cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,554 Documents
Rekonstruksi Delik Kerugian Keuangan Negara dalam Keputusan Bisnis: Menata Ulang Batas Pertanggungjawaban Pidana Korupsi Pasca Kodifikasi KUHP Nasional Salman Alfarisi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6221

Abstract

Pemberantasan tindak pidana korupsi merupakan agenda konstitusional yang tidak dapat ditawar dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi pengaturan delik kerugian keuangan negara dalam sistem hukum pidana Indonesia, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kriminalisasi terhadap keputusan bisnis, serta merumuskan model rekonstruksi yang mampu menjaga keseimbangan antara efektivitas pemberantasan korupsi dan perlindungan terhadap kepastian hukum. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, historis, komparatif, dan studi kasus. Analisis dilakukan terhadap perkembangan regulasi sejak Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971 hingga pengaturan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta dikaitkan dengan perkembangan doktrin Business Judgment Rule, prinsip due process of law, dan standar internasional sebagaimana diatur dalam United Nations Convention Against Corruption (UNCAC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem utama bukan terletak pada keberadaan delik kerugian keuangan negara itu sendiri, melainkan pada tidak adanya parameter normatif yang mampu membedakan secara tegas antara kerugian yang timbul akibat risiko bisnis dengan kerugian yang lahir dari penyalahgunaan kewenangan yang disertai niat jahat. Kondisi tersebut mengakibatkan hukum pidana digunakan sebagai instrumen penyelesaian terhadap sengketa bisnis yang seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum administrasi atau hukum perusahaan. Penelitian ini menawarkan rekonstruksi paradigma penegakan hukum melalui integrasi antara konsep Business Judgment Rule, pembuktian mens rea, serta standar audit kerugian negara yang lebih objektif sebagai dasar pembatas pertanggungjawaban pidana.
Plastic and Microplastic in The Karang Tirta Estuary, Pangandaran Regency: A DPSIR Overview Jasmine Priyanka Budiono; Zahidah Hasan; R Mochamad Candra Wirawan Arief; Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi; Titin Herawati; Heti Herawati
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6227

Abstract

Karang Tirta is an estuary formed by the Citumang and Sidamulih Rivers, located in Pangandaran Regency, West Java Province, Indonesia. Previous studies have identified microplastic pollution in the sediment and water column of this estuary, making it a relevant site for investigating the impacts of plastic pollution in tropical aquatic ecosystems. This study aimed to identify the sources and impacts of plastic and microplastic pollution in the Karang Tirta Estuary and to design effective waste management strategies to reduce microplastic contamination. Employing a non-experimental mixed-methods approach, data were collected through interviews, observations, and literature reviews, and subsequently analyzed using the Driver–Pressure–State–Impact–Response (DPSIR) framework. The findings revealed that plastic waste originated from three main sources: the tourism sector, household and municipal solid waste, and local agro-industrial activities. Waste leakage was exacerbated by limited public awareness and inadequate waste management services. The presence of plastic and microplastic pollution posed significant environmental risks, affecting aquatic biota, ecosystem functions, and surrounding communities. Based on these findings, the study proposed a series of preventive and corrective measures. Preventive measures included reducing plastic and microplastic use, implementing extended producer responsibility, strengthening environmental education and community participation, and applying incentives and sanctions in waste management. Corrective measures included installing trash barriers, organizing local cleanup initiatives, and applying biodegradation techniques to reduce existing plastic pollution.
Pengaruh Implementasi E-Government (Government-to-Employees/G2E) terhadap Efektivitas Kinerja Aparatur di Balai POM Jambi Musthofa Anwari; Ayuning Budiati; Armauliza Septiawan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6233

Abstract

Transformasi tata kelola digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menempatkan Government-to-Employees (G2E) sebagai pilar strategis manajemen administrasi internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi G2E melalui dimensi kualitas terhadap efektivitas kinerja aparatur di Balai POM Jambi dengan menggunakan Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone & McLean. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksplanatori, menerapkan metode sensus terhadap seluruh populasi aparatur sebanyak 76 responden. Data diolah secara rigor menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil empiris menunjukkan bahwa Kualitas Informasi dan Kualitas Sistem bertindak sebagai determinan utama yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat penggunaan sistem dan kepuasan pengguna. Secara khusus, Kepuasan Pengguna diidentifikasi sebagai prediktor terkuat bagi efektivitas kinerja (koefisien 0,583) sekaligus berfungsi sebagai mediator esensial yang menjembatani input teknis terhadap manfaat bersih organisasi. Sebaliknya, penelitian menemukan anomali di mana Kualitas Layanan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepuasan maupun penggunaan. Selain itu, ditemukan fenomena mandatory use, di mana frekuensi penggunaan yang tinggi tidak berkontribusi pada peningkatan kepuasan pengguna, mengindikasikan bahwa kepatuhan administratif lebih dominan daripada motivasi sukarela. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kinerja aparatur di era digital bukan sekadar produk dari adopsi teknologi, melainkan sangat bergantung pada akurasi data dan pengalaman pengguna yang memuaskan dalam ekosistem yang terintegrasi. Rekomendasi kebijakan menekankan kebutuhan kritis untuk memperkuat interoperabilitas data dan menjaga stabilitas sistem pada periode beban puncak guna menjamin produktivitas administrasi yang berkelanjutan.
Pengembangan Panduan Pembelajaran Fonetik bagi anak Tunarungu Afini Erija; Mumpuniarti Mumpuniarti
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6234

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan kemampuan artikulasi yang dialami anak tunarungu akibat hambatan pendengaran sehingga berdampak pada perkembangan bahasa lisan dan efektivitas komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Panduan Pembelajaran Artikulasi Fonetik bagi Anak Tunarungu yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan oleh guru dalam pembelajaran artikulasi. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang menggunakan model ADDIE, meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa tunarungu di SLB Negeri Kebayakan Takengon. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, angket respons guru, serta tes kemampuan artikulasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Validitas produk dianalisis menggunakan Aiken’s V, kepraktisan dianalisis berdasarkan persentase skor respons guru, sedangkan keefektifan dianalisis melalui perbandingan hasil pretest dan posttest serta peningkatan kemampuan artikulasi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panduan yang dikembangkan memiliki karakteristik pembelajaran yang bertahap, dimulai dari pengenalan bunyi huruf, suku kata, kata, hingga frasa sederhana dengan memanfaatkan pendekatan visual, taktil, dan latihan artikulasi yang sesuai dengan karakteristik anak tunarungu. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa produk memenuhi kriteria sangat valid. Hasil uji kepraktisan memperoleh rerata penilaian sebesar 4,56 dengan kategori sangat baik, sedangkan hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan panduan serta peningkatan kemampuan artikulasi anak tunarungu setelah mengikuti pembelajaran menggunakan produk yang dikembangkan. Dengan demikian, Panduan Pembelajaran Artikulasi Fonetik dinyatakan layak digunakan sebagai salah satu sumber belajar dalam pembelajaran artikulasi bagi anak tunarungu di sekolah.
Sinergitas Antara Satuan Intelkam dan Satuan Reskrim Polres Nabire dalam Pengungkapan Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor di Wilayah Hukum Polres Nabire Samuel Dominggus Tatiratu; Fitriyah Ingratubun; Yohanis Sudiman Bakti
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6236

Abstract

Samuel Dominggus Tatiratu C2412017 dengan judul “Sinergitas Antara Satuan Intelkam Dan Satuan Reskrim Polres Nabire Dalam Pengungkapan Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor Di Wilayah Hukum Polres Nabire. Dibawah bimbingan Fitriyah Ingratubun sebagai pembimbing I dan Yohanis Sudiman Bakti sebagai pembimbing II.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk sinergitas antara Satuan Intelijen Keamanan (Intelkam) dan Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) dalam pengungkapan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Nabire, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas sinergitas tersebut.Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan personel Sat Intelkam, Sat Reskrim, korban, dan pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur, jurnal ilmiah, dan dokumen kepolisian. Seluruh data dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif analitis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas antara Satuan Intelkam dan Satuan Reskrim diwujudkan melalui koordinasi, pertukaran informasi intelijen, dukungan operasional, dan pelaksanaan operasi bersama yang mendukung efektivitas penyelidikan dan penyidikan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Efektivitas sinergitas dipengaruhi oleh faktor internal yang meliputi komunikasi, koordinasi, profesionalisme personel, pemahaman tugas dan fungsi, serta kepercayaan antar personel. Selain itu, terdapat faktor eksternal berupa ketersediaan sarana dan prasarana, kondisi geografis wilayah hukum, perkembangan modus operandi pelaku, dan partisipasi masyarakat.Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergitas antara Satuan Intelkam dan Satuan Reskrim di Polres Nabire telah berjalan cukup efektif dalam mendukung pengungkapan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Namun, peningkatan koordinasi, penguatan sistem pertukaran informasi, peningkatan kompetensi personel, serta pemenuhan sarana dan prasarana masih diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitas penegakan hukum.
Pendampingan Pelaporan SPT Tahunan Badan melalui Coretax pada Perusahaan Konstruksi Berbasis SAK ETAP Suci Ramadhanti Ahad; Rio Pratama Oscari; Agus Munandar
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6244

Abstract

Sistem administrasi perpajakan Coretax resmi diberlakukan Direktorat Jenderal Pajak pada 1 Januari 2025 sebagai bagian dari Proyek Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP). Perubahan ini berdampak besar pada pelaporan pajak badan, khususnya perusahaan jasa konstruksi yang dikenakan Pajak Penghasilan Final Pasal 4 ayat (2). Kegiatan pengabdian ini memberikan pendampingan teknis kepada PT A, perusahaan konstruksi berbasis SAK ETAP, dalam menyusun dan menyampaikan SPT Tahunan Badan Tahun Pajak 2025 melalui Coretax. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan konsultatif, meliputi analisis rekonsiliasi fiskal serta sinkronisasi data internal dengan basis data Coretax. Asesmen pemahaman berupa pre-test dan post-test diberikan kepada satu staf akuntansi dan satu staf perpajakan. Selama proses, ditemukan ketidaksesuaian pengakuan PPh Final Pasal 4 ayat (2) pada tiga transaksi perpindahan di tahun 2024: faktur PPN dan Berita Acara Penyelesaian terbit pada 2024 sesuai prinsip tingkat penyelesaian SAK ETAP Bab 20, sedangkan Coretax mencatat penghasilannya pada 2025 mengikuti tanggal penerbitan e-bupot. Seluruh selisih berhasil direkonsiliasi dan SPT disampaikan tepat waktu. Rata-rata skor pemahaman staf naik dari 60 menjadi 90. Temuan ini menegaskan adanya perbedaan waktu struktural antara pengakuan akrual SAK ETAP dan mekanisme pencatatan Coretax.
Penerapan Alternative Dispute Resolution (ADR) Melalui Advance Pricing Agreement (APA) dalam Penyelesaian Sengketa Pajak di Indonesia Shalomitha Tirza Ardanina Putri; FX Suyud Margono; Sendi Sanjaya
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6249

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan (gap) kinerja di Pengadilan Pajak Indonesia, di mana selama periode 2020–2025 rata-rata penyelesaian sengketa hanya mencapai 59,53%, sehingga memicu penumpukan perkara (backlog) sebesar 40,47%. Jalur litigasi konvensional dinilai belum mampu memberikan solusi yang cepat, sederhana, dan murah, dengan rata-rata waktu penyelesaian perkara mencapai 568,31 hari (1,577 tahun). Kondisi ini menciptakan ketidakpastian hukum dan beban biaya kepatuhan yang tinggi bagi dunia usaha. Rumusan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada dua hal utama: pertama, menelaah bagaimana pengaturan dan mekanisme penyelesaian sengketa pajak melalui penerapan Alternative Dispute Resolution (ADR) dalam bentuk Advance Pricing Agreement (APA) sebagai sarana pencegahan (preventif) sengketa perpajakan internasional. Kedua, menelaah bagaimana pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam studi kasus Putusan Pengadilan Pajak Nomor PUT-001001.15/2023/PP/M.IIB Tahun 2025 telah mencerminkan prinsip keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konsep (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Data yang digunakan meliputi bahan hukum primer seperti UU KUP, UU PPh, UU Pengadilan Pajak, serta PMK 172/2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa APA merupakan bentuk ADR preventif yang efektif untuk memitigasi risiko sengketa harga transfer (transfer pricing) sebelum transaksi terjadi (ex-ante). Melalui studi kasus Putusan Pengadilan Pajak Nomor PUT-001001.15/2023/PP/M.IIB Tahun 2025, ditemukan bahwa Majelis Hakim telah menerapkan hukum progresif dan prinsip substance over form dengan mengakomodasi pencabutan banding Wajib Pajak. Pencabutan ini didasari oleh tercapainya kesepakatan Bilateral Advance Pricing Agreement (BAPA) dan penggunaan klausul pemberlakuan mundur (roll-back) yang memberikan kepastian hukum serta efisiensi waktu dan biaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan instrumen APA dapat menjadi solusi strategis untuk mengurangi penumpukan perkara di pengadilan sekaligus menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di Indonesia.
Kesesuaian Kawasan Perumahan dengan Rencana Tata Ruang di Kota Kota Bogor Hasbulloh Hasbulloh; Akhmad Fauzi; Sri Mulatsih; Muhammad Rindi Alexandi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian pembangunan perumahan dengan penataan ruang di Kota Bogor, mengingat pesatnya pertumbuhan permukiman perkotaan yang berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian tata ruang dan tekanan terhadap lingkungan. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses, praktik, dan dinamika kesesuaian pembangunan perumahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Bogor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan para pemangku kepentingan utama, observasi lapangan di kawasan perumahan terpilih, serta analisis dokumen kebijakan dan peraturan penataan ruang. Partisipan dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan mereka mengenai pembangunan perumahan dan penataan ruang. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa tema utama, antara lain ketidaksesuaian spasial antara pembangunan perumahan yang ada dengan peruntukan lahan yang direncanakan, dominasi pertimbangan aksesibilitas dan ekonomi dalam keputusan pembangunan, serta lemahnya pengendalian dan pengawasan pemanfaatan ruang. Temuan ini menunjukkan bahwa kesesuaian tata ruang belum menjadi landasan utama bagi pembangunan perumahan di Kota Bogor. Penelitian ini berkontribusi pada literatur penataan ruang dengan menyajikan perspektif kualitatif serta memberikan implikasi bagi penguatan kebijakan pengendalian pemanfaatan lahan dan pengembangan perencanaan perumahan yang lebih berkelanjutan.
Perumusan Model Integrasi Sistem MEP dalam Mendukung Fungsi dan Konservasi Bangunan Cagar Budaya Studi Kasus: Museum Bank Indonesia, Jakarta Ariawan; Martinus Bambang Susetyarto
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6251

Abstract

Bangunan cagar budaya yang dialihfungsikan menjadi museum menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan sistem Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) tanpa mengurangi nilai historis dan arsitektural yang melekat pada bangunan. Sistem MEP diperlukan untuk menunjang fungsi ruang, kenyamanan pengunjung, keamanan koleksi, kualitas pencahayaan, ventilasi, pengendalian kelembapan, sanitasi, serta keberlanjutan operasional bangunan. Namun, instalasi sistem tersebut berpotensi menyebabkan perubahan fisik pada elemen arsitektur utama seperti dinding, lantai, dan plafon, sehingga diperlukan strategi integrasi yang mampu menyeimbangkan kebutuhan utilitas dan prinsip konservasi. Penelitian ini bertujuan merumuskan model integrasi sistem MEP dalam mendukung fungsi operasional sekaligus menjaga nilai konservasi bangunan cagar budaya dengan studi kasus Museum Bank Indonesia, Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui observasi lapangan, inventarisasi perangkat MEP, dokumentasi visual, serta pengukuran tingkat intervensi pada delapan ruang sampel. Analisis dilakukan dengan mengukur tiga parameter utama, yaitu Intervensi Dinding (ID), Intervensi Lantai (IL), dan Intervensi Plafon (IP), yang kemudian dikembangkan menjadi Model Intervensi MEP (MI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa plafon merupakan elemen dengan tingkat intervensi tertinggi akibat kebutuhan instalasi utilitas, sedangkan lantai menunjukkan tingkat intervensi paling rendah. Ruang dengan kebutuhan teknis yang lebih kompleks memiliki kecenderungan tingkat intervensi lebih besar. Model integrasi MEP dirumuskan melalui persamaan IMEP = f(E, P, T, H, A, C, R), yang menghubungkan aspek utilitas, performa ruang, konservasi, dan regulasi. Model ini menegaskan bahwa penerapan prinsip minimum intervention, reversibility, dan authenticity menjadi pendekatan penting dalam perencanaan integrasi MEP pada bangunan cagar budaya yang berfungsi sebagai museum.
Evaluation of The Civil Servant Competency Development Program at BKPSDM Semarang Regency Nurul Fadilla Azis; Dyah Lituhayu
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6261

Abstract

This study aimed to evaluate the effectiveness of the civil servant competency development program implemented by the Regional Civil Service and Human Resource Development Agency (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia [BKPSDM]) of Semarang Regency. The programs evaluated included orientation for Government Employees with Work Agreements (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja [PPPK]), technical, functional, and managerial training, as well as computer-assisted test (CAT)-based competency assessments. This study employed a descriptive qualitative approach using the Context, Input, Process, and Product (CIPP) Evaluation Model as the analytical framework for assessing program relevance, resource adequacy, implementation processes, and program outcomes. Data were collected through in-depth interviews, documentation of training activities, and a review of secondary data obtained from the planning and reporting documents of BKPSDM and relevant Regional Government Agencies (Organisasi Perangkat Daerah [OPDs]). The findings indicated that the competency development program had been implemented in accordance with the annual plan and had reached various categories of civil servants. However, several challenges remained, including unequal access to training opportunities across OPDs and subdistricts, the absence of an integrated competency development database across organizational units, and the lack of a post-training evaluation mechanism capable of assessing changes in employee performance following training. Based on the evaluation of the four CIPP dimensions, this study recommends developing an integrated competency development information system accessible across OPDs and implementing a continuous, performance-based post-training evaluation system to improve the effectiveness and efficiency of competency development programs.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres) Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue