cover
Contact Name
Mister Gidion Maru
Contact Email
mrgideonmaru@unima.ac.id
Phone
+6281340075651
Journal Mail Official
abdimas@unima.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Manado Tondano Minahasa
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 19790953     EISSN : 25986066     DOI : https://doi.org/10.36412/abdimas.v13i1
Jurnal ABDIMAS diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Negeri Manado dengan fokus pada publikasi dosen, mahasiswa, peneliti, praktisi, profesional dan pengabdi yang mencerminkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditandai dengan pemanfaatan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni (Ipteks) untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam masyarakat. Jurnal ini juga terbuka untuk diseminasi hasil kegiatan pengembangan dan penguatan daya saing bangsa, kewirasuhaan, ekonomi kreatif dan kepariwisataan serta terobosan pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini. Jurnal ABDIMAS terbit tiga kali dalam setahun yakni April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
ELECTRICITY INSTALLATION SKILLS TRAINING IN RINONDORAN VILLAGE COMMUNITY, LIKUPANG EAST MINAHASA SUB-DISTRICT, NORTH MINAHASA F J Tasiam
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 13, No 1 (2020): APRIL (2020) ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.704 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v13i1.2145

Abstract

This service aims to create jobs in the field of repairing and installing electrical installations in Rinondoran village, Likupang sub-district, East Minahasa Utara. The target audiences in this training are families in place to repair / revise electrical installations in community homes, community leaders, religious leaders, government in the village, PKK leaders, in general this skills training is directed at all communities in Rinondoran Village. Likupang Timur District, Minahasa Utara North Sulawesi The method used in this training is the direct experimental method, namely directly repairing / revising from house to house in the Rinondoran community of East Likupang District. While repairing / revising explains the cause and effect of the damage The result of this dedication. The community can do the electricity installation well, not only in their village, but in other villages. This can increase income in his village.
PELATIHAN TANAMAN VERTIKAL DI KOTA MANADO Michael M Rengkung; Windy Mononimbar; Ingerid Lidia Moniaga
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 11, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.543 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v11i1.548

Abstract

Kecamatan Tuminting merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kota Manado yang memiliki lingkungan permukiman penduduk dengan lahan terbatas untuk dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Dengan keterbatasan lahan pada lingkungan permukiman tersebut maka tim IbM hendak mengusulkan pengembangan RTH lingkungan perkotaan melalui penerapan konsep taman vertikal pada lahan-lahansempit melalui kelompok Karang Taruna Kecamatan Tuminting yang aktif dan peduli dengan program-program peningkatan lingkungan hijau yang bersih, sehat dan asri. Tujuan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, yaitu memberi pembinaan dan pendampingan pada kelompok Karang Taruna melalui Pelatihan Taman Vertikal di Kota Manado sebagai upaya penghijauan pada lahan terbatas perkotaan.Target luaran yang ingin dicapai pada pembinaan dan pendampingan kelompok Karang Taruna Kecamatan Tuminting Kota Manado adalah (1) meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam menciptakan RTH private melalui pengembangan taman vertikal, (2) memahami dan melakukan kegiatan praktek taman vertikal, (3) memiliki kemampuan mengelola lahan perkotaan yang terbatas melalui penerapan taman vertikal, (4) terciptanya kualitas lingkungan indah perkotaan, (5) menghasilkan artikel ilmiah yang dapat dipublikasikan pada seminar nasional.
PKM PEMBELAJARAAN BAHASA TOULOUR BAGI PEMUDA DESA TIMOMOR KECAMATAN KAKAS BARAT Selviane E Mumu; Theresye Wantania
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14, No 1 (2021): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.234 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v14i1.3091

Abstract

Bahasa  Toulour  merupakan  salah  satu  bahasa  Daerah  yang  ada  di  Sulawesi  Utara  digunakan  sebagai alat  komunikasi  sehari-hari. Bahasa  Toulour  adalah  bahasa yang  dipakai  oleh  penduduk  asli yang  mendiami  seputaran  daerah  yang  mengelilingi  danau  Tondano  yang  merupakan salah satu  dari  sekian  banyak  bahasa  daerah  di  Indonesia. Bahasa Tondano atau bahasa Toulour, sebagai bahasa sub-etnis Toulour yang mendiami daerah sekeliling Danau Tondano sampai di pantai Timur Minahasa (Tondano pante). Bahasa Tondano terdiri atas tiga dialek yaitu dialek induk Tondano, dialek Kakas dan dialek Remboken. Dialek yang terbesar dalam daerah dan jumlah penutur terdapat di bagian Utara yaitu kota Tondano dan Eris-Kombi. Dialek Kakas di kecamatan Kakas dan dialek Remboken di kecamatan Remboken. Juga terdapat penutur bahasa ini di daerah kolonisasi (transmigrasi lokal Minahasa) di kecamatan Tompaso Baru dan Modoinding. Di Tompaso Baru, dengan dialek induk Tondano dituturkan pada kampung Pinaesaan, Kinalawiran, Kinaweruan, Liningaan, Bojonegoro, dialek Kakas di kampung Temboan dan Polimaaan dan dialek Remboken di kampung Kinamang. Di Kecamatan Modoinding terdapat penutur dialek Kakas di kampung Wulurmaatus Palolon, Makaaruyan, Pinasungkulan, Lineleyan dan penutur dialek Remboken di kampung Sinisir dan Kakenturan serta penutur dialek induk Tondano di kampung Mokobang. Bahasa  Toulour  menurut  pemakainya  yaitu  bahasa  umum,  bahasa  yang  dipakai dalam  percakapan  sehari-hari, kemudian  bahasa  sasaraha  yang  disebut  bahasa   Samaran,  biasanya  digunakan  pada  acara-acara  adat  untuk  menolak  malapetaka  dan  terakhir  bahasa  sastra.  (Bawole, dkk. 1971). Pemakaian  bahasa  Toulour  mulai  mengalami  masalah karena  pembauran  antar  penduduk  asli  dengan  para  pendatang  dari  luar  Minahasa  sehingga  pemakaian  bahasa  Toulour  semakin  menurun  atau  berkurang  digunakan  apalagi  dikalangan  generasi  muda. Menyikapi  berbagai  permasalahan yang  ada  di  desa, maka  UNIMA  sebagai  lembaga  pendidikan  yang  selalu  responsif  terhadap  berbagai  permasalahan  dan  kebutuhan  yang  ada  di tengah-tengah  masyarakat,  melalui  Lembaga  Pengabdian  kepada Masyarakat  bersama  tim  dosen  yang  ada  di  Fakultas  Bahasa  dan  Seni  (FBS),  hendak  melaksanakan  suatu  kegiatan  pengabdian  kepada  masyarakat  kepada  pemuda dan pemudi  di desa  Timomor  khususnya  pelatihan  bahasa Toulour  yang hampir  punah.  Kegiatan  pelatihan  bahasa  Toulour  adalah  wujud  upaya  UNIMA  untuk  merintas  pembelajaran  bahasa  Toulour  bagi  pemuda  dan  pemudi,  dengan  harapan  bahwa  melalui  pelatihan  ini  akan  dihasilkan  buku  khusus  bahasa  Toulour untuk  menghindari  kepunahan  bahasa.
PELATIHAN TENTANG KURIKULUM 2013 PADA GURU-GURU SD GMIM DI KECAMATAN TONDANO KABUPATEN MINAHASA Devyano Ranti
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 02 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.245 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v9i02.572

Abstract

Curriculum was essential for the formal education. Any shift or renewing in curriculum strucure aim for the better learning outcomes. The implementation of new 2013 curriculum was not thoroughly applied in all scholls. Governement implement thi curriculum gradually. It create discungruance in schools standards. This research aim to narrow the gap of schools that by government had impelement 2013 curriculum and other schools who had not. The programmes was conducted in lecturing, discussing and exercising to master the 2013 curriculum. This programme was conduct at SD GMIM Koya and the target was teachers. As result Teacher has the understanding and ability in fulfilling the curriculum requirement. They now have implemented the curriculum and have the same standard with others that have implemented it earlier.
PELATIHAN TEKNIK DASAR RENANG GAYA DADA PADA SISWA SMA NEGERI I TOMOHON Mesak. A. S. F. Rambitan
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14, No 3 (2021): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.356 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v14i3.3344

Abstract

Based on the results of observations in the field of the many problems in this training activity, the problem is how to develop the skills of students about breaststroke swimming. The lack of development of student achievement in this sport is caused, among others, by the lack of knowledge and understanding of students about breaststroke swimming and the lack of interest and talent development of students about the sport. The purpose of the training activities is to educate students as beginner athletes to be able to master swimming skills, especially breaststroke swimming. The target audiences in this service are students of SMA Negeri I Tomohon, whose achievements are very potential to be fostered and developed. Based on the results of the evaluation of activities, it can be concluded that this training has a positive impact and opens the participants' insight to be able to improve mastery of swimming skills.
PKM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SISTEM INFORMASI DESA SEA II, KECAMATAN PINELENG, KABUPATEN MINAHASA Olivia Kembuan; Alfrina Mewengkang
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 11, No 3 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.598 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v11i3.897

Abstract

Terdapat begitu bayak program pemerintah yang tidak tepat sasaran pada masyarakat desa karena kurang sosialisai. Masyarakat merupakan potensi utama masyarakat desa untuk dapat memberikan perubahan terhadap pembangunan desa. Para penduduk setempat perlu dilibatkan dalam penyediaan informasi desa kepada masyarakat. Beberapa aplikasi pengembangan sistem informasi digunakan untuk memudahkan dalam pengelolaan informasi program pemerintah tersebut. Diharapkan masyarakat di Desa Sea II mampu berkontribusi dalam pemerataan informasi terkait program-programpemerintah. Kegiatan PKM ini dimaksudkan meningkatkan peran serta masyarakat dalam monitoring, mengakses dan menyebarkan informasi desa kemudian mempublikasikan informasi tersebut kepada warga desa melalui aplikasi berbasis web. Diharapkan sistem informasi yang dikembangkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat sendiri dalam sosialisasi informasi program pemerintah di desa Sea II, sebagai wujud pengabdianpada masyarakat desa setempat. Kegiatan berupa pelatihan penggunaan sistemmanajemen yang dimanfaatkan sebagai sistem informasi dan koordinasi desa dalam penyebaran dan sosialisasi informasi desa khususnya program-program pemerintah untuk masyarakat desa Sea II.
UPAYA PEMBINAAN SIKAP BERWIRAUSAHA REMAJA MESJID NURUL IMAN KAMPUNG JAWA TOMOHON MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN Zuldesmi Zuldesmi
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 3 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.314 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i3.1066

Abstract

Semakin membengkaknya pengangguran di kalangan usia muda produktif semakin menunjukkan bahwa ketersediaan lapangan kerja yang sangat terbatas. Hal ini tentu saja disebabkan oleh banyak faktor yang sangat kompleks. Namun demikian, salah satu solusi yang sangat realistis untuk diwujudkan adalah melalui usaha peningkatan jumlah wirausaha terutama di kalangan muda produktif, yang dalam hal ini dapat diwakili oleh kelompok karang taruna di dusun-dusun atau minimal di tingkat kelurahan. Salah satu alternatif solusinya adalah melalui pemberdayaan generasi muda agar mampu berwirausaha melalui pelatihan keterampilan produksi komoditas yang dapat diterima pasar secara mudah. Sasaran antara yang strategis adalah kelompok pemuda berusia produktif yang secara organisatoris telah terbentuk sampai ke tingkat dusun, dan minimal di tingkat Kelurahan. Salah satu keterampilan yang mampu menghasilkan produk yang masih terbuka luas pemasarannya adalah bidang kerajinan las. Karena itu, konsep pemberdayaan sumber daya manusia, khususnya pemuda, dalam kegiatan ini dilandasi dengan kondisi eksisting di masyarakat, yang memerlukan upaya pemberdayaan dalam wacana pembangunan masyarakat dihubungkan dengan konsep mandiri, partisipasi, jaringan kerja dan keadilan. Dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini, akan dilakukan pelatihan dasar las listrik secara intensif pada pemuda usia produktif melalui organisasi Pemuda Remaja Mesjud Kampung Jawa Tomohon, yaitu dimulai dengan penambahan ketearmpilan yang berguna dalam mendukung munculnya wirausaha baru yang kreatif, peningkatan kecakapan hidup (life skill), dan pola pemasaran yang bersifat kolaboratif dengan memanfaatkan keunggulan Tomohon sebagai kota industri. Hasilnya lebih dari 50 % peserta generasi muda telah mengusai sistem pengelasan dengan baik. Selain itu, sebagian besar para remaja usia produktif telah memiliki keterampilan dan ilmu pengetahuan untuk mendapatkan atau menciptakan lapangan kerja.
ALTERNATIF PEWARNAAN PADA KAIN TRADISIONAL ENDEK DENGAN TEKNIK AIR BRUSH I Made Sukerta; I Made Legawa; Eka Martiningsih; Anom Adiaksa
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 10, No 02 (2017): Desember 2017
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.528 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v10i02.363

Abstract

Endek adalah salah satu kain khas hasil karya tangan orang Bali. Coraknya yang unik dan kental dengan nuansa etnik menjadikan endek banyak digunakan oleh berbagai kalangan, bahkan juga digunakan sebagai seragam para pegawai dinas pemerintahan daerah Bali dan juga pegawai swasta seperti pegawai bank, hotel, travel maupun rumah sakit. Beberapa tahun belakangan, endek juga mendapatkan promosi besar-besaran sehingga namanya menjadi kian terangkat bahkan hingga ke tingkat mancanegara. Patra atau motif yang dituangkan dalam kain ikat atau tenun khas Bali, endek, bukan hanya estetika keindahan semata, namun juga mempunyai pesan yang bercerita (story telling) tentang budaya. Akan tetapi dengan semakin berkembangnya era globalisasi dan perdagangan di aras Internasional (MEA) maka produk-produk tradisional mulai kalah bersaing dari sisi harga.  Karena produk luar Bali biasanya memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan produk lokal, walaupun dari sisi kualitas produk luar lebih rendah.  Kesenjangan dalam  hal harga inilah merupakan  salah satu kendala dari mitra yaitu Ud. Anugrah dan UD. Artha Dharma.  Berkaitan dengan pemecahan  masalah tersebut maka pelaksanaan program IbPE (Ipteks Bagi Produk Ekspor) pada tahun pertama ini bertujuan untuk meningkatkan posisi pasar mitra dengan cara memberikan pembinaan pada proses produksi seperti penataan stasiun kerja, dan penambahan desain agar menghasilkan desain yang lebih beragam sehingga pengrajin mampu menual produk secara bersaing di pasaran.  Pada pembinaan desain telah dilakukan beberapa diversifikasi desain yang sederhana sehingga dalam proses produksi seperti pemilihan benang, bahan dasar,  pewarnaan, dan penenunan lebih sederhana. Hal ini akan berdampak pada biaya produksi yang lebih sedikit, sehingga produk kain endek dapat dijual dengan harga bersaing di pasaran. Selain diversifikasi desain, tim Universitas Mahasaraswati Denpasar juga telah memberikan pendampingan dalam diversifikasi jenis produk secara fungsional, misalnya seperti pembuatan destar, pakaian seragam dan juga sudah menyasar pada aksesoris seperti clutch (dompet dan sandal).  Pembinaan pada tahun pertama sudah mendorong UKM mitra  mampu bersaing dalam harga dengan produk luar.  Pembinaan pada tahun kedua adalah dengan melakukan teknik pewarnaan metode airbrush.  Dengan metode ini pewarnaan mampu dilakukan lebih cepat sehingga proses produksi akan dipercepat sampai 2-4 hari kerja.  Kata Kunci:  Endek, Desain, Diversifikasi, Patra, Pewarnaan 
PELATIHAN BAHASA INGGRIS PRAKTIS BAGI IBU-IBU PKK DALAM MENGANTISIPASI MELONJAKNYA KEDATANGAN TURIS DI KOTA TOMOHON Jenie Posumah; Veronika F L Damopolii
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14, No 2 (2021): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.245 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v14i2.3053

Abstract

Today,English is very urgently useful for all countries, so this is a good time to increase in any parts of humans’, such as education, economy,social,culture,industry,etc,and all of those parts must be supported as soon as possible.It is because global market for all fields are really available now.It must be moved rapidly.One aspect which has the role in increasing English is tourism.Even now, tourism is shaken by pandemic of covid-19 happened at the end of 2019 and run quickly in the early of 2020 (especially in Indonesia), but after about one year later, the government tried to overcome the situation, so at the early of 2021, tourism sector run slowly and slowly wake up toward to any features related to tourism by still applied the health protocol.            One effort to increase the government income, from the upper authority up to the lower authority,by preparation many tour guides who have very important role because there are many interesting ( tourism) places opened,both private and public sectors.These are really interesting things to gain many tourists to visit them.Day by day, there is a significant increasing in tourism sector and it needs to prepare so many tour guides to welcome the tourists.To overcome this situation, it must be available of local citizens as the human’s resources to master English. Short English course for the women covered as PKK group in Kolongan country, Tomohon District is a good way also to anticipate this one.            The short practical English course used the methods such as, explanation, discuss, question and answer,and direct practice of English, so the members could be increased their capability both in theory and especially in practice (more focus on speaking skill).This course aimed to support learning Englih materials effectively.Also, this activity as an applied activity for society at Kolongan country, Tomohon District could run well whenever and wherever they are.
TEKNIK PEMBIMBINGAN LAFAL MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI GURU-GURU BAHASA JEPANG DI SULAWESI UTARA Franky R Najoan; Yenny Jeine Wahani; Fitri Ifi Gama
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 13, No 3 (2020): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.936 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v13i3.3109

Abstract

Pendidikan Bahasa Jepang di Sulawesi Utara dapat dikatakan cukup maju karena terdapat 106 sekolah menengah (SMP, SMA, SMK, MA) yang mengajarkan Bahasa Jepang sebagai bahasa asing di masing-masing sekolah, dengan jumlah guru 142 orang, dan jumlah siswa 17,958 orang. Dalam pelaksanaan Pendidikan dan pembelajaran bahasa Jepang di sekolah tidak terlepas dari berbagai permasalahan, mulai dari kesiapan guru, fasilitas, daya serap siswa, motivasi, dan lain-lain. Salah satu permasalahan yang penting adalah masalah pembelajaran lafal bahasa Jepang. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran lafal di sekolah-sekolah belum dilaksanakan sebagaimana mestinya. Alasan yang dikemukakan oleh para guru adalah karena mereka sendiri tidak punya rasa percaya diri terhadap lafal bahasa Jepang mereka, dan tidak mengetahui metode pembelajaran lafal yang tepat. Maka yang menjadi masalah dalam kegiatan PKM ini adalah, bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri para guru terhadap kemampuan lafal mereka dan terhadap kapasitas guru membimbing lafal. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dipandang perlu untuk memberikan pembekalan kepada para guru melalui kegiatan pelatihan lafal bahasa Jepang agar pembelajaran lafal dapat terlaksana sesuai harapan. Untuk melaksanakan kegiatan PKM ini, tim bekerja sama dengan MGMP Bahasa Jepang Sulawesi Utara, menyelenggarakan pelatihan pembelajaran lafal. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk daring yang diikuti oleh 30 orang peserta. Setelah selesai kegiatan, peserta diminta untuk mengisi angket secara online untuk mengevaluasi hasil kegiatan. Para peserta merasa lega setelah mengetahui bahwa pembelajaran lafal tidaklah sesulit yang dibayangkan karena sesungguhnya guru hanya menjadi fasilitator. Mereka menyatakan mulai tumbuh rasa percaya diri untuk mengajarkan lafal. Bahan ajar untuk sekolah menengah sudah tersedia, tinggal bagaimana mengolahnya menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Bahkan peserta mengharapkan kegiatan pelatihan lafal dapat dilanjutkan untuk pemantapan.

Page 7 of 14 | Total Record : 131