Articles
50 Documents
Penyuluhan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Ibu Balita : Counseling about complete basic immunization for mothers of toddlers
Masulilli, Fitria;
Jurana, Jurana;
Irsanty, Collein;
Pangaribuan, Helena;
Baiq Emy, Nurmalisa;
Supirno, Supirno;
Ayu, Sri Manika;
Marlin, Marlin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 3 No. 1 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33860/jpml.v3i1.3317
Introduction Complete national routine immunization coverage is currently slowly increasing again after the COVID pandemic from 84% in 2019 to 94.9% in 2022. Indonesian children have been immunized. This increase was given a good score but not enough, because there are still around 5% or 240,000 Indonesian children who have not received additional protection from complete basic immunization, meaning these children are still at high risk of contracting diseases that can be prevented by immunization (PD3I). The Ministry of Health targets 100 percent of babies to receive complete basic immunization (IDL) by 2023. This community service aims to provide knowledge to mothers of toddlers about complete basic immunization (0 to 11 months). This service method takes the form of counseling and giving leaflets to mothers of toddlers. This community service activity was carried out at Latulip Posyandu, Layana Village, Talise Health Center working area on June 21 2023. The target audience for this community service activity was all mothers with toddlers who live in Layana Village as the Talise Health Center Working Area, 18 mothers of toddlers. The results of the activity were the knowledge of mothers of toddlers about complete basic immunization after counseling, namely the majority with good knowledge, 15 participants (83.3%) and 3 participants (16.7%) with sufficient knowledge. The conclusion is that this community service activity can provide understanding to mothers of toddlers about complete basic immunization. Suggestions to the Talise Community Health Center to continue to increase community knowledge and provide motivation for mothers of toddlers to support the success of achieving complete basic immunization coverage according to the national target of 100 percent.
Edukasi tentang Hipertensi bagi Kader dan Lansia Hipertensi di Posbindu Penyakit Tidak Menular: Education about Hypertension for Cadres and Hypertension Elderly at Posbindu Non-Communicable Diseases
Sukmawati, Sukmawati;
Nurarifah, Nurarifah;
Nitro, Galenzo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 3 No. 1 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33860/jpml.v3i1.3318
Introduction: Efforts to handle non-communicable diseases, including hypertension, are trying to be formed based on cooperation and support from all elements of society who care about disease control through Posbindu PTM. Apart from early detection of hypertension, sufferers who have been given treatment are also expected to continue to regularly control their health at Posbindu PTM. Posbindu PTM activities in North Luwuk District include health promotion and services by cadres and supported by North Luwuk Health Center UPT health workers. In North Luwuk District, based on visit data, almost all of them are elderly category of hypertension sufferers. This community service aims to provide education about hypertension to cadres and elderly people with hypertension. The method of this educational activity is by means of counseling using leaflet media. The activity will be carried out on October 3 2023. The target is 35 people consisting of cadres and elderly people with hypertension. The results of the post test evaluation show an increase in knowledge after education. Advice to the target, it is hoped that they will continuously refresh their knowledge about hypertension so that early detection is maximized and they are able and willing to control their health.
Edukasi Kesehatan Tentang Manajemen Nyeri Di Kota Jayapura: Health Education About Pain Management in Jayapura City
Fitriani, Fitriani;
Afelya, Titi Iswanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 3 No. 1 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33860/jpml.v3i1.3319
Latar Belakang : Nyeri merupakan hasil sensasi yang penting bagi tubuh yaitu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan atau dijelaskan dalam istilah seperti kerusakan. Meskipun nyeri biasanya dialami sebagai ketidaknyaman dan ketidak inginan, nyeri juga memberikan peran perlindungan, memberi peringatan terhadap kemungkinan kondisi yang mengancam kesehatan. Salah satu pelayanan yang dapat diberikan untuk mengatasi permasalah nyeri yang dialami oleh seseorang adalah dengan menajemen nyeri. Hal ini menjadi dasar dirancangnya kegiatan pengabdian ini melalui edukasi terkait manajemen nyeri di Kota Jayapura. Tujuan : Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang manajemen nyeri dalam mengurangi respon nyeri yang dialami. Metode : Kegiatan Pengabdian dilaksanakan dengan metode edukasi menggunakan media serta diskusi dengan peserta. Kegiatan dilakukan dengan pre test dan post test untuk menilai tingkat keberhasilan kegiatan. Hasil : Pengetahuan peserta tentang manajemen nyeri setelah dilaksanakan edukasi semakin meningkat dimana kategori pengetahuan baik sebelum intervensi berjumlah 40 orang dan setelah diberikan edukasi menjadi 52 orang. Kesimpulan : Kegiatan edukasi kesehatan tentang manajemen nyeri untuk membantu peserta dalam mengelola nyeri berhasil, dimana pengetahuan peserta tentang manajemen nyeri meningkat. kegiatan tentang edukasi dapat dilanjutkan bukan hanya terbatas pada penyuluhan namun dilengakpi dengan pelatihan yang dapat memberikan keterampilan mandiri kepada masyarakat dalam menerapkan manajemen nyeri secara non farmakologi
Aktifitas fisik berupa Senam Lansia pada Masa New Normal: Physical activity in the form of Elderly Exercise during the New Normal Period
Siregar, Hasbunsyah;
Baiq Emy, Nurmalisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 2 No. 2 (2023): MARET 2023
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33860/jpml.v2i2.3348
Introduction: The new normal period requires people to implement health protocols including social distancing which requires staying at home. This causes a decrease in community activity, including the elderly, who are a vulnerable group in the transmission of Covid-19. On the other hand, a decrease in the activity of the elderly can lead to reduced immunity and the health of the elderly in general. The aim of this community service is to increase the motivation of elderly people to do elderly exercise by implementing health protocols. Method This community service activity was carried out on June 10 2022. The targets involved in this community service activity were all elderly people and PSTW Tentena Madago administrators. Health promotion in the form of counseling and direct practice of exercise for the elderly is the method used to carry out this community service. Counseling material was carried out before the exercise by emphasizing the importance of physical activity for the elderly during the new normal period as an effort to increase the immunity of the elderly. The results of educational activities and elderly exercise can increase the motivation of elderly people to get involved in elderly exercise at PSTW Madago. Physical activity in the form of exercise for the elderly needs to be routine as an effort to maintain the health of the elderly at PSTW Madago
Meningkatkan Status Kesehatan Anak Sekolah Dasar dengan memberikan edukasi dan demonstrasi: Improving The Health Status Of Primary School Children By Providing Education and Hand Washing Demonstration
gustini, gustini;
Mua, Estelle Lilia;
Assa, Anggri Alfira Yunita;
Wartana, I Kadek;
Sekeon, Robi A.;
Sepang, Janice
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 3 No. 1 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33860/jpml.v3i1.3452
Salah satu indicator perilaku hidup bersih dan sehat adalah mencuci tangan enam langkah yang baik dan benar. Sehingga anak sekolah dasar wajib mengetahui dan bisa mempraktikkan cuci tangan yang baik dan benar. Adapun tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan edukasi untuk menambah pengetahuan siswa siswi tentang bagaimana cara mencuci tangan yang benar dan tepat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2022. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini yaitu siswa/siswi sekolah dasar sebanyak 42 orang. Metode pengabdian yaitu memberikan edukasi peningkatan pengetahuan siswa/siswa tentang cara mencuci tangan yang benar dan tepat. Hasil kegiatan ini diperoleh sebagian besar peserta dapat menyebutkan cara mencuci tangan, tujuan mencuci tangan, dan mampu mepraktikkan 6 langkah cuci tangan yang tepat dan benar. Kegiatan penyuluhan ini dapat dijadikan salah satu program di Sekolah Dasar Negeri 1 Bo’e dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan status kesehatan aanak sekolah dasar dengan membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas terutama pada saat sebelum makan.
Edukasi EDUKASI MANAJEMEN BENCANA UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA PELAJAR DI SMAN 2 LUWUK KABUPATEN BANGGAI: Disaster Management Education to Improve Disaster Preparedness among Students at SMAN 2 Luwuk, Banggai Regency
Mangemba, Dg;
Alfrida Mangundap, Selvi;
Kurniasari Yuwono, Dian;
Subchan, Djadid;
Hasan, Sri Musriniawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 3 No. 2 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33860/jpml.v3i2.3456
Introduction: The Banggai region and the Banggai islands are in an area prone to earthquakes and tsunamis. The Bangai and Banggai Islands areas experienced an earthquake with a magnitude of 6.9 on the SR which shocked the residents of Luwuk and caused a lot of damage. The aim of this service activity is to increase community preparedness, in this case students, in facing disasters. The methods used in this community service are lectures, questions and answers, and discussions. The tools and media used in this PKM are questionnaires, laptops, LCDs, screens and disaster management leaflets. The questionnaire contains questions related to health education material about disaster management which will be given to pre- and post-education respondents. Results: There were 94 participants in the activity, consisting of 6 teachers and 88 students. There was an increase in the proportion of participants with good knowledge of disaster management from 62.5% to 90%. The question item that shows the greatest improvement in knowledge is about important numbers that need to be known regarding disasters and signs of a tsunami. The suggestion from this activity is the need to improve education on disaster preparedness management for students at SMAN 2 Luwuk by increasing outreach and training activities related to disasters so that students are prepared to face disasters.
Skrining dan Penyuluhan Kesehatan pada Lansia pada Masa New Normal di Panti Tresna Werdha Madago: Health Screening and Counseling for the Elderly during the New Normal Period at the Nursing Home Madago
Nurmalisa, Baiq Emy;
Siregar, Hasbunsyah;
Kindang, Ismunandar Wahyu;
Savira, Niluh Nita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 2 No. 2 (2023): MARET 2023
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33860/jpml.v2i2.3476
Pendahuluan Pada periode new normal, lansia merupakan salah satu kelompok rentan yang berpotensi menghadapi risiko tinggi mengalami gejala parah hingga risiko kematian. Akan tetapi pada periode tersebut akses pelayanan kesehatan kepada lansia melalui kegiatan posyandu lansia menjadi terganggu. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan skrining kesehatan dan edukasi kepada lansia tentang hipertensi dan diabetes melitus Metode. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Lansia yang tinggal di PSTW Madago Tentena yang berjumlah 42 orang. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 27 Mei 2022 di aula PSTW Madago. Tim pengabdi dalam hal ini mahasiswa prodi Ners Poltekkes Palu bersama Tim dosen sudah melakukan tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil Kesuksesan pencapaian tujuan terlihat dari tingkat pemahaman peserta mengenai pengertian, tanda gejala, pencegahan dan penatalaksanaan terkait hipertensi dan diabetes melitus. Selain itu hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebanyak 38% lansia mengalami hipertensi derajat 1 dan beberapa lansia memiliki gula darah di atas normal. Saran bagi PSTW Madago untuk terus berkoordinasi dengan Puskesmas Maroso untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan edukasi terkait kesehatan pada lansia.
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga sebagai Upaya Meningkatkan Imunitas di Masa Pandemi Covid 19: Utilization of Family Medicinal Plants as an Effort to Increase Immunity during the Covid 19 Pandemic
Aminuddin, Aminuddin;
Supetran, I Wayan;
Nurmalisa, Baiq Emy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 2 No. 1 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33860/jpml.v2i1.3479
Pendahuluan Selama masa pandemi, banyak individu yang berupaya menjaga kesehatan dan keselamatan pribadi mereka untuk menghindari paparan virus Covid-19. Upaya ini mencakup peningkatan imunitas atau daya tahan tubuh guna melindungi diri dari berbagai jenis serangan patogen, sehingga tubuh dapat tetap dalam keadaan yang sehat. Salah satu langkah untuk mencegah penularan Covid-19 adalah menggunakan metode kesehatan tradisional, yang melibatkan pelaksanaan perawatan kesehatan mandiri dengan memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan tanaman obat keluarga dalam upaya menjaga kesehatan dan imunitas serta membuat kebun percontohan toga di Puskemas Wani. Metode Kegiatan pengabmas berupa sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 23 September 2020 dengan peserta sebanyak 20 ibu kader dan pembuatan kebun percontohan TOGA. Hasil penyuluhan yang diberikan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan peserta terkait pemanfaatan TOGA untuk kesehatan. Di sesi evaluasi peserta mampu menjelaskan definisi Tanaman Obat Keluarga (TOGA), keuntungan menanam TOGA di pekarangan rumah, jenis-jenis TOGA yang dapat ditanam di pekarangan rumah, dan manfaat TOGA untuk mengatasi berbagai penyakit terutama untuk meningkatkan imunitas serta cara pengolahannya. Keberhasilan pengabdian ini juga terlihat dari hadirnya kebun TOGA percontohan yang terdapat di halaman belakang Puskesmas Wani. Saran diharapkkan Puskesmas Wani untuk terus menggalakkan sosialisasi terkait pemanfaatan TOGA.
EDUKASI RISIKO TERJADINYA PENULARAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PADA SANTRI PONDOK PESANTREN : Education on the Risk of Tuberculosis Transmission in Islamic Boarding School Students
Collein, Irsanty;
aminuddin, Aminuddin;
Sasmita, Hanum;
Nurhanisa, Eka;
Nafatina, Salwa;
Jihan, Nurul;
Khaira, Nuswatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 3 No. 2 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33860/jpml.v3i2.3831
Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC banyak terjadi pada usia produktif diatas 25 tahun, akan tetapi pada beberapa kasus banyak terjadi pada anak-anak. Penularan kuman TB terjadi melalui saluran pernapasan dan banyak terjadi di lingkungan pesantren karena lingkungan kamar yang padat, sirkulasi kurang baik. Sehingga perlu diberikan edukasi yang maksimal kepada santri di Pondok pesantren. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan Edukasi risiko terjadinya penularan penyakit Tuberkulosis pada santri Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Palu. Sasaran kegiatan pengabdian adalah santri Pondok pesantren Hidayatullah Tondo terdapat 46 orang yang berpartisipasi, usia termuda 12 tahun, usia tertua 26 tahun. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi dan tanya jawab. Hasil pengabdian didapatkan santri yang tinggal di Pondok Pesantren <2 th sebanyak 30 orang (65%), > 2 tahun sebanyak 16 orang (35). terbanyak pada usia < 15 tahun sebanyak 29 orang (63%). Setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan dari 18 orang (39%) meningkat menjadi 36 orang (78%). Dapat disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi terkait risiko penularan TB di Pondok Pesantren. Saran ditujukan bagi petugas pondok untuk melakukan pengawasan lebih kepada santri pondok pesantren Hidayatullah dan bagi santri untuk menjaga kebersihan diri.
Dukungan Psikososial pada Remaja Melalui Sosialisasi dan Skrining Sehat Jiwa: Psychosocial Support in Adolescents Through Socialization and Mental Health Screening
Saripah, Eli;
Aminuddin, Aminuddin;
Siregar, Hasbunsyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 3 No. 2 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33860/jpml.v3i2.3960
Introduction: Mental health is an inseparable part of physical health and is the main element in supporting the realization of a complete quality of human life. During adolescence, biological, psychological and social changes occur, but generally the physical maturation process occurs faster than the mental (psychosocial) maturation process. Adolescents are faced with various changes that are occurring within themselves and development targets that must be achieved according to their age. The aim of this community service activity is to increase youth mental health resilience with mental health literacy with a youth mental health support program through communication, information and education activities. This method takes the form of psychosocial support for teenagers through socialization and mental health screening. This activity was attended by 68 students who were given questionnaires before and after the activity. The results of the analysis increased the average student knowledge score regarding adolescent psychosocial support with a pre-test score of 48.28% and a post-test of 72.55%. The results of the SRQ-29 screening showed that the majority of students experienced post-traumatic stress disorder due to natural disasters in the area where they lived. The community service team's conclusion is that the process has been carried out based on the planned stages. Suggestions for students to further increase literacy regarding the development of psychosocial support for adolescents.