cover
Contact Name
Hendra Stevani
Contact Email
hendra@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+628114444813
Journal Mail Official
jpf@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar Jl.Baji Gau No 10 Kec.Mamajang
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kefarmasian
ISSN : -     EISSN : 27225984     DOI : https://doi.org/10.32382/jpk.v2i1.2149
Core Subject : Humanities, Health,
Jurnal Pengabdian Kefarmasian menerima publikasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian. Jurnal Pengabdian Kefarmasian telah memiliki nomor e-ISSN 2722-5984 dan Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat selain itu Jurnal ini juga berisi berbagai kegiatan dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Pengabdian Kefarmasian khususnya berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang layanan masyarakat sebagai berikut: 1. Layanan Komunitas Masyarakat dan Ketahanan Pangan Lokal; 2. Pelatihan, Pemasaran, Desain Teknologi Tepat Guna; 3. Pemberdayaan Masyarakat dan Akses Sosial; 4. Layanan Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju; 5. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan.
Articles 65 Documents
PKM Pada Masyarakat Kawasan Aditarina Makassar: Jajanan Sehat Maria Ulfa; Reny Syahruni; Suwahyuni Suwahyuni; Michrun Nisa; Tuti Handayani; Wahyu Hendrarti; Lukman Muslimin; Andi Paluseri; Yuri Pratiwi; Nur Khairi
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i1.2829

Abstract

Dedicated to Community in The Aditarina Makassar: Clean and Healthy Living BehaviorThe area of Aditarania Mosque, Manggala District, Makassar City is an area dominated by the lower middle level community with scavenger professions, there are many school-aged children with low levels of parental knowledge and children on clean and healthy snacks. This service activity aims to provide knowledge and information to the people of the Aditarina region on the importance of consuming healthy snacks. Activities are conducted both offline and audaciously with the lecture and discussion methods. The advice material provided includes the characteristics of healthy snacks, all the harmful ingredients that are often added to snacks, and how to choose healthy snacks. The results of service activities provide the community with increased knowledge about healthy, clean, and safe services.Keywords: Aditarania, snacks, hazardous materials.Kawasan mesjid aditarania Kecamatan Manggala Kota Makassar merupakan kawasan yang didominasi oleh masyarakat tingkat ekonomi menengah kebawah dengan profesi pemulun, terdapat banyak anak-anak usia sekolah dengan tingkat pengetahuan orang tua dan anak yang rendah terhadap jajanan yang bersih dan sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat kawasan Aditarina tentang pentingnya mengkonsumsi jajanan yang sehat. Kegiatan yang dilakukan secara hybrid gabunganluring maupun daring dengan metode ceramah, dan diskusi. Materi penyuluhan yang diberikan meliputi cirri-ciri jajanan yang sehat,bahan-bahan berbahaya apasaja yang sering ditambahakan pada jajanan serta cara memilih jajanan yang sehat. Hasil Kegiatan pengabdian telah memberikan peningkatan pengetahuan kepada masyarakat tentang jajanan yang sehat,bersih dan aman.Kata Kunci : Aditarania,jajanan,bahan berbahaya.
Implementasi Siaga Covid 19 Di Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar Sesilia Rante Pakadang; Sisilia Teresia Rosmaladewi; St Ratnah; Alfrida Monica Salasa; Djuniasti Karim; Dwi Rachmawati Daswi; Arisanty Arisanty; Asmawati Asmawati; Jumain Jumain; Ahmad Murad
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i1.2730

Abstract

Covid 19 (coronavirus disease 2019) is a type of disease caused by the SARS-CoV-2 coronavirus which causes an acute respiratory infection with a very fast and massive spread. The recommended prevention methods are increasing immunity, wearing masks, keeping a distance and washing hands. Products that can be used to prevent COVID-19 are hand sanitizers, disinfectants and imun boosters (food supplements). The purpose of Community Service is to provide counseling on how to prevent Covid 19 and provide training on how to make natural product products for the prevention of Covid 19, namely hand sanitizers, disinfectants and imun boosters (food supplements). Method Service of counseling and training. The implementation of stage 1 has 60 participants (Connect Jawa village team, community representatives, PKK cadres and posyandu). Phase 2 participants 30 people (PKK cadres, posyandu cadres and housewives) The results of community service, the achievement of the counseling target was an increase in knowledge by 28% (hand sanitizer products); 48% (disinfectant product) and 42% (imun booster product). There was a technology transfer process after training on the manufacture of hand sanitizer, disinfectant and imun booster products (food supplements). Outcomes achieved are Natural Disinfectant Pocket Book and Food Supplement Imun Booster Pocket Book Herbal Candy which are published and registered as copyright, publication in Fajar newspaper, community service articles, community service implementation videos. Conclusion. The activity went smoothly, the target achievement was achieved 100%, namely there was an increase in knowledge and technology transfer in the training and the output of 2 books with ISBN, IPR book copyrights and training products.Keywords: training, hand sanitizer, disinfectant, imun booster, Covid 19Covid 19 (coronavirus disease 2019) adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh coronavirus jenis SARS-CoV-2 yang menyebabkan infeksi saluran napas akut dengan penyebaran yang sangat cepat dan massif. Cara pencegahan yang dianjurkan adalah meningkatkan imunitas, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Produk yang dapat digunakan untuk pencegahan Covid 19 berupa hand sanitizer, desinfektan dan imun booster (food suplemen). Tujuan Kegiatan memberikan penyuluhan tentang cara pencegahan Covid 19 dan memberikan pelatihan cara pembuatan produk bahan alam untuk pencegahan Covid 19 yaitu hand sanitizer, desinfektan dan imun booster (food suplemen).  Metode Pengabdian penyuluhan dan pelatihan. Pelaksanaan  tahap 1 peserta 60 orang (tim kelurahan Sambung Jawa, perwakilan masyarakat, kader PKK dan posyandu). Tahap 2 peserta 30 orang (kader PKK, kader posyandu dan ibu rumah tangga) Hasil kegiatan, capaian target penyuluhan terjadi   peningkatan pengetahuan sebesar 28% (produk hand sanitizer); 48% (produk desinfektan) dan 42% (produk imun booster). Terjadi proses alih teknologi setelah pelatihan pembuatan produk hand sanitizer, desinfektan dan imun booster (food suplemen). Luaran yang dicapai adalah Buku Saku Desinfektan Alami dan Buku Saku Food Supplement Imun Booster Permen Herbal yang diterbitkan dan terdaftar sebagai hak cipta, publikasi pada koran Fajar, artikel kegiatan, video pelaksanaan kegiatan. Kesimpulan. Kegiatan berjalan lancar, capaian target tercapai 100% yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan alih teknologi dalam pelatihan dan luaran   2 buku ber ISBN, HKI hak cipta buku dan produk pelatihan.Kata Kunci:  pelatihan, hand sanitizer, desinfektan, imun booster, Covid 19
Edukasi Jajanan Sehat Dan Deteksi Dini Boraks Menggunakan Bumbu Dapur Astuti Amin; Nursamsiar Nursamsiar; Syamsu Nur; Fitriyanti Sami; Megawati Megawati; Fhahri Mubarak; Noer Rahman; Imrawati Imrawati; Lukman Muslimin; Andi puanguce Paluseri
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i1.2830

Abstract

Education About Healthy School Snacks and Early Identification of Borax Using SpiceNutrition for school-age children are a significant factor in developing small and medium-scale food businesses. Unfair competition in the food business encourages the addition of hazardous chemicals to extend the shelf life of foods such as borax and formalin. This community service aims to understand students, parents, and teachers about healthy snacks and how to identify borax content in food using spices (turmeric). This community service is carried out at Ali Imran Kindergarten, Rappocini District, Makassar. Forty students attended this counselling, 35 parents and eight teachers. This activity begins with the presentation about the importance of healthy snacks and the dangers of borax and formalin. A demonstration of the use of turmeric to detect the presence of borax was carried out in front of parents and teachers. In the end, they were allowed to practice. The results showed an increase in the ability of parents and teachers (100%) to identify borax in food using turmeric.Keywords : Borax, Healthy snack, Turmeric, CounselingKebutuhan siswa akan makanan dan jajanan merupakan faktor utama berkembangnya usaha makanan skala kecil dan menengah. Pesatnya perkembangan usaha makanan tersebut bukan tidak mungkin mendorong timbulnya persaingan antar pedagang yang kurang sehat termasuk penambahan bahan kimia berbahaya untuk memperpanjang masa simpan makanan seperti boraks dan formalin. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap siswa, orang tua dan guru mengenai pentingnya jajanan sehat dan cara mengidentifikasi kandungan boraks dalam jajanan menggunakan bumbu dapur. Pengabdian ini dilakukan di Taman Kanak-kanak (TK) Ali Imran, Kecamatan Rappocini, Makassar. Penyuluhan ini diikuti oleh 45 orang siswa, 40 orang tua siswa dan 6 orang guru. Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi mengenai pentingnya jajanan sehat serta bahaya boraks dan formalin. Demonstrasi penggunaan kunyit (Curcuma domestica) untuk mendeteksi adanya boraks dilaksanakan di depan orang tua siswa serta guru dan di akhir kegiatan mereka diberikan kesempatan untuk mempraktikkan. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan orang tua siswa dan guru untuk mengidentifikasi boraks dalam makanan menggunakan kunyit yang ditunjukkan dengan semua peserta (100%) berhasil mempraktikkan.Kata kunci: Boraks, Jajanan, Kunyit, Penyuluhan
Pelatihan Serbuk Instan Dan Teh Sachet Herbal Sebagai Upaya Promotif Dan Preventif Di Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar Sesilia Rante Pakadang; Sisilia Teresia Rosmaladewi; St Ratnah; Alfrida Monica Salasa
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kefarmasian
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i2.3097

Abstract

Training Instant Powder And Herbal Sachets Tea As A Promotional And Preventive Effort In Cendrawasih Puskesmas City Of MakassarTraditional health services at the Public health center are training for conventional healers and herbal-based traditional medicine. The Traditional Health Independent Care Group is directly fostered by the pharmacist as the head of the pharmaceutical installation. This activity aims to increase participant's knowledge and provide training in making instant powders and herbal tea sachets. counseling on the function of herbs for promotive and preventive diseases and training on making instant powders for hypertension and tea sachets for tuberculosis. Participants in community service activities were 30 people, namely 20 cadres of traditional health self-care groups, and 10 perpetrators of herbal medicine carrying. There was an increase in participant knowledge of 42.86% as measured by a questionnaire. The success of the training is evidenced by direct practical activities from the participants after being given a training demo. Outputs: pack guidebook, guidebook intellectual property rights, instant powder products, and tea sachets in labeled packaging, 3 videos of packaging implementation online on YouTube, and packer articles. The results of the activity can be concluded that there is an increase in the knowledge and skills of the participants.Keywords: herbs, counseling, training, instant powder, tea sachets, herbsPelayanan kesehatan tradisional di puskesmas adalah pembinaan kepada pelaku pengobat konvensional dan pengobatan tradisional berbasis herbal. Kelompok Asuhan Mandiri Kesehatan Tradisional  dibina langsung oleh apoteker sebagai kepala instalasi farmasi.  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta dan memberikan pelatihan pembuatan serbuk instan dan teh sachet herbal. penyuluhan tentang fungsi herbal untuk promotif dan preventif penyakit dan pelatihan pembuatan serbuk instan untuk hipertensi dan teh sachet untuk tuberkulosis. Peserta kegiatan pengmas 30 orang yaitu 20 kader kelompok     asuhan mandiri kesehatan tradisional, 10 pelaku jamu gendong  Terjadi  peningkatan pengetahuan peserta sebesar 42,86% yang diukur dengan kuesioner. Keberhasilan pelatihan dibuktikan dengan kegiatan  praktik langsung dari peserta setelah diberikan demo pelatihan.  Luaran: buku panduan pengmas, HaKI (hak cipta)  buku panduan, produk serbuk instan dan teh sachet dalam kemasan berlabel,  3 video pelaksanaan pengmas yang telah Online pada Youtube dan artikel pengmas. Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta.Kata kunci : herbal, penyuluhan, pelatihan, serbuk instan, teh sachet, herbal 
Pengolahan Biji Jamblang Kelompok Pemberdayaan Tanaman Herbal Wilayah Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar Ida Adhayanti; Muli Sukmawaty; Azmilah Amier
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kefarmasian
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i2.3106

Abstract

Processing Jamblang Seeds Herbal Plant Empowerment Group Area of Cendrawasih Health Center, Makassar CityDiabetes mellitus (DM) is a health problem in the world with an increasing prevalence and has important medical implications. Diabetes mellitus is known as a chronic metabolic disease characterized by increased blood sugar levels (hyperglycemia) which is accompanied by metabolic abnormalities if not treated properly. Several assessments show that diabetes can be prevented by utilizing local medicinal plants, one of which is the Jamblang plant, especially the seeds. Medicinal plants are believed to have therapeutic effects, especially for anti-diabetics because of their compounds such as phenolic compounds, flavonoids, terpenoids, coumarins, and other ingredients that have been shown to lower blood sugar. This training was carried out to increase public knowledge about the benefits of the Jamblang plant as an antidiabetic, especially in the seeds, and to train the community in utilizing the Jamblang plant and processing it into a more practical and economical Jamblang coffee drink. Based on the results of the pre and post-test, the knowledge of the training participants increased from 57% to 94.66%. This training is expected to be able to improve the quality of life of the community and initiate the emergence of economical healthy drink product ideas.Keywords: Diabetes Mellitus, Jamblang Plant, Jamblang CoffeeDiabetes melitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia dengan prevalensi yang semakin meningkat dan memiliki dampak medis yang penting. Diabetes melitus dikenal sebagai  penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemia) yang disertai adanya kelainan metabolik jika tidak ditangani dengan baik. Beberapa penilaian menunjukkan bahwa penyakit diabetes dapat dicegah dengan memanfaatkan tanaman obat sekitar, salah satunya adalah tanaman jamblang khususnya pada bagian biji. Tanaman obat diyakini memiliki efek terapeutik khususnya antidiabetik karena kandungan yang dimilikinya seperti senyawa fenolik flavonoid, terpenoid, kumarin dan kandungan lainnya yang telah terbukti dapat menurunkan gula darah. Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat tanaman jamblang sebagai antidiabetik khususnya pada bagian biji serta melatih masyarakat dalam memanfaatkan tanaman jamblang dan mengolahnya menjadi minuman kopi jamblang yang lebih praktis dan ekonomis. Berdasarkan hasil pre dan post test pengetahuan masyarakat peserta pelatihan meningkat dari 57% menjadi 94,66 %. Pelatihan ini sangat diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menginiasi hadirnya ide produk minuman sehat yang ekonomis. Katakunci : Diabetes Melitus,  Tanaman Jamblang, Kopi Jamblang
Edukasi Bahaya Kolesterol dan Manfaat Kopi Biji Alpukat yang Berkontradiksi Hilya Nur Imtihani; Femiko Salsabil
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kefarmasian
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i2.2886

Abstract

Education Of The Hazards Of Cholesterol And The Benefits Of Avocado Seed Coffee That ContradictKnowledge about the dangers of cholesterol that is too high in the human body is needed by the community, because high cholesterol levels will cause hypertension, blockage of blood vessels in the brain and heart. In overcoming this, people generally use treatment to reduce total cholesterol levels in the body with drugs available in the market. However, these drugs have side effects that are quite dangerous for the body, causing damage to other organs/complications with other diseases. Therefore it is necessary to hold an education about the dangers of cholesterol and cholesterol prevention from herbs which in the future are expected to have a similar effect as drugs on the market to lower cholesterol but have low side effects. One of the selected herbal ingredients is avocado seeds which are usually thrown away by the general public. In this counseling, avocado seeds are first processed into coffee and made into pudding for easy and comfortable consumption by anyone. Extension activities were carried out to 24 residents in the Kupang Krajan area of Surabaya. From counseling about the dangers of cholesterol disease which includes definitions, causative factors, clinical symptoms and methods of prevention as well as material about making avocado seed coffee and avocado seed pudding, questionnaires were filled out before and after the delivery of the material. The result of this counseling had a significant effect on the understanding of the counseling participants with an increase in the level of understanding by 26% after being tested statistically using the SPSS paired t-test method with a significant value of 0.000 <0.05. This means that this outreach activity is very useful for participants.Pengetahuan tentang bahaya kolesterol yang terlalu tinggi pada tubuh manusia sangat diperlukan masyarakat, karena kadar kolesterol tinggi akan menyebabkan hipertensi, penyumbatan pembuluh darah otak dan jantung. Dalam mengatasi hal tersebut, umumnya masyarakat menggunakan pengobatan untuk menurunkan kadar kolesterol total di tubuh dengan obat yang tersedia di pasaran. Namun obat-obat tersebut memiliki efek samping yang cukup berbahaya juga bagi tubuh sehingga menyebabkan adanya kerusakan pada organ lain/komplikasi dengan penyakit lainnya. Maka dari itu perlu diadakannya suatu penyuluhan tentang bahaya kolesterol dan pencegahan kolesterol dari herbal yang dikemudian hari diharapkan dapat memiliki efek yang serupa seperti obat yang ada pada pasaran untuk menurunkan kolesterol tetapi memiliki efek samping yang rendah. Salah satu bahan herbal yang dipilih adalah biji alpukat yang biasanya dibuang begitu saja oleh masyarakat umum. Pada penyuluhan ini biji alpukat diolah terlebih dahulu menjadi kopi dan dibuat menjadi puding agar mudah dan nyaman dikonsumsi oleh siapa pun. Kegiatan penyuluhan dilakukan kepada 24 warga di daerah Kupang Krajan Surabaya. Dari penyuluhan mengenai bahaya penyakit kolesterol yang meliputi definisi, faktor-faktor penyebab, gejala klinis dan cara pencegahannya serta materi tentang pembuatan kopi biji alpukat dan puding biji alpukat, dilakukan pengisian kuesioner sebelum dan sesudah penyampaian materi. Hasilnya penyuluhan ini berpengaruh secara signifikan terhadap pemahaman peserta penyuluhan dengan kenaikan tingkat pemahaman sebesar 26% setelah diuji secara statistik menggunakan SPSS metode paired t-test dengan nilai signifikan 0.000 <0.05. Hal ini berarti kegiatan penyuluhan ini sangat bermanfaat untuk para peserta.   Kata kunci : Biji Alpukat, Kolesterol, Kopi, Surabaya
Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Penggunaan Obat Yang Rasional Melalui Penyuluhan Dagusibu, Konseling Obat Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Zakiah Thahir; Hernawati Basir; Agust Dwi Djajanti; Muhammad Tahir; Zulfahmi Hamka; Ananda Ramadani
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kefarmasian
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i2.3004

Abstract

Efforts To Increase Knowledge About the Rational Use Of Medicine Through Dagusibu Counseling, Drug Counseling, And Free Health ChecksThe high rate of self-medication in the community is due to the lack of public knowledge about the use of good and correct drugs. Several studies report that the level of public knowledge about drugs is still relatively low. The DAGUSIBU program exists as an effort to increase public knowledge about using and managing drugs. This service activity aims to find out the difference in knowledge changes before and after free health counseling and counseling by Syafiyah Medika Clinic Health officers. The method used is, method used in this service is to use a questionnaire in the form of a questionnaire to test public knowledge about the material given before and after the material exposure. Increasing Knowledge About Rational Use and Management of Drugs Through Dagusibu Counseling, Drug Counseling and Free Health Checks to the Community of Manggala Antang Village has been carried out well and received a very good response from participants, the total number of participants was 44 participants, which were dominated by women with a vulnerable age. most 51-70 years. The activities carried out experienced an increase in participants' knowledge from those before education/counseling by 14.14% and after the activities increased to 75.76%.Keywords: DAGUSIBU, Counseling; Hypertension; CholesterolTingginya angka pengobatan sendiri dari masyarakat ini disebabkan karena minimnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan obat yang baik dan benar. Beberapa penelitian melaporkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat masih terbilang rendah. Program DAGUSIBU hadir sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan dan mengelola obat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk Mengetahui perbedaan perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dan konseling Kesehatan gratis oleh petugas Kesehatan Klinik Syafiyah Medika. Metode yang digunakan yaitu, Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan menggunakan angket berupa kuisioner untuk menguji pengetahuan masyarakat tentang materi yang diberikan sebelum dan setelah pemaparan materi. Peningkatan Pengetahuan  Tentang Penggunaan dan Pengelolaan Obat Yang Rasional Melalui Penyuluhan Dagusibu, Konseling Obat dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Kepada Masyarakat Kelurahan Manggala Antang telah terlaksana dengan baik dan mendapatkan respon yang sangat baik dari peserta, jumlah peserta keseluruhan sebanyak 44 peserta yang didominasi oleh Perempuan  dengan rentan usia terbanyak 51-70 tahun.  Kegiatan yang dilakukan mengalami peningkatan pengetahuan peserta dari yang sebelum edukasi/penyuluhan sebesar 14,14 % dan setelah kegiatan meningkat menjadi 75,76 % .Kata kunci : DAGUSIBU; Penyuluhan; Hipertensi; Kolesterol
Sosialisasi Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Bahan-Bahan Alami Yang Bermanfaat Dalam Produk Kosmetik Dan Cara Pemilihan Produk Kosmetik Yang Aman Di Pasaran Mohammad Zaky; Meta Safitri
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v4i1.3347

Abstract

Socialization In Efforts To Increase Public Knowledge About The Use Of Natural Ingredients Which Are Useful In Cosmetic Products And How To Select Safe Cosmetic Products In The MarketCosmetics circulating in the market with synthetic ingredients sometimes cause various kinds of adverse side effects. The existence of illegal cosmetics that are found without official distribution permits can also increase the risk of health problems if used continuously. The community service program aims as an effort to increase public knowledge of the use of natural ingredients as an alternative to synthetic materials that are useful in cosmetic products and also to provide knowledge about how to choose cosmetic products that are safe on the market. This activity was carried out at the Faculty of Nursing, Cendekia Abditama University, Tangerang Banten with participants being young students who have great potential as regular users of cosmetic products. The socialization method used is lectures and practice by measuring the results of activities through pre-tests and post-tests to test participants' knowledge of the material provided before and after the presentation. This activity increased my knowledge about the use of useful natural ingredients in cosmetic products and how to choose cosmetic products that are safe on the market. This activity was carried out well and received a very good response from the participants with a total of 28 participants who were dominated by women with the most vulnerable ages 18-21 years. The activities carried out experienced an increase in the knowledge of all participants from before the socialization with a pretest score of ≤ 40 and after the activity increased with a post-test score of ≥ 80.Keywords : Outreach, natural ingredients, cosmetic productsKosmetik yang beredar di pasaran dengan bahan sintetik terkadang menimbulkan berbagai macam efek samping yang merugikan. Adanya kosmetik ilegal yang ditemukan tanpa izin edar resmi juga dapat mempertinggi risiko terjadinya masalah kesehatan apabila dipakai secara terus menerus. Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan bahan alami sebagai alternatif pengganti bahan sintetik yang bermanfaat dalam produk kosmetik dan juga memberikan pengetahuan tentang cara memilih produk kosmetik yang aman di pasaran. Kegiatan ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Cendekia Abditama, Tangerang  Banten dengan peserta merupakan mahasiswa yang berusia muda yang berpotensi besar sebagai pengguna rutin produk kosmetik.  Metode sosialisasi  yang digunakan yaitu ceramah dan praktik dengan pengukuran hasil kegiatan melalui pretest dan posttest untuk menguji pengetahuan peserta mengenai materi yang diberikan sebelum dan setelah pemaparan. Kegiatan ini menghasilkan adanya peningkatan pengetahuan tentang penggunaan bahan alami yang bermanfaat dalam produk kosmetik dan cara pemilihan produk kosmetik yang aman di pasaran. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik dan mendapatkan respons yang sangat baik dari peserta dengan jumlah peserta keseluruhan sebanyak 28 peserta yang didominasi oleh Perempuan dengan rentan usia terbanyak 18 – 21 tahun.  Kegiatan yang dilakukan mengalami peningkatan pengetahuan seluruh peserta dari sebelum sosialisasi dengan nilai pretest ≤ 40 dan setelah kegiatan meningkat dengan nilai posttest ≥ 80.Kata kunci : Sosialisasi, bahan alami, produk kosmetik
Pemberdayaan Ikatan Remaja Masjid Al – Fatah Kelurahan Sambung Jawa Dalam Pembuatan Minuman Herbal Kekinian Sebagai Minuman Kesehatan Untuk Menangkal Radikal Bebas Di Era Pandemi Covid-19 Ratnasari Dewi; Hendra Stevani; Asyhari Asyikin; Nurisyah Nurisyah
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kefarmasian
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i2.3154

Abstract

Empowerment Of Al-Fatah Mosque Adolescent Association in Conditional Herbal Drinks As Health Drinks To Ward Off Free Radicals In The Era Of Pandemic Covid-19Like other general youth, Mosque youth have great energy that needs to be pushed in a useful direction, such as empowerment in producing the products needed during a pandemic. The purpose of this activity is to increase the knowledge of the Al-Fatah Mosque Youth Association about making contemporary herbal drinks which can also be efficacious as health drinks to maintain the body's immune system, increase knowledge and understanding of the benefits of herbal drinks for health, increase skills in making herbal drinks and increase strong desire in maintaining health by consuming herbal drinks. The implementation method used is counseling, demonstrations, training, coaching, and mentoring. Community service activities with the target audience being teenagers at the Al-Fatah Mosque in Connect Java sub-district attended by approximately 35 participants, where this activity provided knowledge about the importance of maintaining health by consuming herbal drinks every day and knowledge about entrepreneurship from herbal/herbal drinks with good taste can increase the desire or eliminate the lazy impression of drinking herbal medicine.Keywords: herbal drink, mosque youth, immune system, free radicalsRemaja masjid seperti remaja umum lainnya memiliki energi yang besar yang perlu didorong ke arah yang bermanfaat seperti pemberdayaan dalam menghasilkan produk yang diperlukan selama masa pandemi.. Tujuan kegiatan ini yaitu peningkatan pengetahuan ikatan Remaja Masjid Al-Fatah tentang pembuatan minuman herbal kekinian yang juga dapat berkhasiat sebagai minuman kesehatan untuk memelihara sistem imun tubuh, peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang manfaat minuman herbal bagi kesehatan, peningkatan keterampilan dalam pembuatan minuman herbal. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah penyuluhan, demonstrasi, pelatihan, pembinaan dan pendampingan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan khalayak sasaran remaja Masjid Al-Fatah kelurahan Sambung Jawa dihadiri kurang lebih 35 peserta yang dibagi menjadi beberapa rangkaian kegiatan mulai dari registrasi, pemberian ceramah, praktik pembuatan dan evaluasi kegiatan yang mana hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan dengan mengonsumsi minuman herbal setiap hari dan pengetahuan tentang kewirausahaan dari Minuman herbal / jamu dengan rasa yang enak dapat menambah keinginan atau menghilangkan kesan malas minum jamu.Kata kunci: Minuman herbal, remaja masjid, imun tubuh, radikal bebas.
Penyuluhan Pemanfaatan Obat Tradisional Berbasis Kearifan Lokal Untuk Penyakit Diabetes Melitus Ayu Wulandari; Ernawati Ernawati
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v4i1.3361

Abstract

Diabetes mellitus, also known by the public as diabetes, is a chronic metabolic disorder characterized by an increase in the concentration of glucose in the blood (hyperglycemia). The use of plants as medicine is no stranger to Indonesian people wherever they are. The use of medicinal plants has been carried out for a long time by the ancestors which then developed and produced a local wisdom. Local wisdom is a community life behavior in interacting with an environment in a place or area. This local wisdom can be internalized, practiced, taught, and passed down from generation to generation. Based on information collected from the survey team, the people of Maku village have used many plants which are known to have benefits as an alternative to synthetic drugs, especially for Diabetes Mellitus. Information about the types of traditional medicines, terms, and conditions for traditional medicines that are not evenly distributed can lead to errors in use. Knowledge of traditional medicine is widely owned by the community, but there are some people who do not understand the types of plants that are useful in traditional medicine and how to use them. The purpose of this community service activity is to provide socialization to the Maku village community about the use of plants as traditional medicines based on local wisdom for diabetes mellitus. This Community Service activity is carried out in the form of outreach and education using lecture and discussion methods. Based on the score of the results of community satisfaction with extension activities, namely 89.17% (very good). These results indicate that the participants' knowledge increased after being given counseling.Keywords: Diabetes Mellitus, Maku Village, Sigi, Traditional Medicine, local wisdomDiabetes melitus yakni penyakit metabolik menahun yang dilihat dari meningkatnya konsentrasi glukosa darah (hiperglikemia). Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi menggunakan tumbuhan sebagai obat ke mana pun mereka pergi. Pemanfaatan tumbuhan obat telah lama dipraktikkan oleh nenek moyang lalu berkembang serta menghasilkan kearifan lokal. Kearifan lokal yakni gaya hidup bersama yang berinteraksi dengan lingkungan yang berlaku di suatu tempat ataupun daerah. Kearifan lokal ini bisa dihayati, dipraktikkan, diajarkan serta diwariskan dari generasi ke generasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim peneliti, masyarakat Desa Maku banyak memanfaatkan tumbuhan yang dikenal khasiatnya sebagai alternatif obat sintetik, terutama untuk penyakit diabetes melitus. Informasi terkait jenis obat tradisional serta kondisi obat tradisional yang tidak merata bisa memicu kesalahan penerapan. Pengetahuan pengobatan tradisional umumnya sudah diketahui masyarakat, namun sebagian masyarakat belum memahami jenis tumbuhan apa saja yang bermanfaat untuk pengobatan tradisional dan cara pemanfaatannya. Tujuan dari kegiatan bakti sosial ini yakni untuk mengedukasi masyarakat desa Maku terkait pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional berbasis kearifan lokal pada penyakit diabetes melitus. Kegiatan ini dilaksanakan di dalam bentuk sosialisasi serta pelatihan dengan metode ceramah serta diskusi. Berdasarkan skor kepuasan masyarakat terhadap kegiatan penyuluhan yaitu H. 89,17% (sangat baik). Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan peserta meningkat sesudah penyuluhan.Kata kunci : Diabetes Melitus, Obat Tradisional, Kearifan Lokal, sigi