cover
Contact Name
Mister Gidion Maru
Contact Email
mrgideonmaru@unima.ac.id
Phone
+6281340075651
Journal Mail Official
abdimas@unima.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Manado Tondano Minahasa
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 19790953     EISSN : 25986066     DOI : https://doi.org/10.36412/abdimas.v13i1
Jurnal ABDIMAS diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Negeri Manado dengan fokus pada publikasi dosen, mahasiswa, peneliti, praktisi, profesional dan pengabdi yang mencerminkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditandai dengan pemanfaatan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni (Ipteks) untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam masyarakat. Jurnal ini juga terbuka untuk diseminasi hasil kegiatan pengembangan dan penguatan daya saing bangsa, kewirasuhaan, ekonomi kreatif dan kepariwisataan serta terobosan pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini. Jurnal ABDIMAS terbit tiga kali dalam setahun yakni April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KULIT PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN TOMBATU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Cindy P. C. Munaiseche
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 01 (2016): JUNI 2016
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.424 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v9i01.577

Abstract

Salah satu masalah di dalam dunia medis atau kedokteran adalah adanya ketidakseimbangan antara pasien dan dokter. Keterbatasan yang dimiliki seorang ahli/expert (dalam hal ini dokter) terkadang menjadi kendala bagi masyarakat yang akan melakukan konsultasi untuk mendapatkan solusi pengobatan terbaik terkait dengan penyakit yang diderita. Selain itu, sebagian besar dari masyarakat tidak terlatih secara medis sehingga apabila mengalami gejala penyakit yang diderita belum tentu dapat memahami cara-cara penanggulangannya. Sangat disayangkan apabila gejala-gejala yang sebenarnya dapat ditangani lebih awal menjadi penyakit yang lebih serius akibat kurangnya pengetahuan. Dalam hal ini sistem pakar dihadirkan sebagai alternatif kedua dalam memecahkan permasalahan setelah seorang ahli (expert). Aplikasi sistem pakar yang disosialisasikan penggunaannya kepada masyarakat dan tenaga medis di Kecamatan Tombatu Kabupaten Mitra adalah sistem pakar untuk mendiagnosa jenis penyakit kulit pada manusia. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mendeteksi penyakit kulit sejak dini atau pada saat seseorang mulai merasakan gejala-gejala lain yang tidak seperti biasanya atau merasakan gangguan pada kulitnya maka dapat segera menggunakan aplikasi sistem pakar ini untuk mendeteksi kemungkinan timbulnya jenis penyakit kulit tertentu berdasarkan gejala yang dialaminya beserta solusi pengobatannya, tanpa harus ke dokter terlebih dahulu untuk berkonsultasi sehingga tindakan penanganan atau pencegahan dapat dilakukan sejak awal. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dalam empat tahapan, yaitu: persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan hasil kegiatan. Pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dan tenaga medis dalam menggunakan teknologi komputer yang dilengkapi aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit kulit
PENGUKURAN KEBUGARAN JASMANI REMAJA DI DESA TUMBAK KECAMATAN PUSOMAEN MINAHASA TENGGARA Serli Ompi
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14, No 3 (2021): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.447 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v14i3.3272

Abstract

Peningkatan kesehatan masyarakat melalui pengukuran kebugaran jasmani remaja di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Minahasa Tenggara.  Lokasi  tempat  pelaksanaan  di Desa Tumbak Mitra. Jl. Raya Tumbak Kec. Pusomaen Kab. Minahasa Tenggara.  Program pembelajaran pendidikan jasmani  merupakan upaya yang dilakukan dalam mewujudkan manusia Indonesia secara utuh baik dari segi pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Pendidikan jasmani yang merupakan bagian integral dari pendidikan melalui aktifitas jasmani. Dengan pendidikan jasmani diharapkan peserta didik dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan,sikap dan sosial yang baik. Penyelenggaraan pendidikan jasmani yang diselenggarakan pada semua jenis sekolah telah ditentukan atas dasar kurikulum yang diberlakukan, materi dalam kurikulum yang diberlakukan saat ini memuat aktifitas-aktifitas jasmani seperti permainan, atletik, senam, renang, aktifitas luar sekolah dan pendidikan kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yang dimaksud adalah berupa tahapan atau langkah-langkah dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan, yang antara lain dilakukan dengan metode pendekatan sebagai berikut; (1) Dibentuknya program pelatihan pengukuran yang tepat pada masyarakat lewat pelatihan dan pengukuran tentang tingkat kesegaran jasmani. (2) Kegiatan yang dilakukan dengan bentuk-bentuk atau program pelatihan dapat dilakukan dengan;  (1) tes lari cepat 60 meter, (2) tes angkat tubuh untuk putera 60 detik, (3) tes baring duduk 60 detik, (4) tes loncat tegak, dan (5) tes lari jauh untuk putera 1.200 meter.Luaran yang dihasilkan; (1) adanya artikel hasil pengabdian yang siap dipublikasi  di jurnal dan poster, (2) siap untuk dijadikan HKI, (3) diperolehnya data emperik tentang pengukuran kebugaran remaja di desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara.
PKM MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN BAHASA JEPANG SULAWESI UTARA Yenny Jeine Wahani
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.879 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i1.1039

Abstract

Salah satu kebutuhan guru-guru bahasa Jepang yakni kebutuhan untuk terus meningkatkan kompetensi bahasa Jepang salah satunya adalah untuk dapat mengikuti NOKEN (Nihongo Nouryoku Shiken) atau JLPT (Japanese Language Proficiency Test) dalam bahasa Indonesia adalah Test Kemampuan berbahasa Jepang dan agar supaya dapat memperoleh sertifikat. NOKEN dipandang penting dikarenakan dapat menguji dan mengukur tingkat kemampuan bahasa Jepang para pengajar. Hal ini dimaksudkan agar para pengajar dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka dalam bahasa Jepang. Disamping itu menjadi bekal bagi para pengajar yang belum disertifikasi, sebagai persiapan untuk dapat mengikuti uji kompetensi guru (UKG). Selain itu sertifikat NOKEN merupakan salah satu syarat bagi para guru bahasa Jepang diseluruh Indonesia untuk dapat mengikuti program pelatihan pendidikan di Jepang yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah Jepang (MONBUKAGAKUSHO) maupun The Japan Foundation, Jakarta.Dari data angket yang dibagikan kepada guru bahasa Jepang pada MGMP  Bahasa Jepang Sulawesi Utara menunjukkan bahwa guru bahasa Jepang SMA sebagian besar masih berada pada level N4. Ini berarti dibutuhkan upaya untuk meningkatkan kompetensi agar pengajar bahasa Jepang dapat berada pada level N3. Masalahnya adalah (1)Guru-guru bahasa Jepang mengalami kesulitan dalam menjawab soal Dokkai/Bunpo (読解・文法) pada saat tes uji kompetensi bahasa Jepang (NOKEN). (2)Kurangnya pemahaman dan pengetahuan khususnya tentang Dokkai/Bunpo (読解・文法) pada level N3. (3)Kurangnya latihan sebagai bentuk kesiapan menghadapi tes uji kompetensi bahasa Jepang (NOKEN). (4)Sumber belajar masih menggunakan Buku. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada pengabdian kali ini akan dilaksanakan pelatihan NOKEN yang bertujuan untuk memberi solusi dan mengatasi masalah dan menjawab kebutuhan mitra tersebut dengan tahapan sebagai berikut: (1) pembelajaran materi NOKEN N3 (2) mengadakan kelas simulasi NOKEN (3) Penggunaan aplikasi pembelajaran multimedia interaktif dengan menggunakan program macromedia flash.Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam  bentuk pembelajaran kooperatif learning dengan teknik brainstorming dan dilakukan simulasi NOKEN telah dilaksanakan dengan baik, Pelaksanaan pelatihan ini telah mencapai tujuan yang dilaksanakan karena semua peserta sudah dapat mengerjakan soal latihan NOKEN setara N3 serta mampu memecahkan masalah khususnya dalam bagian DOKKAI-BUNPOU. Kata Kunci : NOKEN, Kompetensi bahasa JepangSalah satu kebutuhan guru-guru bahasa Jepang yakni kebutuhan untuk terus meningkatkan kompetensi bahasa Jepang salah satunya adalah untuk dapat mengikuti NOKEN (Nihongo Nouryoku Shiken) atau JLPT (Japanese Language Proficiency Test) dalam bahasa Indonesia adalah Test Kemampuan berbahasa Jepang dan agar supaya dapat memperoleh sertifikat. NOKEN dipandang penting dikarenakan dapat menguji dan mengukur tingkat kemampuan bahasa Jepang para pengajar. Hal ini dimaksudkan agar para pengajar dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka dalam bahasa Jepang. Disamping itu menjadi bekal bagi para pengajar yang belum disertifikasi, sebagai persiapan untuk dapat mengikuti uji kompetensi guru (UKG). Selain itu sertifikat NOKEN merupakan salah satu syarat bagi para guru bahasa Jepang diseluruh Indonesia untuk dapat mengikuti program pelatihan pendidikan di Jepang yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah Jepang (MONBUKAGAKUSHO) maupun The Japan Foundation, Jakarta.Dari data angket yang dibagikan kepada guru bahasa Jepang pada MGMP  Bahasa Jepang Sulawesi Utara menunjukkan bahwa guru bahasa Jepang SMA sebagian besar masih berada pada level N4. Ini berarti dibutuhkan upaya untuk meningkatkan kompetensi agar pengajar bahasa Jepang dapat berada pada level N3. Masalahnya adalah (1)Guru-guru bahasa Jepang mengalami kesulitan dalam menjawab soal Dokkai/Bunpo (読解・文法) pada saat tes uji kompetensi bahasa Jepang (NOKEN). (2)Kurangnya pemahaman dan pengetahuan khususnya tentang Dokkai/Bunpo (読解・文法) pada level N3. (3)Kurangnya latihan sebagai bentuk kesiapan menghadapi tes uji kompetensi bahasa Jepang (NOKEN). (4)Sumber belajar masih menggunakan Buku. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada pengabdian kali ini akan dilaksanakan pelatihan NOKEN yang bertujuan untuk memberi solusi dan mengatasi masalah dan menjawab kebutuhan mitra tersebut dengan tahapan sebagai berikut: (1) pembelajaran materi NOKEN N3 (2) mengadakan kelas simulasi NOKEN (3) Penggunaan aplikasi pembelajaran multimedia interaktif dengan menggunakan program macromedia flash.Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam  bentuk pembelajaran kooperatif learning dengan teknik brainstorming dan dilakukan simulasi NOKEN telah dilaksanakan dengan baik, Pelaksanaan pelatihan ini telah mencapai tujuan yang dilaksanakan karena semua peserta sudah dapat mengerjakan soal latihan NOKEN setara N3 serta mampu memecahkan masalah khususnya dalam bagian DOKKAI-BUNPOU. 
ANALISIS KEBUDAYAAN JEPANG TENTANG PERAYAAN OSHOGATSU Marly Masoko
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 3 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.66 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i3.1071

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan Generasi muda yang ada didesa Koya Kabupaten Minahasa tentang bahasa Jepang dalam hal ini tentang guiding yang berisi percakapan praktis yang baik dan benar dan kebudayaan Jepang Oshogatsu untuk membekali pengetahuan pembelajaran bahasa Jepang praktis dan huruf Jepang yang efektif. Metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Jepang praktis ini yang dilaksanakan dengan menggunakan metode Active learning dengan pokok permasalahan yang disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai adalah yaitu metode active learning dengan menggunakan multimedia. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bahasa Jepang kepada Generasi muda yang ada didesa Koya Kabupaten Minahasa dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.
TAMAN TEMATIK EDUKASI 5R SEBAGAI STRATEGI PEMANFAATAN LIMBAH SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK Tjokorda Istri Praganingrum; Ida Bagus Suryatmaja; I Gusti Agung Gede Eka Martiningsih
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 10, No 02 (2017): Desember 2017
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.525 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v10i02.369

Abstract

Massive urban development and space utilization will ultimately trigger environmental problems. Issues related to the matter, such as reduced amount of green areas with less-controlled waste management, are important things need to be considered. In order to manage the problem, it is important to find a solution to arise hygiene behavior, as well as preserving green areas.  Providing education for community, starting from early ages, is considered to be a valuable effort. Education can be provided by making a thematic park with 5R (Reuse, Reduce, Recycle, Replace and Replant) principle, which can provide understanding through technology transfer model (TT) method, applying appropriate technology. In the future, the availability of thematic park will serve a novel medium for education training and community.
PKM PENINGKATAN SISTEM KEAMANAN LINGKUNGAN PADA MASA PENDEMI DI KOTA MANADO Abdul Rahman Dilapanga; Jeane Mantiri; Chynthia Maria Siwi
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14, No 2 (2021): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.504 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v14i2.3058

Abstract

Kegiatan PKM ini yang merupakan salah satu perwujudan dari tri dharma perguruan tinggi merupakan penerapan ilmu yang diperoleh secara teoritis untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, sehingga ilmu yang diperoleh dapat di aplikasikan dan di konstribusikan ke kehidupan masyarakat luas khususnya dalam bidang keamanan untuk mendukung pemberdayaan dalam bentuk pendampingan masyarakat dalam rangka mendukung layanan daerah wisata (Kota Manado) yang berdampak secara sosial, budaya dan ekonomi. Hasil yang didapatkan adalah secara umum kegiatan PKM dapat dikatakan berhasil dan sebagai harapan bahwa penerapan sistem keamanan lingkungan nantinya lebih baik dengan adanya Kerjasama dan koordinasi yang baik antara Pemerintah dan Masyarakat sehingga dapat tercipta suatu Sistem Keamanan Lingkungan yang menjamin kenyaman dan keamanan masyarakat khusunya di Kelurahan Winangun Satu Kota Manado.
PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PERKOTAAN MELALUI PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU TERINTEGRASI IPAL KOMUNAL Ingerid Lidia Moniaga; Fela Warouw
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 02 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.981 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v9i02.568

Abstract

Kelompok Karang Taruna Bahari, merupakan salah satu kelompok sosial masyarakat yang berada di Kelurahan Tumumpa Dua Kecamatan Tuminting Kota Manado. Melalui kelompok Karang Taruna ini maka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan sebagai salah satu bentuk penyebaran informasi pengetahuan dan teknologi yang diarahkan pada penyuluhan dan pelatihan tentang praktek pengembangan ruang terbuka hijau terintegrasi sistem instalasi pengolahan air limbah komunal pada kawasan sempadan sungai Bailang Kota Manado. Target luaran yang ingin dicapai pada pembinaan dan pendampingan kelompok Karang Taruna Kelurahan Tumumpa Dua yaitu : (1)terciptanyan sumberdaya manusia yang peduli terhadap kualitas lingkungan permukiman melalui sarana sanitasi dan ruang publik, (2) terciptanya sistem integrasi IPAL Komunal dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan permukiman padat penduduk, (3) pengembangan ruang terbuka hijau di lingkungan permukiman dengan penanaman tanaman-tanaman dalam pot untuk menciptakan ruang estetika.
PKM PERCAKAPAN BAHASA JEPANG BAGI GENERASI MUDA DI PANIKI DUA MANADO Jajat Sudarajat; Sandra Rakian
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14, No 1 (2021): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.83 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v14i1.3115

Abstract

Program Kegiatan Pengabdian Kepada  Masyarakat  yang  diselenggarakan oleh  LPPM UNIMA,  yang  bertajuk  “PKM Percakapan Bahasa Jepang bagi Generasi Muda di Paniki Dua Manado ” ini,  akan  melaksanakan   kegiatan  utama,  yaitu  kegiatan  pelatihan  percakapan .  Kegiatan-kegiatan  ini   bertujuan  untuk  mengatasi  masalah  yang  belum  terealisasinya  pembelajaran  bahasa  Jepang di  Paniki dua Manado. Sebagai mitra yaitu pemuda dan remaja Paniki dua Manado. Kegiatan  pelatihan  bahasa  Jepang  dipandang  penting  untuk  dilaksanakan  dalam  rangka  pembelajaran  bahasa Jepang.  Kegiatan  pelatihan  ini  diharapkan   juga dapat  memberi  dampak  positif  bagi   pengembangan  bahasa  Jepang.  Disamping  itu  juga  diharapkan  dapat  menumbuhkan  sikap  positif  dari  pemuda dan remaja  agar  mereka  mau menggunakan    bahasa  Jepang,  sebagai  wujud  keikutsertaan  mereka  dalam  upaya  menunjang  pariwisata SULUT, sesuai  dengan pemberitahuan dari pimpinan daerah, SULUT sudah merupakan  daerah  wisata, itu dikuatkan dengan pemberitahuan Presiden melalui media sosial.  Diharapkan  setelah  pelatihan  ini  para  Pemuda dan remaja  akan  memiliki  keterampilan  menyimak,  berbicara,  membaca,  sekalipun  masih  sederhana,  berdasarkan  tema-tema:  perkenalan,   memberi salam,  keluarga,  memperkenalkan tempat objek wisata dan sebagainya. Target  khusus  pelatihan  ini  adalah  pertama  (pelatihan  bahasa  Jepang)  untuk  menghasilkan  modul  pembelajaran  bahasa  Jepang  praktis,   yang  tidak  hanya  digunakan  dalam  pelatihan  ini  tetapi  juga  nanti  akan  dapat  digunakan  sebagai  bahan  pembelajaran  untuk  pelajar bahasa Jepang  pemula .  Modul  pembelajaran  ini  nantinya  akan  dapat  dikembangkan  menjadi  buku  ajar. Metode  yang  digunakan  dalam  pelatihan  ini  adalah  menerapkan model-model pengajaran yang kooperatif yang mudah diserap oleh pembelajar adalah upaya pengajar untuk mencapai tujuan yang diharapkan yaitu dapat menguasai empat keterampilan berbahasa yakni; keterampilan berbicara, membaca, menulis, menyimak. yaitu  Kegiatan  pelatihan  bahasa  Jepang  ini  diharapkan  akan  membuka  pintu  masuk  bagi  kegiatan-kegiatan  lain  dalam  rangka  meningkatkan  peran  serta  dan  pengabdian  UNIMA  melalui  LPPM  dalam  pembangunan  dibidang  pendidikan  dan  bidang-bidang  lainnya  di  tengah-tengah  masyarakat  umum.
PKM PADA TUKANG OJEK DI KELURAHAN MATANI KECAMATAN TOMOHON TENGAH KOTA TOMOHON Ignatius Javier C Tuerah
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 11, No 3 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.481 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v11i3.893

Abstract

Perkembangan zaman yang begitu cepat akibat derasnya arus globalisasi membawa dampak positif pada perkembangan dunia pariwisata, termasuk di Indonesia. Masyarakat Ekonomi Asean sudah mulai diberlakukan sejak akhir 2015 membuat persaingan tenaga kerja semakin ketat. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut pentingnya keahlian para pekerja dari semua sektor. Para tukang ojek tanpa disadari merupakan bagian tak terpisahkan dari perkembangan pariwisata. Permasalahan kemudian muncul ketika disadari bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa yang dibutuhkan ketika para tukang ojek hendak melayani para turis asing yang datang ke kota Tomohon. Untuk itu, dilaksanakan suatu pelatihan berbahasa Inggris bagi para tukang ojek di Kelurahan Matani dalam mempersiapkan diri menghadapi para turis asing yang membutuhkan jasa mereka.
PKM KARYAWAN OBJEK WISATA BUKIT TINTINGON RURUKAN Sanerita Tresnawaty Olii
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 3 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.575 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i3.1062

Abstract

Pemanfaatan potensi alam untuk menjadi daya tarik suatu objek wisata membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Hal ini ditandai dengan bertambahnya lapangan pekerjaan dan ekonomi masyarakat yang meningkat. Dengan demikian diperlukan SDM yang mampu berbahasa Inggris dengan baik dan benar, terutama untuk berkomunikasi dengan turis mancanegara. Pengabdian IbM ini dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan kurangnya kemampuan karyawan dalam berbahasa Inggris dengan mengadakan pelatihan Bahasa Inggris bagi karyawan objek wisata Bukit Tintingon. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman berbahasa Inggris, karena itu digunakan metode drill and repetition, roleplay,dan diskusi serta ceramah. Metode-metode ini merupakan metode yang efektif dalam pembelajaran bahasa. Pada pelatihan ini kelompok Mitra telah dilatih menggunakan bahasa Inggris, para karyawan mendapat kesempatan untuk mempraktekkan apa yang telah dipelajari melalui metode drill and repetition. Diakhir pelatihan dilakukan monitoring pendampingan aplikasi penggunaan bahasa Inggris oleh para karyawan peserta pelatihan ketika menghadapi wisatawan asing

Page 9 of 14 | Total Record : 131