cover
Contact Name
Sitti Rahmah
Contact Email
gesture@unimed.ac.id
Phone
+628126554635
Journal Mail Official
gesture@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar, Ps. V, Medan Estate.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gesture: Jurnal Seni Tari
ISSN : 23015799     EISSN : 25992864     DOI : https://doi.org/10.24114/senitari.v11i1
Jurnal Gesture Seni Tari ini memuat tentang penulisan ilmiah dan penelitian seni tari tradisi dan tari non tradisi di Nusantara, hingga menyinggung persoalan-persoalan yang terkait dengan perkembangan pendidikan seni tari pada abad ini. Sebagai Jurnal Seni yang hadir ditengah-tengah lembaga Prodi Pendidikan Seni Tari; dalam hal ini jurnal gesture akan selalu konsisten untuk berupaya menampung segala bentuk karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan bidang (Pengajaran, Pengkajian, Penyajian, Penciptaan, dan Pengelolaan) di Pendidikan Tari FBS Unimed.
Articles 321 Documents
BENTUK PERTUNJUKAN TARI BUTO BIROWO DI PAGUYUBAN WAHYU TURONGGO MUDHO KABUPATEN BOYOLALI Muhammad Afifur Rochman; Eny Kusumastuti
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65275

Abstract

Tari Buto Birowo merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional yang berkembang di Kabupaten Boyolali, khususnya di Desa Lencoh. Tarian ini memiliki makna simbolik yang kuat, menggambarkan kekuatan, keberanian, serta ekspresi spiritual masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk pertunjukan Tari Buto Birowo yang dipentaskan oleh Paguyuban Wahyu Turonggo Mudho. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi, yang mengkaji bentuk pertunjukan secara tekstual dan kontekstual. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai sumber, termasuk Ketua Paguyuban Wahyu Turonggo Mudho dan para penari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Buto Birowo memiliki struktur pertunjukan yang terdiri dari gerak, iringan, busana, properti, dan tempat pertunjukan. Gerakan tarian ini didominasi oleh gerakan dinamis seperti sabetan dan gedruk yang mencerminkan karakter raksasa dalam mitologi Jawa. Musik pengiring yang terdiri dari perpaduan gamelan Jawa dan alat musik modern menambah kekuatan ekspresif dalam pementasan. Paguyuban Wahyu Turonggo Mudho menunjukkan bahwa tarian ini tetap relevan dalam kehidupan modern, bahkan memiliki potensi untuk diperkenalkan secara lebih luas di tingkat nasional maupun internasional sebagai bagian dari warisan budaya Jawa yang berharga.
MODEL INQUIRY BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN TARI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Saian Badaruddin; Inke Firdaus
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Inquiry Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran tari. Penilaian dalam penelitian ini berfokus pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desian one-group pre-test post-test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes, yang kemudian dianalisis secara kuantitatif. Teknis analais data mencakup uji normalitas untuk memastikan data pretes dan posttest berdistribusi normal serta uji hipotesis menggunakan paired sample t-test untuk mengukur efektivitas model pembelajaran Inquiry Based Learning. Hasil pengujian data di lapangan menunjukkan peningkatan aspek kognitif yang signifikan, dengan peningkatan skor rata-rata pre-test sebesar 50,25 menjadi 84,5 pada post-test. Untuk mengukur signifikansi peningkatan tersebut, dilakukan uji-t dengan Nilai Signifikansi (p-value): <0.001 jauh lebih kecil dari 0.05, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah diterapkannya model pembelajaran pembelajaran Inquiry Based Learning. Selain meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik, model ini juga menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan partisipatif.
KEKUATAN DALAM KELEMBUTAN WANITA SUNDA PADA TARI NYI KUJANG WADON Fitri Kurniati; Deliana Maharani Putri Dimyati; Trianti Nugraheni
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65297

Abstract

Tari Nyi Kujang Wadon memancarkan keanggunan dan kelembutan yang memikat, namun di balik setiap gerakan lembutnya terdapat sebuah kekuatan yang menakjubkan. Tarian ini menceritakan kekuatan dalam kelembutan wanita Sunda dengan kemahirannya memainkan senjata Kujang Wadon dengan berbagai tabuhan tepakan kendang yang dipadukan dengan gerakan silat serta jurus kujang dengan mengeksplorasi gerakan mincid ketuk tilu dan gerakan bajidoran yang diusung oleh para Wanoja sehingga membentuk pola Tari Nyi Kujang Wadon. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami dan menganalisis dengan fokus pada koreografer, rias, busana, dan musik pengiring tarian. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui pengamatan langsung terhadap pertunjukan tari, wawancara dengan penari dan koreografer, serta studi pustaka terkait seni pertunjukan Sunda. Tarian ini mempunyai tiga kategori ragam gerak yaitu, pure movement (gerak murni), gesture (gerak maknawi), serta locomotion (gerak berpindah). Koreografi tarian ini memadukan gerakan yang cepat dan berenergi dengan ekspresi yang menunjukkan kekuatan dan keberanian wanita Sunda, menciptakan sebuah pertunjukan yang hidup dan menggugah. Rias yang digunakan adalah rias corrective atau rias aksen yang berfungsi untuk menebalkan garis-garis wajah serta menonjolkan kelebiha dan menutupi kekurangan pada wajah penari. Busana yang dikenakan yaitu kabaya, pangsi, kewer, apok/kemben, stagen, sampur dengan warna-warna yang tidak terlalu cerah serta menggunakan aksesoris yang simple tetapi terlihat elegan mencerminkan seorang Wanoja. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami nilai-nilai budaya lokal dan peran seni pertunjukan dalam melestarikan warisan budaya Sunda.
TARI KUNTUL LIWAT DI SANGGAR SUNDA PURA Agus Sudirman; Dessy Lidia Fitri; Ayo Sunaryo
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65298

Abstract

Tari Kuntul Liwat merupakan bagian integral dari upacara Mapag Panganten dan melambangkan kekayaan budaya Karawang yang penuh tradisi. Tarian ini mengambil burung kuntul sebagai inspirasi utama, simbol kehidupan agraris dan kesejahteraan masyarakat Karawang. Tari Kuntul Liwat merupakan Tari yang terintegrasi elemen dari Tari Gondang, yang relevan dengan konsep tarian rakyat, menambah kedalaman makna dan kesesuaian budaya tari ini. Penelitian ini menggunakan teori Etnokoreologi sebagai dasar, dipadukan dengan teori revitalisasi, ide penciptaan, koreografi, serta teori rias dan busana. Metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif diterapkan untuk mengeksplorasi struktur koreografi yang didominasi oleh desain gerak asimetris dengan penggunaan ruang, tenaga, dan waktu yang sedang. Tari Kuntul Liwat menggambarkan kekayaan budaya Karawang melalui simbol burung kuntul dan gerakan anggun yang mencerminkan kehidupan agraris. Unsur pengadaptasian Tari Gondang menambah makna dan keselarasan budaya tari ini. Tari Kuntul Liwat berfungsi sebagai media edukasi dan pelestarian budaya. Tari Kuntul Liwat mencakup kategori gerak pure movement pada Meber Jangjang, locomotion pada Mincid, dan gesture pada Ngapak Sajodo. Riasan yang digunakan penari perempuan adalah rias korektif, sementara busana penari perempuan meliputi brukat kebaya putih, kebaya (kutang nini), dan rok kain batik dengan warna putih, hijau, dan hitam, yang menggambarkan motif bulu burung kuntul dan area persawahan. Rias busana penari laki-laki, diadaptasi dari Tari Gondang, mencerminkan kesederhanaan dan keaslian pakaian tradisional yang nyaman. Secara keseluruhan, Tari Kuntul Liwat melambangkan kekayaan budaya dan kehidupan agraris masyarakat Karawang, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghargai, serta diharapkan dapat terus dilestarikan dan dikembangkan agar tetap relevan dan dinikmati oleh generasi mendatang.
PENGEMASAN BAHAN AJAR TOR-TOR ILAH BOLON BERBASIS CANVA UNTUK SISWA SMP Arti Sutriska Siallagan; Sitti Rahmah
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengemas bahan ajar Tor-tor Ilah Bolon berbasis aplikasi Canva untuk siswa Sekolah Menengah Pertama sesuai Fase D Kurikulum Merdeka pada elemen berpikir dan bekerja secara artistik (Thinking Artistically). Bahan ajar ini dirancang agar peserta didik mampu menunjukkan hasil gerak tari kreasi berdasarkan nilai, jenis, dan fungsi tari tradisional dalam berbagai penyajian, baik individu maupun kelompok, menggunakan unsur utama dan pendukung tari. Proses pengemasan bahan ajar mengikuti tahapan model ADDIE berdasarkan pedoman Djamarah (2010). Penelitian dilakukan di Sanggar Marilah Simalungun untuk menggali data terkait Tor-tor Ilah Bolon dan mengambil dokumentasi di Gedung Serbaguna Universitas Negeri Medan. Hasil penelitian menghasilkan bahan ajar digital yang terdiri dari lima aktivitas belajar yang membahas elemen Tor-tor Ilah Bolon. Setelah diuji oleh ahli materi dan media, bahan ajar ini dinyatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran seni budaya bagi siswa kelas VII Sekolah Menengah Pelatihan. Penilaian ahli materi pada aspek kesesuaian capaian pembelajaran, kelayakan isi, bahasa, dan pengorganisasian memperoleh nilai rata-rata 4,7 (layak), dan penilaian ahli media pada aspek tampilan dan visual bahan ajar memperoleh nilai rata-rata 4,8 (layak).
PEMBELAJARAN SENI TARI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL CORE UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DI SMK SWASTA MANDIRI Sitorus, Ella Pratiwi
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/senitari.v11i1.31088

Abstract

Abstract - This study aims to describe the application of learning dance with the CORE model (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) with the material of Anak Kala Dance, to increase the creativity of class X TKJ-5 students at SMK Swasta Mandiri. The theory used is the theory of the CORE learning model (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) by Chmbliss and Calfee. The teacher provides the Kala Child Dance material which is given to students as learning material for students. Students are divided into selected groups heterogeneously. The teacher divides into 3 groups consisting of 4 people. The population in this study were students of class X TKJ SMK Swasta Mandiri with a total of 31 students, the sampling in this study were students of class X TKJ-5 SMK Swasta Mandiri, Deli Serdang Regency, amounting to 12 people due to the Covid-19 pandemic. Learning is contained in KD 3.1 material understanding concepts, techniques, procedures in the various movements of traditional dance 4.1 Demonstrating traditional dance movements based on concepts, techniques, and procedures according to the count / beat. The methodology in this study was carried out by direct observation, literature study from books / previous researchers, documentation of the data obtained, and carrying out tests to determine the results. After analyzing systematically using quantitative descriptive analysis methods. The results of this study indicate that: 1) the overall results of the students reached an average of 73.66 with a percentage of 3%. 2) the increase in student creativity from an average of 65.25 (pre test) to 84.41 (post test) increased by 30%. 6737), so that the research hypothesis is accepted. Keywords: Creativity, CORE Learning Model, Anak Kala Dance.                               Abstrak- Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pembelajaran seni tari dengan model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) dengan materi Tari Anak Kala, untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas X TKJ-5 di SMK Swasta Mandiri. Teori yang digunakan yaitu teori model pembelajaran CORE (Connecting,Organizing,Reflecting,Extending)oleh Chmbliss Dan Calfee. Guru memberikan materi Tari Anak Kala yang diberikan kepada siswa sebagai bahan pembelajaran bagi siswa. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang dipilih secara heterogen. Guru membagikan kedalam 3 kelompok yang terdiri dari 4 orang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ SMK Swasta Mandiri dengan siswa berjumlah 31, pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ-5 SMK Swasta Mandiri, Kabupaten Deli Serdang yang berjumlah 12 orang dikarenakan pandemi Covid-19. Pembelajaran terdapat dalam materi KD 3.1 memahami konsep,teknik,prosedur dalam ragam gerak tari tradisi 4.1 Meragakan gerak tari tradisional berdasarkan konsep, teknik, dan prosedur sesuai dengan hitungan/ketukan. Metodologi dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi langsung, studi kepustakaan dari buku/peneliti sebelumnya, dokumentasi dari data yang didapat, dan melaksanakan tes untuk mengetahui hasil. Setelah menganalisis secara sistematis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa : 1) hasil keseluruhan siswa mencapai rata rata 73,66 dengan persentase 3%. 2) meningkatnya kreativitas siswa dari rata-rata 65,25(pre test) menjadi 84,41 (post test) meningkat sebanyak 30% Hasil praktek diperoleh dari analisis uji t berpasangan yang menunjukkan bahwa thitung > ttabel yaitu (14,8 > 1,6737), sehingga hipotesis penelitian di terima. Kata Kunci: Kreativitas, Model Pembelajaran CORE, Tari Anak Kala.               
PENGEMASAN PEMBELAJARAN TARI GUEL BERBASIS MEDIA INTERAKTIF KOMPUTER MENGGUNAKAN PROGRAM MACROMEDIA FLASH 8 UNTUK TINGKAT SMP Mutiara, Yomanda Carissa
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/senitari.v11i1.31253

Abstract

Abstract - This research aimed to describe the stages in packaging Guel dance learning based on interactive computer media using the Macromedia Flash 8 program for junior high school level.The theories used in this study are related to learning media (Susilana and Riyana 2016), and also from Syafdi Maizora related to Macromedia Flash 8 programs usage.This research designs are qualitative and quantitative. The population in this study was regional artists, traditional leaders and the Gayo communities in Central Aceh district, while the study sample was 2 dancers as dance performers and sources of data to collect data to fulfill Basic Competencies of Appreciation and Expression.Packaging was divided into 3 stages, first stage was collecting supporting materials according to material needs. After the materials were collected and had been summarized, the next stage was the process of working on Macromedia Flash 8. The final stage was validating the program in terms of language, text, layout, and the validity of the concept and then the media is ready to use. The stages in packaging Guel dance learning were achieved through collaboration in creating Macromedia Flash 8 animations. Findings obtained from the evaluation of validation tests from 2 material expert validators and 2 media expert validators were 95.01% and 77.27%. The end of the feasibility test of this assessment recapitulation was 86.14%, which showed that the packaging Guel dance learning based on interactive computer media for junior high school level is included in the very feasible category to use. Keywords: Packaging, Guel Dance, Interactive Computer Media, Macromedia  Flash 8 Abstrak - Penelitan ini merupakan penilitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan-tahapan dalam pengemasan pembelajaran tari Guel berbasis media interaktif komputer menggunakan  program Macromedia Flash 8 untuk tingkat SMP. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah tentang teori media (Susilana dan Riyana 2016), dan Syafdi Maizora tentang penggunaan program Macromedia Flash 8. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Populasidalam penelitian ini tertuju kepada seniman daerah, tokoh adat dan masyarakat Gayo kabupaten Aceh Tengah, sementara sampel penelitian adalah 2 orang penari yang bertujuan sebagai peraga tari dan nara sumber guna pengumpulan data untuk memenuhi Kompetensi Dasar Apresiasi dan Ekspresi. Pengemasan dibagi menjadi 3 tahapan, Mengumpulkan bahan pendukung sesuai dengan kebutuhan materi. Setelah bahan terkumpul dan materi telah dirangkum, selanjutnya proses pengerjaan Macromedia Flash 8. Evalusi program dari segi bahasa, teks, tata letak, dan kebenaran konsep dan kemudian siap digunakan. Tahapan-tahapan dalam pengemasan pembelajaran tari Guel dicapai melalui kerjasama dalam pembuatan animasi Macromedia Flash 8. Hasil yang didapat berdasarkan evaluasi uji validasi dari 2 orang validator ahli materi dan 2 orang validator ahli media masing-masing adalah 95.01% dan 77.27%. Akhir dari pada uji kelayakan dari rekapitulasi penilaian ini adalah 86.14% yaitu pengemasan pembelajaran tari Guel berbasis media interaktif komputer untuk tingkat SMP termasuk ke dalam kategori sangat layak untuk digunakan di lapangan. Kata Kunci :Pengemasan, Tari Guel, Media Interaktif komputer, Macromedia  Flash 8
PENGEMASAN TARI YAPONG DALAM BENTUK MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK SISWA KELAS X Elpriade, Manalu -
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/senitari.v11i1.31255

Abstract

Abstract - This study aims to describe the packaging steps for Yapong dance in an audio-visual form in accordance with KD 3.1, namely concepts, techniques, and procedures in imitating the basic movements of the Yapong dance and according to KD 4.1, namely imitating the basic dance movements according to the count or beat. The theories used are Setyosari's (2015) theory, namely the steps of audio-visual packaging including planning, preparation, production and evaluation. The theory of product packaging by Senjaya, Wina (2011: 20) is that in packaging content or learning materials into teaching materials, there are considerations such as conformity with the objectives to be achieved, simplicity, elements of message design, material organization, and instructions for use. The learning media method used is descriptive qualitative method. The research instrument used was to use a media validation test questionnaire and a material validation test questionnaire. This research produces audio-visual learning media for Yapong dance material, related to concepts including Yapong dance background, movement terminology, musical instruments, make-up and fashion. Techniques, described through dancekript, and procedures include procedures for Yapong dance movements, and procedures for describing the Yapong dance. The entire research results are packaged in audio-visual form and then validated by material experts and media experts. From the validation 4,7 from material experts and 4,8 from media experts were obtained. From the acquisition of these values indicates that the packaging of the Yapong dance is feasible to be applied as a medium of learning in Senior High Schools.Keywords: Packaging, Yapong Dance, Audio visual Media. Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pengemasan tari Yapong dalam bentuk audio visual sesuai dengan KD 3.1 yaitu konsep, teknik, dan prosedur dalam menirukan ragam gerak dasar tari Yapong dan sesuai KD 4.1 yaitu menirukan ragam gerak dasar tari sesuai dengan hitungan atau ketukan. Teori “ teori yang digunakan adalah Teori Setyosari (2015) yaitu langkah “ langkah pengemasan audio visual meliputi perencanaan, penyusunan, produksi dan evaluasi. Teori pengemasan produk oleh Senjaya, Wina (2011: 20) yaitu dalam mengemas isi atau materi pembelajaran menjadi bahan ajar terdapat pertimbangan seperti kesesuaian dengan tujuan yang harus dicapai, kesederhanaan, unsur “ unsur desain pesan, pengorganisasian bahan, dan petunjuk cara penggunaan. Metode media pembelajaran yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan angket uji validasi media dan angket uji validasi materi. Penelitian ini menghasilkan media pembelajaran audio visual materi tari Yapong, terkait konsep meliputi latar belakang, terminologi gerak, instrumen musik, tata rias dan tata busana. Teknik, dideskripsikan melalui dancescript , dan prosedur meliputi prosedur ragam gerak tari Yapong, dan uraian tari Yapong. Keseluruhan hasil penelitian yang dikemas dalam bentuk audio visual kemudian divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Dari validasi tersebut diperoleh hasil 4,7 dari ahli materi dan  4,8 dari ahli media. Dari perolehan nilai tersebut mengindikasikan bahwa kemasan tari Yapong layak untuk diterapkan sebagai media pembelajaran di Sekolah Menengah Atas.          Kata Kunci: Pengemasan, Tari Yapong, Media  Audio visual 
PENGARUH PEMBELAJARAN DARING PADA MATERI TATAK MENABI PAGE UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KELAS X MAN BATU BARA Sa’bani, Nadiatul; Heniwaty, Yusnizar
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gest.v11i1.34269

Abstract

ABSTRACT - This study aims to describe the effect of online learning on the Tatak Menabi Page material to increase the effectiveness of learning in class X MAN Batu Bara. The theory used is online learning theory (Jaya Kumar: 2002), learning effectiveness theory (Nana Sudjana: 1990) and learning steps (Anitah: 2017). The research method used is quantitative methods with an experimental approach. The entire population of class X MAN Batu Bara and the sample of class X IPA 1 students was 36 students. Data collection techniques in the form of observations / observation sheets, test learning outcomes, documentation and relevant research. The research instrument was multiple choice questions totaling 20 questions which were first tested for validation, as well as observation sheets on attitudes and the learning process. Before the action is taken, a pre-test is given to measure students' initial abilities. From the results of the evaluation before and after the application of the media, the pre-test data for cognitive realm showed that the average value obtained was 39.17 (none of the students reached the KKM). After the application of online learning media, the average score was 74.58 (14 students reached the KKM). From the results of the pre-test and post-test there was an increase of 39%. This shows that there is an effect of online learning on the Tatak Menabi Page material to increase the effectiveness of learning in class X MAN Batu Bara at cognitive realm by 39%.  In psychomotor realm, the pre-test scores obtained by 2 students reached the KKM and after being given online learning media, the post-test scores of 2 students reached the KKM scores, this shows that no change has occurred in other words there is no effect of online learning on the Tatak Menabi Page material. to improve the effectiveness of class X MAN Batu Bara learning. Keyword: Online Learning, Learning Effectiveness, Tatak Menabi Page.      ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pembelajaran daring pada materi Tatak Menabi Page untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran kelas X MAN Batu Bara. Teori yang digunakan adalah teori pembelajaran daring (Jaya Kumar : 2002), teori efektivitas pembelajaran (Nana Sudjana : 1990) dan langkah-langkah pembelajaran (Anitah : 2017). Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Populasi seluruh siswa kelas X MAN Batu Bara dan sampel siswa kelas X IPA 1 berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi/lembar pengamatan, tes hasil belajar, dokumentasi dan penelitian relevan. Instrument penelitian yaitu soal- soal pilihan berganda berjumlah 20 soal yang terlebih dahulu di uji validasi, serta  lembar pengamatan sikap dan proses pembelajaran.  Sebelum dilakukan tindakan terlebih dahulu diberikan pre-test untuk mengukur kemampuan awal siswa. Dari hasil evaluasi sebelum dan sesudah diterapkannya media diperoleh data pre-test untuk ranah kognitif menunjukan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh adalah 39,17 (tidak ada siswa yang mencapai KKM). Setelah diterapkannya media pembelajaran daring diperoleh nilai rata-rata 74,58 (14 siswa mencapai KKM). Dari hasil pre-test dan post-test terjadi peningkatan sebesar 39%. Hal ini menunjukan ada pengaruh pembelajaran daring pada materi Tatak Menabi Page untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran kelas X MAN Batu Bara pada ranah kognitif sebesar 39 %. Pada ranah psikomotorik nilai  pre-test diperoleh 2 siswa mencapai KKM dan setelah diberikan media pembelajaran daring diperoleh nilai post-test 2 siswa mencapai nilai KKM, hal ini menunjukan tidak ada perubahan yang terjadi dengan kata lain tidak ada pengaruh pembelajaran daring pada materi Tatak Menabi Page untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran kelas X MAN Batu Bara. Kata kunci : Pembelajaran Daring, Efektivitas Pembelajaran, Tatak Menabi Page.
PENARI BERHIJAB DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT SEBAGAI AJANG DAKWAH MELALUI KESENIAN Parhan, Muhammad; Pratiwi, Cindy Anugrah; Agustina, Rika; Aini, Salsa Nurul
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gest.v11i1.34271

Abstract

Abstract - The purpose of this research is to provide an overview of the implications of Islamic religious science and art. Not many dancers use their hijab when dancing, because it is considered a foreign thing. Various stigmas appear in society's perspective when they see dancers wearing hijab. One of the negative stigmas given is that someone who uses the hijab should not dance because often the movements they do can lead to disobedience, for example erotic movements, it creates lust for men who are not the mahrom. However, it turns out that there is an implied message of da'wah from dancers wearing hijab when dancing. Because in essence every dance has a meaning contained in it. In addition, dancing is not just a hobby but as a place to actualize oneself through movements that have meaning in dance. Given this phenomenon, we are interested in conducting this research. This research was conducted to collect, conclude, and share various understandings from different perspectives regarding the dancer who wears the hijab. A qualitative approach with descriptive analysis was cho sen in this study, because the author wanted to obtain extensive and unlimited data. This research can be useful as a reading resource with the aim of opening up the latest views for the community. In addition, this study provides motivation for women who use the hijab so that they do not feel limited to expression such as dancing. Keywords: art; da™wah; hijab dancersAbstrak - Dilakukannya penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran implikasi  ilmu agama Islam dan seni. Tak banyak penari yang menggunakan hijabnya saat menari, karena dianggap sebagai hal yang asing. Berbagai stigma muncul dalam perspektif masyarakat ketika mereka melihat penari berhijab. Salah satu stigma negatif yang diberikan yaitu seseorang yang menggunakan hijab tidak seharusnya menari karena seringkali gerakan yang dilakukan dapat menimbulkan kemaksiatan contohnya gerakan-gerakan yang erotis, hal itu menimbulkan nafsu sahwat terhadap laki-laki yang bukan mahromnya. Namun ternyata ada pesan dakwah yang tersirat dari penari berhijab ketika menari. Karena pada hakikatnya setiap tarian terdapat makna yang terkandung di dalamnya. Selain itu, menari bukan hanya sekedar hobi namun sebagai wadah untuk mengaktualisasikan diri melalui gerakan yang memiliki makna pada tarian. Dengan adanya fenomena tersebut, kami tertarik untuk melakukan penelitian ini. Penilitian ini dilakukan untuk mengumpulkan, menyimpulkan, dan berbagi berbagai pemahaman dari sudut pandang berbeda mengenai penari yang memakai hijabnya tersebut. Pendekatan kualitatif dengan deskriptif analisis dipilih dalam penelitian ini, dikarenakan penulis ingin memperoleh data yang bersifat luas dan tak terbatas. Penelitian ini dapat bermanfaat sebagai sumber bacaan dengan tujuan membuka pandangan terbaru untuk masyarakat. Selain itu, penelitian ini memberikan motivasi kepada wanita yang menggunakan hijab agar tidak merasa terbatas untuk berekspresi seperti menari. Kata kunci : seni;  Dakwah; Penari Berhijab

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 12, No 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 12, No 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 11, No 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol 11, No 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 10, No 2 (2021): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 10, No 1 (2021): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 9, No 2 (2020): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 9, No 1 (2020): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 8, No 2 (2019): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 8, No 1 (2019): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 7, No 1 (2018): April 2018 Vol 7, No 2 (2018): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): April 2017 Vol 5, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): April 2016 Vol 4, No 1 (2015): April 2015 Vol 3, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): April 2014 Vol 2, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): April 2013 Vol 1, No 1 (2012): April 2012 More Issue