cover
Contact Name
Hendra Stevani
Contact Email
hendra@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+628114444813
Journal Mail Official
jpf@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar Jl.Baji Gau No 10 Kec.Mamajang
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kefarmasian
ISSN : -     EISSN : 27225984     DOI : https://doi.org/10.32382/jpk.v2i1.2149
Core Subject : Humanities, Health,
Jurnal Pengabdian Kefarmasian menerima publikasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian. Jurnal Pengabdian Kefarmasian telah memiliki nomor e-ISSN 2722-5984 dan Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat selain itu Jurnal ini juga berisi berbagai kegiatan dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Pengabdian Kefarmasian khususnya berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang layanan masyarakat sebagai berikut: 1. Layanan Komunitas Masyarakat dan Ketahanan Pangan Lokal; 2. Pelatihan, Pemasaran, Desain Teknologi Tepat Guna; 3. Pemberdayaan Masyarakat dan Akses Sosial; 4. Layanan Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju; 5. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan.
Articles 65 Documents
DAFTAR ISI JPF 2020 Hendra Stevani
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kefarmasian
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.64 KB) | DOI: 10.32382/jpk.v1i1.1533

Abstract

Pelatihan Pembuatan Krim Dari Ekstrak Kulit Jeruk Nipis Dan Cangkang Telur Ayam Serta Penyuluhan Tentang Kosmetik Berbahaya Nurisyah Nurisyah Nurisyah; Asyhari Asikin; Ratnasari Dewi
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 2, No 2 (2021): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.058 KB) | DOI: 10.32382/jpk.v2i2.2545

Abstract

Urban communities are communities with the greatest level of exposure to pollution, which can cause skin damage, such as premature aging. The main treatment to prevent it is the use of sun-protective cosmetics and those containing antioxidants. Lime peel and chicken egg shells are wastes that are abundant in the environment, both of which can be processed into ingredients for making cream. Based on interviews with several residents in the RT 6 RW IX area, they do not know the dangers of cosmetics and how to process the waste of lime peel and chicken egg shells into cosmetics. Many people use cosmetics without paying attention to whether the cosmetics are registered or not with BPOM, people also do not pay attention to the contents of these cosmetics. They generally buy because of the influence of advertisements and information from their closest people/neighbors. This community service aims to train the community in making creams from lime peel extract and chicken egg shells as well as counseling about harmful cosmetics. The target audience is the community of RT 6 RW IX, Kelurahan Sambung Jawa, Makassar City. The method of implementing this Community Service is counseling and the practice of making anti-aging creams from lime peel extract and chicken egg shells. The number of participants is 30 people from RT 6 RW IX, Kelurahan Sambung Jawa, Makassar City. The technical implementation of Phase 1 is education using the lecture method. Before the counseling is carried out, the service team conducts a pretest to measure the level of knowledge of participants before education. Then the participants' knowledge was measured through posttest after education. Measurement of participants' knowledge was done by distributing questionnaires. Stage 2 is the practice of making cream from lime peel extract and chicken egg shell powder by distributing modules to each participant. From the results of the activity, the results of Phase I showed that there was an increase in participants' knowledge about the effects and impacts of using harmful cosmetics, where the average score of participants in the pretest was 6.43 and the posttest was 9.3. And in stage 2, it was found that the participants were able to process the waste of lime peel and chicken egg shells into anti-aging face cream products that are safe for daily use.Keywords: counseling, practice, cosmetics, nips peel, chicken egg shellMasyarakat perkotaan adalah masyarakat dengan tingkat paparan polusi terbesar, yang dapat menyebabkan kerusakan kulit, seperti penuaan dini (aging). Perawatan utama untuk mencegahnya adalah pemakaian kosmetik pelindung matahari dan yang mengandung antioksidan. Kulit jeruk nipis dan cangkang telur ayam merupakan limbah yang melimpah di lingkungan, ke dua limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan pembuatan krim. Berdasarkan wawancara dengan beberapa warga di wilayah RT 6 RW IX, mereka tidak mengetahui bahaya kosmetik dan bagaimana mengolah limbah kulit jeruk nipis dan cangkang telur ayam menjadi kosmetik. Masyarakat banyak yang menggunakan kosmetik tanpa memperhatikan apakah kosmetik tersebut terdaftar atau tidak pada BPOM, masyarakat juga tidak memperhatikan kandungan kosmetik tersebut. Mereka umumnya membeli karena pengaruh iklan dan informasi dari orang-orang terdekat/tetangga mereka.Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih masyarakat dalam pembuatan Krim dari ekstrak kulit jeruk nipis dan cangkang telur ayam serta Penyuluhan tentang kosmetik yang berbahaya. Khalayak sasaran ialah masyarakat RT 6 RW IX Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar. Metode pelaksanaan Pengabmas  ini adalah penyuluhan dan praktik pembuatan krim anti aging dari ekstrak kulit jeruk nipis dan cangkang telur ayam jumlah peserta 30 orang masyarakat RT 6 RW IX Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar. Teknis pelaksanaan Tahap 1 dilakukan edukasi dengan metode ceramah, Sebelum dilakukan penyuluhan, tim pengabdi melakukan pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum edukasi. Kemudian dilakukan pengukuran pengetahuan peserta melalui posttest setelah edukasi. Pengukuran pengetahuan peserta dilakukan dengan membagikan kuesioner.  Tahap 2 dilakukan praktik pembuatan krim dari ekstrak kulit jeruk nipis dan serbuk cangkang telur ayam dengan dibagikannya modul kepada setiap peserta. Dari hasil kegiatan dapat di dapatkan hasil Tahap I menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang efek dan dampak penggunaan kosmetik berbahaya, dimana skor rata-rata peserta pada pretest sebesar 6,43 dan posttest sebesar 9,3. Dan pada tahap 2 ditemukan hasil bahwa peserta sudah dapat mengolah limbah kulit jeruk nipis dan cangkang telur ayam menjadi produk krim wajah anti aging yang aman digunakan sehari-hari.Kata kunci : penyuluhan, praktik, kosmetik, kulit jeruk nips, cangkang telur ayam
PEMBERDAYAAN SISWA DALAM UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI EDUKASI PENTINGNYA TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 3 KOTA MAKASSAR Nurisyah Nurisyah; Asyhari Asyikin; Hijrawati Ayu Wardani
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kefarmasian
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.822 KB) | DOI: 10.32382/jpk.v1i2.1905

Abstract

Anemia pada remaja putri dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat, tubuh pada masa pertumbuhan mudah terinfeksi, kebugaran tubuh berkurang, semangat belajar/prestasi menurun. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan beberapa siswa SMP Negeri 3 Kota Makassar, diketahui bahwa mereka pada umumnya merasakan sakit kepala dan lesu saat mensturasi yang menunjukkan adanya gejala anemia, untuk mengatasi masalah yang dihadapi mitra, maka perlu dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di SMP Negeri 3 Kota Makassar. Luaran yang diharapkan untuk dapat dinikmati langsung oleh siswa adalah : (1) Meningkatnya pengetahuan siswa tentang Pentingnya Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri, dan (2) Pencanangan Sabtu sehat dengan mengkonsumsi TTD secara bersama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan 2 tahap, yaitu tahap 1 penyuluhan tentang “Pentingnya TTD pada Remaja Putri”, dan tahap 2 adalah melakukan program minum TTD secara bersama yang dilakukan setiap hari sabtu. Adanya pandemi Covid-19 sehingga kegiatan minum TTD dilakukan dengan membagikan masing-masing 10 biji TTD kepada 50 siswa, selanjutnya pemantauan minum TTD dilakukan secara online menggunakan aplikasi zoom cloud meeting. Proses minum TTD dilakukan  setiap hari sabtu pukul 17.00 WITA selama 4 minggu berturut-turut, proses minum TTD bersama dilakukan dengan cara siswa menunjukkan minum TTD dengan mengaktifkan video masing-masing. Pelaksanaan minum TTD bersama dipantau oleh guru BP dan petugas kesehatan dari Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar. Hasil evaluasi keberhasilan penyuluhan menunjukkan bahwa nilai pre test rata-rata siswa yang mengikuti kegiatan penyuluhan adalah sebesar 3,78 (skala 10) dan nilai post test sebesar 8,46 (skala 10). Dengan demikian edukasi yang diberikan melalu penyuluhan meningkatkan tingkat pengetahuan siswa tentang pentingnya TTD  pada Remaja Putri.Kata kunci : anemia, penyuluhan, pemantauan pengunaan tablet TTD
PENYULUHAN DAN PRAKTEK CARA MEMBERSIHKAN MULUT MENGGUNAKAN PRODUK PASTA GIGI BERBAHAN AKTIF CANGKANG TELUR AYAM DAN KULIT JERUK NIPIS Nurisyah Nurisyah; Nuraeni Nuraeni
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kefarmasian
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.855 KB) | DOI: 10.32382/jpk.v1i1.1382

Abstract

Bila anak memiliki gigi yang tidak sehat, dia akan sulit mencerna makanan sehingga proses pertumbuhan si anak akan terganggu, akibatnya anak akan mudah terserang penyakit. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dibutuhkan untuk tetap menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Sikat gigi yang baik selalu menggunakan pasta gigi, sebagai bahan aktif pasta gigi dapat digunakan cangkang telur ayam dan kulit jeruk nipis. Cangkang telur ayam dan kulit jeruk nipis ini merupakan limbah yang dianggap sebagai bahan yang tidak bermanfaat, pada hal ke dua bahan tersebut mengandung senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan gigi dan mulut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi edukasi kepada siswa Paud Lorong Ar_Raihan Kota Makassar cara menggosok gigi yang baik dan benar. Disamping itu, dilakukan juga kegiatan praktek pembuatan pasta gigi berbahan aktif cangkang telur ayam dan kulit jeruk nipis oleh guru dan orang tua siswa. Kegiatan dilakukan pada bulan April 2019 di Jurusan Farmasi Poltekkes Makassar. Metode kegiatan dilakukan dengan cara mengdukasi tentang kesehatan gigi dan mulut dan simulasi cara gosok gigi yang baik dan benar; serta praktek pembuatan produk pasta gigi berbahan aktif serbuk cangkang telur dan ekstrak kulit jeruk nipis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah siswa mengikuti kegiatan edukasi dan praktek cara menggosok gigi yang baik dan benar, terjadi peningkatan wawasan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut dan telah dapat melakukan sikat gigi yang baik dan benar. Guru dan orang tua juga telah memahami cara pengolahan cangkang telur ayam dan kulit jeruk nipis menjadi produk pasta gigi. Kata kunci : kebersihan gigi, produk pasta gigi, limbah, cangkang telur, kulit jeruk nipis
Pengolahan Temulawak (Curcuma xanthorriza Robx) Menjadi Serbuk Temulawak Instan Sebagai Obat Napsu Makan Pada Anak Sisilia Teresia Rosmala Dewi; Sainal Edi Kamal; Zulfiah Zulfiah; Rina Asrina
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 2, No 2 (2021): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.337 KB) | DOI: 10.32382/jpk.v2i2.2308

Abstract

Curcuma xanthorrhiza Roxb. (Keluarga Zingiberaceae, umumnya dikenal sebagai temulawak atau kunyit Jawa di Indonesia), yang ditemukan baik di alam liar maupun dibudidayakan di Indonesia, telah digunakan secara tradisional untuk tujuan pengobatan. C. xanthorrhiza juga digunakan sebagai dan jamu cegok untuk menambah napsu makan dan  tonik di Indonesia. Xanthorrhizol (XNT) adalah senyawa seskuiterpenoid tipe bisabolane yang diekstrak dari Curcuma xanthorrhiza Roxb. Memiliki berbagai aktivitas biologis seperti appetite (napsu makan), antikanker, antimikroba, anti-inflamasi, antioksidan, antihiperglikemik, antihipertensi, antiplatelet, nephroprotective, hepatoprotektif, estrogenik dan efek anti-estrogenik. Karena banyak obat sintetik memiliki efek samping toksik dan tidak mampu mendukung peningkatan prevalensi penyakit, ada minat yang signifikan untuk mengembangkan produk alami sebagai terapi baru. XNT merupakan senyawa bioaktif alami yang sangat potensial yang dapat memenuhi kebutuhan penemuan obat baru saat ini. Untuk menghilangkan rasa pahit dari temulawak dirancang suatu produk Temulawak Instan yang digemari anak-anak. Pelatihan pembuatan produk ini ditujukan kepada ibu-ibu kader dan IRT Kelurahan Sambung Jawa Kecamatan Mamajang Kota Makassar. Lokasi ini dipilih dengan alasan anak-anak di daerah tersebut rata-rata mempunyai napsu makan yang sangat rendah dan MOU dengan Jurusan Farmasi Poltekkes Makassar. Diharapkan setelah pengabdian masyarakat ini, ibu-ibu kader dan IRT dapat menambah wawasan dan mempraktekkan pembuatan produk Temulawak Instan. Adapun luarannya berupa modul, video pembuatan produk dan materi.Kata kunci : Temulawak, Temulawak Instan, Napsu Makan Anak
Pelatihan Membuat Sediaan Masker Gel “peel off “ Dengan Bahan Alam Daun Kelor Sebagai Kosmetik Untuk Mencegah Penuaan Dini Pada Kulit muka Jumain Jumain; Asmawati Asmawati
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i1.2642

Abstract

Today the role of family members (mothers) in increasing income is still very small, housewives can help support family income, although now many have jobs outside the home, but many more stay at home, including young girls who drop out of school . Various skill activities that can be done by housewives and young women to increase family income, including making products made from raw materials that are cheap and easy to obtain and easy to produce. The results of the study of fresh Moringa leaves showed that the antioxidant power was 7 times stronger than Vitamin C. Rizkayanti's research, 2017 showed that the antioxidant activity of Moringa leaf extract IC50 = 22.18 bpj in the category of very strong antioxidant activity. Based on this, the community service team tried to apply it, so that Moringa can be used as a raw material for cosmetic products, namely "Feel Off" gel masks. The implementation of the activity begins with making an MOU on the kelurahan side, reviewing the area where the activity is carried out. A socialization was held on April 9, 2021 and the implementation of community service on April 10, 2021 was attended by 20 participants. Before giving the material and practice of making masks, a pre-test was conducted with the aim of seeing the participants' knowledge of the material provided, from the results of the Fre-test that 7 people (35%) participants had the knowledge and skills in the low category. After the training and practice, conducted a post test, 18 people (90%) knew the material was given and were skilled in making the "Peel Off" mask product which was categorized as good.Keywords: “Peel Off” Gel Mask, Moringa leaf extract, premature aging.Dewasa ini peranan anggota keluarga (ibu)   dalam meningkatkan penghasilan masih sangat kecil, Ibu  rumah tangga dapat membantu menopang penghasilan keluarga, walaupun sekarang  sudah banyak  memiliki pekerjaan diluar rumah, tetapi masih lebih banyak lagi tinggal di rumah saja, termasuk para remaja putri yang putus sekolah. Berbagai kegiatan keterampilan yang dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga dan remaja putri untuk menambah penghasilan keluarga, diantaranya membuat produk berbahan baku murah dan mudah didapatkan serta mudah diproduksi. Hasil penelitian  daun kelor segar menunjukkan kekuatan antioksidan 7 x lebih kuat di banding Vitamin C. Penelitian Rizkayanti, 2017 menunjukkan aktivitas antioksidant ekstrak daun kelor IC50 = 22.18 bpj kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Berdasar hal tersebut, maka  tim pengabmas  mencoba mengaplikasikannya, sehingga dapat dimanfaatkan  Kelor sebagai bahan baku  produk kosmetik yaitu  Masker gel “Feel Off”. Pelaksanaan kegiatan diawali  membuat MOU pada pihak kelurahan, Meninjau daerah tempat  kegiatan. Diadakan sosialisai pada tgl 9 April  2021 dan pelaksanaan kegiatan  tgl 10 April 2021 diikuti 20 orang peserta. Sebelum  pemberian materi dan praktek pembuatan Masker, terlebih dahulu dilakukan pre-test dengan tujuan tmelihat pengetahun peserta mengenai materi yang diberikan, dari hasil Fre-test bahwa 7 orang  (35 %)  peserta mempunyai pengetahuan dan  keterampilan termasuk  kategori  rendah. Setelah dilakukan pelatihan dan  praktek, dilakukan melakukan post tes di peroleh 18 orang ( 90%)  mengetahui  materi diberikan dan terampil dalam  membuat produk Masker “Peel Off “dikategorikan baik.Kata Kunci : Masker Gel “Peel Off”,  ekstrak daun Kelor, penuaan dini.
SAMPUL JURNAL PENGABDIAN KEFARMASI VOL 3 NO 1 MEI 2022 Hendra Stevani
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i1.2831

Abstract

Teh Temujahecang Sebagai Produk Inovatif Untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Sisilia Rosmala Dewi; Rusdiaman Rusdiaman; Santi Sinala; Sainal Edi Kamal; Zulfiayu Sapiun
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i1.2667

Abstract

“Temujahecang tea” is a drink that warms the body and the ingredients are from aromatic plants such as salvia leaves, temulawak, ginger, secang, cardamom, lemongrass leaves, cinnamon and mint leaves as flavorings in the drink. This tea has nutritious ingredients that have been proven to be beneficial for health, and herbal ingredients are now starting to be sought after by many people to restore health, especially in disease prevention. The results of several studies / studies show that the ingredients in this drink can prevent and reduce / minimize the occurrence of chronic diseases commonly experienced by the elderly / degenerative diseases, namely antioxidants, lowering cholesterol, preventing osteoporosis, anti-diarrhea, anti-cancer, so that people who drink this tea can improve health. Therefore we need an innovation to overcome this problem, namely making "Temujahecang Tea" with natural ingredients (herbal ingredients). The targets in this community service activity are partners in the Graha Matahari Permai Housing Block E Bontoala Village, Pallangga District, Gowa Regency. This activity is in the form of training in making tea from herbal ingredients. The purpose of this activity is to optimally empower natural resources so that it can encourage the community's economy by pioneering the temujahecang tea beverage home industry. The outputs of this activity are articles, products, modules, videos and IPR.Keywords : Temujahecang, Herbal Tea, Training“ Teh Temujahecang” adalah minuman penghangat/menghangatkan badan  dan bahannya berasal dari tanaman yang beraroma seperti daun salvia, temulawak, jahe, secang, kapulaga, daun sereh, kayu manis dan daun mint sebagai perasa dalam minuman tersebut. Teh ini memiliki bahan-bahan berkhasiat telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan, dan bahan-bahan herbal saat ini mulai banyak dicari orang untuk memulihkan kesehatan terutama dalam preventiv/pencegahan penyakit. Hasil dari beberapa riset/penelitian menunjukkan bahwa bahan dalam minuman ini dapat  mencegah  dan mengurangi/ meminimalkan  terjadinya  penyakit  kronis yang biasa dialami lansia/penyakit degeneratif yaitu antioksidan, menurunkan kolesterol, mencegah osteoporosis, anti diare, anti kanker, sehingga masyarakat yang minum teh ini dapat meningkatkan kesehatan. Oleh karena itu perlu suatu inovasi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu membuat ”Teh Temujahecang” dengan bahan alam (bahan herbal). Sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyrakat ini adalah mitra  di  Perumahan Graha Matahari Permai Blok E Desa Bontoala Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.  Kegiatan  ini  berupa pelatihan pembuatan teh dari bahan herbal. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan sumber daya alam secara optimal sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat dengan jalan perintisan home industry minuman teh temujahecang. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah artikel, produk, modul, video dan HKI.Kata Kunci : Temujahecang, Teh Herbal, Pelatihan
Pembuatan Scrub Wajah (Facial Scrub) Berbahan Dasar Habbatussaudah Kombinasi Bangley Untuk Mencerahkan & Menghaluskan Kulit Wajah Tajuddin Abdullah; Ratnasari Dewi; Hendra Stevani
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i1.2704

Abstract

 Nigella sativa or black cumin is known to have the ability as an antibacterial Staphylococcus aureus which is commonly found on facial skin which usually causes inflammation. Bangle or bonglai is known by the public as a spice plant belonging to the meeting tribe members. The rhizome can be used as a spice and medicinal ingredients. In some rural communities, it is used to give a calm or relaxing effect to babies and children who are often restless or fussy at night by applying it to the forehead and body of the child. Facial scrubs (Facial scrubs) are beauty products that have coarse granules whose function is to remove dead skin cells, thus smoothing facial skin and lifting dirt from facial skin. Scrubbing is one of the treatments to help remove dead skin cells. The combination of Black Seed and Bangley can produce a facial scrub product that is inexpensive and does not contain chemicals so that the facial skin looks healthy and radiant. Antioxidant compounds are able to ward off free radicals and Fe metal. Free radicals are atoms or molecules that are very unstable, highly reactive and damage tissues. Quality control of cosmetic preparations circulating in the community is very important to prevent the occurrence of diseases that endanger health. The use of vitamin C sources derived from fruits and vegetables that are healthier and safer as a substitute for artificial vitamin C made from chemicals is to avoid the side effects caused.Keywords: facial scrub, bangley, habbatussauda Nigella sativa atau jintan hitam diketahui memiliki kemampuan sebagai antibakteri  Staphylococcus aureus yang biasa terdapat pada kulit wajah yang biasanya menimbulkan peradangan. Bangle atau bonglai dikenal oleh masyarakat sebagai  tanaman rempah – rempah anggota suku temu – temuan . Rimpangnya dapat digunakan sebagai bumbu dapur dan bahan obat - obatan. Pada sebahagian masyarakat desa digunakan  untuk memberikan  efek tenang atau relaksasi pada bayi dan anak yang sering gelisah atau rewel pada malam hari dengan cara dibalurkan dikuning dan badan anak. Scrub wajah (Facial scrub) adalah produk kecantikan yang memiliki butiran – butiran kasar yang fungsinya untuk mengangkat sel kulit yang sudah mati,sehingga menghaluskan kulit wajah serta dapat mengangkat kotoran dari kulit wajah. Scrubing adalah salah satu perawatan untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Kombinasi antara Habbatussaudah dan bangle dapat menghasilkan suatu produk scrub wajah yang murah dan tidak mengandung bahan kimia sehingga menjadikan kulit wajah sehat berseri.    Senyawa antioksidan mampu menangkal radikal bebas dan logam Fe. Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang sifatnya sangat tidak stabil, sangat reaktif dan merusak jaringan. Kontrol kualitas sediaan kosmetika yang beredar di masyarakat sangat penting dilakukan guna mencegah terjadinya penyakit yang membahayakan kesehatan. Penggunaan sumber vitamin C yang berasal dari buah  dan sayur – sayuran  yang lebih sehat dan aman sebagai pengganti vitamin C buatan yang berbahan kimia adalah untuk menghindari efek samping yang ditimbulkan.Kata kunci   : facial scrub, bangley, Habbatussauda
Kopi Anti-Diabetes “Mahoni Coffee” Untuk Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus Sisilia Teresia Rosmala Dewi; Rusdiaman Rusdiaman; Ismail Ibrahim; Sainal Edi Kamal
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 2, No 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i1.2600

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is one of the degenerative diseases that is now suffered by many people in the world, especially type 2 diabetes mellitus. can be used as an anti-diabetic drug. One of the plants commonly used as traditional medicine is the small leaf mahogany seed (Swietenia mahagoni Jacq.). Traditionally, the seeds are efficacious as a medicine for high blood pressure, diabetes, appetite stimulant, rheumatism medicine, fever, colds, gout, and eczema. The seeds of this mahogany contain high flavonoid compounds. The flavonoids that are also present in this coffee can give a pungent and bitter taste when consumed. Most people with diabetes are reluctant to eat mahogany seeds because of their bitter taste. Coffee, which is a favorite drink for most Indonesian people, can be an alternative to complementary functional drinks to cover the bitter taste of the mahogany seeds. We introduce to the posyandu cadres, Connect Java Village, Mamajang District, Makassar City, by practicing the way of making "Mahoni Coffee" Anti-Diabetes Coffee for Diabetes Mellitus Prevention. By sorting, peeling the skin, drying in the sun, frying the mahogany seeds, followed by refining, using a blender, filtered, put in a package and given instructions on how to use it. The introduction and method of processing traditional medicine into Mahogany Coffee products was carried out mid-May to July 2019. At the end of this community service, we distributed a pocket book on making Mahogany Coffee and distributed the product to posyandu cadres and the community of Connect Jawa Sub-district, District Mamajang Makassar City.Keywords: Anti-Diabetic Coffee “Mahoni Coffee” Diabetes MellitusDiabetes melitus (DM) adalah salah satu penyakit degeneratif yang sekarang banyak diderita oleh penduduk dunia, terutama diabetes melitus tipe 2. Banyak obat-obatan yang digunakan untuk mengobati diabetes melitus, namun kebanyakan memberikan efek samping yang tidak diinginkan sehingga dicari bahan-bahan alami yang dapat menjadi obat anti diabetes Salah satu tanaman yang biasa digunakan sebagai obat tradisional adalah biji mahoni daun kecil (Swietenia mahagoni Jacq.). Secara tradisional, bijinya berkhasiat sebagai obat tekanan darah tinggi, kencing manis, perangsang nafsu makan, obat rematik, demam, masuk angin, encok, dan eksim. Biji dari mahoni ini mengandung senyawa flavonoid yang cukup tinggi. Flavonoid yang juga terdapat dalam kopi ini dapat memberikan rasa yang sepat dan pahit ketika dikonsumsi. Kebanyakan orang penderita diabetes enggan mengonsumsi biji mahoni dikarenakan rasa pahit yang dimilikinya. Kopi yang merupakan minuman kesukaan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia dapat menjadi alternatif minuman fungsional pelengkap untuk menutupi rasa pahit dari biji mahoni tersebut. Kami kenalkan ke ibu-ibu kader posyandu Kelurahan Sambung Jawa Kecamatan Mamajang Kota Makassar, dengan mempraktekkan cara pembuatan Kopi Anti-Diabetes “Mahoni Coffee” Untuk  Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus. Dengan cara sortasi, mengupas kulit, menjemur, menggoreng biji mahoni, dilanjutkan dengan penghalusan, menggunakan blender, disaring, dimasukkan dalam kemasan dan diberi aturan cara pakai. Pengenalan dan cara pengolahan obat tradisional sampai menjadi produk Mahoni Coffee sudah dilakukan pertengahan bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2019. Pada akhir pengabdian masyrakat ini kami membagikan buku saku tentang pembuatan Mahoni Coffee dan membagikan produk ke ibu-ibu kader posyandu dan masyarakat Kelurahan Sambung Jawa Kecamatan Mamajang Kota Makassar.Kata Kunci : Kopi Anti-Diabetes “Mahoni Coffee” Penyakit Diabetes Melitus