cover
Contact Name
Parlindungan Pandapotan Marpaung
Contact Email
parlindungan.reni@gmail.com
Phone
+6285259948993
Journal Mail Official
eksergi.polines@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jalan. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eksergi: Jurnal Teknik Energi
Design of DC Accumulator Charging using Backup Accumulator Based on Inverter and Converter Device Parlindungan Pandapotan Marpaung
Articles 256 Documents
PENGARUH TEKANAN MASUK TERHADAP NILAI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) PADA OVERFLOW HYDROCYCLONE MENGGUNAKAN METODE KOMPUTASI DINAMIKA FLUIDA (CFD) PADA PT PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN TANJUNG JATI B UNIT 3 DAN 4 Fuad Ardiansyah; - Mulyono; - Margana
Eksergi Vol 10, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1915.942 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v10i1.236

Abstract

Limbah cair batubara pada  Waste Water Treatment Plant  (WWTP) PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B unit 3 dan 4 mengandung kadar TSS sebesar 234 mg/l, harga  ini tidak memenuhi batas aman yang diizinkan Kementrian Lingkungan Hidup sebesar < 100 mg/l. Tingginya kadar TSS  tersebut menyebabkan kerja dari sistem  WWTP  menjadi berat yang mengakibatkan pemborosan. Dari permasalahan tersebut muncul gagasan baru dengan menggunakan  hydrocyclone, sebuah alat pemisah partikel dalam fluida dengan prinsip gaya  sentrifugal, yang diharapkan dapat mengurangi kadar  TSS hingga < 100 mg/l. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, dapat dilakukan permodelan  hydrocyclone menggunakan metode  Computational Fluid Dynamic  (CFD).  CFD  adalah metode penghitungan, memprediksi, dan pendekatan aliran fluida secara numerik dengan bantuan komputer. Dalam permodelan, dilakukan pengujian dengan mengkomparasi tekanan masuk hydrocyclone sebesar 41368,54 Pa; 68947,57 Pa; 103421,4 Pa; 247111,2 Pa dan 274568 Pa dengan tujuan untuk mengetahui efisiensi  hydrocyclone terbaik dalam pengurangan kadar TSS. Dari permodelan tersebut diperoleh hasil efisiensi terbaik  adalah 96,56 % pada tekanan 274568 Pa, sedangkan efisiensi terendah adalah 94,32 % pada tekanan 41368,54 Pa. Dengan nilai efisiensi terendah hydrocyclone mampu memisahkan kadar TSS 1757,4692 mg/l menjadi 100 mg/l, sehingga hydrocyclone sangat efektif dalam mengurangi kadar TSS pada WWTP PLTU Tanjung Jati B unit 3 dan 4.
ANALISA SISTEM KERJA GAS DETECTOR DALAM MENDETEKSI KEBOCORAN GAS LPG DIKAPAL MT SC.COMMANDER LVII Khamdilah, Ali; Darmana, Eka
Eksergi Vol. 17 No. 2 (2021): MEI 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.645 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v17i2.2346

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon kerja dari unit gas detector dalam memonitor terjadinya kebocoran gas yang bisa berakibat fatal bagi manusia .dengan latar belakang terjadinya kegagalan dalam proses pendektesian kebocoran. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan pengetesan dan pengujian  secara langsung terhadap pembacaan sensor gas detector untuk mengirimkan sinyal terhadap modul sensor gas detector. Penelitian dilakukan dikapal MT.SC.Commander LVII di STS kalbut Situbondo dengan pokok masalah terjadinya perubahan nilai setpoint pada modul pada unit cargo panel dan Unit   accomodation part gas detector panel berakibat pada respon pembacaan kebocoran gas LPG. Kesimpulan yang didapat  pergeseran nilai atau berubah nya nilai persen (%) akan berdampak pada pembandingan antara masukan dan keluaran pada sistem gas detector, perlunya dilakukan penyetelan ulang /kalibrasi untuk mendapatkan nilai yang diinginkan antara masukan dari sinyal yang dikirimkan sensor gas detector dengan sinyal yang diterima oleh receiver modul gas detector. Kesalahan pemasangan pada terminal kabel pada gas detector yang berakibat muculnya protection indikator trauble lamp yang menandakan adanya masalah pada sistem sensor gas detector.
PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP SISTEM UAP EKSTRAKSI PADA DEAERATOR PLTU TANJUNG JATI B UNIT 2 Jev N Hilga; - Sunarwo; Mochammad Denny Surindra; Rudy Haryanto
Eksergi Vol 10, No 3 (2014): SEPTEMBER 2014
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2063.12 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v10i3.254

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan beban terhadap besarnya pengurangan daya turbin tekanan menengah dan tekanan rendah karena dampak perubahan kebutuhan massa uap ekstraksi pemanas deaerator, mengetahui seberapa besar energi panas dari uap ekstraksi turbin tekanan menengah yang dapat dimanfaatkan oleh air umpan, serta berapa efisiensi thermal dari deaerator. Metode pengambilan data yang digunakan adalah secara langsung dengan cara mengambil data laporan harian pada program TOPi solvo dan secara tidak langsung melalui perhitungan sesuai rumus yang dibutuhkan. Hasil yang didapatkan berupa nilai terendah dari pengurangan daya turbin sebesar 6,8 MW, penambahan laju energi air umpan sebesar 62,99 MW, serta efisiensi thermal deaerator sebesar 95,1 % yang semuanya terjadi pada beban 446,7 MW. Sedangkan nilai tertinggi dari pengurangan daya turbin sebesar 15,37 MW, penambahan laju energi air umpan sebesar 149,85 MW, serta  efisiensi thermal deaerator sebesar 98,35 % yang semuanya terjadi pada beban 663,9 MW.  Kata kunci : deaerator, turbin, air umpan
FRONT MATTER EKSERGI JURNAL TEKNIK ENERGI Su'udy, Ahmad Hamim
Eksergi Vol. 17 No. 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.125 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v17i3.2986

Abstract

FRONT MATTER EKSERGI JURNAL TEKNIK ENERGI
ANALISIS PENGARUH KANDUNGAN KARBON TETAP PADA BATUBARA TERHADAP EFISIENSI KETEL UAP PLTU TANJUNG JATI B UNIT 2 - Sudjito
Eksergi Vol 12, No 1 (2016): JANUARI 2016
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1683.618 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v12i1.280

Abstract

Ketel uap merupakan komponen utama dalam sistem pembangkit yang digunakan untuk mengubah fasa cair menjadi fasa uap. Agar pembangkit dapat dioperasikan secara kontinue ketel uap harus menggunakan jenis batu bara yang tepat sehingga efisiensi ketel uap tetap terjaga tinggi dan produksi listrik dapat terpenuhi. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan dari karbon tetap pada batu bara terhadap efisiensi dari ketel uap pada PLTU Tanjung Jati B Unit 2 antara tanggal 28 Juni 2012 hingga 20 Februari 2014. Untuk menghitung efisiensi ketel uap menggunakan metode kehilangan panas yang berdasarkan American Society of Mechanical Engineers Power Test Codes (ASME PTC) 4.1 Steam Generating Units dan 19.10 Flue And Exhaust Gasses Analyses. Hasil analisis menunjukan bahwa karakteristik efisiensi ketel uap terhadap kandungan karbontetap semakin menaik. Efisiensi ketel uap tertinggi adalah 89,91% pada saat nilai karbon tetap 44,84% dan efisiensi tetap 38,38%. Kenaikan efisiensi ketel uap rata-rata tiap ketel uap terendah adalah 88,36% pada saat nilai karbon 1% kenaikan karbon tetap adalah 0,2678%.Kata kunci: efisiensi, ketel uap, metode kehilangan panas
Perancangan Pembangkit Listrik dengan Memanfaatkan Beda Temperatur Fluida Kerja Afrida Hafshalya Riandini; Rizky Mirza Rahardian
Eksergi Vol 13, No 1 (2017): JANUARI 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5170.94 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i1.811

Abstract

Kebutuhan energi di Indonesia semakin hari kian meningkat. Salah satunya kebutuhan energi listrik yang berperan penting dalam menopang perkembangan kehidupan. Sudah sewajarnya bila energi alternative mulai dicari dan dikembangkan untuk mengganti bahan bakar fosil atau sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Makadari itu pengembangan energi terbarukan dalam merekayasa system pembangkit listrik sangat diperlukan. Salah satunya dengan mengembangkan pemanfaatan beda temperature fluida kerja untuk menghasilkan energi listrik. Fluida kerja yang dimanfaatkan adalah Ammonia.Ammonia dipilih Karena memiliki sifat dan karakteristik yang mendukung terjadinya sebuah siklus tertutup untuk dimanfaatkan tekanannya agar turbin berputar. Temperature didihnya yang rendah mengakibatkan tidak dibutuhkan energy yang cukup besar untuk mendapatkan tekanan yang besar. Proses perancangan diawali dengan pengambilan data iradiasi matahari BMKG Kota Semarang serta data pendukung mengenai siklus kerja ammonia diambil dari Pabrik Es KUD Usaha Mina, Kaligawe Semarang. Dari data dilakukan perhitungan energy panas yang dihasilkan iradiasi matahari, perhitungan penukar kalor serta perhitungan daya yang dihasilkan. Perancangan ini menghasilkan sebuah rancangan pembangkit menggunakan water heater black body dan memanfaatkan neon untuk efektivitas panas, penukar kalor tipe counter flow dan menghasilkan daya sebesar 150 Watt. Serta sebagai luaran adalah sebuah animasi pembangkit listrik dengan memanfaatkan beda temperature fluida kerja untuk menunjang proses pendidikan. Kata kunci: Ammonia, Energi, Black body, Counter flow, terbarukan
Aplikasi Gas Buang Untuk Pengeringan Produk Pertanian Seno Darmanto; Sriyana Sriyana; Eko Julianto Sasono
Eksergi Vol 14, No 1 (2018): JANUARI 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.496 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v14i1.1134

Abstract

Rancang bangun peralatan pengering dengan kalor gas buang pada dasarnya terdiri dari 4 (empat) bagian utama yakni ruang pengering dan rak, ruang penampung gas buang, ducting penukar kalor dan cerobong gas buang. Pembangkitan energi dalam bentuk kalor dibangkitkan dari gas buang mesin diesel dengan spesifikasi berturut-turut adalah 4 HP, 6 HP, 8. Uji unjuk kerja mesin pengering dengan mengaplikasikan kalor gas buang dari mesin diesel 6 HP dan 8 HP menghasilkan capaian temperatur kerja di ruang pengering relatif rendah yakni di bawah 40oC. Selanjutnya aplikasi kalor gas buang dari mesin diesel dengan ouput daya 10 HP mampu menghasilkan pencapaian temperatur kerja di atas 40oC. Uji unjuk kerja mesin pengering dengan mengaplikasikan kalor gas buang dari mesin diesel 18 HP dapat menghasilkan capaian temperatur kerja di ruang pengering mencapai ±50 C.Kata kunci: pengeringan, gas buang, temperatur kerja
Perancangan Listrik Energi Surya 300VA, 220V, 50Hz, Untuk Rumah Tangga Sederhana Suprapto Widodo; Juli Iriani
Eksergi Vol 15, No 1 (2019): JANUARI 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.093 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v15i1.1460

Abstract

Pengadaan energi listrik untuk rumah tangga sederhana diantaranya adalah, masing 50Wp, 12V, 1.5A, panel surya dihubung parallel, tegangan luaran panel surya 12V, dan arus luaran hasilnya 4,5A. Pada saat matahari bersinar cerah, arus ini masuk ke Pengendali Pengisian, dan Sistem mampu melayani prioritas 7 unit lampu 3W atau lampu 7W. Pada penelitian ini digunakan tiga lembar panel surya masing-diteruskan ke baterai, Pengendali Pengisian harus sanggup mengalirkan arus tersebut, maka dipilih Pengendali Pengisian dengan kemampuan 15A. Kalau matahari bersinar cerah seharian diambil data mulai jam 09.00 s/d 15.00 WIB, yaitu selama 6 jam, di baterai tersimpan energi 27Ah, dan dibutuhkan baterai 12V 45Ah untuk 3 panel surya dan 12V, artinya hanya untuk penerangan saja, daya tersebut memadai, bila daya semu 300VA dan dianggap faktor daya adalah satu maka 300VA akan setara 300W. Kalau disisi beban atau keluaran inverter 300W, maka arus keluaran maksimum inverter sebesar 1.36A dan arus masukan inverter sekitar 25A, energi di baterai selama 6 jam akan 27Ah, sehingga energi di baterai bisa untuk pelayanan listrik selama 1,3 jam, agar bisa beroperasi selama 2,6 jam maka perlu pengadaan panel surya sebanyak 6 lembar, dengan kapasitas Pengendali Pengisian sekitar 15A, inverter 500W dan kapasitas baterai 60Ah, tapi dengan 6 lembar panel surya, dan Pengendali Pengisian 1 unit 15A, baterai 60Ah, inverter 500W, masukan 12V, luaran 220V, 50Hz. Rancangan ini disiapkan mampu untuk beban 300W. Untuk pelayanan beban 7 lampu masing-masing 3W sehinga total beban 21W. Arus per lampu 0,014A arus luaran inverter 0,09A tegangan luaran inverter 220V, arus masukan inverter 1,75A, tegangan masukan inverter 12V, energi listrik tersimpan di baterai 27Ah, kemampuan sistem melayani beban 15 jam lebih. Kalau digunakan lampu 7W maka total 49W butuh arus masukan ke inverter 4A, maka beban mampu dilayani selama 6,5 jam.
Variasi Jumlah Sudu Dan Modifikasi Bentuk Nosel Pada Turbin Turgo Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Bono Bono; Suwarti Suwarti
Eksergi Vol 15, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1245.798 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v15i2.1510

Abstract

Pembangkit listrik tenaga air khususnya mikrohidro saat ini menjadi salah satu pilihan dalam mencari energi alternatif untuk menggantikan sumber energi konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Tubin Turgo pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan variasi jumlah sudu berbentuk mangkuk berjumlah 20 buah, 19 buah, 18 buah, dan 17 buah, serta memodifikasi bentuk nosel keluaran air dengan bentuk lingkaran dan persegi. Bentuk nosel lingkaran dan persegi mempunyai luas penampang yang sama yaitu 78,5 mm2, dengan diameter pada bentuk lingkaran yaitu 10 mm dan pada bentuk persegi dengan panjang sisi 10,84 mm dan 7,25 mm. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Konversi Energi, dengan parameter yang diukur yaitu debit aliran air, tekanan air pada nosel, putaran poros generator, torsi, tegangan dan arus listrik output dari generator, serta suhu air. Data dari pengujian dibuat grafik karakteristik dengan bentuk hiperbolik. Hasil terbaik didapatkan pada bentuk nosel lingkaran daripada bentuk persegi. Daya Mekanik maksimum didapat pada jumlah sudu 18 nosel lingkaran sebesar 261,722 W pada putaran 851,754 rpm. Lalu pada Daya Generator maksimum didapat pada jumlah sudu 20 nosel lingkaran sebesar 145,537 W pada putaran 1076,043 rpm. Efisiensi Generator maksimum didapat pada jumlah sudu 18 nosel persegi didapatkan sebesar 59,78% pada putaran 1037,76 rpm. Dan Efisiensi Sistem maksimum didapat pada jumlah sudu 20 nosel lingkaran sebesar 22,664 % pada putaran 880,148 rpm. Semua kinerja didapat pada debit 0,00217 m3/s.
RANCANG BANGUN PROTOTYPE PEMBANGKIT TURBIN ANGIN SKALA MIKRO TIPE HORIZONTAL DOUBLE MULTIFLAT BLADE DENGAN VARIASI JUMLAH SUDU Sahid Sahid; Budhi Prasetyo; Ulya M.S; Yoga E.H.; Afrida H. R; Muhammad A.S.
Eksergi Vol 16, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.355 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v16i2.2207

Abstract

Kelebihan dari turbin angin poros horizontal yaitu efisiensinya lebih tinggi dibanding turbin angin poros vertikal karena sudu selalu bergerak lurus terhadap arah angin dan menerima daya sepanjang putaran. Tujuan dari tugas akhir ini dibuat untuk mengembangkan tugas akhir tahun 2018 dengan memvariasikan jumlah sudu yaitu 9, 12, dan 15 dan membandingkan kinerja turbin angin dengan menggunakan variasi kecepatan angin. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan tahap penelitian berupa merancang, membuat, dan merakit turbin angin. Turbin angin memiliki dimensi panjang sudu sebesar 650 mm, lebar sisi masuk 60 mm, dan lebar sisi keluar 80 mm. Sedangkan hub memiliki diameter 68,8 mm dan tinggi kerangka 1,5 m. Variabel penelitian meliputi variasi jumlah sudu yaitu 9 buah, 12 buah, dan 15 buah. Data dari hasil pengujian ini kemudian dibuat tabel dan dibandingkan dengan menganalisa grafik karakteristik putaran dan efisiensi. Tahap akhir dari pengujian ini yaitu untuk mendapatkan efisiensi sistem terbaik dengan variabel yang digunakan. Nilai efisiensi pada sudu 9 yaitu sebesar 1,41% pada kecepatan angin 5,15 m/s, pada sudu 12 yaitu sebesar 2,59% pada kecepatan angin 5,58 m/s, dan pada sudu 15 yaitu sebesar 2,68% pada kecepatan angin 5,7 m/s

Page 9 of 26 | Total Record : 256