cover
Contact Name
Fahrul Basir
Contact Email
fahrulb@uncp.ac.id
Phone
+6285399753612
Journal Mail Official
pedagogy@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Latammacelling No.9 Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25023802     EISSN : 25023799     DOI : https://doi.org/10.30605/pedagogy
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan artikel penelitiannya. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini membahas berbagai topik yang terkait dengan pembelajaran matematika.
Articles 505 Documents
MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA KELAS VIII DI SMP PLUS AL HIDAYAH BLIMBINGSARI Putri, Nuzula Roliana; Hermanto, Hermanto; Wapa, Andi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/axm8df67

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran matematika yang ditandai dengan minimnya partisipasi siswa dalam bertanya, menjawab pertanyaan, dan berdiskusi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 25 siswa. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran TPS dan untuk mengetahui peningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika di kelas VIII SMP Al- Hidayah Blimbingsari pada materi bangun ruang. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2024/2025 di bulan November sampai Desember 2025 dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes pemahaman, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, persentase keaktifan siswa mencapai 44%, meningkat menjadi 72% pada siklus II. Pemahaman siswa juga mengalami peningkatan dari dengan ketuntasan klasikal meningkat dari 60% menjadi 88%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair Share dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika di kelas VIII SMP Plus Al Hidayah Blimbingsari.
PENGEMBANGAN FILM ANIMASI MATEMATIKA BERILUSTRASI UPACARA ADAT JAMBI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Laily, L4ily; Sabil, Husni; Novferma, Novferma
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/zsd6kq96

Abstract

Pembelajaran matematika yang bermakna memerlukan media yang mampu melibatkan siswa secara aktif dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah media visual yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menilai kelayakan film animasi matematika yang mengintegrasikan budaya lokal upacara adat sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Sarolangun dengan subjek dalam penelitian ini meliputi dosen Pendidikan Matematika Universitas Jambi sebagai tim ahli, yang terdiri atas ahli materi dan ahli desain. Selain itu, penelitian juga melibatkan guru matematika SMP pada tahap uji coba perorangan, 9 orang siswa kelas VII A pada uji coba kelompok kecil. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, media film animasi yang dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan dalam pembelajaran matematika dengan tingkat kelayakan masing-masing sebesar 87% dan 93,3%. Selain itu, hasil uji coba perorangan yang melibatkan guru matematika menunjukkan bahwa film animasi tersebut mampu meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Meskipun demikian, terdapat beberapa saran perbaikan, terutama pada kejelasan instruksi serta penambahan variasi soal. Oleh karena itu, film animasi matematika yang dikembangkan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang efektif dan menarik, sekaligus berpotensi membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa serta mengenalkan nilai budaya lokal Jambi kepada siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MEYELESAIKAN PEMECAHAN MASALAH OPEN – ENDED PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS Zahra, Afifa Nabila; Rohati, Rohati; Marlina, Marlina
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/s5a8j875

Abstract

Kemampuan representasi matematis berperan penting dalam proses pemecahan masalah, khususnya pada soal open-ended yang menuntut fleksibilitas berpikir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah open-ended pada materi Teorema Pythagoras. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori kemampuan representasi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes tertulis berbentuk soal open-ended serta wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik representasi matematis pada setiap kategori kemampuan. Siswa dengan kemampuan tinggi mampu mengintegrasikan representasi verbal, visual, dan simbolik secara tepat dan fleksibel. Siswa kategori sedang mampu menggunakan representasi verbal dengan cukup baik, namun masih mengalami kesulitan dalam konsistensi representasi visual dan simbolik. Sementara itu, siswa kategori rendah belum mampu mengonstruksi representasi matematis secara sistematis dan mengalami kesulitan dalam mentransformasikan permasalahan ke dalam model matematika. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan dasar siswa memengaruhi kualitas dan kelengkapan representasi matematis yang digunakan dalam pemecahan masalah open-ended pada materi Teorema Pythagoras.
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD TERHADAP PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS KELAS VIII SMP Alkadri, Muhammad Aras; Baidowi, Baidowi; Novitasari, Dwi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/5jt60y49

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik, yang disebabkan oleh kurangnya kebiasanaan mengerjakan soal cerita, sehingga membuat mereka asing dengan permasalahan konstektual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKPD dalam meningkatkan pemecahan masalah peserta didik kelas VIII SMPN 23 Mataram. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi-experimental dengan desain posttest-only control design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMPN 23 Mataram sebanyak 68 peserta didik yang terbagi menjadi dua kelas, yaitu VIII A dan VIII B. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Kelas VIII A (34 peserta didik) sebagai kelompok eksperimen menggunakan model PBL berbantuan LKPD dan kelas VIII B (34 peserta didik) sebagai kelompok kontrol menggunakan model STAD berbantuan LKPD. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan tes pemecahan masalah menurut Polya. Berdasarkan hasil analisis data deskriptif, menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah kelompok eksperimen lebih unggul dibandingkan kelompok kontrol. Hasil analisis statistik inferensial dengan uji-t menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang diberikan perlakuan model PBL berbantuan LKPD lebih besar dari pada diberi perlakuan model STAD berbantuan LKPD peserta didik kelas VIII SMP Negeri 23 Mataram. Berdasarkan rata-rata nilai posttest kemampuan pemecahan masalah pada kelompok eksperimen sebasar 78,89, dan ketuntasan belajar klasikal dari kelompok eksperimen 85% peserta didik yang tuntas, artinya terdapat 29 peserta didik yang mencapai nilai ≥75. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKPD efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik SMPN 23 Mataram Tahun Ajaran 2025/2026.
INTEGRASI BUDAYA LOKAL PADA E-MODUL MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP : KAJIAN LITERATUR SISTEMATIK Ni Putu Widya Kumala Sari; Suweken, Gede; Parwati, Ni Nyoman
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/f6t7xy95

Abstract

Perkembangan era Revolusi Industri 4.0 menuntut pembelajaran matematika yang mampu mengembangkan keterampilan abad ke-21, salah satunya kemampuan pemecahan masalah. Namun, berbagai hasil penelitian dan asesmen pendidikan menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP masih tergolong rendah. Kondisi ini menuntut adanya inovasi bahan ajar yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga kontekstual dan dekat dengan kehidupan siswa. Salah satu alternatif yang berpotensi menjawab permasalahan tersebut adalah pemanfaatan e-modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan budaya lokal. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis hasil-hasil penelitian terkait integrasi budaya lokal dalam e-modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP. Data diperoleh dari berbagai penelitian nasional maupun internasional yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan, meliputi kesesuaian topik, jenjang pendidikan, jenis penelitian, serta keterbaruan publikasi. Hasil kajian dari artikel yang dianalisis (100%) menunjukkan bahwa e-modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui penyajian masalah kontekstual yang mendorong siswa untuk memahami masalah, merencanakan strategi penyelesaian, dan mengevaluasi solusi yang diperoleh. Integrasi budaya lokal dalam e-modul membantu siswa mengaitkan konsep matematika dengan pengalaman nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, penggunaan e-modul berbasis teknologi meningkatkan kemandirian dan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi budaya lokal dalam e-modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) berpotensi efektif sebagai bahan ajar inovatif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP. Namun, untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti perlu diperlukan penelitian lebih lanjut.
ANALISIS KEMAMPUAN ARGUMENTASI MATEMATIS SISWA DALAM PENYELESAIAN SOAL OPEN-ENDED PADA SISWA SMP KELAS VIII Hasanah, Uswatun; Rohati, Rohati; Marlina, Marlina
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/exb8a520

Abstract

Kemampuan argumentasi matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam menyelesaikan soal open-ended yang menuntut penalaran, justifikasi, dan komunikasi matematis. Namun, pada kenyataannya, banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam menyusun argumentasi matematis yang logis, sistematis, dan lengkap, terutama pada materi bilangan berpangkat. Kondisi ini menunjukkan pentingnya dilakukan analisis mendalam terhadap kemampuan argumentasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan argumentasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal open-ended pada materi bilangan berpangkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan siswa kelas VIII SMP sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes soal open-ended dan wawancara semi terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan kerangka argumentasi Toulmin yang meliputi claim, data, warrant, backing, qualifier, dan rebuttal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan argumentasi matematis siswa berada pada kategori yang bervariasi, dimana sebagian siswa mampu menyampaikan claim dan data dengan baik, namun masih mengalami kesulitan dalam menyusun warrant, backing, qualifier, dan rebuttal secara lengkap. Kesulitan tersebut disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep dan kurangnya pengalaman dalam menyelesaikan soal open-ended. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang dapat mendukung pengembangan kemampuan argumentasi matematis siswa secara optimal.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SANGGAR BIMBINGAN PANDAN MALAYSIA Fadilah, Nurul; Wahyuni, Sri
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/2rwj4412

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika, namun masih tergolong rendah akibat pembelajaran yang bersifat konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif, khususnya di Sanggar Bimbingan Pandan Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbasis Wordwall terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa serta respon siswa terhadap pembelajaran tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest terhadap 8 siswa. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan peningkatan kemampuan siswa serta analisis statistik inferensial melalui uji paired sample t-test untuk menguji perbedaan kemampuan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa meningkat dari 50,00 pada pretest menjadi 86,25 pada posttest, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 3,72. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbasis Wordwall berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TIC TAC TOE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BILANGAN BERPANGKAT SISWA MTS nurfadila, Ulfa; Setiawan, Agus; Anwar, M. Saidun; Wawan, Wawan; choirudin, choirudin
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/9x3k9603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan, kepraktisan, serta efektivitas media pembelajaran Tic Tac Toe Matematika pada materi bilangan berpangkat. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas VIII C MTs Ma’arif 1 Punggur. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli, angket respons siswa, serta tes pretest dan posttest. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh persentase 94% dari ahli materi dan 94,28% dari ahli media dengan kategori sangat valid. Kepraktisan media berdasarkan angket respons siswa memperoleh persentase 81% dengan kategori sangat menarik. Efektivitas media berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Selain itu, hasil analisis N-gain sebesar 0,7756 (77,56%) termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran Tic Tac Toe dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bilangan berpangkat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TSTS BERBANTU MEDIA FLIPCHART TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Zulfa, Nur Ngazizatuz; Choirudin, Choirudin; Wawan, Wawan; Setiawan, Agus; Anwar, M. Saidun
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/p7hf9a26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) yang didukung oleh media flipchart terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa SMP. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan komunikasi matematika siswa akibat dominasi metode pembelajaran konvensional dan berpusat pada guru. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental menggunakan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Ma'arif 1 Metro, dengan sampel dua kelas yang dipilih melalui sampling acak berkluster: kelas VIII B sebagai kelas eksperimen (TSTS dengan flipchart) dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Data dikumpulkan melalui tes keterampilan komunikasi matematika dalam bentuk pertanyaan deskriptif. Validitas instrument diuji melalui penilaian ahli dan reliabilitasnya diukur menggunakan Cronbach's Alpha. Analisis prasyarat meliputi uji normalitas dan homogenitas, diikuti dengan uji hipotesis menggunakan t-test sampel independen. Hasil menunjukkan perbedaan yang signifikan pada skor post-test antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan nilai signifikansi 0.003 < 0.05. Selain itu, perhitungan ukuran efek menghasilkan nilai 0,80 yang termasuk dalam kategori “tinggi”. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran kooperatif TSTS yang berbantu media flipchart memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan komunikasi matematika siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Model ini direkomendasikan sebagai alternatif inovatif bagi guru matematika untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan meningkatkan keterampilan komunikasi siswa.
PENERAPAN PERMAINAN SUDOKU TERHADAP KEMAMPUAN OPERASI HITUNG BILANGAN CACAH SISWA KELAS V MI WALI SONGO Hidayah, Salma; Anwar, M. Saidun; Wawan, Wawan; Setiawan, Agus; Choirudin, Choirudin
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/wb7q3x31

Abstract

Pembelajaran matematika pada materi operasi hitung bilangan cacah di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya pemahaman konsep, kesalahan perhitungan, serta kurangnya motivasi belajar siswa akibat penggunaan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan permainan Sudoku terhadap kemampuan operasi hitung bilangan cacah siswa kelas V MI Wali Songo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas (Shapiro-Wilk), uji homogenitas (Levene Test), serta uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kelas eksperimen dengan selisih rata-rata sebesar 23,48, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 5,32. Uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) dengan selisih rata-rata sebesar 18,88. Dengan demikian, permainan Sudoku terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan operasi hitung bilangan cacah siswa. Hasil ini menegaskan bahwa integrasi permainan edukatif dapat menjadi strategi inovatif dalam pembelajaran matematika.