cover
Contact Name
Margiyanti
Contact Email
lpkdgeneration2022@gmail.com
Phone
+6285640236283
Journal Mail Official
Margiyanti@stikeskesdam4dip.ac.id
Editorial Address
Jl. Hos Cokroaminoto No. 4 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50245
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES)
ISSN : 2828240X     EISSN : 28282469     DOI : https://doi.org/10.55606/jufdikes.v4i1
Core Subject : Health,
Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) menyambut Jurnal dengan akses terbuka dengan ruang lingkup berbagai bidang Ilmu Kesehatan termasuk penelitian dasar dalam Fisioterapi, Analis Medis, Fisiologi (Keolahragaan), Reproduksi (Biologi dan Kesehatan), Akupunktur, Rehabilitasi Medik, Ilmu kesehatan umum, ilmu psikologi, ilmu farmasi. Artikel dalam jurnal ini disajikan dalam bentuk Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Oleh P3M Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia dan 2 kali dalam setahun, yakni bulan Januari dan Juli
Articles 97 Documents
PERSEPSI WANITA USIA SUBUR TERHADAP PENGGUNAAN KONTRASEPSI JANGKA PANJANG Haswindah; Adam, Arlin; Alim, Andi
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Juli : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v7i2.1991

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam peningkatan kualitas hidup perempuan usia subur, terutama di lingkungan kerja perkotaan. Studi ini bertujuan untuk memahami persepsi wanita usia subur terhadap penggunaan kontrasepsi jangka panjang (KJP) dan sikap mereka terhadap deteksi dini kanker serviks. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi terhadap lima informan di lingkungan kerja BUMN Kimia Farma jakarta pusat. Hasil menunjukkan bahwa persepsi terhadap KJP masih dipengaruhi oleh mitos, ketakutan efek samping, serta peran pasangan dalam pengambilan keputusan. Sementara itu, sikap terhadap pemeriksaan pap smear masih rendah karena rasa takut, miskonsepsi, dan kurangnya dukungan institusi. Budaya organisasi yang individualistis dan minimnya program edukasi internal turut memperkuat sikap pasif terhadap kesehatan reproduksi. Studi ini menegaskan perlunya pendekatan edukasi yang partisipatif, dukungan institusional, dan pemahaman budaya dalam merancang intervensi yang kontekstual guna meningkatkan literasi serta akses layanan reproduksi bagi perempuan usia subur di lingkungan perkotaan.
EFEKTIVITAS VIDEO EDUKASI PATIENT SAFETY DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN MAHASISWA KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI MENGHADAPI PRAKTIK KLINIK Mile, Fitrianida
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Juli : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v7i2.1996

Abstract

Praktik klinik penting bagi mahasiswa kesehatan untuk menerapkan teori ke praktik nyata, namun, insiden keselamatan pasien di Indonesia terus meningkat, dengan laporan insiden keselamatan pasien pada tahun 2019 mencapai 7.465 kasus. Oleh karena itu, mahasiswa keperawatan anestesiologi perlu kesiapan terkait patient safety sebelum praktik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh video edukasi patient safety terhadap kesiapan mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain pretest-posttest control group yang melibatkan 66 responden dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan dan sikap mahasiswa kelompok intervensi meningkat setelah edukasi, dengan pengaruh signifikan video edukasi terhadap kesiapan mahasiswa (p = 0,000). Kesimpulannya, video edukasi efektif meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi praktik klinik.
EFEKTIVITAS KONSUMSI BLACK GARLIC TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA MEDINI UNDAAN KUDUS Amalia, Rizki Amalia; Sukesih; Rusnoto
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Juli : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v7i2.1997

Abstract

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) sekitar 29% orang dewasa di seluruh dunia diperkirakan akan menderita hipertensi pada tahun 2025, yang berarti peningkatan dari sekitar 1 miliar orang menjadi 1,5 miliar orang. Hipertensi disebabkan oleh kombinasi faktor gaya hidup seperti konsumsi garam tinggi, obesitas, kurang olahraga, merokok, konsumsi alkohol, dan stres, serta faktor medis seperti penyakit ginjal, gangguan hormonal, dan sleep apnea. Penelitian ini bertujuan untuk membutikan secara signifikan efektivitas konsumsi black garlic terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional dengan pendekatan pre-test post-test with control grup untuk membandingkan efektivitas black garlic sebelum dan sesudah mengkonsumsi 1 kali sehari dengan efektivitas black garlic sebelum dan sesudah mengkonsumsi 2 kali sehari. Diketahui perbandingan antara kedua kelompok menunjukkan bahwa konsumsi black garlic dua kali sehari secara statistik lebih efektif dibandingkan satu kali sehari, baik untuk tekanan darah sistolik (p = 0,001) maupun diastolik (p = 0,010).
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PASIEN PNEUMONIA DENGAN INFRARED, CHEST PHYSIOTHERAPY DAN MYOFASCIAL RELEASE Rosalia Gressi Meilinda Sari; Kuswardani
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Juli : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v7i2.2002

Abstract

Pneumonia ialah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Bawah yang bersifat akut pada parenkim paru meliputi alveolus dan jaringan interential yang dikarenakan mikroorganisme seperti jamur, virus dan bakteri. Mikroorganisme yang masuk ke saluran pernafasan bagian bawah dapat mengganggu proses pernapasan serta membuat saluran pernapasan tidak berfungsi secara optimal, sehingga proses keluar masuk oksigen juga terhambat dan mengakibatkan gangguan pada pola napas. Beberapa permasalahan lain yang ditimbulkan dari pneumonia seperti adanya penumpukan sputum, otot bantu pernapasan, penurunan ekspansi thoraks dan juga nyeri dada. Dalam perawatanya, tenaga medis berperan dalam pemberian antibiotik selama 8 jam setelah pasien mengalami perawatan serta fisioterapi berperan dalam pemberian intervensi penyinaran Infrared, Chest physiotherapy, dan Myofascial release. Penelitian ini bersifat studi kasus yang mengangkat satu kasus pasien serta mengumpulkan data melalui proses fisioterapi. Intervensi fisioterapi dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan di Rumah Sakit dr. Ario Wirawan, Salatiga dengan menggunakan Infrared, Chest physiotherapy yang meliputi Postural Drainage, Clapping, Vibrasi, Latihan Batuk Efektif, Pursed Lip Breathing dan Myofascial release. Setelah menjalani 4 kali terapi, diperoleh hasil kondisi pasien yang mengalami penurunan nyeri dada, penurunan tingkat sesak napas, peningkatan ekspansi thoraks, berkurangnya spasme otot bantu pernapasan dan retensi sputum.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG BABY MASSAGE DENGAN MINAT MELAKUKAN BABY MASSAGE KEPADA TENAGA KESEHATAN DI TPMB ISWATI KECAMATAN SENDURO KABUPATEN LUMAJANG Maimunah, Susi Marti
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Juli : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v7i2.2004

Abstract

Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi sentuhan yang dapat mendukung tumbuh kembang bayi, termasuk membantu mengatasi gangguan tidur. Meskipun praktik ini telah dikenal secara tradisional di Indonesia, pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan teknik pijat bayi yang tepat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang Pijat bayi terhadap minat melakukan Pijat bayi kepada tenaga kesehatan di Tempat Praktek Mandiri Bidan (TPMB) Iswati, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 1–12 bulan sebanyak 30 orang, dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square melalui aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan minat melakukan baby massage ke tenaga kesehatan(p-value = 0,020 ; < alfa = 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pengetahuan ibu, maka semakin besar pula minat mereka untuk melakukan pijat bayi secara profesional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program edukasi bagi ibu mengenai pentingnya pijat bayi, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK MAHASISWA KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI Enjulopi, Imilay; Sari, Vita Purnama; Azizah , Aisyah Nur
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Juli : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v7i2.2006

Abstract

Komunikasi terapeutik penting dalam keperawatan anestesiologi, terutama untuk mengatasi kecemasan pasien pre operasi. Self-efficacy mahasiswa berperan dalam efektivitas komunikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan self-efficacy dengan penerapan komunikasi terapeutik pada mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 60 mahasiswa semester 6. Instrumen yang digunakan adalah General Self-Efficacy Scale (GSES) dan kuesioner komunikasi terapeutik. Hasil menunjukkan mayoritas mahasiswa memiliki self-efficacy tinggi (85%) dan komunikasi terapeutik baik (95%). Terdapat hubungan signifikan antara keduanya (p = 0,000; r = 0,588). Disimpulkan bahwa self-efficacy berhubungan positif dengan penerapan komunikasi terapeutik. Disarankan institusi memperkuat pembelajaran dan praktik komunikasi terapeutik untuk meningkatkan self-efficacy mahasiswa.
PENGARUH PEMBERIAN D10% 20 TPM SELAMA 15 MENIT TERHADAP PENINGKATAN NILAI GULA DARAH PASIEN HIPOGLIKEMIA DI IGD RSUD KI AGENG GETAS PENDOWO GUBUG Yusuf Ilham Romadhoni; Lestari, Diana Tri; Kartikasari, Fitriana
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Juli : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v7i2.2027

Abstract

Hipoglikemia merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan harus segera ditangani. Salah satu metode penanganan yang sering digunakan adalah pemberian Dextrose 10% (D10%) secara intravena. Namun, masih sedikit penelitian yang menganalisis efektivitas pemberian D10% dengan laju 20 tetes per menit (TPM) selama 15 menit.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian D10% dengan laju 20 TPM selama 15 menit terhadap peningkatan kadar gula darah pasien hipoglikemia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 18 pasien hipoglikemia yang dirawat di IGD RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug. Kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah intervensi. Uji statistik yang digunakan adalah uji Paired t-test. Hasil: Rata-rata kadar gula darah meningkat dari 59,50 mg/dL menjadi 106,5 mg/dL setelah pemberian. Hasil uji Paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Pemberian D10% dengan laju 20 TPM selama 15 menit efektif meningkatkan kadar gula darah pasien hipoglikemia.

Page 10 of 10 | Total Record : 97