cover
Contact Name
Deni Supriatna
Contact Email
denisupriatna31.ds@gmail.com
Phone
+6285777315993
Journal Mail Official
denisupriatna31.ds@gmail.com
Editorial Address
Pesanggrahan Street 4B RT 001 RW 003, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Management Nursing
ISSN : 28071905     EISSN : 28071891     DOI : https://doi.org/10.53801/jmn
Core Subject : Health,
Journal Management of Nursing received a focus and scope article issued such as nursing problems in patients with heart disease, nursing interventions in patients with cardiovascular disorders, systematic reviews of therapies in cardiovascular disorders, or even other health professions other than nursing that also address issues such as cardiovascular problem disorders
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
Asuhan Keperawatan Penurunan Curah Jantung Pada Tn. S dengan Congestive Heart Failure (CHF) di Ruang Lavender RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Melani, Titik; Budi, Martyarini; Putranti, Dwi
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i1.71

Abstract

Latar Belakang: Gagal jantung kongestif merupakan kondisi jantung mengalami kegagalan dalam memompa aliran darah dimana berguna untuk mencukupi kebutuhan metabolisme sel-sel didalam tubuh. Seseorang yang menderita gagal jantung dapat ditandai dengan adanya sesak nafas, mudah lelah dan batuk baik kering maupun disertai dengan berdahak. Oleh karena itu peneliti melakukan asuhan keperawatan untuk mengatasi masalah penurunan curah jantung. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien dengan gagal jantung kongestif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pengambilan sampling menggunakan teknik purposive sampling. Sampelnya yaitu Tn. S umur 78 tahun di Bangsal Lavender di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Hasil: Pemberian tindakan asuhan keperawatan yang telah dilakukan oleh peneliti selama 3 hari pada tanggal 17-19 Januari 2022 diperoleh hasil bahwa evaluasi hasil dengan metode SOAP. Subjektif, pasien mengatakan nyeri dada dan sesak nafas berkurang, lelah berkurang. Objektif, pasien tampak lebih rileks, nafas cepat dan dangkal berkurang, tanda-tanda vital pasien masih dalam pantauan dengan sebagian dalam batas normal. Analisis, masalah pasien teratasi sebagian. Planning, lanjutkan intervensi (intruksikan pasien untuk melaporkan bila ada nyeri dada, monitor tanda-tanda vital secara rutin, monitor status pernafasan, monitor sesak nafas, kelelahan, takipnea, orthopnea, monitor suara nafas tambahan, monitor saturasi oksigen, monitor batuk efektif, berikan terapi nafas, posisi semi fowler dan pemberian terapi oral dan injeksi). Kesimpulan: Dapat disimpulkan penelitian pada Tn. S setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari yaitu masalah teratasi sebagian
Implementasi Diare pada Pasien Anak dengan Gastroenteritis menggunakan Terapi Komplementer Akupresur Wardani, Mayrita Eka Setya; Dewi, Etika; Khasanah, Suci
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i1.72

Abstract

 Latar Belakang: Gastroenteritis merupakan peradangan pada lambung dan usus yang ditandai dengan gejala diare dengan atau dalam sehari yang dapat disertai lendir/ darah atau tidak, yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari dua minggu. Gastroenteritis yaitu peradangan pada lambung, usus kecil, dan usus besar dengan tanda dan gejalanya adalah diare yang merupakan peningkatan frekuensi, konsistensi feses yang lebih cair, feses dalam kandungan air yang banyak, dan feses bisa disertai dengan darah atau lender. Tujuan: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan diare pada anak gastroenteritis dengan menggunakan terapi komplementer akupresur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25-27 April 2022 dengan perawatan intensif selama 3 hari dengan format asuhan keperawatan dari pengkajian hingga evaluasi. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan cara observasi dan pemeriksaan fisik, wawancara, serta dokumentasi. Penyajian data yang digunakan yaitu secara narasi. Hasil: Hasil evaluasi An. T sudah mau makan sedikit- sedikit, BAB 1x dari pagi, BAB lembek, berwarna kuning kecoklatan, tidak ada darah dan lendir, turgor kulit kembali < 2 detik, mukosa bibir pasien lembab, kulit sekitar anus sudah tidak kemerahan lagi, serta Ny. S mengatakan sudah paham mengetahui mengenai diare, cara pencegahan, dan cara penanganannya. An. T terlihat sudah tidak rewel dan gelisah, An. T terlihat tidak lemas dan lebih segar dari kemarin, S 36 oC, N 122 x/menit, RR 23 x/menit, terpasang cairan infus D5 ¼ Ns 15 tpm, Pasien telah diberi terapi obat oral, obat injeksi, dan terapi akupresur. Masalah pada pasien teratasi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dan implementasi yang dilakukan pasien secara keseluruhan dapat dianalisa dengan hasil masalah pada pasien teratasi.
Asuhan Keperawatan dengan Masalah Gangguan Mobilitas Fisik pada Pasien Stroke Non Hemoragik (SNH) Mauliddiyah, Diyaul; Ulfah, Mariah; Siwi, Adiratna Sekar
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i1.74

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyakit atau gangguan fungsional otak akibat terhambatnya aliran darah menuju ke otak karena perdarahan ataupun sumbatan. Masalah keperawatan yang sering ditemukan yaitu gangguan mobilitas fisik, gangguan bicara, proses berfikir daya ingat dan risiko jatuh. Gangguan mobilitas fisik menjadikan ketidakmampuan gerak karena adanya keterbatasan dalam gerak fisik dari satu atau lebih ekstremitas secara mandiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada Ny. R selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil penelitian menunjukan pasien mengalami gangguan mobilitas fisik dari hasil pemeriksaan ekstremitas pasien mengalami peningkatan dengan pemberian terapi ROM selama 3X24 jam. Pada hari pertama pemeriksaan ekstremitas kanan didapati kekuatan otot memiliki skor 3, sedangkan pada ekstremitas kiri didapatkan skor 2 dan mengalami peningkatan peningkatan pada hari ke tiga dengan ekstremitas kanan didapati kekuatan otot memiliki skor 5, sedangkan pada ekstremitas kiri didapatkan skor 4. Hal ini menunjukan terdapat pengaruh pada pemberian terapi ROM pada pasien stroke non hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik Kesimpulan: Terapi ROM terbukti efektif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mobilitas fisik pada pasien stroke non hemoragik yang di tunjukkan dengan adanya peningkatan kekuatan otot dari berat menjadi ringan pada hari ke-3 setelah pemberian terapi ROM. Sehingga hasil evaluasi asuhan keperawatan selama 3 hari pada pasien stroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskular dapat teratasi.
Asuhan Keperawatan Nyeri Akut dengan Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kalibagor Kabupaten Banyumas Sari, Finda Antika; Sukmaningtyas, Wilis; Ulfah , Mariah
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i1.78

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah didalam arteri diatas 140/90 mmHg. Tekanan darah tinggi dapat terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes dan stroke. Masalah keperawatan yang sering muncul pada penderita hipertensi yaitu nyeri akut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan nyeri akut. Metode: Penelitian ini dirancang menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada Tn. S selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi/ catatan dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil didapatkan bahwa pasien mengeluh kepala terasa sangat sakit atau nyeri sampai leher terasa cengeng sudah 2 hari. Pasien memiliki riwayat hipertensi yang tidak terkontrol. Tekanan darah 160/90 mmHg, nadi 83 kali per menit, irama nafas 23 kali per menit, suhu 36,5o C. Diagnosa medis tertulis pasien mengalami hipertensi. Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapatkan, pasien mengalami nyeri akut. Peneliti memberikan intervensi teknik relaksasi nafas dalam selama 3 hari. Teknik relaksasi nafas dalam terbukti efektif dilakukan untuk mengatasi nyeri akut pada penderita hipertensi. Ini ditunjukan dengan adanya peningkatan nyeri dari cukup berat menjadi sedang pada hari ke-1 hingga ke-3. Sehingga asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan nyeri akut di wilayah puskesmas kalibagor banyumas dapat teratasi sebagian.
Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik pada Pasien Post Sectio Caesarea Solekhudin, Arif Ikmal; Ma’rifah, Atun Raudotul; Utami , Tin
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i1.79

Abstract

Latar Belakang: Masalah gangguan mobilitas  fisik  pada  pasien  pasca  sectio  caesarea muncul karena adanya luka bekas operasi yang menimbulkan  nyeri  pada  pasien, sehingga pasien cenderung lebih memilih berbaring saja dan  enggan  melakukan  mobilisasi.  Penyebab  dilakukannya tindakan  sectio  caesarea diantaranya  disebabkan  oleh  faktor  janin,  faktor  ibu  dan  riwayat  persalinan. Tujuan: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien post sectio caesarea yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada Ny. W selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik.   Hasil: Masalah gangguan  mobilitas fisik  yang  terjadi  pada  pasien  pasca  operasi sesar dapat diatasi dengan melakukan terapi latihan aktivitas mobilisasi  dini, yaitu terapi latihan aktivitas yang dilakukan segera dalam kurun waktu 6-8 jam pertama pasca melahirkan dengan berfokus pada tahapan kegiatan mulai dari miring kanan miring kiri, latihan duduk, turun  dari  tempat  tidur, berdiri, mulai belajar berjalan dengan bantuan alat sesuai kondisi pasien.  Hasil yang diperoleh setelah dilakukannya tindakan keperawatan yaitu pasien  sudah  mampu  memenuhi  kebutuhan  aktivitasnya  secara  mandiri  walaupun secara perlahan. Kesimpulan:     Berdasarkan data yang didapatkan, pasien mengalami gangguan mobilitas fisik.  Peneliti memberikan intervensi mobilisasi dini selama tiga hari, serta mengajarkan dan menjelaskan kepada keluarga terkait dengan mobilisasi dini.  Setelah dilakukan tindakan mobilisasi dini selama 3 hari menunjukan pasien sudah mampu memenuhi kebutuhan aktivitasnya secara mandiri walaupun secara perlahan.
Aplikasi Teknik Imajinasi Terbimbing terhadap Masalah Keperawatan Ansietas pada Klien dengan Pneumonia di Ruangan X Tahun 2022 Afrina, Rina; Shifa, Nurul Ainul
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i1.104

Abstract

Latar Belakang: Kesulitan bernapas atau dispneu merupakan gejala yang sering terjadi pada klien Pneumonia. Kejadian dispneu akan mengakibatkan ansietas pada klien dengan pneumonia. Penanganan ansietas dapat diberikan dengan pemberian terapi nonfarmakologi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diberikan adalah Teknik Imajinasi terbimbing.  Tujuan: Studi kasus yang bertujuan menggambarkan aplikasi teknik imajinasi terbimbing pada klien dengan Pneumonia dalam masalah keperawatan ansietas. Metode: Pengukuran ansietas menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dengan klasifikasi ansietas adalah tidak ada ansietas (skor <14), ansietas ringan (skor 14-20), ansietas sedang (21-27), dan berat (skor 28-41) hingga berat sekali (42-56). Hasil: Hasil studi kasus, didapatkan bahwa pemberian teknik imajinasi terbimbing dapat dilakukan kepada klien pneumonia yang mengalami ansietas.  Teknik imajinasi terbimbingan akan mengalihkan klien agar mengkhayal tempat dan kejadian yang berhubungan dengan rasa relaksasi yang menyenangkan dimana khayalan tersebut memungkinkan klien memasuki keadaan atau pengalaman relaksasi. Kesimpulan: Dapat disimpulkaan bahwa implementasi didapatkan adanya penurunan skor ansietas pada klien, dari ansietas berat (skor 31) berubah menjadi ansietas sedang (skor 27).
Asuhan Keperawatan Jiwa Masalah Utama Resiko Perilaku Kekerasan dengan Diagnosa Medis Skizofrenia pada Pasien Gangguan Jiwa Permani, Nara; Apriliani, Ita; Dewi, Feti Kumala
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i2.81

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan Jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan konstribusi untuk komunitasnya. Sehat jiwa merupakan suatu kondisi mental sejahtera yang memungkinkan hidup harmonis dan produktif sebagai dari bagian yang utuh dari kualitas hidup seseorang, dengan memperhatikan semua segi kehidupan manusia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan dari tahap pengkajian hingga evaluasi keperawatan pada pasien gangguan jiwa Risiko Perilaku Kekerasan. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif melalui studi kasus pada pasien Ny. F masalah utama Resiko Perilaku Kekerasan dengan Diagnosa medis Skizofrenia selama 3 hari di RSUD BANYUMAS. Peneliti dalam mengumpulkan data melalui tahapan proses anamnesis, pengamatan, phsysical assessment, dan dokumentasi. Hasil: Masalah utama resiko perilaku kekerasan dengan diagnosa medis skizofrenia teratasi pada hari ke-3 dengan tindakan keperawatan meliputi pemantauan mengontrol emosi pasien, melatih pasien tarik nafas dalam Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya perkembangan kondisi pasien dari sebelum dan sesudah diberikan implementasi cara mengontrol emosi, tarik nafas dalam.
Asuhan Keperawatan Gerontik Nyeri Akut dengan Osteoarthritis di Puskesmas Khoiruroch, Ragil Umi; Ulfah, Mariah; Maryoto, Madyo
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i2.84

Abstract

Latar Belakang: Osteoarthritis adalah kondisi muskuloskeletal progresif, mengakibatkan rasa nyeri, disfungsi gerakan dan kesulitan dalam melakukan aktivitas atau kegiatan sehari-hari yang mempengaruhi kesejahteraan individu. Sudut Q-angle adalah sudut yang di bentuk antara tarikan otot-otot quadriceps superior dan patella yang inferior, dan itu merupakan resultan yang memberikan gaya lateral pada patella. Penyakit ini mengakibatkan nyeri disabilitas pada lansia yang mengalaminya sehingga mengganggu kegiatan atau aktivitas sehari hari secara teratur. Nyeri yang terjadi pada osteoarthritis bersifat multifactorial, nyeri dapat bersumber dari regangan serabut saraf  periosteum, regangan ligament, spasme otot, atau bursitis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Asuhan Keperawatan Gerontik Nyeri Akut Pada pasien dengan Osteoarthritis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada Ny.T selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan keluhan utama Pasien mengatakan nyeri pada kaki sebelah kiri saat berjalan, dengan data subyektif P: Pasien mengatakan nyeri saat berjalan, Q: Pasien mengatakan nyeri terasa cenut - cenut seperti tertusuk, R: Pasien mengatakan nyeri di area kaki kiri ( lutut), S: Pasien mengatakan dari angka 1–10 nyeri dirasakan pada angka 6, T: Pasien mengatakan nyeri hilang timbul. Data obyektif Pasien jalan menggunakan tongkat dan pasien terlihat meringis menahan nyeri, Tekanan darah: 140/70 mmHg, Nadi: 70 x/menit, Rentang gerak: terbatas pada ekstremitas bawah dengan skor ekstermitas bawah kanan 5 kiri 4 Kesimpulan: Penanganan nyeri pada lansia dengan metode non farmakologik telah terbukti dapat membantu lansia dalam menurunkan nyeri dan efek samping yang ditimbulkan sangat kecil dan tidak mahal, sehingga penggunaan metode non farmakologik sangat disarankan dalam menurunkan nyeri pada lansia.
Asuhan Keperawatan Diare pada Anak dengan Gastroenteritis di Ruang Ar-Rahman Nurjanah, Putri Aulia; Murniati, Murniati; Handayani, Rahmaya Nova
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i2.92

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gastroenteritis didefinisikan sebagai radang selaput lendir saluran pencernaan yang ditandai dengan diare atau muntah. Penyakit gastroenteritis di Indonesia ini masih menjadi masalah besar, khususnya gastroenteritis yang  disebabkan  oleh  infeksidan  noninfeksi. Gastroenteritis sendiri didefinisikan seperti buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat) kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200g atau 200ml/24jam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asuhan keperawatan pada pasien diare dengan gastroenteritis Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada An. D selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Berdasarkan data yang diperoleh dari analisa data yaitu BAB pasien cair >7x/hari, ampas sedikit, makan minum sedikit dan disertai riwayat demam 3 hari sebelum dibawa kerumah sakit. Pasien terlihat lemas, mukosa bibir kering, terpasang infus RL 80 tpm dengan tanda- tanda vital nadi: 84x/menit, respirasi: 24x/menit, suhu: 36,3 C, SPo2: 97%. Berdasarkan data-data yang diperoleh dari analisa data dapat disimpulkan untuk diagnosa keperawatan pada An. D yaitu diare berhubungan dengan proses infeksi. Kesimpulan: Setelah melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana tindakan kemudian penulis melaksanakan evaluasi tindakan keperawatan pada An. D dan keluarga. Evaluasi tersebut berfungsi untuk menilai tingkat keberhasilan dan intervensi yang telah dilakukan. Hasil evaluasi dapat menyatakan bahwa masalah yang muncul pada An. D teratasi sebagian.  
Asuhan Keperawatan Hipertermi pada Anak dengan Demam Tifoid di RST Wijayakusuma Purwokerto Lestari, Ayu Fitria; Triana, Noor Yudinda; Murniati, Murniati
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i2.94

Abstract

Latar Belakang: Demam tifoid merupakan suatu keadaan dimana suhu tubuh mengalami peningkatan diatas batas normal yaitu mencapai 38°C yang disebabkan oleh bakteri salmonella. Demam ini ditandai dengan panas berkepanjangan. Salah satu tanda dan gejala demam tifoid pada anak yaitu hipertermi. Demam tifoid jika tidak ditangani dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dan dapat menyebabkan kejang. Kejang berulang dapat menyebabkan rusaknya sel pada otak. Metode: Penelitian ini dirancang dengan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada An A selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asuhan keperawatan pada pasien demam tifoid yang mengalami hipertermi Hasil: Berdasarkan data yang didapat, pasien mengalami hipertermi. Peneliti memberikan intervensi kompres hangat selama 3 hari, serta mengajarkan dan menjelaskan kepada keluarga pasien terkait tentang manajemen hipertermi dan kompres hangat. Hasil penelitian ini menunjukan pasien mengalami hipertermi dimana hasil pemeriksaan menunjukan suhu 38,8°C, mual, muntah, tampak lemah, menggigil, akral teraba hangat dan warna kulit kemerahan. Dari hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan S typhi O meningkat 1/320, S typhi H meningkat 1/320, S paratyhi AH meningkat 1/160, Lekosit 8.580. dari hasil pemeriksaan diatas diagnosa medis pasien mengalami hipertermi. Termoregulasi pasien mengalami perbaikan setelah diberikan terapi kompres air hangat yang dibuktikan dengan menggigil awal skala 2 menjadi skala 5, kulit kemerahan awal skala 2 menjadi skala 5, suhu tubuh awal skala 2 menjadi skala 5, suhu kulit awal skala 2 menjadi skala 5. Kesimpulan: Tindakan kompres hangat selama 3 hari menunjukan adanya perubahan teradap nilai rentang dari pasien, sehingga dapat disimulkan bahwa pemberian kompres hangat terbukti efektif untuk mengatasi hipertermi.