cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,554 Documents
Implementasi qSOFA sebagai Alat Deteksi Dini Sepsis pada Infeksi Akut: Sebuah Literature Review Devy Silvia; Erna Melastuti; Indah Sri Wahyuningsih
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6171

Abstract

Sepsis merupakan kondisi disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat respons tubuh yang tidak teregulasi terhadap infeksi dan tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian di rumah sakit maupun di unit gawat darurat di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merangkum bukti ilmiah terkini mengenai implementasi qSOFA sebagai alat deteksi dini sepsis pada pasien dengan infeksi akut. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif terstruktur, melalui penelusuran artikel pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016 hingga 2025, menggunakan kata kunci qSOFA, sepsis, deteksi dini, dan infeksi akut. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi kemudian diekstraksi dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian dari delapan belas artikel yang relevan menunjukkan bahwa qSOFA memiliki spesifisitas yang cukup tinggi dalam memprediksi mortalitas, disfungsi organ akut, dan kebutuhan perawatan intensif pada pasien dengan kecurigaan infeksi di luar ICU, namun sensitivitasnya secara konsisten rendah hingga sedang, sehingga berisiko melewatkan sejumlah pasien sepsis pada tahap awal. Beberapa studi menunjukkan bahwa kombinasi qSOFA dengan parameter tambahan seperti kadar laktat atau capillary refill time secara kuantitatif dapat meningkatkan akurasi diagnostik secara bermakna. Dapat disimpulkan bahwa qSOFA berguna sebagai alat skrining cepat dan praktis di samping tempat tidur, terutama untuk stratifikasi risiko awal, tetapi tidak dianjurkan digunakan sebagai satu-satunya alat skrining sepsis mengingat keterbatasan sensitivitasnya dan perlu dikombinasikan dengan penilaian klinis menyeluruh serta parameter penunjang lain.
Hubungan antara Angka Kuman Udara dalam Ruang Rumah terhadap Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru pada Pasien Rumah Sakit Persahabatan Jakarta Timur Tahun 2024 Nemi Muhaeminah; Ririn Arminsih Wulandari
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6178

Abstract

Menurut Laporan Tuberkulosis Global 2023, Tuberkulosis merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia, dimana Indonesia (10%) sebagai penyumbang peringkat kedua kasus global. Menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021 Kasus TB di DKI Jakarta terdapat 263 kasus per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini menggambarkan angka kuman dalam ruang rumah terhadap kejadian TB Paru. Dengan variabel independen angka kuman dalam ruang dan variabel dependen kejadian TB Paru (BTA positif). Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Jumlah sampel 59 kasus (BTA positif) dan 59 kontrol (BTA negatif) diuji menggunakan Chi Square dan regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang signifikan antara angka kuman dalam ruang rumah dengan kejadian TB Paru dengan nilai OR=73,61(9,54 - 567,57). Selain itu terdapat variabel faktor lingkungan yang berisiko terjadinya TB Paru yaitu jenis lantai ruangan dengan nilai OR=0,65 (95% CI=0,10-4,07); jenis dinding ruangan dengan nilai OR=1,00 (95% CI=0,136-7,34); kepadatan hunian rumah dengan nilai OR=1,22 (95% CI=0,59-2,52); ventilasi ruangan dengan nilai OR=1,36 (95% CI=0,62-2,96); pencahayaan ruangan dengan nilai OR=2,01 (95% CI=0,91-4,40); suhu ruangan dengan nilai OR=2,01 (95% CI=1,68-2,42) dan kelembaban ruangan dengan nilai OR=1,87 (95% CI=0,89-3,91). Hasil penelitian menunjukkan responden yang tinggal di rumah dengan angka kuman dalam ruang tidak memenuhi standard berisiko 73,61 kali menderita TB Paru dibandingkan dengan responden yang tinggal di rumah dengan angka kuman yang memenuhi syarat. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi upaya promotif dan preventif dalam pengendalian faktor lingkungan
Konsep Rezeki Dalam Ta'lim Al-Muta'allim dan Relevansinya dengan Selfdetermination Theory: Menuju Model Transcendent Self-Determination Theory (T-Sdt) untuk Motivasi Belajar di Era Digital Zainul Hakim; Jaja Suteja; Naeila Rifatil Muna
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6179

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep rezeki (rezeki ilahi) sebagaimana diartikulasikan dalam teks pedagogis Islam klasik Ta'lim al-Muta'allim oleh Burhan al-Din al-Zarnuji, dan relevansi teoretisnya dengan Teori Penentuan Nasib Sendiri (SDT) sebagai kerangka pemahaman motivasi belajar di era digital. Terlepas dari ekspansi pesat platform pembelajaran digital di Indonesia, paradoks tetap ada: penurunan motivasi di kalangan siswa Muslim terus dilaporkan bahkan ketika akses ke teknologi pendidikan meningkat, menunjukkan bahwa kerangka psikologis sekuler saja mungkin tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan motivasi siswa yang tertanam dalam agama. Penelitian ini menganalisis bagaimana wacana al-Zarnuji tentang rezeki – yang meliputi keikhlasan niat (niyat), ketekunan dan tinjauan (mujahadah dan murajaah), penghormatan terhadap ilmu dan guru (ta'dzim al-'ilm wa al-'ulama'), dan berkah ilahi (barakah)—sesuai dengan dan memperluas tiga kebutuhan psikologis dasar SDT, yaitu otonomi, kompetensi, dan keterhubungan. Dengan menggunakan desain penelitian perpustakaan kualitatif dengan pendekatan analitis-komparatif, penelitian ini mengkaji sumber primer (teks asli Ta'lim al-Muta'allim dan komentarnya, selain literatur SDT dasar) dan sumber sekunder dari jurnal nasional dan internasional terakreditasi (2019–2026) melalui analisis konten dan hermeneutika komparatif. Temuan ini menunjukkan bahwa konsepsi al-Zarnuji tentang rezeki berfungsi secara struktural sejajar dengan tiga kebutuhan dasar SDT sambil memperkenalkan dimensi transenden keempat yang tidak ada dalam teori asli: hubungan yang dirasakan orang percaya dengan Tuhan sebagai sumber utama penyediaan dan pengetahuan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan Transcendent Self-Determination Theory (T-SDT) sebagai perpanjangan teoritis SDT bagi pelajar Muslim, di mana transendensi spiritual beroperasi sebagai kebutuhan psikologis dasar keempat selain otonomi, kompetensi, dan keterhubungan.
Optimasi Waktu dan Biaya Proyek Shoring Protection Menggunakan Integrasi Time Cost Trade Off dan Simulasi Monte Carlo Adi Eka Pranata; Tri Joko Wahyu Adi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6182

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi dapat meningkatkan biaya, mengganggu arus kas, dan menurunkan kinerja proyek. Permasalahan ini terjadi pada Proyek Shoring Protection sepanjang 2.000 meter di Tanah Grogot, Kalimantan Timur, akibat rendahnya produktivitas pemancangan, keterlambatan pasokan spun pile, dan ketidakpastian cuaca. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan waktu dan biaya proyek serta menentukan skenario percepatan yang paling realistis melalui integrasi metode Time–Cost Trade-Off (TCTO) dan Simulasi Monte Carlo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan eksperimen simulatif berdasarkan data sekunder berupa jadwal pelaksanaan, Work Breakdown Structure, biaya proyek, nilai kontrak, dan produktivitas aktual. Aktivitas kritis diidentifikasi menggunakan Critical Path Method, kemudian dianalisis melalui TCTO dengan QM for Windows. Ketidakpastian durasi dimodelkan menggunakan distribusi triangular melalui 10.000 iterasi pada Oracle Crystal Ball. Hasil TCTO menunjukkan bahwa tanpa percepatan, proyek memerlukan total durasi 709 hari dengan biaya Rp160,53 miliar. Skenario pemulihan jadwal kontrak menghasilkan durasi total 491 hari dengan biaya Rp161,51 miliar dan probabilitas pencapaian sekitar 40%. Skenario percepatan maksimum menghasilkan durasi total 462 hari dengan biaya tertinggi sebesar Rp162,53 miliar, tetapi memiliki probabilitas pencapaian yang sangat rendah. Sementara itu, skenario optimum menghasilkan total durasi 612 hari dengan biaya terendah sebesar Rp160,57 miliar dan probabilitas pencapaian mendekati 100%. Dengan demikian, integrasi TCTO dan Simulasi Monte Carlo menghasilkan keputusan percepatan yang lebih komprehensif karena mempertimbangkan waktu, biaya, dan risiko secara simultan. Skenario optimum direkomendasikan sebagai alternatif paling efisien dan andal untuk penyelesaian proyek.
Analisis Pengaruh Budaya Keselamatan Pasien terhadap Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Dian Harapan Jayapura Tahun 2025 Susanto Saray; Farida Yuliaty; Rahadian Malik
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6191

Abstract

Budaya keselamatan pasien merupakan fondasi organisasi yang penting untuk mencegah kejadian yang dapat dihindari dan memperkuat mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini menganalisis keterkaitan empat dimensi budaya keselamatan pasien, yaitu komunikasi terbuka, kerja tim, dukungan manajerial, dan kepatuhan pelaporan, dengan insiden keselamatan pasien di Rumah Sakit Dian Harapan Jayapura pada tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif potong lintang terhadap 60 tenaga kesehatan yang ditentukan dengan rumus Slovin. Data diperoleh melalui kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS versi 26. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa komunikasi terbuka, kerja tim, dan dukungan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap insiden keselamatan pasien, sedangkan kepatuhan pelaporan berpengaruh signifikan dengan nilai p = 0,000. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan. Model regresi yang diperoleh adalah Y = 0,328 + 0,053X1 + 0,109X2 + 0,179X3 + 0,381X4, dengan koefisien terbesar pada kepatuhan pelaporan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan disiplin pelaporan insiden perlu diprioritaskan, dengan komunikasi, kerja tim, dan dukungan manajerial tetap dipertahankan sebagai unsur pendukung sistem keselamatan pasien yang berkelanjutan.
Analisis Pemanfaatan Panas Brine Separator untuk Pembangkit Listrik Siklus Rankine Organik (SRO) di PLTP Supreme Energy Rantau Dedap Jantan Manalaoon; Sri Haryati; Budi Santoso
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6198

Abstract

Indonesia memiliki potensi energi panas bumi yang sangat besar, namun pemanfaatan panas dari brine keluaran separator PLTP sering belum dioptimalkan dan langsung diinjeksikan kembali ke reservoir. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pemanfaatan panas brine separator PLTP Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) untuk pembangkitan listrik menggunakan sistem Siklus Rankine Organik (SRO). Simulasi dan optimasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Engineering Equation Solver (EES) dengan memvariasikan empat jenis fluida kerja (R123, R245fa, isobutana, dan n-pentana), laju alir massa fluida kerja, serta tekanan keluaran turbin, dengan batasan Pinch Point Temperature (TPP) minimum sebesar 5°C sebagai constraint desain heat exchanger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem SRO berpotensi menghasilkan daya listrik bersih optimum sebesar 2,832 MW dengan produksi energi listrik tahunan sebesar 22.327.488 kWh/tahun. Pemilihan fluida kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap performa sistem, di mana R123 menghasilkan daya listrik bersih dan efisiensi termal tertinggi (12,97%) dibandingkan tiga fluida kerja lainnya. Laju alir massa optimum diperoleh saat TPP mencapai batas minimum 5°C, sedangkan tekanan outlet turbin optimum diperoleh pada 100 kPa. Analisis keekonomian menunjukkan sistem SRO ini layak dikembangkan, dengan NPV sebesar USD 8.946.897, IRR sebesar 18%, Discounted Payback Period 6,46 tahun, dan LCOE sebesar USD 0,072/kWh yang lebih rendah dibandingkan nilai PPA sebesar USD 0,115/kWh. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis dan ekonomis bagi pengembangan pembangkit SRO berbasis brine panas bumi di Indonesia.
Claim Submission Strategy for Jakarta Sewerage System Development Project Based on Standard Contract Management Body of Knowledge (CMBOK) Study Case PT.XYZ Jaliyul Masmaro; Parwadi Moengin
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6204

Abstract

The implementation of construction work, particularly utility network installation, is generally required to comply with the provisions established in regulations stipulated by the local government. However, considering the actual conditions at the project site, several contractual clauses tend to be burdensome and cannot be fully complied with by the Contractor, thereby creating the potential for disputes and claims not only between the contracting parties but also among internal parties that had previously formed a Joint Venture. The highly complex and dynamic characteristics of construction work may increase potential risks related to cost and time and hinder the timely completion of the work. Therefore, an effective claim administration and documentation system is required to address these issues. This research aims to assist the Contractor in obtaining approval for claims related to additional costs and extensions of time as a means of mitigating the risk of claim rejection. The findings will subsequently be developed into a Standard Operating Procedure (SOP) for Joint Venture claim administration based on the Contract Management Body of Knowledge (CMBOK). Accordingly, this study employs a case study method to formulate strategic measures for minimizing claim rejection by analyzing the factors that predominantly contribute to claim disapproval, as identified in previous studies. By identifying the dominant risk factors in the implementation of the Joint Venture Integrated Project, the findings are expected to provide key measures for mitigating the risk of claim rejection.
Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Sistem Informasi Manajemen untuk Meningkatkan Pelayanan Pendidikan di SMP Negeri 1 Tigi, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah Martinus Pekei; Budiyanto Budiyanto
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6209

Abstract

Implementasi sistem informasi manajemen (SIM) di sekolah tidak hanya bergantung pada ketersediaan aplikasi dan perangkat teknologi, tetapi juga pada kepemimpinan kepala sekolah dalam mengarahkan perencanaan, pengorganisasian sumber daya, pengendalian mutu data, serta pemanfaatan informasi untuk peningkatan layanan pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah dalam implementasi SIM untuk meningkatkan pelayanan pendidikan di SMP Negeri 1 Tigi, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian pustaka dan analisis dokumen. Sumber data mencakup profil resmi satuan pendidikan, kebijakan nasional tentang sistem pendidikan, standar pengelolaan, penugasan kepala sekolah, pelindungan data pribadi, portal Data Pokok Pendidikan, Rapor Pendidikan, serta artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis melalui reduksi, pengelompokan tema, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepala sekolah perlu menjalankan tujuh peran utama, yaitu sebagai perumus visi digital, pengarah tata kelola data, pengorganisasi sumber daya, pengembang kompetensi pengguna, pengendali mutu dan keamanan data, pengambil keputusan berbasis informasi, serta penghubung layanan antara sekolah, pemerintah, peserta didik, dan orang tua. Implementasi SIM yang dipimpin secara efektif berpotensi meningkatkan kecepatan, ketepatan, transparansi, keterlacakan, dan responsivitas pelayanan pendidikan. Tantangan utama mencakup keterbatasan konektivitas, ketergantungan pada operator, variasi literasi digital, disiplin pemutakhiran data, integrasi antaraplikasi, serta pelindungan data peserta didik. Artikel ini merekomendasikan penerapan siklus kepemimpinan SIM yang meliputi pemetaan kebutuhan, penetapan standar data, pembagian peran, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.
Development of A Framework for Mitigating Cost and Time Overruns in The V25 Ambulance Ship Construction Project using The ISM and ANP Approaches Hamidah Zulfa Sarah; Silvianita Silvianita; Fitri Hardiyanti
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6216

Abstract

This study aimed to develop a framework for mitigating cost and schedule overruns through the integration of Interpretive Structural Modeling (ISM) and the Analytic Network Process (ANP). Data were obtained from project documentation and questionnaires administered to five experts who assessed six factors and 23 internal subfactors contributing to cost and schedule deviations. ISM was used to analyze hierarchical relationships, driving power, and dependence power, while ANP was used to construct a priority network for nine subfactors in the independent quadrant. The final priorities were derived from five subfactors (A1–A5), while A6–A9 served as control nodes within the dependency relationships. The ISM results showed that unrealistic cost planning (A6) was positioned at the most fundamental level and had the highest driving power, identifying it as a key strategic driver. The ANP results indicated that inadequate communication and coordination among relevant parties (A1) had the highest global weight of 0.348180, followed by an insufficient number of workers (A2) at 0.258313 and excessive workload (A4) at 0.172153. The integration of the two methods indicated that A6 should be addressed during the planning stage, whereas A1 should be the primary operational priority during project implementation. This study developed a cyclical mitigation framework comprising priority risk identification, mitigation implementation, monitoring, effectiveness evaluation, residual risk assessment, and decision-making. The framework was supported by early mitigation measures, a Responsible, Accountable, Consulted, and Informed (RACI) matrix, monitoring indicators, evaluation frequency, and escalation mechanisms to strengthen cost and schedule control in similar shipbuilding projects.
Analisis Kinerja Condenssor pada Mesin Pendingin Bahan Makanan di Atas Kapal MV. Noah Safira Carles Y.A Nalle; Yudhiyono Yudhiyono; Dermawan H Tangke; Isman Rhomadi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6217

Abstract

Mesin pendingin merupakan salah satu pesawat yang tidak kalah penting dalam menunjang kelancaran pengoperasian kapal, khususnya dalam pendinginan bahan makanan. Salah satu sistem yang banyak digunakan di atas kapal adalah system multievaporator, yang berfungsi menyimpan bahan makanan dan minuman sesuai dengan suhu penyimpanan yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab tidak normalnya suhu pada ruang pendingin bahan makanan beserta cara penanganannya, dengan fokus khusus pada penyebab, konsekuensi, dan solusi terhadap turunnya temperatur kondensor pada sistem pendingin udara. Penelitian dilaksanakan di atas kapal MV. Noah Safira milik PT. Solusi Pelayaran Nusantara pada tanggal 02 hingga 04 Agustus 2024.Hasil penelitian menunjukkan bahwa endapan pada pipa kondensor dan adanya udara di dalam kondensor menjadi penyebab utama turunnya temperatur kondensor mesin pendingin. Selain itu, air pendingin yang kotor mengakibatkan penurunan jumlah freon yang berhasil dikondensasikan, sementara kurangnya perawatan dan pengawasan turut memperparah kondisi komponen. Ditemukan pula bahwa penyumbatan pada filter serta katup ekspansi (expansion valve) yang tidak berfungsi secara sempurna menyebabkan suhu tidak normal pada mesin pendingin bahan makanan. Dampak dari kondisi ini adalah suhu ruangan yang tidak tercapai, karena freon yang seharusnya berubah menjadi zat cair saat memasuki kondensor justru mengalami kekurangan akibat endapan tersebut, sehingga kinerja mesin secara keseluruhan menurun.Sebagai upaya penanganan, dilakukan pembersihan kotoran pada pipa-pipa kapiler menggunakan sikat (brush), penyemprotan air ke dalam pipa-pipa kondensor, serta pembersihan tube kondensor menggunakan besi panjang. Selain itu, perawatan rutin sesuai dengan Plan Maintenance System (PMS) perlu dilaksanakan secara konsisten guna mencegah terulangnya gangguan serupa di kemudian hari.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres) Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue