cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,474 Documents
Pengaruh Persepsi Manfaat Teknologi Pintar dan Literasi Digital terhadap Niat Kunjungan Ulang dengan Kepuasan Wisatawan sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Destinasi Wisata Budaya di Kota Singkawang) Immanoel Donny Wijaya; Surya Setyawan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.5970

Abstract

Transformasi pariwisata pintar (smart tourism) menghadirkan tantangan strategis bagi destinasi wisata budaya yang mengandalkan otentisitas tradisi, seperti Kota Singkawang. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh persepsi teknologi pintar dan literasi digital terhadap niat kunjungan ulang, dengan mengevaluasi peran kepuasan wisatawan sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan menyebarkan kuesioner kepada wisatawan yang pernah berkunjung ke Kota Singkawang. Berdasarkan teknik purposive sampling, sebanyak 204 responden yang valid dianalisis menggunakan Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian empiris membuktikan bahwa persepsi teknologi pintar dan literasi digital secara parsial memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan serta niat kunjungan ulang. Temuan terpenting dari studi ini adalah kepuasan wisatawan terbukti secara signifikan mampu memediasi pengaruh kedua variabel independen tersebut terhadap pembentukan loyalitas destinasi. Temuan ini memperkuat Theory of Planned Behavior (TPB) dan memberikan implikasi praktis bagi pengelola destinasi bahwa infrastruktur digital yang canggih harus selaras dengan literasi digital pengunjung guna mempertahankan tingkat kepuasan pengalaman tanpa mencederai nilai otentisitas budaya lokal.
Restorative Justice dalam Tindak Pidana Ringan Pasca KUHP Nasional Agustori Agustori; Amir Firmansyah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5971

Abstract

Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional) menandai perubahan paradigma hukum pidana Indonesia dari pendekatan retributif menuju pendekatan yang lebih restoratif. Restorative justice menjadi salah satu instrumen penting dalam penyelesaian tindak pidana ringan dengan menitikberatkan pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dasar hukum, implementasi, dan tantangan penerapan restorative justice dalam penyelesaian tindak pidana ringan pasca berlakunya KUHP Nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP Nasional telah memberikan landasan normatif yang lebih kuat bagi penerapan restorative justice melalui tujuan pemidanaan yang menekankan pemulihan, reintegrasi sosial, dan penyelesaian konflik. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti disharmonisasi regulasi, perbedaan interpretasi aparat penegak hukum, dan belum adanya pengaturan yang komprehensif dalam KUHAP. Oleh karena itu diperlukan harmonisasi regulasi dan penguatan kapasitas aparat penegak hukum agar restorative justice dapat memberikan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan bagi masyarakat.
Elevating Communication Skills Through Service Recurrent Training for Garuda Indonesia Cabin Crew Stephen Natanael; Sylvan Zikri Rahman
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.5973

Abstract

In the hypercompetitive airline industry, cabin crew communication serves as a critical determinant of brand equity and passengers’ satisfaction. Even though Garuda Indonesia has been awarded “The World’s Best Cabin Staff” for six years by Skytrax, the internal data shows passengers’ complaints regarding communication. To address this, Garuda Indonesia mandates annual Service Recurrent Training. However, empirical evaluation of the influence to communication skills remains absent. This study examined the impact of Service Recurrent Training on the communications skills of Garuda Indonesia Cabin Crew using quantitative explanatory survey design. The data were collected from 91 active cabin crew members through Likert-scale closed-ended questionnaires. Pearson correlation and simple linear regression analysis reveal a positive and significant effect (r=0.796, p<0.05). The coefficient of determination (R2=0.0634) indicates that training contributes to 63.4% of the variance in communication skills, with each unit increase in training quality predicting an improvement of 0.692 point. The study concludes the strong and significant impact of Service Recurrent Training on Garuda Indonesia Cabin Crew communication skill. It is advisable to extend the duration of simulation, develop facilitators’ competencies, implement post-training mentoring, and continuous evaluation.
The Influence of Marketing Content on Viewers’ Purchase Interest (YouTube Content: Artist-Made Collection by SEVENTEEN Season 1 Making of Log – JEONGHAN) Puti Yasmine Aisyah Hasta; Muhammad Naufal Ramadhan; Nuzul Dellaneira Arief
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.5974

Abstract

The development of marketing strategies in the digital era has shifted from traditional approaches toward more interactive and transparent content marketing. This research examines whether marketing content influences viewers' purchase interest through the YouTube video Artist-Made Collection by SEVENTEEN Season 1: Making of Log – JEONGHAN. SEVENTEEN, as a globally popular K-pop group, employs content-based marketing strategies to promote their merchandise, with members like Jeonghan actively involved in the creative process. This research uses a quantitative method by collecting data from 100 respondents who have watched the video. The analysis was based on marketing communication theories and consumer purchase interest, utilizing the AIDA approach and the 4C concept. The results of the study show a significant positive correlation between marketing content and purchase interest, with a correlation coefficient of 0.717. Furthermore, regression analysis indicates that the marketing content variable contributes 51.5% to explaining the variations in consumer purchase interest. These findings confirm that content-based marketing strategies are effective in capturing audience attention and encouraging purchasing decisions.
A Comparative Effectiveness Analysis of Signature-Based IDS and Network Detection and Response (NDR) in a SIEM Environment Christian Hary; Muhammad Salman
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.5976

Abstract

As cyber threats increasingly employ cryptographically concealed and stealthy communication, traditional signature-based Network Intrusion Detection Systems (NIDS) encounter severe limitations in achieving end-to-end operational visibility. This study delivers a quantitative comparative analysis contrasting signature-based frameworks against metadata-driven Network Detection and Response (NDR) within a unified Security Information and Event Management (SIEM) platform. Configured with a massive ruleset of 47,192 active signatures, the NIDS engine was evaluated against the behavioral metadata abstraction of NDR across five structured attack scenarios mapping the Cyber Kill Chain. Experimental results reveal a critical Visibility Gap in post-exploitation defenses; while NIDS achieved a 60\% Detection Rate by intercepting noisy initial reconnaissance and exploit payloads, it suffered total blindness during post-exploitation maneuvers. Conversely, the NDR engine achieved a 100\% Detection Rate, isolating deterministic forensic indicators including a 716.33-second encrypted command and control (C2) session and a 7.07 MB volumetric data exfiltration burst. Furthermore, architectural benchmarking revealed that massive rule compilation induced structural management plane synchronization failures. These findings synthesize into validated recommendations for sensor optimization, establishing an operational framework for specialized role allocation and computational efficiency to eliminate visibility blind spots within enterprise Security Operations Center (SOC) environments.
Membangun Strategi Bersaing Perusahaan Jasa Konsultan Perencana (Studi Kasus pada Konsultan Perencana PT. GnG di Semarang Provinsi Jawa Tengah) Andi Sutami; Paulus Wardoyo; Yuli Budiati
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5977

Abstract

Sektor jasa konsultan perencana saat ini menghadapi dinamika kompleks akibat era Revolusi Industri 4.0 dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, seperti instruksi penghematan belanja APBN/APBD. Fenomena ini memicu persaingan harga yang sangat ketat atau "harga glosor," yang berisiko menurunkan kualitas perencanaan dan mengancam keberlanjutan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai cara baru dalam menganalisis masalah dan membangun strategi bersaing bagi konsultan perencana di tengah era revolusi industri 4.0 dan kebijakan efisiensi pemerintah. PT. GnG, sebagai salah satu konsultan senior di Semarang, memerlukan perumusan strategi bersaing yang adaptif guna mempertahankan keunggulan kompetitif di tengah tekanan regulasi dan disrupsi teknologi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan pendekatan fenomenologi dan pandangan berbasis sumber daya atau Resource-Based View (RBV). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan teknik trianggulasi sumber yang melibatkan pihak direksi, tenaga ahli, dan pimpinan asosiasi (INKINDO). Analisis strategis dilakukan secara sistematis melalui tahapan evaluasi faktor internal dan eksternal (matriks IFE dan EFE), matriks IE, matriks SPACE, hingga tahap pengambilan keputusan menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. GnG berada pada posisi matriks IE sel V (Hold and Maintain) dan kuadran agresif pada matriks SPACE. Berdasarkan analisis QSPM, strategi prioritas yang terpilih adalah Strategi Diferensiasi Layanan Spesialis dengan penguatan teknologi digital (BIM, GIS, LiDAR) serta peningkatan kapasitas SDM (skor 3,55). Temuan ini merekomendasikan perusahaan untuk bertransformasi dari model bisnis generalist menjadi specialist guna menciptakan nilai tambah intelektual yang sulit ditiru kompetitor dan memitigasi dampak persaingan harga rendah.
Keterlibatan Kepemimpinan dan Penundaan Akademik: Studi Prokrastinasi di Antara Aktivis Mahasiswa di Pendidikan Tinggi Mila Amelia; Diana Mutiah; Masrukhin Muhsin
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5979

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena penundaan akademik di kalangan mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan, di mana keterlibatan dalam peran kepemimpinan berpotensi menimbulkan konflik peran antara tanggung jawab akademik dan organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara keterlibatan kepemimpinan mahasiswa dan perilaku prokrastinasi akademik di pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional explanatory. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur keterlibatan kepemimpinan dan tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa aktivis organisasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi dan regresi linier untuk mengetahui hubungan antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan kepemimpinan dan prokrastinasi akademik, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi keterlibatan mahasiswa dalam organisasi, semakin tinggi kecenderungan menunda tugas akademik. Temuan ini dijelaskan melalui role conflict theory dan self-regulation theory, yang menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya pengaturan diri dan konflik peran menjadi faktor utama perilaku tersebut. Kesimpulannya, keterlibatan kepemimpinan memiliki dampak ganda terhadap mahasiswa, yaitu pengembangan diri sekaligus peningkatan risiko prokrastinasi akademik.
Sandiwara Akuntabilitas: Ritualisme Administratif dalam Pengelolaan Banpol di Wilayah Kepulauan Viqror Royyan Multazam Narahaubun; Hendrik Salmon; Julista Mustamu
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5986

Abstract

Studi ini meneliti kesenjangan antara akuntabilitas formal dan substantif serta antara transparansi prosedural dan substantif, dengan menggunakan Provinsi Maluku sebagai lokasi penelitian, yaitu wilayah kepulauan dengan 93% wilayah laut di mana biaya operasional secara inheren lebih tinggi. Pendekatan yuridis-empiris digunakan: wawancara mendalam dengan 7 partai politik (DPW/DPD) dan 2 pejabat Kesbangpol; kuesioner skala Likert (1–5) yang dianalisis dengan Analytical Hierarchy Process (AHP); dan analisis dokumen laporan audit BPK dan materi FGD Bappenas. Studi ini mengidentifikasi tiga temuan utama. Pertama, akuntabilitas yang dicapai hanya bersifat formal-prosedural (skor tertinggi pada kepatuhan pelaporan P2=4,44 dan kesiapan audit P9=4,56), sementara pengawasan internal sangat lemah (P3=3,78) yang merupakan ritualisme administratif: kepatuhan tanpa substansi (Power, 1997). Kedua, transparansi prosedural mencapai 100% (semua pihak melapor ke Kesbangpol) tetapi transparansi substantif adalah 0% (tidak ada pengungkapan publik proaktif); argumen bahwa "nilai Banpol terlalu kecil" tidak memiliki dasar hukum berdasarkan Undang-Undang No. 17/2003 tentang Keuangan Negara. Ketiga, defisit anggaran struktural (biaya operasional Rp 300–360 juta/tahun dibandingkan dengan Banpol Rp 100–200 juta/tahun) mendorong lima patologi sistemik: defisit anggaran, kapasitas SDM yang rendah, ambiguitas normatif (definisi pendidikan politik), pengawasan yang tidak terintegrasi (Kesbangpol, BPK, KPU), dan sanksi yang tidak efektif. Siklus buruk ini membutuhkan intervensi simultan: merevisi PP 1/2018, memperkuat pengawasan terintegrasi (e-Banpol, pemeriksaan mendadak), mewajibkan transparansi proaktif, dan mereformasi tata kelola internal partai. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengujian empiris kesenjangan akuntabilitas formal-substantif dalam konteks kepulauan, identifikasi ritualisme administratif dalam partai politik, dan penerapan AHP untuk membandingkan persepsi partai versus pengawas.
Amino Acid Supplementation and Postoperative Recovery After Orthopedic and Abdominal Surgery: A Systematic Review Affan Naufal Ahmada; Patricia Amanda
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5987

Abstract

Postoperative recovery following major orthopedic and abdominal surgery is frequently complicated by metabolic stress, hypercatabolism, skeletal muscle loss, and prolonged hospitalization. Surgical trauma triggers inflammatory and neuroendocrine responses that accelerate muscle protein breakdown and impair functional recovery. Amino acid supplementation, particularly formulations enriched with essential amino acids (EAAs) and branched-chain amino acids (BCAAs), has been proposed as a targeted nutritional strategy to preserve muscle mass and enhance postoperative outcomes. However, evidence across surgical specialties remains heterogeneous. This systematic review aimed to evaluate the effectiveness of perioperative amino acid supplementation in improving muscle-related recovery, enhancing functional outcomes, and reducing hospital length of stay (LOS) in adult patients undergoing orthopedic or abdominal surgery. A systematic literature search was conducted following the PRISMA 2020 guidelines using the PubMed/MEDLINE, ScienceDirect, and Embase databases. Eligible studies included randomized controlled trials and comparative retrospective studies involving adults (>18 years) receiving enteral or parenteral amino acid supplementation during the perioperative period. Primary outcomes included postoperative muscle mass, muscle strength, functional recovery indicators, and hospital LOS. Risk of bias was assessed using the Cochrane RoB 2 tool and ROBINS-I. From 200 identified records, 10 studies comprising 1,061 patients met the inclusion criteria. The included studies involved patients undergoing orthopedic procedures (total hip arthroplasty, total knee arthroplasty, hip fracture surgery) and abdominal surgeries (gastrectomy, colectomy, gastrointestinal cancer resection). Evidence suggests that EAA and BCAA supplementation contributes to better preservation of skeletal muscle mass and faster recovery of muscle strength, particularly when combined with postoperative rehabilitation.
How is the Impact of Networking, Government Support, and Resources on Micro-Enterprises Near the Train Station Rauf Rahman; Sari Wahyuni; Manerep Pasaribu
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5988

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia contribute 60.5% to the national GDP and employ 96.9% of the workforce, positioning them as the cornerstone of the national economy. Strengthening MSME performance is thus critical to accelerating economic development and escaping the middle-income trap on the path toward Golden Indonesia 2045. This research aims to explore the extent to which MSME network structures (density and centrality) enhance access to government support and, in turn, optimize organizational resources and performance. A quantitative research approach was employed, targeting micro-enterprises operating near train stations in major Indonesian cities (Jakarta–Bogor and Medan). Data were collected from 130 eligible respondents through an online survey. Hypotheses were tested using structural equation modeling with SmartPLS. The findings reveal that network centrality has a positive and significant effect on access to government support, while network density does not. Government support significantly influences resource optimization, which in turn strongly affects MSME performance. However, the direct effects of network density, network centrality, and government support on performance are insignificant, indicating that resource optimization mediates the relationship. These findings suggest that MSMEs should focus on strengthening their centrality within networks, rather than relying solely on communal ties, to secure government support that enhances resource utilization and performance outcomes. Policymakers are advised to design support programs that are accessible, needs-based, and complemented by capacity-building initiatives.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres) Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue