cover
Contact Name
Deni Supriatna
Contact Email
denisupriatna31.ds@gmail.com
Phone
+6285777315993
Journal Mail Official
denisupriatna31.ds@gmail.com
Editorial Address
Pesanggrahan Street 4B RT 001 RW 003, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Management Nursing
ISSN : 28071905     EISSN : 28071891     DOI : https://doi.org/10.53801/jmn
Core Subject : Health,
Journal Management of Nursing received a focus and scope article issued such as nursing problems in patients with heart disease, nursing interventions in patients with cardiovascular disorders, systematic reviews of therapies in cardiovascular disorders, or even other health professions other than nursing that also address issues such as cardiovascular problem disorders
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
Beban Kerja Dapat Mempengaruhi Burnout Syndrome pada Perawat di Ruang Rawat Inap RS X Jakarta Nurmawati, Dewi; Jumari; Daeli, Weslei
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 3 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.216 KB) | DOI: 10.53801/jmn.v1i3.31

Abstract

Latar Belakang: Tenaga kesehatan harus meningkatkan pelayanan kesehatan yang berdampak tingginya kelelahan (Burnout) yang terjadi pada tenaga kesehatan khususnya perawat. Pandemi dapat memiliki dampak psikologis yang signifikan pada perawat, mereka sangat penting dalam melaksanakan perawatan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini mengetahui hubungan beban kerja dengan burnout syndrome pada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit X Jakarta tahun 2021. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 71 orang yang bekerja di RS X Jakarta dengan uji statistik yang digunakan uji Chi-Square. Hasil: Beban kerja perawat sebagian besar mengalami beban kerja sedang sebanyak 30 (42,3%), dan perawat yang mengalami burnout syndrome tinggi sebanyak 51 responden (71,8%). Didapatkan p-value = 0,024 < 0,05 menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dengan burnout syndrome. Kesimpulan: Usia responden terbanyak berusia 21-30 tahun, jenis kelamin sebagian besar perempuan, status pernikahan responden sebagian besar menikah, pendidikan responden sebagian besar D3, lama bekerja terbanyak yaitu lebih dari 3 tahun. Beban kerja dengan burnout syndrome memiliki hubungan yang signifikan.
Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan dan Motivasi Perawat Pelaksana Berhubungan Dengan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Carliastuti; Stella, Sancka
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 3 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.178 KB) | DOI: 10.53801/jmn.v1i3.36

Abstract

Latar Belakang: Dokumentasi asuhan keperawatan dengan lengkap dan sesuai sangat penting dilakukan oleh seorang perawat. Pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan yang tidak dilaksanakan dengan tepat, akurat dan lengkap akan dapat membuat kualitas pelayanan keperawatan menurun Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dan motivasi perawat pelaksana dengan dokumentasi asuhan keperawatan. Metode: Desain pada penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel yang diambil pada penelitian ini adalah sejumlah 50 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Hasil: Dari hasil pengujian data univariat didapatkan distribusi gaya kepemimpinan 54% gaya kepemimpinan baik, 52% memiliki motivasi baik dan 68% responden mengisi dokumentasi asuhan keperawatan tidak lengkap. Dari hasi uji bivariate didapatkan hasil ada antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan p-value = 0,019 dan motivasi perawat pelaksana dengan p-value = 0,011 dengan dokumentasi asuhan keperawatan. Kesimpulan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dan motivasi perawat pelaksana dengan dokumentasi asuhan keperawatan.
Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang dilakukan dengan Kinerja Cukup Baik dapat menambah Beban Kerja Perawat Wiwin Rusdiyanti; Ruliani, Syarifah Nur; Herliani, Irma
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 3 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.255 KB) | DOI: 10.53801/jmn.v1i3.37

Abstract

Latar Belakang: Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis komputer rumah sakit (SIMRS) merupakan sarana pendukung yang sangat penting, bahkan bisa dikatakan mutlak untuk mendukung pengelolaan operasional rumah sakit. Tujuan: Tujuan  dari penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIMRS) dengan beban kerja dan kinerja perawat RS Salak Tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 52 responden. Dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Hasil: Hasil analisis hubungan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan beban kerja perawat RS Salak tahun 2021 adalah p-value 0,013 < 0,05 dan hubungan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan kinerja perawat RS Salak tahun 2021 adalah p-value ,004 < 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan Beban Kerja dan Kinerja Perawat RS Salak tahun 2021.     
Efektivitas Pelatihan Service Excellent Terhadap Kinerja Perawat RS Bina Husada Cibinong Bogor Tahun 2022 Astuti, Ani Widya; Stella, Sancka; Sarwili, Indri
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 3 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v1i3.41

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan prima (service excellent) adalah bentuk perhatian kepada pasien dengan mempersembahkan layanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pasien. Kinerja perawat dan pelayanan pelayanan tenaga kesehatan di rumah sakit saat ini jadi perhatian pasien. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelatihan service excellent terhadap kinerja perawat. Metode: Metode penelitian ini bersifat pre experimental dengan menggunakan instrument baku kinerja perawat IPA (Informance Performance Analysis). Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Dengan jumlah populasi 138 perawat, tapi yang memenuhi syarat penelitian hanya 20 sampel. Hasil: Hasil dari penelitian ini ialah ada efektivitas pelatihan service excellent terhadap kinerja perawat RS Bina Husada Cibinong Bogor Tahun 2022. Kesimpulan: Ada efektivitas pelatihan service excellent terhadap kinerja perawat RS Bina Husada Cibinong Bogor Tahun 2022 dengan p-value 0,000 < 0,05.          
Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Stres Kerja Perawat Pada Masa Pandemik Covid-19 Trisnawati, Elis; Rindu; Solehudin
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 3 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v1i3.43

Abstract

Latar Belakang: Pandemi dapat memiliki dampak psikologis yang signifikan pada perawat, mereka sangat penting dalam melaksanakan perawatan kesehatan. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pandemi memperburuk stres yang dirasakan oleh perawat, karena mereka mengatasi tuntutan emosional, fisik, dan kognitif yang intens. Stres merupakan respon psikologis dan fisiologis terhadap suatu stressor yang bersipat negatif, tekanan emosional, mental maupun trauma. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja perawat pada masa pandemik Covid-19 di Rumah Sakit X Bogor tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini bersifat analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah responden 131. Uji statistik dilakukan uji regresi logistik. Hasil: penelitian menunjukan bahwa didapatkan perawat yang mengalami stres kerja ringan dan sedang sebanyak 129 responden (85%) dan mengalami kecemasan berat sebanyak 2 responden (1,5%). Faktor-faktor stres yang berpengaruh terhadap stres kerja perawat diantaranya usia (p-value = 0,000) dan pendidikan (p-value = 0,011). Faktor- faktor stres yang terdiri dari umur, pendidikan, secara bersamaan mempengaruhi stres kerja perawat. Kesimpulan: faktor yang mempengaruhi stres kerja di masa pandemic yaitu umur dan dan pendidikan pada perawat di Rumah Sakit X Bogor.
Asuhan Keperawatan pada Klien Pasca Stroke dengan Gangguan Komunikasi Verbal di Wilayah Puskesmas Jenangan Ponorogo Kartika, Amelia Agnes; Suwanto, Agus Wiwit; Wiratmoko, Heru
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v1i4.66

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyakit serebrovaskular ditandai dengan adanya kematian jaringan otak akibat kekurangan suplai darah dan oksigen, sehingga dapat menimbulkan manifestasi klinis yaitu kesulitan berbahasa. Afasia merupakan gangguan berbahasa yang terjadi akibat adanya kerusakan otak di bagian kiri,  hal ini menyebabkan penderita sulit berbicara, membaca, dan menulis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asuhan keperawatan pada pasien pasca stroke dengan gangguan komunikasi verbal. Metode: Penelitian ini dirancang dengan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada Ny.S selama 7 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan pasien mengalami afasia dibuktikan hasil skrining FAST ditemukan skor 16 pada usia 56 tahun, serta hasil komunikasi verbal pasien mengalami peningkatan dengan pemberian terapi wicara AIUEO selama 7x24 jam dengan penilaian DFCS didapatkan pada hari pertama total skor 12 dan mengalami peningkatan pada hari keenam hingga hari ketujuh dengan total skor 18. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh pemberian terapi wicara AIUEO dengan penilaian skala komunikasi fungsional derby (DFCS) pada pasien pasca stroke yang mengalami gangguan komunikasi verbal di wilayah Puskesmas Jenangan Ponorogo. Kesimpulan: Terapi wicara AIUEO dengan penilaian DFCS terbukti efektif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi verbal pada klien pasca stroke yang ditunjukkan adanya peningkatan dari afasia sedang menjadi afais ringan pada hari ke-6 hingga ke-7 setelah pemberian terapi wicara AIUEO berdasarkan penilaian skala komunikasi fungsional derby (DFCS). Sehingga asuhan keperawatan pada pasien pasca stroke dengan gangguan komunikasi verbal di wilayah puskesmas jenangan ponorogo dapat teratasi sebagian.
Self Efficacy dapat Meningkatkan Manajemen Perawatan Luka Gangren pada Pasien Diabetes Mellitus Wikantana, Wikantana
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v1i4.67

Abstract

Introduction: Self Efficacy affects how a person thinks, feels self-motivated, and acts. Beliefs encourage self-control processes to maintain the behaviors needed to administer care. High self-confidence in diabetes mellitus patients is needed so that they have confidence and success in carrying out independent management. Individuals with high self-efficacy will be able to manage symptoms, treatment, physical changes, and lifestyle to adapt to their conditions. Objectives: This study aims to determine the relationship between self-efficacy and management of gangrenous wound care in patients with diabetes mellitus. Method: This type of research is quantitative with a cross-sectional approach. The design in this study used a correlation or correlation study with a total sampling of 40 respondents at the Bogor City Hospital. The instrument used was the Self Efficacy and Wound Care Management questionnaire sheet, which consisted of 40 questions. Then the data were analyzed using the Chi-Square test. Result: The results of the analysis obtained a p-value = 0.022 which means p-value < 0.05 in other words there is a significant relationship between Wound Care Management and Self Efficacy. Conclusion: This study concludes that there is a relationship between self-efficacy and management of gangrene wound care in patients with diabetes mellitus.
Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Oksigenasi Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif pada Pasien TB Paru Novitasari, Dwi; Abdurrosidi, Abdurrosidi
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v1i4.68

Abstract

Pendahuluan: Bersihan jalan napas tidak efektif ialah salah satu gangguan sistem pernafasan, dimana  saluran pernafasan mengalami penyempitan akibat adanya benda asing di jalan nafas juga adanya sputum yang tertahan sehingga dapat menghambat suplai oksigen yang masuk pada saluran pernafasan dan jalan nafas tidak paten. Hal ini dimanifestasikan adanya batuk, peningkatan sputum, suara nafas tambahan, nyeri saat bernafas, sulit bicara, bentuk dada ortopnea, pasien gelisah, terdapat sianosis, perubahan dalam bernafas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan dari tahap pengkajian hingga evaluasi keperawatan pada pasien TB Paru. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif melalui studi kasus pada pasien Ny. T dengan gangguan kebutuhan dasar oksigenasi bersihan jalan nafas tidak efektif dengan diagnosa medis TB Paru selama 3 hari di ruang Edelweis Bawah RSUD Kardinah Tegal. Peneliti dalam mengumpulkan data melalui tahapan proses anamnesis, pengamatan, phsysical assessment, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya perkembangan kondisi pasien dari sebelum dan sesudah diberikan implementasi ditandai dengan frekuensi nafas 24x/menit, sesak nafas berkurang, batuk berkurang dan dahak bisa dikeluarkan. Kesimpulan: Masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif dapat teratasi pada hari ke-3 dengan tindakan keperawatan meliputi pemantauan nafas pasien, pemantauan sekret pasien, pemberian oksigen nasal kanul 6 lpm, memposisikan semi fowler, memberikan minuman hangat, mengajarkan batuk efektif, kolaborasi pemberian terapi nebulizer combivent 2,5 ml.
Implementasi Relaksasi Genggam Jari pada Pasien Post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra dengan Masalah Gangguan Nyeri dan Ketidaknyamanan Irawan, Didik Dhani; Wulandari, Dwi Septi; Sukmaningtyas, Wilis
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v1i4.69

Abstract

Latar Belakang: Hernia inguinalis merupakan hernia yang terjadi penonjolan dibawah inguinalis, di daerah selangkangan atau skrotum. Pembedahan untuk menangani hernia menjadi salah satu cara yang lebih efektif karena metodenya yang konservatif (reposisi isi hernia inguinalis ke tempat semula). Nyeri menjadi salah satu masalah yang timbul pada pasien setelah dilakukan herniotomi dan hernioraphi selain gangguan mobilitas fisik, intoleransi aktivitas, dan resiko infeksi. Penatalaksanaan nyeri pada post operasi hernia dapat dilakukan secara non farmakoligis. Salah satu teknik relaksasi yang digunakan adalah teknik relaksasi genggam jari. Tujuan: Mengetahui pengaruh relaksasi genggam jari terhadap nyeri post operasi pada asuhan keperawatan Tn.T dengan diagnosis Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) di Ruang Cendrawasih Bawah RSUD Ajibarang Metode: Desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memfokuskan implementasi keperawatan pada nyeri post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) dengan memberikan relaksasi genggam jari. Adapun subjek studi kasus berjumlah satu kasus dengan masalah keperawatan nyeri post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) di RSUD Ajibarang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan skala nyeri pasien sebelum diberikan implementasi sebesar 5 sedangkan skala nyeri setelah diberikan implementasi relaksasi genggam jari selama 3 x 24 jam menjadi 3. Kesimpulan: Tindakan keperawatan yang perlu dilakukan pada pasien meliputi mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri, mengidentifikasi skala nyeri, mengidentifikasi respons nyeri non verbal, berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi nyeri. Dari penelitian ini dapat disimpulkan implementasi keperawatan relaksasi genggam jari 3x24 jam dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi.
Implementasi Penggunaan Range Of Motion (ROM) terhadap Kekuatan Otot Klien Stroke Non Hemoragik Agustin, Triyana; Susanti, Indri Heri; Sumarni, Tri
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v1i4.70

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan kondisi kematian sel saraf (nekrosis) otak yang disebabkan karena kegagalan dalam mensuplai darah. Penyakit ini menjadi salah satu masalah kesehatan neurologis yang perlu mendapatkan penanganan mendesak karena dapat mengakibatkan defisit neurologis. Komplikasi yang sering terjadi adalah kelumpuhan wajah atau anggota badan sebelah (hemiparesis) yang timbul secara mendadak, hingga terjadi penurun kesadaran. Tujuan: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien Stroke non Hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Pengambilan sampel kasus menggunakan simple random sampling pada bulan April 2022. Subjek studi kasus menggunakan satu pasien yang terdiagnosa medis stroke non hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik di Ruang Assyifa RSI Banjarnegara. Peneliti menggunakan format pengkajian keperawatan dan pemeriksaan fisik. Peneliti melakukan proses asuhan keperawatan dimulai dari pengkajian hingga evaluasi selama 3 hari. Hasil: Hasil didapatkan bahwa pasien mengeluhkan adanya kelemahan pada kaki dan tangan sebelah kanan saat melakukan aktivitas. Pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 3 tahun yang lalu, serta jarang melakukan pemeriksaan. Tekanan darah 203/103 mmHg, nadi 97 kali per menit, irama nafas 20 kali per menit, dan suhu 36,9 0C. Bibir pucat, mukosa mulut kering. Diganosa medis tertulis pasien mengalami Stroke Non Hemoragik. Pemeriksaan ekstremitas didapatkan ektremitas kanan atas melemah nilai 2 dan ekstremitas kanan bawah melemah nilai 2, ekstremitas kiri atas dan bawah normal nilai 5 dan rentang gerak terbatas. Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapatkan, pasien mengalami gangguan mobilitas fisik. Peneliti memberikan intervensi ROM selama tiga hari, serta mengajarkan dan menjelaskan kepada keluarga  terkait dengan ROM. Tindakan ROM selama 3 hari menunjukkan adanya perubahan terhadap nilai rentang dari pasien, sehingga dapat disimpulkan pemberian tindakan ROM efektif untuk mengatasi gangguan mobilitas fisik.