cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,474 Documents
Detection of Malathion in Eggplant Using a Plasmonic Sensor Based on Gold Nanobipyramids Andhini Zafira; Iwantono Iwantono
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5901

Abstract

Malathion is an organophosphate pesticide that is widely used in agriculture, but excessive use can leave harmful residues on food products and the environment. This research aims to develop a plasmonic sensor based on gold nanobipyramids (GNBPs) to detect malathion residues in eggplant (Solanum melongena L.). GNBPs were synthesized using the seed-mediated growth method and characterized using UV-Vis spectroscopy, X-ray diffraction (XRD), and field emission scanning electron microscopy (FESEM). The UV-Vis spectrum shows peaks of transverse and longitudinal localized surface plasmon resonance (LSPR) in the range of 500–600 nm and 700–900 nm, indicating the formation of anisotropic structures of GNBPs. Variations in growth time affect the optical properties of nanoparticles, with optimal conditions obtained at a growth time of 2 hours. Sensitivity testing showed a decrease in absorbance intensity of approximately 17.8% after interaction with eggplant extract containing malathion, demonstrating changes in the plasmonic response of GNBPs. In addition, repeatability and stability testing showed consistent and stable sensor responses during repeated measurements. The results show that GNBP-based plasmonic sensors have good potential for rapid and sensitive detection of pesticide residues in agricultural products. In conclusion, the GNBP-based plasmonic sensor exhibits high sensitivity, good repeatability, and excellent stability, making it a promising rapid detection tool for malathion residues in agricultural products.
Perbandingan Efektifitas Edukasi tentang Tuberkulosis oleh Tenaga Kesehatan dan kader Kesehatan terhadap Pengetahuan Masyarakat Eko Sudarmo Dahad Prihanto; Fathiyah Suma; Sonia Buyung
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5913

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular memerlukan penanganan yang komprehensif dalam kaskade pengobatan. Penemuan kasus TB yang rendah terjadi akibat kurangnya pengetahuan/kesadaran masyarakat untuk ke layanan kesehatan, dan edukasi kepada masyarakat menjadi jalan keluar untuk meningkatkan pengetahuan. Masalah di puskesmas adalah tenaga kesehatan kurang, sehingga layanan dan edukasi tidak maksimal. Tujuan penelitian untuk menilai apakah kader kesehatan mampu membantu melakukan edukasi tentang TB sehingga bisa melengkapi kekurangan tenaga kesehatan. Penelitian dilakukan dengan desain quasy experiment, two group pre-post test, pada masyarakat di wilayah kerja 6 puskesmas di Kota Ternate. Kegiatan menggunakan lembar edukasi yang dibuat menggunakan bahasa Ternate. Dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok edukasi oleh tenaga kesehatan dan oleh kader kesehatan. Dilakukan pre-test, edukasi dan post- test. Kriteria inklusi: usia ?18 tahun, melek huruf, dan bersedia. Uji Wilcoxon untuk efektivitas tiap kelompok; uji Mann Whitney untuk beda hasil post-test dan peningkatan skor antar kelompok. Hasil: Telah dilakukan edukasi pada 81 orang, yang dilakukan tenaga kesehatan sebanyak 40 orang dan oleh kader kesehatan 41 orang. Didapatkan hasil yang bermakna secara statistik pada kelompok kader kesehatan dengan ?= 0,000 dan bermakna secara statistik pada kelompok tenaga kesehatan dengan ?= 0,000 Kesimpulan: Edukasi tentang TB yang dilakukan tenaga kesehatan maupun kader kesehatan menunjukkan efektifitas yang sama dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TB, sehingga kader bisa melengkapi kekurangan tenaga kesehatan di puskesmas dalam program edukasi.
Analisis Quality of Service pada Implementasi Multi VPN Tunnel dalam Infrastruktur SD -WAN Feny Indriany; Galura Muhammad Suranegara
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5919

Abstract

Perkembangan kebutuhan komunikasi data antar lokasi mendorong penerapan SD-WAN sebagai solusi untuk meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi pengelolaan jaringan. Dalam implementasinya, SD-WAN memanfaatkan VPN sebagai media komunikasi antar site melalui jaringan internet. Namun perbedaan mekanisme komunikasi pada VPN WireGuard, Tailscale, dan ZeroTier berpotensi menghasilkan performa jaringan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan multi VPN tunnel menggunakan WireGuard, Tailscale, dan ZeroTier pada infrastruktur SD-WAN serta menganalisis performa berdasarkan parameter QoS yang meliputi throughput, latency, jitter, dan packet loss. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan melakukan implementrasi ketiga VPN pada lingkungan SD-WAN, kemudian dilakukan pengujian menggunakan Ping, iPerf3, dan Wireshark. Hasil pengujian menunjukan bahwa seluruh VPN berhasil membangun komunikasi antar site dengan baik dan menghasilkan packet loss 0%. Pada parameter throughput, Tailscale dan ZeroTier memperoleh nilai tertinggi sebesar 99 Mbps, sedangkan WireGuard memperoleh 95 Mbps. Namun, WireGuard menunjukkan performa terbaik pada parameter latency 4 ms dan jitter 2 ms, lebih rendah ZeroTier latency 7 ms dan jitter 27 ms, serta Tailscale latency 17 ms dan jitter 60 ms. Berdasarkan hasil penelitian, WireGuard menjadi VPN yang paling optimal untuk implementasi SD-WAN karena mampu memberikan kualitas komunikasi yang lebih stabil dengan latency dan jitter yang lebih rendah.
Pengaruh Literasi Keuangan Syariah, Religiusitas, dan Service excellence terhadap Keputusan Menabung Santri di Bank Syariah (Studi Empiris pada Pondok Pesantren As Shofa di Wonosobo) Muhammad Fikram; Bahtiar Efendi; Muhamad Asif Maulana Akbar
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5927

Abstract

Aspek penting dalam pengelolaan keuangan pribadi bagi kalangan santri salah satunya tecermin dari keputusan mereka untuk menabung. Melalui studi ini, dianalisis bagaimana literasi keuangan syariah, tingkat religiusitas, dan service excellence memengaruhi keputusan menabung para santri di bank syariah. Penelitian tersebut berfokus pada santri Pondok Pesantren As Shofa Wonosobo yang tercatat sebagai nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI). Melalui analisis regresi linier berganda dengan SPSS terhadap data kuesioner dari 200 responden acak, penelitian kuantitatif deskriptif asosiatif ini menemukan bahwa keputusan menabung santri dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh tiga faktor utama. Faktor-faktor tersebut adalah literasi keuangan syariah (t=7,877; sig=0,000), religiusitas (t=3,861; sig=0,000), dan service excellence (t=2,066; sig=0,040). Secara simultan, kombinasi ketiga variabel ini memberikan dampak signifikan (F=58,158; sig=0,000) dengan nilai koefisien determinasi sebesar 47,1 persen, di mana literasi keuangan syariah muncul sebagai aspek yang paling kuat pengaruhnya.
Evaluasi Dampak Perubahan Tutupan Lahan dan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap Fluktuasi Debit Banjir di DAS Mampang Dianah Sarah; Evi Anggraheni
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5948

Abstract

Studi ini dilakukan di DAS Mampang yang memiliki kerentanan banjir tinggi akibat urbanisasi masif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak perubahan tutupan lahan terhadap debit limpasan permukaan melalui studi komparatif implementasi regulasi tata ruang (RTRW Kota Depok dan RDTR Provinsi DKI Jakarta). Analisis dilakukan dengan memodelkan nilai CN historis periode 2000–2024 serta peta rencana tata ruang menggunakan metode SCS-CN yang diintegrasikan ke dalam model HEC-HMS. untuk mengukur peningkatan debit limpasan puncak sebagai konsekuensi dari perubahan fisik lahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan nilai CN yang konsisten, dari 82,830 (tahun 2000) melonjak menjadi 89,853 (tahun 2024). Temuan krusial menunjukkan bahwa kondisi eksisting tahun 2024 telah melampaui ambang batas nilai CN rencana (89,813) yang diproyeksikan sebagai instrumen pengendalian jangka panjang hingga tahun peruntukannya. Fenomena ini membuktikan terjadinya rekonstruksi fisik yang berjalan lebih cepat daripada konsepsi regulasi, sehingga DAS Mampang mencapai "titik jenuh" hidrologi secara prematur. Simulasi HEC-HMS mengonfirmasi dampak tersebut, di mana debit banjir puncak kala ulang 25 tahun meningkat dari 188,6 m³/s (tahun 2000) menjadi 225,9 m³/s (tahun 2024), atau naik sebesar 37,3 m³/s (19,8%) selama 24 tahun. Lonjakan ini membuktikan secara kuantitatif bahwa kapasitas pengendalian banjir yang dirancang berdasarkan dokumen tata ruang berisiko mengalami kegagalan fungsi akibat deviasi pemanfaatan lahan aktual. Hal ini membuktikan bahwa perubahan lahan aktual melampaui regulasi, sehingga diperlukan peninjauan berkala tata ruang berbasis daya dukung air serta penerapan infrastruktur biru-hijau.
Kedudukan Mahkamah Konstitusi dalam Sistem Pembagian Kekuasaan di Indonesia Pius Khrisna Eka Putra Naimena; Marthinus Johanes Saptenno; Muhammad Irham
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5952

Abstract

Indonesia menganut sistem pembagian kekuasaan dengan mekanisme checks and balances antar lembaga negara. Mahkamah Konstitusi (MK) berposisi strategis sebagai kekuasaan kehakiman yang berfungsi sebagai penjaga konstitusi, penafsir akhir, dan pelindung hak konstitusional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan MK dalam sistem pembagian kekuasaan serta mengkaji perannya sebagai positive legislator dalam praktik ketatanegaraan.. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan putusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif MK berkedudukan sebagai lembaga yudikatif independen dengan kewenangan terbatas sebagaimana diatur dalam UUD NRI 1945, yakni hanya membatalkan norma yang bertentangan dengan konstitusi (negative legislator) tanpa menciptakan norma baru. Namun, dalam praktik ketatanegaraan terdapat kecenderungan MK menjalankan fungsi sebagai positive legislator, khususnya melalui putusan yang bersifat konstitusional bersyarat, seperti Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang tidak hanya membatalkan norma tetapi juga merumuskan norma baru. Fenomena ini menimbulkan implikasi terhadap prinsip pembagian kekuasaan dan mengaburkan batas antara fungsi yudikatif dan legislatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedudukan MK dalam sistem pembagian kekuasaan bersifat strategis namun kompleks. Meskipun secara normatif berfungsi sebagai negative legislator, dalam praktiknya MK dapat bertransformasi menjadi positive legislator.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di Wilayah Pekalongan Agus Riyanto; Ayun Sriyatmi; Cahya Tri Purnamil
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.5959

Abstract

Kinerja Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) memiliki peran penting dalam menjamin mutu pelayanan laboratorium dan keselamatan pasien di rumah sakit. Namun, masih ditemukan berbagai permasalahan yang berpotensi menurunkan kualitas pelayanan, seperti kesalahan pelabelan sampel, ketidaksesuaian penerapan prosedur operasional standar, serta rendahnya kepuasan pasien terhadap pelayanan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja ATLM di rumah sakit wilayah Pekalongan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 124 ATLM yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan kerja, pengalaman kerja, gaji, kepemimpinan, penghargaan, motivasi, dan sikap memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja ATLM (p<0,05), sedangkan disiplin kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,222). Analisis multivariat menunjukkan bahwa penghargaan merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kinerja ATLM (OR=3,437), diikuti oleh keterampilan kerja (OR=3,116) dan kepemimpinan (OR=2,432). Ketiga variabel tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan 32,6% variasi kinerja ATLM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan sistem penghargaan, pengembangan keterampilan, dan penguatan kepemimpinan merupakan strategi penting untuk meningkatkan kinerja ATLM serta mendukung mutu pelayanan laboratorium di rumah sakit.
Meninjau Ulang Pendidikan Bahasa dan Budaya Jepang Pra-Keberangkatan di Lembaga Pengirim Indonesia melalui Autoetnografi Praktisi Ramadanil Akbar M; Susi Widianti; Juju Juangsih
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5962

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara pendidikan bahasa dan budaya Jepang pra-keberangkatan di lembaga pengirim dengan realitas kerja yang dihadapi pemagang teknis di Jepang. Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau ulang efektivitas pendidikan pra-keberangkatan dalam mempersiapkan peserta menghadapi lingkungan kerja Jepang melalui pendekatan autoetnografi praktisi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan autoetnografi analitis, dengan sumber data berupa dokumen kurikulum, angket 86 pemagang teknis, serta 45 laporan kasus pemagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan pra-keberangkatan masih berfokus pada adaptasi normatif seperti disiplin, sopan santun, dan Hou-Ren-Sou, namun belum sepenuhnya mampu menjembatani kebutuhan komunikasi kerja nyata. Pemagang masih mengalami kesulitan dalam memahami bahasa kerja, istilah teknis, dialek, serta instruksi implisit, dan cenderung mengandalkan strategi adaptasi mandiri di tempat kerja. Pembahasan menunjukkan adanya kesenjangan antara materi pendidikan dan realitas kerja yang bersifat dinamis dan kontekstual. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya pengembangan pendidikan pra-keberangkatan yang lebih kontekstual, komunikatif, dan reflektif melalui simulasi situasi kerja, penguatan komunikasi praktis, serta pemahaman budaya Jepang yang lebih beragam.
Pengaruh Faktor Personal Digital Native Generasi Z terhadap Minat Eksploratif - Transaksional Pembelian Properti Green Arifay Saini; Mustaruddin Mustaruddin; Nur Afifah; Titik Rosnani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5965

Abstract

Dominasi Generasi Z sebagai digital native dan urgensi keberlanjutan lingkungan telah menciptakan dinamika baru dalam lanskap industri real estate. Namun, terdapat kesenjangan antara tingginya minat pencarian dan rendahnya realisasi pembelian. Tinjauan literatur sistematis (SLR) ini bertujuan untuk menyintesis pengaruh faktor personal digital Generasi Z terhadap transisi dari minat eksploratif menuju minat transaksional dalam konteks pembelian properti berkonsep hijau (green property). Penelitian ini secara ketat mengadopsi protokol PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada tiga basis data global utama (Scopus, Web of Science, dan ScienceDirect) dengan rentang waktu publikasi 2019–2026. Penilaian kualitas metodologis menggunakan instrumen Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT). Dari 540 rekaman awal, sebanyak 38 artikel inti diekstraksi untuk sintesis tematik. Analisis tematik mengungkap tiga temuan utama. Pertama, kefasihan digital dan algoritma penelusuran mengeskalasi minat eksploratif secara eksponensial. Kedua, tingginya nilai ekosentris (eco-anxiety) mengubah properti hijau menjadi standar preferensi dasar. Ketiga, terjadi intention-behavior gap yang masif pada fase transaksional akibat hambatan struktural; pragmatisme finansial Generasi Z selaku pembeli rumah pertama berbenturan keras dengan harga premium (green premium). Tingginya interaksi digital dan idealisme lingkungan Generasi Z tidak secara otomatis mengarah pada komitmen finansial akibat hambatan daya beli. Sebagai solusi, kajian ini mengusulkan kerangka konseptual baru yang mengintegrasikan penyediaan "Rumah Subsidi Berkonsep Green" sebagai variabel moderasi strategis untuk memecah kebuntuan transaksional, khususnya di negara berkembang. Temuan ini memberikan implikasi krusial bagi pengembangan teori perilaku konsumen, strategi pemasaran pengembang properti, serta formulasi kebijakan perumahan publik.
Analisis Tekno-Ekonomi dan Prospek Strategis Nikel dalam Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik Global: Implikasi terhadap Transisi Energi dan Mobilitas Berkelanjutan Franklyn Sam George Mansa; Dedi Priadi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5966

Abstract

Peningkatan permintaan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) secara global telah mendorong kenaikan kebutuhan terhadap baterai lithium-ion berbasis nikel. Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar dunia memiliki peluang strategis untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global melalui pengembangan industri hilirisasi berbasis nikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan tekno-ekonomi pemanfaatan nikel dalam industri baterai kendaraan listrik serta menilai prospek keberlanjutan pemanfaatan cadangan nikel nasional. Penelitian menggunakan metode Techno-Economic Analysis (TEA) berbasis simulasi BatPaC dari Argonne National Laboratory dengan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material katoda berbasis nikel merupakan komponen biaya terbesar dalam produksi baterai lithium-ion. Simulasi menunjukkan bahwa peningkatan harga bahan baku nikel dan lithium secara signifikan mempengaruhi keekonomian industri baterai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan industri baterai berbasis nikel di Indonesia layak secara strategis dan ekonomis untuk mendukung transisi energi nasional.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres) Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue