cover
Contact Name
Parlindungan Pandapotan Marpaung
Contact Email
parlindungan.reni@gmail.com
Phone
+6285259948993
Journal Mail Official
eksergi.polines@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jalan. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eksergi: Jurnal Teknik Energi
Design of DC Accumulator Charging using Backup Accumulator Based on Inverter and Converter Device Parlindungan Pandapotan Marpaung
Articles 256 Documents
Pengujian Tingkat Pencahayaan di Ruang Kuliah Sekolah C Lantai III- O5 supriyo supriyo; Ismin Taukhid Rahyono
Eksergi Vol 13, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.587 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i3.1024

Abstract

Kondisi belajar pada ruang kuliah dipengaruhi oleh tingkat pencahayaan yang digunakan.  Tingkat penerangan yang diijinkan pada ruang sekolah adalah 250 lux sampai 500 lux. Penelitian  ini mengkaji pemanfaatan energi listrik sebagai energi cahaya dalam mengetahui tingkat  pencahayaan pada ruang yang digunakan dengan panjang 10 meter, lebar 7,5 meter, bidang kerja  0,8 meter dan lampu yang terpasang TL 2x65 Watt sebanyak 8 armatur. Pengukuran dilakukan  setiap hari kerja yaitu hari senin sampai hari jumat dari mulai gelap waktu beban puncak (WBP)  jam 16.30 WIB sampai jam 18.00 WIB dan luar waktu beban puncak (LWBP) jam 18.00 WIB  sampai jam 21 WIB. Hasil pengukuran pencahayaan dari hari senin sampai hari jumat nilainya sama yaitu 333 lux . Kata Kunci : Illuminasi, energi listrik
Penurunan Tahanan Pembumian dengan Menggunakan Campuran Gypsum dan Arang Pada Elektroda Plat Wiwik Purwati Widyaningsih; Teguh Harijono Mulud; Kurnia Afiliani
Eksergi Vol 13, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.143 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i3.1029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan nilai tahanan pembumian serendah mungkin dengan menggunakan soil treatment yaitu campuran antara gypsum dan arang pada electrode plat yang terbuat dari tembaga, penelitian ini dilakukan di sebelah utara bengkel mesin Politeknik Negeri Semarang. Jenis tanah yang digunakan untuk penelitian ini adalah tanah liat dengan kondisi kering (pada kondisi tidak hujan dan tidak disiram air). Penelitian ini menggunakan metode tiga titik (three point methode). Campuran gypsum dan arang diletakkan diatas elektrode plat, perbandingan antara gypsum dan arang yang diletakkan diatas elektroda plat seperti berikut : massa gypsum 1,5 kg : 0,5 kg massa arang , massa gypsum 0,5 kg : 1,5 kg arang dan massa gypsum 1 kg : 1 kg arang. Kedalaman penanaman elektrode plat 60 cm, nilai tahanan pembumiannya sebesar 78,1 Ω. Kata kunci: Tahanan Pembumian, Elektroda, Soil Treatment.
Pembuatan Turbin Double Spherical Sebagai Upaya Memperbaiki Kinerja Turbin Spherical Yusuf Dewantoro Herlambang; Mochammad Denny Surendra; Yanuar Mahfudz Safarudin
Eksergi Vol 14, No 3 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.153 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v14i3.1368

Abstract

Tujuan dari tugas akhir ini adalah pembuatan turbin spherical helix berbasis NACA 0016 dengan sudut putar sebesar 30o dengan penambahan jumlah runner, memperbaiki kerangka uji, melakukan uji kinerja turbin air yang telah dibuat, menghitung kinerja turbin dengan runner single dan double dan melakukan analisa kinerja turbin. Selanjutnya akan melakukan pengujian dan melihat hasil kinerja efisiensi yang dihasilkan. Pengujian turbin air ini menggunakan variable turbin spherical dan turbin double spherical dengan variable uji berupa kecepatan aliran1,2 m/s,dan1,4 m/s. Sedangkan parameter uji berupa putaran poros turbin, massa torsi, dan head. Data-data hasil pengujian selanjutnya diolah untuk mengetahui daya mekanik dan efisiensi turbin maksimum. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi yang mampu dihasilkan turbin spherical helix yaitu sebesar 20,9% pada varibel uji pada kecepatan aliran kerja 1,2 m/s dengan putaran turbin 155 rpm, dan 21,21% pada variable uji pada kecepatan aliran kerja 1,4 m/s dengan putaran turbin 150 rpm. Sedangkan pada turbin double spherical helix mampu menghasilkan efisiensi yaitu sebesar 27,4% pada variable uji pada kecepatan aliran kerja 1,2 m/s dengan putaran turbin 160 rpm, dan 33,02% pada variable uji pada kecepatan aliran kerja 1,4 m/s dengan putaran turbin 170 rpm. Kata kunci : Turbin air, Spherical, Helix Sudut 30o, Berbasis NACA 0016
KAJI EKSPERIMENTAL COLD DAN HOT EGR DENGAN BAHAN BAKAR CAMPURAN BIODIESEL TERHADAP EFISIENSI THERMAL MESIN DIESEL Eka Darmana
Eksergi Vol 14, No 3 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.963 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v14i3.1375

Abstract

Cadangan bahan bakar fosil semakin menipis akibat pemakaian mesin berbahan bakar fosil semakin meluas. Diperlukan alternatif bahan bakar yang dapat diperbarui, salah satunya adalah biodiesel yang berasal dari minyak jarak (jatropha). Pemakaian jatropha sebagai bahan bakar mesin diesel tetap menghasilkan emisi Nox, maka diperlukan adanya sistem yang mereduksi Nox, salah satunya dengan mensirkulasikan gas buang (EGR) kedalam dilinder. Bahan bakar jatropha dengan sistem EGR juga mempengarui efisiensi dari mesin diesel, maka diperlukan banyak kajian. Dalam kajian ini dilakukan eksperimen untuk mengetahui brake thermal efficiency mesin diesel ketika menggunakan bahan bakar campuran jatropha dengan di pasang cold maupun Hot EGR. Eksperimen dilakukan pada mesin diesel dengan memvariasi beban pada putaran konstan 2000 rpm. Masing-masing variasi beban diuji dengan memvariasi laju EGR untuk bahan bakar diesel fuel (D100) dan campuran jatropha 30% (D70J30). Hasil kajian menunjukkan bahwa BSFC paling rendah 0,21 kg/kWh ketika dioperasikan dengan bahan bakar campuran jatropha terdapat pada laju Cold EGR 14,1 % pada beban diatas 50%. Brake thermal efficiency mengalami kenaikan mencapai 40,5% ketika dioperasikan dengan Cold EGR menggunakan bahan bakar campuran jatropha 30% (D70J30). Laju EGR yang optimal pada angka 14,1%. Kata kunci: cold dan Hot EGR, jatropha, brake thermal efficincy, BFSC
Pembuatan Turbin Vortex Dengan Sudu Pipa Belah Tiga Dengan Sudut Kemiringan Sudu 45° Gatot Suwoto; - Supriyo
Eksergi Vol 15, No 1 (2019): JANUARI 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.052 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v15i1.1465

Abstract

Tujuan dari program ini adalah mengembangkan, merekayasa, dan membandingkan turbin air vortex dengan sudu yang berbentuk pipa belah tiga dengan sudut sudu 0° dan sudut kemiringan sudu 45°. Metode yang digunakan yaitu tahapan perancangan turbin, proses pengerjaan, prosedur pengujian, langkah – langkah pengujian. Variabel penelitian adalah sudut kemiringan sudu dan parameter uji yang diukur adalah head aliran, debit aliran, putaran turbin, dan beda tekanan. Data yang didapat dari pengujian turbin dibuat grafik karakteristik kinerja turbin, kemudian dianalisa dan dibuat optimalisasinya. Tahap akhir dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil kinerja turbin dan selanjutnya dibuat artikel ilmiah yang berguna bagi masyarakat umum. Hasil pengujian didapatkan pada bentuk sudu pipa belah tiga dengan sudut sudu 0° pada putaran turbin 65,7 rpm yang menghasilkan efisiensi tertinggi sebesar 9,094% , sedangkan pada sudut kemiringan sudu 45° pada putaran turbin 75,8 rpm yang menghasilkan efisiensi tertinggi sebesar 11,755%. Dari perbandingan bentuk sudu pipa belah tiga dengan sudut sudu 0° dan sudut kemiringan sudu 45° disimpulkan bahwa sudut kemiringan sudu 45° memiliki efisiensi yang lebih baik.
Pemanfaatan Panel Surya Untuk Sistem Penerangan Menggunakan Mikrokontroler Arduino Mega Dilengkapi Dengan Pengaturan Dimmer Charisma Rahma Firdaus; Sendy Agil Prasetyo
Eksergi Vol 15, No 3 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.012 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v15i3.1787

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan merakit suatu alat kontrol untuk sistem penerangan dengan sumber energi matahari menggunakan panel surya. Metode yang digunakan yaitu pembuatan alat dan pengujian. Proses pengujian berupa pembangkitan panel surya sebanyak 4 kali dan penggunaan sistem penerangan dengan 4 variasi dimmer atau intensitas cahaya lampu. Variasi dimmer yang digunakan adalah 25%, 50%, 75% dan 100%. Pada pengujian pembangkitan didapatkan intensitas radiasi matahari 1000,557 W/m2; 998,82 W/m2; 971,71 W/m2 dan 975,666 W/m2 dengan waktu pengisian selama 8,583 jam; 8,75 jam 9,416 jam, dan 9,166 jam. Sedangkan dari pengujian sistem penerangan diperoleh waktu nyala lampu selama 19,95 jam, 12,95 jam, 9,95 jam dan 6,32 jam dengan pengaturan dimmer 25%; 50%;75% dan 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jika intensitas radiasi matahari semakin tinggi maka waktu yang dibutuhkan untuk pengisian baterai semakin cepat. Semakin kecil pengaturan dimmer maka nyala lampu semakin lama.
RANCANG BANGUN TURBIN ANGIN ARCHIMEDES SPIRAL DENGAN TIGA BLADE SEBAGAI PENGGERAK MULA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU Bono Bono; Slamet Priyoatmojo; Aji Arman Haryono; Dwi Kristina Febriyani; Moh Syauqi Habibullah; Zahratur Rahmah
Eksergi Vol 16, No 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.06 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v16i1.2201

Abstract

Penelitian ini adalah merancang dan membuat pengembangan turbin angin dengan sudu berbentuk Archimedes Spiral, melakukan uji kinerja pengembangan model turbin angin dan melakukan analisis kinerja turbin angin dengan potensi angin yang ada di Indonesia. Hal yang melatar belakangi pembuatan turbin ini yaitu untuk membuat turbin dengan efisiensi yang diharapkan lebih besar dengan skala pembuatan turbin sesuai dengan parameter yang digunakan di laboratorium sehingga kedepannya dapat dikembangkan menjadi turbin angin yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan nyata. Turbin angin yang digunakan dalam rancang bangun ini menggunakan bahan dasar plat galvanis dengan tebal plat 1,2 mm yang dibentuk sedemikian rupa yang memiliki lebar sudu 60 cm dan 60 cm untuk setiap sudu. Pengujian turbin angin ini menggunakan variabel berupa kecepatan angin 6,42 m/s , 7,05 m/s, 8,11 m/s, 9,57 m/s dan 10,11 m/s. metode pengujian alat dilakukan di laboratorium dengan bantuan blower sebagai penghembus angin. sedangkan parameter uji berupa jumlah beban lampu yang mampu dihidupkan, putaran poros turbin, tegangan, dan arus. Data-data hasil pengujian berupa tegangan generator,arus yang dihasilkan generator, putaran pada generator selanjutnya diolah untuk mengetahui daya generator, daya kinetik generator dan efisiensi sistem. Data tersebut diolah dan didapatkan efisiensi terbaik sebesar 23,43% untuk putaran 140,3 rpm pada kecepatan angin 7,05 m/s dengan 3 beban lampu, tegangan 15 volt, arus 1 Ampere, daya kinetik sebesar 64,02 watt, dan Daya generator sebesar 15 watt.
PENGARUH COLD EGR TERHADAP BRAKE POWER PADA MESIN DIESEL DENGAN BAHAN BAKAR CAMPURAN SOLAR DAN JATROPHA Eka Darmana; Syaiful -; Berkah Fajar
Eksergi Vol 9, No 3 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.804 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v9i3.183

Abstract

Penggunaan mesin diesel di segala sektor telah meningkatkan konsumsi bahan bakar fosil  yang berdampak pada cadangan bahan bakar semakin penipis sehingga butuh bahan bakar alternatif.   Disisi lain, mesin diesel memiliki masalah yang fundamental yaitu emisi gas buang yang berupa NOx dan jelaga. Salah satu alternatif bahan bakar yang dapat diperbaharui adalah biodiesel minyak jarak (jatropha), akan tetapi emisi NOx yang dihasilkan cukup tinggi. Penggunaan EGR membantu mereduksi emisi NOx tersebut, akan tetapi masih diperlukan pengkajian dampak EGR terhadap performa mesin diesel dengan memakai bahan bakar biodiesel. Bahan bakar yang digunakan adalah campuran solar dan jatropha dengan berbagai variasi. Pengujian dilakukan pada putaran mesin konstan 2000 rpm, dengan memvariasi bukaan katup EGR dari 0%  - 100% dengan inteval 25% pada setiap pembebanan. Pengujian dilakukan pada setiap variasi campuran bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brake power bahan bakar campuran cenderung menurun ketika dioperasikan dengan cold EGR kecuali pada OEV 75% dengan pembebanan 50% terjadi peningkatan brake power sebesar 2,58% untuk bahan bakar D80J20. Brake power juga tendensi menurun dengan pemakaian  bahan bakar campuran dibandingkan bahan bakar solar.
Rancang Bangun Model Turbin Crossflow sebagai Penggerak Mula Generator Listrik Memanfaatkan Potensi Pikohidro Ilyas Rochani; - Sahid
Eksergi Vol 9, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.414 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v9i2.189

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan turbin crossflow yang dapat digunakan sebagai penggerak mula generator listrik memanfaatkan potensi pikohidro.  Perancangan komponen turbin crossflow didasarkan pada hasil studi kelayakan teknis. Perakitan komponen-komponen turbin akan menghasilkan prototype turbin crossflow. Turbin crossflow yang sudah dirakit dipasang bersama dengan komponen alat uji sehingga menghasilkan sebuah model atau simulasi pembangkit listrik tenaga pikohidro (PLTPH). Model PLTPH berfungsi untuk menguji kinerja turbin pada berbagai potensi air dan putaran turbin. Langkah selanjutnya adalah uji kinerja turbin crossflow. Hasil uji ini akan dijadikan acuan dalam operasional PLTPH di lokasi. Prototype hasil rancangan turbin crosssflow mempunyai dimensi antara lain Diameter luar: 0,1164 m; Diameter dalam: 0,0768 m; Panjang runner: 0,09 m; Jumlah sudu: 12 buah; Jari-jari sudu: 0,019 m. Hasil uji pada putaran konstan, turbin mikro aliran silang dengan jumlah sudu 16 memiliki efisiensi optimum turbin sebesar 48,44 % pada debit 0,0036 m3/s sedangkan untuk turbin mikro aliran silang dengan jumlah sudu 10,12 dan 14 belum  mencapai titik optimum. Namun tren terbaik dimiliki oleh sudu 14. Efisiensi maksimal pada turbin mikro aliran silang dengan jumlah sudu 10,12 dan 14 adalah sebesar 45,36 %, 44,43 % dan 45,46 % masing-masing pada debit 0,00368 m3/s, 0,0039 m3/s, 0,00388 m3/s.  Kata kunci: Promasan, Turbin crossflow, kinerja turbin, efisiensi.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR GAS DAN HSD (HIGH SPEED DIESEL) TERHADAP KINERJA DAN PRODUKSI GAS BUANG PEMBANGKIT PADA VARIASI BEBAN PLTGU X Mulyono Mulyono; Slamet Priyoatmojo; Ummul Zulaikhah
Eksergi Vol 16, No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.512 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v16i3.2217

Abstract

PLTGU merupakan penggabungan antara Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Sama halnya dengan PLTU, bahan bakar PLTGU bisa berwujud cair,seperti High Speed Diesel (HSD) maupun berupa gas yaitu Compress Natural Gas (CNG). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghitung dan mengetahui pengaruh penggunaan BBG dan HSD terhadap kinerja sistem PLTGU, serta produksi gas buang pada turbin gas. Metode yang digunakan yaitu studi literatur mengenai dasar teori, melakukan observasi ke ruang kontrol dengan mempelajari log sheet. Data juga diperoleh dari pencatatan otomatis oleh komputer ACS Historical Data Management System yang digunakan untuk menyimpan data operasi pembangkit. Hasil yang diperoleh yaitu perbandingan antara BBG dan HSD dengan beban operasi PLTGU yang sama menunjukkan bahwa efisiensi sistem PLTGU tertinggi yang didapat yaitu senilai 48,987 % pada beban operasi 228 MW menggunakan HSD, dan nilai terendahnya yaitu sebesar 36,136 % pada beban operasi 211 MW, serta perbandingan antara BBG dan HSD dengan beban operasi GTG yang sama menunjukkan bahwa produksi gas buang tertinggi yang diperoleh senilai 537,643 kW pada beban operasi GTG 75 MW dengan BBG, dan nilai terendahnya yaitu sebesar 516,113 kW pada beban operasi GTG sebesar 70 MW dengan HSD.

Page 7 of 26 | Total Record : 256