cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
rintosusilo88@gmail.com
Phone
+6282317004608
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stfmuhammadiyahcirebon.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25412027     EISSN : 25482114     DOI : 10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry
Articles 310 Documents
FORMULATION, EVALUATION OF PHYSICAL PROPERTIES AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF ETHANOL EXTRACT AND ETHYL ACETATE FRACTION GEL OF Moringa oleifera LEAVES Annisa Fatmawati; Rizal Fauzi; Adhi Gunawan; Riza Kurniawati; Depita Sucianingsih; Sain Abrari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.433

Abstract

The leaves of Moringa (Moringa oleifera Lam) contain quercetin, a flavonoid that plays a role in the skin regeneration process with an antioxidant mechanism, can play a role in the healing process of skin wounds. The ethanol extract of Moringa leaves was fractionated using petroleum ether and ethyl acetate. The MLEE (Moringa leaf ethanolic extract) gel formula was made to vary the extract weights in the order of 2%, 4% and 6% (b/b), while EFML (Moringa leaf ethyl acetate fraction) gel preparations were made to vary the extract weights in the order of 1%, 2% and 4% (b/b). Evaluation of the physical properties of the gel preparations, including organoleptic observation, homogenity tests, pH measurements, spreadability tests, adhesion tests, and antioxidant activity using the DPPH method. The physical properties of all preparation fulfill the requirements. The test for antioxidant gel MLEE IC50: MLEE 1 144.72 ± 3.52 ppm; MLEE 2 138.15 ± 0.93 ppm; MLEE 3 136.59 ± 1.68 ppm when compared to extracts IC50 MLEE 23.14 ppm (very strong antioxidant activity). The EFML gel formulation (IC50: EFML 1 208.81 ± 4.09 ppm; EFML 2 193.22 ± 2.53 ppm; EFML 3 182.48 ± 2.11 ppm) gave the same results when compared to the thick fraction of Moringa leaves, which has moderate antioxidant activity. The formula gel MLEE 3 has moderate antioxidant activity, which is the best gel formulation based on the results of physical properties test.
EFEKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA EKSTRAK ETANOL Ulva sp. DAN Sargassum sp. PADA MENCIT YANG DIINDUKSI SUKROSA: ANTIHYPERGLYCHEMIC EFFECTIVENESS OF ETHANOL EXTRACT Ulva sp. AND Sargassum sp. IN SUCROSE-INDUCED MICULES Ulvi Ditasari; Agung Giri Samudra; Reza Pertiwi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.437

Abstract

Tingginya kasus penderita hiperglikemia pengobatannya memerlukan waktu yang panjang dan biaya relatif mahal, membuat penderita berisiko komplikasi dikarenakan efek samping obat sintetik yang dikonsumsi. Alternatif untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan obat-obatan tradisional. Banyak tanaman obat yang berpotensi sebagai antihiperglikemia salah satunya alga laut yaitu Ulva sp. dan Sargassum sp. Kedua alga ini memiliki kandungan metabolit sekunder yang mampu sebagai antihiperglikemik. Namun, penelitian khusus mengenai perbandingan efektivitas antihiperglikemia dari ekstrak Ulva sp. maupun ekstrak Sargassum sp. sebagai penurun kadar glukosa bagi mencit yang di induksi sukrosa belum pernah dilakukan sebelumnya. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian untuk membandingkan efektivitas ekstrak Ulva sp. dan ekstrak Sargassum sp. sebagai antihiperglikemik pada mencit (Mus musculus). Pada penelitian ini menggunakan 20 ekor mencit yang terbagi dalam 4 kelompok uji. Kelompok (I) kontrol positif diberikan metformin 1,3 mg/20 gram BB mencit kelompok (II) merupakan kontrol negatif diberikan CMC Na 0,5% kelompok (III) Ekstrak Sargassum sp. dosis 0,78 mg/20 gram BB mencit kelompok (IV) ekstrak Ulva sp. dosis 0,78 mg/20 gram BB mencit. Setelah 15 menit pemberian larutan uji selanjutnya diberikan Sukrosa 0,195 gram/20 gram BB mencit secara peroral. Pengamatan dilakukan setelah pemberian sukrosa, pada menit ke-15, 30, 45, 60, 90, 120, 150. Setelah didata menggunakan SPSS Hasil menunjukkan bahwa ekstrak Sargassum sp. dengan Ektrak Ulva sp. memiliki efek antihiperglikemik (p<0,05) dibandingkan dengan kontrol negatif. Namun yang memiliki manfaat sebagai agen antihiperglikemik paling baik yaitu ekstrak Sargassum sp. karena datanya mendekati efek antihiperglikemik metformin.
PERSEPSI MAHASISWA PSPPA FMIPA ULM TERHADAP PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER : PERCEPTION OF PSPPA FMIPA ULM STUDENTS TOWARD THE IMPLEMENTATION OF THE PROFESSIONAL PHARMACEUTICAL PRACTICE Herningtyas Nautika Lingga; Difa Intannia
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.438

Abstract

Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) dalam pendidikan profesi apoteker merupakan elemen mendasar yang membantu mahasiswa untuk mendapatkan lebih banyak keterampilan dan kebiasaan kerja. PKPA juga dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap yang diperlukan untuk praktek kefarmasian. Persepsi mahasiswa diperlukan sebagai salah satu evaluasi terhadap pelaksanaan PKPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa program studi pendidikan profesi apoteker terkait pelaksanaan PKPA. Penelitian ini merupakan survey deskriptif dengan rancangan cross sectional melalui survey online dengan menggunakan google form. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif program studi Pendidikan Profesi Apoteker FMIPA ULM angkatan X yang telah selesai melaksanakan PKPA dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total mahasiswa yang terlibat sebanyak 40 orang dengan 80% berjenis kelamin perempuan, 80% mahasiswa tidak pernah memiliki pengalaman bekerja sebelumnya, 27,5% mahasiswa berencana untuk berpraktek di klinik atau rumah sakit, dan 60% mahasiswa memiliki keluarga yang berprofesi tenaga kesehatan. Persepsi mahasiswa terkait pelaksanaan PKPA pada aspek kejelasan maksud dan tujuan PKPA menunjukkan persepsi positif, pada aspek skill dan pengetahuan menunjukkan persepsi positif, terkait preseptor PKPA mahasiswa menunjukkan persepsi positif. Pada aspek instansi PKPA serta struktur PKPA mahasiswa memiliki persepsi ambivalen atau mengarah negatif pada kecukupan ruangan untuk akomodasi saat PKPA, akses bahan referensi baik hardcopy atau sarana elektronik, mendapatkan kewenangan untuk memilih instansi PKPA sendiri, serta kemampuan menyelesaikan semua kegiatan sesuai dengan buku panduan PKPA.
PENILAIAN DOSIS SERTA FREKUENSI OBAT ANTI NYERI PADA PASIEN OSTEOARTRITIS RAWAT JALAN DI RSUD TARAKAN: EVALUATION OF PAINKILLER DOSAGE AND FREQUENCY FOR OSTEOARTRITIS PATIENTS AT TARAKAN GENERAL HOSPITAL Nisa Rokhmah; Naufal Muharam Nurdin; Frida Hudono
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.439

Abstract

Penyakit osteoartritis menempati urutan ke– 12 penyakit musculoskeletal yang kerap terjalin diantara berbagai penyakit. Penatalaksanaan pemberian terapi pada pasien osteoartritis dapat diberikan secara farmakologi dan non farmakologi. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan informasi secara retrospektif melalui data rekam medik pasien osteoartritis yang melakukan rawat jalan di RSUD Tarakan periode  2019 – 2020. Hasil penelitian menampilkan dari 105 pasien sesuai dengan kriteria inklusi terdapat pasien sebanyak 90 perempuan dan 15  laki – laki. Kelompok usia paling dominan adalah 56 – 65 tahun (lansia akhir) 44,8%. Jenis osteoartritis yang paling banyak adalah osteoartritis lutut (knee) sebanyak 97,1%. Terapi penggunaan obat anti nyeri yang digunakan sebagian besar yaitu parasetamol (23,6%) dengan ketepatan dosis penggunaan obat parasetamol sebanyak 23,1% dan ketepatan frekuensi penggunaan obat parasetamol sebanyak 23,6%. Ada hubungan yang bermakna antara jenis pemberian obat dengan ketepatan dosis (sig. = 0,000).
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) FRAKSI EKSTRAK ETANOL DAUN CEMPEDAK (Artocarpus integer): DETERMINATION OF TOTAL FLAVONOID LEVELS AND SUN PROTECTION FACTOR (SPF) VALUE THE ETHANOL EXTRACT FRACTION OF CEMPEDAK LEAF (Artocarpus integer) Anna Khumaira Sari; Muhammad Ikhwan Rizki; Syifa Auliani; Normaidah; Amalia Khirunnisa
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.442

Abstract

Daun Cempedak (Artocarpus integer) merupakan salah satu tumbuhan yang diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid dan berpotensi digunakan sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dan aktivitas tabir surya fraksi ekstrak etanol daun A. integer dengan menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis. Daun A. integer segar dilakukan proses ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96 %. Ekstrak kering difraksinasi dengan n-heksan dan etil asetat serta fraksi diuapkan hingga kental. Penentuan kadar flavonoid dilakukan dengan metode kolorimetri AlCl3, sedangkan uji Sun Protection Factor (SPF) dilakukan pada konsentrasi 200, 400, 600, 800, dan 1000 ppm menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan kadar flavonoid total fraksi ekstrak etanol daun A.integer yaitu fraksi n-heksan 1,565 ± 0,007 % b/b, fraksi etil asetat 2,443 ± 0,035 % b/b, dan fraksi air 0,560 ± 0,002 % b/b ekivalen kuersetin. Aktivitas tabir surya fraksi ekstrak etanol daun A. integer yang paling baik terdapat pada konsentrasi 1000 ppm yaitu fraksi etil asetat termasuk kategori kuat dengan nilai SPF 8,511; fraksi n-heksan termasuk kategori sedang dengan nilai SPF 4,786; dan  fraksi air termasuk kategori sedang dengan nilai SPF 4,322.
REVIEW ARTIKEL: AKTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus PADA SEDIAAN SABUN CAIR YANG MENGANDUNG EKSTRAK TANAMAN : ARTICLE REVIEW: ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF Staphylococcus aureus ON LIQUID SOAP PREPARATIONS CONTAINING PLANT EXTRACTS Sheila Meitania Utami; Nur Hasanah; Diah Permata Sari; Oktavendriyastuti Tabrani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.443

Abstract

Sabun cair adalah jenis sediaan berbentuk cairan yang dapat bermanfaat dalam membunuh bakteri Staphylococcus aureus pada kulit manusia. Beberapa ekstrak tanaman yang dapat diformulasikan sebagai zat aktif sabun cair adalah ekstrak daun ekor kucing, ekstrak bunga pacar air, ekstrak daun kemangi, ekstrak daun kersen, ekstrak kulit buah durian, ekstrak daun mengkudu, ekstrak daun serai wangi, dan ekstrak daun cengkeh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan sabun cair ekstrak tanaman dengan formulasi yang relatif mirip terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian menggunakan studi literatur berupa artikel dengan kata kunci yang disesuaikan dengan MeSH melalui publikasi Google Scholar dimana artikel tersebut merupakan penelitian eksperimen yang terbit pada tahun 2011 sampai 2021 serta terdapat zona hambat bakteri Staphylococcus aureus yang mempengaruhi sediaan sabun cair. Setelah dianalisa kualitas menggunakan Critical Appraisal Checklist maka diperoleh artikel yang layak untuk ditelaah sebanyak 8 jurnal nasional. Hasil review artikel diketahui bahwa sebagian besar formula menggunakan minyak zaitun, KOH, CMC, SLS, asam stearat, BHA/BHT, pengaroma dan aquadest dimana aktivitas antibakteri formulasi sediaan sabun cair yang mengandung ekstrak tanaman terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan kategori zona hambat sangat kuat terdapat pada ekstrak serai wangi dengan konsentrasi 24% yang memiliki hasil zona hambat bakteri 39,2 mm. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaituperbedaan metode ujidan perbedaan konsentrasi ekstrak formulasi sediaan sabun cair yang digunakan.
SKRINING FITOKIMIA, KADAR FLAVONOID TOTAL DAN UJI PENGHAMBATAN PEROKSIDASI LIPID EKSTRAK ETANOL DAUN TEBU MERAH: PHYTOCHEMICAL SCREENING, TOTAL FLAVONOID AND LIPID PEROXIDATION INHIBITION OF RED SUGAR LEAF ETHANOL EXTRACT Ika Puspita Dewi; Zildjian Adela Viadina; Merinda Aldiana; Fifteen Aprila Fajrin
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.447

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang dalam pemanfaatannya menghasilkan limbah seperti daun. Daun tebu biasanya akan dibuang, dibakar, atau digunakan sebagai pakan ternak. Tanaman tebu hijau telah dimanfaatkan sebagai tanaman obat, dan terbukti memiliki aktivitas antioksidan pada beberapa bagiannya termasuk daun. Senyawa antioksidan dapat meredam senyawa radikal bebas yang menyebabkan stres oksidatif yang salah satunya dapat diukur dengan nilai penghambatan peroksidasi lipid. Tebu merah merupakan salah satu varietas tebu yang dibudidayakan di daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Potensi daun tebu merah sebagai agen anti stres oksidatif belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia, kadar flavonoid, dan aktivitas penghambatan peroksidasi lipid pada daun tebu merah agar bisa dimanfaatkan secara optimal. Daun tebu merah dibuat ekstraknya dengan metode maserasi dengan etanol 96% sebagai solvent-nya. Skrining fitokimia pada ekstrak etanol daun tebu merah dilakukan dengan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan identifikasi menggunakan berbagai reaktan. Aktivitas antioksidan diukur dengan mengukur nilai penghambatan peroksidasi lipid dengan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substance. Hasil menunjukkan ekstrak etanol daun tebu merah mengandung senyawa fitokimia flavonoid, triterpenoid/ steroid, alkaloid, polifenol, dan tanin. Ekstrak daun tebu merah memiliki nilai total flavonoid sebesar 13,199 mg QE/g. Ekstrak ini terbukti memiliki aktivitas penghambatan peroksidasi lipid yang berkolerasi dengan konsentrasi ekstrak. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol daun tebu merah memiliki potensi sebagai antioksidan.
IDENTIFIKASI KUMARIN DAN PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP TOTAL KUMARIN PADA EKSTRAK BUAH API-API PUTIH (A. marina): COUMARIN IDENTIFICATION AND EFFECT OF SOLVENTS ON TOTAL COUMARIN CONTENT OF API-API PUTIH FRUIT (A. marina) EXTRACT Alik Kandhita Febriani; Khairul Anam
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.452

Abstract

Api-api putih (Avicennia marina) adalah salah satu jenis mangrove yang memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tannin, steroid, saponin, terpen, glikosida, dan kumarin. Pada tanaman api-api putih, kadar kumarin total tertinggi ada pada buahnya dibandingkan dengan daun dan kulit batangnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar kumarin total ekstrak buah api-api putih yang diekstraksi dengan pelarut yang berbeda serta profil senyawa kumarin pada tiap pelarut menggunakan metode KLT. Ekstraksi dilakukan dengan metode sokletasi secara sekuensial dengan pelarut berturut-turut n-heksana, kloroform, metanol, dan air. Penentuan kadar kumarin total diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 274 nm. Total kumarin dinyatakan dalam mg CE (Coumarin Equivalent)/100 g ekstrak. Kumarin (1,2 benzopyrone) digunakan sebagai senyawa standar. Skrining fitokimia menunjukkan simplisia buah api-api putih mengandung alkaloid, tannin, saponin, flavonoid, dan steroid/triterpenoid. Ekstrak metanol merupakan ekstrak dengan rendemen terbanyak yaitu 22,22% diikuti dengan ekstrak air (12,77%), kloroform (0,48%), dan n-heksana (0,36%). Kadar kumarin total tertinggi yaitu 80,9 ± 1,4 mg CE/100 g ekstrak metanol diikuti dengan ekstrak air sejumlah 17,5 ± 1,4 mg CE/100 g ekstrak, ekstrak kloroform 10,9 ± 0,4 mg CE/100 g ekstrak, dan ekstrak n-heksan sejumlah 6,08 ± 0,4 mg CE/100 g ekstrak. Hasil penentuan kumarin total dapat dilihat bahwa kadar kumarin total tertinggi ada pada ekstrak metanol didukung dengan hasil identifikasi menggunakan metode KLT yang memperlihatkan noda kumarin yang terlihat jelas dibandingkan dengan ekstrak lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa metanol adalah pelarut terbaik untuk mengekstrak kumarin pada buah api-api putih.
KARAKTERISTIK DAN TERAPI PADA PASIEN KUSTA DI RUMAH SAKIT TUGUREJO KOTA SEMARANG: CHARACTERISTICS AND THERAPY IN LEPROSY PATIENTS AT THE SEMARANG CITY OF TUGUREJO HOSPITAL Meki Pranata; Atma Rulin Dewi Nugrahaini; Nurul Fajariah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.460

Abstract

Kusta merupakan penyakit menular yang dapat mengganggu aktifitas secara individu dalam interaksi sosial sehingga membutuhkan terapi pengobatan. Pemberian monoterapi dan kombinasi mempengaruhi kelangsungan hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita kusta dan terapi obat yang dikonsumsi. Penelitian dilakukan secara restrospektif dengan metode deskriptif analitik, selama 1 tahun di mulai bulan April 2018 - April 2019 (n=138). Pengumpulan data meliputi karakteristik pasien yang terdiri dari usia, jenis kelamin, agama, domisili dan pekerjaan. Karakteristik klinis pasien terdiri dari tipe kusta, jenis penyakit, dan terapi obat. Analisis data menggunakan analisis univariate (analisis deskriptif) untuk mengetahui persentase jumlah pasien pada penelitian dan analisis dengan menggunakan chi-square test untuk melihat hubungan karakteristik dengan terapi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tipe kusta memiliki hubungan yang signifikan terhadap jumlah pemberian obat pada pasien dengan nilai p<0,05.
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis: ANTIBACTERIAL POTENTIAL OF BELUNTAS LEAF (Pluchea indica L.) ETHANOL EXTRACT AGAINST Staphylococcus epidermidis BACTERIA Islan Nor; Siti Rahmita; Siti Nashihah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.469

Abstract

Akne vulgaris merupakan penyakit inflamasi kronis pada kelenjar pilosebasea yang sebagian besar terjadi pada masa remaja hingga dewasa muda. Secara global akne vulgaris diderita semua usia dengan prevalensi sebesar 9,38%. Di Indonesia prevalensi selalu meningkat tiap tahunnya. Staphylococcus epidermidis terlibat dalam patogenesis akne vulgaris dibuktikan dengan meningkatnya produksi sebum pada lesi jerawat. Salah satu penanganan akne vulgaris akibat bakteri adalah dengan menggunakan terapi antibiotik. Namun terapi antibiotik memiliki banyak efek yang tidak diinginkan. Beluntas (Pluchea indica L.) digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati demam, disentri, ulkus, reumatik, meredakan luka dan wasir serta digunakan sebagai suplemen untuk diabetes melitus. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat aktivitas Pluchea indica sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan karakterisasi simplisia, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan seri konsentrasi 45%, 60%, 75% dan 90%. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa semua uji karakterisasi simplisia memenuhi persyaratan. Ekstrak dari daun beluntas positif alkaloid, flavonoid, tannin dan saponin. Uji aktivitas ekstrak daun Pluchea indica menunjukkan zona hambat 16,10 mm, 17,30 mm, 18,13 mm dan 18,63 mm untuk konsentrasi 45%, 60%, 75% dan 90%, secara berurutan. Dari hasil yang didapatkan daun beluntas berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri.