI TABIR SURYA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS: GEL FORMULATION OF ETHANOL EXTRACT AND FRACTIONS SWEET ORANGE PEEL (Citrus x aurantium L.) AS A SUNSCREEN USING UV-VIS SPECTROPHOTOMETRIC METHODS Siti Hindun; Nopi Rantika; Hanina Liddini Hanifa; Dindin Fahrudin; Dani Sujana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.265

Abstract

Sinar matahari mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, namun paparan sinar matahari yang berlebihan menyebabkan jaringan epidermis kulit tidak cukup mampu melawan efek negatif tersebut, sehingga dapat menyebabkan eritema, sunburn (kulit terbakar) dan dapat menimbulkan perubahan degenerasi pada kulit (penuaan dini) serta kanker kulit. Salah satu cara untuk dapat melindungi kulit dari sinar matahari yaitu dengan menggunakan tabir surya. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai tabir surya adalah jeruk manis (Citrus x aurantium L.). Pada penelitian sebelumnya menunjukan bahwa kulit jeruk manis memiliki kandungan metabolit sekunder senyawa fenolik yaitu flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif sebagai tabir surya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melakukan formulasi sediaan gel tabir surya dan menentukan nilai SPF sediaan gel tabir surya dari ekstrak etanol dan berbagai fraksi kulit jeruk manis (Citrus x aurantium L.) secara in vitro yaitu dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS.  Formulasi gel tabir surya dibuat dalam 4 formula yaitu Formulasi 1 dengan ekstrak etanol kulit jeruk manis, Formula 2 dengan fraksi air kulit jeruk manis, Formula 3 dengan fraksi etil asetat kulit jeruk manis dan Formula 4 dengan fraksi n-heksan kulit jeruk manis. Keempat formula di evaluasi secara fisika dan dihitung nilai SPF-nya . Dari hasil penelitian diperoleh bahwa keempat formula memenuhi persyaratan evaluasi secara fisika meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan uji iritasi. Berdasarkan hasil penentuan SPF sediaan gel tabir surya yang terbaik yakni Formula 2 fraksi air yaitu 25, diikuti Formula 3 fraksi etil asetat yaitu 24, Formula 1 ekstrak etanol yaitu 19 dan Formula 4 fraksi n-heksan yaitu 17.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN EFEK SAMPING OBAT TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS SUKARATU TASIKMALAYA: THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE AND SIDE EFFECTS OF MEDICINE ON TREATMENT COMPLIANCE IN TUBERCULOSIS PATIENTS IN PUSKESMAS SUKARATU TASIKMALAYA Nia Kurniasih; Nina Muthoharoh; Nurhidayati Harun; Siti Rahmah Kurnia Ramdan; Marlina Indriastuti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.301

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di dunia. Pada tahun 2019 sekitar 1,4 juta penduduk dunia meninggal karena Tuberkulosis. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan Tuberkulosis merupakan hambatan penting dalam pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis. Kepatuhan yang buruk dapat menyebabkan penyakit menular yang berkepanjangan, resistensi obat, kekambuhan ulang dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan efek samping obat terhadap kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis di Puskesmas Sukaratu, Tasikmalaya. Metode yang       digunakan adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan  responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 23 responden dari total 31 responden (74,2%) dan responden  yang mengalami efek samping obat sebanyak 24 responden dari total 31 responden (77,4 %). Sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang yaitu sebanyak 22 responden (71,0%). Pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis dengan nilai p-value sebesar 0,046 < 0,05 dan terdapat hubungan terjadinya efek samping obat dengan kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis dengan nilai p-value sebesar 0, 010 < 0,05.
KARAKTERISASI FARMAKOGNOSI DAUN FALOAK (Sterculia quadrifida R.Br): CHARACTERIZATION OF PHARMACOGNOSY OF FALOAC LEAVES (Sterculia quadrifida R.Br) Fahrauk Faramayuda; Julia Ratnawati; Akhirul Kahfi Syam
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.322

Abstract

Faloak secara empiris digunakan sebagai antimikroba, megobati penyakit tifus, mengatasi gangguan pada hati, laksatif, dan antimalaria. Faloak merupakan salah satu tumbuhan yang secara empiris digunakan sebagai obat tradisional di Nusa Tenggara Timur. Selanjutnya dari hasil penelitian ini dapat digunakan untuk studi dan pengembangan aktivitas biologi ekstrak daun faloak menjadi produk farmasi. Ekstraksi menggunakan cara maserasi dengan pelarut etanol dan menghasilkan rendemen 8,84% b/b. Parameter standarisasi ekstrak menunjukkan bobot jenis ekstrak 0,7543 ± 0,0060 g/mL, kadar sari larut air 54 ± 1,15% b/b, sari larut etanol 88,48 ± 1,05% b/b, kadar abu total 10,47 ± 0,16% b / b, abu larut air 8,01 ± 0,99% b / b, abu tidak larut asam 0,39 ± 0,03% b/b. Ekstrak etanol daun faloak mengandung flavonoid, kuinon, polifenol, steroid-triterpenoid, dan monoterpen-sesquiterpen. Ekstrak dianalisis kandungan kimianya menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silica F254 dan menggunakan fasa gerak n-heksana: etil asetat (1:1), hasilnya terdapat bercak dengan Rf 0,21 memberi warna biru pada UV 365 nm dan bercak hitam berlatar hijau pada UV 254 nm. Total kandungan flavonoid pada ekstrak etanol daun faloak 5,31 ± 0,29% b / b dan total kandungan polifenol 1,79 ± 0,03% b / b. Dari hasil karakterisasi ini bisa menjadi dasar pemgembangan tanaman faloak menjadi bahan baku obat tradisional terstandar dan acuan untuk melakukan uji aktivitas farmakologi.
STUDI IN SILICO SENYAWAhMETABOLIThSEKUNDER DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM MAINhPROTEASE (Mpro) PADA SARS-CoV-2: IN SILICO STUDY OF SECONDARY METABOLIC COMPOUNDS OF GREEN BETAL LEAVES (Piper betle L) AS MAIN PROTEASE ENZYME INHIBITORS (Mpro) IN SARS-CoV-2 Akhmad Parhan Naja; Andika; Mi’rajunnisa
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.337

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) adalah virus penyebab COVID-19. Salah satu target potensial untuk pengobatan SARS-CoV-2 ialah Main protease (Mpro). Daun sirih hijau (Piper betle L.) adalah tanaman yang terbukti secara ilmiah mempunyai efek sebagai antibakteri dan antivirus. Bagian dari tanaman sirih (Piper betle L.) seperti akar, biji, dan daun bermanfaat untuk pengobatan, tetapi yang paling umum digunakan adalah bagian daun. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui potensi dan interaksi senyawa metabolit sekunder daun sirih hijau sebagai antivirus penghambat Mpro pada SARS-CoV-2 dengan protein ID: 5R84 menggunakan uji penambatan molekul. Pengujian ini meliputi penambatan molekul, pengujian Lipinski dan prediksi ADMET. Metode yang digunakan berbasis oriented docking dengan kompleks protein ligand dibuat semi fleksible docking menggunakan software Autodock4. Hasil secara keseluruhan diperoleh dua puluh lima senyawa uji dari metabolit sekunder daun sirih hijau berpotensi sebagai penghambat Mpro dan senyawa uji yang mempunyai nilai energi binding (energi ikat bebas (?G)) terbaik yang berasal dari Piperine sebesar - 8,27..kcal/mol, disusul oleh Piperlonguminine sebesar..-8,07..kcal/mol serta Kaempferol - 7,95..kcal/mol. Piperine sendiri diprediksi memiliki absorbsi yang bagus, distribusi pada VDss tinggi, tetapi bukan subtrat dan inhibitor dari CYP 450, memiliki total klerens yang tinggi, berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit dan toksik pada uji protozoa T.pyriformis. Residu asam amino HIS 41, MET 49, PHE 140, HIS 163, MET 165, GLU 166, ASN 142, ARG 188, dan GLN 189 banyak berkontibusi terbentuk ikatan hydrogen.
REVIEW : POTENSI KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) DARI BERBAGAI AKTIVITAS FARMAKOLOGI & BENTUK SEDIAAN FARMASI: REVIEW : POTENTIAL ARABICA COFFEE (Coffea arabica L.) FROM VARIOUS PHARMACOLOGICAL ACTIVITIES & PHARMACEUTICAL PREPARATION FORMS Firman Muharam; Sriwidodo
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022): Forthcoming Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.349

Abstract

Kopi Arabika (Coffea arabica L.) adalah tanaman yang memiliki populasi cukup banyak di Indonesia dan merupakan salah satu komoditas di dunia. Kopi arabika memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi, antihiperglikemik, antiselulit, hiperurisemia, antimikroba, dan antioksidan. Hal ini mengindikasikan kopi arabika (Coffea arabica L.) memiliki bahan aktif atau metabolit sekunder seperti kafein dan asam klorogenat yang memberikan aktivitas tersebut. Penggunaan kopi arabika (Coffea arabica L.) pada kalangan masyarakat terbatas pada obat herbal dan juga minuman dengan pengolahan standar sehingga saat ini banyak dikembangkan ulasan mengenai formulasi dan inovasi dari kopi arabika (Coffea arabica L.) sehingga lebih memberikan aktivitas terapi. Pada review artikel ini akan diulas secara lengkap mengenai kopi arabika (Coffea arabica L.)  dalam hal  kandungan kimia, aktivitas, dan formulasi yang telah dikembangkan pada kopi arabika (Coffea arabica L.). Kopi arabika (Coffea arabica L.) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif berdasarkan tinjauan tentang efektivitas kopi arabika (Coffea arabica L.).
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KECAPI (Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr.) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) DENGAN INDUKSI KARAGENIN: ANTI-INFLAMMATORY ACTIVITY TEST OF ETHANOL EXTRACT 70% LEAVES OF CAPITALS (Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr.) IN MALE MICE (Mus musculus) WITH CARRAGEENAN-INDUCTION Dwitiyanti; Riska Dwi Astuti; Hayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.358

Abstract

Kulit batang kecapi diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi. Salah satu kandungan senyawa metabolit pada daun dan batang kecapi adalah flavonoid. Flavonoid pada daun kecapi diduga memiliki efek antiinflamasi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak daun kecapi melalui parameter penurunan volume eksudat, penurunan jumlah leukosit, persentase monosit, persentase neutrofil, dan persentase limfosit eksudat pada  udem hewan uji yang diinduksikan karagenin. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok I (kontrol normal), kelompok II (kontrol negatif diberi Na-CMC 1%), kelompok III (kontrol positif diberi Na-Diklofenak 10 mg/kgBB), kelompok IV (uji I diberi dosis 25 mg/kgBB), kelompok V (uji II diberi dosis 50 mg/kgBB), kelompok VI (uji III diberi dosis 100 mg/kgBB). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kantung udara (air pouch). Udema pada mencit diinduksikan dengan menyuntikan karagenin 1% secara subkutan. Pada hari keenam Suspensi ekstrak kental dan pembanding diberikan secara oral. Kemudian, setelah satu jam  induksi karagenin. Setelah 24 jam, dilakukan pengukuran sesuai parameter. Data yang telah didapat diuji secara statistik dengan one-way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Hasil yang didapatkan dari penelitian bahwa ekstrak etanol dengan dosis 50 mg/kgBB dan dosis 100 mg/kgBB mencit dapat menurunkan volume eksudat, jumlah leukosit eksudat, persentase neutrofil, persentase monosit dan persentase limfosit (p<0,05). Aktivitas antiinflamasi ekstrak juga setara dengan kontrol positif yaitu Na-Diklofenak dengan dosis 10 mg/kg BB mencit.
REVIEW : FORMULASI DAN KARAKTERISASI FITOSOM-EKSTRAK HIDROFILIK & HIDROFOBIK : METODE HIDRASI LAPIS TIPIS DAN PENGUAPAN PELARUT: REVIEW : FORMULATION AND CHARACTERIZATION PHYTOSOME-EXTRACT HYDROPHYLIC & HYDROPHOBIC : THIN LAYER HIDRATION & SOLVENT EVAPORATION METHODE Siti Fauziyah ZD Sutisna; Anis Yohana Chaerunisaa
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.360

Abstract

Penggunaan obat tradisional dalam memelihara kesehatan telah dilakukan sejak zaman dahulu hingga saat ini. Banyak ekstrak tumbuhan telah diketahui komposisi kimia dan efek terapeutiknya. Namun keterbatasan dari phytokonstituen seperti kelarutan dan masalah penyerapan yang rendah, dan ukuran molekul yang besar membatasi penyerapannya melintasi membran lipid biologis. Sehingga berdampak pada biovailabilitas yang rendah. Fitosom merupakan teknologi yang diperkenalkan untuk mengatasi rendahnya penyerapan bahan aktif alam, sehingga terjadi peningkatan bioavailabilitas karena peningkatan kemampuannya untuk melintasi membran seluler dan masuk ke dalam sirkulasi darah. Tinjauan ini bertujuan untuk memaparkan fitosom dalam system penghantaran obat terutama fitokonstituen beserta metode formulasi fitosom-fitokonstituen dan karakterisasinya. Metode penguapan pelarut meliputi jumlah ekstrak dan fosfolipid dengan rasio perbandingan 1:1, 1:2, 1:3 dilarutkan dalam pelarut organik lalu dilakukan reflux untuk menguapkan pelarut, residu yang dihasilkan ditambahkan pelarut non polar, disaring dan dikeringkan lalu disimpan di suhu kamar. Metode Hidrasi Lapis tipis meliputi persiapan kompleks ekstrak-fitosom dengan jumlah rasio 1:5 ditambahkan pelarut polar, diaduk dengan stirrer lalu pelarut diuapkan dengan rotary evaporator, lapisan film yang terbentuk ditambahkan buffer lalu di-ultasonikasi dan didinginkan selama maksimal 24 jam.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI NATRIUM TRIPOLIFOSFAT PADA NANOEMULSI METODE GELASI IONIK EKSTRAK ETANOL Sargassum sp.: EFFECT OF VARIATION OF SODIUM TRIPOLYPHOSPHATE CONCENTRATION ON NANOEMULSION IONIC GELATION METHOD OF ETHANOL EXTRACT Sargassum sp. Agung Giri Samudra; Nurfijrin Ramadhani; Reza Pertiwi; Apriza Hongko Putra; Bambang Hernawan Nugroho; Fathnur Sani K
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.361

Abstract

Penggunaan nanoemulsi sediaan farmasi diharapkan dapat meningkatkan penetrasi dan absorpsi bahan aktif tanpa perlu menambahkan eksipien penetrasi lain dan memiliki luas permukaan yang besar sehingga lebih efektif sebagai sistem pembawa. Natrium tripolifosfat dikenal sebagai zat pengikat silang yang paling baik untuk berinteraksi dengan polikation kitosan untuk membentuk nanoemulsi. Mengetahui karakteristik ekstrak etanol Sargassum sp. yang dikorporasikan ke dalam bentuk nanoemulsi dengan adanya variasi konsentrasi natrium tripolifosfat. Nanoemulsi metode gelasi ionik menggunakan magnetik stirer kecepatan 750 rpm dengan perbandingan ekstrak etanol Sargassum sp.: larutan kitosan: larutan natrium tripolifosfat: larutan tween formula 1 (0,25 gram; 0,1% 18 mL; 0,2% 9 mL; 0,5% 3mL); formula 2 (0,25 gram; 0,1% 18 mL; 0,4% 9 mL; 0,5% 3 mL) dan formula 3 (0,25 gram; 0,1% 18 mL; 0,8% 9 mL; 0,5% 3 mL). Karateristik nanoemulsi berupa ukuran partikel dan nilai zeta potensial. Koloid nanoemulsi yang terbentuk dikarakterisasi berupa ukuran partikel (nm); potensial zeta (mV) yaitu formula 1 (149,1±3,5 nm; 16.5±0,3 mV); formula 2 (107,1±0,5 nm; 12,7±0,1 mV); formula 3 (101,7±0,7 nm; 8,2±0,2 mV). Variasi konsentrasi larutan natrium tripolifosfat mempengaruhi ukuran partikel dan nilai potensial zeta. Semakin tinggi konsentrasi larutan natrium tripolifosfat maka memperkecil ukuran patikel dan potensial zeta. Ukuran partikel terkecil pada formula 3, sedangkan nilai potensial zeta terbaik yang paling mendekati 30 mV pada formula 1.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI EKSTRAK ETANOL DAUN MAREME (Glochidion arborescens Blume.): ISOLATION AND IDENTIFY OF ETHANOL EXTRACT OF MAREME LEAVES (Glochidion arborescens Blume.) Niati Ambarsari; Haryoto
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022): Forthcoming Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.407

Abstract

Mareme (Glochidion arborescens Blume.) merupakan tumbuhan liar yang banyak tumbuh di pekarangan. Daun Mareme dapat digunakan sebagai obat tradisional dan diduga mengandung senyawa aktif antioksidan golongan flavonoid dan fenol. FT-IR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) merupakan metode yang digunakan untuk identifikasi gugus fungsi pada suatu sampel dan salah satu metode yang sering digunakan untuk identifikasi senyawa metabolit sekunder tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam isolat daun Mareme. Serbuk daun Mareme diekstraksi menggunakan metode maserasi, ekstrak kental diuji skrining fitokimia dan difraksinasi menggunakan Kromatografi Cair Vakum serta diisolasi menggunakan kromatotron. Isolat daun Mareme diidentifikasi menggunakan FT-IR. Ekstrak kental daun Mareme diperoleh sebanyak 95,52 gram dan mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, saponin, steroid, terpenoid, tannin dan polifenolat. Fraksi non polar diperoleh sebanyak 3,75 gram, fraksi semi polar sebanyak 3,90 gram dan fraksi polar sebanyak 3,25 gram, serta diperoleh isolat sebanyak 850 mg. Isolat daun maeme memiliki gugus fungsi -OH, - CH alifatik, -C=O ester, dan -C-O, dari hasil analisis FT-IR isolat daun Mareme mengandung senyawa flavonoid.