cover
Contact Name
Hendra Stevani
Contact Email
hendra@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+628114444813
Journal Mail Official
jpf@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar Jl.Baji Gau No 10 Kec.Mamajang
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kefarmasian
ISSN : -     EISSN : 27225984     DOI : https://doi.org/10.32382/jpk.v2i1.2149
Core Subject : Humanities, Health,
Jurnal Pengabdian Kefarmasian menerima publikasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian. Jurnal Pengabdian Kefarmasian telah memiliki nomor e-ISSN 2722-5984 dan Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat selain itu Jurnal ini juga berisi berbagai kegiatan dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Pengabdian Kefarmasian khususnya berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang layanan masyarakat sebagai berikut: 1. Layanan Komunitas Masyarakat dan Ketahanan Pangan Lokal; 2. Pelatihan, Pemasaran, Desain Teknologi Tepat Guna; 3. Pemberdayaan Masyarakat dan Akses Sosial; 4. Layanan Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju; 5. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan.
Articles 65 Documents
Edukasi Bahaya Bahan Kimia Obat Dalam Obat Tradisional Pada Masyarakat Desa Maku Utami Islamiati; Ficanata Adhiguna Toding; Helin Ariandini
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v4i1.3358

Abstract

The use of traditional medicine, especially herbal medicine, is still in great demand in the community. The many types of traditional medicines currently appearing on the market provide opportunities for irresponsible manufacturers to market their products. It is known that the people of Maku Village have often used traditional medicine for various diseases. However, the lack of information and education regarding traditional medicines containing medicinal chemicals in the community can have harmful effects on the body if consumed continuously. The purpose of carrying out counseling activities in this service is as an alternative in educating the dangers of the effects of medicinal chemicals. Counseling is presented in the form of lectures and material distribution in the form of media leaflets and satisfaction questionnaires. Based on the percentage value of the indicators in the questionnaire that was distributed, the average percentage of community/partner satisfaction with PkM activities in Maku Village, Dolo District, Sigi Regency was 88.16%. As a result the community gains additional knowledge about the use and selection of safe traditional medicines so that they can help foster healthy behavior in the community.Keywords : Medicinal chemicals; Maku Village; EducationPenggunaan obat tradisional khususnya jamu masih diminati di masyarakat. Banyaknya jenis obat tradisional yang saat ini muncul di pasaran memberikan kesempatan kepada produsen yang tidak bertanggung jawab dalam memasarkan produk. Diketahui masyarakat Desa Maku sudah sangat sering menggunakan obat tradisional untuk berbagai jenis penyakit. Namun kurangnya informasi dan edukasi mengenai obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat di masyarakat dapat memberikan efek berbahaya bagi tubuh apabila dikonsumsi secara terus menerus. Tujuan dilaksanakan kegiatan penyuluhan dalam pengabdian ini sebagai salah satu alternatif dalam mengedukasi bahaya pengaruh bahan kimia obat. Penyuluhan disajikan dalam bentuk ceramah dan membagikan materi dalam bentuk media leaflet dan kuesioner kepuasan. Berdasarkan nilai persentase per indikator pada kuesioner yang telah dibagikan memperoleh nilai rata-rata persentasi kepuasan masyarakat/mitra terhadap kegiatan PkM di Desa Maku Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi adalah 88,16%. Hasil dari kegiatan ini masyarakat mendapatkan tambahan pengetahuan tentang penggunaan dan pemilihan obat tradisional yang aman sehingga dapat membantu menumbuhkan perilaku sehat di masyarakat.Kata kunci: Bahan kimia obat; Desa Maku; Edukasi
Pemanfaatan Tanaman Daun Salam Untuk Mengobati Asam Urat Pada Warga Desa Maku Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Rezky Yanuarty; Muthmainnah Tuldjanah; Aprilia Ariesta
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v4i1.3362

Abstract

Gout or hyperuricemia is a disease caused by problems with blood circulation, joints, and other neoplastic diseases. It is estimated that 8% of people aged 50 years and over suffer from gout, which is characterized by pain and tenderness in the joints and bones. Based on a survey at an early stage, the uric acid disease affects many residents, especially in Maku Village. Treatment of gout can be carried out through pharmacological treatment and the use of traditional medicines. One of the traditional treatments is to use bay leaves. Bay leaves contain citral, eugenol, tannins, and flavonoids. Flavonoid compounds can block the xanthine oxidase enzyme, which reduces uric acid levels in the blood. This activity provides knowledge to the residents of Maku village about the use of bay leaves and partners' satisfaction with community service activities. The activity was carried out offline and in collaboration with the Sigi branch of the Indonesian Pharmacist Association, the implementation began with the presentation of presentation material and then discussion and ended with the provision of necessities. The counseling material that was explained was the meaning of uric acid, the use of bay leaf plants, and how to process them. As a result of community service activities, partners in Maku village understand more about gout and know how to brew bay leaves for gout. The results of the questionnaire on satisfaction with the implementation of community service with 30 respondents produced satisfaction data of 86.17% (very good).Keywords: Uric Acid, Bay Leaf, Maku Village   Asam urat atau hiperurisemia merupakan penyakit akibat permasalahan pada sirkulasi darah, persendian maupun penyakit neoplasma lainnya. Diperkirakan 8% orang berumur 50 tahun keatas mengidap penyakit asam urat, yang bercirikan rasa sakit dan nyeri pada persendian tulang. Penyakit asam urat banyak diderita pada warga khususnya Desa Maku, berdasarkan survei pada tahap awal. Penanganan penyakit asam urat dapat terlaksana melalui pengobatan secara farmakologi dan penggunaan obat tradisional. Salah satu pengobatan secara tradisional yaitu memanfaatkan tanaman daun salam. Daun salam mengandung sitral, eugenol, tannin dan flavonoid. Senyawa flavonoid yang dapat menghalau enzim xantin oksidase, yang membuat kandungan asam urat di darah turun. Kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada warga desa Maku tentang pemanfaatan daun salam, serta mengetahui kepuasan mitra terhadap kegiatan PKM. Kegiatan terlaksana secara luring dan berkolaborasi dengan IAI cabang Sigi, pelaksanaan diawali dengan pemaparan materi presentasi lalu diskusi dan diakhiri dengan pemberian sembako. Materi penyuluhan yang paparkan yaitu pengertian asam urat, pemanfaatan tanaman daun salam, serta cara mengolahannya. Hasil kegiatan PKM, mitra di desa maku lebih memahami terkait penyakit asam urat serta mengetahui cara penyeduhan tanaman daun salam untuk penyakit asam urat. Hasil quisioner terhadap kepuasan terlaksananya PKM dengan responden sebanyak 30 orang dan menghasilkan data kepuasan yakni 86.17%  (sangat baik). Kata kunci : Asam Urat, Daun Salam, Desa Maku
Edukasi Hidup Sehat Untuk Pencegahan Diabetes Dengan Pemanfaatan Serbuk Instan Kayu Secang, Kayu Manis, Jahe Dan Sereh Bagi Warga Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar Nurisyah, Nurisyah Nurisyah; Asyikin, Asyhari; Dewi, Ratnasari
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v5i1.3447

Abstract

Healthy living education for diabetes prevention by utilizing instant powder of sappan wood, cinnamon, ginger and lemongrass for residents kelurahan sambung jawa kota makassarBackground Diabetes is a metabolic disease characterized by hyperglycemia due to abnormalities in insulin secretion, insulin action, or both. According to data South Sulawesi Provincial Health Service, (2020) diabetes mellitus is one of the four Major Non-Communicable Diseases causing 60% of deaths. Makassar City was ranked 1st with the incidence of diabetes mellitus as many as 27,004 people. Diabetes mellitus data at the Cendrawasih Health Center as a health service facility that serves the people of the Sambung Jawa Village area, shows that diabetes mellitus ranks 3rd out of the top 10 disease diagnoses. The aim of this activity In this activity, counseling was carried out by providing education about Healthy Living for the prevention of Diabetes, then the distribution of modules and video screenings on how to make instant powder from Secang wood, cinnamon, ginger and lemongrass (SKM-SJ Instant Powder) for the prevention of diabetes mellitus. Methods: The target audience of this activity was 30 women from RT 4, RW 6, Sambung Jawa Village, Mamajang District, Makassar city. To measure the success and effectiveness of the material that has been delivered in this PPDM activity, an evaluation is carried out through pre-test and post-test. Outputs: The results of the pre-test and post-test showed that after educating participants, participants' understanding of healthy living for Diabetes prevention increased from 46.7% to 95.6%. To provide an understanding to participants on how to make SKM-SJ Instant Powder, modules and video tutorials on how to make Instant Powder were given. Conclusion:Based on the results of this activity, it shows that the achievement of the activity output is in the form of increasing public knowledge about the prevention of diabetes mellitus and how to make SKM-SJ instant powder to prevent the spread of diabetes mellitus. With the education and practice of this community, it is hoped that it can reduce the development of diabetes mellitus.Keywords: Education, diabetes, instant powderPendahuluan: Diabetes merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Menurut data (Dinkes Sulsel, 2020) diabetes melitus merupakan salah satu dari empat Penyakit Tidak Menular Utama penyebab 60% kematian. Kota Makassar menduduki peringkat ke-1 dengan kejadian diabetes melitus sebanyak 27.004 jiwa. Data penyakit diabetes melitus di Puskesmas Cendrawasih sebagai sarana pelayanan kesehatan yang melayani masyarakat wilayah Kelurahan Sambung Jawa, menunjukkan bahwa diabetes melitus menempati urutan ke 3 dari 10 besar diagnosis penyakit. Tujuan Kegiatan: Pada kegiatan ini dilakukan penyuluhan dengan memberikan edukasi tentang Hidup Sehat untuk pencegahan Diabetes, Kemudian dilakukan pembagian modul dan pemutaran video cara pembuatan serbuk instan dari Kayu Secang, Kayu Manis, Jahe dan Sereh (Serbuk Instan SKM-SJ) untuk pencegahan diabetes melitus. Metode Kegiatan: Khalayak sasaran kegiatan ini 30 orang ibu-ibu warga wilayah RT 4 RW 6 Kelurahan Sambung Jawa Kecamatan Mamajang kota Makassar. Untuk mengukur keberhasilan dan efektivitas materi yang telah disampaikan dalam kegiatan PPDM ini maka dilakukan evaluasi melalui pre test dan post test. Luaran kegiatan: Hasil uji pre test dan post test  menunjukkan bahwa setelah edukasi peserta pemahaman peserta tentang hidup sehat untuk pencegahan Diabetes meningkat dari 46,7% menjadi 95,6%.  Untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang cara pembuatan Serbuk Instan SKM-SJ, maka diberikan Modul dan video tutorial cara pembuatan Serbuk Instan tersebut. Kesimpulan: Berdasarkan hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa tercapainya luaran kegiatan berupa peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit diabetes melitus dan cara pembuatan serbuk instan SKM-SJ untuk pencegahan penyebaran penyakit diabetes melitus. Dengan adanya edukasi dan praktik terhadap masyarakat ini diharap dapat mengurangi perkembangan penyakit diabetes melitus.Kata kunci : Edukasi, diabetes, serbuk instan SKMSJ
Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar Dalam Pemanfaatan Kulit Buah Kelengkeng Dalam Sediaan Permen Jeli Salasa, Alfrida Monica; Ratnah, St.; Pakadang, Sesilia Rante; Daswi, Dwi Rachmawaty; Arisanty, Arisanty; Dewi, Ratnasari
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v4i1.3368

Abstract

Community service activities in utilizing waste, especially organic waste, to improve family health have not been optimal. This is because people do not know the chemical compounds contained in waste. One type of organic waste is longan fruit skin. Longan fruit skin contains chemical compounds, polyphenols, and flavonoids which have antioxidant activity. Antioxidants are compounds that can ward off free radicals. This activity aims to increase partners' knowledge about the benefits of longan fruit peel waste in improving family health and to improve partners' skills in processing longan fruit peels into jelly candy preparations. This activity was carried out in several stages, namely socializing the benefits of longan fruit skin, and making jelly candy containing longan fruit skin juice. The partners of this activity are the people who live in the Sambung Jawa sub-district, Kec. Mamajang, Makassar City. The results of this activity are activity modules, longan fruit skin jelly candy products (Kuleng Candy) as well as videos of making jelly candy and service activities which are uploaded to YouTube media which can be accessed at the following links: video link https://youtu.be/glx8SE5pNAE and https://youtube/GC3nSlG2RpI. The conclusion of this activity is that community service activities have been carried out smoothly and met the targets that have been set and the output of this activity is in the form of activity modules, jelly candy products, and activity videos.Keywords: Longan Fruit Skin, Jelly Candy, Ex. Connect JavaKegiatan pengabdian masyarakat dalam memanfaatkan limbah khususnya limbah organik dalam peningkatan kesehatan keluarga belum maksimal yang disebabkan karena masyarakat tidak mengetahui kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam limbah. Salah satu jenis limbah organik adalah Kulit Buah Kelengkeng. Kulit buah kelengkeng mengandung senyawa kimia senyawa polifenol dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang manfaat dari limbah kulit buah kelengkeng dalam meningkatkan kesehatan keluarga dan untuk meningkatkan ketrampilan mitra dalam mengolah kulit buah kelengkeng menjadi sediaan permen jeli. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu sosialisasi tentang manfaat kulit buah kelengkeng dan pembuatan permen jeli yang mengandung sari kulit buah kelengkeng. Mitra dari kegiatan ini adalah masyarakat yang tinggal di kelurahan Sambung Jawa Kec. Mamajang Kota Makassar. Hasil kegiatan ini adalah modul kegiatan, produk permen jeli kulit buah kelengkeng (Kuleng Candy) serta video pembuatan permen jeli dan kegiatan pengabdian yang diupload pada media youtube yang dapat diakses pada link berikut https://youtu.be/glx8SE5pNAE dan https://youtu.be/GC3nSlG2RpI . Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan pengabdian masyarakat  telah terlaksana dengan lancar dan memenuhi target yang terlah ditetapkan dan luaran dari kegiatan ini berupa modul kegiatan, produk permen jeli serta video kegiatan.Kata Kunci : Kulit Buah Kelengkeng, Permen jeli, Kel. Sambung Jawa
Pemanfaatan dan Pengembangan Tanaman Obat Keluarga dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Kelurahan Kapasa Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Asmawati, Asmawati; Salasa, Alfrida Monica; Ratnah, St.; Stevani, Hendra; Dewi, Ratnasari; Abdullah, Tajuddin
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v5i1.3440

Abstract

The Utilization and Development of Family Medicinal Plants In An Effort To Improve Public Health Based On Local Wisdom In Kapasa District, Tamalanrea District, Makassar CityBackground: Community empowerment in the Kapasa village, Tamalanrea sub-district, Makassar city in the utilization and development of family medicinal plants to empower and improve the degree of public health based on local wisdom can be used to support the existence of the Kapasa village in the region. The aim of this activity: (1). Increase community knowledge, especially housewives, about the scientific uses of family medicinal plants, (2). Increase community knowledge, especially housewives, about the types and methods of planting medicinal plants, (3). Empowering and improving skills to utilize medicinal plants to the community, especially in Kapasa village, Tamalanrea sub-district, Makassar city. Methods: The implementation of community service is carried out by counselling, training and practice. Counseling and training to introduce the types and uses of family medicinal plants scientifically, cultivation, and utilization of family medicinal plants and practice processing family medicinal plants as raw herbal medicines. Outputs are scientific articles, community service modules Conclusion: After carrying out community service activities, it can be concluded as follows: Community service activities are one of the tri darma of higher education which is beneficial to the community, especially to residents of the Kapasa sub-district, Tamalanrea sub-district, Makassar city. The level of knowledge and understanding of medicinal plants before community service activities were carried out was still relatively low, namely around 10 people (28%), after the education was carried out there was an increase of 35 people (100%) in the level of knowledge and understanding of herbal plants.Keywords: Empowerment, Community, Toga, local wisdom.Latar Belakang: Pemberdayaan masyarakat di kelurahan Kapasa, kecamatan Tamalanrea, kota Makassar dalam pemanfaatan dan pengembangan tanaman obat keluarga dalam usaha Pemberdayaan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang berbasis kearifan lokal dapat digunakan untuk mendukung keberadaan kelurahan Kapasa dalam wilayah tersebut. Untuk itu dilakukan pengabdian masyarakat dengan Tujuan Kegiatan: (1). Menambah ilmu masyarakat khususnya ibu rumah tangga mengenai kegunaan tanaman obat keluarga secara ilmiah, (2). Menambah pengetahuan Masyarakat Khususnya ibu rumah tangga tentang jenis-jenis serta cara menanam tanaman obat, (3). Memberdayakan dan Meningkatkan keterampilan untuk memanfaatkan Tanaman obat kepada masyarakat khususnya di kelurahan Kapasa, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar. Metode Kegiatan: Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan penyuluhan, Pelatihan dan praktik. Penyuluhan dan pelatihan untuk memperkenalkan jenis – jenis dan kegunaan tanaman obat keluarga secara ilmiah, pembudidayaan, dan pemanfaatan tanaman obat keluarga serta praktik mengolah tanaman obat keluarga sebagai baku obat herbal. Capaian Luaran adalah artikel ilmiah, modul pengabdian masyarakat Kesimpulan: Setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu tri darma perguruan tinggi yang bermanfaat untuk masyarakat khususnya kepada warga kelurahan Kapasa kecamatan Tamalanrea kota Makassar. Tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang tanaman obat sebelum dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat masih tergolong rendah yaitu sekitar 10 orang (28%), setelah dilakukan edukasi ternyata terjadi peningkatan sebesar 35 orang (100%) tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang tanaman herbal.Kata Kunci : Pemberdayaan, Masyarakat, Toga, kearifan lokal.
Penyuluhan Dan Pelatihan Racikan Herbal Untuk Pencegahan Dan Pengobatan Common Cold Di Kelurahan Maccini Sombala Kota Makassar Pakadang, Sesilia Rante; Karim, Djuniasti; Ratnah, St; Salasa, Alfrida Monica
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 4, No 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v4i2.3415

Abstract

Common Cold disease is a disease that attacks the upper respiratory tract with the manifestation of coughs and colds and the main cause is a virus. Common colds can infect a person more than once a year, so body immunity is an effective means of prevention. One way to increase immunity is by consuming herbs. This activity aims to increase participant's knowledge and provide training on mixing herbs to prevent Common colds. The activity method used is counseling and training. The target audience is the sub-district team and PKK cadres from Maccini Sombala Village, totaling 30 people—evaluation of extension activities based on pre- and post-extension questionnaires. Training activities are evaluated based on participants' skills in preparing herbal concoctions for Common Cold. The results of the activities obtained were an increase in participants' knowledge after counseling by 60% and an increase in skills based on the results of participants' practice. Outcomes in the form of mandatory community service include increasing knowledge, articles in pharmaceutical service media, training manuals, mini videos of activities, and publications in print media/online newspapers. Additional outputs include book copyrights and training products so from this activity, it can be concluded that there has been an increase in participants' knowledge and skills.Keywords: herbal concoction, Common Cold, training, counseling Penyakit Common Cold adalah penyakit yang menyerang saluran napas bagian atas dengan manifestasi batuk pilek  dengan penyebab utama adalah virus. Common Cold dapat menginfeksi seseorang lebih dari sekali setahun, sehingga imunitas tubuh merupakan cara pencegahan yang efektif. Salah satu cara meningkatkan imunitas adalah dengan konsumsi herbal. Tujuan Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan peserta dan memberikan pelatihan meracik herbal untuk mencegah Common Cold. Metode Kegiatan yang digunakan adalah Penyuluhan dan pelatihan. Khalayak sasaran adalah tim kelurahan dan kader PKK Kelurahan Maccini Sombala berjumlah 30 orang. Evaluasi kegiatan penyuluhan berdasarkan kuesioner pre dan post penyuluhan. Kegiatan pelatihan dievaluasi berdasarkan keterampilan peserta menyiapkan racikan herbal untuk Common Cold. Hasil Kegiatan yang diperoleh adalah Peningkatan pengetahuan peserta setelah penyuluhan sebesar 60% dan terjadi peningkatan keterampilan berdasarkan hasil praktik peserta. Capaian luaran berupa wajib yaitu peningkatan pengetahuan, artikel pada media pengabdian kefarmasian, buku panduan pelatihan, video mini kegiatan, publikasi pada media cetak/koran Online. Luaran tambahan berupa hak cipta buku dan produk hasil pelatihan sehingga dari kegiatan ini dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta.Kata kunci : racikan herbal, Common Cold , pelatihan, penyuluhan
Edukasi Pencegahan Penyakit Skabies Melalui Peer Educator Di Sekolah Enterpreneur Tahfidz Kekasih Al-Aqsha, Gowa, Sulawesi Selatan Muslimin, Lukman; Marwati, Marwati; Mus, Suwahyuni; Rosyid, Sujud Z; Irwana, Rina; Djamaluddin, Suci F; Khairi, Nur; Indrisari, Maulita; Nursamsiar, Nursamsiar; Megawati, Megawati; Imrawati, Imrawati; Nur, Syamsu; Sami, Fitriyanti; Amin, Astuti; Paluseri, Andi
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 4, No 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v4i2.3421

Abstract

Scabies Prevention Through Peer Educators At The Entrepreneur School Of Tahfidz Kekasih Al-Aqsha, Gowa, South SulawesiBased on a survey that was carried out, it was found that there were incidents of head lice and scabies infections at the Tahfidz Kekasih Al-Aqsa Entrepreneurial School, in Pattallassang, Kab. Gowa, South Sulawesi. This shows that the student's knowledge of this disease is still low. So it is necessary to carry out outreach to increase students' knowledge of the dangers of scabies and its treatment. 45 students and 5 teachers attended this counseling. The methods used in this service are lecture, question and answer, and scabies examination. The presentation of material about scabies was carried out using PowerPoint media, after which the material continued with a question-and-answer session. At the end of the activity, a health examination was carried out to identify and provide treatment to students and teachers who suffered from scabies. The results of the counseling showed that 2 students were suffering from scabies. The counseling was considered successful because the students answered all the questions (100%).Keywords: Counseling, Peer Education, Scabies Berdasarkan survei yang telah dilakukan ditemukan adanya kejadian infeksi kutu rambut dan skabies (kudis) di Sekolah Enterpreneur Tahfidz Kekasih Al-Aqsha, di Pattallassang, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan. Hal ini menunjukkan masih rendahnya pengetahuan para santri terhadap penyakit tersebut. Maka perlu dilakukan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan santri terhadap bahaya penyakit skabies serta pengobatannya. Penyuluhan ini diikuti oleh 45 orang santri dan 5 orang guru. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah, tanya jawab, dan pemeriksaan skabies. Pemaparan materi tentang skabies dilakukan menggunakan media PowerPoint, setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Di akhir kegiatan, dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui dan memberikan pengobatan kepada santri maupun guru yang menderita skabies. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa ada 2 orang santri yang menderita skabies. Penyuluhan dinilai berhasil karena semua pertanyaan yang diberikan berhasil dijawab oleh santri (100%).Kata kunci : Penyuluhan, Peer Education, Skabies
Penyuluhan Dan Pelatihan Pembuatan Permen Jelly Daun Pegagan Dan Kayu Secang Untuk Kesehatan Pencernaan Anak Di Kelurahan Maccini Sombala Kota Makassar Ratnah, St; Salasa, Alfrida Monica; Pakadang, Sesilia Rante; Daswi, Dwi Rachmawaty; Arisanty, Arisanty; Asmawati, Asmawati; Dewi, Ratnasari
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v5i1.3446

Abstract

Counseling And Training On Making Jelly Candy From Potato Leaves And Secang Wood For Children's Digestive Health In Maccini Sombala Village, Makassar CityBackground: Children are the future of the nation, so they need to be looked after, this age is a period of activity and growth, so they are very susceptible to diseases such as diarrhea. Children's habits that do not adopt a clean and healthy lifestyle and an unsupportive environment can cause diarrhea in children. Maccini Sombala Village, Tamalate District, Makassar City is a densely populated area located in a coastal area. Coastal areas are areas that are vulnerable to disease transmission, so we need ways to maintain health, especially children's health, one of which is herbal Jelly candy. Community service activities in 2023 regarding training in making Jelly candy for children's digestive health. The herbs used are Gotu Kola leaves and Secang wood which have been proven to have antioxidant and antimicrobial activity. The aim of this activity is to increase partners' knowledge about the benefits of Gotu Kola Leaves and Secang Wood for Health and how to process them into simplicia and improve partners' skills in processing Gotu Kola Leaves and Secang Wood simplicia as Jelly candy. Methods of Extension and training activities. The implementing partner is the head of Maccini Sombala subdistrict, and the target partner is PKK cadres of Maccini Sombala subdistrict, Tamalate subdistrict, Makassar City. The output of the activity is scientific articles, videos of community service activities, video tutorials on making Jelly candy and training modules. The results obtained were an increase in target partners' knowledge regarding the benefits of Gotu Kola Leaves and Secang Wood for Health as well as how to process simplicia, and there was an increase in skills in making Jelly candy.Keywords: Jelly Candy, Gotu Kola Leaves, Secang WoodLatar Belakang: Anak-anak adalah masa depan bangsa sehingga perlu dijaga, diusia tersebut merupakan masa aktif dan pertumbuhan sehingga sangat rentan terkena penyakit seperti diare. Kebiasaan anak yang belum menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta lingkungan yang tidak mendukung dapat menyebabkan diare pada anak. Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar merupakan wilayah padat penduduk yang terletak di daerah pantai. Daerah pantai merupakan daerah yang rentan dengan penularan penyakit sehingga diperlukan cara untuk menjaga Kesehatan terutama Kesehatan anak, salah satunya adalah dengan permen Jelly herbal. Kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2023 mengenai pelatihan pembuatan permen Jelly untuk Kesehatan pencernaan anak. Herbal yang digunakan adalah Daun Pegagan dan Kayu Secang yang sudah terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba. Tujuan kegiatan meningkatkan pengetahuan mitra tentang manfaat Daun Pegagan dan Kayu Secang untuk Kesehatan serta cara pengolahannya menjadi simplisia, dan meningkatkan keterampilan mitra dalam mengolah simplisia Daun Pegagan dan Kayu Secang sebagai permen Jelly. Metode kegiatan Penyuluhan dan pelatihan. Mitra pelaksana adalah lurah Maccini Sombala dan mitra sasaran adalah kader PKK Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Capaian luaran adalah artikel ilmiah, video kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, video tutorial pembuatan permen Jelly dan modul pelatihan. Kesimpulan yang diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan mitra sasaran mengenai manfaat Daun Pegagan dan Kayu Secang untuk Kesehatan serta cara pengolahan simplisia, dan terjadi peningkatan keterampilan dalam pembuatan permen Jelly.Kata Kunci: Permen Jelly, Daun Pegagan, Kayu Secang
Edukasi dan Aksi Pencegahan Anemia pada Remaja Melalui Konsumsi Tablet Tambah Darah Adhayanti, Ida; Fachriani, Zakia; Arma, Armadhan; Hasanah, Firma Nur; Ramadhani, Nur Fadiah; Marwah, Siti
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v15i2.3471

Abstract

Preventing Anemia Through Regular Iron Supplement IntakeAnemia is a significant public health issue, particularly among adolescent girls, with a high prevalence in Makassar. Low hemoglobin levels and a lack of understanding about healthy dietary practices are the main causes of anemia, requiring effective interventions to prevent and address this condition. Objective: This community service activity aimed to enhance the knowledge of adolescent girls about anemia, the importance of consuming iron supplements, and preventive measures through community-based education. Methods: The activity was conducted using interactive lectures supported by presentation media, Q&A sessions to clarify misunderstood information, a group iron supplement consumption practice, and the distribution of educational leaflets as additional guidelines. Evaluation was carried out using pre-test and post-test questionnaires to assess participants' knowledge improvement. Outputs: The results demonstrated a significant increase in participants’ knowledge, with 43.33% categorized as having good knowledge before the session, rising to 90% after the session. Participants also showed high enthusiasm during the activity through active engagement in discussions and direct practice. Conclusion: This educational program successfully improved adolescent girls' knowledge and awareness of anemia and its prevention, motivating them to adopt preventive measures through regular consumption of iron supplements.Remaja perempuan, dengan prevalensi yang cukup tinggi di Kota Makassar. Rendahnya kadar hemoglobin dan kurangnya pemahaman tentang pola makan sehat menjadi faktor utama penyebab anemia, sehingga diperlukan intervensi yang tepat untuk mencegah dan mengatasinya. Tujuan Kegiatan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja perempuan tentang anemia, pentingnya konsumsi tablet tambah darah, dan langkah-langkah pencegahan melalui edukasi berbasis komunitas. Metode Kegiatan: Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah interaktif menggunakan media presentasi, sesi tanya jawab untuk mengklarifikasi informasi yang kurang dipahami, praktik minum tablet tambah darah bersama, serta pembagian leaflet edukasi sebagai panduan tambahan. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Capaian Luaran: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman peserta, dengan 43,33% peserta berada dalam kategori pengetahuan baik sebelum penyuluhan, meningkat menjadi 90% setelah penyuluhan. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan melalui partisipasi aktif dalam diskusi dan praktik langsung. Kesimpulan: Penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja perempuan tentang anemia dan pencegahannya, serta memotivasi mereka untuk menjalankan langkah pencegahan melalui konsumsi tablet tambah darah secara rutin.
Diversifikasi Produk Herbal Serbuk Instan Dalam Upaya Preventif Antikanker Masyarakat Di Kelurahan Maccini Sombala Dewi, Sisilia Rosmala; Abdullah, Tajuddin
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v15i2.3455

Abstract

Diversification of Instant Powder Herbal Products to Prevent Community Anticancer in Maccini Sombala VillageIntroduction, Cancer is the number two killer in America and in Indonesia its prevalence is increasing from time to time although it is not the main cause of death cancer is a disease that is very feared because it is known to be difficult to treat with a low success rate of treatment especially if it is known to be in an advanced stage. In 2024, cancer became one of the diseases with a significant health burden in the country, with several types of cancer such as breast, cervical, lung, and colorectal cancer as the most frequent cases.Back to Nature society motivates many researchers in the search for cancer drugs from natural compounds because the reality is that there is no cancer drug that is truly selective as an anticancer.Herbal drink is one of the mixed beverage products of herbal plants that have properties in helping the treatment of a disease or body refresher. Nggorang leaves, red ginger, white turmeric, temulawak, turmeric, lemongrass and cinnamon have been scientifically proven to have anticancer preventive potential. The flavonoid and antioxidant compounds of the above medicinal plants help inhibit the growth of cancer cells, increase endurance, and have anti-inflammatory properties. The purpose of this PKM activity is to formulate herbal medicines into beverage products that not only meet the aspects of preparation evaluation but also have antioxidant properties scientifically so that it is expected to be an alternative product as a preventive step in the anti-cancer preventive efforts of the community in Maccini Sombala Village, Makassar City. The method used in this activity is training and counselling and education aimed at the community of Maccini Sombala Village, Makassar City. The results of community service activities to prevent NCDs in this case cancer are quite effective in improving the skills and knowledge of respondents. Conclusion herbal drink products become alternative products in the preventive prevention of the community in Maccini Sombala Village, Makassar City. Latar Belakang, Kanker merupakan penyakit yang menjadi pembunuh nomor dua di Amerika dan di Indonesia prevalensinya semakin meningkat dari waktu ke waktu meskipun bukan penyebab kematian yang utama kanker menjadi penyakit yang sangat ditakuti karena diketahui sulit ditangani dengan tingkat keberhasilan pengobatan yang rendah apalagi jika diketahui sudah dalam stadium lanjut. Tahun 2024, kanker menjadi salah satu penyakit dengan beban kesehatan yang signifikan di negara ini, dengan beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, serviks, paru-paru, dan kolorektal sebagai kasus yang paling sering terjadi.Masyarakat untuk Back to Nature banyak memotivasi para peneliti dalam usaha pencarian obat kanker dari senyawa-senyawa alam karena kenyataannya memang belum ada obat kanker yang benar-benar selektif sebagai antikanker.Minuman herbal merupakan salah satu produk minuman campuran tanaman herbal yang memiliki khasiat dalam membantu pengobatan suatu penyakit atau penyegar tubuh.. Daun nggorang, jahe merah, kunyit putih, temulawak, kunyit, serai dan kayu manis telah  terbukti secara ilmiah berpotensi preventif antikanker. Senyawa flavonoid dan antioksidan tanaman obat di atas membantu menghambat pertumbuhan sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memiliki sifat antiinflamasi. Tujuan kegiatan PKM ini  adalah memformulasikan obat herbal menjadi produk minuman yang bukan hanya memenuhi aspek evaluasi sediaan tetapi juga memiliki khasiat antioksidan secara ilmiah sehingga diharapkan bisa menjadi produk alternatif sebagai langkah preventif dalam dalam upaya preventif antikanker masyarakat di Kelurahan Maccini Sombala Kota Makassar.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan penyuluhan serta edukasi yang ditujukan untuk masyarakat Kelurahan Maccini Sombala Kota Makassar.. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat pencegahan PTM dalam hal ini penyakit kanker cukup efektif dalam meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan responden.  Kesimpulan produk minuman herbal menjadi produk alternatif dalam pencegahan preventif masyarakat di Kelurahan Maccini Sombala Kota Makassar