cover
Contact Name
Hendra Stevani
Contact Email
hendra@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+628114444813
Journal Mail Official
jpf@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar Jl.Baji Gau No 10 Kec.Mamajang
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kefarmasian
ISSN : -     EISSN : 27225984     DOI : https://doi.org/10.32382/jpk.v2i1.2149
Core Subject : Humanities, Health,
Jurnal Pengabdian Kefarmasian menerima publikasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian. Jurnal Pengabdian Kefarmasian telah memiliki nomor e-ISSN 2722-5984 dan Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat selain itu Jurnal ini juga berisi berbagai kegiatan dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Pengabdian Kefarmasian khususnya berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang layanan masyarakat sebagai berikut: 1. Layanan Komunitas Masyarakat dan Ketahanan Pangan Lokal; 2. Pelatihan, Pemasaran, Desain Teknologi Tepat Guna; 3. Pemberdayaan Masyarakat dan Akses Sosial; 4. Layanan Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju; 5. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan.
Articles 65 Documents
Edukasi Dan Pelatihan Herbal Serbuk Instan Untuk Menunjang Penyembuhan Tuberkulosis Di Kelurahan Maccini Sombala Kota Makassar Pakadang, Sesilia Rante; Adhayanti, Ida
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v15i2.3453

Abstract

Education and Training On Instant Herbal Powder to Support The Cure of Tuberculosis in Maccini Sombala Village, Makassar CityTuberculosis infection is a disease that attacks the respiratory tract, especially the lungs, with symptoms of coughing up phlegm for more than 2 weeks. Tuberculosis treatment according to WHO standards is available free of charge at Community Health Centers, however side effects of treatment and other factors can trigger patients to drop out of treatment. Complete education on treatment and solutions to prevent side effects of treatment are the basis for this activity. Scientifically proven herbal solutions are the topic of this education. The aim of the activity to increasing participants' knowledge and providing training in making instant Miana ginger powder to support the cure for tuberculosis. Activity Method. Education and training. The target audience is the sub-district team, posyandu cadres and PKK cadres, Maccini Sombala Village, totaling 30 people. Evaluation of extension activities based on pre and post extension questionnair Evaluation of extension activities based on pre- and post-education questionnaires. Training activities are evaluated based on participants' enthusiasm for participating in the training and direct practice in making instant powder. Activity Results. The increase in participants' knowledge after counseling was 60% and there was an increase in skills based on the results of participants' practice. The obligatory output outcomes of Community service obligations include increasing knowledge, articles in pharmaceutical service media, training manuals, mini activity videos, publications in print media/online newspapers. Additional outputs include book copyrights and training products. Conclusion. there was an increase in participants' knowledge and skills. Infeksi tuberkulosis adalah penyakit yang menyerang saluran napas khususnya paru dengan gejala batuk berdahak lebih dari 2 minggu. Pengobatan tuberkulosis sesuai standar WHO tersedia gratis di Puskesmas, namun efek samping pengobatan dan faktor lainnya dapat memicu pasien putus pengobatan. Edukasi tuntas berobat dan solusi mencegah efek samping pengobatan menjadi dasar kegiatan ini. Solusi penggunaan herbal yang telah terbukti secara ilmiah merupakan topik edukasi ini.   Tujuan Kegiatan meningkatkan pengetahuan peserta dan memberikan pelatihan membuat serbuk instan miana jahe untuk menunjang penyembuhan tuberkulosis Metode Kegiatan. Edukasi dan pelatihan. Khalayak sasaran adalah tim kelurahan, kader posyandu dan kader PKK Kelurahan Maccini Sombala berjumlah 30 orang. Evaluasi kegiatan penyuluhan berdasarkan kuesioner pre dan post edukasi. Kegiatan pelatihan dievaluasi berdasarkan antusias peserta mengikuti pelatihan dan praktek langsung membuat serbuk instan. Hasil Kegiatan. Peningkatan pengetahuan peserta setelah penyuluhan sebesar 70% dan terjadi alih teknologi pembuatan herbal dalam bentuk serbuk instan. Capaian luaran wajib pengabdian masyarakat yaitu peningkatan pengetahuan, artikel pada media pengabdian kefarmasian, buku panduan pelatihan, video mini kegiatan,  publikasi pada media cetak/koran online.  Luaran tambahan berupa hak cipta buku dan produk hasil pelatihan. Kesimpulan. terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta.
Pelatihan Penerapan Model Ingat Minum Obat TBC Untuk Penderita TBC Di Kelurahan Maccini Sombala Kota Makassar sinala, santi; Rusli, Rusli
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v15i2.3474

Abstract

Training On the Implementation of The Tuberculosis Medication Remember Model for Tuberculosis Patients in Maccini Sombala Village, Makassar CityBackground, National Basic Health Research Data in 2018, showed that the prevalence of pulmonary Tuberculosis in South Sulawesi Province was 0.36%, almost equivalent to the national prevalence of 0.42%. In 2020 in Makassar City, the number of patients who recovered was 1,651 people out of 5412 patients treated. This is due to non-compliance in taking medication by TB sufferers, which is caused by the factor of forgetting to take medication and the lack of Medication Supervisors. The aim is to form Medication Supervisors from families or cadres who are equipped with knowledge about the model for remembering to take TB medication with the innovation of medicine boxes or plastic. Method, community service to cadres of Maccini Sombala sub-district, Makassar City in the form of counseling and training in implementing the model of remembering to take medication using plastic medicine boxes that have been given information on the day. To determine the increase in knowledge, pre and post tests were given to the cadres. The results, an increase in cadre knowledge about Tuberculosis treatment management from 35% to 92.5%. This community service activity is an effort to increase compliance in taking medication for Tuberculosis patients so that the prevalence of Tuberculosis disease decreases. Conclusion, there has been an increase in the knowledge of the target audience regarding the ins and outs of Tuberculosis disease and the community has been trained and directed in implementing the model of remembering to take Tuberculosis medicationLatar Belakang, Data Riset Kesehatan Dasar Nasional tahun 2018, menunjukkan bahwa prevalensi TBC paru di Provinsi Sulawesi Selatan 0,36%, hampir setara dengan prevalensi secara nasional yakni 0,42%. Pada tahun 2020 di Kota Makassar, jumlah pasien yang sembuh sebanyak 1.651 orang dari 5412 pasien yang diobati. Hal ini disebabkan karena ketidakpatuhan minum obat oleh penderita TBC, yang diakibatkan oleh factor lupa minum obat dan kurangnya Pengawas Minum Obat (PMO). Tujuan, untuk membentuk PMO yang berasal dari keluarga atau kader yang dibekali dengan pengetahuan tentang model untuk ingat dalam minum obat TBC dengan inovasi kotak atau plastic obat. Metode, pengabdian kepada masyarakat pada kader-kader kelurahan Maccini Sombala, Kota Makassar dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan penerapan model ingat minum obat dengan menggunakan kotak plastik obat yang telah diberikan keterangan hari. Untuk menentukan peningkatan pengetahuan, diberikan pre dan post test kepada kader-kader tersebut. Hasil, peningkatan pengetahuan kader tentang tatalaksana pengobatan TBC dari 35% menjadi 92,5%. Kegiatan pengabdian ini menjadi upaya dalam meningkatkan kepatuhan minum obat penderita TBC sehingga prevalensi penyakit TBC semakin berkurang. Kesimpulan, Telah terjadi peningkatan pengetahuan khalayak sasaran mengenai seluk beluk penyakit TBC dan Masyarakat telah dibina dan diarahkan dalam menerapkan model ingat minum obat TBC
Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata Pada Siswa-Siswi SD Negeri Kompleks Sambung Jawa Kota Makassar Salasa, Alfrida Monica
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v15i2.3460

Abstract

Education On The Importance of Maintaining Eve Health in Students of State Primary School State Sambung Jaya Complex Makassar CityThe use of electronic devices, especially gadgets, too often and for long periods of time by children, especially those attending elementary school level, can have an impact on eye health. Education for elementary school students regarding eye health is one way to provide knowledge to elementary school students regarding this matter. This education is a form of community service activity. The aim of this activity is to increase the knowledge of students at the Sambung Jawa Complex Public Elementary School regarding eye health and increase children's awareness of maintaining eye health. The target of this activity is students at the Sambung Jawa Complex Public Elementary School, Makassar City. Activity Method: This activity is in the form of education carried out using the lecture method by presenting interesting material, showing videos and games related to eye health. The output of this activity is in the form of scientific articles published on devotional media and videos of activities uploaded on the youtube media platform which can be accessed at the following link: https://youtube.com/shorts/KTvdrnS8bE8 . The conclusion obtained by this activity went well and smoothly and there was an increase in the knowledge of the target audience by 91,67%.Penggunaan perangkat elektronik khususnya gadget yang terlalu sering dan dalam jangka waktu yang lama oleh anak-anak khususnya yang bersekolah pada tingkat Sekolah dasar dapat berdampak pada gangguan pada kesehatan mata. Edukasi terhadap siswa-siswi SD mengenai kesehatan mata merupakan salah satu cara untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa-siswi SD mengenai hal tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi SD Negeri Kompleks Sambung Jawa mengenai kesehatan mata serta meningkatkan kesadaran anak-anak dalam menjaga kesehatan mata. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah Siswa-siswi SD Negeri Kompleks Sambung Jawa Kota Makassar. Metode Kegiatan: Kegiatan ini berupa sosialisasi dan edukasi yang dilakukan dengan metode ceramah dengan menampilkan materi yang menarik, penayangan video dan permainan interaktif yang berkaitan dengan kesehatan mata. Capaian luaran dari kegiatan pengabdian ini berupa artikel ilmiah yang dipublikasi pada media pengabdian dan video kegiatan yang diuplod pada pada platform media youtube yang dapat diakses pada link berikut : https://youtube.com/shorts/KTvdrnS8bE8. Kesimpulan yang diperoleh kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar serta terdapatnya peningkatan pengetahuan khalayak sasaran sebesar 91,67%
Edukasi Etika Batuk Sebagai Upaya Pencegahan TB Paru Sejak Dini Pada Siswa SD Negeri Mattoangin 1 Kota Makassar Pakadang, Sesilia Rante
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v15i2.3454

Abstract

Education On Cough Ethics as an Early Prevention of Pulmonary Tb for Students of Mattoangin 1 State Primary School, Makassar CityBackground: Pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) is ranked 13th and the second infectious disease after Covid-19 as the main cause of death in the world. Coughing is a common symptom of pulmonary TB and effective coughing is highly recommended for pulmonary TB sufferers to reduce the burden of shortness of breath and expel mucus properly. However, cough etiquette is very important to prevent transmission of pulmonary TB infection.  The aim of the activity is to provide education and training in implementing cough etiquette Activity Method.  Education and training. The target audience is 30 students and teachers at SD Negeri Mattoangin 1 Makassar City. Evaluation of activities in the form of pre and post educational questionnaires. Training activities are evaluated based on students' skills in implementing cough etiquette.  Activity Results. The increase in participants' knowledge after education was 60% and students were able to carry out cough etiquette correctly.     Conclusion. Education has increased knowledge by 60% and participants have demonstrated skills in implementing correct cough etiquette. Latar Belakang. Tuberkulosis paru (TB paru) menduduki peringkat ke 13 dan penyakit menular kedua setelah Covid-19 sebagai penyebab utama kematian di dunia. Batuk merupakan gejala umum dari TB paru dan batuk efektif sangat disarankan pada penderita TB paru untuk mengurangi beban sesak napas dan mengeluarkan lendir dengan baik. Namun etika batuk sangat penting dilakukan untuk mencegah penularan infeksi TB paru.   Tujuan Kegiatan memberikan edukasi dan pelatihan melaksanakan etika batuk Metode Kegiatan. Edukasi dan pelatihan. Khalayak sasaran adalah siswa dan guru SD Negeri Mattoangin 1 Kota Makassar berjumlah 30 orang. Evaluasi kegiatan berupa kuesioner pre dan post edukasi. Kegiatan pelatihan dievaluasi berdasarkan keterampilan siswa melaksanakan etika batuk. Hasil Kegiatan. Peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi sebesar 60% dan siswa telah mampu melaksanakan etika batuk dengan benar.  Kesimpulan. Edukasi telah meningkatkan pengetahuan sebesar 60% dan peserta telah menunjukkan keterampilan melaksanakan etika batuk yang benar.
Penyuluhan Kesehatan Remaja: Langkah-Langkah Pencegahan Anemia Di Kalangan Siswa SMP Negeri 3 Makassar Ratnah, St
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v15i2.3459

Abstract

Teenager Health Counseling: Measures to Prevent Anemia Among Students of SMP Negeri 3 MakassarAnemia, particularly among adolescents, is a significant public health issue in Indonesia. Adolescent girls are more vulnerable to anemia due to menstruation and unbalanced diets. In South Sulawesi, the prevalence of anemia among adolescent girls reaches 33.7%, highlighting the need for preventive measures. Considering its impact on quality of life and academic performance, it is crucial to provide education on anemia prevention to adolescents, especially in schools. Activity Objective: The primary goal of this activity is to increase students' knowledge about anemia by providing comprehensive information to 9th-grade students. This includes covering the causes, symptoms, and prevention of anemia. It is expected that students will gain a better understanding of blood health and the role of iron in preventing anemia. Additionally, the activity aims to raise awareness about the importance of a healthy diet through educating students on the role of balanced nutrition, particularly iron intake, in maintaining good health and preventing anemia. Methodology: The method used in this outreach is a health counseling session, designed to present clear and easily understandable information about anemia prevention through educational and interactive materials. The activity was conducted in collaboration with the principal of SMP Negeri 3 Makassar, while the target participants were 9th-grade students at the school in Makassar. The expected output of this activity is a scientific article. Conclusion: The activity resulted in a 77.14% increase in the target group's knowledge regarding anemia and its prevention. Anemia, terutama di kalangan remaja, merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia. Remaja putri lebih rentan terhadap anemia akibat menstruasi dan pola makan yang kurang seimbang. Di Sulawesi Selatan, angka prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 33,7%, yang menunjukkan perlunya langkah-langkah pencegahan. Mengingat dampaknya terhadap kualitas hidup dan prestasi akademik, penting untuk memberikan edukasi tentang pencegahan anemia kepada remaja, terutama di sekolah-sekolah. Tujuan Kegiatan: meningkatkan pengetahuan siswa tentang anemia dengan memberikan informasi yang komprehensif kepada siswa, khususnya kelas IX, mengenai anemia, termasuk penyebab, gejala, serta cara pencegahannya. Diharapkan siswa akan lebih memahami pentingnya kesehatan darah dan peran zat besi dalam mencegah anemia. Serta membangun kesadaran akan pentingnya pola makan sehat  melalui edukasi siswa mengenai pentingnya gizi seimbang, terutama asupan zat besi, dalam menjaga kesehatan tubuh dan mencegah anemia. Metode kegiatan Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah penyuluhan, yang dirancang untuk memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami tentang pencegahan anemia melalui materi edukatif dan interaktif.. Mitra pelaksana adalah Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Makassar dan mitra sasaran adalah siswa kelas IX SMP Negeri 3 Makassar, Kota Makassar. Capaian luaran adalah artikel ilmiah. Kesimpulan yang diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan mitra sasaran mengenai anemia dan cara pencegahannya sebesar 77,14%.
Edukasi Bahaya Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, Dan Zat Adiktif Dan Pentingnya Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja Mahfudzah, Nur Arifah; Rahayu, Amelia Putri; Fitria, Fitria; Ridha, Ridha Amelia; Serang, Aditya Anugerah F; Stevani, Hendra; Dewi, Ratnasari
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v15i2.3472

Abstract

EducationOntheDangersofDrugAbuseandTheImportanceOfReproductiveHealthFor AdolescentsBackground, Adolescence is a transitional phase that is vulnerable to drug abuse and low awareness of reproductive health, which risks causing serious impacts. With the existence of health counseling which aims to improve students' understanding of the dangers of drug abuse and the importance of reproductive health for adolescents. Methods, interactive education sessions with presentations, and question and answer sessions to strengthen understanding. Results, this activity was attended by 29 students with 11 male students and 18 female students in class VIII UPT SMP Negeri 07 Makassar. There was an increase in student understanding from the results of the questionnaire which was originally for the "Good" category, namely 13.8%, increasing drastically to 86.2%. This is because interactive education is effective in improving students' understanding of the dangers of drug abuse and the importance of reproductive health for adolescents. Conclusion, with this counseling activity, students were able to improve their understanding of the dangers of drug abuse and the importance of reproductive health for adolescents.Latar Belakang, Masa remaja adalah fase transisi yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba dan rendahnya kesadaran kesehatan reproduksi, yang berisiko menimbulkan dampak serius. Dengan adanya penyuluhan kesehatan yang dimana bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa-siswi tentang bahaya penyalahgunaan Napza dan pentingnya kesehatan reproduksi bagi remaja. Metode, sesi edukasi interaktif dengan presentasi, serta sesi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman. Hasil, kegiatan ini diikuti oleh 29 siswa dengan 11 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan kelas VIII UPT SMP Negeri 07 Makassar. Terjadi peningkatan pemahaman siswa dari hasil kuisioner yang semula untuk kategori “Baik” yaitu 13,8% meningkat drastis menjadi 86,2%. Hal ini dikarenakan edukasi yang interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya penyalahgunaan Napza dan pentingnya kesehatan reproduksi bagi remaja. Kesimpulan, dengan adanya kegiatan penyuluhan ini para siswa-siswi mampu meningkatkan pemahaman mereka tentang bahaya penyalahgunaan Napza dan pentingnya kesehatan reproduksi bagi remaja.  
Rancangan Cafe Healthy Untuk Meminimalisir Peningkatan Penyakit Tidak Menular Melalui Makanan Dan Minuman Herbal Sunarto, Sunarto; Sahariah Rowa, Siti; Asmawati, Asmawati
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v16i1.3476

Abstract

Health drinks of Cinnamon Bar (Cinnamomum burmanii L.) and Secang Wood (Caesalpinia sappan L.) for people with Diabetes Mellitus, cholesterol and hypertension have been widely studied by academics which can be concluded that the combination of cinnamon and secang wood extracts can increase the potential antioxidant activity of cinnamon extract. The purpose of this activity is to improve community skills in making health drinks of Cinnamon Bar (Cinnamomum burmanii L.) and Secang Wood (Caesalpinia sappan L.) as a blood sugar reducer for people with diabetes, cholesterol and hypertension, the creation of community businesses in the form of health drink products that can increase endurance, a combination of Cinnamon Bar Bar (Cinnamomum burmanii L.) and Secang Wood (Caesalpinia sappan L.) and various types of herbs in Indonesia.; and the establishment of a partnership between the Poltekkes Kemenkes Makassar and the Maccini Sombala Village, Tamalate District. In achieving the goals and targets, the activity plan includes: Counseling and training to the community on skills in making health drinks from Cinnamon Bark (Cinnamomum burmanii L.) and Secang Wood (Caesalpinia sappan L.), types of tea and various other herbs. The outputs of the activity are in the form of one community service module, a community service journal and one IPR.Minuman kesehatan Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmanii L.) dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) untuk penderita Diabetes Mellitus, kholesterol dan hipertensi telah banyak diteliti oleh akademisi yang dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak kayu manis dan kayu secang dapat meningkatkan potensi aktivitas antioksidan dari ekstrak kayu manis. Tujuan kegiatan ini untuk  meningkatnya keterampilan masyarakat dalam membuat minuman kesehatan Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmanii L.) dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai penurun gula darah pada penderita diabetes,Kolesterol dan hipertensi, terciptanya usaha masyarakat berupa produk minuman kesehatan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, kombinasi Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmanii L.) dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dan berbagai jenis herbal yang ada di Indonesia.; dan  terjalinnya kemitraan antara Poltekkes Kemenkes Makassar dengan pihak Kelurahan Maccini Sombala Kecamatan Tamalate. Dalam pencapaian tujuan dan target, maka rencana kegiatan ini mencakup: Penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat tentang keterampilan dalam membuat minuman kesehatan antara Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmanii L.) dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.), jenis – jenis the dan aneka herbal lainnya.. Adapun luaran kegiatan berupa satu modul pengabdian masyarakat, Jurnal Kegiatan pengabdian masyarakat dan satu HaKI.
Kombinasi Daun Salam Dan Rimpang Jahe: Inovasi Minuman Herbal Untuk Mencegah ISPA Di Kelurahan Pa'baeng-Baeng Ratnah, St; Salasa, Alfrida Monica; Pakadang, Sesilia Rante
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v6i1.3490

Abstract

Pa'baeng-baeng Village, Tamalate District, Makassar City, is a densely populated area located in the middle of the city, connecting Makassar City and Kab. Gowa. Blocked drainage, dense population, and air pollution put people at risk of infection with infectious diseases such as ISPA. This condition can be prevented if people diligently consume immunomodulator products to improve their immune system. The immune system can be maintained and improved by using plants, and to make it easier it can be packaged in the form of herbal drinks (herbal tea and instant powder). This activity aims to increase partners' knowledge about the benefits of bay leaves and ginger rhizomes for health, processing bay leaves and ginger rhizomes into simplicia, and increasing partners' skills in processing bay leaf simplicia and ginger rhizomes as health herbal drinks. The activity was carried out in 2 stages, namely socialization and training in making herbal drinks for family health. The target audience is posyandu cadres, Pa'baeng-baeng Village, Tamalate District, Makassar City. The results of the activity showed that there was an increase in knowledge from target partners by 71% regarding the benefits of bay leaves and ginger rhizomes for health, especially ISPA, the correct and correct way to make simplicia and making herbal drinks (herbal tea and instant powder) combining bay leaves and ginger rhizomes. Apart from that, draft articles, activity videos, product-making videos, modules, and herbal drink products were producedKelurahan Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar merupakan wilayah padat penduduk yang terletak di tengah kota menghubungkan Kota Makassar dan Kab. Gowa. Drainase yang tersumbat, padatnya penduduk dan polusi udara menyebabkan masyarakat beresiko terinfeksi penyakit menular seperti ISPA. Kondisi ini dapat dicegah apabila masyarakat rajin mengkonsumsi produk immunomodulator untuk meningkatkan system imun. Sistem imun dapat dijaga dan ditingkatkan dengan memanfaatkan tanaman dan untuk memudahkannya dapat dikemas dalam bentuk minuman herbal (teh herbal dan serbuk instan). Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mitra tentang manfaat Daun Salam dan Rimpang Jahe untuk Kesehatan, pengolahan Daun Salam dan Rimpang Jahe menjadi simplisia, dan meningkatkan keterampilan mitra dalam mengolah simplisia Daun Salam dan Rimpang Jahe sebagai minuman herbal kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dalam 2 tahap yaitu sosialisasi dan pelatihan pembuatan minuman herbal untuk Kesehatan keluarga. Khalayak sasaran adalah kader posyandu Kelurahan Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari mitra sasaran sebesar 71% tentang manfaat Daun Salam dan Rimpang Jahe untuk kesehatan terutama ISPA, cara pembuatan simplisia yang baik dan benar serta pembuatan minuman herbal (teh herbal dan serbuk instan) kombinasi Daun Salam dan Rimpang Jahe. Selain itu dihasilkan draft artikel, video kegiatan, video pembuatan produk, modul dan produk minuman herba.
Penerapan Hold Relax dan Interferensi Terhadap Penurunan Nyeri Pada Myofascial Pain Syndrome Ahmad, Hasnia; Andi, Halimah
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v16i1.3480

Abstract

Myofascial Pain Syndrome (MPS) is the leading cause of nonspecific neck pain and is defined as the formation of hyperirritable nodules in tight muscle bands, resulting in pain, functional disability, and decreased range of motion. Myofascial trigger points (MTrPs) have an increased prevalence in the postural muscles of the upper extremities and most commonly in the trapezius muscle due to its major role in neck mobility and stability. Trigger points in the upper trapezius cause pain and loss of function and lead to changes in vascular, electromyographic, and metabolic muscle; therefore, proper diagnosis and treatment are essential. This community service will be carried out in Berua Village, Biringkanaya District, Makassar City. Pain due to myofascial pain syndrome is measured using the Visual Analog Scale (VAS). Community service with the theme of the application of Hold Relax and interference to reduce pain in Myofascial Pain Syndrome in Berua Village, Biringkanaya District, Makassar, is a follow-up to the research entitled The Effect of Hold Relax and Interference on Reducing Pain, Increasing ROM, and Reducing Muscle Spasms in Myofascial Pain Syndrome. Community service is planned to be held from March 2024–September 2024. The intervention that will be given to patients with myofascial pain syndrome is Hold Relax and interference 2 times a week for 2 months or until the expected target is reached.Myofascial Pain Syndrome (MPS) adalah penyebab utama nyeri leher nonspesifik dan didefinisikan sebagai pembentukan nodul hiperiritabilitas pada pita otot yang kencang, yang mengakibatkan nyeri, disabilitas fungsional, dan penurunan rentang gerak. Titik pemicu myofascial (MTrP) memiliki prevalensi yang meningkat pada otot postural ekstremitas atas dan paling sering pada otot trapezius karena peran utamanya dalam mobilitas dan stabilitas leher. Titik pemicu di trapezius atas menyebabkan rasa sakit dan kehilangan fungsi dan menyebabkan perubahan otot vaskular, elektromiografi, dan metabolisme; oleh karena itu, diagnosis dan pengobatan yang tepat sangat penting. Pengabdian pada masyarakat ini akan dilakukan di Kelurahan Berua Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Nyeri akibat miofascial pain syndrome diukur dengan Visual Analogical Scale (VAS). Pengabdian masyarakat dengan tema penerapan Hold Relax dan interferensi terhadap penurunan nyeri pada Myofascial Pain Syndrome di Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya Makassar, merupakan tindak lanjut dari penelitian dengan judul pengaruh Hold Relax dan interferensi terhadap penurunan nyeri, peningkatan ROM dan penurunan spasme otot pada Myofascial Pain Syndrome. Pengabdian masyarakat rencana diadakan bulan Maret 2024– September 2024. Intervensi yang akan diberikan pada penderita miofascial pain syndrome adalah Hold Relax dan interferensi 2 kali seminggu selama 2 bulan atau sampai mencapai target yang diharapkan.
Pengenalan Dan Pelatihan Pengobatan Kedokteran Timur (Metode Akupunktur) Pada Pasien Sakit Kepala Dan Sakit Gigi Untuk Mahasiswa Keperawatan Dan Keperawatan Gigi Sukriyadi, Sukriyadi; Rafika, Rafika
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v6i1.3485

Abstract

Not many people know how to do this acupuncture technique, because it takes special skills to be able to do this treatment. However, this technique can be learned, both from how acupuncture works to the benefits of the treatment. The general objective of this community service activity is to reduce complaints of headache and toothache sufferers by providing acupuncture methods. This activity is carried out by providing counseling and accompanying headache and toothache sufferers when carrying out the acupuncture method. At the beginning of the activity, a Q&A was carried out to find out the sufferers of headaches and toothaches. Through this community service activity, the acupuncture method is applied to sufferers of headaches and toothaches. This Community Service is directed at the pattern of non-communicable diseases, which is in accordance with the 4 themes of the Makassar Ministry of Health Polytechnic consisting of non-communicable diseases, tuberculosis, stunting, maternal and child health. This activity has been carried out in Rappocini District, Makassar, in June 2024.Tidak banyak orang yang mengetahui cara melakukan teknik akupuntur ini, karena butuh keahlian khusus untuk bisa melakukan pengobatan ini. Namun teknik ini bisa dipelajari, baik mulai dari cara kerja pengobatan akupuntur itu hingga manfaat dari pengobatan itu. Tujuan umum dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengurangi keluhan penderita sakit kepala dan sakit gigi dengan pemberian metode akupuntur. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan penyuluhan dan mendampingi penderita sakit kepala dan sakit gigi saat melakukan metode akupuntur.Pada awal kegiatan, dilakukan Tanya jawab untuk mengetahui penderita sakit kepala dan sakit gigi. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, metode akupuntur diterapkan pada penderita penderita sakit kepala dan sakit gigi. Pengabdian Masyarakat ini mengarah pada pola penyakit tidak menular, yang sudah sesuai dengan 4 tema Poltekkes Kemenkes Makassar yang terdiri dari penyakit tidak menular, tuberculosis, stunting, kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini telah  dilakukan di Kecamatan Rappocini Makassar, pada bulan Juni 2024.