cover
Contact Name
Mister Gidion Maru
Contact Email
mrgideonmaru@unima.ac.id
Phone
+6281340075651
Journal Mail Official
abdimas@unima.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Manado Tondano Minahasa
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 19790953     EISSN : 25986066     DOI : https://doi.org/10.36412/abdimas.v13i1
Jurnal ABDIMAS diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Negeri Manado dengan fokus pada publikasi dosen, mahasiswa, peneliti, praktisi, profesional dan pengabdi yang mencerminkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditandai dengan pemanfaatan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni (Ipteks) untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam masyarakat. Jurnal ini juga terbuka untuk diseminasi hasil kegiatan pengembangan dan penguatan daya saing bangsa, kewirasuhaan, ekonomi kreatif dan kepariwisataan serta terobosan pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini. Jurnal ABDIMAS terbit tiga kali dalam setahun yakni April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
PELATIHAN PENGGUNAAN PERALATAN LABORATORIUM FISIKA MATERIAL DAN RISET BAGI GURU-GURU FISIKA SMA SE KOTA MANADO Donny R Wenas
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 11, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.775 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v11i2.888

Abstract

Kemampuan melaksanakan kegiatan praktikum/demonstrasi dan mengembangkan materi pembelajaran berbasis laboratorium adalah salah satu kompetensi guru fisika. Peningkatan kemampuan tersebut akan meningkatkan daya saing lulusan siswa. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: 1) memperkenalkan pengetahuan tentang laboratorium Fisika material dan Riset bagi guru Fisika SMA se kota Manado; 2) memberikan pelatihan keterampilan penggunaan peralatan laboratorium Fisika material dan riset bagi guru Fisika SMA se kota Manado; 3) menjelaskan manfaat karakterisasi peralatan laboratorium Fisika Material dan Riset bagi guru Fisika SMA se kota Manado; dan 4) menjalin kerja sama antara dunia kerja yaitu Sekolah dengan Perguruan Tinggi (UNIMA) agar tercipta keserasian tentang kebutuhan Sumber Daya Manusia dilapangan dan kurikulum yang diterapkan khususnya pada Program Studi Fisika FMIPA UNIMA. Metode yang dilakukan adalah ceramah, demonstrasi, peragaan, diskusi dan evaluasi. Kegiatan ini akan menghasilkan produk berupa buku panduan bagaimana dan apa yang harus dilakukan dalam mengoperasikan peralatan laboratorium fisika material dan riset. Buku panduan akan dirancang semenarik mungkin disertai gambar dan keterangan serta langkah-langkah dalam mengoperasikan alat laboratorium. Disamping buku panduan, akan dibuat juga buku ajar tentang konsep dan teori terkait dengan peralatan laboratorium fisika material dan riset serta artikel ilmiah. Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan, maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1) para peserta (Guru fisika SMA) mengenal pengetahuan tentang spektroskopi UV-Vis (Ultra Violet Visible); 2) memahami pengetahuan tentang spektroskopi FTIR (Fourier Transform Infra red); 3) mengenal pengetahuan tentang SEM-EDX (Scanning Electron Microscopic-Energy Dispersive X-Ray Spectrometric); dan 4) mampu mengoperasikan alat spektrometer UV-Vis, FTIR, dan SEM-EDX.
PKM SISTEM INFORMASI PERJALANAN DINAS DI BALAI PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA (BPPKI) MANADO Olivia Kembuan
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.489 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i2.1057

Abstract

Perjalanan Dinas merupakan salah satu proses bisnis yang biasanya dilaksanakan pada hampir setiap perusahaan atau instansi. Manfaat perjalanan dinas secara umum antara lain untuk menyelesaikan tugas-tugas kantor yang berkaitan atau berhubungan dengan kegiatan perusahaan. Perjalanan dinas sendiri sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 37/PMK.02/2012, dan untuk melakukan perjalanan dinas harus berdasarkan dari namanya Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). Sistem yang akan dikembangkan bertujuan untuk mengelola proses pembuatan surat tugas dan surat perintah perjalanan dinas dilanjutkan dengan persetujuan surat tugas dan surat perintah dinas kemudian pemasukan atau perhitungan biaya uang muka, pemasukan laporan dan persetujuan laporan dan yang terakhir pemasukan biaya perampungan. Dalam perancangan aplikasi ini peneliti menggunakan metode Prototype.
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) TEKNIK PEMBELAJARAN KREATIF PADA GURU PAUD DI KELURAHAN TUMINTING KOTA MANADO Lenie Ratag
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 13, No 2 (2020): AGUSTUS (2020) ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.54 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v13i2.2165

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk: 1) Peningkatan Kompetensi dan Keterampilan Tenaga Pendidik di PAUD Kelurahan Tuminting Kota Manado, 2) agar ditemukan metode pembelajaran yang dianggap inovatif dan menarik untuk PAUD Kelurahan Tuminting Kota Manado. Program Kemitraan Mayarakat ini bertempat di Kelurahan Tuminting Kota Manado dengan menggunakan metode diskusi dan lokakarya. Simpulan yang dihasilkan adalah: 1). Pelaksanan seluruh program kegiatan kemitraan berjalan dengan lancar karena partisipasi mitra baik pengolala maupun pendidik Paud yang bersedia secara aktif mengikuti pelatihan dan kegiatan pendampingan dalam upaya perbaikan lembaganya, 2). Metode pembelajaran yang kreatif inovatif akan semakin banyak masyarakat yang mempercayakan anak usia dini dididik/ di sekolahkan di PAUD Kelurahan Tuminting Kota Manado, 3). Ketercapaian tujuan program, yakni peningkatan kemampuan dan kompetensi Tenaga Pendidik dalam melakukan pengembangan program pembelajaran anak-usia dini serta Manfaat yang diperoleh peserta dan lembaga juga menunjukan hasil yang positif.
PEMBINAAN DAN PELATIHAN MODEL PENCATATAN, PELAPORAN, PENGAUDITAN, DAN PERENCANAAN KEUANGAN ORGANISASI KEAGAMAAN DI GMAHK KECAMATAN TONDANO BARAT DAN KECAMATAN TONDANO SELATAN Joseph P Kambey
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 10, No 01 (2017): JUNI 2017
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.33 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v10i01.562

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada anggota gereja, khususnya para pimpinan gereja tentang model pencatatan , pelaporan, pengauditan,dan perencanaan keuangan gereja (organisai nir laba), sehingga para pimpinan gereja dapat memiliki pemahaman yang baik dan dapat menerapkannya dalam setiap program dan kegiatan gereja. Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah pembinaan dan pelatihan kepada para pimpinan gereja-gereja (GMAHK) diwilayah Kecamatan Tondano Barat dan Tondano Selatan. Pembinaan dan pelatihan ini bermanfaat bagi para pimpinan gereja, untuk memahamitentang model pencatatan dan pelaporan keuangan serta dapat melakukan pengauditan serta perencanaan keuangan yang realistis, hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan transparansi serta menjaga relevansi dan reliabilitas atas laporan pertanggung jawaban dalam bentuk laporan keuangan yang dibuat. Rencana materi yang akan diberikan mencakup: a)Konsep Dasar Pencatatan Aktivitas Keuangan; b) Konsep Dasar Pelaporan Keuangan; c) Konsep Dasar Perencanaan Keuangan. Metode yang diguanakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah, Tanya jawab, studi kasus, dan praktek lapangan. Teknik yang digunakan dalam kegiatan ini adalah secara individual dan kelompok. Evaluasi akan dilakukan baik pada setiap kegiatan pembinaan dan pelatihan maupun pada saat kegiatan berakhir. Berdasarkan hasil dan pembahasan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Pemahaman peserta tentang pencatatan, pelaporan, pengauditan, laporan keuangan organisasi gereja semakin baik setelah mengikuti pelatihan penyusunan laporan keuangan, terutama bagi anggota yang terlibat langsung dalam proses penyusunan laporan keuangan; dan 2) Kemampuan peserta pelatihan melakukan perencanaan keuangan pada simulasi dengan bahan yangdisiapkan telah cukup baik.
PENYULUHAN TENTANG POLA ASUH ORANG TUA UNTUK MEWUJUDKAN ANAK CERDAS DI KAYUUWI KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT Djoni Max Max Saroinsong
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 13, No 3 (2020): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.327 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v13i3.3100

Abstract

Permasalahan ditengah masyarakat khususnya pada Anak Balita adalah pola asuh yang dilaksanakan orang tua tidak sesuai harapan mengakibatkan karakter yang muncul pada anak kecenderungan menjadi anak yang kurang aktif, pemalu dan kurang kreatif. Juga ditemukan, kecenderungan orang tua kurang inovatif dan kurang kreatif dalam mengasuh anak. Tujuan kegiatan ini adalah : Peserta penyuluhan memiliki pengetahuan tentang pola asuh anak yang benar. Para orang tua memahami pengetahuan tentang perkembangan anak. Para orang tua peserta penyuluhan dapat memanfaatkan sumber daya local untuk mengembangkan potensi anak. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi orang tua, guru-guru sekolah minggu dan tokoh-tokoh masyarakat dalam menjalankan peran mereka sebagai orang tua, dan sebagai masyarakat agar mendidik anak yang benar sesuai dengan perkembangan anak. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini : pelatihan, dan melaksanakan penyuluhan bagi orang tua yang memiliki anak usia dini di desa Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Barat. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Aula desa Kayuuwi yang melibatkan perangkat desa. Sesudah penyuluhan dan pelatihan menunjukkan respons yang positif bagi tokoh masyarakat dan orang tua yang memiliki anak usia dini, mereka antusias mengikuti penyuluhan pola asuh yang benar dan kegiatan ini dilengkapi dengan media berbasis lingkungan.
PELATIHAN METODOLOGI PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN TEKNIK PENULISAN ILMIAH PADA GURU SMP NEGERI 3 TONDANO KABUPATEN MINAHASA Mercheane V M Pontoh
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 01 (2016): JUNI 2016
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.565 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v9i01.586

Abstract

Guru adalah ujung tombak pelaksana kegiatan pendidikan di sekolah. Keberhasilan dalam kegiatan pendidikan sangat ditentukan oleh keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran antara lain dapat dilakukan dengan melaksanakan kegiatan penelitian tindakan kelas secara berkelanjutan oleh para guru di sekolah. Oleh sebab itu kepada para guru di SMP Negeri 3 Tondano dianggap penting untuk mendapatkan pelatihan tentang metodologi PTK dan teknik penulisan ilmiah sehingga setelah selesai melaksanakan PTK langsung dapat diikuti dengan pelaporannya. Kegiatan pelatihan tersebut telah dilaksanakan pada bulan April 2016. Hasil kegiatan pelatihan tersebut yaitu telah terjadi peningkatan pengetahuan tentang metodologi penelitian tindakan kelas dan keterampilan dalam penulisan laporan hasil penelitian. Peningkatan pengetahuan tersebut ikut meningkatkan kesadaran dan motivasi untuk melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran dan mengevaluasi hasilnya melalui kegiatan reflektif yang menjadi salah satu komponen dalam PTK. Oleh sebab itu ke depan diharapkan kegiatan pelatihan sejenis dapat terus dilaksanakan.
MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DENGAN PEMBUATAN PRODUK OLAHAN DARI POHON ENAU DI DESA KEROIT KECAMATAN MOTOLING BARAT KABUPATEN MINAHASA SELATAN Henny N Tambingon
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15, No 1 (2022): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.33 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v15i1.3348

Abstract

Gula Aren atau dikenal dengan sebutan gula merah yang dihasilkan dari pengolahan air nira pohon sangat membantu dalam menambah penghasilan masyarakat. Selama ini industri gula merah masih dijadikan usaha sampingan terutama oleh masyarakat desa. Desa Keroit merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selatan. Keroit sebagai desa sentra penghasil gula aren (sebutan bahasa lokal gula merah atau gula batu) yang dikenal bersih, tidak ada campuran bahan lainnya. Gula merah asal Keroit dikenal sebagai gula merah yang benar-benar murni dari air nira. Gula Keroit sangat disukai teristimewa untuk membuat kopi atau teh manis. Seiring dengan besarnya permintaan gula merah, baik di Kota Amurang, Ratahan, Tomohon maupun di Kota Manado dan sekitarnya produksi gula merah asal Keroit tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar. Apalagi para pengrajin gula merah tidak rutin berproduksi. Mereka tidak berproduksi karena pasokan air nira tidak setiap hari. Bahkan sudah banyak pengrajin yang berhenti beroperasi, seiring dengan perubahan dan tindakan profesi warga desa. Ada yang beralih profesi menjadi tukang ojek, buruh tani harian, pekerja harian tambang ilegal, dan lain-lain.             Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat memecahkan masalah mitra yaitu adanya peningkatan kemampuan sumber daya manusia tentang kewirausahaan, menciptakan usaha yang menumbuhkan sumber perekonomian masyarakat. Tercipta lapangan kerja baru bagi masyarakat, Peningkatan kapasitas dan kemampuan sumberdaya anggota masyarakat menyelesaikan permasalahan yang ada, Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok dalam hal memanage usaha dan pemasaran, Terjadinya perkembangan usaha yang lebih profesional bagi pengrajin gula merah/aren dan usaha pembuatan manisan kolang kaling.
PEMBERDAYAAN GURU-GURU MELALUI PEMBUATAN MEDIA AJAR DI PAUD PROVIDENTIA CERIA DESA BATU KECAMATAN LIKUPANG Ferdy Rorong
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.864 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i1.1048

Abstract

Memilih media yang terbaik untuk tujuan pembelajaran bukanlah pekerjaan yang mudah. karena harus mempertimbangkan berbagai faktor, seperti model pemilihan media dan mengapa pemilihan media itu perlu. Pemilihan media perlu kita lakukan agar kita dapat menentukan media yang terbaik, tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasaran didik. Untuk itu, pemilihan jenis media harus dilakukan dengan prosedur yang benar, karena begitu banyak jenis media dengan berbagai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Memilih media hendaknya didasarkan atas kriteria tertentu. Secara umum, kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran adalah tujuan, sasaran didik, karakteristik media yang bersangkutan, waktu, biaya, ketersediaan, konteks penggunaan, serta mutu teknis. Ada beberapa prinsip umum yang perlu kita perhatikan dalam pemanfaatan media pembelajaran, yaitu: setiap jenis media memiliki kelebihan dan kelemahan, penggunaan beberapa macam media secara bervariasi diperlukan, penggunaan media harus dapat memperlakukan siswa secara aktif. Manfaat praktis media pembelajaran antara lain: media dapat membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih konkrit, media juga dapat mengatasi kendala keterbatasan ruang dan waktu, serta media dapat membantu mengatasi keterbatasan indera manusia. Pembelajaran menyenangkan artinya pembelajaran yang interaktif dan atraktif, sehingga anak didik dapat memusatkan perhatian terhadap pembelajaran yang sedang dijalaninya.* Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk pelatihan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi kepada Guru-guru Kecamatan remboken telah berhasil dilaksanakan dengan baik.* Pelaksanaan pelatihan ini telah mencapai tujuan yang dilaksanakan karena semua peserta dapat menguasai dan membuat media pembelajaran yang bervariasi
THE IMPROVEMENT OF BEPANG CAKE PRODUCTION QUALITY BY AN INDEPENDENT INSTITUTION THAT WORKS ON THE COMMUNITY (LM3) Grace. F. E. Suoth; Maxi Tendean
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 13, No 1 (2020): APRIL (2020) ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.169 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v13i1.2150

Abstract

The Community Service program entitled The Improvement of Bepang Cake Quality Production and Marketing is focused on 4 main activities, namely (1) counseling on institutional strengthening and group members as partners, (2) counseling on dialogue strategies to equalize perceptions, (3) training on management map preparation Bepang cake product development problems, and (4) training on the preparation of a roadmap for the management of problems developing Bepang cake products in order to improve product quality. These activities are aimed at (1) identifying and managing problems related to institutions and partner group members, (2) providing knowledge / insights about common perceptions strategies, in order to reach an agreement between institutional leaders and members regarding the management of institutional problems and members. , as well as improving the quality and marketing of Bepang cakes, (3) providing knowledge / insights to partners on how to manage group problems, in the form of problem management maps, and (4) roadmaps for implementing institutional and member strengthening programs, as well as quality improvement programs. and product marketing to provide clear directions for program implementation, carry out assistance, monitor and evaluate work processes and results. The final goal is to empower members of partner organizations / groups to resume business, improve the quality of production and marketing of Bepang cakes. Specific targets are (1) the spirit of group members' efforts to revive, (2) quality products, (3) varied flavors, (4) attractive packaging, (5) favorable prices, (6) independence and responsibility in doing business. . The method used is the lecture method, participatory method. The results are as follows: Phase I, institutional strengthening of group members (LM3) through counseling activities on management systems, training as a basis for being able to produce outputs as intellectual property rights how to seek innovations to increase the quality of Bepang cake production, including Industrial product design (draft ) so that it is feasible to sell at a higher price and how to independently break through the accessibility of marketing at the national, even global level. The second stage is evaluating the results of work in developing the processing of Cakes Bepang products that are of higher quality and accompanying the search for marketing accessibility. The 3rd stage, improving the quality of Industrial product design technology, so that it is feasible to sell at a higher price and how to independently break through better marketing accessibility at the national and global levels
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM (SDA) HUTAN DI SEKITAR GUNUNG LOLOMBULAN Tommy M Palapa
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 11, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.097 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v11i1.553

Abstract

Pelaksaaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang jelas dan benar tentang pengelolaan sumber daya alam (SDA) hutan yang ada di sekiatar gunung Lolombulan. Selain itu kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan sikap dan perilaku masyarakat tentangpengelolaan SDA hutan di sekitar gunung Lolombulan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 tahap yaitu pelatihan dan kegiatan penanaman pohon. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pemahaman praktis tentang pentingnya menjaga hutan sebagai sumber daya alam sertateknis melaksanakan penanaman kembali hutan yang telah rusak, selanjutnya pelaksanaan kegiatan penanaman kembali hutan yang telah rusak. Kegiatan yang sifatnya penjelasan diikuti oleh tokoh-tokoh masyarakat, sedangkan penanaman diikuti oleh pemuda, pelajar,mahasiswa yang berasal dari desa Raanan Baru. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pelestarian hutan yang ada di sekitar gunung Lolombulan, serta berhasilnya menanam pohon sebagai upayapenghijauan kembali sebanya 400 pohon di sekitar sumber air yang ada di gunung Lolombulan. Kesimpulan yang diperoleh adalah terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pelestarian hutan yang ada di sekitar gunung Lolombulan. Terdapat peningkatan minat dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan hutan disekitar gunung Lolombulan.

Page 8 of 14 | Total Record : 131