cover
Contact Name
Sitti Rahmah
Contact Email
gesture@unimed.ac.id
Phone
+628126554635
Journal Mail Official
gesture@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar, Ps. V, Medan Estate.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gesture: Jurnal Seni Tari
ISSN : 23015799     EISSN : 25992864     DOI : https://doi.org/10.24114/senitari.v11i1
Jurnal Gesture Seni Tari ini memuat tentang penulisan ilmiah dan penelitian seni tari tradisi dan tari non tradisi di Nusantara, hingga menyinggung persoalan-persoalan yang terkait dengan perkembangan pendidikan seni tari pada abad ini. Sebagai Jurnal Seni yang hadir ditengah-tengah lembaga Prodi Pendidikan Seni Tari; dalam hal ini jurnal gesture akan selalu konsisten untuk berupaya menampung segala bentuk karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan bidang (Pengajaran, Pengkajian, Penyajian, Penciptaan, dan Pengelolaan) di Pendidikan Tari FBS Unimed.
Articles 321 Documents
MAKNA SIMBOLIK TARI KENCAR-KENCAR DI KABUPATEN KARANGANYAR Putri, Anggita Febriana; Paranti, Lesa
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i1.42711

Abstract

Kencar-kencar dance is a traditional creation dance from Karanganyar Regency. Kencar-kencar dance has meanings of life which are symbolized through movement, accompaniment, make-up, costume, and property. The purpose of this research is to find out and analyze the symbolic meaning of Kencar-kencar Dance in Karanganyar Regency. The method used in this research is a qualitative method with a semiotic approach. Research on the Symbolic Meaning of Kencar-kencar Dance in data collection techniques used through observation, interviews, and documentation. Data validation techniques use source triangulation, technical triangulation, and time triangulation. Data analysis using data reduction, data presentation and conclusion. The results of the study show that the meaning of the Kencar-kencar Dance is found in motion, accompaniment, make-up, costume, and property. Living in harmony with mutual respect, mutual love, mutual respect, namely tolerance for differences that exist between communities to create harmony and peace between the Karanganyar people. Kencar-kencar dance has the meaning of Karanganyar which is brightly lit at night. The symbolic meaning in the Kencar-kencar Dance gives the spirit of life to the people of Karanganyar Regency
TARI PAYUNG PADA MASYARAKAT PESISIR SIBOLGA: KAJIAN FUNGSI Sari, Juliana Tri; Rahmah, Sitti
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i1.42851

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan fungsi tari payung pada masyarakat Pesisir Sibolga. Pada penelitian ini teori yang digunakan yaitu teori fungsi dari Jazuli yakni sebagai sarana upacara, sebagai sarana pertunjukan, sebagai hiburan, dan sebagai media pendidikan. Pada penelitian ini menggunakan perhimpunan data seperti dokumentasi, wawancara, dan kajian teori, Teknik analisis data yang dipakai yaitu penyajian data, reduksi data, dan penarik kesimpulan serta pengecekan. Hasil dan pembahasan menunjukan sebagai fungsi tari payung adalah digunakan pada acara adat pernikahan untuk memberikan nasehat pada mempelai pria dan wanita sebagai bentuk tanggung jawab suami terhadap istri; sebagai tontonan adalah yang dimaksud sebagai penyampai/ penerima pesan dan fungsi tontonan lebih mementingkan aspek estetika, sebagai fungsi hiburan adalah untuk rasa kepuasan diri penari tersebut tanpa mempunyai tujuan lebh mendalam dan yang terakhir fungsi tari payung pada masyarakat Pesisir Sibolga yaitu sebagai media pendidikan adalah bertujuan untuk mencegah siswa dari pengaruh budaya asing dan dapat melestarikan kebudayaan dan menjaga kekhasan daerahnya, sedangkan bagi pelaku tari payung menggunakan baju kurung berwarna kuning sebagai busananya, dan alat musik yang digunakan yaitu biola, singkado, dan akordion.
FILM TARI SUMBANG SEIMBANG: REFLEKSI ZAPIN PENYENGAT DALAM KONSEP KESEIMBANGAN Tampubolon, Rines Onyxi
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i1.44735

Abstract

Film tari œSumbang Seimbang adalah karya film tariyang digagas lewat proses penerjemahan makna dan simbol zapin penyengat dalam merepon kondisi keterbatasan ruang gerak (pandemi) sebagai media refleksi dari nilai tradisi. Zapin Penyengat yang telah mengarungi perjalanan berkeseniannya selama 100 tahun lebih, tentunya memiliki penghayatan yang dalam bagi masyarakat Pulau Penyengat sebagai identitas kehidupan masyarakat pesisir dalam meyakini hal yang mereka percayai sebagai nilai kehidupan. Berangkat dari penghayatan terhadap identitas daerah dan nilai kehidupan dalam Zapin Penyengat tersebut, tercuat sebuah ideologi refleksi diri melalui konsep keseimbangan. Konsep keseimbangan hadir dari pemaknaan akan nilai sejarah, motif, dan gerak zapin penyengat yang menghubungkan tiga unsur kehidupan yaitu, Ketuhanan, Alam, dan Manusia. Memaknai nilai keseimbangan hubungan fungsional antara manusia, alam, dan sang pencipta, œSumbang Seimbang ditransformasikan dari ide menjadi wujudkarya film tari lewat metode penciptaan seni yaitu, Metode Awalan (Body Knowing dan Body Transfering), Metode Lanjutan (metode penciptaan dan pengembangan kreatif Alma M.Hawkins) dan Metode Akhir (teknik dasar pemahaman sinematografi). Karya ini bertujuan sebagai media refleksi untuk mengingat kembali akan nilai kehidupan, pedoman dan pembelajaran hidup lewat pemaknaan kesenian tradisi yang dialih wujudkan ke dalam bentuk film tari. 
ANALISIS MAKNA, UNSUR DAN FUNGSI TARI NDAYAK GRASAK Mursito, Hawwaa Salsa Delphine; Lestari, Oktavia Tri
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i1.44880

Abstract

Dapat dikatakan bahwa budaya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Adanya hubungan yang erat antara kebudayaan dengan masyarakat menjadikan kebudayaan sebagai persoalan penting bagi masyarakat itu sendiri. Tari adalah sarana ekspresi diri dan komunikasi seorang seniman dengan publik. Melalui tarian, kita bisa melihat identitas dari suatu daerah. Tari Ndayak Grasak merupakan tarian profil dari Desa Sumber yang mana tarian ini telah dikenal oleh masyarakat sebagai tarian yang menjadi wajah bagi Desa Sumber. seni tari memiliki empat unsur utama keindahan, yaitu wiraga, wirama, wirasa, wirupa. penulis menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif yaitu dengan mendeskripsikan analisis unsur dan makna tari ndayak. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang memaparkan hasil penelitian dalam bentuk data deskriptif, Alasan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif adalah karena pertanyaan yang diajukan bukan tentang angka atau ukuran, melainkan tentang deskripsi yang bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang analisis dasar Tari Ndayak Grasak. Tari Ndayak Grasak terdiri dari 3 pola gerak, yaitu maju beksan (penyambutan), beksan (mengenalkan), dan mundur beksan (memohon maaf). Setiap penari membawakan tarian dengan gagah seperti prajurit yang akan pergi ke medan perang. Penari juga membawakan tarian dengan semangat dan antusiasme, agar perasaan semangat itu bisa sampai juga ke penonton. Unsur tari Ndayak grasak berupa gerak, iringan, penjiwaan, tata rias, tata busana. tarian ini memiliki makna yang sangat dalam tentang betapa berharganya waktu. tarian ini memiliki beberapa fungsi, seperti sebagai hiburan, pertunjukan, dan juga pelestarian budaya.
ANALISIS KOREOGRAFI TARI PEUMULIA JAMEE CIPTAAN YUSLIZAR SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN DI SANGGAR CUT NYAK DHIEN PROVINSI ACEH Dewita, Aagnes; Indah, Putri
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i1.44952

Abstract

Tujuan penelitian ini mengkaji tentang analisis koreografi Tari Peumulia Jamee diciptaan Yulizar, seorang koreografer yang berasal dari Sanggar Cut Nyak Dhien Banda Aceh. Tari ini termasuk ke dalam tari kreasi yang diperoleh dari pengembangan gerak dasar Tari Ranup Lampuan bertujuan memuliakan tamu dengan menyampaikan seserahan atau suguhan kepada tamu. Sal Murgianto (1983: 10): terdapat Prinsip bentuk koreografi meliputi: Unity (kesatuan yang utuh), Variation (variasi), Repetisi (pengulangan), Contras (Kontras) Transition (transisi), Squence (urutan), Climax (klimaks), Balance (keseimbangan), Harmony (harmoni). Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang mampu menggali lebih dalam mengenai informasi terkait dengan fakta yang sesuai dilapangan. Pengumpulan data melalui adanya studi kepustakaan, observasi, wawancara hingga ketahap dokumentasi. Hasil penelitian ini diantaranya adalah:  : Unity (kesatuan yang utuh)yaitu perpaduan ragam 13 gerak, busana, properti, musik pengiring secara utuh. Variation (keragaman) pada Tari Peumulia Jamee adalah berjumlah 13 ragam gerak yaitu (Ragam 1Pembuka, ragam  2 Langkah Tekuk, ragam 3 Jak Suroet, ragam  4 Ukeu Ngoen, ragam 5 Ek Troen, ragam 6 Wie Neun Simpuh, ragam 7 Jak Berimpuh, ragam 8 Bagah, ragam 9 Wie Neun Bagah, ragam 10 Langkah tekuk, ragam 11 Horeumat, ragam  12 Suroet Horeumat, ragam  13 Peneutoep). Adanya Repetisi (pengulangan) yang terdapat pada 4 ragam yaitu : ragam pembuka berpasangan dengan Peneutoep, dan ragam  langkah tekuk berpasangan dengan ragam Bagah. Pada Contras (Kontras) terdapat pada ragam  1 Pembuka dengan ragam 6 Wie Sempuh dan ragam 1 Pembuka dengan  ragam 13 Peunutup. Tari Peumulia Jamee tidak memiliki Transition (transisi). Terdapat 5 ragam gerak Squence (urutan) yaitu terdapat pada ragam (1 ragam Pembuka dan 2 ragam Langkah Tekuk, 3 ragam Jak Suroet, 4 ragam Ukue Ngoen, 7 ragam Jak Berimpuh, 11 ragam Horeumat). Climax (klimaks) terdapat pada ragam ke 13 yaitu Peneutup.  Balance (keseimbangan) terdapat pada keseluruhan gerak Tari Pemulia Jamee sangat seimbang,kompak. Sedangkan  Harmony (harmoni) terdapat pada ragam  gerak hormat yang  melambangkan kesantunan para  perempuan Aceh. Sehingga tari ini juga disebut dengan tari penyambutan terdapat penyuguhan makanan untuk tamu yang sedang berkunjung ke tanah Aceh, hal ini memberikan pituah agar hidup menebarkan kebaikan dengan cara bertingkah sopan dan santun, mengasihi dan saling menghormati sesama manusia.
PROSES PEMBELAJARAN TARI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SANGGAR SRIPANGLARAS KULON PROGO Salsabila, Annisa Nada; Sa’adah, Dwi Faris
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i2.45120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran tari pada anak berkebutuhan khusus di Sanggar Sripanglaras Kulon Progo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi guna memperkuat data secara kualitatif mengenai masalah yang diteliti. Sumber data penelitian berasal dari Sanggar Sripanglaras dan pendiri sekaligus pelatih di sana. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi, sehingga didapatkan hasil berupa proses pembelajaran tari pada anak berkebutuhan khusus di Sanggar Sripanglaras Kulon Progo. Sejak tahun 2019 Sanggar Sripanglaras mulai aktif mengajarkan tari kepada anak tunarungu dan tunagrahita dengan cara door to door. Pengelola sanggar menjemput dan mengantarkan kembali anak-anak berkebutuhan khusus setelah melakukan latihan dirumah sanggar. Pembelajaran dilakukan layaknya mengajarkan tari pada anak normal, yaitu dengan hitungan 1x8 secara berulang-ulang. Pada proses pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus, ada beberapa metode yang dipakai seperti demonstrasi, imitasi, drill, dan isyarat. Selain itu juga menggunakan teknik speech reading, teknik cued speech, dan teknik aba-aba.
IMPLEMENTASI METODE SAS (STRUKTUR, ANALITIS, DAN SINTESIS) DALAM PEMBELAJARAN TARI JATI LARAS DI SANGGAR RSTUDIO KOTA CILEGON BANTEN Putri, Vivi Anggita; Permanasari, Alis Triena; Lestari, Dwi Junianti
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i2.48425

Abstract

Sanggar adalah sarana atau tempat pelatihan guna melakukan sebuah kegiatan yang dimanfaatkan suatu kelompok ataupun komunitas dan merupakan pendidikan yang masuk ke dalam jenis nonformal. Misalnya sanggar tari yang menawarkan pelatihan dan pendidikan tari, serta mengembangkan kesenian tari. Sanggar tari yang melakukan pelatihan dan pendidikan kesenian tari mendalami dan mengeksplorasi tari-tarian yang sudah ada, mulai berwujud tari klasik, tari modern, hingga tari kreasi. Salah satu sanggar yang unik dalam metode pembelajarannya yaitu sanggar RStudio. Sanggar ini memiliki prestasi yang cukup baik dan dalam pembelajarannya menggunakan metode SAS (Struktur, Analitis, dan Sintesis) Tari Jati laras merupakan tarian yang beberapa sumbernya mengambil dari gerakan silat. Penenlitian ini menggunakan Metode SAS dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data didapatkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan Proses pembelajaran Tari Jati Laras di Sanggar RStudio menerapkan metode SAS (Struktur, Analitis, dan Sintesis) yang membagi pelaksanaan pembelajaran menjadi 3 bagian yaitu: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Terdapat beberapa faktor pendukung dalam proses pembelajaran tari yaitu dalam pembelajaran siswa guru menjalankan perannya sehingga pelaksanaan dapat berjalan secara optimal, siswa dan guru akan berkerjasama dalam menjalin interaksi pada proses pembelajaran, metode yang digunakan oleh guru juga menjadi faktor pendukung dalam proses pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran. adapun faktor penghambat dari pembelajaran yaitu keterampilan gerak dan daya ingat siswa yang berbeda-beda dan fasilitas ruangan yang diperlukan kurang memadai.
PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM TARI ETNIK SUMATERA UTARA BERBASIS EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT Aulia, Sri Mustika; Purnomo, Try Wahyu; Faisal, Faisal; Pardede, Manuel Obet Nego
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i2.49780

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menghasilkan bahan baku berupa e-modul pendidikan tari berbasis Education for Sustainable Development. Education for Sustainable development (ESD) yang menyisipkan wawasan luas dan futuristik tentang lingkungan global untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat agar dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di masa kini dan masa depan. Konsep Education for Sustainable Development memiliki tiga perspektif antara lain sosial budaya, lingkungan dan ekonomi, dimana konsep penelitian ini akan berpusat pada mahasiswa dalam mengembangkan dan merancang ESD. Model Penelitian yang digunakan adalah model 4D yang menekankan perlunya capaian pembelajaran yang sesuai dengan konteks pembelajaran seni tari di Prodi PGSD (dosen dan mahasiswa). Pada tahap pendefinisian akan dilakukan analisis kebutuhan, analisis konsep, analisis Hasil Belajar Mata Kuliah (CPMK), analisis penggunaan, dan analisis keragaman budaya. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dilakukan perancangan (design) e-modul praktikum pendidikan seni tari. Berdasarkan penelitian ini dihasilkan sebuah e-modul praktis yang valid, implementatif, dan efektif untuk kebutuhan pembelajaran seni tari di Prodi PGSD yang mengedepankan nilai-nilai pendidikan di tengah isu global.
PENGENALAN KOREOGRAFI LEWAT GERAK TARIAN CACI DI SMAN 3 KOMODO MANGGARAI NTT Hafianti, Dewi; Panji, A.A Rai Susila
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i2.49837

Abstract

Berkembangnya tarian baru maupun tari kreasi akhir-akhir ini memotivasi msyarakat untuk lebih memperdalam koreografi. Koreografi merupakan kesatuan bentuk tari yang dapat dipahami dari bentuk, isi dan teknik. Seperti pada salah satu tarian yang berasal dari Manggarai, atau yang dikenal dengan tarian Caci. Tarian yang ditarikan oleh laki-laki ini memadukan gerak dua karakter yang menjadikan tari ini unik, sekaligus mempunyai ciri khas tersendiri. Melalui penelitian kualitatif, penelitian ini melihat seluruh aspek dengan observasi serta mengkaji literatur baik audio maupun secara visual. Sumber data pada penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari observasi lokal oleh tim dari Manggarai. Data sekunder didapat dari hasil dokumentasi, sumber tertulis dari majalah, buku, jurnal, serta dokumen pribadi. Data yang sudah didapat ditelaah, diseleksi dan dipilih untuk mendukung penelitian ini. Tarian caci merupakan tarian yang penuh penuh adrenalin. Sinergitas koreografi lewat tarian caci, merupakan simbiosis mutualisme antar seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan
EKSPLORASI RUANG ILMIAH DALAM LINGKUP SENI PERTUNJUKAN DI ISBI BANDUNG Ramadhan, Resa; H, Fikri Husni
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i2.52984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji terhadap fenomena minimnya diskusi pasca pertunjukan di ISBI Bandung. Diskusi pasca pertunjukan  merupakan aktivitas yang dapat memperkaya wahana aestetis dari pertunjukan  dalam ruang lingkup ilmiah institusi tersebut. Namun, ada kecenderungan yang semakin merosot terhadap pengaplikasian yang menyebabkan minimnya diskusi pasca pertunjukan . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan referensi literatur. Penelitian ini bertujuan untuk memahami latar belakang, persepsi, pengalaman, dan beberapa faktor yang mungkin memengaruhi kurangnya diskusi pasca pertunjukan  sebagai dialektika pemikiran melalui pertukaran wacana.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 12, No 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 12, No 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 11, No 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol 11, No 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 10, No 2 (2021): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 10, No 1 (2021): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 9, No 2 (2020): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 9, No 1 (2020): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 8, No 2 (2019): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 8, No 1 (2019): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 7, No 1 (2018): April 2018 Vol 7, No 2 (2018): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): April 2017 Vol 5, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): April 2016 Vol 4, No 1 (2015): April 2015 Vol 3, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): April 2014 Vol 2, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): April 2013 Vol 1, No 1 (2012): April 2012 More Issue