cover
Contact Name
Baiq Emy Nurmalisa
Contact Email
nurmalisaemy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pengabdianmasyarakatlentora@poltekkespalu.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/jpml/about/editorialTeam
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora
ISSN : -     EISSN : 28090667     DOI : https://doi.org/10.33860/jpml.
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora or also known as JPML is a peer-reviewed open access scientific journal published by Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palu.
Articles 50 Documents
Upaya Pencegahan Resiko Penularan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Melalui Program Edukasi : Efforts to Prevent the Risk of Tuberculosis Transmission in the Talise Health Center Working Area Through Education Programs Nurmalisa, Baiq Emy; Pangaribuan, Helena; Masulilli, Fitria; Collein, Irsanty; Jurana, Jurana; Ismunandar, Ismunandar; Marlin, Marlin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 3 No. 2 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: In 2022, the number of people newly diagnosed with tuberculosis (TB) worldwide will reach 7.5 million. The discovery of TB cases (suspects) in the Talise Community Health Center work area from 2023 to May 2023 was 273 cases. This has increased significantly compared to the discovery of TB cases (suspected) in 2022, which amounted to 343. This community service aims to provide education to prevent the risk of spreading TB in the Talise Health Center working area. This activity method takes place in the waiting room of the Talise Health Center Polyclinic, Palu City, targeting all visitors to the Polyclinic. The activity was held on June 27 2023 with a total of 30 participants. The activities start from the preparation stage, conducting a pre-test, providing education and discussion, and finally conducting a post-test. Results Based on the pretest scores, it shows that the number of participants who have knowledge about TB is in the low category as many as 15 people or 50%, in the sufficient category there are 7 people or 23.3%, and in the high category there are 8 participants or 26.7%. After the discussion and question and answer process, a post test was carried out where the results obtained showed that the number of participants who had knowledge about TB was 2 people or 6.7% in the low category, 12 people or 40% in the sufficient category, and 16 people or 53 in the high category .3%. The conclusion was that there was an increase in participants' knowledge after being given education. Suggestions require sustainable community service activities so that people can apply them in their daily lives.
Implementasi CERDIK dan PATUH sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi di Kelurahan Gebangrejo Ichsan, Moh Ichsan; Masulili, Fitria; Rantesigi, Nirva; Nurmalisa, Baiq Emy; Umar, Nurlailah; Agusrianto, Agusrianto; Collein, Irsanty; Pangaribuan, Helena; Ismunandar, Ismunandar; Supirno, Supirno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i1.3837

Abstract

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu masalah penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Prevalensi Hipertensi yang terus meningkat di masyarakat menjadikan hipertensi masalah serius. Adapun komplikasi hipertensi akan tergantung kepada besarnya peningkatan tekanan darah. Kesadaran masyarakat yang masih rendah terkait bahaya hipertensi menjadi permasalahan hipertensi sangat kompleks di masyarakat. Perlunya membangun kesadaran dalam melakukan upaya pencegahan termasuk melakukan pemeriksan sedini mungkin untuk deteksi dini risiko hipertensi dan komplikasinya. Salah satu yang dilakukan dalam upaya pencegahan Hipertensi yaitu dengan melakukan implementasi perilaku CERDIK dan PATUH di masyarakat. Tujuan kegiatan ini, yaitu untuk mengedukasi sasaran mengenai perilaku CERDIK dan PATUH sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan edukasi menggunakan bantuan dari media komunikasi berupa leaflet. Sedangkan evaluasi menggunakan kuisioner pre-post test yang dibagikan kepada sasaran. Adapun sasaran dalam kegiatan ini sebanyak 35 orang yang ada di Kelurahan Gebangrejo. Hasil pengukuran pengetahuan sebelum edukasi pengetahuan baik sebanyak 31,4% dan setelah edukasi pengetahuan baik menjadi 88,5%. Implementasi CERDIK dan PATUH diharapkan menjadi solusi pencegahan hipertensi di masyarakat
Screaning dan Edukasi Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat Pesisir di Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai Wijianto, Wijianto; Hasan, Sri Murniawati; Dg Magemba; Djadid Subchan; Hana Muhammad; Tampuyak, Irawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat pesisir menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan sosial. Masyakat pesisir sangat rentang terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dikarenakan dari karakteristik spesifik pada mereka. PTM biasanya muncul tanpa gejala serta tidak menunjukkan adanya tanda klinis tertentu, sehingga sebagian besar masyarakat tidak menyadari tentang adanya bahaya PTM tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan screaning deteksi dini faktor risiko PTM dan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang PTM. Metode menggunakan pendekatan campuran antara screaning kesehatan dan edukasi Masyarakat. Screaning kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS), kolesterol, asam urat dan pengukuran antropometri. Pemberian edukasi dilakukan dengan cara penyuluhan. Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 60 orang. Hasil pemeriksaan kadar darah terdapat 44,9% kadar gula darah tinggi, 66.7% kolesterol tinggi dan 44,2% asam urat diatas normal. Pengukuran tensi darah terdapat 44.9% pre-hepertensi dan 44.9% hepertensi, sedangkan kategori obesitas sebesar 39.2%. Edukasi kesehatan dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan faktor risiko PTM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan langkah promotif dan preventif yang penting untuk dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan masyarakat pesisir
Edukasi nutrisi bagi remaja pada pelajar sekolah menengah atas di Luwuk Kabupaten Banggai: Nutrition Education for Adolescents for High School Students in Luwuk, Banggai Region Mangemba, Dg; Kurniasari Yuwono, Dian; Galenso, Nitro; Amyadin, Amyadin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i1.3951

Abstract

A Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa peralihan dari fase anak ke fase dewasa. Ini menjadikan masa remaja sebagai mata rantai utama yang menentukan status kesehatan dan status gizi seorang individu pada usia dewasanya. Asupan gizi yang tidak adekuat akan mengganggu perkembangan kognitif, mengganggu kapasitas memori, penurunan sel-sel otak, bahkan mengganggu kemampuan remaja dalam meregulasi  emosinya. Oleh karena itu pembentukan pola makan yang benar serta pendidikan gizi sangat tepat untuk diinisiasi pada masa ini sehingga diharapkan pola yang sehat ini akan bertahan hingga masa dewasa. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai gizi seimbang yang dapat mempengaruhi perilaku remaja dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu ceramah dan tanya jawab menggunakan media PPT dan leaflet. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu para pelajar SMA di Luwuk Kabupaten Banggai berjumlah 87 orang yang dilakukan pada tanggal 12 Juni 2024. Hasil kegiatan diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi tentang nutrisi bagi remaja dari 35% menjadi 85% dalam kategori baik. Kesimpulan Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kegiatan lanjutan pihak sekolah untuk melakukan edukasi secara berkelanjutan dengan melakukan kerjasama dengan puskesmas setempat agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan di sekolah.
Revitalisasi Posyandu Lansia Nalu Di Kelurahan Nalu Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli: Revitalization of Nalu Elderly Posyandu in Nalu Village Baolan Community Health Center Working Area Tolitoli Regency Suswinarto, dwi yogyo; Hasni, Hasni; Yasmin, Yasmin; Evie, Sova; Saman, Saman; Azwar, Azwar; Ra'bung, Alfrida Semuel
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i1.4080

Abstract

  ABSTRAK Pendahuluan: Posbindu lansia memiliki peran dalam melakukan kegiatan Promotif  dan preventif dimana kegiatan ini terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup lansia. Namun pelaksanaan posyandu lanjut usia mengalami berbagai kendala. Demikian halnya yang terjadi pada Posbindu Nalu II di Keluarahan Nalu Kecamatan Baolan Tolitoli. Kegiatan Posyandu setiap Bulan dilaksanakan, namun kegiatan hanya berupa pemeriksaan Tekanan darah, penimbangan  berat badan dan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat sederhana. Kehadiran Lansia rata-rata 20-25 orang, padahal anggotanya sebanyak 173 orang. Peran kader belum optimal hal ini dibuktikan  setiap bulan kegiatan yang aktif adalah petugas dari Puskesmas dan tidak adanya catatan yang hasil kegiatan yang diarsipkan di Posyandu. Tujuan Kegiatan adalah melaksanakan revitalisasi Posyandu  sehingga posbindu dapat berfungsi secara optimal. Metode Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 26-28 April 2024, tempat di Gedung Gereja GPIBT Jemaat Paulus Dinopi Kelurahan Nalu Sebagai Pihak Pemrakarsa Posbindu Nalu II. Jenis kegiatan pengabmas berupa pelatihan  10 kader posyandu lansia, demonstrasi operasional Posyandu lansia sistem 5 meja, pengembangan kegiatan diantaranya Ibadah bersama, pemberian makanan tambahan dan senam bersama, bekerjasama dengan pihak Puskesmas Baolan untuk menerbitkan sertifikat bagi para kader.  Hasil Setelah dilakukan pengabmas, pemahaman kader tentang ; Kebijakan upaya kesehatan lansia, Lansia dan perubahan perubahannya, Manajemen dan Administrasi  Posyandu Lansia.  Serta keterampilan mengoperasionalkan Posyandu semakin meningkat. Hal ini dibuktikan hasil Pretest sebelum pelatihan  rata-rata nilai yang didapat para kader adalah 53 point, setelah pelatihan  rata-rata nilai post test sebesar 83 terjadi peningkatan sebesar 30 Point. Pada akhir pelatihan, Kader mampu berperan dan menjalankan pelayanan di masing-masing meja pada sistem 5 meja dalam Posyandu, demikian juga dalam hal membuat catatan dan pelaporan hasil kegiatan. Kader dibantu team juga mampu mengadakan kegiatan pengembangan diantaranya kegiatan Ibadah bersama, kegiatan senam jasmani bersama dan Pemberian makanan tambahan (PMT). Kesimpulan dengan kegiatan revitalisasi Posyandu lansia dihasilkan peningkatan pemahaman kader tentang Posyandu lansia, peningkatan keterampilan kader, adanya kegiatan pengembangan di Posyandu lansia, Saran  Kiranya Pihak  Pemrakarsa terus mendukung program yang dijalankan dan terus termotivasi untuk pengembangannya,  dan Pendampingan terus dari pihak Puskesmas.      
Optimalisasi Kesehatan Fisik Lansia melalui Senam Lansia sebagai Strategi Menuju Lansia Tangguh: Optimizing Physical Health of the Elderly through Elderly Gymnastics as a Strategy Towards Resilient Elderly Andriani, Erni; Nurmalisa, Baiq; Yuwono, Dian Kurniasari; Umar, Nurlailah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i2.3863

Abstract

Pendahuluan: Penurunan fungsi fisik pada lansia, seperti berkurangnya kekuatan otot, keseimbangan, dan fleksibilitas, dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, jatuh, dan ketergantungan terhadap bantuan orang lain. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik lansia seperti melalui senam lansia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi lansia dalam mengikuti senam lansia. Metode pengabmas dengan melakukan aktivitas senam lansia secara langsung yang dilakukan pada tanggal 10 Mei 2024. Hasil diperoleh yaitu peningkatan motivasi dan keikutsertaan lansia dimana jumlah lansia yang mengikuti sebanyak 28 lansia. Kesimpulan kegiatan pengabmas ini terbukti dapat meningkatkan angka partisipasi senam lansia. Saran diharapkan kegiatan ini dapat dijadikan kegiatan yang rutin dan sukarela oleh para lansia di PSTW Madago.
Optimalisasi Pemanfaatan TOGA Dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Ponpes darussalam Toili Kabupaten Banggai: Optimizing the Utilization of Family Medicinal Plants in the Prevention of Non-Communicable Diseases at the Darussalam Toili Islamic Boarding School, Banggai Regency Subchan, Djadid; Wijianto; Sukmawati; Sri Musriniawati Hasan; Dg. Mangemba; Nurarifah; Hana Yulianti Muhammad; Nitro Galenso; Irawati Tampuyak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i2.4123

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, penyakit gagal ginjal dan penyakit jantung semakin menjadi ancaman serius yang merupakan penyebab kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk mencegah dan penanggulangan penyakit tidak menular yaitu dengan pemanfaatan TOGA, Yang menjadi masalah pada alternatif ini adalah masih rendahnya pengetahuan Masyarakat khususnya para santri tentang berbagai jenis TOGA dan pemanfaatnnya. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah edukasi penggunaan TOGA dalam upaya pencegahan PTM pada santri di Ponpes Darussalam Toili. Sasaran yang terlibat pada kegiatan ini 76 orang santriwan dan santriwati. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan yaitu periapan pelaksanaan dan penutup. Pada tahap pelaksanan selain dilakukan edukasi melalui penyuluhan juga dilakukan demontrasi tentang berbagai jenis TOGA dan pemanfatannya, Hasil peniliaian pre-test dan pos-test terhadap peserta menunjukkan adanya peningkatan nilai tes sebelum dan sesudah mendapat penyuluhan. Rerata nilai pre-test peserta adalah 75.5 dengan SD 0.202 pada pengukuran kedua melaui pos test rata rata nilainya adalah 87.2 dengan SD 0.521. Dari hasil tersebut terlihat ada peningkatan skor sebesar 11.7 point. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,000, yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor sebelum (pre test) dan setelah edukasi (post test). Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan langkah promotif dan preventif yang penting untuk dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, melalui pemanfaatan TOGA dalam upaya pencegahan PTM
Sinergi Multidisiplin untuk Pengurangan Risiko Bencana: Model Edukasi di Rumah Ibadah Hindu: Multidisciplinary Synergy for Disaster Risk Reduction: An Educational Model in a Hindu House of Worship Supetran, I Wayan; Ratini, Ni Ketut; Desy, Ni luh; SriDevi, Ni Made; Nurmalisa, Baiq Emy; Arifuddin, Arifudin; Amyadin, Amyadin; Sudarman, Yulianus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i2.4124

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan bencana alam, termasuk gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, dan tsunami. Rumah ibadah Hindu, seperti pura, seringkali terletak di lokasi yang rentan terhadap bencana dan memiliki desain bangunan yang masih menerapkan cara tradisional. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan merancang strategi mitigasi risiko bencana terhadap rumah ibadah Hindu. Kegiatan ini menggunakan metode workshop dengan pendekatan partisipatif dan berbasis praktik. Peserta workshop sebanyak 30 orang yang terdiri dari pengelola pura, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Hasil workshop menunjukkan bahwa kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta tentang mitigasi bencana. Rata-rata pemahaman awal tentang kajian resiko bencana sebelum pelatihan adalah 60,75, sedangkan setelah pelatihan meningkat menjadi 86,50. Kegiatan workshop ini dapat menjadi contoh bagi upaya pengurangan risiko bencana di rumah ibadah Hindu lainnya di Indonesia. Dengan demikian, kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan rumah ibadah Hindu terhadap bencana alam.
Edukasi tentang Kesiapsiangaan Tanggap Bencana Banjir pada Siswa SD Nurul Ihsan Kabupaten Tolitoli: Education on Flood Disaster Response Preparedness for Nurul Ihsan Elementary School Students in Tolitoli Regency Semuel Ra'bung, Alfrida; Azwar, Azwar; Evie, Sova; Suswinarto, Dwi Yogyo; Saman, Saman; Hasni, Hasni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i2.4125

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu fenomena alam yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia dan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, termasuk anak-anak. Pendidikan siaga bencana banjir bagi anak-anak sekolah dasar (SD) sangat krusial dalam upaya mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan. Anak-anak sekolah dasar sangat rentan terhadap dampak banjir, karena faktor usia anak-anak sekolah dasar yang tidak memiliki banyak pengetahuan dalam menghadapi bencana banjir. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan siswa/i SD Nurul Ihsan tentang kesiapsiagaan bencana banjir. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan media leaflet. Sasaran dalam kegiatan ini adalah 23 siswa SD Nurul Ihsan Kabupaten Tolitoli. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 29 hingga 30 April 2024. Hasil kegiatan diperoleh ada peningkatan pengetahuan siswa/i sebelum dan sesudah edukasi tentang kesiapsiagaan bencana banjir dari 48% menjadi 95% dalam kategori baik.
Training and Mentoring of Health Cadres with the Smart Cadre Pocket Book to Prevent Stunting in Donggala Regency, Central Sulawesi Taqwin, Taqwin; Nasrul; Amir; Lisnawati; Selvi Alfrida Mangundap; Rina Tampake; Sri Restu Tempali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 5 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting remains a significant public health problem in Indonesia, particularly in Donggala District, where the prevalence has reached 32.4%. In Loli Tasiburi Village, the prevalence of stunted children under five is 28%, exceeding the national average. Local government efforts through supplementary feeding have not been sufficient to reduce the prevalence, thus requiring additional interventions such as education and cadre empowerment. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of village cadres in stunting prevention through Training based on the Pocket Book for Smart Cadres to Prevent Stunting. The methods included interactive education, hands-on anthropometric measurement practice, pocket book distribution, and one-month mentoring. Evaluation was done through pre-test and post-test, skills observation, and post-training monitoring. The results showed a significant increase in cadre knowledge, with the average score rising from 58.5 to 84.2 (an increase of 43.9%), and 85% of participants could perform anthropometric measurements according to WHO standards. Post-training mentoring reinforced the cadres’ ability to apply their skills in community health posts, as indicated by the increased reports of early stunting detection and nutrition education for pregnant women and toddlers. The pocket book proved effective as a practical guide supporting program sustainability. This activity successfully enhanced cadre capacity in stunting prevention, although program continuity requires multi-sectoral support from village government, health centers, and local health authorities.